cover
Contact Name
Zelli Ghea Mardi A
Contact Email
ghea.mardi@stitek.ac.id
Phone
+6281395329321
Journal Mail Official
lppm.jper@stitek.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI BONTANG (STITEK) Jl. Ir. H. Juanda No.73 Bontang Selatan Kota Bontang - Kalimantan Timur
Location
Kota bontang,
Kalimantan timur
INDONESIA
Journal Of Power Electric And Renewable Energy
ISSN : 29868335     EISSN : 29870100     DOI : https://doi.org/10.59811/1q3gqs21
Core Subject :
Journal Of Power electric And Renewable Energy (JPER) merupakan jurnal ilmiah yang dikelola dengan proses peer review yang diterbitkan oleh LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Bontang. Journal Of Power electric And Renewable Energy (JPER) menerbitkan naskah hasil penelitian dalam bidang teknik elektro yang mencakup topik-topik berikut : 1. Sistem Kontrol 2. Sistem Monitoring 3. Sistem distribusi 4. Sistem proteksi 5. Sistem instrumentasi 6. Elektronika 7. Information computer and technology (ICT) 8. Teknik tenaga listrik 9. Energi Terbarukan JPER terbit 2 kali setahun, yaitu juni dan desember, terbit secara open Acces.
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
ANALISIS SETTING DISTANCE RELAY SALURAN TRANSMISI 150 KV GARDU INDUK SUNYARAGI MANDIRANCAN ARJAWINANGUN Dhiny Aminarti
Journal Of Power electric And Renewable Energy Vol 3 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59811/

Abstract

Penelitian ini menganalisis setting distance relay pada saluran transmisi 150 kV Sunyaragi–Mandirancan–Arjawinangun dengan membandingkan hasil perhitungan manual, data setting eksisting, serta hasil scanning (pengujian). Distance relay bekerja berdasarkan pengukuran impedansi sehingga penentuan impedansi yang akurat menjadi penting untuk memastikan proteksi yang selektif dan andal. Perhitungan dilakukan untuk zona 1, zona 2, dan zona 3 menggunakan data impedansi saluran, impedansi trafo, serta rasio CT–PT. Hasil menunjukkan bahwa nilai impedansi hasil hitung, setting, dan hasil uji memiliki rentang error 0.96%–3.63%, dan masih berada dalam batas toleransi 5% sesuai panduan MiCOM Numerical Distance Protection. Hal ini menandakan bahwa distance relay yang terpasang di GI Sunyaragi beroperasi dengan baik dan sesuai dengan kondisi lapangan. Penelitian ini memberikan validasi terhadap kinerja proteksi pada jaringan tegangan tinggi, namun masih memiliki keterbatasan karena belum menyertakan simulasi gangguan secara komprehensif.
Analisis Koordinasi Relay OCR pada Penyulang Tanjung terhadap Transformator Daya di GI 150 kV Tasikmalaya Putra Hamzah Kautsar; Ifkar Usrah; Sutisna
Journal Of Power electric And Renewable Energy Vol 4 No 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59811/

Abstract

Gardu Induk Tasikmalaya menyalurkan energi listrik tegangan menengah 20 kV melalui empat transformator, salah satunya Transformator V yang menyuplai Penyulang TNJG. Penyulang ini sering mengalami gangguan hubung singkat yang menyebabkan trip dan pemadaman, serta berpotensi memicu trip relay incoming 20 kV sehingga berdampak pada penyulang lain. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi proteksi arus lebih (OCR) yang tepat antara sisi incoming dan penyulang. Analisis dilakukan melalui perhitungan arus hubung singkat sebagai dasar penentuan setting relay. Hasil perhitungan menunjukkan perbedaan dengan setting eksisting, di mana nilai TMS hasil perhitungan pada Penyulang TNJG sebesar 0,212 s dan incoming sebesar 0,27 s. Seluruh nilai masih memenuhi standar IEC 60255, dan hasil simulasi menunjukkan koordinasi proteksi telah bekerja dengan baik dan selektif.
Rancang Bangun Sistem Kontrol Fire House Roller Berbasis IoT pada Industri PKT Endrow Seftian; Turahyo; Arfittariah
Journal Of Power electric And Renewable Energy Vol 4 No 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59811/

Abstract

Sistem penggulungan fire hose di Departemen K3 PT. Pupuk Kalimantan Timur masih dilakukan secara manual oleh petugas fire man. Proses manual ini memiliki risiko ergonomis yang dapat menyebabkan kelelahan dan cedera akibat posisi kerja yang kurang ideal. Selain itu, ketiadaan alat bantu membuat pekerjaan menjadi kurang efisien dan memperlambat proses penggulungan selang. Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat alat penggulung fire hose yang berbasis Nodemcu ESP32 yang dikendalikan melalui aplikasi Blynk di smartphone. Alat ini dirancang untuk memudahkan dan mempercepat proses penggulungan fire hose. Sistem yang dikembangkan memiliki beberapa fitur utama, seperti tombol virtual untuk start, stop, pengaturan arah putaran (clock wise dan counter clock wise), serta fungsi jog untuk penyesuaian posisi. Selain itu, terdapat pengaturan kecepatan motor dalam tiga tingkat yaitu low, medium, dan fast serta tampilan nilai putaran per menit (RPM) secara real-time di aplikasi Blynk. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat penggulung fire hose ini berfungsi sesuai dengan rancangan dan dapat dioperasikan dengan baik melalui smartphone. Alat ini mampu mengurangi beban kerja fisik petugas, meningkatkan efisiensi waktu, dan memperbaiki aspek ergonomis dalam proses penggulungan fire hose, sehingga dapat mendukung kinerja petugas fire man secara optimal di lapangan.
PROTOTYPE SISTEM JEMURAN OTOMATIS MENGGUNAKAN NODEMCU ESP8266 BERBASIS IoT Demoris Bata; Arfittariah; Lapu Tombi Layuk
Journal Of Power electric And Renewable Energy Vol 4 No 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59811/

Abstract

Perubahan cuaca yang tidak menentu, khususnya saat hujan turun secara mendadak, sering kali menjadi kendala bagi masyarakat dalam menjemur pakaian, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar rumah, sehingga jemuran sering ditinggalkan. Hal ini menimbulkan rasa cemas pada masyarakat yang membuat sebagian besar memilih menjemur di dalam rumah, akibatnya proses pengeringannya tidak efektif. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis merancang sebuah Prototype sistem jemuran otomatis berbasis Internet of things menggunakan NodeMCU ESP8266. Sistem ini dirancang dengan mengintegrasikan sensor hujan, sensor LDR, sensor DHT 11, motor stepper, buzzer dan relay yang mengontrol lampu LED dan kipas secara otomatis. Sistem ini juga menggunakan aplikasi Blynk sebagai platform Internet of things. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu beroperasi secara otomatis berdasarkan kondisi cuaca. Ketika hujan turun atau cuaca mulai gelap, sistem secara otomatis menarik jemuran ke dalam. Sebaliknya, ketika cuaca cerah atau terang, sistem akan mengembalikan jemuran ke tempat terbuka. Seluruh status jemuran, suhu dan kelembaban dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi Blynk. Sistem ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga pakaian dari cuaca hujan serta meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna.
DESAIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) STANDALONE 2000 WATT PEAK (WP) DI PULAU BERAS BASAH Izhar; Turahyo; Arfittariah
Journal Of Power electric And Renewable Energy Vol 4 No 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59811/

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar dalam sumber daya energi terbarukan, terutama energi matahari, dengan rata-rata intensitas penyinaran sekitar 4,8 kWh/m²/hari. Sayangnya, potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal, terutama di wilayah terpencil seperti daerah pesisir Bontang, lebih tepatnya Pulau Beras Basah, yang masih mengalami keterbatasan pasokan listrik akibat lokasi yang sulit dijangkau, minimnya infrastruktur, dan tingginya biaya pembangunan jaringan listrik konvensional. Permasalahan ini menuntut solusi energi alternatif yang mandiri dan ramah lingkungan. Salah satu solusi yang diusulkan adalah penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) standalone berkapasitas 2000 Watt Peak (WP) untuk memenuhi kebutuhan dasar listrik rumah tangga atau fasilitas kecil. Penelitian ini menggunakan Helioscope untuk menampilkan visualisasi dari PLTS yang dapat terpasang dan menggunakan metode perancangan sistem PLTS dengan mengimplementasikan teknologi Maximum Power Point Tracking (MPPT) untuk mengoptimalkan konversi daya dari panel surya ke beban. Hasil dari sistem yang dirancang menunjukkan bahwa penggunaan teknologi MPPT mampu menjaga panel surya bekerja pada titik daya maksimum, sehingga energi yang dihasilkan tetap optimal meskipun intensitas cahaya matahari mengalami fluktuasi.
ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TERHADAP ARUS NETRAL MENGGUNAKAN METODE FUZZY LOGIC Permana; Sutisna; Imam Taufiqurrahman
Journal Of Power electric And Renewable Energy Vol 4 No 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59811/

Abstract

Ketidakseimbangan beban pada sistem distribusi tiga fasa dapat menimbulkan arus netral yang berdampak pada peningkatan rugi-rugi daya dan penurunan efisiensi sistem kelistrikan. Kondisi ini sering terjadi pada gedung dengan karakteristik beban yang dinamis, seperti rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidakseimbangan beban terhadap arus netral pada sistem instalasi listrik Gedung Rumah Sakit Prasetya Bunda Tasikmalaya serta mengevaluasi upaya penyeimbangan beban menggunakan metode Fuzzy Logic Mamdani. Pengambilan data dilakukan menggunakan Power Quality Analyzer selama 24 jam dalam periode tujuh hari dengan parameter yang diukur meliputi tegangan, arus fasa, arus netral, daya aktif, daya reaktif, daya semu, dan faktor daya. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketidakseimbangan beban yang terjadi berada pada rentang 6% hingga 15%, dengan nilai rata-rata sebesar 13,8%. Kondisi ketidakseimbangan tertinggi terjadi pada 15 Oktober 2025 dengan nilai mencapai 21,3%, yang telah melampaui batas yang direkomendasikan oleh standar IEEE Std 446-1987. Implementasi metode Fuzzy Logic mampu mengklasifikasikan tingkat ketidakseimbangan menjadi kategori rendah, normal, dan tinggi serta memberikan rekomendasi tindakan penyeimbangan beban seperti penambahan atau pengurangan beban pada fasa tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model fuzzy logic yang dirancang mampu membantu proses evaluasi ketidakseimbangan beban dan mendukung pengambilan keputusan dalam upaya pemerataan beban pada sistem distribusi tiga fasa.

Page 4 of 4 | Total Record : 36