cover
Contact Name
Esti Swatika Sari
Contact Email
humaniora@uny.ac.id
Phone
+628156865456
Journal Mail Official
humaniora@uny.ac.id
Editorial Address
https://journal.uny.ac.id/index.php/humaniora/about/editorialTeam
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Humaniora
ISSN : 14124009     EISSN : 25286722     DOI : https://doi.org/10.21831/hum.v26i2.40019
Jurnal Penelitian Humaniora is published by Institute of Research and Community Service, Universitas Negeri Yogyakarta Jurnal Penelitian Humaniora publishes articles of non educational research and issues related to humanity (culture, language, arts, social sciences)
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 1: APRIL 2016" : 6 Documents clear
ADOPSI KEBIJAKAN PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM ORGANISASI FATAYAT Mami Hajaroh
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 21, No 1: APRIL 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1274.032 KB) | DOI: 10.21831/hum.v21i1.13107

Abstract

Penel itian i ni bertujuan untuk menemukan faktor-faktor penentu dal am adopsi pengarusutamaan gender/PUG dan mengidenti ikasi proses inovasi PUG di organisasi Fatayat DIY. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif fenomenologi. Subjek penelitian adalah anggota Fatayat DIY, sumber informasi ditentukan dengan snow ball sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik in depth interview. Data dianalisis dengan Interpretative Phenomenological Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi pengarusutamaan gender di Fatayat DIY ditentukan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi: PUG merupakan hal baru yang dibutuhkan Fatayat; PUG relevan dengan nilai-nilai dan norma agama; dan karakteristik terbuka pada pemimpin opini dalam organisasi; dan struktur organisasi Fatayat DIY. Faktor eksternal meliputi: restu dari Nahdlatul Ulama sebagai organisasi induk; gencarnya gerakan gender dari gerakan global; dan dukungan dana dari luar negeri. Proses inovasi kebijakan PUG dalam organisasi meliputi tahap melakukan setting agenda, penyesuaian, mende inisikan kembali, mengklari ikasi, dan merutinkan
KESENIAN SINTREN SEBAGAI KEARIFAN LOKALDITINJAU DARI METAFISIKA ANTON BAKKER Luthfi Deska Aditama
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 21, No 1: APRIL 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.335 KB) | DOI: 10.21831/hum.v21i1.13106

Abstract

Kata "sintren" secara etimologis berasal dari dua suku kata, yang "si" dan "tren". Si memiliki arti "dia" dan tren itu sendiri adalah panggilan untuk sang putri. Seni ini adalah seni yang berasal dari pantai utara Jawa, khususnya Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Selain itu, Sintren banyak dipamerkan di pameran besar kesenian yang bercerita tentang seorang anak perempuan yang bertindak sebagai penari utama. Sintren sebagai bentuk seni pertunjukan rakyat di Utara pesisir Jawa Tengah dan Jawa Barat pernah menjadi seni hiburan yang sangat digemari oleh masyarakat antara tahun 1950 hingga 1963. Meta isika adalah disiplin ilsafat yang erfokus pada sautu objek - materi yang ada, atau dalam bahasa sederhana adalah sifat realitas. Sifat realitas tidak dapat dipisahkan dari alam, Sang Maha Benar (Allah) serta hamba-Nya (ciptaan-Nya). Pandangan manusia sebagai khalifah juga akan menentukan keberadaan makhluk lain, sampai akhirnya berkaitan dengan Yang Maha Kuasa, yaitu Allah
PENGEMBANGAN COMMUNITY BASED TOURISM SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Sugi Rahayu; Utami Dewi; Kurnia Nur Fitriana
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 21, No 1: APRIL 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.471 KB) | DOI: 10.21831/hum.v21i1.13111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)  mengetahui upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam mengembangkan Community Based Tourism (CBT), (2) mengidentifikasi potensi wisata yang dapat dikembangkan menjadi CBT, (3) mendapatkan informasi faktor-faktor penghambat CBT di Kabupaten Kulon Progo, dan (4) merumuskan model pengembangan CBT sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kulon Progo. Upaya Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam mengembangkan CBT sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat dilakukan melalui: (a) Program pengembangan destinasi wisata, (b) Program pengembangan pemasaran pariwisata, dan (c) Program pengembangan kemitraan. Sementara itu, jenis pariwisata yang potensial untuk dikembangkan menjadi pariwisata berbasis masyarakat di Kulon Progo meliputi wisata alam, wisata agro, wisata religi, wisata pendidikan, budaya, kerajinan, dan kuliner. Terdapat beberapa faktor penghambat pengembangan CBT di Kabupaten Kulon Progo yaitu: (a) infrastruktur yang belum mendukung, (b) partisipasi masyarakat dalam mengembangkan pariwisata masih rendah, dan (c) kemitraan belum terjalin maksimal
PENGEMBANGAN ASAS-ASAS UMUM PEMERINTAHAN YANG BAIK MELALUI LOCAL WISDOM KERATON YOGYAKARTA Eny Kusdarini; - Sunarso; Setiati Widihastuti
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 21, No 1: APRIL 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.652 KB) | DOI: 10.21831/hum.v21i1.13105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) Keraton Yogyakarta yang merupakan ajaran-ajaran karakter yang baik bagi seorang pemimpin untuk melindungi masyarakat yang dipimpinnya. Nilai-nilai kearifan lokal ini bisa dipakai untuk mengembangkan asas-asas umum pemerintahan yang baik terutama pada pemerintahan daerah yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian hukum dengan pendekatan yuridi s dan budaya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahap-tahap reduksi data, unitisasi/kategorisasi data dan penafsiran data. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa banyak nilai kearifan lokal Keraton Yogyakarta dan nilai-nilai lokal masyarakat Jawa yang merupakan nilai-nilai etik yang bisa dipakai untuk mengembangkan asas-asas pemerintahan yang baik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di antara nilai kearifan lokal tersebut adalah nilai Hamemayu Hayuning Bawana, Sawiji Greget Sengguh Ora Mingkuh, dan Golong-gilig serta nilai-nilai kearifan lokal lainnya. Di samping itu juga ada nilai-nilai etik yang berasal dari ajaran Ki Hajar Dewantoro tentang kepemimpinan yang baik, yakni ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani
“YUU...!!!, BEEK...!!!”: SEBUAH STRATEGI PEDAGANG SAYUR MEMIKAT HATI PEMBELI Ahmad Faizi
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 21, No 1: APRIL 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.428 KB) | DOI: 10.21831/hum.v21i1.13101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pola komunikasi pedagang sayur di desa Liprak Wetan kecamatan Banyuanyar kabupaten Probolinggo. Sumber data dalam penelitian ini adalah simbol-simbol kebahasaan yang digunakan pedagang sayur dan percakapan antara pedagang dengan pembeli. Data-data dikumpulkan dengan metode simak dan catat yang kemudian dianalisis menggunakan teori performansi Duranti dan teori pragmatik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pedagang sayur menggunakan nama kekerabatan, nama tokoh, dan gabungan dari keduanya, selain itu juga ditemukan bahwa transaksi tawar-menawar antara pedagang dan pembeli tidak berlangsung intensif dengan disertai obrolan yang tidak berhubungan dengan masalah transaksi jual beli. Pedagang dan pembeli kadang saling mencurahkan isi hati dan bahkan kadang menggunjing tetangga
TERAPI MOTORIK HALUS DENGAN SUNGGING Bayu Asri; Jaka Triwiyana; Muhammad Vicky Solihin
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 21, No 1: APRIL 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.041 KB) | DOI: 10.21831/hum.v21i1.13103

Abstract

Permasalahan yang dihadapi yaitu sulitnya melakukan aktivitas gerakan otot kecil yang melibatkan mata, tangan, dan fokus. Penerapan pelatihan menggunakan pendekatan ekspresi bebas yaitu dengan menggambar pola garis dan titik (nirmana), mengolah warna dengan cat, dan melukis di atas kanvas sesuai imajinasi. Teknik sungging memenuhi berbagai aspek pengembangan motorik halus, yaitu: (1) membuat tingkatan gradasi warna memerlukan fokus, ketelitian, dan kecermatan dalam mencampur serta menggorekan cat untuk menghasilkan warna yang harmoni; (2) menggambar garis dan titik pola secara teratur menggunakan pensil untuk melatih ketangkasan, fokus, dan ketelitian; (3) mengolah campuran warna dengan cat sehingga menghasilkan berbagai warna gradasi untuk melatih kepekaan dan kecermatan; dan (4) menggoreskan kuas saat melukis untuk melatih imajinasi, kreativitas, serta koordinasi antara mata dengan gerakan tangan. Hasil pelatihan yaitu kemampuan motorik halus penyandang tuna grahita berkembang sehingga menjadi aktif dalam bergerak, terampil, teliti, dan berintelegensi

Page 1 of 1 | Total Record : 6