cover
Contact Name
AMIN SADIQIN
Contact Email
putrajawapublisher@gmail.com
Phone
+6282140770840
Journal Mail Official
putrajawapublisher@gmail.com
Editorial Address
PERUM BUMI TARUNA , JL. TARUNA IX A KAV 67 WAGE , TAMAN SIDOARJO
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Economics, Business, Management, Accounting And Social Sciences (JEBMASS)
Published by PT. Putra Jawa Mulya
ISSN : -     EISSN : 29863546     DOI : 10.63200
Core Subject :
The scope of topics that are most interesting to Journal of Economics, Business, Management, Accounting and Social Studies (JEBMASS) readers include the following: Financial markets, financial practices and sustainability; Values, culture and international finance; Common pool resources management and its financing; Interdisciplinary financial studies; Finance and international development; International financial crises and regulation; Financialization studies; International financial integration and architecture; Behavioral aspects in finance; Methodologies and the conceptualization of finance; Accounting education - needs and trends; Forensic Accounting; Accounting and e-business; Financial accounting; Management accounting; Behavioural financial and accounting research
Arjuna Subject : -
Articles 197 Documents
Employee Agility dalam Organisasi: Tinjauan Literatur Sistematis dan Arah Penelitian Masa Depan Selviana; Khamalat; Nuzulul; Riyan; Candraningrat; Aulia; Aries
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 4 (2025): MAY 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i4.200

Abstract

Di tengah dinamika bisnis global yang semakin kompleks, kelincahan karyawan (employee agility) menjadi kompetensi kunci untuk memastikan organisasi tetap adaptif dan kompetitif. Kajian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi employee agility dalam periode 2021–2025, khususnya pasca disrupsi global. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 62 artikel yang ditelusuri melalui basis data Scopus, sebanyak 14 artikel terpilih dianalisis secara tematik. Temuan utama menunjukkan bahwa employee agility dipengaruhi oleh faktor psikologis individu (seperti motivasi intrinsik dan sikap adaptif), dukungan organisasional dan HRM, penggunaan teknologi digital seperti Enterprise Social Media (ESM), serta konteks krisis yang mendorong fleksibilitas kerja. Kajian ini juga menyoroti bahwa employee agility tidak hanya menjadi hasil dari intervensi organisasi, tetapi juga bertindak sebagai mediator penting dalam efektivitas pelatihan dan adaptasi organisasi. Implikasi praktis mencakup perlunya investasi dalam kompetensi digital, pengelolaan stres digital, serta integrasi pembelajaran berbasis kerja. Selain itu, kajian ini merekomendasikan arah penelitian masa depan yang lebih luas dengan pendekatan multilevel, longitudinal, dan integratif antar-disiplin. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi pengembangan kebijakan SDM yang responsif dan berkelanjutan.
Penerapan Activity-Based Costing dalam Menentukan Tarif Layanan Jasa Profesional Hendra Dwi Prasetyo
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 5 (2025): JULY 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i4.201

Abstract

Penentuan tarif layanan yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan perusahaan jasa profesional. Metode konvensional sering kali tidak mencerminkan biaya aktual dari setiap aktivitas yang mendukung layanan, sehingga dapat menyebabkan distorsi harga. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Activity-Based Costing (ABC) dalam menghitung tarif layanan pada perusahaan jasa profesional. Pendekatan ABC dilakukan dengan mengidentifikasi aktivitas utama, mengalokasikan biaya ke aktivitas tersebut, serta menentukan cost driver yang sesuai untuk masing-masing layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ABC memberikan informasi biaya yang lebih akurat dibandingkan metode tradisional. Dengan demikian, perusahaan dapat menetapkan tarif yang lebih rasional dan berbasis pada konsumsi sumber daya yang sebenarnya. Penerapan metode ini juga membantu manajemen dalam pengambilan keputusan strategis terkait efisiensi dan profitabilitas layanan.
Pengaruh Bias Kognitif dalam Penyusunan Anggaran: Tinjauan Behavioral Budgeting Fitri Komariyah; Rizki Arvita
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 5 (2025): JULY 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i5.202

Abstract

Penyusunan anggaran tidak hanya dipengaruhi oleh data historis dan proyeksi rasional, tetapi juga oleh aspek psikologis dan perilaku pengambil keputusan. Penelitian ini mengkaji pengaruh bias kognitif seperti overconfidence, anchoring, dan confirmation bias terhadap proses penyusunan anggaran dalam konteks behavioral budgeting. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei pada manajer keuangan di sektor manufaktur, hasil penelitian menunjukkan bahwa bias kognitif memiliki pengaruh signifikan terhadap ketidaktepatan alokasi anggaran dan penyimpangan perencanaan keuangan. Temuan ini sejalan dengan studi internasional oleh Luft dan Shields (2014) yang menyatakan bahwa pengambilan keputusan dalam budgeting dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis yang sering kali tidak disadari oleh pembuat keputusan. Selain itu, Libby dan Rennekamp (2012) menegaskan bahwa pemahaman terhadap bias kognitif menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pengendalian anggaran dan transparansi informasi keuangan. Implikasi dari penelitian ini mendorong perlunya pelatihan behavioral accounting untuk mengurangi efek distorsi kognitif dalam perencanaan keuangan organisasi.
Open Banking dan Proteksi Data Konsumen di Era FinTech Fitri Komariyah; Buyung Cahya Perdana
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 4 (2025): MAY 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i4.203

Abstract

Perkembangan financial technology (FinTech) telah mendorong munculnya konsep open banking, yaitu sistem keuangan terbuka yang memungkinkan pihak ketiga mengakses data keuangan konsumen melalui API (Application Programming Interface) secara aman dan terstandarisasi. Meskipun inovatif, open banking menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan dan privasi data konsumen, terutama di negara berkembang yang masih membangun infrastruktur hukum dan teknologinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara implementasi open banking dan perlindungan data konsumen di era FinTech, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi literatur dan analisis regulasi yang berlaku di Indonesia serta perbandingan global. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara kecepatan inovasi digital dan kesiapan regulasi dalam menjamin hak konsumen terhadap data pribadinya. Temuan ini sejalan dengan studi Zetzsche, Buckley, Arner, dan Barberis (2020) yang menyatakan bahwa tanpa kerangka perlindungan data yang kuat, open banking justru dapat menjadi ancaman serius bagi kepercayaan publik terhadap sistem keuangan digital (Zetzsche, D. A., Buckley, R. P., Arner, D. W., & Barberis, J. N., 2020). Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara teknologi keamanan, kesadaran hukum konsumen, serta kebijakan privasi berbasis prinsip data sovereignty untuk menciptakan ekosistem keuangan digital yang inklusif dan aman.
Peran FinTech dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan di Era Ekonomi Digital Fitri Komariyah; Annisah
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 4 (2025): MAY 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i4.204

Abstract

Transformasi digital dalam sektor keuangan telah mendorong pertumbuhan pesat financial technology (FinTech) sebagai katalisator inklusi keuangan, terutama di negara berkembang. FinTech memungkinkan perluasan akses terhadap layanan keuangan formal melalui teknologi digital seperti mobile banking, peer-to-peer lending, dan digital wallet, yang secara signifikan mengurangi hambatan geografis dan biaya transaksi (Ozili, 2018). Menurut World Bank (2022), adopsi layanan FinTech berkontribusi terhadap peningkatan kepemilikan akun keuangan, terutama di kalangan populasi unbanked dan underserved. Namun demikian, inklusi keuangan yang didorong oleh FinTech tidak lepas dari tantangan regulasi, keamanan data, dan literasi digital, yang jika tidak ditangani secara sistemik, dapat menciptakan ketimpangan baru dalam akses keuangan digital (Gomber et al., 2017). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran FinTech dalam memperluas inklusi keuangan di era ekonomi digital Indonesia dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis literatur global. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan kolaborasi antara pelaku FinTech, regulator, dan sektor pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan
Crypto Asset dan Regulasi Pajak: Tinjauan Hukum Keuangan Digital Fitri Komariyah; Hendra
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 4 (2025): MAY 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i4.205

Abstract

Aset kripto telah berkembang menjadi instrumen keuangan digital yang signifikan dalam arsitektur keuangan global, menimbulkan tantangan hukum dan fiskal bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Ketidakpastian regulasi dan kompleksitas karakteristik teknologi blockchain mendorong perlunya kerangka hukum yang adaptif dan responsif terhadap dinamika ekonomi digital. OECD (2020) menekankan pentingnya transparansi pajak atas aset digital lintas negara guna mencegah penghindaran dan pengelakan pajak. Di sisi lain, Zetzsche, Buckley, dan Arner (2020) menggarisbawahi bahwa kegagalan dalam merumuskan regulasi yang tepat dapat menciptakan celah hukum dan risiko sistemik bagi stabilitas fiskal. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau aspek hukum perpajakan atas aset kripto dari perspektif hukum keuangan digital, dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan analisis komparatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah mengatur pajak atas transaksi aset kripto, ketidakterpaduan antar lembaga dan ketertinggalan regulasi teknologi menjadi kendala dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, dibutuhkan reformulasi kebijakan yang selaras dengan prinsip good governance dan standar internasional.
Analisis Mekanisme Pengelolaan Persediaan dalam Pencatatan Akuntansi pada PT. Sarana Karya Solusindo Nadya; Rika Yuliastuti
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 5 (2025): JULY 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i5.206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pengelolaan persediaan dalam kaitannya dengan pencatatan akuntansi pada PT. Sarana Karya Solusindo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan persediaan masih dilakukan secara manual menggunakan aplikasi spreadsheet sederhana, yang berdampak pada potensi ketidaksesuaian antara data fisik dan catatan akuntansi. Kurangnya sistem informasi yang terintegrasi juga menyebabkan keterlambatan dalam pelaporan dan pengambilan keputusan manajerial. Temuan ini menunjukkan perlunya penerapan sistem informasi akuntansi yang terkomputerisasi dan penguatan pengendalian internal agar akurasi serta efisiensi pencatatan persediaan dapat ditingkatkan.
Adopsi Financial Technology dan Perubahan Model Bisnis Bank Konvensional Abdul Hamid
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 5 (2025): JULY 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i5.207

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam sektor keuangan, khususnya melalui adopsi financial technology (FinTech) yang mengubah model bisnis bank konvensional secara fundamental. FinTech menawarkan layanan yang lebih cepat, efisien, dan terjangkau, sehingga menantang dominasi perbankan tradisional dalam berbagai lini, mulai dari pembayaran, pinjaman, hingga manajemen aset (Gomber et al., 2017). Untuk merespons disrupsi ini, bank konvensional mulai mengadopsi teknologi digital dan mengubah strategi bisnisnya dari model fisik tradisional menjadi hybrid atau sepenuhnya digital (Vives, 2019). Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana adopsi FinTech memengaruhi inovasi model bisnis bank, serta sejauh mana perubahan tersebut meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan wawancara mendalam, penelitian ini menemukan bahwa kolaborasi strategis dengan startup FinTech, penerapan open banking, serta digitalisasi proses internal menjadi kunci keberhasilan transformasi perbankan di era digital. Temuan ini menegaskan bahwa adaptasi teknologi tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional, tetapi juga pada reposisi nilai dalam ekosistem keuangan global.
InsurTech dan Revolusi Industri 5.0: Masa Depan Asuransi di Pasar Global Sri Wahyuni
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 5 (2025): JULY 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i5.208

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam sektor jasa keuangan telah melahirkan fenomena InsurTech yang merevolusi sistem operasional, distribusi, dan pelayanan dalam industri asuransi global. Di tengah laju Revolusi Industri 5.0 yang menekankan personalisasi dan kolaborasi manusia-teknologi, perusahaan asuransi dituntut untuk bertransformasi secara adaptif guna memenuhi ekspektasi konsumen modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis InsurTech dalam membentuk masa depan industri asuransi di pasar global, khususnya dalam konteks integrasi teknologi cerdas, respons regulasi, dan dinamika perilaku konsumen. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap publikasi ilmiah dan laporan industri internasional yang relevan, serta analisis konten kualitatif untuk mengidentifikasi tren utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa adopsi InsurTech meningkatkan efisiensi operasional, memperluas akses pasar, dan mempercepat inovasi produk asuransi berbasis data. Menurut McKinsey & Company (2021), perusahaan yang mengadopsi InsurTech secara menyeluruh dapat meningkatkan profitabilitas hingga 30% dibandingkan model konvensional. Sementara itu, Schwab (2016) menegaskan pentingnya human-centric innovation sebagai inti dari Revolusi Industri 5.0, yang menempatkan nilai sosial dan etika dalam transformasi digital. Kendati demikian, tantangan seperti keamanan data, ketimpangan digital, dan kepastian hukum masih menjadi hambatan implementasi global. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara pemangku kepentingan industri, regulator, dan pengembang teknologi untuk membangun ekosistem asuransi digital yang inklusif dan berkelanjutan di era industri 5.0.
Pengaruh Literasi Keuangan dan Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa di Surabaya Khoirunnisa; R Audi Cahya Luky; M. Saifur; Lailia
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 4 (2025): MAY 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i4.209

Abstract

This study aims to examine the influence of financial literacy and entrepreneurship education on students' entrepreneurial intention. The research is motivated by the growing importance of enhancing human resource quality in the field of entrepreneurship through both financial understanding and relevant educational experiences. A quantitative approach was employed using multiple linear regression analysis. Data were collected through questionnaires distributed to 102 student respondents who expressed an interest in entrepreneurship. The results show that financial literacy has a significant effect on entrepreneurial intention, and entrepreneurship education also has a significant influence. Simultaneously, both independent variables significantly affect students’ entrepreneurial intention. This study emphasizes the importance of integrating financial literacy and entrepreneurship education in university entrepreneurship development programs to foster students' motivation and preparedness to become young entrepreneurs.