cover
Contact Name
Abdu Zikrillah
Contact Email
abdu051191zikrillah@gmail.com
Phone
+6282240249584
Journal Mail Official
orasisnj@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Kota Cirebon, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi
ISSN : 20857357     EISSN : 25417142     DOI : https://doi.org/10.24235/orasi.v16i2
Core Subject :
Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi is a peer reviewed academic journal that publishes original research articles conceptual papers and literature reviews in the fields of dakwah and communication studies. The journal aims to advance knowledge theories methodologies and practices related to Islamic propagation communication media and society in contemporary contexts. The journal welcomes interdisciplinary and multidisciplinary studies that examine the relationship between religion communication culture society media politics and technological developments. It provides a platform for scholars researchers practitioners and students to disseminate innovative ideas and research findings at local national and international levels. The scope of the journal includes Dakwah and Islamic Propagation covering history philosophy theory methodology management counseling socio cultural studies Islamic tourism and contemporary issues in dakwah. The journal also covers Communication Studies including communication theory interpersonal communication group communication organizational communication political communication communication planning communication management sociology of communication psychology of communication intercultural communication local wisdom journalism mass communication media management media content analysis digital communication social media new media studies public relations corporate communication media relations public affairs marketing communication corporate social responsibility and advertising. Through these areas Orasi Jurnal Dakwah dan Komunikasi seeks to contribute to the development of academic discourse and provide scientific insights that address contemporary challenges in communication and Islamic propagation.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
PROMOSI PRODUK DI ERA DIGITALISASI TERHADAP MINAT MASYARAKAT BERUMRAH PADA BIRO HAJAR ASWAD MUBAROQ SURAKARTA Kristy Andriyani; ade yuliar; Muhammad Raqib
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i1.7924

Abstract

Di era digitalisasi ini penggunaan sosial media yang berkembang sangat pesat memudahkan setiap orang dapat berkomunikasi dimana saja tanpa batasan tempat dan waktu. Berbagai sosial media seperti instagram, facebook, whatssApp selain sebagai media komunikasi dapat dimanfaatkan sebagai media promosi. Banyak kalangan usaha seperti pada biro umrah dengan cara memanfaatkan sosial media untuk promosi produk dan jasa dengan membuat promosi yang kreatif dan unik. Karena dengan adanya sosial media di era digitalisasi ini komunikasi jauh lebih mudah dan dapat dijangkau dengan cepat oleh seluruh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh promosi produk di era digitalisasi terhadap minat masyarakat untuk umrah di Biro Hajar Aswad Mubaroq Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel penelitian adalah jamaah Biro Hajar Aswad Mubaroq Surakarta yang telah menggunakan jasa produk umrah. Penelitian ini menggunakan data primer berupa angket dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi produk di era digitalisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat masyarakat untuk umrah di Biro Hajar Aswad Mubaroq Surakarta. Dapat dilihat dari hasil analisis yang menunjukkan nilai t hitung 11,363 > t tabel 1,658 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05.
TREN KONTEN DAKWAH DIGITAL OLEH CONTENT CREATOR MILENIAL MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK DI ERA PANDEMI COVID-19 Dessy Kushardiyanti
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i1.7936

Abstract

New media merupakan media komunikasi digital akibat perkembangan internet yang melibatkan banyak audiens, lebih interaktif, akses informasi lebih cepat dan lebih mudah bagi penggunanya. TikTok merupakan salah satu sosial media daring dan juga bentuk konkrit dari new media. Perkembangan new media tidak dapat dipungkiri juga menuntut para pendakwah dalam menguasai teknis dalam penyampaian ilmu keagamaan. Penelitian ini menyusuri dan menganalisis konten (content Analysis) pada sosial media TikTok untuk melihat rangkaian strategi konten dari beberapa content creator dakwah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan analisis konten di masing-masing content creator  dakwah terlibat. Hasil penelitian menyebutkan peran sosial media ditinjau dari analisis isi memberikan dampak terhadap engagement berupa like, view, dan keterlibatan pengguna TikTok dalam konten dakwah. Konten yang dibuat dari masing-masing content creator ditinjau dari materi dakwah, teknik penyampaian, rata-rata unggahan tiap bulan dan penggunaan hashtag populer dari beberapa content creator menunjukan secara teknis dalam pembuatannya masing-masing memiliki ciri khasnya tersendiri sehingga dapat diingat oleh pengikutnya. Penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dan rujukan teknis bagi para milenial hingga para dai untuk ikut terlibat dalam penyampaian dakwah melalui media sosial yang kini banyak dijadikan tren selama pandemi Covid-19.
Framing Media Online Nasional terhadap Kebijakan Penanganan Pandemi COVID-19 di Indonesia Heppy N Y Haloho
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i1.8111

Abstract

Penelitian ini secara khusus ditujukan untuk membongkar dan membandingkan framing dua media online nasional terkait kebijakan penanganan  COVID-19 di Indonesia. Teori yang digunakan dalam riset ini adalah teori konstruksi realitas sosial media massa dari Peter L. Berger. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil dokumentasi berita di Kompas.com dan Tempo.co periode  April - Mei 2020. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan model analisis framing Robert Entman yang meliputi define problem, diagnosed caused, moral judgement dan treatment recommendaion. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Kompas.com dan Tempo.co menggunakan bingkai yang berbeda dalam memberitakan kebijakan penanganan pandemic COVID-19 di Indonesia. Dalam bingkai Kompas.com, kebijakan penanganan COVID-19 di Indonesia belum efektif karena buruknya komunikasi publik pemerintah. Oleh sebab itu pemerintah diharapkan untuk segera memperbaiki komunikasi publiknya. Sedangkan dalam bingkai Tempo.co, ketidakefektifan kebijakan penanganan COVID-19 disebabkan oleh buruknya kinerja pemerintah dalam berbagai hal. Untuk itu pemerintah dituntut untuk melakukan evaluasi kinerja. Temuan ini menegaskan kembali bahwa framing media terhadap suatu isu/peristiwa sangat bergantung pada sudut pandang dan kepentingannya/keberpihakannya.
MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI DAKWAH PADA MASA PANDEMI Asriyanti Rosmalina; Tia Khaerunnisa
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i1.8205

Abstract

Teknologi telah berkembang pesat, hal tersebut dikarenakan teknologi sudah menjadi kebutuhan primer oleh masyarakat. Perkembangan teknologi tidak dapat dihilangkan dari aktifitas kehidupan sehari-hari, semua aktifitas keseharian dapat dengan mudah dan cepat karena bantuan teknologi. Salah satunya dalam aspek informasi dan komunikasi. Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan dari seorang komunikator kepada orang lain (komunikan) untuk memberikan informasi atau mengubah sikap, pendapat maupun perilaku dengan melalui lisan ataupun melalui media. Hadirnya media sosial memberikan peluang yang terbuka dalam proses penyebaran dakwah islam. Media sosial dilihat sebagai media massa yang mampu menyampaikan pesan dakwah dalam cakupan yang begitu luas dan ruang yang tidak terbatas. Pada masa pandemi virus covid 19, merupakan keadaan yang tidak berada dalam kondisi normal yang dapat memberikan dampak dalam berbagai aspek kehidupan, di mulai dari aspek sosial, aspek pendidikan, aspek ekonomi dan bahkan berdampak pula pada aspek keagamaan yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan yaitu kajian-kajian dakwah. Sehingga dengan menggunakan media sosial dapat memudahkan pesan dakwah islam menyebar luas ke seluruh dunia tanpa adanya rasa khawatir akan penyebaran virus covid 19.
KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA TAYANGAN KEADILAN UNTUK PARA PENGHAYAT DI METRO TV Ahmad Sugeng Riady
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i2.8256

Abstract

Artikel ini membahas tentang kepentingan dari sebuah media dalam meliput penghayat kepercayaan. Di satu sisi, Indonesia memiliki ratusan kelompok penghayat kepercayaan lokal yang secara eksistensi dibedakan dengan enam agama resmi yang telah diakui pemerintah. Sementara di sisi lain, media menjadi instrumen untuk mendistribusikan informasi dengan kepentingan tertentu. Berangkat dari hal itu, artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang tanda-tanda yang terdapat pada tayangan Keadilan untuk Para Penghayat yang diproduksi oleh Metro TV. Tayangan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika. Adapun analisis artikel ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes dengan memperhatikan tanda, penanda, dan petanda yang kemudian dilihat makna denotasi dan konotasi. Makna-makna ini dilihat sebagai upaya rekonstruksi yang dilakukan oleh Metro TV terhadap para penghayat kepercayaan lokal. Adapun hasilnya diperoleh bahwa tayangan tersebut diproduksi oleh Metro TV memiliki dua kepentingan yang saling berkaitan, yakni yang pertama mengenai kesadaran multikultural. Kepercayaan lokal dinilai sebagai fakta yang tidak dapat dinegasikan dalam kehidupan umat beragama di Indonesia. Kemudian yang kedua berkaitan dengan toleransi yang belum melibatkan kelompok penghayat kepercayaan lokal, baik dalam konteks wacana, pengambilan kebijakan, sampai pada bentuk aplikatif pembangunan nasional. Artikel ini juga menjadi kontribusi dari saling silang wacana berkaitan dengan studi agama-agama dan culture studies.
Moderasi Agama Nahdlatul Ulama di Era Global M Alfazri
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i1.8276

Abstract

Kekaburan dalam meresapi nilai-nilai keagamaan dirasakan menyeluruh oleh semua lapisan masyarakat muslim maupun non-muslim. Masyarakat Muslim seakan menjadi penyumbang kegelisahan dan kesedihan yang tersimpan dibalik remuknya dunia peradaban manusia, meskipun dibangun dengan megahnya. Namun, di dalamnya justru menyimpan kompleksitas masalah umat manusia, di mulai dari keagamaan, ekonomi, politik, pendidikan, sosial hingga humanisme atau kemanusiaan. Disini perlu ada ramuan penyembuh bagi umat Muslim untuk menetralisir fenomena-fenomena tersebut, khususnya dalam segi keagamaan. NU (Nahdlatul Ulama) mempunyai peran yang strategis dan vital dalam hal ini, yang dinamakan dengan istilah moderasi agama. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Menggunakan pendekatan perspektif historis, yakni suatu metode kajian dan sumber lain yang memuat informasi tentang masa lalu dan dilakukan secara sistematis. Dengan tujuan memahami masa lalu, dan berusaha memahami masa kini atas dasar peristiwa atau perkembangan di masa lampau.
Mengembangkan Komunikasi Dakwah Melalui Wisata Religi Jelajah Masjid Kuno di Kota Cirebon Syaeful Badar
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i1.8297

Abstract

Masjid adalah pusat ibadah dan kebudayaan Islam. Masjid tidak hanya sekedar tempat untuk ibadah ritual atau sholat, tetapi masjid juga memiliki peran dimensi sosial yang lebih luas yaitu tempat membangun peradaban dan kebudayaan Islam (Sidi Gazalba, Masjid, Pustaka Antara Jakarta, 1962). Kota Cirebon, kota tertua di Jawa Barat, yang memiliki bangunan masjid-masjid  kuno di bangun abad ke 14, selama ini tidak menjadi obyek wisata religi, di bandingkan makam keramat, padahal potensi wisata religi msjid kuno berpotensi menjadi ikon destinasi wisata religi yang baru di kota Cirebon. Sehingga Masjid Raya At taqwa Kota Cirebon, sejak Oktober 2020 mengembangkan masjid kuno sebagai destinasi wisata religi dengan tujuan mengembangkan wisata religi tidak hanya makam keramat tapi juga masjid kuno. Metode yang di gunakan dalam kegiatan ini diawali dengan  menganalisis secara mendalam terhadap karakter masjid kuno, melalui focus grup diskusi dengan melibatkan masyarakat, kemit masjid atau pengelola masjid kuno, stakeholder lokasi dan pelaku wisata seerti biro travel dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), serta unsur perbankan dan pemerintah kota Cirebon. Dengan melibatkan semua komponen tersebut dalam mengembangkan komunikasi dakwah,  maka masjid kuno menjadi destinasi baru wisata religi di kota Cirebon yang dikembangkan oleh Masjid Raya At Taqwa Kota Cirebon, sejak bulan Oktober 2020.
KRITIK DAN DISTORSI KOMUNIKASI PEMERINTAH DI MASA PANDEMI COVID-19, BAGAIMANA SEHARUSNYA? Ali Ridho
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2022): Juli 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i1.8367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi publik pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia dan bagaimana seharusnya pemerintah mengambil langkah untuk memperbaiki iklim komunikasi publik sehingga tidak menimbulkan kritik yang berasal dari masyarakat (baca: publik) yang disebabkan masih ditemukannya tumpang-tindih kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui riset dan observasi secara mendalam terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang berhubungan dengan penanganan wabah Covid-19 yang mampu ditemukan di media digital/online dan media massa hingga kanal YouTube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah masih ditemukan peraturan yang sifatnya tidak konsisten, masih kurang maksimalnya integrasi dan interkoneksi hubungan antarlembaga negara dengan dibuktikan oleh buruknya koordinasi, SDM bidang kehumasan pemerintah yang tidak cekatan dan cenderung slow to respond, serta penggunaan media digital yang belum optimal untuk mendukung tata kelola kehumasan pemerintah.
PEMAKNAAN RASISME DALAM FILM (Analisis Semiotika Film Pendek My Flag Merah Putih Vs Radikalisme) Yoga Awi Fitra Nugraha; Mulia Ardi Ardi
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2022): Juli 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i1.8398

Abstract

Film Pendek My Flag Merah Putih Vs Radikalisme menjadi salah satu film kontroversial di Tahun 2020. Film tersebut dinilai oleh sebagian kalangan menampilkan fragmen rasisme terhadap suatu kelompok, yakni kelompok bercadar, bercelana cingkrang, dan mengibarkan bendera hitam-putih. Melalui analisis semiotika Roland Barthes, penelitian ini berupaya mengetahui bentuk rasisme dalam film My Flag Merah Putih Vs Radikalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat stereotip, prasangka, dan diskriminasi yang dilakukan oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainnya. Isu radikalisme dan peristiwa terorisme yang diprovokasi media menguatkan mitos di masyarakat bahwa isu dan peristiwa tersebut erat kaitannya dengan cara berpakaian tertentu yang berimplikasi pada tindakan rasisme.
PENERAPAN TEKNIK-TEKNIK KOMUNIKASI MUHAFIZH DALAM MEMBINA SANTRI RUMAH TAHFIZH TAKHASUS PEMERINTAH KABUPATEN INDRAMAYU DI DESA SINGARAJA Aan Mohamad Burhanudin; Moh Fayyaz Mumtaz
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i1.8445

Abstract

Keberhasilan muhaffzh dalam menyampaikan materi sangat tergantung pada kelancaran interaksi antara muhafizh dan santrinya. Ketidaklancaran komunikasi membawa akibat terhadap pesan yang disampaikan muhafizh. Ketidaklancaran komunikasi antara muhaffidz dan santri  akan mengalami hambatan dalam meraih keberhasilan. Untuk mencapai keberhasilan interaksi dalam proses belajar mengajar diperlukan adanya komunikasi yang baik antara muhaffidz dan santri sehingga dapat tercapainya tujuan pengajaran danpendidikan. Demikian juga dengan keberhasilan santri dalam menghafal Al Quran sangat berhubungan erat dengan kualitas komunikasi yang terjalin antara muhaffidz dengan santri itu sendiri. Penelitian ini berutujuan untuk mengetahui Penerapan dan keberhasilan Teknik Komunikasi Muhaffizh Dalam Membina Santri Rumah Tahfidz TakhassusPemerintah Kabupaten Indramayu di Desa Singaraja Kec. Indramayu Kab.Indramayu. Hasilnya penerapan daripada teknik komunikasi dalam membina santrinya menggunakan empat teknik 1)TeknikKomunikasi Persuasif (muhafizh merayu lemah lembut serta mengajak santri gunakan metode-metode terkait hafalan) 2) Teknik Komunkasi Informatif (muhafizh edukasi melalui pembelajaran kitab dasar) 3) Teknik Komunikasi Koersif (larangan untuk tidak keluar asrama dan membawa telfon genggam) 4)Teknik Komunikasi Hubungan Manusia (muhafizh menganggap anak santrinya seperti halnya anaknya sendiri). Adapun keberhasilannya 1) santri lebih giat lagi dalam menghafal karena muhafizh mengajak dengan cara lemah lembut 2) santri mengetahui tata krama serta ilmu fiqih dasar 3) santri mentaati peraturan yang muhafizh tegakkan 4)santri merasa nyaman serta diperhatikan penuh sehingga hafalan berjalan dengan lancar.