cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018" : 8 Documents clear
ANALISIS KETELITIAN HUMMINBIRD HELIX 5 CHIRP SI GPS G2 DENGAN MENGGUNAKAN USV (Unmanned Surface Vehicle) (Studi Kasus: Waduk Pendidikan Diponegoro, Semarang) Rachaditya Pradipta; Bambang Darmo Yuwono; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.319 KB)

Abstract

Kegiatan pengukuran dan pemetaan batimetri sangat dibutuhkan untuk area-area penelitan perairan. Informasi batimetri ini dapat dipasok oleh peta yang menunjukkan gambaran kedalaman perairan, mirip dengan peta topografi yang mewakili ketinggian permukaan bumi. Namun pemetaan batimetri di daerah perairan dangkal sulit dilakukan karena keterbatasan alat, alat yang tersedia saat ini banyak digunakan untuk air dalam seperti di laut.Penelitian ini bertujuan memetakan perairan dangkal yang bertempat di Waduk Pendidikan Diponegoro dengan menggunakan wahana tanpa awak atau USV Quadramaran yang dilengkapi oleh echosounder HUMMINBIRD HELIX 5 CHIRP SI GPS G2. Dilakukan juga validasi titik kedalaman di beberapa area waduk menggunakan metode sounding poleuntuk mengkoreksi ketelitian dari pemeruman. Ketelitian kedalaman dikoreksi dalam orde khusus dengan SNI 7646:2010.Dari hasil pemeruman yang dilakukan pada 30 Agustus 2017 diperoleh kedalaman waduk dari permukaan air ke sedimen terdangkal sebesar 0,27 meter dan terdalam sebesar 7,07 meter. Berdasarkan hasil dari selisih titik-titik pemeruman diperoleh nilai standar deviasi sejumlah 0,060 meter yang menjadikannya diterima pada orde khusus. Hasil perbandingan data titik pemeruman dan pengukuran sounding polediperoleh standar deviasi sejumlah 0,187 meter yang menjadikannya diterima pada orde khusus. Dilakukan 90 uji ketelitian akurasi kedalaman  titik pemeruman dengan 47 titik sounding poledan 90 titik pemeruman.Berdasarkan 90 uji tersebut dinyatakan 44 titik diterima pada orde khusus dan 46 ditolak pada orde khusus.
PEMBUATAN APLIKASI WEBGIS UNTUK INFORMASI PERSEBARAN SARANA DAN FASILITAS KESEHATAN DIKABUPATEN KUDUS Soraya Rizky Puspitasari; Moehammad Awaluddin; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1564.069 KB)

Abstract

Sarana dan fasilitas kesehatan mempunyai peranan penting dalam penyelenggaraan upaya pelayanan kesehatan perorangan, baik preventif, promotif, kuratif, maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan/atau masyarakat. Terlebih adanya peraturan pemerintah yang mengatur tentang sarana dan fasilitas kesehatan guna menjamin kesehatan dari pasien. Di Kabupaten Kudus mempunyai sarana dan fasilitas kesehatan yang tersebar di beberapa lokasi.Penelitian ini berupa aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) tentang persebaran sarana dan fasilitas kesehatan bebasis web dengan wilayah penelitian di Kabupaten Kudus. Webgis digunakan karena dalam penyampaian dan tampilan sistem informasi geografis lebih informatif serta mempresentasikan kondisi sebenarnya. Aplikasi ini dibuat menggunkan struktur website HTML, bahasa pemrograman (javascript dan PHP), MySQL sebagai pembuat database, serta menggunakan peta dasar Google Map.Hasil penelitian ini berupa aplikasi SIG persebaran sarana dan fasilitas kesehatan berbasis web di Kabupaten Kudus sebanyak 50 lokasi persebaran yang terdiri dari 13 lokasi rumah sakit, puskesmas 14 lokasi, klinik 9 lokasi, apotek 12 lokasi, BPJS dan PMI menggunakan google map API yang merupakan aplikasi opensource terintegrasi dalam website. Selain itu tentunya menyajikan informasi mengenai letak lokasi sarana dan fasilitas kesehatan di Kabupaten Kudus yang tepat.
PENGARUH PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP FENOMENA URBAN HEAT ISLAND DAN KETERKAITANNYA DENGAN TINGKAT KENYAMANAN TERMAL (TEMPERATURE HUMIDITY INDEX) DI KOTA SEMARANG Nurfajrin Dhuha Andani; Bandi Sasmito; Hani’ah Hani’ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1347.592 KB)

Abstract

Perkembangan Kota Semarang di beberapa sektor merupakan upaya untuk menjadikan Kota Semarang yang lebih maju. Namun, di sisi lain terdapat masalah penting yang perlu diperhatikan, yaitu masalah perubahan lahan yang didominasi oleh lahan terbangun yang dapat merubah sifat fisik permukaan dan mempengaruhi iklim perkotaan. Salah satu unsur iklim yang mengalami perubahan dan dapat dirasakan secara langsung adalah suhu. Peningkatan suhu secara periodik dapat memicu terjadinya fenomena Urban Heat Island. Peningkatan suhu cenderung terjadi di pusat kota dibanding di pinggiran kota, karena pusat kota biasanya merupakan pusat kegiatan di berbagai sektor. Peningkatan suhu dari hari ke hari dapat berpengaruh terhadap kenyamanan manusia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perubahan tutupan lahan berhubungan dengan fenomena Urban Heat Island yang diindikasikan dengan suhu permukaan dan hubungan perubahan tutupan lahan dengan tingkat kenyamanan termal (THI). Analisis dilakukan dengan pendekatan data penginderaan jauh melalui beberapa ekstraksi data, yaitu penggunaan klasifikasi terbimbing, indeks NDVI, pengolahan suhu permukaan, suhu udara, kelembaban udara relatif serta tingkat kenyamanan termal. Pengolahan data dilakukan menggunakan citra satelit Landsat 5 Tahun 2009, Landsat 8 Tahun 2013 dan 2017. Korelasi dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan memiliki hubungan dengan suhu permukaan dan suhu udara. Dengan bertambahnya luasan lahan terbangun, berkurangnya luasan lahan vegetasi dan lahan terbuka dapat menyebabkan perubahan sifat fisik permukaan yang berimplikasi pada peningkatan suhu permukaan dan suhu udara. Peningkatan suhu permukaan yang terjadi akan menyebabkan meluasnya pembentukkan UHI. Meluasnya daerah dengan suhu permukaan yang tinggi menyebabkan daerah yang panas dan kering semakin meluas. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perubahan tutupan lahan dan tingkat kenyamanan termal, semakin bertambahnya luasan lahan terbangun, berkurangnya luasan lahan vegetasi dan lahan terbuka maka nilai tingkat kenyamanan termal meningkat. Meningkatnya nilai THI, menunjukkan kondisi yang tidak nyaman bagi manusia.
ANALISIS PERUBAHAN NILAI TANAH AKIBAT PERKEMBANGAN FISIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Kecamatan Tembalang) Swandi Sihombing; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1319.132 KB)

Abstract

Kecamatan Tembalang merupakan salah satu kecamatan di Kota Semarang. Pembangunan yang semakin meningkat menyebabkan kenaikan nilai tanah, seiring dengan waktu dan pertumbuhan penduduk. Kenaikan nilai tanah itu sendiri berbeda-beda, tidak sama di semua tempat. Salah satu penyebabnya adalah faktor fungsi lahan, perubahan penggunaan lahan, dan aksesibilitas. Untuk menggambarkan nilai tanah yang relatif sama, kita bisa membentuk Zona Nilai Tanah sesuai dengan Nilai Indikasi Rata-rata (NIR).Penelitian ini menggunakan peta digital tahun  2011 dan tahun 2017 untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan terbangun dan lahan tak terbangun. Untuk data nilai tanah diperoleh dengan cara melakukan survei lapangan. Kemudian melakukan digitasi peta digital tahun 2011 dan 2017, dan melakukan analisis overlay. Sedangkan data nilai tanah diolah untuk mendapatkan perubahan nilai tanah yang terjadi dalam rentang waktu tahun 2011-2017. Juga melakukan analisis linier berganda dengan menggunakan software SPSS untuk mengetahui variabel mana saja yang mempengaruhi nilai tanah. Dari hasil penelitian ini diperoleh 91 zona nilai tanah, dengan kenaikan nilai tanah tertinggi berada di kelurahan Tembalang pada zona 2 sebesar Rp10.333.900, sedangkan kenaikan persentase nilai tertinggi berada di kelurahan Sambiroto pada zona 55 sebesar 1149,68%. Hasil penelitian menunjukkan perubahan penggunaan lahan tak terbangun menjadi lahan terbangun sebesar 194,60 Ha. Perubahan panjang jalan bertambah sepanjang 79,166 km.
ANALISIS PENGARUH KOREKSI ATMOSFER TERHADAP DETEKSI LAND SURFACE TEMPERATURE MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DI KOTA SEMARANG Kalinda, Icha Oktaviana Putri; Sasmito, Bandi; Sukmono, Abdi
Jurnal Geodesi Undip Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.764 KB)

Abstract

Atmosfer mampu mempengaruhi perjalanan gelombang elektromagnetik baik dari matahari ke objek maupun dari objek ke sensor yang menyebabkan adanya perbedaan pada nilai radian citra. Radian citra digunakan untuk pengolahan untuk mendapatkan nilai suhu permukaan tanah. Untuk band thermal level koreksi hanya pada konversi nilai piksel menjadi radian spektral. Radian ToA (Top of Atmosphere) merupakan radian yang tertangkap oleh sensor dan diperoleh dari kalibrasi radiometrik sedangkan radian BoA (Bottom of Atmosphere) dilakukan proses koreksi atmosfer. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kedua radian tersebut guna mengetahui pengaruh penggunaan koreksi atmosfer dalam deteksi nilai LST (Land Surface Temperature). Kota Semarang dipilih sebagai wilayah penelitian karena merupakan salah satu kota dengan fenomena Pula Bahang.Metode koreksi atmosfer untuk koreksi BoA yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode koreksi atmosfer menurut Coll dkk pada tahun 2010 dan metode Single-Channel (SC) menurut Jiménez-Muñoz dan Sobrino,untuk mendapatkan sebaran nilai LST. Membandingkan LST hasil pengolahan dari citra terkoreksi ToA serta BoA terhadap data LST in situ ,berupa data sampel LST dari hasil survei lapangan.Hasil uji hipotesis dan validasi menunjukkan bahwa koreksi atmosfer berpengaruh signifikan terhadap deteksi LST di Kota Semarang. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penggunaan citra radian BoA (terkoreksi atmosfer) memiliki nilai deteksi LST lebih mendekati nilai LST in situ, dengan metode koreksi atmosfer terbaik adalah metode Single-Channel (SC) menurut Jiménez-Muñoz dan Sobrino. Hal ini diketahui dari nilai RMSE (Root Mean Squared Error) berturut-turut pada pengolahan 1 dan 2 untuk radian ToA yaitu 10,4◦C; 9,07◦C, radian BoA metode koreksi atmosfer Coll dkk berturut-turut yaitu 3,82◦C; 4,86◦C dan radian BoA metode SC berturut-turut yaitu 3,25◦C dan 4,50◦C. Hasil pengolahan 1 dan 2 LST metode SC diketahui bahwa sebaran nilai deteksi LST Kota Semarang didominasi oleh kelas suhu 30.1◦C-35◦C.
ANALISIS HUBUNGAN PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP SUHU PERMUKAAN TERKAIT FENOMENA URBAN HEAT ISLAND MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT (STUDI KASUS: KOTA SURAKARTA) Arfina Kusuma Putra; Abdi Sukmono; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1819.898 KB)

Abstract

Kota Surakarta merupakan salah satu kota besar di Jawa Tengah yang saat ini tengah mengalami perkembangan yang pesat. Berkat perkembangannya yang pesat, Kota Surakarta menjadi tujuan urbanisasi. Seiring dengan peningkatan urbanisasi terjadi perubahan tutupan lahan, dari area bervegetasi menjadi daerah terbangun. Proses pembangunan yang diiringi dengan pertambahan jumlah penduduk akan mempengaruhi luasan lahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan sehari-hari serta mempengaruhi kenaikan suhu yang memicu adanya fenomena pulau bahang (Urban Heat Island).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perubahan tutupan lahan terhadap suhu permukaan terkait fenomena Urban Heat Island Kota Surakarta. Fenomena pulau bahang (Urban Heat Island) dianalisis dengan menggunakan pendekatan data penginderaan jauh melalui beberapa ekstraksi yaitu pemanfaatan klasifikasi terbimbing (Supervised), NDVI (NormalizedDifferenceVegetationIndex) dan LST (Land Surface Temperature). Pengolahan data dilakukan menggunakan citra satelit Landsat Tahun 1997, 2007, dan tahun 2016. Hasil pengolahan berupa distribusi suhu permukaan kemudian dikorelasikan dengan nilai indeks vegetasi dan perubahan tutupan lahan menggunakan analisis korelasi spasial dan uji regresi linear sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan dan indeks vegetasi memiliki korelasi dengan suhu  permukaan. Hasil uji regresi sederhana antara perubahan luas lahan terbangunterhadap suhu permukaan menghasilkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 99,8%.Hasil analisi korelasi spasial antara nilai indeks vegetasi dengan suhu permukaan menghasilkan nilai korelasi sebesar 66,63% untuk tahun 1997 dengan tahun 2007, dan 17,53% untuk tahun 2007 dengan tahun 2017.Perbedaan suhu permukaan antara pusat Kota Surakarta dengan daerah sub urban adalah sebesar ± 1-2,5°C. Perbedaan suhu antara pusat Kota Surakarta dengan daerah sub urban tersebut menjadi indikator kuat terjadinya urban heat island di Kota Surakarta.
ANALISIS FENOMENA URBAN HEAT ISLAND SERTA MITIGASINYA (STUDI KASUS : KOTA SEMARANG) Seprila Putri Darlina; Bandi Sasmito; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1302.619 KB)

Abstract

ABSTRAK                Kota Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah memiliki aktivitas pembangunan yang tinggi seiring dengan meningkatnya kepadatan penduduk akibat urbanisasi. Pembangunan dilakukan dengan pengalihan fungsi lahan menjadi lahan terbangun. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya suhu permukaan di Kota Semarang terutama di daerah pusat kota dan memicu terjadinya fenomena UHI.Penelitian ini bertujuan untuk membahas fenomena Urban Heat Island di Kota Semarang berdasarkan hubungan perubahan tutupan lahan dan kepadatan penduduk terhadap suhu permukaan, serta merancang mitigasi UHI. Ekstraksi suhu permukaan dan tutupan lahan diperoleh dari pengolahan citra Landsat multitemporal tahun 2009, 2013, dan 2017 dengan algoritma land surface temperature (LST) dan klasifikasi terbimbing (supervised). Hasil suhu permukaan dikorelasikan dengan perubahan tutupan lahan dan kepadatan penduduk menggunakan uji regresi sederhana. Persebaran fenomena UHI diperoleh dari klasifikasi pengolahan LST dengan ambang batas UHI. Rekomendasi mitigasi UHI untuk Kota Semarang dilakukan berdasarkan tutupan lahan dan RTRW Kota Semarang.Hasil penelitian menunjukan hubungan perubahan suhu permukaan dengan perubahan tutupan lahan dan kepadatan penduduk. Nilai koefisien determinasi (R2) antara perubahan suhu permukaan dengan vegetasi rapat adalah 89.80%, dengan lahan terbangun adalah 53.93%, dengan lahan terbuka adalah 3.48%, dan dengan kepadatan penduduk adalah 54.28%. Fenomena UHI di Kota Semarang berpusat di Kecamatan Semarang Tengah dan Selatan. Mitigasi UHI yang dapat dilakukan adalah modifikasi fisik bangunan, berupa penggunaan material dengan albedo tinggi, penerapan green wall, green roof, greening parking lots, serta penambahan vegetasi disekitar bangunan dan disepanjang jalan. Selain itu juga perlu dilakukan pengawasan terhadap perubahan fungsi lahan dan kesesuainnya dengan RTRW Kota Semarang yang telah ditetapkan.
FAKTOR KETERSEDIAAN LAHAN KOSONG DAN HARGA TANAH PASAR WAJAR UNTUK MENENTUKAN ARAH PERKEMBANGAN PERUMAHAN DI KECAMATAN TEMBALANG TAHUN 2010-2017 Rismauly Yunita Tampubolon; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1565.719 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan pusat pemerintahan Provinsi Jawa Tengah. Kondisi tersebut menjadikan Kota Semarang over bounded yang mengindikasikan pembangunan kota ke arah pinggiran atau pedesaan. Kecamatan Tembalang merupakan salah satu kecamatan yang terletak di pinggiran Kota Semarang dengan pembangunan yang sangat pesat.Salah satu implikasinya yaitu dengan banyaknya perubahan penggunaan lahan yang terjadi, diantaranya pembangunan pemukiman dan bangunan fisik lainnya. Pembangunan tersebut memerlukan lahan kosong,sehingga informasi mengenai ketersediaan lahan kosong dan harga tanahnya sangat diperlukan. Data yang digunakan adalah Citra resolusi tinggi pada tahun 2010, 2013, dan 2017 serta informasi mengenai harga tanah pasar wajar pada tahun 2010, 2013, dan 2017. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode Penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis.Selain itu juga diperlukan survei lapangan untuk mendapatkan informasi mengenai harga tanah pasar wajar dan untuk validasi terhadap identifikasi lahan kosong yang telah dilakukan sehingga didapatkan hasil identifikasi yang sesuai dengan kondisi real di lapangan. Setelah proses identifikasi dan validasi, maka dilakukan analisis seberapa besar luas ketersediaan lahan kosong dan luas lahan terbangun pada setiap desa/kelurahan di Kecamatan Tembalang serta bagaimana perubahan selama kurun waktu 2010 sampai dengan 2017. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan peningkatan luas penggunaan yang tertinggi pada Kecamatan Tembalang tahun 2010-2017, yaitu tahun 2013-2017 pemukiman naik sebesar 7,13%, sedangkan penurunan luas lahan kosong non pekarangan tahun 2010-2013 yaitu sebanyak 8,77% pada penggunaan lahan pekarangan tahun 2013-2017 berkurang 3,41%. Perubahan zona nilai tanah pada Kecamatan Tembalang tahun 2010 - 2017 dengan nilai tanah yang tertinggi berada di zona 29 sebesar Rp 3.284.800. Ketersediaan lahan kosong pada Kecamatan Tembalang terluas berada pada zona 60 dengan luas lahan 26.940 m² dan memiliki harga Rp.438.100,-/m². Sedangkan luas lahan kosong tersempit berada pada zona 29 dengan luas lahan 80 m² dan memiliki harga Rp.968.900,-/m². Untuk harga terendah berada pada zona 63 dengan harga Rp.274.400,-/m²dan memiliki luas 4.810 m². Dan bila ditinjau dari RTRW Kota Semarang, pengembangan perumahan sesuai untuk zona tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue