Articles
38 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 4: Oktober 2018"
:
38 Documents
clear
Komunikasi dan Pola Asuh Anak dalam Membangun Keharmonisan pada Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (Kasus pada Tenaga Kerja Indonesia di Sojomerto, Kendal)
Dhesanto Surya Gani;
Sri Budi Lestari
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (108.444 KB)
Alongside with the demands of needs in each household, the fulfillment of these demands is achieved with varied methods, one of which is by working abroad as Tenaga Kerja Indonesia (TKI/Indonesian Workers). Individuals departing as Indonesian workers carry a consequence, that is a shifting in communication process within their family. This study aims to describe the Pattern of Communication and Nurturing in Indonesian Labor Family in building harmony within their family by implementing qualitative approach and case study method with pattern matching data analysis technique. The subjects of this study involve three families that work abroad as Indonesian Workers. Theory applied in this study is the Family Communication Patterns Theory and Relational Dialectics Theory. The results of this study show that the consensual and protective patterns that have been predicted before are found. Consensual Patterns are found in couple 1 and 2 each of who are characterized by high-conversation orientation and high-compliance orientation. High-conversation orientation is accomplished through the participation of the entire family members in intense, honest, and open communication activity. Meanwhile, high-compliance orientation is characterized by parents that are dominant in making decisions for the family members although the parents still listen to every opinion from each family member. Protective Patterns are found in couple 3 who is characterized with low-conversation orientation that is achieved through low communication rate between the children and parents. Protective parents are characterized by decision making that is in the hands of the parents. Despite the different communication and nurturing patterns, the three families left by one family member working abroad manage to have a harmonious life as they have enough time to live a good religious life, build affection within the family, respect fellow family members, minimalize conflicts, and construct a strong bond between family members.
Hubungan Terpaan Iklan Blibli.com di Televisi dan Rekomendasi Peer Group dengan Minat Beli Produk Melalui Situs Jual Beli Online Blibli.com
Pandika, Arya;
Widowati Herieningsih, Sri
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (527.881 KB)
Internet tidak hanya membantu kita dalam kehidupan sehari-hari, namun dunia bisnis turut serta terbantu dengan transaksi online atau biasa disebut dengan e-commerce. Dengan belanja iklan mencapai 12,7 miliar sudah sangat menjelaskan keunggulan Blibli.com kepada konsumen. Namun hal tersebut tidak membuat Blibli.com menjadi e-commerce yang paling diminati di Indonesia. Sebelum calon konsumen memutuskan untuk memulai suatu tindakan, banyak hal yang mempengaruhinya, salah satunya adalah interaksi dengan peer group. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara terpaan iklan Blibli.com di televisi dan rekomendasi peer group dengan minat beli produk melalui situs jual beli online Blibli.com. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe eksplanatori. Peneliti menggunakan teknik non random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang dengan usia 20 - 25 tahun di Semarang yang telah terterpa iklan Blibli.com di televisi.Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan menggunakan analisis korelasi Kendall’s tau_b, menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel terpaan iklan Blibli.com di televisi dengan minat beli, tidak ditemukannya hubungan antara variabel tersebut karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0.05, yaitu sebesar 0.128. Tidak terdapatnya hubungan antara terpaan iklan Blibli.com di televisi dengan minat beli produk melalui situs jual beli online Blibli.com dapat dijelaskan dengan teori Proses Selektif Media Massa. Teori Proses Selektif Media Massa menjelaskan bahwa sebelum seseorang mempercayai informasi yang diterimanya, terdapat proses seleksi terhadap informasi tersebut berdasarkan kepercayaan atau keyakinan yang dimilikinya. Namun peneliti menemukan bahwa terdapat hubungan yang positif antara variabel rekomendasi peer group dengan minat beli produk melalui situs jual beli online Blibli.com dengan nilai korelasi sebesar 0.31. Yang berarti semakin tinggi rekomendasi yang diterima seseorang dari peer group-nya, maka semakin tinggi minat beli produk melalui situs jual beli online Blibli.com begitu pula sebaliknya. Dengan hasil tersebut, peneliti menyarankan Blibli.com untuk lebih menggunakan peer group sebagai media promosi. Seperti memberikan referral link yang dapat di-share ke peer groupnya untuk mendapatkan promo – promo tertentu.
PENERIMAAN KHALAYAK TERHADAP OBJEKTIFIKASI SEKSUAL PEREMPUAN DI KOMIK INSTAGRAM @HASTAGBEBIH
Ananto Adhy Prabowo, Patrik;
., Sunarto
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (363.74 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan yang dilakukan oleh khalayak pengguna instagram terhadap objektifikasi seksual perempuan yang ada di dalam komik Instagram @hastagbebih. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis. Metode analisis yang digunakan adalah analisis resepsi untuk mengetahui pemaknaan khalayak. Penelitian ini menggunakan analisis semiotika lima kode pembacaan Roland Barthes untuk mengetahui makna-makna dominan yang muncul dalam teks komik instagram @hastagbebih. Teori utama yang digunakan adalah Standpoint. Teori ini menjelaskan bagaimana khalayak aktif memaknai teks yang memuat isu feminisme tergantung pada pengalaman dan pengetahuan yang ia miliki. Hasil yang didapatkan dari preferred reading yang dimunculkan oleh teks komik instargam @hastagbebih adalah terdapat objektifikasi seksual terhadap perempuan di konten komiknya. Hasil dari pemaknaan khalayak didapatkan bahwa khayalak memaknai bahwa ada objektifikasi terhadap perempuan di komik instagram @hastagbebih. Hasil ini menunjukkan bahwa beberapa informan mengetahui pesan dominan dalam teks komik instagram @hastagbebih namun mereka tetap menegosiasikan dan bahkan ada yang menolak satu pesan dominan
STUDI FENOMENOLOGIS MEMAHAMI PENGALAMAN CYBERBULLYING PADA REMAJA
Lusi Alisah;
S. Rouli Manalu
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (253.624 KB)
This research starts from the number of cyber bullying events that occur among adolescents that continue to increase. Cyber bullying involves many aspects and has a certain impact on victims who experience it ranging from physical health, psychological to academic. This study aims to describe the experience of cyber bullying in adolescents in a manner that is in accordance with the perspective of victims who experienced it. This study uses a phenomenological approach using qualitative descriptive analysis methods. Research with a phenomenological approach tries to understand the meaning of an event and influence each other with humans in certain situations. Therefore, this study seeks to present an overall picture to understand the meaning of the experience of cyber bullying in adolescents through the perspective of victims. This research sourced from five informants who were the victims of cyber bullying by conducting indepth interviews. The findings show that cyber bullying is symbolic violence that continues from the real world to the world of social media / technology. Victims who experience cyber bullying also experience direct bullying in the real world. According to the victim, bullying behavior carried out on social media was more severe than what was carried out directly. The perpetrators of cyber bullying also show different behaviors by showing greater courage and aggressiveness on social media than in the real world. Cyber bullying causes fear of social media for victims who experience it. This fear is manifested in prudence in social media. In addition, cyber bullying creates pressure on victims. The pressure was responded differently by the victims through problem management to save / defend themselves from cyber bullying. The problem management or the pattern of saving / defending themselves from cyber bullying pressure on the victim depends on the pattern of social interaction, value system, age and its relationship to the ability to manage emotions and the forms of abuse experienced. Cyber bullying also affects academic performance with three types of impacts, such as negative, positive and neutral. This depends on the form of cyber bullying experienced, the ability to manage emotions and the support of people around the victim.
Hubungan antara Motif Penggunaan Fitur LINE Today dan Interaktivitas Khalayak dengan Kepuasan Khalayak Menggunakan Fitur LINE Today
Aprida Mulya, Resti;
Pradekso, Tandiyo
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (934.233 KB)
The research was aimed to determine the relationship between motive and audience interactivitywith the gratification obtained from using LINE Today feature. Based on the hypothesis conductedusing data Pearson correlation analysis dan Kendall Tau correlations analysis. The resultsshowed that there was a positive correlation between motive and gratification obtained from usingLINE Today feature starter with significance value 0,000 (<0,01). Furthermore, Kendall Taucorrelation test of audience interactivity and gratification obtained using LINE Today featureshowed a positive relationship with significance value of 0.003 (<0.005) and correlation value of0,347. This means that the more motive and the more audience interactivity then gratificationobtained will be higher.
Konstruksi Pemberitaan SMS Ancaman Hary Tanoe kepada Jaksa Yuliyanto di Media Online Sindonews.com dan Kompas.com
Dika Okta Fianto, Ferdian;
Noor Rakhmad, Wiwid
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bulan Januari 2017 ini banyak media massa cetak maupun elektronik yang memberitakan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo yang juga merupakan pendiri sekaligus Ketua DPP Partai Perindo terjerat kasus SMS ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. Karena memiliki pengaruh di dalam menciptakan opini publik, media online dituntut harus selalu objektif dalam memberitakan suatu peristiwa. Namun, tidak semua media bersikap objektif terhadap suatu peristiwa karena faktor ideologi, pemilik media, keberpihakan wartawan dan lain sebagainya.Hal yang sama juga pada Sindonews.com dan Kompas.com. Sindonews.com cenderung lebih memihak Hary Tanoe selaku pemilik media online di dalam penulisan berita sedangkan Kompas.com menampilkan objektifitas dari suatu peristiwa Penelitian ini menggunakan analisis framing. Objek dari penelitian ini adalahSindonews.com dan Kompas.com. Model yang digunakan yaitu framing model milik Zhongdang Pan dan Gerald M Kosicky. Data yang digunakan yaitu berita dari media online Sindonews.com dan Kompas.com dari bulan Januari 2106 sampai Agustus 2017 sebanyak 10 berita dari masing-masing media online. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kompas.com berusaha lebih objektif di bandingkan Sindonews.com di dalam menampilkan berita. Di dalam analisis sintaksis, Kompas.com cenderung menyajikan berita yang berimbang dan tidak mengambil sikap, Kompas.com berusaha menampilkan 2 pihak yang bermasalah tanpa adanya sikap terhadap kedua belah pihak tersebut Sedangkan Sindonews.com sebagian besar dari pemberitaan yang muncul selalu melakukan pembelaan kepada Hary Tanoe. Berdasarkan analisis skrip, Kompas.com menampilkan 5W+1H secara lebih lengkap dibandingkan Sindonews.com walaupun kedua media tersebut cenderung menekankan pada what dan who di dalam pemberitaan yang diberitakan. Berdasarkan analisis tematik, tema-tema yang ditampilkan berbeda sudut pandang, Kompas.com cenderung informatif, sedangkan Sindonews.com cenderung mengarahkan opini bahwa Hary Tanoe tidak melakukan SMS ancaman. Berdasarkan analisis retoris, Kompas.com cenderung menampilkan gambar yang sesuai dengan peristiwa langsung, sedangkan Sindonews.com cenderung menggiring opini tertentu
Strategi Personal Branding Young Lex melalui Pembentukan Imej Negatif dan Pengelolaan Haters
Viali Tobing, Luki;
Dwiningtyas Sulityani, Hapsari
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (441.183 KB)
Ada berbagai cara bagi public figure di dunia hiburan untuk mengembangkan karirnya. Salah satunya adalah strategi personal branding dari seorang artis itu sendiri. Young Lex adalah salah satu nama terdepan di industri hiburan berbasis internet zaman sekarang, khususnya di bidang musik hip hop. Namun, nama Young Lex dekat dengan kontroversi dan haters. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi personal branding yang dilakukan Young Lex dengan menggunakan studi kasus. Teori yang digunakan adalah Teori Dramatisme dari Kenneth Burke yang menggunakan Pentad Dramatisme. Teori Dramatisme sendiri adalah teori retorika konvensional yang cenderung memusatkan perhatian pada bagaimana wacana memengaruhi cara orang berpikir. Pentad Dramatisme adalah sebuah metode utama dari Teori Dramatisme yang digunakan untuk menganalisis penggunaan simbol pada komunikasi untuk mengidentifikasi diri seseorang dengan khalayak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi personal branding yang dilakukan Young Lex terjadi melalui lima aspek Pentad Dramatisme yang saling berkaitan. Diantaranya adalah agen, agensi, adegan, tindakan, dan tujuan. Young Lex sebagai agen, melakukan tindakan melalui bermacam-macam agensi pada adegan yang berbeda-beda namun tetap dengan konsistensi tujuan yang sama. Konsistensi tujuan ini sebenarnya ia jadikan sebagai strategi personal branding. Maka dari itu, imej negatif dan pengelolaan haters yang Young Lex lakukan, terjadi karena pembentukan karakter dari Young Lex, sang agen itu sendiri.
Komunikasi Antar Pribadi dalam Hubungan Berpacaran yang Menimbulkan Konflik Kekerasan Psikis
Aisyah Anjani;
Sri Budi Lestari
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.078 KB)
Interpersonal communication does not always go well, that is why conflicts arise. Likewise in dating relationships which often experienc conflicts due to lack of quality of communication. Some dating relationships, if the conflict cannot be resolved, will lead to psychological violence. This shows how important interpersonal communication is in managing conflict. This research is interesting to study because the importance of interpersonal communication is used to manage conflicts in dating relationships. This study aims to describe Interpersonal Communication in Dating Relationships which Causes Psychological Violence Conflict. Using a qualitative descriptive study approach with data collection carried out by in-depth interviews. The research subjects were three women who had experienced psychic violence in dating. The theory used is argumentativeness, assertiveness, and verbal aggressiveness theory. The results of this study indicate that the three informants show mutual comfort with closeness and intimacy in their relationships, but there is a feeling of unworthiness that causes excessive dependence on closeness and intimacy that can lead to feelings of discomfort. Individuals feel afraid of being abandoned by their partners and usually overly monitor their relationships with their partners and in this category extreme emotions and low levels of trust. Conflict also often occurs based on jealousy and lack of communication quality. Conflict management efforts that have been carried out are not effective so that problems cannot be resolved properly and occur repeatedly. Even victims of psychic violence because of their own pressure can turn into psychic violence perpetrators as a reaction.
Kompetensi Komunikasi Guru Pendamping Khusus di Sekolah Inklusi
Mustika Berlinda, Lisa;
Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.983 KB)
Pendidikan inklusi adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya. Di dalam sekolah inklusi, setidaknya terdapat satu guru pendamping khusus yang berperan sebagai pendamping anak berkebutuhan khusus di dalam sekolah baik dalam akademik maupun non akademik. Kompetensi komunikasi guru pendamping khusus berkaitan erat dengan pelaksanaan pendampingan kepada anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode penelitian fenomenologi. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan gambaran dan memahami kompetensi komunikasi guru pendamping khusus di sekolah inklusi. Sehingga akan ada gambaran dari kompetensi komunikasi pada guru pendamping khusus di sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan asumsi dasar Teori Kompetensi Komunikasi (Spitzberg, 2004) dan didasarkan pada paradigm interpretif serta pendekatan fenomenologi yang melihat pengalaman nyata sebagai data pada sebuah realitas. Hasil penelitian ini menemukan bahwa guru pendamping khusus perlu mengenal dan maahami karaktersitik anak berkebutuhan khusus, memiliki pandangan yang positif dan memberikan motivasi serta dorongan kepada anak berkebutuhan khusus agar tidak merasa berbeda. Guru pendamping khusus hanya berperan sebagai tenaga bantu bagi guru kelas sehingga guru pendamping khusus hanya memberikan pendampingan pembelajaran dasar, melatih keterampilan dan kemandirian sesuai apa yang dibutuhakan serta membangun koordinasi yang bagus guna mendiskusikan strategi yang tepat untuk perkembangan akademik anak. Guru pendamping khusus juga berperan sebagai counselor bagi wali murid dalam mendiskusikan perkembangan akademik anak berkebutuhan khusus sehingga dapat memilih opsi yang terbaik bagi anak. Motivasi utama pendampingan yang dilakukan guru pendamping khusus adalah karena tugas dan tanggung jawab yang diberikan sekolah.
Hubungan Intensitas Melihat Instagram Story dan Intensitas Komunikasi Antar Pengguna dengan Perilaku Mengunggah Instagram Story
Reyuni Adelina Br Barus;
Hedi Pudjo Santoso
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.814 KB)
The presence of the latest Instagram feature, the Instagram Story was able to attract the attention of its users from various circles. Instagram users are now competing to share their daily activities through this feature. Instagram Story is a sign that new media is able to create new behavior for its users and personal things became public consumption. The communication formed also becomes more complex than the direct interpersonal communication. The purpose of this research is to know the relation of intensity view Instagram Story and intensity of communication between user with behavior of uploading Instagram Story. Sampling in this research using purposive sampling. The population in this research were 18-35 year olds who were active users of Instagram. The number of samples researched were 50 respondents.Based on the hypothesis test conducted by Kendall's Tau-b correlation analysis, it shows that: first, there is a correlation between intensity view Instagram Story and behavior of uploading Instagram Story with significance value 0.000. It shows that there is a very significant relationship between the intensity of viewing Instagram Story and behavior of uploading Instagram. Second, there is a correlation between the intensity of communication between users and the behavior of uploading Instagram Story with a significance value of 0,000. It shows that there is a very significant relationship between the intensity of communication between users and the behavior of uploading Instagram. Advice given that the user should be more aware of the importance of understanding in sorting out things that are eligible to be published or not in social media, especially Instagram Story.