cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2024): Januari" : 16 Documents clear
Karakterisasi Sifat Fisis dan Mekanis Besi Cor FCD 45 untuk Kelayakan sebagai Bahan Baku Jangkar Kapal Hendriyanto, Heri; Sisworo, Sarjito Joko; Firdhaus, Ahmad
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besi Cor FCD 45 berpotensi untuk dijadikan bahan baku jangkar, oleh karena itu perlu dilakukan karakterisasi. Karakterisasi sifat fisis adalah sifat yang berhubungan dengan elemen penyusun logam sedangkan karakterisasi sifat mekanis adalah sifat dari struktur logam jika dikenai gaya atau tekanan secara mekanis. Penelitian ini bertujuan apakah besi cor FCD 45 layak untuk bahan baku pembuatan jangkar kapal sehingga perlu dilakukan beberapa pengujian. Pengujian besi cor FCD 45 terdiri dari uji tarik, uji impak, uji kekerasan dan mikrografi. Hasil rata-rata tegangan tarik adalah 481,3 MPa. regangan tarik 0,9%, dengan modulus elastisitas 72,48 GPa. Rata-rata nilai impak didapat setelah memperhatikan standar deviasi adalah 0,072 MPa. Pada uji mikrografi matrik yang terbentuk yaitu ferrit dan perlit, dimana matrik ferrit lebih banyak dibandingkan dengan matrik perlit sehingga sifat material cenderung ulet dan tidak memiliki kekerasan yang tinggi. Nilai rata-rata kekerasan setelah memperhatikan standar deviasi adalah 241,33 HV. Jika hasil tersebut dibandingkan dengan aturan BKI maka besi cor FCD 45 tidak memenuhi untuk pembuatan jangkar.
Analysis of Service Quality on Customer Satisfaction of Barge Ship Repair Services Case Study PT. Galangan Anugerah Wijaya Succeeds Using Smartpls and SPSS Methods Wijoyo, Afif Wibisono; Santosa, Ari Wibawa; Mursid, Ocid
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT In a service business, assessing service quality is very important and influences consumer perceptions and expectations. Customer satisfaction is the goal and means of marketing.Customer satisfaction can be achieved if the company provides what the customer wants and needs. Therefore, customer satisfaction is very important for service companies. Formulating service quality requires customer aspirations to encourage company innovation and creativity inimproving service quality. The aim of this research is to determine aspects of customer service and determine the sustainability of repair services at PT. Galangan Anugerah Wijaya Berjaya Determination of service variables was obtained using the Smartpls calculation method using SPSS software. In data processing there are several stages, namely observation, interviews, distributing questionnaires, processing respondent characteristics based on length of subscription and education. The results of this research show that there is an influence of shipyard service quality on customer satisfaction. The results of the questionnaire answers showthat PT. The Anugerah Wijaya Berjaya Shipyard serves carefully and the shipyard's service quality is 2,638, thus having a significant influence on customer satisfaction.
Analisa Pengaruh Penambahan Inhibitor CaCO3 Terhadap Laju Korosi Pada Baja ASTM A36 dengan Variasi Konsentrasi Inhibitor Rizkhi, Muhammad Ghozi Tirtha; Sisworo, Sarjito Joko; Budi Santosa, Ari Wibawa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan fenomena yang tentu sering terjadi dalam industri perkapalan. Industri perkapalan yang sangat bersinggungan dengan air laut yang merupakan salah satu penyebab dari korosi tentu hal ini akan menjadi masalah besar apabila tidak ditanggulangi dengan baik. Inhibitor korosi adalah zat kimia yang ditambahkan pada suatu lingkungan terhadap logam untuk menurunkan laju korosi logam di dalamnya. Oleh sebab itu diperlukan inhibitor untuk menekan laju korosi pada baja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan inhibitor CaCO3 terhadap laju korosi merata pada baja ASTM A36. Pada penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi inhibitor 5 %, 10% 15% dan juga tanpa ditambahkan inhibitor sebagai pembanding serta dengan variasi waktu dalam 5 hari, 10 hari dan 15 hari. Pengujian yang dilakukan yaitu dengan metode weightloss untuk meneliti kehilangan berat yang terjadi pada spesimen uji dan juga elektrokimia untuk meneliti terkait laju korosi. Hasil yang didapatkan dalam pengujian yaitu kehilangan berat dan laju korosi terendah terjadi pada penambahan inhibitor dengan konsentrasi 15 % dalam waktu 5 hari yaitu sebesar 0.72 gram dan 0.62433 mmpy. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa penambahan inhibitor CaCO3 dapat memperlambat laju korosi dan laju korosi bertambah seiring dengan lama waktu perendaman dan berkurang seiring dengan pertambahan konsentrasi inhibitor
Optimasi Reschedule Reparasi Kapal KMP. Tribuana 1 dan MT. Bulue Star 5 Menggunakan Metode Time Cost Trade Off dengan 8 Variasi Crashing Berbasis CPM Asfala, Davierend; Mulyatno, Imam Pujo; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimasi reschedule reparasi 2 kapal yang dilaksanakan secara simultan bertujuan untuk mencegah keterlambatan dari pengerjaan proyek yang berdasarkan repair list untuk mendapatkan skenario pengerjaan yang paling efektif untuk menyelesaikan proyek dengan mempertimbangkan biaya dan durasi yang optimum, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah time cost trade off berbasis critical path method dengan variabel durasi, tenaga kerja, dan biaya, reschedule reparasi proyek diuji dengan 8 variasi crashing. Dari hasil pengujian didapatkan beberapa kesimpulan mengenai variasi dalam pengerjaan proyek bahwa Dalam skenario normal, proyek ini akan memakan waktu total selama 144 hari dengan biaya sebesar 50,400,000. berdasarkan crashing dengan variasi A1, waktu pengerjaan proyek dapat berkurang menjadi 134 hari dengan tambahan biaya 4,550,000, atau sebesar 9.03% biaya dari pengerjaan normal. Skenario A2 dan A3 juga menunjukkan efisiensi serupa dengan penambahan biaya sebesar 18.08% dan 15.08%. Sedangakan di sisi lain, pengerjaan proyek dengan scenario B1 menghasilkan pengurangan durasi pengerjaan proyek hingga 118 hari dengan tambahan biaya Rp.4.316.666,- pada pengerjaan B2 menghasilkan pengurangan durasi proyek 29,86% dengan biaya Rp.5.623.333,- skenario B3 memungkinkan pengurangan yang signifikan waktu penyelesaian menjadi 86 hari dengan penambahan biaya sebesar 12.15%
Analisa Penerapan Schedule Reparasi 4 unit Kapal secara Simultan Berbasis Critical Path Method Serta Pengaruhnya Terhadap Progress Pekerjaan Rahmawati, Rissa Dwi; Mulyatno, Imam pujo; kiryanto, kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada galangan kapal yang mengerjakan reparasi dengan berbagai type kapal dilakukan scheduling pada masing-masing repair list. Sebelum kegiatan perbaikan kapal dilakukan, pihak dari galangan kapal akan menyediakan suatu jadwal (schedule) untuk perkiraan waktu kapal saat perbaikan. Agar pekerjaan menjadi efisien maka akan dibuat repair list secara simultan yang bertujuan untuk mengetahui produktifitas, lintasan kritis serta mendapatkan schedule baru berdasarkan network planning. Pada penelitian ini data yang dipakai adalah repair list 4 unit kapal dengan critical path method (CPM) yang dibantu oleh software Microsoft Project untuk membantu mengelola suatu proyek. Hasil yang diperoleh pada network diagram adalah dari total jumlah aktivitas kerja terdapat 75 kegiatan lintasan kritis dari 113 keseluruhan kegiatan perbaikan. Dengan opsi lembur (penambahan jam kerja) terjadi perubahan durasi sebanyak 18,03% atau 11 hari dari 61 hari menjadi 50 hari. Sedangkan dengan opsi penambahan jumlah pekerja, terjadi perubahan durasi sebanyak 19,67% atau 12 hari dari 61 hari menjadi 49 hari. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan opsi penambahan jumlah pekerja lebih efisien dan efektif, dikarenakan hasil percepatan durasi dengan opsi menambah jumlah pekerja lebih optimal dibandingkan menambah jam kerja (lembur).
Analisis Pengaruh Variasi Kuat Arus Dan Variasi Temperatur Preheat Pada Pengelasan Smaw Terhadap Kekuatan Tarik Dan Kekuatan Tekuk Baja St 60 Lumban batu, Afriando; Budiarto, Untung; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 60 merupakan baja jenis karbon sedang yang memiliki rata-rata tegangan 647,71 MPa, regangan 0,22% dan Modulus Young 208,99 GPa yang sering digunakan pada konstruksi kapal. Pada saat pengelasan sering kali terjadi perbedaan tegangan didaerah pengelasan yang menyebabkan kurang maksimalnya hasil pengelasan, umum nya metode pengelasan yang digunakan adalah pengelasan SMAW. Preheat merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengurangi perbedaan tegangan antara spesimen dengan elektroda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi dampak dari variasi kuat arus dan suhu preheat terhadap kekuatan tarik dan kekuatan tekuk pada baja ST 60. Standar pengujian spesimen dibuat mengikuti aturan standar uji ASTM E8. Nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 767 MPa pada spesimen preheat 250 0C dengan kuat arus pengelasan 100 A dan nilai regangan tekuk tertinggi sebesar 4,63 %  terdapat pada spesimen preheat 250 0C dengan kuat arus pengelasan 100 A. Sementara untuk nilai modulus tertinggi sebesar 219,93 GPa pada spesimen preheat 250 0C dengan kuat arus pengelasan 115 A. Spesimen tanpa preheat yang memiliki nilai tegangan tekuk tertinggi sebesar 753,70 MPa dan nilai regangan tekuk tertinggi sebesar 0,86% dengan kuat arus pengelasan 100 A. Sementara itu, spesimen dengan preheat suhu 350°C dan kuat arus pengelasan 100 A menunjukan nilai modulus elastisitas tertinggi sebesar 905,94 GPa. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan perlakuan panas dan kuat arus pengelasan dapat meningkatkan kekuatan tarik, namun mengurangi kekuatan tekuk benda.
Pengaruh Kuat Arus dan Jenis Elektroda dengan Kandungan Nikel Terhadap Sifat Mekanis Baja Kapal Grade A pada Pengelasan FCAW Muchammad, Rizky; Jokosisworo, Sarjito; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ASTM A36  merupakan jenis baja karbon rendah yang sering digunakan dalam konstruksi lambung kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kuat arus dan jenis elektroda terhadap sifat mekanis baja  kapal Grade A pada proses pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding). Metode eksperimental dilakukan dengan variasi kuat arus 125 A, 150 A, dan 200 A serta jenis elektroda E71T-1C dan E81T-Ni1C. Pengujian sifat mekanis melibatkan uji tarik, dan uji impak pada sambungan las. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat arus dan jenis elektroda memiliki pengaruh signifikan terhadap sifat mekanis baja kapal Grade A. Selain itu, perbandingan antar elektroda E71T-1C dan E81T-Ni1C menunjukkan perbedaan karakteristik pada sifat mekanis sambungan las. Nilai kekuatan tarik dan impak paling tinggi didapat dari spesimen dengan elektroda E81T-Ni1C 150 A yaitu sebesar 487 Mpa dan 1,89 J/mm². Nilai regangan tarik paling tinggi didapat dari spesimen dengan elektroda E71T-1C  150 A yaitu sebesar 35,07%. Nilai modulus elastisitas paling tinggi didapat dari spesimen dengan elektroda E81T-Ni1C 125 A yaitu sebesar 232,62 Gpa. Nilai kekuatan impak paling rendah didapat dari spesimen E81T-Ni1C 200 A, Untuk nilai regangan tarik paling rendah didapat dari spesimen E81T-Ni1C 200 A. Nilai kekuatan tarik  paling rendah didapat dari spesimen E71T-1C 200 A. Dari hasil  penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa dari variasi tersebut diketahui bahwa perlakuan variasi ampere-meter semakin besar tidak menentukan benda semakin kaku/getas yang menyebabkan kekuatan tarik menjadi tinggi, Selain itu, kandungan nikel juga meningkatkan kekuatan mekanis sambungan, membuatnya lebih tahan terhadap tekanan dan tarikan. Penambahan nikel juga membantu mengendalikan pembentukan pori, yang dapat melemahkan sambungan. Terakhir, stabilitas arus listrik yang ditingkatkan oleh nikel selama proses pengelasan berkontribusi pada kualitas keseluruhan sambungan las.
Analisis Stabilitas Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) Berdasarkan Standar Internasional Maritime Organization (IMO) Simanjuntak, David Nicholas; Rindo, Good; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilitas merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam sifat-sifat light load kapal yang akan berpengaruh pada keselamatan kapal. Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) yang sesuai dengan standar sangat diperlukan ketika operasi berlangsung. Tujuan dari penelitian ini mengetahui stabilitas KAPA saat beroperasi mengacu pada standar Internasional Maritime Organization (IMO) dan mengetahui olah gerak KAPA pada saat beroperasi. Penelitian ini menggunakan software Rhinoceros untuk medesain bagian lambung kapal. Analisa stabilitas menggunakan software Maxsurf dengan muatan kapal kosong, muatan kapal yang ditambah dengan mobil jeep, muatan kapal yang ditambah dengan artileri, dan muatan kapal yang ditambah dengan 30 tentara marinir. Hasil Analisis setiap loadcase menggambarkan kondisi stabilitas kapal. Berdasarkan analisis GM terbesar terjadi pada kondisi kapal kososng, sedangkan nilai GM terkecil dimiliki oleh kondisi kapal yang terisi oleh 30 tentara marinir. Hasil penelitian menunjukan bahwa KAPA memenuhi standar IMO dan analisis seakeeping menggunakan software Maxsurf dengan variasi kecepatan 0 dan 10 km/jam, pada analisis seakeeping didapatkan hasil heaving terbesar diantara kedua variasi terjadi pada saat variasi menggunakan kecepatan dengan sudut 180˚, hasil rolling terbesar pada saat ke 2 variasi dengan sudut 90˚, dan hasil pada pitching terbesar pada saat variasi menggunakan kecepatan dengan sudut 180˚. Hasil penelitian olah gerak kapal menunjukkan sudah memenuhi kriteria Nordfosk
Analisa Kinerja Fasilitas Alat Bongkar Muat Kapal Petikemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Banjarnahor, Andrea Nanda Alfa Rizky; Amiruddin, Wilma; Samuel, Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi arus peti kemas tidak terlepas dari peningkatan pelayanan di Terminal Peti Kemas, dengan pertumbuhan arus peti kemas yang cukup tinggi tersebut, kondisi sarana, prasarana, dan sistem operasi yang ada perlu dikaji kembali apakah pengoperasiannya sudah optimal atau masih mungkin ditingkatkan kinerjanya, atau justru sudah saatnya perlu dilakukan penambahan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi permintaan angkutan di masa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kinerja alat bongkar muat peti kemas dalam kondisi eksisting maupun di masa yang akan datang serta memberikan improvement kepada perusahaan dalam meningkatkan kinerja operasional pelabuhan. Penelitian ini menggunakan 2 metode analisis , yaitu metode forecasting dengan menggunakan Triple Exponential Smoothing untuk mengetahui jumlah arus petikemas di masa yang akan datang serta metode utilitas alat bongkar muat untuk mengetahui ukuran kinerja dari suatu peralatan dan dinyatakan dalam sebuah persen. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang perlu dilakukan penambahan jumlah alat pada Rubber Tyred Gantry (RTG) sebanyak 5 unit sehingga dapat menurunkan nilai utilitas ≤80% sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, bernomor UM.002/38/18/DJPL-11.
Analisa Percepatan Project (Project Crashing) Pada Perbaikan Kapal TB. Dermaga Mawar Kencana Dengan Menggunakan Critical Path Method (CPM) dan Project Evaluation and Review Technique (PERT) Rasidi, Muslimat Fathanah
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percepatan project pada perbaikan kapal sangat dianjurkan untuk mencegah terjadinya keterlambatan dan pembayaran denda. Data repair list perbaikan kapal TB. Dermaga Mawar Kencana yang berupa volume pekerjaan, timeline, manpower, cost merupakan variabel yang dioptimalkan untuk mencapai produktivitas yang dikehendaki. Pada penelitian ini digunakan metode CPM dan PERT untuk mengoptimalkan durasi, biaya dan mendapatkan probabilitas keberhasilan proyek. Berdasarkan hasil perhitungan penambahan jam kerja (lembur) selama 4 jam per hari dan penambahan total tenaga kerja sebesar 18 orang dapat mempersingkat durasi kerja dari 30 hari menjadi 24 hari atau 6 hari lebih cepat dari durasi normal proyek dengan penambahan total biaya sebesar Rp 3.150.000 atau peningkatan sebesar 3,8% dari total biaya normal. Fasilitas dan peralatan yang tersedia di PT. Dok Bahari Nusantara telah memenuhi dalam mendukung implementasi project crashing yaitu penambahan tenaga kerja pada penelitian ini. Berdasarkan analisa menggunakan metode PERT proyek dapat dirampungkan dalam waktu 24 hari dengan menghasilkan probabilitas keberhasilan proyek sebesar 96,92%.

Page 1 of 2 | Total Record : 16