cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 3 (2024): Juli" : 13 Documents clear
Pengaruh Pemberian Media Pendingin Pasca Pengelasan dan Kuat Arus Listrik Terhadap Kekuatan Tarik, Kekuatan Tekuk dan Struktur Mikro Pada Sambungan Las Aluminium 5083 dengan Pengelasan TIG (TUNGSTEN INERT GAS) Sinaga, Putra Yonatan Halomoan; Budiarto, Untung; Sisworo, Sarjito Joko
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 5083 merupakan paduan aluminium dan magnesium yang dapat diaplikasikan pada dunia perkapalan. Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) adalah jenis pengelasan yang sering digunakan dalam aluminium karena memiliki kelebihan pada hasil pengelasannya dibandingkan jenis pengelasan lainnya. Pemilihan kuat arus listrik dan perlakuan media pendingin pasca pengelasan yang tepat diperlukan untuk menghasilkan sifak mekanik yang bagus. Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan media pendingin pasca pengelasan dan variasi kuat arus listrik terhadap kekuatan tarik, kekuatan tekuk, dan struktur mikrografi pada sambungan las aluminium 5083 dengan metode pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas). Variasi yang digunakan meliputi kuat arus listrik 160 A dan 190 A, serta media pendingin berupa air, air radiator, dan tanpa media pendingin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kombinasi optimal antara kuat arus dan media pendingin yang menghasilkan kekuatan mekanik terbaik dan struktur mikrografi yang optimal. Metode yang digunakan mencakup pengujian tarik, pengujian tekuk, serta analisis mikrografi pada hasil pengelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat arus 160 A dengan media pendingin air radiator memberikan kekuatan tarik dan kekuatan tekuk tertinggi dibandingkan dengan variasi lainnya. Analisis mikrografi juga mengungkapkan struktur yang berubah akibat penggunaan media pendingin. dengan demikian, kombinasi kuat arus 160 A dan media pendingin air radiator direkomendasikan untuk pengelasan aluminium 5083 menggunakan metode TIG guna memperoleh kualitas sambungan yang optimal.
Analisis Pengaruh Salinitas Air dan Waktu Penyemprotan Sandblasting terhadap Laju Korosi dengan Coating dan Tanpa Coating pada Baja ST 60 Qusayyi, Abdillah Ahmad; Budi. S, Ari Wibawa; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi menyebabkan penurunan kualitas baja. Faktor-faktor yang memengaruhi laju korosi meliputi salinitas, pH, suhu, dan konsentrasi oksigen. Pencegahan korosi bisa dilakukan dengan coating, yang memerlukan tahap sandblasting untuk meningkatkan daya rekat cat. Penelitian ini mempelajari pengaruh salinitas dan waktu sandblasting pada baja ST 60 dengan dan tanpa coating. Baja ST 60 diuji dengan sandblasting menggunakan aluminium oxide dan steel grit selama 20, 45, dan 90 detik. Cat yang digunakan adalah polyurethane setebal 250 μm. Pengujian korosi dilakukan dengan metode elektrokimia dalam larutan salinitas 32 ‰ dan 38 ‰. Hasil menunjukkan bahwa waktu sandblasting 90 detik menghasilkan kekasaran tertinggi 88 μm dan laju korosi terendah terjadi pada penyemprotan 20 detik di larutan salinitas 32 ‰ 0,0035453 mmpy, sementara laju korosi tertinggi terjadi pada penyemprotan 45 detik di larutan salinitas 38 ‰ 0,045502 mmpy. Kesimpulannya, lapisan coating efektif menghambat korosi, dan variasi salinitas mempengaruhi laju korosi.
Analisis Pengaruh Variasi Temperatur Austenisasi Pada Proses Quenching Tempering Baja ST37 Terhadap Sifat Mekanis dan Struktur Mikro Sebagai Material Poros Propeller Jonathan, Mario; Budiarto, Untung; Jokosisworo, Sarjito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poros propeller merupakan komponen pada kapal yang memiliki peran penting pada proses perpindahan daya dari main engine ketika kapal sedang beroperasi. Proses perpindahan daya yang terjadi menyebabkan poros yang bekerja akan menerima berbagai jenis beban akibat dari berbagai jenis gaya, sehingga diperlukan sifat mekanis dari material yang baik untuk digunakan sebagai material poros propeller. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur austenisasi pada proses quenching tempering pada baja ST 37 terhadap sifat mekanis dan struktur mikro sebagai material poros propeller. Metode yang tepat untuk meningkatkan sifat mekanis pada suatu material adalah dengan memberikan perlakuan panas (heat treatment) pada material tersebut, perlakuan panas berupa quenching tempering merupakan metode yang tepat untuk mendapatkan sifat mekanis material berupa kombinasi antara kekuatan dan keuletan. Variasi temperatur austenisasi yang digunakan pada penelitian ini adalah 750°C, 850°C, dan 950°C. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sifat mekanis dari baja ST 37 setelah melalui proses quenching tempering cenderung mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya temperatur austenisasi yang digunakan. Berdasarkan dari data hasil pengujian, peningkatan sifat mekanis ditunjukkan oleh meningkatnya nilai kekuatan tarik, kekuatan puntir, dan kekerasan pada baja ST 37, serta penurunan sifat kekakuan dari material berupa penurunan nilai modulus young dan modulus geser. Nilai kekuatan tarik, puntir, dan kekerasan meningkat hingga mencapai 544,7 MPa, 114,7 MPa, dan 220,8 Hv pada variasi temperatur austenisasi 950°C. Peningkatan sifat mekanis pada baja ST 37 dikarenakan adanya transformasi struktur mikro pada baja berupa kombinasi antara ferrite dan tempered martensite setelah melalui proses heat treatment quenching tempering
Analisis Teknis Balok Laminasi Bambu Ori dan Serat Ijuk Sebagai Alternatif Komponen Kapal Perikanan Sinaga, Joel Greson; Santosa, Ari Wibawa Budi; Sisworo, Sarjito Joko
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kayu yang tersedia semakin berkurang seiring dengan peningkatan kebutuhan kapal untuk bahan baku. Teknik laminasi dapat digunakan untuk membuat produk kayu yang lebih awet dan memiliki struktur dan sifat mekanik yang lebih kuat. Laminasi bambu ori dan serat ijuk salah satu metode untuk mengembangkan bahan agar memiliki struktur yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan tarik dan tekuk balok laminasi berpenguat bambu ori dan serat ijuk untuk digunakan sebagai alternatif komponen kapal kayu. Penelitian ini menganalisis perubahan nilai teknis berupa nilai uji tarik dan nilai uji tekuk balok laminasi dengan variasi persentase bahan 0% ijuk 100% bambu, 5% ijuk 95% bambu, 10% ijuk 90% bambu, 15% ijuk 85% bambu, 20% ijuk 80% bambu. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa balok laminasi bambu ori dan serat ijuk memiliki rata-rata kadar air 8,9-9,17%, berat jenis rata-rata 0,7-0,76 gr/cm3, memilki rata-rata kuat tarik sebesar 167,67-206,67 Mpa dan rata-rata kuat tekuk sebesar 80,36-88,92 Mpa. Dari penelitian ini juga dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin tinggi persentase bambu ori dalam balok laminasi, berbanding lurus dengan kenaikan kekuatan teknis balok laminasi. Berdasarkan standar BKI bahwa balok laminasi bambu ori dan serat ijuk memenuhi standar kelas kuat kayu BKI dan tergolong dalam kayu kelas kuat II.
Analisis Pengaruh Tekanan dan Jarak Air Spray Terhadap Ketebalan Coating dan Laju Korosi Pada Baja A36 Kenteurachmat, Ahmad; Manik, Parlindungan; Wibawa, Ari
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coating merupakan salah satu metode yang digunakan untuk melindungi material dari kerusakannya akibat lingkungan. Metode air spray pada coating dianggap sebagai metode paling optimal dalam melindungi material. Namun banyak faktor yang dapat merubah hasil dalam penggunaanya, salah satunya tekanan dan jarak. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari nilai optimal penggunaan air spray terhadap ketebalan coating dan laju korosi . Metode penelitian menggunakan variasi tekanan 3,5, dan 7 bar dan jarak 15, 20, 25 cm, untuk pengujian laju korosi menggunakan metode elektrokimia yaitu larutan NaCl 3,5%. Hasil penelitian nilai laju korosi paling rendah didapatkan pada tekanan 7 bar dan jarak 25 dengan hasil 0.0396 mm/year dan ketebalan 182.7 μm. Untuk hasil laju korosi tertinggi didapatkan pada tekanan 3 bar dan jarak 25 cm dengan nilai laju korosi 0.1085 mm/year dan nilai ketebalan 169.3 μm. Sehingga pada penilitian ini didapatkan dengan menggunakan jarak 15, 20, 25 cm dan tekanan 3, 5, 7 bar masih mendapatkan nilai hasil laju korosi dengan hasil yang dinilai baik dan optimal dalam perlindungannya. Untuk pengaruhnya terhadap ketebalan dibutuhkannya tekanan dan jarak optimal untuk mendapatkan hasil yang sesuai.
Analisis Pengaruh Durasi Post Weld Heat Treatment Annealing Pada Pengelasan GMAW Baja ST60 Terhadap Kekuatan Uji Tarik, Uji Impak, Uji Bending dan Struktur Mikro Fakhryyah Santoso, Muhammad Hilaqil; Amiruddin, Wilma; Kiryanto, Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GMAW atau Gas Metal Arc Welding adalah metode pengelasan yang menggunakan busur listrik untuk melelehkan logam yang akan disatukan dengan bantuan gas pelindung untuk melindungi daerah las dari kontaminasi. Baja ST60 merupakan jenis baja karbon sedang dengan kandungan karbon sebesar 0,48-0,55% yang penggunaanya relevan dengan industri perkapalan saat ini, namun dalam proses pengelasan baja karbon sedang seperti baja ST60 ini sering mengalami permasalahan struktural dan pada sifat mekanis akibat perubahan suhu yang cepat dan distribusi panas yang tidak merata. Permasalahan tersebut dapat diminimalisir dengan Post Weld Heat Treatment (PWHT), yang berfungsi untuk mengurangi tegangan residual, meningkatkan ketahanan korosi, dan memperbaiki sifat mekanis logam. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada pengujian tarik, tegangan tarik maksimum tertinggi didapatkan oleh spesimen dengan perlakuan PWHT selama 1 jam dengan nilai sebesar 627 MPa, sedangkan nilai regangan tarik terbesar didapat oleh spesimen dengan perlakuan PWHT selama 3 jam dengan nilai rata-rata regangan sebesar 6%, untuk nilai modulus elastisitas terbesar didapat oleh spesimen dengan perlakuan PWHT selama 1 jam dengan nilai rata-rata modulus elastisitas sebesar 97,2 GPa. Pengujian iMPak didapatkan spesimen dengan nilai ketangguhan iMPak tertinggi yakni oleh spesimen dengan perlakuan PWHT 3 jam dengan nilai rata-rata 1,21 J/mm². Pengujian bending didapatkan spesimen dengan nilai tegangan tekuk tertinggi pada PWHT 1 jam dengan nilai rata-rata sebesar 713,83 MPa. Pengamatan struktur mikro didapatkan spesimen dengan perlakuan PWHT 3 jam membentuk butiran ferrite dan pearlit yang paling rapi dan rapat pada daerah base metal, HAZ, dan weld metal.
Analisis Teknis dan Ekonomis Papan Laminasi Bambu Apus dan Kayu Johar Sebagai Alternatif Komponen Kapal Kayu Haloho, Albert Tua; Manik, Parlindungan; Sisworo, Sarjito Joko
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material komposit merupakan salah satu material hasil gabungan dari dua atau lebih material yang berbeda hingga menghasilkan material baru dengan sifat yang berbeda. Salah satunya berupa papan laminasi yang dewasa ini digunakan sebagai alternatif penggunaan kayu konvesional pada manufaktur kapal kayu. Penelitian kali ini akan melakukan pengujian papan laminasi kayu Johar dan bambu Apus  untuk mengetahui perubahan nilai kuat tarik dan tekuk, serta nilai ekonomis papan laminasi dengan spesifikasi (30% kayu 70% bambu, 40% kayu 60% bambu, 50% kayu 50% bambu, 60% kayu 40% bambu, 70% kayu 30% bambu). Hasil papan laminasi kayu Johar dan bambu Apus memiliki nilai berat jenis 0,71-0,89 gr/cm3, kadar air 13,18 – 14,95 %, kuat tarik sebesar 152,1 – 177,7 MPa meningkat hingga 57,92% dari RAW kayu Johar, serta nilai kuat tekuk sebesar 156,2 – 199,0 MPa meningkat hingga 59,97% dari RAW kayu Johar. Manufaktur lambung kapal yang menggunakan papan laminasi mengalami persentase peningkatan biaya paling minimum sebesar 7,54% dengan harga Rp301.753.488 pada variasi 70% kayu 30% bambu dibandingkan dengan kayu Johar dengan harga Rp280.578.000. Berdasarkan standar BKI maka laminasi kayu Johar dan bambu Apus dikategorikan kelas kuat I dan dapat digunakan sebagai alternatif material komponen kapal.
Analisis Pengaruh Variasi Larutan Garam Pada Proses Quenching Terhadap Ketahanan Aus, Struktur Mikro, Dan Kekerasan Baja VCN 150 sebagai Material Poros Propeller Simanjuntak, Redeko Saferland; Budiarto, Untung; Mulyatno, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keausan pada poros propeller terjadi diakibatkan oleh kebocoran pada seal yang menyebabkan masuknya air laut ke terowongan poros propeller dan sekaligus membuat tercampurnya minyak pelumas dengan air laut. Keausan adalah hilangnya material secara progresif ketika dua permukaan yang berinteraksi bergerak relatif satu sama lain yang kemudian menyebabkan kerusakan pada salah. satu atau. kedua. permukaan. VCN 150 merupakan baja paduan yang sering digunakan untuk pembuatan poros dan memiliki kemampuan untuk dikeraskan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan. agar mengetahui. pengaruh media. pendingin quenching larutan garam terhadap nilai kekerasan, keausan dan struktur mikro. Untuk mendapatkan kekerasan dan ketahanan aus dari material yang diinginkan dapat dilakukan dengan perlakuan panas dan quenching. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu spesimen 35‰ yang mendapatkan tahan aus yang baik yaitu sebesar 0,000097  disusul dengan spesimen 15‰, 3‰, dan raw material. Nilai keausan berbanding lurus dengan nilai kekerasan, dimana semakin keras material tersebut maka semakin baik juga ketahanan aus yang dihasilkan. Nilai kekerasan tertinggi pada spesimen 35‰ sebesar 565,8 VHN dan yang terendah pada spesimen raw material sebesar 255,58 VHN. Pada uji mikrografi terdapat fasa martensite setelah mengalami proses quenching, semakin tinggi kadar larutan garam maka struktur martensite yang terbentuk juga semakin halus dan fasa pearlit pada spesimen 35‰ lebih dominan dibandingkan spesimen raw material, 3‰, dan 15‰. Dari hasil penelitian ini, dapat. disimpulkan. bahwa. penerapan media pendingin larutan garam proses quenching pada baja VCN 150 dapat meningkatkan kekerasan baja dan tahan aus.
Analisis Teknis dan Ekonomis Laminasi Kayu Nangka dan Bambu Wulung Sebagai Material Kapal Kayu Lingga, Emilio Frans; Santosa, Ari Wibawa Budi; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu jati sebagai material utama dalam pembuatan kapal ikan di indonesia mengalami kelangkaan yang menyebabkan nilai ekonomisnya naik, oleh karena itu dipilih alternatif lain yaitu kayu nangka sebagai alternatif pengganti dari kayu jati yang dilaminasi dengan bambu hitam untuk pengurangan penggunaan kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar air, kerapatan, kuat tarik, kuat tekuk dari laminasi kayu nangka dan bambu wulung akibat perbedaan persentase variasi komposisi dan arah serat sejajar 0^⸰. Dalam penelitian ini dibuat balok laminasi untuk pengujian kuat tarik mengikuti standar SNI 03-3399-1994, sedangkan pengujian kuat tekuk mengikuti standar SNI 03-3958-1995. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian tarik memiliki kadar air kering udara rata-rata 10%, dengan berat jenis tertinggi 0,778 gr/cm³ pada spesimen tarik. Kekuatan tarik raw material kayu nangka adalah 118 MPa dan bambu wulung 254 MPa, sedangkan untuk laminasi bambu dan kayu rata-rata mencapai 237,33 MPa dan memiliki MOE 7079.67 MPa untuk variasi K30B70, yang merupakan varian paling optimal. pengujian tekuk menunjukkan kadar air kering udara rata-rata 10%, dengan berat jenis 0,734 gr/cm³ pada spesimen tekuk. Kekuatan tekuk rata-rata mencapai 86,31 MPa untuk variasi K70B30, yang merupakan varian paling optimal. Harga spesimen yang paling rendah dan memiliki kekuatan paling tinggi adalah variasi K30B70 sebesar Rp.12.990.500 per m³ dan mengalami pengurangan harga 48% dari harga kayu jati per m³. oleh karena itu sesuai dengan rules BKI kapal kayu 1996 laminasi bambu dapat digunakan sebagai material kapal ikan berbahan kayu. direkomendasikan untuk pembuatan bagian – bagian kapal seperti gading, galar, kulit, papan geladak dan balok geladak dan papan
ANALISA PENGARUH VARIASI KUAT ARUS GOUGING SAMBUNGAN PENGELASAN SMAW PADA BAJA SS400 TERHADAP KEKUATAN UJI TARIK, IMPAK, DAN STRUKTUR MIKRO Taruna, Daffa Sofyan; Budiarto, Untung; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carbon Arc Gouging merupakan sebuah metode dalam dunia pengelasan logam yang bertujuan memperbaiki kecacatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi kuat arus gouging welding pada baja SS400 terhadap kekuatan tarik, impak, dan struktur mikronya. Variasi penelitian ditentukan berdasarkan jumlah gouging welding yang dilakukan yaitu kuat arus 100 ampere, 125 ampere, dan 150 ampere. Eksperimen dimulai dengan penyambungan material menggunakan pengelasan SMAW elektroda AWS E7016 4.0 mm dan elektroda gouging 3,2 mm. Setelah melakukan eksperimen, material akan diuji tarik, uji impak, serta diamati struktur mikro yang terkandung di dalamnya. Hasilnya, pada pengujian tarik semakin tinggi kuat arus gouging welding maka semakin tinggi rata-rata nilai tegangan dan regangannya, tetapi jika dilihat dari rata-rata nilai modulus elastisitas nya jika semakin tinggi kuat arusnya maka cenderung sebaliknya. Sama hal nya seperti pengujian tarik, jika semakin tinggi kuat arusnya maka rata-rata nilai impak semakin tinggi juga. Hal ini didukung dengan pengamatan struktur mikro terutama pada daerah base metal, HAZ dan weld metal dengan adanya fasa ferrite dan pearlite yang merata pada spesimen variasi arus terendah (100 ampere) ke yang tertinggi (150 ampere).

Page 1 of 2 | Total Record : 13