cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014): Januari" : 6 Documents clear
ANALISA TEKNIS BAMBU LAMINASI SEBAGAI MATERIAL KONSTRUKSI PADA LUNAS KAPAL PERIKANAN Khusnul Khotimah; Parlindungan Manik; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.814 KB)

Abstract

Kapal kayu merupakan sarana transportasi tradisional yang hingga saat ini masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk sarana transportasi, niaga maupun sarana rekreasi. Dalam produksinya kapal kayu banyak menggunakan kayu berjenis kayu jati. Namun seiring berjalannya waktu kayu jati mulai mengalami kelangkaan selain itu harga kayu jati relatif mahal. Maka dilakukan penelitian bambu laminasi sebagai alternatif material lunas kapal perikanan terutama kayu jati.Dalam penelitian ini membuat lunas balok laminasi dengan perbandingan 2 jenis susunan bilah bambu petung , yaitu susunan bilah vertikal dan susunan bilah horisontal yang kemudian di uji tekan tegak lurus dengan standart SNI 03-3958-1995, uji kuat tarik serat memanjang dengan menggunakan standart ISO 22157, uji berat jenis dan kadar air menggunakan standart ISO 22157-1. Dari hasil uji tekan tegak lurus serat memanjang dilakukan analisa kukuh kuatan mutlak kemudian digolongkan dalam BKI Kapal Kayu 1996, kemudian dibandingkan dengan standart yang diijinkan kayu jati pada BKI Kapal Kayu 1996 bagian lunas kapal.Berdasarkan hasil pengujian bambu laminasi susunan horisontal memiliki kadar air rata-rata 13%, dengan berat jenis 0,78, dan uji tekan tegak lurus serat dengan susunan horisontal memperoleh hasil tegangan rata-rata 16,528 Mpa atau 165,28 kg/cm2 dan memiliki lendutan rata-rata 5,662. Pada pengujian bambu laminasi susunan vertikal memiliki kadar air 13%, dengan berat jenis 0,76, dan uji tekan tegak lurus serat susunan vertikal memperoleh hasil tegangan rata-rata 18,056 Mpa atau 180,56kg/cm2 dan memiliki lendutan rata-rata 4,7248. Kuat tarik sejajar serat dengan ruas memiliki rata-rata 246,37 Mpa, dan kuat tarik sejajar serat tanpa ruas memiliki rata-rata 102,062 Mpa.
STUDI PERANCANGAN SEMI-SUBMERSIBLE CATAMARAN SEBAGAI KAPAL PARIWISATA DI KABUPATEN RAJA AMPAT Dwi Satria Fajar; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.715 KB)

Abstract

Kabupaten Raja Ampat merupakan sebuah kabupaten yang memiliki potensi pariwisata yang sangat besar khususnya potensi pariwisata bawah laut. Oleh karena itu, transportasi kapal yang dimanfaatkan sebagai alat transportasi utamanya. Masih sedikit kapal pariwisata di Kabupaten Raja Ampat yang dapat digunakan untuk menikmati keindahan bawah laut untuk para wisatawan yang tidak memiliki izin untuk menyelam. Maka sebuah kapal Semi-Submersible mungkin dapat membantu para wisatawan untuk dapat menikmati keindahan bawah laut tanpa harus memiliki izin menyelam.Penelitian ini dilakukan dengan melakukan beberapa langkah dari desain, yang merupakan perhitungan dimensi utama kapal, membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik kapal, analisis stabilitas, dan olah gerak kapal. Perencanaan lambung yang dipilih adalah jenis Catamaran (Twin Hull). Sistem pelayaran kapal memiliki 2 (dua) mode pelayaran yaitu, Catamaran Mode dan Submerge Mode. Semi-Submersible Catamaran merupakan perpaduan antara sub marine, yacht, dan home a float. Dengan menggunakan metode perancangan perbandingan optimasi dari kapal pembanding, didapatkan ukuran utama kapal yaitu Loa= 27,60 m, Lwl = 24,40 B = 9,80 m, H = 3,55 m, T = 1,50 m, Displacement = 79,00 ton LWT = 51,50 ton, DWT = 27,50 ton, Vdinas = 30 knot, Vmax = 35 knot, Vsub = 10 knot. Dan untuk hasil perhitungan hidrostatik, kapal memiliki coeffisien block (Cb) = 0,526 coeffisien midship (Cm) = 0,625 coeffisien water plan (Cwl) = 0,912 coeffisien prismatic (Cp) = 0,842 dan letak LCB = 10,73 m atau -3,07 m (dari midship). Nilai resistance yang dialami kapal sebesar 86,99 kN dan power sebesar 1648,71 kW. Nilai GZ terbesar pada Catamaran mode terjadi pada kondisi 6 sebesar 2,48 m dengan nilai GM terbesar pada kondisi 5 sebesar 12,51 m, sedangkan pada saat Submerge mode terjadi pada kondisi 4 sebesar 2,58 m dengan nilai GM terbesar pada kondisi 4 sebesar 7,27 m. 
ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS KAPAL KMP. SAPTA PESONA UNTUK JALUR PELAYARAN PANTAI BANDENGAN – PULAU PANJANG JEPARA YANG MENGALAMI PERUBAHAN FUNGSI Abram Hasintongan Pane; Samuel Samuel; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.127 KB)

Abstract

  Kapal Motor Penumpang  merupakan kapal penumpang berbahan kayu yang memiliki rute pelayaran Pantai Bandengan – Pulau Panjang. Dikarenakan populasi ikan sudah menurun, kapal ikan dimanfaatkan untuk pariwisata. Faktor keamanan bentuk lambung yang kurang stream line menjadi rawan terjadi kebocoran. Dengan menggunakan program bantu software maxsurf, kapal ikan yang telah dimodofikasi menjadi kapal wisata dapat dibandingkan fingsi atau karakteristiknya.           Pada Penelitian ini dilakukan analisa hambatan, stabilitas, dan hidrostatik untuk mendapatkan karakteristik yang baik untuk kapal wisata.            Hasil perhitungan didapatkan bahwa nilai hambatan untuk kapal pariwisata dengan kapal ikan pada keadaan sarat penuh dengan kecepatan maksimum 5,48 knots, sama besarnya.  Sedangkan dalam penganalisaan hidrostatik dengan menggunakan metode Vart Oortmeersen, kapal ikan dengan kapal wisata tidak berbeda dikarenakan bentuk lambung yang masih sama.  Untuk perbandingan stabilitas dengan menggunakan standart IMO, kapal wisata dan kapal ikan tergolong stabil, jumlah penumpang pada kapal wisata hanya dibatasi sebanyak 12 orang.  Perbandingan pendapatan para nahkoda kapal ikan maupun kapal wisata tiap bulannya rata – rata Rp 5.900.000,- : Rp 8.460.000.
Perancangan Dan Kajian Ekonomis Alat Pendorong Hidrolik Untuk Peluncuran Bangunan Baru Kapal Ikan Tradisional Aditya Rio Prabowo; Kiryanto Kiryanto; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.73 KB)

Abstract

Kapal ikan tradisional merupakan sarana yang paling diminati nelayan dalam bekerja menangkap ikan, oleh karenanya industri perkapalan ikan tradisional berkembang pesat di Indonesia. Pembangunan kapal tradisional dilakukan seperti hal nya kapal modern dan kedua jenis kapal ini tentu akan mengalami proses peluncuran dalam setelah pembangunan lambung kapal selesai. Dalam hal peluncuran, peluncuran kapal tradisional berbeda dengan kapal modern dimana peluncuran tidak menggunakan bidang miring dan kapal di dorong dengan dongkrak serta di tarik oleh sling. Dengan metode ini, proses peluncuran kapal berjalan lambat dan tidak efisien. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah alat dorong yang memudahkan proses peluncuran. Tujuan dari penelitian ini adalah merencanakan alat pendorong hidrolik untuk peluncuran bangunan baru kapal ikan tradisional.Pembuatan alat pendorong ini merencanakan berat beban yang akan didorong, waktu peluncuran saat menggunakan alat pendorong dan kapasitas gaya dorong alat. Kemudian menentukan spesifikasi komponen alat pendorong yaitu: silinder hidrolik, pompa, mesin diesel dan tanki reservoir. Dari hasil survey lapangan dan perhitungan untuk perencanaan alat pendorong hidrolik diperoleh kesimpulan bahwa: hasil dari perencanaan alat pendorong hidrolik diperoleh kapasitas gaya dorong maksimum alat pendorong hidrolik sebesar 315000 N dan kecepatan gerak tongkat piston alat pendorong hidrolik 40 cm / menit. Dan komponen sistem hidrolik yang butuhkan berupa: pompa dengan jenis gear pump yang mempunyai maximum pressure 250 kgf/cm2, silinder hidrolik ditentukan memiliki inner diameter 160 mm, mesin penggerak digunakan mesin diesel yang memiliki daya 16 HP dan putaran mesin 2200 rpm. Dan tanki fluida dengan daya tampung 66066 cm3 dengan dimensi panjang 50 cm, lebar 37 cm, dan tinggi 36 cm. Biaya investasi yang diperlukan untuk membangun alat pendorong hidrolik adalah sebesar sebesar Rp 49.928.918,00. Dan dari hasil analisa Break Even Point (BEP), pengembalian biaya investasi dengan sumber biaya investasi pinjaman lunak (loan) terjadi pada tahun ke-3 dan untuk pengembalian biaya investasi dengan sumber biaya pinjaman komersial terjadi pada tahun ke-4.
STUDI PERANCANGAN LAMBUNG SMALL WATERPLANE AREA TWIN HULL (SWATH) KAPAL PROTECTOR DENGAN SISTEM UNMANNED SURFACE VEHICLE (USV) UNTUK PERAIRAN AMBALAT Bahatmaka, Aldias; Hadi, Eko Sasmito; Mulyatno, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.657 KB)

Abstract

Indonesia is a maritime country with potential natural resources . One is Ambalat Island. Ambalat is a sea block with an area covering 15,235 square kilometers located in the Sulawesi Sea and the Makassar Strait or near the extension of land between Malaysia Sabah and East Kalimantan, Indonesia. One point Ambalat keep mine in the potential reserves 764 million barrels of oil and 1.4 trillion cubic feet of gas . But the problem that occurs is increasingly rapine of natural quarry . Additionally, when Malaysia had initially claimed that Indonesian waters 70 miles from the border Sipadan island beach and Ligitan , Malaysia to expand its territory as far as 2 miles. Thereby reducing area of Indonesia. It happened due to the lack of maintenance of the maritime territory of the Republic of Indonesia (NKRI), especially in border areas like Ambalat Island. Based on this,it is necessary technology innovations especially warship design that could be a solution as alusista ( main instrument of defense systems ) Indonesian Navy in maintaining maritime Homeland.In this study, the chosen design is the type of hull SWATH (Small waterplane Area Twin Hull) with minimal cross-sectional area of the hull at sea level and maximize the stability of the sea at high speed so that the hull swath able to cover the weakness in the monohull and catamaran, hull which means it has the stability very well and is able to maneuver at high speeds. The operating system used is the Unmanned SurfacesVehicle (USV) or the ship without crew.This design results obtained swath protector hydrostatic analysis , stability , and seakeeping and the lines plan and general arrangement . By using the design method of optimization comparisons from ship references. Obtained the ship's main dimensions are Loa = 11,00 m , LWL = 8.976 m , B = 6.00 m , H = 3.80 m , T = 1.60 m . The swath Protector can sail trough Ambalat Island of 469 sea miles with a tank capacity FOT = 1,73 m3 , DOT = 2,40 m3 , LOT = 2,40 m3 . And for hydrostatic calculations , the ship has a displacement of 23.66 tons with block coefficient ( Cb ) = 0.22 and LCB position = 4.64 . Stability analysis results indicate that the vessel has a maximum GZ value occurs in the condition I followed the 2,722 m at 2,721 m the condition II , and III is 2.719 m . And the value of MG occurred in the 5,701 m , III conditions that led to the vessel having the fastest time to return to the upright position . Resistances Calculation results with analysis software at full speed V = 40 knots , has a resistances value is 64.14 kN and power is 1642.30 kW or 2359.94 HP with a slender body method . Based on the calculation of ship resistance , the chosen propulsion is a water jet machine as much as the two inboard diesel power respectively with each power is 1000 kW / 1340HP.
PERANCANGAN UNDERWATER SIGHTSEEING BOAT UNTUK SARANA WISATA DI PULAU WEH SABANG Kyky Ramalida Yanti; Wilma Amiruddin; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.368 KB)

Abstract

Kapal semi submarine di Indonesia masih terpaku oleh desain exterior maupun interior yang masih tradisional. Desain tersebut masih sangat kurang bila dibandingkan dengan kapal-kapal semi submarine di luar negeri yang sudah memiliki perlengkapan dan fasilitas yang cukup canggih serta desain yang unik dan menarik. Bagian lambung kapal didesain dengan dilengkapi kaca transparan di sisi kanan dan kiri lambung. Kapal yang dirancang bertujuan untuk membantu menaikkan minat pariwisata di Pulau Weh, Sabang. Metode yang digunakan dalam perancangan kapal ini menggunakan kapal pembanding sebagai acuan dengan lambung berbentuk monohull. Perancangan kapal ini juga memperhatikan perhitungan rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal, olah gerak kapal, kekuatan kapal, dan pemilihan peralatan penyelamatan dan motor induk yang didasari hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami kapal, sehingga sarana pariwisata yang dirancang memiliki karakter yang baik karena sangat mengutamakan faktor keamanan dan kenyamanan penumpang dalam berwisata.Kemudian ukuran utama yang didapatkan dianalisa kelayakan lambungnya dengan software pendukung perancangan kapal. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah Loa: 15,00 m, B: 5,00 m, T: 2,00 m, H: 2,9 m. Kapal pariwisata ini menggunakan sebuah tenaga penggerak berupa podded electric motor dengan daya yang dihasilkan sebesar 26,8 HP. Pada tinjauan stabilitas, kapal dikondisikan dalam VII kondisi, dimana hasil menunjukkan nilai GZ terbesar yaitu pada kondisi V. Pada tinjauan olah gerak kapal pariwisata ini memiliki olah gerak yang baik terbukti tidak terjadi deck weaknes, dengan nilai heaving maximal 0,769 m, nilai rolling maximal 10,18º dan ptching 3,52º. Analisa kekuatan dari kapal menghasilkan nilai dari stress maksimal dari kapal adalah 6,05 x 105 Pa dan masih dibawah tegangan ijin menurut  Rules ASME sebesar 6,89 x 106 Pa. Sedangkan deformasi maksimal yang dialami kapal aadalah 22,9 mm. Kemudian pada hasil gambar rencana umum, kapal memiliki space yang cukup untuk menampung penumpang lebih banyak yaitu 30 orang, peralatan keselamatan, peralatan komunikasi dan navigasi

Page 1 of 1 | Total Record : 6