cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019): April" : 8 Documents clear
Analisa Dan Perancangan Propeller Tipe B-Series Dengan Material Komposit FRP (Fiber-Reinforced Plastic) Pada Kapal Tradisional Purse Seine Perairan Pantai Wilayah Utara Jawa Tengah Indonesia Agung, Risto Wibowo; Zakki, Ahmad Fauzan; Mulyatno, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 2 (2019): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangannya propeller mengalami beberapa modifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan efisiensi yang paling baik sebagai alat propulsi kapal. Salah satu diantaranya adalah propeller tipe B-Series. Sebagai pengembangan lebih lanjut, perancangan propeller tipe B-Series berbahan dasar komposit FRP dapat menjadi referensi alat propulsi untuk kapal tradisional purse seine perairan pantai wilayah utara, Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa deformasi, kekuatan, dan performa dari propeller komposit FRP. Finite Element Method (FEM) dan Computational Fluid Dynamics (CFD) digunakan sebagai metode untuk mengetahui distribusi tegangan dan nilai efisiensi propeller yang dihasilkan. Propeller diasumsikan dalam kondisi open water yang dianalisa pada 15 model propeller dengan variasi jumlah daun 3, 4, dan 5 serta expanded Blade Area Ratio (BAR) 0,50, 0,55, 0,60, 0,65 dan 0,70. Hasil yang didapatkan berupa  nilai thrust dan torque dari propeller komposit yang terdeformasi dengan nilai efisiensi terbesar, yaitu propeller B.3.50 dengan nilai thrust sebesar 39738.2 N dan torque sebesar 11520.5 Nm, propeller B.4.50 dengan nilai thrust sebesar 49856.7 N dan torque sebesar 15582.3 Nm serta propeller B.5.50 dengan nilai thrust sebesar 45587 N dan torque sebesar 15057.4 Nm. Dari segi kekuatan, material FRP dapat dijadikan sebagai bahan dasar propeller pada kapal tradisional purse seine perairan wilayah utara Jawa Tengah karena memiliki nilai kekuatan tarik sebesar 148 MPa. Nilai tersebut melebihi nilai tegangan maksimal yang terjadi pada propeller B.5.50, yaitu sebesar 101.5 MPa dengan nilai deformasi maksimal sebesar 16.81 mm.
Analisa Kekuatan Tarik, Kekuatan Puntir, Kekerasan, dan Mikrografi Baja ST 60 Sebagai Bahan Poros Propeller Setelah Proses Normalizing dengan Variasi Waktu Penahanan Panas (Holding Time) Willson Febriant Tambunan; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 2 (2019): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.634 KB)

Abstract

Baja ST 60 pada penelitian sebelumnya memiliki kekuatan tarik sebesar 706,47 N/mm2 setelah dilakukan uji tarikdengan material yang belum mengalami perlakuan panas. Padahal dalam kenyataannya penggunaan material untukporos propeller harus diberi perlakuan panas terlebih dahulu agar didapatkan sifat-sifat bahan yang diinginkan.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai kekuatan tarik, kekuatan puntir, kekerasan, dan mikrografi baja ST60 setelah diberi perlakuan normalizing dengan variasi waktu penahanan panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwafaktor waktu penahanan panas berpengaruh. Pada uji tarik, spesimen dengan waktu penahanan 20 menit memilikikekuatan tarik sebesar 633,53 N/mm2 dan regangan 24,37%. Sedangkan spesimen dengan waktu penahanan 40 menitmemiliki kekuatan tarik sebesar 620,07 N/mm2 dam regangan 22,14%. Pada uji puntir, spesimen dengan waktupenahanan 20 menit mempunyai kekuatan puntir sebesar 485,82 MPa, spesimen dengan waktu penahanan 40 menitmempunyai kekuatan puntir sebesar 474,25 MPa. Hasil dari uji kekerasan menunjukkan spesimen dengan waktupenahanan 20 menit memiliki nilai kekerasan sebesar 195,05 VHN dan spesimen dengan waktu penahanan 40 menitmemiliki nilai kekerasan sebesar 184,92 VHN. Pada uji mikrografi, spesimen dengan waktu penahanan 40 menitmemiliki fasa ferrite yang lebih dominan dibandingkan spesimen dengan waktu penahanan 20 menit. Faktor waktupenahanan panas berpengaruh pada struktur ferrite dan pearlite yang juga mempengaruhi keuletan, ketangguhan, dankekerasan dari baja ST 60 yang diberi perlakuan panas.
Desain Passive U-Tube Tank Pada Anchor Handling Tug/Supply Vessel Guna Menurunkan Rolling Kapal Menggunakan Variasi Lebar Saluran Alif Fadhilah; Ahmad Fauzan Zakki; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 2 (2019): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.501 KB)

Abstract

Kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) adalah kapal khusus yang berfungsi untuk menangani pemasangan jangkar untuk buoy ataupun untuk mengangkat jangkar dan juga untuk inspeksi rantai sampai pada jangkar yang di dalam laut serta menyuplai logistic serta peralatan yang dibutuhkan selama proses eksplorasi. Kapal jenis ini harus memenuhi persyaratan laik laut yang optimum, aman dalam olah gerak, dan mempunyai kekuatan yang sangat baik. Sehingga mampu menghasilkan olah gerak yang lincah, aman, mudah dioperasikan dan memiliki ketahanan pada kondisi ekstrim sekalipun. Maka dari itu, untuk mengurangi rolling yang terlalu besar dilakukan analisa penggunaan Passive U-Tube Tank terhadap Kapal AHTS dengan menggunakan variasi lebar saluran. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan software berbasis CAD yang kemudian dilakukan analisis perhitungan momen peredam untuk mendapatkan nilai Additional Damping yang mana digunakan untuk  peredam tambahan pada analisis gerakan rolling kapal menggunakan software berbasis CFD. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kapal dengan penambahan passive tank  variasi 3 memiliki respon momen redam dan Additional Damping yang paling baik dan dapat mengurangi nilai RMS Rolling kapal sebesar 11,9% dengan nilai RMS Rolling sebesar 0,37 Deg.
Analisa Pencapaian Produktivitas Reparasi Kapal Di PT. Janata Marina Indah Semarang Menggunakan Metode Objective Matrix Solihin Suwarsa; Imam Pujo Mulyatno; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 2 (2019): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.061 KB)

Abstract

Dalam lingkungan bisnis perusahaan dituntut untuk menempuh langkah strategis agar dapat bersaing. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur capaian produktivitas parsial, delay dan  nilai indeks galangan JMI pada tahun 2017 menggunakan metode OMAX. Skor 10 untuk kegiatan replating dicapai pada bulan September dan Oktober dengan produktivitas sebesar 1183,26 kg/hari dan 970,60 kg/hari sedangkan skor 0 dicapai  pada bulan Juni dan Juli dengan produktivitas sebesar 323,38 kg/hari dan 92,77 kg/hari. Pada kegiatan shafting, skor 10 dicapai pada bulan Februari dan Oktober dengan produktivitas sebesar 0,35 unit shaft/hari dan 0,38 unit shaft/hari sedangkan skor 0 dicapai pada bulan Agustus sebesar 0,13 unit shaft/hari. Skor 10 untuk rata-rata delay durasi kapal naik dok dicapai pada bulan November dan Desember dengan delay sebesar -3% dan 5% sedangkan skor 0 pada bulan April, Mei, Agustus dan September dengan delay sebesar 79%, 78%, 95% dan 100%. Skor 10 untuk delay pada realisasi jadwal docking tertinggi dicapai pada bulan Maret dan November dengan delay sebesar 7% dan 5% sedangkan skor 0 dicapai pada bulan April, Juni dan Oktober dengan delay sebesar 88%, 73% dan 83%. Indeks perubahan performansi tertinggi dicapai pada bulan Januari sebesar 112% sedangkan indeks perubahan performansi terendah dicapai pada bulan April sebesar -83%. Produktivitas parsial galangan JMI pada tahun 2017 secara umum sudah cukup baik karena terdapat periode-periode kriteria yang melampaui skor 3 sebagai nilai rata-rata atau standar dari seluruh periode, akan tetapi pada beberapa periode pengukuran terdapat periode-periode kriteria yang pencapaiannya dibawah skor 3.
Analisa Pengaruh Perubahan Bentuk Lambung Monohull Menjadi Catamaran Terhadap Stabilitas Kapal Alamanda Sulistianingtyas; Wilma Amiruddin; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 2 (2019): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.911 KB)

Abstract

Modifikasi kapal monohull menjadi katamaran dapat menimbulkan persoalan teknis seperti stabilitas. Salah satu keuntungan modifikasi adalah memberikan keuntungan pada luas geladak yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh terhadap stabilitas kapal karena modifikasi kapal KMP. Berembang dari tipe monohull mejadi katamaran. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini untuk melihat pengaruh yang dimaksud adalah menggunakan model demihull NPL Hull From Series 4b yang kedua lambungnya simetris streamline dengan nilai S/L 0,25 ; 0,30 ; 0,35 dan menetapkan nilai displacement kedua kapal memiliki nilai yang sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah membandingkan dua model lambung kapal yaitu tipe monohull dengan tipe katamaran kemudian dilihat perbedaan performa stabilitasnya pada kondisi muatan penuh, muatan 50%, dan muatan kosong. Hasil analisia menunjukkan semua kondisi baik kapal monohull maupun katamaran telah memenuhi kriteria IMO A.749 (18) dan IMO Code MSC.36(63) HSC Code – Annex 7, Multihulls. Nilai GZ memenuhi kriteria pada semua kondisi pemuatan sehingga kapal aman untuk penumpang, dengan nilai GZ maksimal dimiliki oleh kapal katamaran S/L 0,35 pada setiap kondisi.
Analisa Performa Penambahan Hull Vane Terhadap Hambatan dan Seakeeping Kapal Perintis 750 DWT dengan Variasi Foil Menggunakan Metode CFD Daud Martim Sihombing; Wilma Amiruddin; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 2 (2019): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.839 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di Dunia dan sebagian wilayahnya adalah perairan.Kapal Perintis merupakan kapal yang erintis tugas dan pada saat beroperasi kapal perintis mempunyai hambatan (resistance). Untuk mengurangi nilai hambatan kapal digunakan teknologi Hull Vane. Hull Vane  adalah fixed foil yang terletak dibawah garis air pada bagian buritan kapal. Gaya angkat pada hull vane dapat mengurangi hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil hambatan yang terkecil dan olah gerak kapal yang terbaik dari varias foil dan sudut. Ukuran hull vane yang digunakan pada penelitian ini yaitu panjang span foil 9,46 m dan panjang chord foil 1,15 m. Penelitian ini menggunakan progam komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CF D). Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa kapal dengan penambahan hull vane dengan variasi NACA 1410 sudut -5 dengan Fn 0,34 dapat mengurangi hambatan sebesar 11,839% dari hambatan kapal asli. Dari hasil running menunjukkan pengurangan hambatan total dari 163,66 KN menjadi 144,29 KN, preasure force dari 71,73 KN menjadi 39,07 N dan hambatan viskositas berkurang dari 87,98 KN menjadi 99,77 KN.
Analisa Pengaruh Perubahan Sudut Swept Fullysubmerged Foil Terhadap Gaya Angkat Dan Hambatan Pada Kapal Katamaran Menggunakan Metode CFD Muhammad Gama Damarjati; Deddy Chrismianto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 2 (2019): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengembangan teknologi transportasi laut tak terlepas dari kebutuhan perpindahan aktivitas yang semakin dinamis. Maka dari itu diperlukan inovasi dalam pengembangan kapal yang dapat memenuhi kebutuhan. Pemilihan kapal katamaran dikarenakan memiliki keunggulan berupa stabilitas yang baik hingga ruang deck yang luas. Kapal katamaran kemudian dilakukan modifikasi hydrofoil,berupa bangunan foil yang terpasang dibawah lambung kapal katamaran. Hal ini dilakukan agar kapal katamaran mendapatkan gaya angkat sehingga dapat mengurangi gesekan antara permukaan air dan badan kapal, Sehingga dapat mengurani hambatan kapal katamaran. Tipe foil yang akan digunakan berupa swept fullysubmerged foil,serta akan dilakukan analisa dengan menggunakan metode Computational Fluid Dynamic (CFD). Penelitian yang dilakukan berupa mencari nilai gaya angkat paling tinggi serta hambatan yang paling kecil. Analisa dilakukan dengan berbagai variasi swept foil serta kecepatan. Hasil analisa didapatkan nilai hambatan total dapat berkurang hingga 50,8% dari kapal original. Nilai EHP dapat berkurang hingga 50% dari kapal original. Hasil yang menunjukkan perubahan yang signifikan terjadi pada variasi swept fullysubmerged 10̊ angle of attack 3̊ dengan froud number 1,042.
Perancangan Kapal Rescue boat Di Wilayah Perairan Rawa Pening Kabupaten Semarang Jawa Tengah Muhamad Amar Jadid; Deddy Chrismianto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 2 (2019): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.138 KB)

Abstract

Rawa Pening berpotensi menjadi objek pariwisata dunia sehingga membutuhkan sarana keselamatan yang mendukung termasuk adanya rescue boat. Penelitian bertujuan menemukan rancangan rescue boat yang dapat beroperasi dengan baik. Perancangan dimulai dengan metode regresi dari 10 kapal pembanding, lalu digunakan software analisis sebagai pendukung perancangan. Dari perancangan didapat data rescue boat yang memiliki stabilitas dan olah gerak yang baik. Data rescue boat yang didapat yaitu LOA 6,3 m, B 1,94 m, H 1,1 m dan T 0,5 m. Daya mesin sebesar 100 Hp

Page 1 of 1 | Total Record : 8