cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Perancangan Propeller Tipe Kaplan-series pada Kapal Selam Komersial dengan Variasi Sudut Rake dan Jumlah Daun untuk Mengoptimalkan Thrust Yudhistira Dwi Putra; Ahmad Fauzan Zakki; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.304 KB)

Abstract

Oleh karena Polymer Electrolyte Membrane Fuel Cell pada kapal selam masih sangat mahal dibandingkan dengan bahan bakar konvensional. Sehingga biaya produksi dan operasi sangat mahal, juga menjadi batasan operasi pada kondisi fully-submerged. Perlu dirancang propeller yang paling optimal dengan thrust terbesar dan juga efisien. Kapal selam ini dirancang untuk kepentingan eksploitasi dan eksplorasi minyak lepas pantai. Kapal selam komersial yang sebelumnya telah dirancang, kini diaplikasikan dengan propeller kaplan dan nozzle dimaksudkan untuk meningkatkan thrust. Berdasarkan penelitian sebelumnya disarankan dalam perancangan propeller sebaiknya melibatkan badan kapal dalam simulasi. Oleh karena itu, badan kapal selam nantinya akan disimulasikan bersama dengan propeller. Dengan membedakan jumlah blade dan sudut rake dari tiap propeller diharapkan didapat thrust paling besar. Blade yang diuji terdiri dari 6, 8 dan 10 bilah. Sedangkan sudut rake yaitu 50, 100, dan 150. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan simulasi Computational Fluid Dynamic. Dengan persamaan Reynold-Averaged Navier Stokes Equation ditujukan untuk memperoleh hasil fluktuasi aliran turbulen pada material incompressible dengan property yang konstan. Dengan badan kapal yang memiliki nilai Reynold number 2.51 x 108. Disimulasikan dengan aliran turbulence model K-epsilon secara Steady-state. Hasilnya menunjukkan Propeller Ka1080 dengan sudut rake 15o memiliki Thrust dan Torque terbesar senilai 6090 kN dan 4905 kN.m dan Ka680 rake 15o memiliki efisiensi tertinggi mencapai 11,6 %.
Implementasi Perbandingan Critical Chain Project Management dengan Critical Path Method Repowering Kapal MV. Sinar Ambon Sudarminto, Tri Astuti; Mulyatno, Imam Pujo; Budi santosa, Ari Wibawa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.163 KB)

Abstract

Repowering kapal merupakan penggantian mesin induk kapal. Kegiatan kapal ini memakan waktu yang cukup lama karena melihat kondisi kapasitas galangan serta minimnya pengalaman terhadap proyek tersebut sehingga perlu adanya perencanaan penjadwalan. Metode Critical Path Method (CPM) paling sering digunakan sebagai analisa penjadwalan proyek. Namun kenyataan yang terjadi di lapangan, perencanaan menggunakan CPM ataupun metode lain dinilai kurang efisien karena menambahkan buffer time yang menyebabkan durasi proyek bertambah. Sesuai dengan masalah tersebut, telah berkembang metode baru untuk merencanakan penjadwalan yaitu Critical Chain Project Management (CCPM). CCPM adalah metode penjadwalan baru yang dapat menjadi alternatif solusi baru dari permasalahan tersebut. Metode ini ditempuh dengan cara menghilangkan multitasking, student syndrome, parkinson’s law serta memberi buffer di akhir proyek. Pada tugas akhir ini dilakukan perbandingan durasi hasil penerapan metode CCPM dengan metode CPM pada studi kasus perbaikan kapal di PT. YWTS. Penjadwalan awal proyek menggunakan metode tradisional berupa gantt chart yang kemudian di-breakdown lebih detail dan lengkap dengan hubungan antar aktivitasnya ke dalam bentuk CPM, dan kemudian akan dibandingkan dengan durasi hasil dari penjadwalan CCPM yang telah menghilangkan multitasking, menghilangkan Safety time pada tiap aktivitas dan memberi buffer dalam pengerjaannya. Berdasarkan hasil analisa, bahwa durasi CCPM lebih cepat 11,5 hari dibandingkan dengan CPM.
Reschedule Reparasi Kapal KN.KUMBA 470 DWT Dengan Critical Path Method Di Galangan Semarang Yuliana Tri Andhani; Imam Pujo Mulyatno; Ari Wibawa Budi santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.642 KB)

Abstract

Penyelesaian proyek docking repair pada kapal sering tidak sesuai dengan jadwal yang ada dalam kontrak awal.Serta sering adanya pekerjaan tambah maupun kurang dalam proses aktualnya dilapangan yang dapat berdampak pada schedule yang sudah ada sehingga dapat mengakibatkan keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Network Planning merupakan metode yang digunakan untuk mencapai kesuksesan target schedule pada proyek. Penelitian ini membutuhkan data berupa repair list serta main schedule. Sehingga dapat dilakukan analisis aktivitas yang menjadi bagian kritis pada proyek docking repair kapal KN.KUMBA. dengan menggunakan Critical Path Method dan dibantu Software Microsoft Project, pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktifitas tenaga kerja yang dihasilkan setiap harinya sehingga didapatkan network planning dengan lintasan kritis yang lebih efisien pada proyek docking repair kapal KN.KUMBA di PT. Yasa Wahana Tirta Samudera Semarang. Hasil menunjukkan nilai  diagram network mengalami kemajuan dari durasi awal 50 hari menjadi 41 hari untuk pekerjaan induk dengan adanya 12 lintasan kritis dan 42 hari untuk pekerjaan tambah dengan adanya 17 lintasan kritis dengan nilai slack nol. Maka proyek mengalami crashing dengan adanya penambahan tenaga kerja serta jam kerja. Pada proyek docking repair pada kapal KN.KUMBA di PT. Yasa Wahana Tirta Samudera Semarang dihasilkan nilai produktifitas sebesar 23,8 kg/hari/orang pada replating konstruksi bagian dalam.
Analisis Kelelahan Propeler KP-505 B-Series dengan Variasi Jumlah Blade pada Kapal Kontainer 3600 TEUs Rizki Aziz Radyantama; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1385.09 KB)

Abstract

Transportasi laut membutuhkan sistem penggerak. Bentuknya pun bermacam-macam: layar, paddle wheel, water jet, hingga yang paling umum ialah baling-baling atau biasa dikenal dengan propeler. Pada proses pembuatannya, salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah kekuatan dan umur kelelahannya. Penelitian ini membandingkan gaya dorong dan torsi, serta umur kelelahan propeler KP-505 B-Series dengan variasi jumlah daun sebanyak 3 daun, 4 daun, dan 5 daun. Serta variasi masa pelayaran 150 hari, 200 hari, dan 300 hari. Analisis dilakukan dengan software berbasis CFD. Hasil pada penelitian ini menunjukkan perbedaan nilai thrust dan torsi pada masing-masing variasi, dimana hasil optimal terdapat pada variasi 5 daun dengan nilai thrust sebesar 81,16 N, dan torsi 2,92 N.m. Kemudian, untuk umur kelelahan terpendek, terdapat pada variasi propeler dengan 3 daun dan masa pelayaran 300 hari, dimana stress yang terjadi sebesar 3,85 MPa dengan masa pakai selama 8,70 tahun saja.
Analisa Nilai Thrust Ducted Propeller Dengan Variasi Diameter, Panjang & Tipe Kort Nozzle Menggunakan Metode CFD Sihaloho, Febrian; Manik, Parlindingan; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.702 KB)

Abstract

Aspek yang terpenting dalam pembuatan kapal salah satunya adalah aspek perencanaan sistem propulsi. Adapun sitem propulsi disini adalah ducted propeller. Ducted Propeller merupakan salah satu aspek yang wajib direncanakan dengan baik guna mencapai tujuan fungsi kapal dalam hal kecepatan. Kecepatan pada kapal dapat dipengaruhi oleh desain Ducted Propeller yang baik agar mendapatkan gaya dorong (thrust). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  dari model yang dibuat, manakah model yang memiliki nilai thrust tinggi untuk kapal TB. PANCARAN IV-315 serta untuk mengetahui perbandingan nilai thrust yang dihasilkan dari variasi model kort nozzle MARIN 19a dan kort nozzle MARIN 37 dengan variasi diameter dan panjang. Penelan ini dilakukan dengan menggunakan metode CFD dengan memakai software Solidworks. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai thrust tertinggi dihasilkan pada model ducted propeller dengan tipe kort nozzle MARIN 19a dengan diameter 2500 mm dan panjang1250 mm dengan nilai 138,71 kN.
Analisa Kekuatan Tarik, Kekerasan dan Kekuatan Puntir Baja ST 37 sebagai Bahan Poros Baling-baling Kapal (Propeller Shaft) setelah Proses Tempering Aminuddin, Rahmat Ridlo; Budi Santosa, Ari Wibawa; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini akan dilakukan uji kekerasan, uji tarik, dan uji puntir untuk material baja karbon ST 37 guna untuk bahan poros baling-baling kapal setelah proses tempering. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah baja ST 37 hasil perlakuan Tempering dapat memenuhi standar BKI untuk digunakan sebagai poros baling-baling . Poros baling-baling (propeller shaft) adalah salah satu komponen kapal yang berfungsi untuk memindahkan/menyalurkan daya dari mesin induk ke baling-baling menjadi gaya dorong untuk menggerakkan sebuah kapal. Dalam berputarnya/bekerjanya poros baling-baling untuk menghasilkan gaya dorong, poros tersebut menanggung berbagai jenis beban akibat dari kombinasi berbagai bentuk gaya. Beban tersebut diantaranya adalah beban tarik dan beban puntir, dimana beban-beban tersebut terjadi secara berulang-ulang yang akhirnya akan mengakibatkan kegagalan lelah (fatigue failure) pada material. Tingkat kekerasan suatu material yang baik juga dibutuhkan untuk mengetahui seberapa ulet baja ST 37 hasil Tempering. Untuk mendapatkan ketahanan destruktif yang tinggi dan kekuatan material yang baik perlu dilakukan proses perlakuaan panas (heat treatment). Pada penelitian ini dilakukan proses perlakuan panas tempering dengan menggunakan media pendingin pelumas Mesran SAE 20W – 50. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik tarik, Kekerasan, puntir dan struktur metalografi pada material baja ST 37 setelah proses tempering. Hasil penelitian ini berupa nilai kekuatan material yang kemudian dibandingkan dengan nilai minimum persyaratan rules BKI. Beberapa hasil penelitian seperti penampang patahan juga dapat mewakili karakter keuletan material. Hasil penelitian menunjukan bahwa baja ST 37 perlakuan panas tempering memiliki kekuatan tarik 425,16 Mpa, kekuatan puntir 566,62 Mpa dan untuk uji kekerasan diperoleh nilai kekerasan 140,2 VHN
Analisa Pengaruh Modifikasi Sudut Skew Propeller B5-80 Terhadap Fatigue Life Pada Kapal Kriso Container 3600 TEUS Raldimaz Islahan; Ahmad Fauzan Zakki; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.405 KB)

Abstract

Baling-baling kapal merupakan alat penghasil gaya dorong yang berasal dari mesin utama penggerak kapal dan bergerak secara dinamik. Gerakan tersebut akan mengakibatkan adanya beban yang bersiklus sehingga menyebabkan keretakan dari fenomena kelelahan suatu material. Umur kelelahan sangat berhubungan dengan hal tersebut dan dapat didefinisikan secara mudah, yaitu beban yang dapat diterima oleh suatu material atau benda sebelum mengalami kerusakan. Penelitian ini menggunakan metode Finite element method (FEM) dengan modifikasi sudut skew dari baling-baling kapal. Sudut skew yang digunakan adalah 300, 320, dan 340. Hasil penelitian menunjukkan umur kelelahan  baling-baling kapal dalam asumsi waktu pelayaran 150 hari pada sudut skew 300 sebesar 17,65 tahun, sudut skew 320 sebesar 18,31 tahun dan sudut skew 340 18,30 tahun.
Pengaruh Penambahan Inhibitor CaCO3 Terhadap Laju Korosi Baja SS 400 dalam Larutan Air Laut Buatan Syahrul Mubarak; Sarjito Jokosisworo; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.217 KB)

Abstract

Logam baja merupakan salah satu material yang sering digunakan pada industri perkapalan dalam pembangunan dan reparasi kapal. Logam baja merupakan material yang mudah mengalami korosi sehingga perlu adanya kajian penelitian mengenai laju korosi pada baja. Manfaat penelitian ini dapat mengetahui pengaruh penambahan inhibitor CaCO3 terhadap laju korosi Baja SS 400 dalam lingkungan air laut buatan. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui perlambatan laju korosi yang disebabkan oleh pencampuran inhibitor kalsium karbonat kedalam lingkungan korosif dengan metode kehilangan berat ( Weight Loss ) sesuai dengan ASTM G31-72 dengan variasi waktu dan media kororif 3% NaCl. Spesimen yang diuji adalah Baja SS 400. Berdasarkan data penelitian yang diperoleh nilai laju korosi pada perendaman selama 5 hari tanpa inhibitor sebesar 0,0445 mmpy dengan inhibitor laju korosinya sebesar 0,0379 mmpy. Sehingga efisiensi penggunaan inhibitor sebesar 14,83%. Kemudian nilai laju korosi pada perendaman selama 10 hari tanpa inhibitor sebesar 0,0507 mmpy, dengan inhibitor laju korosinya menjadi 0,0307 mmpy. Sehingga efisiensi penggunaan inhibitor sebesar 39,34%. Kemudian nilai laju korosi pada perendaman selama 15 hari tanpa inhibitor sebesar 0,0514 mmpy, dengan inhibitor laju korosinya menjadi 0,0218 mmpy. Sehingga efisiensi inhibitor sebesar 57,59%. Dari data penelitian yang diperoleh efisiensi laju korosi pada perendaman selama 5 hari, 10 hari dan 15 hari terus mengalami peningkatan sehingga dapat disimpulkan bahwa CaCO3 dapat digunakan untuk menurunkan laju korosi
Analisa Perbandingan Ekonomis Pada Kapal Ikan FRP “KM.BBPI-3” Mesin Inboard Dengan Kapal Ikan Tradisional Mesin Outboard Longtail Ade Putri Antika; Imam Pujo Mulyatno; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan kapal ikan berbahan FRP bermesin Inboard merupakan terobosan terbaru yang sedang dikembangkan oleh BBPI Semarang. Untuk mengetahui terobosan terbaru ini dapat menguntungkan owner kapal atau tidak maka diperlukan analisis lebih lanjut. Tugas akhir ini membahas tentang perbandingan analisis ekonomi antara kapal ikan FRP bermesin inboard dengan kapal ikan tradisional bermesin outboard longtail. Dengan tujuan menentukan biaya investasi pada kapal ikan, melakukan perbandingan biaya operasional pada kedua kapal ikan, dan menentukan kelaikan investasi pada kedua kapal. Metode yang digunakan pada tugas akhir ini adalah metode penilaian profitabilitas investasi. Untuk dapat melakukan analisis perbandingan investasi pada tugas akhir ini, maka dibutuhkan beberapa tahapan untuk perhitungan yaitu menghitung biaya pembuatan kapal, penentuan variable bebas dan variable terikat, menghitung umur ekonomis kapal, biaya tetap, biaya variable, pendapatan kemudian dilakukan analisa profitabilitas. Pada penelitian ini dilakukan pada 3 kondisi dari kedua kapal dengan variasi yang lebih banyak pada umur ekonomis kapal FRP. Hasil dari penelitian ini menunjukan bawah kapal FRP memiliki keunggulan dibandingkan kapal ikan tradisional , yaitu pada beberapa biaya rutin yang lebih murah, memiliki payback period yang lebih cepat, serta nilai dari Net Present Value yang lebih menguntungkan,
Analisis Pengaruh Konfigurasi Perubahan Sudut Rake Propeller B5-80 Terhadap Fatigue Life pada Kapal Kontainer 3600 TEUs Bayu Ade Mahaputra; Ahmad Fauzan Zakki; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.764 KB)

Abstract

Sebagai moda transportasi dengan efisiensi pengangkutan yang tinggi, menuntut kapal untuk beroperasi dengan mobilitas yang tinggi. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan kemampuan operasi kapal adalah propeller sebagai propulsor yang sangat umum digunakan pada kapal. Dalam pembuatannya, desain dan material menjadi faktor yang mempengaruhi karakteristik dan kemampuan struktur propeller. Berbagai penelitian tentang modifikasi dan variasi telah banyak dilakukan untuk mengoptimalkan kemampuan propeller. Penilitian ini mengkaji perbandingan fatigue life propeller B5-80 dengan variasi sudut rake -3o, 0o dan 3o untuk mencari nilai umur paling baik dari variasi yang dianalisis. Perbandingan nilai fatigue life dianalisis menggunakan software berbasis CFD. Masa pelayaran yang digunakan pada penelitian ini adalah 150 hari, 200 hari dan 300 hari dalam satu tahun. Dari hasil analisis diperoleh kelelahan pada propeller rake -3o sebesar 1,2698 MPa pada siklus 6,68 x 108 dengan umur selama 9,13 tahun untuk masa berlayar 300 hari. Sedangkan pada propeller rake 3o diperoleh nilai kelelahan 1,1812 MPa dengan umur 9,23 tahun untuk masa berlayar 300 hari pada siklus 6,73 x 108. Berdasarkan hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa bertambahnya derajat rake yang berdampak pada nilai kelelahan, siklus dan umur propeller.