cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisa Percepatan Durasi Proyek Kapal BC60002 dengan Metode Precendence Diagram Method (PDM) dan Simulasi Monte Carlo Pradana, Muhammad Daffa Sihma; Amiruddin, Wilma; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek reparasi kapal BC60002 di PT. Dumas Tanjung Perak Shipyards yang mengalami keterlambatan tentunya merugikan banyak pihak sehingga crashing duration atau percepatan durasi proyek dalam upaya menghindari keterlambatan tentunya perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui durasi percepatan, probabilitas keberhasilan percepatan, dan cost slope pada proyek reparasi kapal berdasarkan lintasan kritis. Teknik analisis percepatan durasi proyek dengan metode Precendence Diagram Method (PDM) menggunakan alternatif penambahan tenaga kerja serta penambahan jam kerja lembur dengan bantuan software Primavera dan perhitungan probabilitas keberhasilan durasi percepatan dengan simulasi Monte Carlo menggunakan bantuan software Primavera Risk Analysis. Hasil dari penelitian ini yaitu network diagram mempunyai 15 kegiatan kritis dari 30 kegiatan dan crashing proyek reparasi kapal dapat dipercepat selama 2 hari sehingga waktu penyelesaian menjadi 23 hari dari 25 hari. Simulasi Monte Carlo dan cost slope memiliki hasil yaitu kemungkinan penyelesaian proyek yang efektif dalam 23 hari adalah 95% dan biaya tambahan dengan menambahkan jam kerja dengan percepatan sebesar 5,75% lebih cepat dari waktu rencana awal, memiliki penambahan biaya sebesar Rp72.540.000,00  atau sebesar 136% sedangkan dengan menggunakan penambahan tenaga kerja dengan percepatan sebesar 5,75% lebih cepat dari waktu rencana awal, biaya bertambah sebesar Rp1.140.000,00 atau sebesar 2,14% dari biaya awal proyek.
Analisis Hull Strength Kapal Ikan 5 GT Bahan Fiberglass Menggunakan Metode Elemen Hingga Purba, Siska Dearni Ajijah; Mulyatno, Imam Pujo; Firdhaus, Ahmad
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hull Strength pada kapal ikan 5 GT bahan fiberglass yang memiliki laminasi CSM 300, CSM 450, dan WR 800 menurut BKI memiliki tegangan ijin bahan 9,80E+07 N/m2 dan modulus elastisitas 72,3 GPa. Analisis penelitian ini berfokus pada perhitungan kondisi torsional, sagging dan hogging kapal dengan kondisi gelombang trochoid tertinggi h = 0,55 m. Perhitungan menggunakan simulasi numerikal  Metode Elemen Hingga untuk mengidentifikasi area kritis yang rentan terhadap tekanan tinggi pada lambung kapal. Dari hasil perhitungan Analisa menggunakan Metode Elemen Hingga, menunjukkan bahwa pada kondisi torsional kapal mengalami tegangan maksimal sebesar 1,75E+07 N/m2 yang lokasinya berada dibagian depan dan belakang, kemudian pada kondisi sagging kapal mengalami tegangan maksimal sebesar 2,34E+07 N/m2 yang lokasinya berada di midship kapal, dan pada kondisi hogging kapal mengalami tegangan maksimal sebesar 2,32E+07 N/m2 yang terjadi pada ruang palka ikan 1. Melalui perhitungan factor of safety, didapat nilai tegangan maksimum yang berada dibawah tegangan ijin dan tegangan bahan yang telah ditetapkan oleh BKI, kemudian didapat pula validasi model sebesar dengan persentase validitas sebesar 94,27 %. 
Analisa Kekuatan Sekat Melintang Dengan Variasi Model LowFrequency Sinusoid Pada Kapal Tanker 6500 DWT Ferdiansyah, Hanif; Zakki, Ahmad Fauzan; Mursid, Ocid
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekat melintang adalah komponen yang penting pada kapal tanker. Dengan pesatnya dunia riset untuk mencapai efisiensi terbaik yang kemudian dapat berimplikasi pada nilai ekonomi, pilihan material dan desain suatu konstruksi dapat menjadi penentu keuntungan suatu perusahaan. Dewasa ini, kapal tanker banyak menggunakan sekat melintang berbentuk corrugated bulkhead yang berbentuk trapezium. Pada penelitian ini, penulis mencoba menguji corrugated yang berbentuk sinusoid pada kapal MT KAKAP. Dengan anggapan bahwa bentuk sinusoid yang minim dengan bentuk bersudut lancip, dapat menyebarkan stress secara lebih baik. Selain itu, penelitian ini juga meneliti pengaruh pengurangan frekuensi pada jumlah lekukan sekat korugasi dengan harapan menemukan sweet spot antara nilai ekonomis dengan faktor keamanan. Simulasi pengujian dilakukan menggunakan software berbasis metode elemen hingga (MEH) dengan variasi panjang gelombang 1600 mm, 1400 mm, dan 1200 mm (existing). Dari simulasi pengujian, didapatkan bahwa hanya trapezoid corrugated bulkhead existing yang memiliki tegangan dibawah yield bahan yang digunakan. Trapezoid corrugated bulkhead existing dengan panjang gelombang 1200 mm menghasilkan tegangan sebesar 2,083 x 108 N/m2 dan nilai displacement 9,14 mm dengan berat konstruksi 9,9 ton.
Perancangan Kapal General Cargo 22200 DWT Untuk Rute Pelayaran Surabaya - Balikpapan Naufal, Muhammad Farhan; Kiryanto, Kiryanto; Tuswan, Tuswan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan IKN serta pemerataan pembangunan di pulau Kalimantan mendorong kebutuhan pengangkutan muatan kargo melalui transportasi laut sebagai konektivitas antar pulau. Kapal General cargo dirancang untuk menunjang proses distribusi berbagai jenis muatan. Penelitian ini bertujuan merancang kapal kargo yang mempermudah dalam pengiriman muatan barang melalui jalur laut dan tentunya sesuai dengan karakteristik rute perairan wilayah Surabaya – Balikpapan. Perancangan kapal general cargo mengambil pendekatan regresi linear menggunakan 10 data kapal yang telah ada sebagai pembanding untuk menetukan ukuran utama kapal. Kemudian dilakukan pembuatan lines plan, rencana umum, perhitungan hambatan, analisa hidrostatik dan analisa  stabilitas. Perancangan kapal menggunakan metode perbandingan untuk mendapatkan  ukuran  utama kapal, software Maxsurf untuk pemodelan dan analisa karakteristik kapal. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu Lpp = 162,31 m, B = 25,47 m, H = 14,33 m, T = 10.2 m, Vs = 13,6 knot, dengan displacement 33652 ton dan Cb = 0,75. Nilai hambatan kapal didapatkan dengan perhitungan manual dan divalidasikan dengan software maxsurf sebesar 375,4 KN dan power sebesar 2626 Hp pada kecepatan 13,6 knot. Dalam pengujian hidrostatik dan stabilitas kapal diperoleh kesimpulan bahwa kapal lah memenuhi kriteria stabilitas IMO Is Code 2008 A.749 (18) pada 4 kondisi muatan berbeda.
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS LAMINASI KAYU SURIAN DAN BAMBU PETUNG SEBAGAI ALTERNATIF KOMPONEN KAPAL KAYU Tambunan, Govinda Daniel Parasian; Manik, Parlindungan; Jokosisworo, Sarjito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kayu secara terus-menerus yang mengakibatkan kelangkaan mendorong inovasi baru untuk mencari alternatif penggati kayu, salah satunya menggunakan material komposit. Salah satunya berupa papan laminasi yang dewasa ini digunakan sebagai alternatif penggunaan kayu konvensional pada manufaktur kapal kayu. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis perubahan nilai teknis berupa nilai uji tarik dan uji tekuk serta nilai ekonomis balok laminasi dengan varisi persentase bahan 0% kayu 100% bambu, 10% kayu 90% bambu, 20% kayu 80% bambu, 30% kayu 70% bambu, 40% kayu 60% bambu. Jenis pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji tarik , uji tekuk, kadar air, dan massa jenis. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa balok laminasi kayu surian dan bambu petung memiliki ratarata kadar air 8,18-9,15%, berat jenis 0,7-0,79 gr/cm3, memiliki rata-rata kuat tarik sebesar 158,96 - 215,42 MPa, meningkat sebesar 100,20% dari kuat tarik kayu surian, serta rata-rata kuat tekuk sebesar 206,13 - 244,53 MPa, meningkat sebesar 122,12% dari kuat tekuk kayu surian. Manufaktur lambung kapal yang menggunakan papan laminasi kayu surian bambu petung mengalami persentase penurunan biaya sebesar 63% dengan harga Rp 167.693.778 pada variasi 60% kayu 40% bambu dibandingkan dengan kayu Jati. Berdasarkan stndar BKI maka laminasi kayu surian dan bambu petung tergolong ke dalam kayu kelas kuat I dan dapat digunakan sebagai alternatif material komponen kapal.
Analisis Percepatan Waktu dan Produktivitas pada Proyek Reparasi Kapal KM Dharma Rucitra VII dengan Metode Critical Chain Project Management (CCPM) Musfar, Raka Fadlyan; Manik, Parlindungan; Tuswan, Tuswan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critical Chain Project Management (CCPM) merupakan suatu metode perencanaan proyek yang berfokus pada kinerja proyek. Metode CCPM dapat digunakan dalam mengatasi keterlambatan proyek reparasi kapal KM Dharma Rucitra VII. Metode ini menggunakan konsep buffer time dengan menghilangkan safety time dan menggantinya dalam bentuk buffer yang diletakkan di akhir proyek. Tujuan dari penelitian ini ialah membuat suatu penjadwalan dengan metode CCPM yang berfokus pada percepatan durasi dan produktivitas. Penerapan metode CCPM pada proyek reparasi kapal KM Dharm Rucitra VII didapatkan hasil Durasi proyek lebih cepat dibandingkan dengan CPM. Pada CCPM variasi safety time 50% memiliki durasi yang lebih cepat dibandingkan dengan variasi safety time 40% dan 30% dikarenakan semakin besar safety time pada setiap aktivitas maka pemotongan durasi semakin besar. Hal tersebut dapat dilihat dengan variasi safety time 50% dapat mempercepat durasi proyek sebesar 21,43%. Perhitungan produktivitas pada penerapan CCPM variasi safety time 50% juga mengalami peningkatan yaitu dari 113,96/mandays menjadi 227,91/mandyas. Serta analisis biaya yang telah dilakukan didapatkan penerapan metode CCPM variasi safety time 50% memiliki biaya lebih rendah dibandingkan dengan variasi safety time 40% dan 30%. Hal tersebut dapat dilihat pada penerapan CCPM variasi safety time 50% mampu menghemat biaya sebesar 25%.
Analisis Optimalisasi Jadwal dengan menggunakan Critical Path Method (CPM) pada Proyek Pembangunan Kapal Tugboat 156,67 DWT Diswantoro, Galuh Pramudita
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimalisasi jadwal sangat diperlukan untuk mencegah keterlambatan. Keterlambatan dapat mengakibatkan denda pada galangan. Pada proyek pembangunan kapal tugboat 156,67 DWT dengan time schedule di salah satu galangan di Banten mengalami keterlambatan pengerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk penjadwalan ulang proyek pembangunan kapal dengan alternatif penambahan waktu kerja dan tenaga kerja dengan menggunakan metode jalur kritis (CPM). Metode ini digunakan untuk memperoleh penjadwalan proyek yang lebih optimal dengan mempercepat penyelesaian waktu dari durasi normal. Analisis dilakukan untuk mengetahui produktivitas, diagram jaringan, jalur kritis, durasi crash dari penambahan waktu kerja (lembur) dan penambahan tenaga kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan, diagram jaringan menghasilkan 23 pekerjaan pada lintasan kritis dengan alternatif paling efektif untuk percepatan proyek pembangunan kapal tugboat yaitu, penambahan waktu kerja (lembur) selama 4 jam dan persentase penambahan tenaga kerja 30% yang mengakibatkan penambahan tenaga kerja sebanyak 115 pekerja atau 23 % lebih banyak dari tenaga kerja awal. Alternatif kedua ini menghasilkan durasi dibawah durasi normal, yaitu 387 hari dari durasi awal 434 hari atau 11% lebih singkat dari durasi normal dengan produktivitas optimal sebesar 136,6 kg/hari . Peralatan dan fasilitas galangan sudah memadai untuk mendukung percepatan proyek setelah penambahan tenaga kerja .