cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisa PerbandinganKekuatan Impak, Tarik, Tekuk dan Mikrografi Pada Alumunium 6061 Pasca Pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) dengan Media Pendingin Air Laut dan Air Tawar Ambar Isworo; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.543 KB)

Abstract

Alumunium banyak digunakan dibidang industri karena memiliki keunggulan seperti bobot yang ringan, kekuatan dan kekerasan yang tinggi serta tahan korosi. Proses perlakuan pendinginan merupakan cara paling efektif untuk membuat sifat mekanik dari kekerasan alumunium. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kekuatan impak, tarik, tekuk dan mikrografi dengan variasi pendingin air tawar, air laut dan pendinginan alami alumunium 6061 pada arah pengelasan transversal dengan sudut 60° dengan las tungsten innert gas) dan jenis sambungan single-v butt joint. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa faktor pendinginan setelah proses pengelasan berpengaruh dalam menentukan kualitas pengelasan. Hasil paling baik pada pengujian impak dengan perlakuan pendingin air laut memiliki nilai 0,261 J/mm2. Lalu kekuatan tarik dan nilai regangan tertinggi paling baik pada perlakuan pendingin air tawar, yaitu sebesar 160,53 N/mm2 dan regangan sebesar 25,26 %. Kemudian untuk kekuatan tekuk hasil paling optimal dengan rata-rata tegangan bending yaitu 46,76 N/mm2 pada perlakuan dengan media pendingin air laut. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses pendinginan alumunium setelah melalui proses pengelasan sangat berpengaruh terhadap keuletan dari struktur material yang telah mengalami proses pendinginan dengan media pendingin akan lebih mempercepat laju pendinginan maka akan terbentuk struktur martensit yang kasar dan memiliki sifat yang keras dan getas.
Analisis Variasi Panjang Dan Jumlah Lunas Bilga Terhadap Hambatan, Rolling Dan Wake KM. Horas Nainggolan Dhea Margaretha; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KM. Horas Nainggolan merupakan salah satu kapal pariwisata yang cukup aktif beroperasi di Danau Toba. Dalam meningkatkan performa KM. Horas Nainggolan dibutuhkan adanya modifikasi pemasangan lunas bilga dengan variasi panjang dan jumlah lunas bilga untuk mengetahui hambatan, wake fraction dan rolling pada kapal. Dalam penelitian ini dibutuhkan beberapa tahapan yaitu membuat model kapal lunas bilga, perhitungan hambatan, wake fraction dan rolling dengan menggunakan software perkapalan yang terintegrasi. Dari hasil perhitungan hambatan diketahui bahwa pada fn 0,32 dan fn 0,40, kapal dengan lunas bilga 8 Meter 3 Pasang dan 8 Meter 2 Pasang paling optimal mengurangi hambatan sebesar 20-21% dan 13-14%. Dari hasil analisa wake fraction diketahui bahwa pada fn 0,32 dan 0,40, kapal dengan lunas bilga 10 Meter 3 Pasang dan 8 Meter 3 Pasang dapat mengurangi nilai wake fraction paling optimal sebesar 62-63% dan 43-44%. Pada hasil analisa rolling dapat diketahui bahwa model kapal dengan lunas bilga 6 Meter 1 Pasang dan 6 Meter 2 pasang merupakan model kapal dengan nilai rolling paling kecil. Dari semua model yang ada model kapal dengan lunas bilga 8 Meter 3 Pasang dengan jarak 10 dan 20 cm antar lunas bilga yang paling tidak optimal dalam meningkatkan performa kapal.
ANALISA LEADING EDGE PROTUBRANCES TERHADAP GAYA ANGKAT DAN HAMBATAN PADA KAPAL PATROLI 14 METER DENGAN KONFIGURASI CANARD MENGGUNAKAN METODE CFD Muhammad Saddam Hussein; Deddy Chrismianto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.349 KB)

Abstract

Kapal patroli sebagai salah satu sarana penjaga keamanan wilayah teritorial laut harus memiliki perfomance yang baik. Salah satu performa yang dimaksud adalah hambatan kapal. Terdapat beberapa cara agar hambatan kapal yang timbul dapat dibuat sekecil mungkin, antara lain penambahan foil di bawah lambung kapal. Penambahan foil dalam kasus ini leading edge protubrances ditujukan agar kapal dapat terangkat sehinggga WSA (wetted surface area) dari kapal akan berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai hasil hambatan paling kecil serta gaya angkat paling besar dengan konfigurasi hydrofoil canard dan variasi model foil pada bagian leading edge protuberances yang bentuknya menyerupai sirip ikan paus bungkuk (megaptra novaengliae). Analisa dilakukan menggunakan perangkat lunak komputer berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD), yaitu Tdyn 15.1.01. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari keseluruhan model variasi, model 4L dengan angle of attack 2° mampu menurunkan nilai hambatan total kapal Patroli sebesar 38% dan memiliki kenaikan Lift sebesar 32,137% dibandingkan kapal original pada froude number 0,712.
Optimasi Percepatan Proyek Pembangunan Kapal Kelas I Kenavigasian dengan Metode Pendekatan Analisa Time Cost Trade Off Adelia Muharani; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Joko Sisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.096 KB)

Abstract

Pembangunan sebuah proyek harus diperhitungkan dan dikelola dengan tepat, baik dari segi waktu ataupun dari segi biaya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Karena banyak hal yang memungkinkan terjadinya keterlambatan dalam pembangunan proyek, maka untuk menghindari hal tersebut cara efektif adalah dengan melakukan percepatan. Proyek pembangunan Kapal Kelas I Kenavigasian dipilih sebagai studi kasus karna kapal ini mengalami keterlambatan pengerjaan selama 1 bulan, maka harus dilakukan percepatan agar proyek selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan.Tujuan dari penelitian ini yaitu mencari waktu dan biaya optimal untuk mempercepat durasi proyek.Metode Time Cost Trade off (TCTO) adalah metode yang digunakan dalam analisa percepatan proyek pembangunan kapal ini yang diterapkan pada proses pengerjaan Hull dan Outfitting.Tujuannya yaitu untuk mendapatkan biaya dan waktu optimum setalah dilakukan percepatan.Percepatan dilakukan dengan menambahkan jam kerja (lembur) selama 4 jam dan tenaga kerja sebanyak 7 orang dalam setiap aktifitas.Awal pengerjaan dengan mecari lintasan kritis dari setiap kegiatan menggunakan Microsoft Project 2007, kemudian dari kegiatan dilintasan kritis dihitung crashing program ( crash duration, crash cost dan cost slope).Dari hasil analisa dengan metode Time cost trade Off maka dilakukan percepatan pada kegiatan kritis yang cost slope terendah yaitu pada kegiatan After Hull dan Fore Hull, lalu dari hasil tersebut didapatkan percepatan selama 25 hari, dari total durasi proyek normal 225 hari menjadi 200 hari dengan efisiesi waktu 11,111% dan penambahan biaya sebesar 724.654.211,10 dengan efisiesi biaya 0,3110% .
Analisis Olah Gerak dan Nilai Ekonomis Kapal Landing Craft Tank (LCT) Setelah Dikonversi Menjadi Livestock Carrier (Kapal Ternak) Pratiwi, Ovin Ranica; Manik, Parlindungan; Jokosisworo, Sarjito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.195 KB)

Abstract

Sejak tahun 2015, kapal Landing Craft Tank (LCT) dilarang beroperasi sebagai angkutan penyebrangan. Agar kapal masih tetap dapat beroperasi perlu diupayakan usaha lain sepeti modifikasi atau konversi kapal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengonversi kapal LCT menjadi kapal ternak (Livestock Carrier). Penelitian ini bermaksud untuk melakukan analisis olah gerak kapal sebelum dan sesudah konversi serta analisis ekonomis dari proyek konversi kapal. Peneliti menggunakan software pemodelan 3D dan software seakeeper untuk analisis olah gerak. Hasil dari konversi kapal mengakibatkan perubahan displacement dari 2254,366  ton menjadi 2071,855 ton. Selain itu, perubahan tersebut juga mengakibatkan adanya pergeseran titik berat kapal sehingga mengakibatkan adanya perbedaan olah gerak kapal. Hasil dari analisis olah gerak kapal baik sebelum maupun sesudah konversi telah memenuhi standar olah gerak sesuai dengan jenis kapal tersebut. Kemudian hasil dari analisis ekonomis menunjukkan bahwa proyek konversi kapal mampu mengembalikan biaya modal selama 2,25 tahun. Oleh sebab itu, proyek konversi dari kapal LCT menjadi kapal ternak dapat meningkatkan nilai guna dan ekonomi para pelaku usaha.
Analisis Stabilitas, Olahgerak, dan Engine Propeller Matching Pada Kapal Ro-Ro 1000 GT Akibat Perubahan Bentuk Lambung Monohull Ke Monomaran Utomo Adi Prasetyo; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ro-ro adalah kapal yang memiliki peranan vital dalam menghubungkan akses antar pulau di Indoneisa. Sehingga, dalam pelayarannya kapal ro-ro harus memiliki performa yang optimal. Contoh inovasi dalam meningkatkan performa kapal adalah dengan melakukan modifikasi bentuk lambung kapal. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh performa stabilitas dan olahgerak serta menentukan sistem penggerak yang optimal pada kapal Ro-Ro 1000 GT setelah dilakukan modifikasi bentuk lambung monohull menjadi monomaran. Penelitian ini mengaplikasikan metode perbandingan antara performa pada model monohull dan monomaran dengan perlakuan penetapan nilai  displacement yang sama. Hasil analisis menunjukkan stabilitas pada model monomaran lebih baik dibanding model monohull dengan nilai GZ yang lebih besar disemua kondisi, dan telah memenuhi kriteria stabilitas yang telah ditetapkan. Sedangkan, hasil analisis performa olahgerak menunjukkan bahwa model monomaran memiliki respon heave dan roll yang sama pada sudut masuk air following seas, beam seas, dan head seas. Hasil simulasi menunjukkan variasi propeller dengan match point terbaik untuk mengatasi penambahan hambatan yang terjadi akibat bertambahnya nilai WSA yaitu propeller B-Series dengan variasi nilai P/D 0,95 dan sudut rake 15˚ dengan match point antara kurva engine dan propeller pada 85,45% rated speed dan power dengan daya maksimal 1.062,9 kW pada 100% rpm.
Analisa Kekuatan Tekuk, Kekuatan Puntir, dan Kekerasan Baja S45C Sebagai Material Propeller Shaft dengan Variasi Temperatur Quenching Aldi Tama; Ari Wibawa Budi Santosa; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.372 KB)

Abstract

Dalam proses berputarnya poros propeller, poros menerima bermacam jenis baban yang timbul akibat kombinasi gaya. Beban yang diterima diantaranya beban tarik, beban tekan, dan beban puntir yang terjadi berulang-ulang dan menimbulkan fatigue failure pada material. Heat treatment dilakukan untuk membentuk material menjadi keras, lunak, ulet, dan menghilangkan tegangan sisa bertujuan mengubah sifat material sesuai dengan kebutuhan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kekuatan tekuk, kekuatan puntir, kekerasan material, dan struktur mikro pada baja S45C setelah proses quenching dengan variasi suhu 850°C dan 950°C ditahan selama 20 menit dengan media pendingin oli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen raw material memiliki kekuatan tekuk 1803,88 Mpa, kekuatan puntir 561,40 Mpa, dan nilai kekerasan 190,8 VHN. Spesimen quenching 850°C memiliki kekuatan tekuk 2304,68 Mpa, kekuatan puntir 431,82 Mpa dan nilai kekerasan sebesar 330,9 VHN. Sedangkan spesimen quenching 950°C memiliki kekuatan tekuk 2434,03 Mpa, kekuatan puntir 395,20 Mpa dan kekerasan sebesar 330,9 VHN. Berdasarkan hasil pengujian diatas dapat disimpulan bahwa nilai kekuatan tekuk tertinggi didapatkan dari spesimen quenching 9500C, sedangkan nilai kekuatan puntir tertinggi didapatkan dari spesimen raw material, dan nilai kekerasan vickers tertinggi diperoleh dari spesimen quenching pada kedua suhu uji coba. Pada uji mikrografi spesimen quenching 850°C memiliki fasa ferrite lebih dominan dibanding raw material dan quenching 950°C, sedangkan pada quenching 950°C memiliki fasa perlite lebih dominan dibanding raw material dan quenching 850°C. Berdasarkan hasil eksperimen, semakin tinggi suhu quenching  material akan semakin keras, namun setelah spesimen diberi perlakuan panas  quenching tidak cukup ulet dan tangguh dibanding spesimen tanpa perlakuan panas.  
Kajian Kekuatan Struktur dan Buckling pada Livestock Carrier Catamaran 1500 DWT dengan Metode Elemen Hingga Jeriko Michael Gunadi Siagian; Ahmad Fauzan Zakky; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Livestock Carrier merupakan kapal jenis barang yang berlayar di laut hasil dari proses modifikasi yang ditujukan untuk kebutuhan transportasi ternak dan satwa. Seiring perkembangan penelitian kapal di desain kapal dengan bentuk lambung multihull. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kapal dengan lambung multihull memiliki keunggulan dari segi stabilitas dan kecepatan dibandingkan kapal monohull. Faktor lain yang perlu diperhatikan dalam desain kapal yaitu dari segi kekuatan akibat adanya beban kombinasi bertujuan untuk mengetahui respon struktur pada kapal. Software maxsurf digunakan untuk menganalisa besaran momen dan pembebanan kapal dari setiap kondisi dan software FEM Abaqus/CAE untuk menganalisa besaran respon struktur kapal. Pada hasil kekuatan memanjang  struktur parallel middle body didapatkan hasil tegangan sebesar 13.5 MPa pada kondisi air tenang,47.21 MPa pada kondisi Sagging  dan 19.75MPa pada kondisi Hogging serta deformasi maksimum sebesar 15.48 mm. Perhitungan analisa batas kekuatan maksimum momen lentur vertikal didapatkan sebesar 2.03x108 Nm sehingga hal tersebut mengakibatkan struktur mengalami fenomena buckling. Perlu diperhatikan pengaruh tinggi superstructure kapal dikarenakan pada daerah tersebut terjadi tegangan maksimum. Hasil penelitian ini telah memenuhi syarat regulasi tegangan izin  sebesar 191.59 MPa, sehingga kapal dapat beroprasi di perairan Indonesia yang memiliki tinggi gelombang rata-rata sebesar 4 meter.  
Analisa Tegangan Pada Saluran Pipa Transmisi Gas Bawah Tanah PT. Citra Panji Manunggal Dengan Menggunakan Software Berbasis Elemen Hingga Fahrudin, Hasim Try; Yudo, Hartono; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.584 KB)

Abstract

Besarnya tegangan pipa pada suatu sistem perpipaan menjadi hal yang sangat berpengaruh dalam keamanan operasionalnya, baik instalasi pipa diatas tanah maupun di bawah tanah. Pipa dibawah tanah akan mengalami interaksi dengan tanah, selain itu hal lain yang menjadi perhatian pada pipa bawah tanah adalah pipa crossing atau pipa dibawah jalan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah instalasi pipa sepanjang ± 38 km dengan diameter 12 inch. Analisa statis tegangan pada pipa dilakukan dengan software Caesar II dan ANSYS 19.2. Hasil analisa dengan Caesar II, pada kondisi operasional diperoleh tegangan maksimum yang bekerja pada instalasi pipa sepanjang ± 38 km yakni sebesar 100,5 MPa pada node 1180 dengan tegangan ijin sebesar 322,7 MPa berdasarkan ASME B.31.8. Tegangan pipa di bawah permukaan jalan, dari analisa dengan software ANSYS 19.2 diperoleh tegangan efektif sebesar 103,5 MPa untuk kedalaman 1,5 m. Pipa pada kedalaman 2,0 m memiliki tegangan 102,4 MPa dan kedalaman 2,5 m memiliki tegangan 101,9 MPa. Tegangan ijin dari perhitungan berdasarkan API 102 pada kasus ini sebesar 215,9 MPa. Berdasarkan hasil analisa, pada instalasi sistem perpipaan ini aman karena secara keseluruhan besarnya tegangan berada dibawah tegangan ijin.
Analisa Perbandingan Engine Propeller Matching Antara Single Screw Propeller Dan Twin Screw Propeller Pada Kapal Tanker 6500 DWT Niko Bayu Prasetyo; Untung Budiarto; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal harus memiliki sistem penggerak yang sesuai dengan bentuk lambung kapal, sehingga kinerja sistem propulsi menjadi optimal, modifikasi pada sistem propulsi banyak dilakukan demi memenuhi performa kapal. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi sistem propulsi dengan penambahan propeller baru, yang awalnya baling-baling tunggal mejadi baling-baling ganda.. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan interaksi yang optimal antara sistem penggerak dengan bentuk lambung kapal atau yang biasa disebut dengan Engine Propeller Matching. Penelitian dilakukan dengan mengitung hambatan kapal menggunakan metode holtrop, validasi hambatan dilakukan menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Dilakukan 3 variasi jarak antara center line kapal dengan poros propeller(b)  yang  dicari hambatannya yaitu, 0.2B, 0.175B, dan 0.15B. Setelah didapatkan hambatan kapal dilakukan perhitunagn daya main engine yang akan digunakan, dihasilkan main engine dengan daya 2x1100 HP. Kemudian menghitung thrust dan torque untuk mendapatkan karakteristik tiap propeller, dilakukan validasi thrust dan torque menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD).  Penelitian ini terdapat 3 jenis propeller yang dicari karakteristiknya yaitu, propeller B-series, Kaplan, dan AU. Dari hasil perhitungan dilakukan matching engine propeller dimana didapatkan titik matching terbaik pada propeller jenis AU dengan presentase 90% rated power dan 90% rated speed. Sehingga dipilih propeller jenis AU sebagai propeller baru untuk kapal tanker dengan balling-baling ganda.