cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
ANALISA FATIGUE CRUDE OIL TANKER 306507 DWT BERDASARKAN COMMON STRUCTURAL RULES ( CSR ) OIL TANKER Choirudin, Daris Dwi Nur; Zakki, Ahmad Fauzan; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.934 KB)

Abstract

Kapal menjadi alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut barang dan penumpang dengan jumlah besar. Banyak faktor teknis yang dapat mempengaruhi kinerja kapal dalam berlayar,salah satunya adalah fatigue strength. Penelitian ini dilakukan untuk memperkirakan umur konstruksi dari suatu kapal dengan merujuk pada aturan Common Structural Rules untuk perhitungan umur fatigue .  Analisa yang digunakan adalah analisa beban dinamis untuk mengetahui fatigue life dan letak hotspot kegagalan terbesar pada konstruksi kapal berdasarkan variasi pembebanan pada CSR. Hasil analisa fatigue ya ng  di lakukan dapat diambil kesimpulan bahwa nilai perkiraan umur kapal masih memenuhi standar persyaratan dari  Common Structural Rules, yaitu 25 tahun sebagai batas minimum umur kapal yang di perbolehkan.
Analisis Penyebab Keterlambatan Waktu Bongkar Muat Di Terminal Peti Kemas Semarang (PELINDO III) Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) Aang Munawar Soleh
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pelabuhan menjadi sektor sentral untuk menunjang kegiatan ekspor impor di Indonesia. Tidak baiknya manajemen di pelabuhan menyebabkan dwelling time belum sesuai dengan target yang ditetapkan  pemerintah. Angka dwelling time di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) mencapai 6,95 hari. Sedangkan target yang ditetapkan pemerintah adalah 3 hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab lamanya dwelling time, menganalisis faktor yang menjadi prioritas dalam perbaikan dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk menanggulangi masalah tersebut. Akar permasalahan dapat diketahui menggunakan analisis risiko dengan metode Fault Tree Analysis. Metode Delphi digunakan untuk mendapatkan konsensus dari para pakar dalam menentukan indikator penyebab lamanya dwelling time. Metode Analytical Hierarchy Process digunakan untuk pembobotan dan mengetahui penyebab yang paling prioritas. Pre Customs Clearance, Customs Clearance, dan Post Customs Clearance menjadi tiga tahap yang mempengaruhi dwelling time. Pre Customs Clearance menjadi tahapan yang paling prioritas dalam perbaikan karena memakan waktu 3,05 hari dengan bobot 0,66. Disusul dengan Post Customs Clearance yang memakan waktu 1,88 hari dengan bobot 0,25 dan Customs Clearance 0,97 hari dengan bobot 0,09. Importir menjadi faktor yang paling banyak menyebabkan keterlambatan pada masing masing kategori faktor dengan bobot 0,595 pada Pre Customs Clearance, 0,594 pada Customs Clearance, dan 0,715 pada Post Customs Clearance.
ANALISA KEKUATAN GELADAK KAPAL IKAN KATAMARAN 5 GT BAHAN FIBERGLASS DENGAN MENGGUNAKAN METODE FINITE ELEMENT ANALYSIS (FEA) Handhika, Imam; Mulyatno, Imam Pujo; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.523 KB)

Abstract

Kapal ikan katamaran 5 GT bahan fiberglass yang sangat mudah dalam perawatannya ini masih sangat jarang digunakan di indonesia . Namun jika ditinjau dari sisi lain seperti permasalahan kekuatan geladak kanal katamaran masih perlu dianalisa lebih lanjut untuk meyakinkan kepada para nelayan bahwasanya kapal ikan jenis fiberglass memanglah kuat.. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan analisa kekuatan geladak kanal untuk kapal ikan katamaran dengan menggunakan metode elemen hingga dengan menggunakan MSC. Patran 12.2 dengan variasi analisa torsional, melintang,sagging dan hogging. Dari hasil perhitungan manual dan analisa menggunakan MSC. Nastran menunjukan bahwa pada analisa torsional yang dipengaruhi oleh kondisi air tenang dimana pengaruh hidrostatik pada lambung kapal yang tercelup air sebesar 6,027 N terjadi tegangan sebesar  1,37E+02 N/m2 dan terdapat pada bagian tengah kapal, pada analisa melintang kapal pengaruh hidrostatis sama dengan torsional menunjukan besarnya tegangan terjadi pada geladak kanal kapal sebagai geladak penghubung dua lambung kapal dengan besar tegangan 3,69E+07 N/m2, sedangkan pada analisa sagging dan hogging besarnya tegangan dipengaruhi oleh gelombang trochoid sebesar 0,544 m, sehingga tegangan maksimal pada sagging terjadi pada midship kapal dengan tegangannya sebesar 6,78E+05 N/m2 dan pada analisa hogging besarnya tegangan terjadi pada midhsip kapal dan lebih mengarah pada geladak ruang muat satu sebesar 6,45E+05 N/m2. Dengan tegangan izin BKI sebesar 8,0E+07 N/m2 dan tegangan bahan sebsar 9,87E+07 N/m2, maka kondisi kapal pada muatan penuh pada seluruh kondisi dalam keadaan aman.
Analisa Teknis dan Ekonomis Penggunaan Wind Turbine Sebagai Alternatif Bahan Bakar Kapal Pembersih Gulma Ryan Melpin Silaen; Berlian Arswendo Adietya; Sarjito Jokosiworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.517 KB)

Abstract

Armada kapal sangat bergantung pada bahan bakar minyak. Perairan Danau Toba yang disebut sebagai salah satu destinasi wisata di kotori dengan ada nya eceng gondok ,dengan pertumbuhan eceng gondok yang sangat cepat dapat menutupi aliran Danau Toba untuk itu perlu di lakukan tindakan pembersihan. Berangkat dari permasalahan tersebut, tugas akhir ini mencoba menghadirkan kapal pembersih gulma untuk digunakan dalam pembersihan eceng gondok dengan menggunakan wind turbine untuk mengurangi pemakaian bahan bakar minyak untuk mensuplai kebutuhan daya conveyor . Tujuan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan tipe dan ukuran wind turbine yang optimum serta memiliki biaya investasi yang rendah dan mendapatkan keuntungan ekonomis. Analisis wind turbine yang dilakukan adalah pada kecepatan kapal 8 knot, kecepatan angin 3,03 knot sehingga didapat kecepatan angin yang bekerja pada wind turbine sebesar 8,55 knot dengan sudut serang angin terhadap wind turbine (angle of atta adalah 180 arah angin berlawanan dengan arah kapal. Dari hasil analisa didapatkan wind turbine yang optimum untuk dipasang di kapal adalah tipe sumbu horisontal dengan diameter rotor 1,8 m dengan jumlah yang terpasang sebanyak 2 unit. Dengan menggunakan rumus teoritis didapatkan hambatan yang ditimbulkan wind turbine sebesar 8 kN sehingga mengakibatkan pengurangan kecepatan sebesar 0.406 knot. Dengan total biaya investasi dan operasional awal sebesar Rp 17.836.782 pemasangan wind turbine dapat menghemat biaya sebesar Rp 3.801.600 per tahun.
ANALISA PENGARUH GEOMETRI DAN JUMLAH SUDU TERHADAP PERFORMA WELLS TURBINE Bagus Prasetio; Deddy Chrismianto; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.836 KB)

Abstract

Badan Informasi Geospasial (BIG) menyebutkan, total panjang garis pantai Indonesia adalah 99.093 kilometer, hampir 100 kali panjang Pulau Jawa. Dengan garis pantai yang panjang tersebut, potensi energi ombak sangat besar. Energi yang dihasilkan ombak ini, jika dimanfaatkan tentu bisa menjadi sumber energi yang sangat besar. OWC (Oscillating Water Column) merupakaan salah satu wave converter yang sedang dikembangkan oleh para peneliti di Dunia. Teknologi ini didukung dengan pengaplikasian  Wells Turbine yang digunakan untuk merubah energi kinetik menjadi energi mekanik. Pada penelitian kali ini, peneliti akan menganalisa pengaruh dari bentuk geometri dan jumlah sudu dengan variasi aliran inlet berdasarakan karakteristik perairan Pantai Gunung Kidul. Variasi foil yang digunakan adalah NACA 0010, NACA 0015, NACA 0020, dan NACA 0025 dengan variasi jumlah sudu 6 dan 8. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa turbin berupa gaya, torsi, daya, dan efisiensi turbin pada setiap variasi. Peneliti menggunakan software flow 3d untuk mengetahui kecepatan aliran udara yang melewati ducting dan software Ansys CFX 14 untuk melakukan analisa gaya angkat pada sudu turbin. Berdasarkan hasil analisa, didapatkan bahwa nilai tekanan gelombang tertinggi didapat pada waktu 3,94 detik, sebesar 22.665,60 N/m2 dengan simulasi yang dilakukan selama 40 detik, Nilai kecepatan udara tertinggi yang melewati ducting didapat pada waktu 18,37 detik, sebesar 32,13 m/s, dengan simulasi yang dilakukan selama 20 detik, Nilai gaya tangensial tertinggi dimiliki turbin NACA 0025 dengan jumlah sudu 8 pada kecepatan aliran udara 32,13 m/s, sebesar 15,09 N, Nilai Torsi tertinggi dimiliki turbin NACA 0025 dengan jumlah sudu 8 pada kecepatan aliran udara 32,13 m/s, sebesar 36,21 Nm, Nilai Daya tertinggi dimiliki turbin NACA 0025 dengan jumlah sudu 8 pada kecepatan aliran udara 32,13 m/s, sebesar 3,64 kW, Nilai Efisiensi tertinggi dimiliki turbin NACA 0025 dengan jumlah sudu 8 pada kecepatan aliran udara 32,13 m/s,sebesar 64%, sehingga turbin dengan foil NACA 0025 dan 8 sudu merupakan geometri turbin yang paling optimum digunakan pada pembangkit listrik tenaga gelombang air laut di Pantai Gunung Kidul.
Analisa Perbandingan Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Baja SS 400 Pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) Akibat dengan Variasi Jenis Kampuh dan Posisi Pengelasan Luthfi Isna Saputra; Untung Budiarto; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1354.066 KB)

Abstract

Baja SS 400 tergolong baja karbon rendah, dimana baja karbon rendah merupakan jenis baja yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi dalam berbagai bidang industri. Jenis pengelasan yang tepat sangat dibutuhkan agar sambungan las yang dihasilkan dapat maksimal. Pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) adalah salah satu teknik pengelasan yang banyak digunakan dalam perindustrian dan rangka konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil kekuatan tarik, impak, dan struktur mikrografi dari sambungan las jenis double V-butt joint 60° dan single U –butt joint serta perbedaan posisi pengelasan pada baja SS 400 yaitu posisi 1G (Down Hand) dan posisi 2G (Horizontal). Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor sambungan las dan posisi pengelasan mempengaruhi kualitas sambungan ditinjau dari kekuatannya. Hasil penelitian menunjukkan RAW material baja SS 400 memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 391,02 MPa, rata-rata regangan sebesar 47,71%, rata-rata modulus elastisitas sebesar 6,16 GPa dan harga impak sebesar 2,75 J/mm2. Pengelasan dengan kampuh double V-butt joint dan posisi pengelasan 1G memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 403,26 MPa, rata-rata regangan sebesar 44,93%, rata-rata modulus elastisitas sebesar 6,71 GPa dan memiliki harga impak sebesar 2,39 J/mm2. Pengelasan dengan kampuh single U-butt joint dan posisi pengelasan 1G memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 402,19 MPa, rata-rata regangan sebesar 45,29%, rata-rata modulus elastisitas sebesar 6,42 GPa dan memiliki harga impak sebesar 1,38 J/mm2. Pengelasan dengan kampuh double V-butt joint dan posisi pengelasan 2G memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 403,75 MPa, rata-rata regangan sebesar 42,71%, rata-rata modulus elastisitas sebesar 7,23 GPa dan memiliki harga impak sebesar 2,27 J/mm2. Sedangkan pengelasan dengan kampuh single U-butt joint dan posisi pengelasan 2G memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 401,55 MPa, rata-rata regangan sebesar 45,15%, rata-rata modulus elastisitas sebesar 6,68 GPa dan memiliki harga impak sebesar 1,30 J/mm2. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa baja SS 400 dengan kampuh double V-butt joint posisi pengelasan 2G memiliki kekuatan tarik terbesar dari jenis variasi lainnya. Sedangkan kampuh double V-butt joint posisi pengelasan 1G memiliki harga impak terbesar dari jenis variasi lainnya.
Analisa Pengaruh Panjang Anti-Slamming Bulbous Bow Terhadap Hambatan Total Dan Olah Gerak Kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) Menggunakan CFD Yopi Tri Setiadi; Parlindungan Manik; S Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.822 KB)

Abstract

Anti-Slamming Bulbous Bow (ASB) adalah bulbous bow yang telah dimodifikasi sesuai prinsip Anti-Slamming Bulbous Bow (Mempunyai haluan lebih rendah dari base line kapal). Pada penelitian ini anti-slamming bulbous bow (ASB) divariasikan dengan tida tipe bulbous bow tipe - V (Nabla Type), tipe - 0 (Ellips Type) dan tipe - Δ (Delta Type) serta variasi panjang  Anti-slamming dengan rasio 35%, 30 % dan 25 % dari panjang garis air kapal. Pemodelan kapal dilakukan dengan software Maxsurf dan kemudian dilakukan analisa gerakan menggunakan software Ansys Aqwa, sedangkan analisa hambatan menggunakan software Tdyn. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemasangan Anti-slamming bulbous bow berpengaruh cukup besar  untuk mengurangi terjadinya slamming dan hambatan pada kapal. slamming probability paling baik terdapat pada model C3 dengan menggunakan anti-slamming bulbous bow tipe - Δ (Delta Type) dengan Length Coefficients (CLPR) 0,031, panjang anti-slamming 25% terhadap Lwl dan tinggi anti-slamming 25% terhadap sarat kapal dengan mengurangi  slamming probability sebesar 14,56 % pada  tinggi gelombang 3 meter. Dan hambatan kapal yang paling baik terdapat pada model C1 dengan Length Coefficients (CLPR) 0,018, panjang anti-slamming 35% terhadap Lwl dan tinggi anti-slamming 25% terhadap sarat kapal dengan mengurangi hambatan sebesar 9,14 % dari kapal yang tidak menggunakan anti-slamming bulbous bow,  namun terjadinya slamming belum hilang di beberapa model yang masih berada di atas standar kriteria Nordforks 1987 yaitu sebesar 3%.
PENGARUH KECEPATAN KAPAL TERHADAP GELOMBANG YANG DITIMBULKAN AKIBAT GERAKAN WATER BUS DENGAN BENTUK LAMBUNG KATAMARAN ASIMETRIS DI BANJIR KANAL BARATJAKARTA BERBASIS CFD Abner Herdian Permana Putra; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 1 (2013): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi lingkungan yang semakin buruk akibat polusi udara memunculkan inovasi dalam menciptakan alat transportasi ramah lingkungan. Telah dilakukan penelitian  sebelumnya yaitu perancangan water bus dengan bentuk lambung katamaran asimetris yang memanfaatkan tenaga matahari sebagai energi penggeraknya. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan guna mengkaji pengaruh kecepatan kapal terhadap gelombang yang ditimbulkan akibat gerakan water bus dengan bentuk lambung katamaran asimetris di bajir kanal barat Jakarta dengan menggunkaan paket program CAD (Computer Aided Design) serta CFD (Computational Fluid Dynamics). Dari hasil penelitian  ini akan diketahui kecepatan optimal pada kapal, besarnya nilai tahanan kapal, serta tinggi gelombang yang ditimbulkan akibat gerakan badan kapal pada kondisi kecepatan 1- 6 knot. Perhitungan dan analisa pada penelitian ini menggunakan metode freesurface dan didapatkan kecepatan optimal kapal adalah 5Knot. Besarnya nilai tahanan pada kecepatan 5 knot sebesar  0,421808 kN dan tinggi gelombang yang ditimbulkan akibat gerakan badan kapal berkisar antara 0,3 – 0,4 m.
Analisis Kekuatan Tangki Penyimpanan Crude Oil 38T-104 Berbentuk Silinder dengan Tipe External Floating Roof pada PT Pertamina RU IV Cilacap F Fitriningsi; Hartono Yudo; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.666 KB)

Abstract

Ketersedian lahan pada industri yang dikelilingi oleh bangunan sangat terbatas, sehingga harus bisa memanfaatkan ketersedian lahan secara efisien untuk pengembangan fasilitas industry. Penelitian ini bertujuan untuk mencari nilai tegangan maksimal pada setiap pengurangan diameter tangki Silinder 38T-104 dengan kapasitas 120.000m3 dan pembebanan yang diaplikasi pada model sesuai standar API 650 sehingga bisa menjadi referensi dalam pengembangan perancangan tangki selanjutnya.. Penelitian ini mengunakan software berbasis metode elemen hingga dengan 3 variasi diameter tangki yaitu 84 m, 79 m, 74 m dan 7 variasi beban yaitu hidrostatik, angin, gempa, kombinasi hidrostatik angin, kombinasi hidrostatik gempa, kombinasi gempa angin dan kombinasi semua beban. Standart yang digunakan untuk perhitungan beban adalah SNI 1727:2013 dan SNI 1726:2012. Hasil dari penelitian ni menunjukkan semakin kecil diameter tangki maka tegangan yang dihasilkan semakin kecil dan pelat yang digunakan semakin berat.. Pada pembebanan hidrostatik dan gempa hasil tegangan semakin kecil di setiap pengurangan diameter tangki karena memiliki  tebal pelat yang semakin tebal di setiap course. Sedangkan hasil pembebanan angin memiliki tegangan yang semakin besar disetiap pengurangan diameter tangki karena memiliki beban yang semakin besar. Hasil dari kombinasi semua beban  menunjukan bahwa model variasi 1 dengan nilai tegangan 432 MPa melebihi batas yield strength material dan di anggap berbahaya yang ditentukan dalam standart API 650. 
Optimalisasi Repair Schedule SPOB. Prosper Three 3537 DWT Dengan Critical Path Method Guna Antisipasi Keterlambatan Proyek Astrid Aisya Rahmi; Imam Pujo Mulyatno; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.356 KB)

Abstract

Proyek kapal SPOB. Prosper Three pada reparasi kali ini merupakan proyek reparasi khusus yaitu modifikasi ruang muat. Pekerjaan ini perlu perhatian khusus karena dikerjakan dari awal hingga akhir yang jika mengalami keterlambatan maka menyebabkan keterlambatan total proyek sehingga tidak sesuai dengan kontrak. Data utama yang dibutuhkan dalam penelitian ini berupa master schedule proyek, repair list, kebutuhan tenaga kerja. Langkah awal yang dilakukan ialah analisis pekerjaan yang termasuk ke repir list kapal SPOB. Prosper Three. Lalu penentuan predecessor pekerjaan dan pembuatan network diagram dengan menggunakan metode Critical Path Method dan Software Microsoft Project 2013, pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan diagram network planning, aktivitas sensitif dan jalur kritis proyek, serta penghitungan produktifitas sumber daya terhadap proyek reparasi kapal SPOB. Prosper Three. Hasil crashing menunjukan pengurangan durasi selama 6 hari, dari durasi kontrak 30 hari menjadi 24 hari untuk mendapatkan schedule yang optimal. Pada proyek reparasi kapal SPOB. Prosper Three di PT. Yasa Wahana Tirta Samudera dihasilkan analisis berupa produktifitas manpower sebesar 23 kg/mandays dengan penambahan tenaga kerja sebanyak 51 orang dari 39 orang pada perencanaan dan penambahan jam kerja lembur selama 3 jam.  Adanya penambahan tenaga kerja dan jam kerja lembur menghasilkan penambahan biaya sebesar 1% dan 35 %. Untuk itu dapat dilihat bahwa pengurangan durasi dengan penambahan  tenaga kerja lebih efisien dari penambahan jam lembur dan penjadwalan durasi lebih optimal.