cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisa Hasil Pengelasan Bawah Air Baja A36 Dengan Elektroda Air AWS E7018 Septen Lois Pernandos Manalu
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 3 (2022): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja A 36 merupakan baja karbon rendah yang kadar karbonnya kurang dari 0,3%. Baja A 36 umumnya digunakan untuk pembuatan konstruksi kapal terutama pada lambung kapal. pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) sering digunakan dalam rangka konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan hasil dari uji tarik, uji impak dan hasil uji mikrografi terhadap sambungan las baja A36 menggunakan  elektroda AWS E7018 dengan variasi arus dan kedalaman  terhadap pengelasan bawah air (underwater welding). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen, mulai dari mempersiapkan material, pemotongan material, pengelasan, pembentukan spesimen dan pengujian spesimen di laboratorium. Hasil yang didapat, nilai tegangan tarik pada RAW material  paling tinggi sebsar 516,67, variasi 1m 75A menghasilkan nilai paling rendah yaitu sebesar 419,15 dan variasi 5m 95A merupakan variasi yang mempunyai hasil mendekati RAW sebesar 485,61. Pada uji impak variasi 1m 75A menghasilkan nilai paling kecil yaitu sebesar 233,96, dan variasi 5m 95A menghasilkan nilai yang paling mendekati RAW yaitu sebesar 494,83. Dan pada uji mikrografi variasi 5m 95A merupakan variasi yang paling menyerupai dari RAW material. Kesimpulan menunjukkan bahwa pada pengelasan bawah air dengan kedalaman 5 m dan arus 95A memiliki kekuatan yang lebih besar dari variasi lain dan paling mendekati dengan RAW material.
Optimasi Percepatan Pada Proyek Reparasi KM Fajar Bahari V Dengan Menggunakan Metode Time Cost Trade Off Fadjri Prawiro Utomo Sadewo; Wilma Amiruddin; Kiryanto .
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 2 (2022): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan proyek reparasi KM Fajar Bahari V menghabiskan durasi yang panjang karena keterlambatan pengadaan material serta kurang efektifnya kinerja dari para pekerja galangan tersebut sehingga membutuhkan perencanaan penjadwalan serta pengoptimalan waktu dan produktivitas kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mempercepat waktu penyelesaian proyek dengan penambahan biaya yang optimum terhadap kegiatan yang dipercepat waktu pekerjaannya melalui penerapan alternatif percepatan. Metode Time Cost Trade Off (TCTO) digunakan sebagai solusi untuk mengatasi keterlambatan, yaitu metode penjadwalan proyek dengan melakukan pertukaran waktu dan biaya Metode ini akan diterapkan pada reparasi Kapal KM Fajar Bahari V dengan alternatif percepatan yang diterapkan dengan menambah jam kerja dan menambah tenaga kerja. Hasil analisa dengan metode Time Cost Trade Off didapatkan hasil bahwa pada reparasi KM Fajar Bahari V dilakukan percepatan selama 6 hari, dari total durasi proyek yang rencananya selama 20 hari menjadi 14 hari dengan efisiensi waktu 30% dan penambahan biaya sebesar 0,58% yaitu Rp. 9.150.000,00
Perancangan Kapal Pariwisata Pada Kawasan Danau Toba Dengan Bentuk Lambung Monohull Berbahan Unplastizied Poly Vinyl Chloride (uPVC) Harry Immanuel Pangaribuan; Ahmad Fauzan Zakki; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 2 (2022): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pariwisata yang terjadi di Danau Toba meningkatkan perkembangan transportasi perairan Di Danau Toba, sebagian besar lambung kapal berbahan kayu. Untuk menambah keanekaragaman kapal pariwisata, pembuatan jenis kapal baru dengan  lambung monohull berbahan uPVC. Kelebihan dari penggunaan pipa PVC yaitu bernilai lebih ekonomis serta lebih menguntungkan untuk diinvestasikan dari segi IRRnya. Pemilihan bahan uPVC pada penelitian ini karena lebih elastis, tidak mudah rusak, lebih kuat dan keras jika dibandingkan dengan pipa PVC, serta uPVC berbentuk lembaran sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang kapal pariwisata dengan bentuk lambung monohull berbahan uPVC, dan menjadikan material uPVC sebagai alternatif dalam pembuatan kapal. Penelitian ini menemukan bahwa kapal monohull berbahan uPVC yang dirancang memiliki ukuran uatama kapal LPP 14,79 m, tinggi 2,00 m, lebar 4,5 m, sarat 0,7 m, CB 0,6, dengan kapasitas penumpang maksimal 40 orang. Analisis tegangan struktural kapal menggunakan software FEM didapatkan 3,393 MPa pada kondisi air tenang, 2,129 MPa pada saat kondisi sangging, 3,422 MPa pada kondisi hogging. Hasil nilai tegangan kapal ini masih berada dibawah nilai tegangan izin uPVC yaitu sebesar 3,45 MPa, sehingga dianggap aman untuk beroperasi pada kawasan Danau Toba.
Analisis Tubrukan Pada Haluan Kapal SPOB ADELINE 1459GT Dengan Oil Tanker MT Kuang 5263GT Menggunakan Elemen Hingga Joevero Risqy Suvica; Ahmad Fauzan Zakki; Samuel Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 3 (2022): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubrukan merupakan pertemuan antara dua benda dalam sesuatu peristiwa,dimana dalam tubrukankapal dapat menimbulkan terbentuknya deformasi sampai robeknya lambung kapal. Penelitian tubrukanhaluan kapal SPOB ADELINE 01 1459 GT dengan lambung kapal MT. KUANG 5263 GT menggunakanmetode elemen hingga dengan software Abaqus 6.14. Penelitian ini menggunakan 2 variasi sudut dan 3 variasikecepatan. Ketebalan pelat yang digunakan yaitu 10 mm, dengan variasi kecepatan 3 knot, 4 knot dan 6 knotsedangkan variasi sudut 30° dan 90°. Besar energi kinetik yang dihasilkan dalam masing-masing kecepatandengan variasi sudut 30° secara berturut - turut 2.3346x106 ????, 4.0565x106 ???? ,dan 9.0187x106 ???? sedangkanuntuk variasi sudut 90° secara berturut – turut 2.3469x106 ????, 4.1174x106 ???? dan 9.0680x106 ???? . Analisa unutuknilai von misses maksimum pada kecepatan 3 knot adalah 3.90E+08, dan 3.94E+08 pada kecepatan 4 knot4.04E+08 dan 4.05E+08 dan pada kecepatan 6 knot 4.21E+08, dan 4.37E+08. Hasil analisa menunjukkankerusakan pada badan kapal akan bertambah dengan bertambahnya kecepatan dan arah sudut 90° menjadisudut termaksimal. Sehingga dengan ditambahkannya kecepatan dan keadaan tubrukan kearah sudut 90° akanmemberikan kerusakan dan deformasi yang terbesar pada kapal.
Implementasi Project Evaluation and Review Technique (PERT) Pada Penjadwalan Reparasi Kapal KMP Royal Nusantara Amaytana Cindy Armela; Wilma Amiruddin; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 2 (2022): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reparasi kapal perlu dilaksanakan agar kelayakan kapal dapat dipertahankan sehingga kapal dapat terus beroperasi maksimal. Pelaksanaan reparasi kapal memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Kapal KMP Royal Nusantara merupakan kapal berjenis Ro Ro Passenger yang direncanakan melaksanakan reparasi selama 25 hari, namun realisasinya terjadi keterlambatan sehingga kapal selesai direparasi setelah 42 hari. Keterlambatan dalam proyek dapat diminimalisir dengan cara menyusun perencanaan proyek. Tujuan penelitian ini adalah membuat evaluasi terhadap penjadwalan reparasi KMP Royal Nusantara agar nantinya dapat meminimalisir keterlambatan. Penelitian ini menggunakan metode PERT dan crashing project untuk mempercepat penjadwalan proyek. PERT merupakan metode perencanaan proyek menggunakan distribusi peluang berdasarkan tiga perkiraan waktu untuk setiap kegiatan, antara lain waktu optimis, waktu pesimis, dan waktu realistis. Perhitungan crashing project penelitian ini menggunakan alternatif percepatan penambahan waktu lembur selama 4 jam serta penambahan tenaga kerja sebanyak 30% dari tenaga kerja semula. Kedua alternatif percepatan menghasilkan percepatan penjadwalan proyek yang sama yaitu  dari perencanaan awal selama 25 hari menjadi 22 hari. Hasil perhitungan menggunakan metode PERT didapat kemungkinan keberhasilan proyek dipercepat menjadi 22 hari adalah sebesar 81,33%. Perhitungan  jam orang atau manhour menunjukkan peningkatan manhour setelah penambahan tenaga kerja sebanyak 29,32% dan peningkatan manhour setelah penambahan jam kerja sebanyak 51,11%
Analisa Kekuatan Material Aluminium Daur Ulang Dari Bahan Velg dan Piston Motor sebagai Bahan Komponen Jendela Kapal Bagus Siwi Nugroho; Untung Budiarto; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 2 (2022): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium merupakan material yang biasa digunakan dalam bidang industri perkapalan. Aluminium dipilih karena ringan, memiliki hantaran listrik dan kemampuan pengelasan yang baik. Sehingga banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang menimbulkan sampah cukup besar. Banyaknya sampah alumunium bekas mendasari saya menyusun penelitian untuk mendaur ulang alumunium bekas menjadi bahan perlengkapan kapal. Penelitian ini membandingkan hasil tarik dan impak sesuai dengan kriteria standar BKI Vol V Sec 10 Aluminium Alloys dan ASTM E23. Tujuannya untuk menganalisa hasil kekuatan tarik dan impak, serta kandungan komposisi alumunium daur ulang pada spesimen menggunakan bahan daur ulang dengan metode cetakan pasir. Hasil dari penelitian didapatkan kekuatan rata-rata terbesar dari pengujian tarik sebesar 247,39 Mpa saat paduan komposisi 100% velg, regangan rata-rata terbesar terjadi pada paduan 100% piston sebesar 4,31 Mpa sementara modulus elastisitas terbesar pada paduan 100% velg sebesar 7,84 Gpa. Pengujian impak didapatkan kuat impak rata-rata terbesar pada paduan 100% velg sebesar 0,618 Mpa. Pada uji komposisi dengan lima variasi menunjukkan paduan 50:50 Al 88,14%, 25:75 Al 85,15%, 75:25 Al 87,84%, 100% piston Al 83,93% dan 100% velg 89,46%. Hasil ini sesuai dengan standar pengujian tarik BKI bahwa semakin besar kandungan alumuniun maka semakin besar pula nilai dari pengujian tarik dan impak.
Analisis Dan Simulasi Kerusakan Haluan Kapal MT. Kuang 6500 DWT Akibat Tubrukan Dengan Dermaga Wharf Menggunakan Metode Element Hingga Faiq Fachri Assaify; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 3 (2022): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubrukan merupakan pertemuan antara dua benda dalam sesuatu peristiwa,dimana dalam tubrukan kapal dapat menimbulkan terbentuknya deformasi sampai robeknya lambung kapal. Penelitian tubrukan lambung MT. KUANG 6500 DWT dengan wharf menggunakan metode elemen hingga dengan software Abaqus 6.14. Penelitian ini menggunakan 3 variasi sudut dan 3 variasi kecepatan. Nilai ketebalan pelat yang digunakan yaitu 10 mm, dengan variasi kecepatan 10 knot, 5 knot dan 2 knot sedangkan variasi sudut 30, 60, dan 90. Besar energi kinetik yang dihasilkan dalam masing-masing kecepatan secara berturut - turut 1.2791×E8 J, 3.1979×E7 J ,dan 5.1167×E6 J sedangkan hasil Analisa unutuk nilai von misses maksimum pada kecepatan 10 knot adalah 3.96×E8 J,3.65×E8 J, dan 3.43×E8 J sedangkan pada kecepatan 5 knot  3,36×E8 J, 3,28×E8 J dan 3,27×E8 J dan pada kecepatan 2 knot 3,21×E8 J, 3,14×E8 J, dan 3,10×E8 J. Hasil analisa menunjukkan kerusakan pada badan kapal akan bertambah dengan bertambahnya kecepatan dan arah sudut 90 menjadi sudut termaksimal.Sehingga dengan ditambahkannya kecepatan dan keadaan tubrukan kearah sudut 90 akan semakin memberikan kerusakan pada badan kapal saat tubrukan.
Analisa Pengaruh Parameter Jarak Partikel, Angka CFL, dan Koefisien Artificial Viscosity Terhadap Akurasi Pemodelan Gelombang dengan SPH Ilham Abror; Andi Trimulyono; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 2 (2022): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika fluida komputasi telah banyak digunakan dalam proses pembuatan kapal. Banyak metode untuk menganalisis fluida secara komputasi. Salah satunya dengan menggunakan metode SPH yang kerap digunakan dalam dunia kemaritiman untuk menganalisa tentang fluida. Dalam SPH medium tangki yang digunakan biasanya berukuran medium dengan jumlah gelombang 3 – 4. Sehingga beberapa variabel tidak cocok untuk digunakan dalam kasus gelombang panjang yang jumlah gelombangnya melebihi 4 dan tengki yang yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan parameter yang cocok untuk long distance propagatioan. Penelitian ini akan membahas kesensitifan parameter dp, CFL, dan koefisien artificial viscosity. Untuk nilai dp yang cocok digunaka adalah rentang 3-6mm, CFL dengang rentang nilai 0.2 dan koefisien artificial viscosity 0.001. Sehingg dapat disimpulkan bahwa nilai dp, CFL, dan koefisien artificial viscosity sangat berpengaruh pada simulasi numerik gelombang long distance propagation.
Analisa Respon Tegangan Lokal Rantai Jangkar pada Kapal Perintis 1200 GT di Perairan Kepulauan Seribu Arfan Abdul Ghofur; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 3 (2022): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengoptimalkan potensi maritim Indonesia dibutuhkan armada kapal yang memiliki performa dan safety yang mumpuni untuk menghadapi lautan dalam berbagai kondisi. Salah satu system pendukung tersebut adalah sistem mooring yang memiliki komponen utama jangkar berserta rantainya, yang mana rantai berfungsi sebagai peralatan penghubung antara kapal dengan jangkar. Dengan adanya jangkar dan rantai kapal ini, ketika kapal berlabuh ataupun sandar kapal tidak akan berpindah tempat karena hembusan angin, arus ataupun gelombang, tetapi pada kenyataannya, masih terdapatnya beberapa kasus putusnya rantai jangkar kapal akibat diterjang gelombang laut. Hal tersebut menjadikan latar belakangan penelitian mengenai kekuatan struktur rantai jangkar, dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan dari struktur rantai jangkar akibat adanya beban lingkungan pada perairan Kepulauan Seribu. Metode yang digunakan menggunakan software berbasis metode elemen hingga. Pada penelitian ini berdasarkan beban lingkungan yang aplikasikan terhadap rantai jangkar, daerah kritis terjadi pada daerah antar sambungan dengan tegangan maksimal 488,49 MPa pada komponen swivel pada sudut interlink rantai 0 ̊. Nilai deformasi terbesar 1,022 pada komponen enlargelink di sudut interlink rantai jangkar 4 ̊. Tegangan yang terjadi pada masing-masing variasi pembebanan masih dibawah nilai yield strength pada material yang digunakan  yaitu 680 MPa dengan nilai safety factor terkecil 1,39.  
Pengaruh Natrium Clorida, Asam Sulfat dan Air Laut terhadap Laju Korosi Baja SS 400 sebagai Bahan Material Kapal dengan Metode Weight Loss Alaik Farhan Maulidi; Sarjito Joko Sisworo; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 3 (2022): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja merupakan salah satu material digunakan pada industri perkapalan yang memiliki fungsi sebagai material pokok. Penggunaan baja sebagai material pokok pembuatan kapal perlu dikaji lebih dalam terkait pengaruh media korosif terhadap laju korosi baja tersebut. Manfaat penelitian ini dapat membantu sumbangan pemikiran mengenai pengaruh waktu dan media korosif terhadap laju korosi material Baja SS 400 sebagai aplikasi bahan material kapal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju korosi dengan metode kehilangan berat (Weight Loss) sesuai dengan ketentuan dari ASTM G31-72 dengan menggunakan perbedaan waktu dan media korosif yang berbeda. Spesimen yang diuji adalah Baja SS 400 sebagai material yang digunakan dalam Marine Application. Media korosif yang digunakan adalah NaCl (Natrium Clorida) dan H2SO4 (Asam Sulfat) dengan kadar 3,5% yang biasa digunakan sebagai air laut sintetis serta pada media korosif air laut dalam variasi waktu 168 jam dan 504 jam. Hasil penelitian berdasarkan pengujian menunjukkan air laut memiliki laju korosi lebih besar dibanding NaCl dan H2SO4 dengan rata-rata 0.2930 mmpy dalam waktu 504 jam dan 0.1425 mmpy dalam waktu 168 jam. Sedangkan NaCl dan H2SO4 masing-masing memiliki laju korosi 0.0132 mmpy dan 0.0380 mmpy pada waktu 168 jam serta 0.1508 mmpy dan 0.0552 mmpy pada waktu 504 jam. Foto makro menunjukkan adanya korosi terhadap Baja SS 400 setelah di lakukan pengujian laju korosi dengan Stereozoom Microscope.