cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisa Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Reparasi dengan Metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Penjadwalan Ulang dengan Critical Path Method (CPM) pada Kapal MT. Alice XXV di Galangan Semarang Sri Wahyuningsih; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Joko Sisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek reparasi MT. Alice XXV yang direncanakan selesai dalam 22 hari, namun dalam pelaksanaan lapangan proyek reparasi tersebut selesai dalam 33 hari. Sehingga proyek reparasi mengalami keterlambatan, metode untuk mendapat penyebab keterlambatan proyek reparasi yaitu Fault Tree Analisis (FTA). Selanjutnya menganalisa penjadwalan ulang dengan Critical Path Method (CPM). Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan faktor penyebab keterlambatan proyek reparasi kapal dan mendapatkan penjadwalan ulang dengan alternatif penambahan jam kerja dan alternatif penambahan tenaga kerja. Hasil analisa FTA mendapatkan basic event penyebab utama keterlambatan proyek reparasi yaitu penggunaan peralatan secara berlebihan dengan probabilitas sebesar 0,009321. Hasil penjadwalan ulang diperoleh percepatan dengan alternatif penambahan jam kerja (lembur) selama 4 jam, mengalami percepatan durasi 21,25% atau 6 hari lebih cepat dari durasi normal 33 hari menjadi 27 hari dan penambahan biaya sebesar 13,97% yaitu Rp. 93.000.000,00. Sedangkan percepatan dengan alternatif penambahan tenaga kerja mengalami percepatan durasi 25% atau 6 hari lebih cepat dari durasi normal 33 hari menjadi 27 hari dan penambahan biaya sebesar 1,35% yaitu Rp. 82.700.000,00. Sehingga dapat disimpulkan penjadwalan dengan alternatif penambahan tenaga kerja lebih efektif dan biaya tambahan yang dikeluarkan tidak terlalu besar.
Studi Perancangan Kapal Tanker 18500 DWT Dengan Rute Pelayaran Tanjung Priok-Makassar Anugrah Hasian H
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Makasar menjadi salah satu kota metropolitan dengan pusat pelayanan KTI, dimana Makasar pemegang peran sebagai pusat perdagangan, jasa, pusat pemerintahan, logistic, transportasi dan kegiatan industial berada. Menjadikan Makassar menjadi salah satu kota dengan angka konsumsi bahan bakar tertinggi di Kawasan Sulawesi dan salah satu yang tertinggi di Indonesia. Berdasarkan latar belakang yang demikian, maka diperlukannya supply chan yang tetap dmi menjaga keseimbangan dan distribusi bahan bakar terkhususnya di Kota Makassar, maka dari itu penting adanya kapal tanker yang dapat menjadi pemenuh supply chain dan dengan kapasitas yang dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk kota Makasar. Dari penelitian ini didapatkanlah hasil perancangan kapal Tanker dengan ukuran 18500 DWT dengan LPP 136,03 m, B 22,79 m, H 12,43 m, T 9,28 m, CB 0,79 dengan V 11,25 knot. Dimana dari penelitian ini diketahui kapal Tanker dengan 18500 DWT memiliki nilai hambatan pada lambung kapal sebesar 205,7 KN dan memiliki stabilitas yang sesuai dengan kriteria stabilitas menurut standard IMO sehingga dianggap aman dalam melakukan pelayaran dan distribusi dengan rute Tanjung Priok-Kota Makasar (762 Nautical Mile).
Analisa Olah Gerak Ponton Prisma Segi Enam Dengan Penambahan Heaving Plate Berbentuk Hexagon Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler berbasis Wireless Yohana Krisyanti Simanjuntak; Eko Sasmito Hadi, ST, MT; Ari Wibawa Budi Santosa ST, MSi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPonton merupakan salah satu struktur terapung yang bisa mengapung sendiri dan dapat menanggung beban berat dikarenakan ponton memiliki daya apung, sehingga ponton menjadi salah satu cara untuk mengatasi masalah kebutuhan listrik masyarakat dengan memanfaatkan energi dari gelombang air laut. Energi gelombang air laut akan dikonversikan menjadi energi listrik. Pengujian ini biasa dilakukan di laboratorium yang memanfaatkan model atau prototype sebagai sarana uji, salah satunya Laboratorium Hidrodinamika Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro. Penelitian ini akan menganalisa olah gerak ponton menggunakan variasi dari heaving plate, tinggi spar dan gelombang yang berbeda. Penambahan heaving plate ini diharapkan dapat menstabilkan perilaku olah gerak dari ponton dengan mengurangi efek gerak heaving.  Penelitian ini dilakukan dengan bentuk heaving plate hexagon dengan menggunakan alat Arduino untuk mikrokontroler, sensor MPU untuk mengetahui pitch dan roll, sensor HS-SR04 untuk mengukur tinggi gelombang dan heaving, load cell dan alat HX711 untuk mengetahui beban yang dihasilkan oleh heaving plate serta menggunakan XBee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC (wireless).  
Analisa Pengaruh Penerapan Coating dan Variasi Ukuran Grit Aluminium Oxide pada Proses Blasting Terhadap Ketahanan Laju Korosi dan Daya Rekat Adhesi Jihan Alldzi Khoir; Untung Budiarto; Ocid Mursid
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan masalah yang sering dihadapi pada industri manufaktur termasuk industri galangan kapal. Guna melindungi logam material seperti baja untuk melakukan pencegahan terhadap korosi yaitu dilakukannya proses pengecatan atau painting. Pengecatan yang dilakukan pada industri kapal sangat bergantung pada tingkat kebersihan permukaan material. Proses blasting merupakan proses pembersihan yang lazim digunakan di industri galangan kapal yang memakai metode penembakan partikel ke suatu permukaan material sehingga menimbulkan gesekan. Salah satu material abrasif yang digunakan pada industri galangan kapal yaitu aluminium oxide. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbandingan variasi aluminium oxide dengan ukuran grit 60, grit 80, dan grit 100 terhadap kekuatan adhesi, kerekatan, dan laju korosi pada plat baja ASTM A36. Pengujian kekuatan adhesi menggunakan metode pull-off test, pengujian kerekatan menggunakan metode x-cut test, dan pengujian laju korosi dengan metode elektrokimia. Hasil pengujian kekuatan adhesi menggunakan metode pull-off test menghasilkan kekuatan adhesi paling besar yaitu 12,53 Mpa dengan variasi ukuran grit 60. Hasil pengujian kerekatan pada ketiga ukuran variasi grit aluminium oxide menggunakan metode x-cut test menghasilkan kerekatan dengan level 0 dapat disimpulkan bahwa tidak ada coating yang terkelupas. Pengujian laju korosi dengan metode elektrokimia menghasilkan bahwa semakin kecil ukuran grit aluminium oxide yaitu grit 60 laju korosinya semakin rendah setelah dilakukannya pengecatan.
Analisa Olah Gerak Ponton Dengan Penambahan Heaving Plate Berbentuk Segitiga Pada Gelombang Reguler Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamics (CFD) Arie Prasetyo; Eko Sasmito Hadi; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan teknologi bangunan apung salah satunya adalah menggunakan ponton. Ponton ini digunakan untuk mengonversi gelombang laut dan energi gelombang yang ditangkap tersebut dapat dikonversi menjadi energi lain, serta gerakan ponton juga menghasilkan nilai olah gerak tertentu. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan analisa pengaruh dari ditambahkannya heaving plate dengan struktur tiang penghubung yang disebut spar terhadap nilai olah gerak ponton. Penelitian ini dilakukan dengan metode simulasi pada software CFD berupa analisa olah gerak dengan variasi 4 ukuran heaving plate, 2 variasi gelombang, sarat (draft) ponton, serta 2 variasi ketinggian spar. Nilai olah gerak heaving paling besar terjadi pada ponton dengan variasi heaving plate 265 spar 67 pada gelombang 2 di sarat 50 mm, dengan nilai sebesar 11,688 mm/mm. Nilai  pitching terbesar terjadi pada ponton dengan variasi heaving plate 265 spar 67 pada gelombang 2 di sarat 50 mm, dengan nilai sebesar 7,79o/mm. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penambahan heaving plate dan spar yang dipengaruhi oleh sarat ponton, gelombang, serta ketinggian spar akan memperbesar nilai respons olah gerak pada gerakan heaving dan pitching.
Analisa Teknis Kapal Ikan Tradisional Jatipurwo Bentuk Lambung Monohull 7,86 Meter Hafidz Affan Ash-Shafly; Dr. Eng. Hartono Yudo, ST.MT.; Ocid Mursid, ST, MT
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal ikan yang digunakan nelayan di wilayah Jatipurwo, mayoritas masih menggunakan kapal ikan tipe tradisional. Desain kapal ikan yang dibuat pengrajin di Jatipurwo, masih menggunakan cara kearifan budaya lokal, sehingga memungkinkan terjadinya beberapa perbedaan karakteristik teknis dalam tinjauan akademiknya. Dalam penelitian yang dilakukan, dimulai dengan pencarian data di Jatipurwo dengan melakukan wawancara dan melakukan pengukuran untuk data kapal. Selanjutnya, data tersebut diinput menggunakan aplikasi perangkat lunak Maxsurf Modeller lalu dilakukan analisa dari segi teknis meliputi hambatan, stabilitas, olah gerak kapal menggunakan software Maxsurf Resistance, Maxsurf Stability, dan Maxsurf Motion. Dari hasil penelitian ini, kapal ikan Tradisional Jatipurwo 3 GT yang dianalisis dapat melaju pada kecepatan 7 knot dan hambatan total sebesar 2,8 kN. Nilai stabilitas dilihat dari hasilnya, masih memenuhi kriteria standar IMO. Nilai olah gerak yang dihasilkan masih memenuhi standar Tello. Pada kecepatan 0 knot, heaving terbesar terjadi pada  wave heading 0⁰ dan 180⁰ sebesar 0.313 deg, , rolling terbesar terjadi pada wave heading 90⁰ yaitu 0,85 deg, pitching terbesar terjadi pada wave heading 0⁰ yaitu 0,54 deg. Pada kecepatan 7 knot, heaving terbesar terjadi pada wave heading 90⁰ dan 180⁰ yaitu 0,314 deg, rolling terbesar terjadi pada wave heading 90⁰ yaitu 0,85 deg, pitching terbesar terjadi pada wave heading 180⁰ yaitu 0,54 deg .
Analisis Pengaruh Variasi Ukuran Steel Grit pada Proses Blasting Terhadap Laju Korosi dan Daya Rekat Adhesi Coating pada Baja ASTM A36 Irsa Prabowo; Untung Budiarto; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja secara luas digunakan sebagai komponen plat utama, di dalam industry perkapalan namun material baja didalam kapal sangat rentan terhadap serangan korosi yang dapat menurunkan kualitas material.. Pengendalian korosi plat baja dilakukan dengan pengecatan atau coating.Surface Preparation adalah perawatan tahap pertama yang penting dari baja sebelum (coating, painting, dll).Sandblasting merupakan salah satu metode dari surfacepreparation untuk membersihkan permukaan material dari kotoran berupa karat, cat dan sebagainya. Sandblasting dalam industri galangan kapal dilakukan dengan penyemprotan material yang bersifat abrasif yang salah satunya menggunakan steel grit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganilisis kekuatan adhesi, laju korosi, dan ketahanan lapisan plat baja ASTM A36 dengan mengetahui perbandingan dari varisasi ukuran mesh steel grit ukuran mesh 10/20, mesh 20/30, dan mesh 30/60. Pada pengujian daya adhesi menyatakan bahwa semakin besar kekasaran permukaan maka akan semakin kuat daya lekat pada coating daya kekuatan rekat lapisan coating didapat sebesar15,08 Mpa dengan menggunakan ukuran mesh Steel Grit 10/20. Pada pengujian laju korosi dengan menggunakan metode elektrokimia bahwa, ukuran mesh Steel Grit tidak mempengaruhi adanya penghambatan laju korosi setelah dilakukan pelapisan painting. Dari hasil pengujian laju korosi pula bahwa semakin tebal coating tidak menjamin bahwa pelapisan tersebut bisa melindungi dengan sempurna. Bahkan bisa sebaliknya semakin tebal suatu pelapisan painting maka akan memiliki resiko cacat coating lebih besar.
Analisa Perancangan dan Analisa Prototype Foldable Hovercraft “Mini Strada” Menggunakan Software Cfd untuk Matching dengan 2 Mesin Gx200 sebagai Penggerak Utama Heri Setiawan; Dr. Eng. Hartono Yudo, ST.MT.; Dr. Eng Deddy Chrismianto, ST, MT
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Foldable hovercraft adalah salah satu jenis hovercraft yang berukuran kecil (1-2 penumpang) dan bisa dibongkar-pasang agar mudah dalam perawatan dan tidak memakan tempat saat dibawa bepergian. Dari jenisnya yang dapat dibongkar-pasang hovercraft ini digunakan untuk kebutuhan hiburan. Penulis merancang desain foldable hovercraft dengan spesifikasi bobot muatan 1 orang, jenis body rangka bisa dipreteli dan skirt bag terpisah, hovercraft ditenagai 2x mesin honda Gx200 dengan konfigurasi pararel yaitu mesin menggerakkan ducted fan untuk mensuplai sistem angkat (lifter) dan sistem dorong (thruster) secara bersamaan. Perancangan didasarkan dari pengoptimalan matching mesin GX200 dan kipas penggerak utama dalam torsi dan rpm. Perancangan, perhitungan dan simulasi dibantu software Autodesk Autocad, Autodesk Inventor,Autodesk CFD. Output dari perancangan adalah data umum: berat total 120 kg, material kerangka pipa alumunium, material ducted propeller dari fiber composit, material skirt dari terpal. Data performa adalah: tinggi angkat skirt sebesar 7,33 mm @2000 rpm, output thrust maksimal sebesar 31,88 N @4000 rpm, percepatan maksimal hovercraft 0,265 m/s2 @4000 rpm, dan kecepatan maksimal hovercraft 20,32 km/jam @4000 rpm.
Analisa Kinerja Kapal Tradisional Nelayan Demak 6,32 Meter Menggunakan Maxsurf Tri Winarto; Dr. Eng. Hartono Yudo, ST.MT.; Ocid Mursid, ST, MT
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal tradisional nelayan Demak atau sering disebut kapal Sopek masih dibuat dengan metode warisan turun-temurun tanpa terpengaruh teori bangunan kapal modern. Pengrajin kapal tersebut masih menggunakan kearifan budaya lokal dengan acuan panjang lunas dalam penentuan besar kapal yang dibuat tanpa kajian dari ilmu akademik. Akibatnya perhitungan GT berbeda-beda pada ukuran yang sama. Sehingga diperlukan pendekatan akademik melalui analisa hambatan kapal, stabilitas kapal, dan olah gerak kapal. Sebelum dianalisa juga dilakukan pengumpulan data berdasar data ukuran yang sudah ada untuk dimasukkan  dalam perangkat lunak Maxsurf Modeller sehingga diperoleh model kapal yang diuji pada perangkat lunak Maxsurf Resistance, Maxsurf Stability, serta Maxsurf Motion. Kapal Sopek 0,47 GT dengan mesin Dong Feng S1115 TT daya 24 HP dapat melaju pada kecepatan 8 knot dengan hambatan total 2,1 kN. Nilai GZ yang dihasilkan pada uji stabilitas kondisi I-IV masih memenuhi standar IMO. Nilai seakeeping pada tinggi gelombang 1,25 meter lebih besar daripada tinggi gelombang 0,75 meter namun masih memenuhi standar Tello. Pada kecepatan 0 knot, heaving terbesar terjadi pada wave heading 00, 450, 900, 1350, 1800 yaitu 0,066 m/s2, rolling terbesar terjadi pada wave heading 900 yaitu 0,55 deg, pitching terbesar terjadi pada wave heading 00 yaitu 0,43 deg. Pada kecepatan 8 knot, heaving terbesar terjadi pada wave heading 1800 yaitu 0,149 m/s2, rolling terbesar terjadi pada wave heading 1350 yaitu 0,67 deg, pitching terbesar terjadi pada wave heading 00 yaitu 0,93 deg. Kapal ini layak pakai berdasar standar IMO dan standar Tello.
Reschedule Repair Kapal SPOB Akra 80 dengan Menggunakan Critical Path Method (CPM) Fatkhur Rohman; Untung Budiarto; Muhammad Luqman Hakim
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proyek pekerjaan galangan kapal seringkali mengalamai keterlambatan dalam pelaksanannya yang mengakibatkan kerugian pada pihak galangan maupun owner kapal. Metode jalur kritis dan network diagram merupakan metode yang dapat membantu mengoptimalkan proses penyusunan jadwal pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh main schedule, network diagram atau network planning yang lebih optimal, agar diperoleh jalur kritis dan crashing yang dapat diterapkan dari pekerjaan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode jalur kritis atau critical path method dalam analisis reschedule repair kapal SPOB Akra 80 yang melakukan perbaikan ulang di galangan kapal dari PT Dok. Bahari Nusantara, Cirebon. Proyek SPOB Akra 80 ini dilakukan selama 20 hari kerja, namun setelah dilakukan crashing pada pekerjaan tertentu dan khususnya pada 2 pekerjaan yang berada dalam jalur kritis, dengan melakukan penambahan tenaga kerja, proyek reparasi ini dapat dikerjakan selama 18 hari kerja, sehingga menghasilkan penurunan biaya keseluruhan pada proyek reparasi sebesar 4,55% dari biaya yang semula Rp. 145.860.000 menjadi Rp. 139.230.000. Dalam perhitungan produktivitas penelitian ini befokus pada pengerjaan pengecatan AF pada bottom area, dengan biaya sebelum crashing Rp. 2.340.000 dan setelah dilakukannya crashing 2 hari tidak terjadi penurunan biaya apapun. Hal ini disebabkan karena pekerjaan yang semula sebanyak 3 hari kerja menjadi 1 hari kerja dengan penambahan tenaga kerja sejumlah 12 orang dikarenakan crashing 2 hari yang telah mengurangi durasi keseluruhan pekerjaan.