cover
Contact Name
Arwana Jurnal
Contact Email
jurnal.arwana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.arwana@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian Universitas Almuslim. Jln. Almuslim Matangglumpangdua, Bireuen-Aceh email: jurnal.arwana@gmail.com
Location
Kab. bireuen,
Aceh
INDONESIA
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan
ISSN : 26570254     EISSN : 27973530     DOI : https://doi.org/10.51179/jipsbp
Core Subject :
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan (Arwana: Scientific Journal of Water Aquaculture) merupakan jurnal OJS 3 yang diterbikan oleh Program Studi Akuakultur Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh dengan nomor p-ISSN 2657-0254 (cetak), e-ISSN 2797-3530 (online) dan terakreditasi Sinta 2 (Nomor 10/C/C3/DT.05.00/2025). Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini merupakan hasil penelitian dosen dan mahasiswa dibidang Akuakultur dan Perikanan serta terbit perdana pada 30 Mei 2019 menggunakan OJS 2. Jurnal Arwana menerbitkan dua edisi setiap tahun, pada bulan Mei dan November setiap tahunnya. Setiap jurnal yang diterbitkan melalui proses double-blind review dalam proses review suatu artikel yang akan disajikan dimana suatu artikel di nilai oleh dua orang reviewer yang tidak mengetahui identitas penulis. Arwana yaitu artikel dalam bentuk hasil penelitian, dan artikel konseptual yang mencakup perikanan ilmu perikanan, yaitu: Budidaya Perikanan, Sumber Daya Perikanan, Sosial Ekonomi Perikanan, Teknologi Perikanan, Biologi Perikanan dan Kelautan.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
Domestikasi benih ikan gabus (Channa striata) dengan pemberian pakan cacing sutera (Tubifex sp.) Agusnaidi Agusnaidi
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 2 No 1: Mei 2020
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v2i1.383

Abstract

Ikan gabus mempunyai senyawa yang penting, seperti protein dan beberapa mineral. Kadar protein ikan gabus mencapai 25,5% dibandingkan protein ikan lainnya, albumin ikan gabus cukup tinggi mencapai 6,22% dan daging ikan gabus mengandung mineral, seng dengan kadar 1,74 mg/100 gram. Sebagai pakan alami cacing sutera (Tubifex sp.) memiliki kandungan nutrisi (protein 57% dan lemak 13%) yang baik untuk pertumbuhan ikan dan ukurannya sesuai dengan bukaan mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian cacing sutera terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan gabus yang didomestikakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian cacing sutera dengan persentase adlibitum (10%) memperoleh pertumbuhan benih ikan gabus yang lebih cepat. Sedangkan pemberian cacing sutera dengan persentase 7% memperoleh tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi dan pemberian cacing sutera dengan persentase 3% memberikan nilai efisiensi pakan yang lebih tinggi terhadap benih ikan gabus.
Cover dan Daftar Isi Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 2 No 1: Mei 2020
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover dan Daftar Isi Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan
Efektifitas ekstrak daun nenas (Ananas cosmosus) terhadap penetasan telur ikan bandeng (Chanos chanos Forskall) Muhammad Walidin; Masda Admi
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 2 No 2: November 2020
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v2i2.387

Abstract

Pemijahan mengasilkan telur-telur ikan yang kemudian ditetaskan untuk menghasilkan benih. Jamur sering dijumpai menyerang telur ikan, jamur akan membalut telur ikan dengan ciri-ciri seperti benang dan telur tidak akan menetas dan kemudian membusuk. Daun nenas memiliki senyawa yang sama dengan kulit buah nenas yaitu flavonoid, folifenol, alkaloid dan fenol yang berfungsi sebagai antibakteri dan antimikroba tetapi dengan jumlah berbeda. Penggunaan ekstrak daun nenas dapat mencegah dan membunuh mikroba yang menyerang telur ikan. Penelitian telah dilakukan pada bulan Januari 2016 dan Bulan Februari 2017 menggunakan metode eksperimental sebanyak 3 perlakuaan dosis ekstraksi daun nenas dengan masing-masing 3 ulangan. Perlakuan dosis yaang diberikan adalah 0 ml/ 5 liter air, 20 ml/ 5 liter air dan 30 ml/ 5 liter air. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan ekstrak daun Nenas dengan konsentrasi 30 ml/ 5 liter meningkatkan persentase daya tetas sebesar 77%, menurunkan tingkat abnormalitas menjadi 8,95% dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup larva ikan bandeng sebesar 87,87%. Hasil terbaik terdapat pda perlakuan 30 ml/ 5 liter air.
Kandungan lipid dan hormon reproduksi ikan nila (Oreochoromis niloticus Linnaeus 1758) yang dipapar limbah cair kelapa sawit Khairatun Nisak; Yusrizal Akmal; Muliari Muliari; Ilham Zulfahmi
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 2 No 2: November 2020
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v2i2.394

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses penurunan kadar konsentrasi yang terjadi pada kinerja hormon reproduksi (estradiol, progesterone, testosterone) dan proses penurunan kadar lipid pada hati serta gonad akibat dari paparan limbah cair kelapa sawit. Uji yang digunakan adalah ikan nila betina dengan kisaran 9-10 gram dan panjang 10-13 cm. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan A: (0% Limbah Cair Kelapa Sawit), PerlakuanB (10% dari nilai LC50-96 jam :1,565 mg/L), perlakuan C : (15% dari nilai LC50-96 : 2,347 mg/L), Perlakuan D:(20% dari nilai LC50-96: 3,13 mg/L). Pengujian hormon reproduksi (estradiol, progesterone, testosterone) menggunakan metode Elisa Kit, sedangkan untuk pengujian lipid hati dan gonad dengan metode Soxhlet dan dianalisis menggunakan stastistik anova satu arah. Hasil penelitian menunjukkan pengujian hormon estradiol dan testosterone pada ikan nila yang dipapar limbah cair kelapa sawit menunjukkan perbedaan nyata disebabkan terjadinya proses penurunan kinerja dan fungsi hormon reproduksi menjadi terhambat dan berdampak pada proses pematangan gonad, sedangkan pengujian lipid gonad pada ikan nila yang menunjukkan perbedaan nyata dikarenakan pada proses transfer lipid terjadinya gangguan pada gonad.
Studi kelimpahan zooplankton dengan ketinggian air tambak yang berbeda di Desa Jangka Alue Bie Nurul Wilda
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 2 No 2: November 2020
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v2i2.395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh ketinggian air tambak udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) terhadap kelimpahan zooplankton. Lokasi penelitian dilaksanakan di Gampong Jangka Alue Bie Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Non Faktorial. Nilai kelimpahan zooplankton pada semua tambak yang diteliti hanya ditemukan 4 genera dari total tambak yaitu genera Heliodiaptomus kikuchii, Eodiaplomus Japanicus, Hyperiidea, Acanthocyclops morimotoi. Pada tambak A bahwa jenis zooplankton yang tertinggi adalah Heliodiaptomus kikuchii sebanyak 281 ind/L sedangkan yang terendah Eodiaplomus Japanicus dan Acanthocyclops morimotoi masing-masing sebanyak 125 ind/L. Pada tambak B yang terbanyak adalah Acanthocyclops morimotoi sebanyak 219 ind/L dan yang terendah Hyperiidea sebanyak 94 Ind/L. Pada tambak C ditemukan Eodiaplomus Japanicus yang tertinggi sebanyak 250 ind/L sedangkan yang terendah adalah Acanthocyclops morimotoi sebanyak 63 ind/L dan pada tambak D zooplankton yang tertinggi adalah jenis Eodiaplomus Japanicus sebanyak 219 ind/L dan yang terendah Acanthocyclops morimotoi sebanyak 94 ind/L. Sedangkan parameter fisika kimia perairan pada keempat tambak meliputi suhu antara 270C–320C, salinitas 28-350/00, nilai pH dengan kisaran antara 7,1 – 7,9, Kisaran kandungan (DO) oksigent terlarut 5,9-8,9 Mg/L.Terjadi perbedaan tingkat kelimpahan pada setiap tambak dikarenakan tingkat ketinggian air yang berbeda, didapatkan bahwa semakin dalam ketinggian air maka semakin sedikit ditemukan zooplankton.
Analisa usaha pendederan ikan kerapu macan (Epinephellus fuscoguttatus) dan kerapu lumpur (Epinephellus bleekeri) Safrita Safrita
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 2 No 2: November 2020
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v2i2.397

Abstract

Kabupaten Bireuen merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh yang menjadi kawasan pengembangan minapolitan. Lokasi kawasan minapolitan di Kabupaten Bireuen dengan Kecamatan Jangka sebagai kawasan inti (minapolis), oleh karena itu Kecamatan Jangka menjadi sampel penelitian yang akan dilaksanakan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan dari usaha pendederan kerapu di Kabupaten Bireuen. Analisa usaha yang dilakukan pada penelitian ini meliputi analisa pendapatan, Break Even Point (BEP), Return On Invesment (ROI), dan Benefit Cost Ratio (B/C). Hasil penelitian menunjukan hasil pendapatan usaha dari pendederan kerapu macan di Kabupaten Bireuen adalah sebesar Rp.625.348.040,-/Ha/tahun, sedangkan untuk kerapu lumpur adalah sebesar Rp.432.802.592,-/Ha/tahun. Hasil analisa rata usaha pendederan kerapu macan di Kabupaten Bireuen untuk BEP produksi (ekor) sebesar 304.281 ekor/Ha/tahun, BEP harga (Rp) sebesar Rp.10.925,-/Ha/tahun, ROI 42,5%, R/C sebesar 1,5 dan nilai B/C sebesar 0,42. Untuk analisa usaha pendederan kerapu lumpur didapatkan hasil BEP produksi (ekor) sebesar 417.954 ekor/Ha/tahun, BEP harga (Rp) sebesar Rp.5.432/Ha/tahun, nilai ROI sebesar 62%, R/C sebesar 1,7 dan nilai B/C sebesar 0,62.
Analisis kelayakan usaha pendederan ikan bandeng (Chanos chanos Forskall) di Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen Fauzi Fauzi
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 2 No 2: November 2020
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v2i2.398

Abstract

Bandeng merupakan hewan air yang bandel, artinya bandeng dapat hidup di air tawar, air asin maupun air payau. Sampai saat ini sebagian besar budidaya bandeng masih dikelola dengan teknologi yang relatif sederhana dengan tingkat produktivitas yang relatif rendah. Jika dikelola dengan sistem yang lebih intensif produktivitas bandeng dapat ditingkatkan hingga 3 kali lipatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lus lahan, besarnya modal petani pendederan ikan bandeng dan kelayakan usaha pendederan ikan bandeng. Metode penelitian ini menggunakan metode sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ekonomi analisis kelayakan usaha petani pendederan ikan bandeng dengan luas lahan 0,2- 1 ha layak dibudidayakan di kecamatan Gandapura. Untuk luas lahan rata-rata 1 ha menghasilkan laba sebesar Rp. 13.909.134,- R/C Ratio sebesar 2,21. BEP produksi adalah 28.717 ekor, sedangkan BEP harga pada tingkat harga Rp. 181/ekor.
Pengaruh pemberian suspensi kuning telur (ayam, itik, dan puyuh) terhadap pertumbuhan larva ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) Sahlan Helmi
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 2 No 2: November 2020
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v2i2.399

Abstract

Penelitian pengaruh pemberian suspensi kuning telur (ayam, itik, dan puyuh) terhadap pertumbuhan larva ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) bertujuan adalah untuk untuk mengetahui pengaruh pemberian suspensi kuning telur (ayam, itik dan puyuh) terhadap pertumbuhan benih ikan lele. Penelitian dilaksanakan di lab basah Universitas Almuslim. Berdasarkan uji Beda Nyata Terkecil dengan tingkat pertumbuhan panjang sangat berpengaruh terhadap benih ikan lele yang tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan pemberian suspensi kuning telur puyuh dengan nilai rata-rata 0,91 mm, sedangkan yang terendah pada perlakuan A dengan pemberian suspensi kuning telur ayam yaitu nilai rata-rata 0,61 mm. Untuk laju pertumbuhan spesifik yang tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata 0,11375 mm, sedangkan yang terendah pada perlakuan A dengan nilai rata-rata 0,077084 mm. Uji Beda Nyata Terkecil dengan tingkat kelangsungan hidup tidak berpengaruh terhadap benih ikan lele dumbo yang tertinggi juga terdapat pada perlakuan C yaitu dengan pemberian kuning telur puyuh, yang memilki tingkat kelulushidupan yaitu 87,78 % Sedangkan kelangsungan hidup terendah terdapat pada perlakuan A yaitu dengan pemberian kuning telur ayam, dengan nilai rata-rata yaitu 68,89%.
Efektifitas penambahan Vitamin E pada pakan dalam meningkatkan pertumbuhan benih udang windu (Penaeus monodon) Mukhlis Mukhlis; Rindhira Humairani; Yusrizal Akmal; Irfannur Irfannur
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 2 No 2: November 2020
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v2i2.400

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin E diantara perlakuan terhadap tingkat pertumbuhan benih udang windu (Penaeus monodon). Pakan merupakan salah satu faktor biologis yang penting bagi udang, oleh sebab itu penambahan vitamin E dalam pakan diketahui dapat berperan sebagai anti oksidan, yang mampu menjaga ketersediaan HUFA. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Meunasah Aron Kecamatan Muara Batu. Berdasarkan uji Beda Nyata Terkecil dengan tingkat efesiensi pemberian pakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan benih udang windu dengan nilai Rata-rata yang tertinggi terdapat pada perlakuan D (13,853 gram), sedangkan yang terendah pada perlakuan A (9,758 gram). Untuk laju pertumbuhan panjang harian yang tertinggi terdapat pada C (0,682 gram), sedangkan yang terendah pada perlakuan A (0,567 gram). Pertumbuhan bobot tertinggi terdapat pada perlakuan C (3,722 gram) dan terendah pada perlakuan A (0,567 gram). Uji Beda Nyata Terkecil dengan tingkat kecepatan molting benih udang windu dengan penambahan vitamin E dalam pakan buatan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan benih udang windu yang tertinggi juga terdapat pada perlakuan D yaitu tanpa penambahan vitamin E, yang memilki kecepatan molting yaitu (43,3%). Kelangsungan hidup tertingi terdapat pada perlakuan C (100%) dan terendah pada perlakuan D (92,67%).
Efektifitas penggunaan ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) untuk pencegahan serangan bakteri Aeromonas hydrophilla pada ikan kerapu macan Nilawati Nilawati; Rindhira Humairani
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 2 No 2: November 2020
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v2i2.401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pengobatan ikan kerapu dengan menggunakan ekstrak buah mahkota dewa. Penelitian dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan B dengan pemberian 2 ml ekstrak buah mahkota dewa/ 8 ml aquades secara perendaman memiliki tingkat prevalensi serangan bakteri Aeromonas hydrophilla paling rendah yaitu 80%, sedangkan tingkat prevalensi serangan tertinggi ditunjukan pada perlakuan C (kontrol) yang mencapai 100%.

Page 2 of 15 | Total Record : 144