cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017" : 27 Documents clear
ANALISA CAMPURAN BETON DENGAN PERBANDINGAN VOLUME DAN PENGAMATAN KARAKTERISTIK BETON MUTU SEDANG Luthfia Rahmadianty; Hanina Mazaya; Djoko Purwanto; Rudi Yuniarto Adi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.919 KB)

Abstract

Permasalahan yang umum terjadi pada proyek berskala sedang adalah bagaimana merencanakan komposisi campuran beton agar dapat memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan dalam usaha pemenuhan kebutuhan beton dalam volume kecil dengan membuat sendiri campurannya di lokasi pekerjaan (site mix). Pembuatan site mix dilakukan karena banyaknya waktu yang dibuang untuk menunggu hasil mix design dari laboratorium beton dirasa tidak efisien karena suatu proyek memiliki batas waktu pengerjaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan output berupa rekomendasi komposisi campuran beton dengan menggunakan perbandingan volume berikut dengan nilai FAS yang dianjurkan untuk menghasilkan beton mutu sedang dengan range mutu beton K250 hingga K300.Penelitian ini menggunakan 9 variasi campuran beton, yaitu dengan perbandingan 1:2:3 dengan FAS 0,5; 0,6; dan 0,7, 1:2:2,5 dengan FAS 0,4; 0,5; dan 0,6, serta 1:1,5:2,5 dengan FAS 0,4; 0,5; dan 0,6, dengan material penyusun beton semen portland Tiga Roda, pasir Muntilan, dan split Gringsing. Benda uji berupa kubus 150 mm x 150 mm x 150 mm. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil komposisi campuran beton yang direkomendasikan untuk menghasilkan beton mutu sedang dengan range K250 hingga K300, untuk material agregat dicuci adalah dengan perbandingan 1:1,5:2,5 dengan FAS antara 0,47 hingga 0,43 dan 1:2:2,5 dengan FAS antara 0,45 hingga 0,41. Sedangkan untuk material agregat tidak dicuci direkomendasikan menggunakan perbandingan 1:1,5:2,5 dengan FAS antara 0,46 hingga 0,4 dan 1:2:2,5 dengan FAS 0,44. Sedangkan Untuk perbandingan 1:2:3 hanya menghasilkan beton mutu kurang dari K200. Perbandingan campuran yang paling ekonomis yang direkomendasikan untuk menghasilkan beton K250-K300 adalah dengan perbandingan 1:2:2,5 dengan FAS antara 0,45 hingga 0,41 dengan agregat memenuhi persyaratan kadar lumpur
STABILISASI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN CAMPURAN LARUTAN NaOH 7,5 % Gunasro, Andreas; Nuprayogi, Rizqi; Partono, Windu; Pardoyo, Bambang
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1250.204 KB)

Abstract

Tanah merupakan dasar dari suatu struktur atau konstruksi, baik itu konstruksi bangunan maupun konstruksi jalan, yang sering menimbulkan masalah bila memiliki sifat-sifat yang buruk. Sifat-sifat tanah yang buruk dan kurang menguntungkan bila digunakan sebagai dasar suatu bangunan atau kontruksi, antara lain plastisitas yang tinggi, kekuatan geser yang rendah, kemampatan atau perubahan volume yang besar dan potensi kembang susut yang besar. Berbagai cara digunakan untuk memperbaiki kekuatan dari tanah lempung ekspansif, diantaranya dengan penambahan bahan kimia (stabilisasi secara kimiawi). Untuk mengatasi permasalahan yang ada pada tanah lempung eksapnsif maka diadakan penelitian dengan menggunakan soda api (NaOH) sebagai bahan stabilisasinya. Sampel tanah lempung ekspnasif diambil dari daerah Godong – Purwodadi Km ± 49,Jawa Tengah. Komposisi campuran soda api (NaOH) sebesar 7,5 %.Hasil penelitian menunjukkan bahan stabilisasi soda api (NaOH) belum dapat memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah lempung ekspansif. Pada sifat fisik : berat volume, kadar air, berat jenis, dan batas-batas Atterberg mengalami kenaikan setelah distabilisasi.
ANALISIS OPTIMALISASI PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA TERMINAL PETI KEMAS SEMARANG Nanda Putri Djambek; Dea Gusta Ariska; Wahyudi Kushardjoko; Kami Hari Basuki
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.15 KB)

Abstract

Tujuan studi penelitian ini untuk mengetahui kinerja dan kapasitas dermaga, kinerja dan kapasitas container yard, dan kapasitas alat yang berada di Terminal Peti Kemas Semarang, yaitu Container Crane (CC), Automatic Rubber Tyred Gantry (ARTG) dan Rubber Tyred Gantry (RTG). Metode yang digunakan untuk mengetahui kinerja dermaga adalah Berth Occupancy Ratio (BOR), yaitu perbandingan antara waktu penggunaan dermaga dengan waktu yang tersedia yang dinyatakan dalam presentase. Sedangkan kinerja dari container yard dapat dianalisis menggunakan metode Yard Occupancy Ratio (YOR), yaitu nilai yang  menunjukan persentase dari terminal yang dimanfaatkan untuk penumpukan peti kemas untuk periode tertentu. Kapasitas dermaga dan container yard dihitung menggunakan persamaan kapasitas dermaga terpasang (KDL) dan persamaan luasan container yard (At). Selain itu metode BTP (Berth Throughput) digunakan dalam studi penelitian ini untuk mengetahui tingkat pemakaian dermaga. Nilai BOR dengan persamaan beberapa tambatan pada tahun 2016 adalah 54,33% dan nilai BOR dengan persamaan tambatan umum 22,87%. Besarnya nilai BTP tahun 2016 adalah 3.696 TEUs/m/tahun dan nilai KDL adalah 1.995.640 TEUs. Jika nilai BTP terpasang dibandingkan dengan nilai BTP terpakai (1.139 TEUs/m/tahun) dan nilai KDL dibandingkan dengan jumlah peti kemas tahun 2016 (615.133 TEUs/tahun), maka disimpulkan pada tahun 2016 TPKS  masih mampu melayani kedatangan peti kemas. Luasan kebutuhan Container Yard (CY) dihitung menggunakan persamaan At didapatkan hasil sebesar 17,68 ha. Jika dibandingkan dengan luas terpasang container yard (18,5 ha), maka disimpulkan bahwa container yard TPKS masih mampu melayani penumpukkan peti kemas. Kinerja container  yard di TPKS ditunjukkan melalui nilai YOR pada tahun 2015 yaitu sebesar 62,95%, nilai tersebut dipengaruhi oleh dwelling time. Sebaiknya pada studi selanjutnya didasarkan pada kaidah ISPS Code (International Ship and Port Security) dan memperhitungkan tingkat pertumbuhan industri dan angkutan barang.
EVLUASI GRADASI AGREGAT PADA CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN TEORI FRACTAL Indira Ginting; Alfin Marpaung; Bagus Hario; Supriyono Supriyono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.22 KB)

Abstract

Kerusakan jalan di Indonesia umumnya disebabkan oleh pembebanan yang berlebihan akibat pertumbuhan jumlah kendaraan yang tinggi. Selain karena faktor beban, perkerasan itu sendiri merupakan hal utama yang mempengaruhi kerusakan jalan. Agregat berperan penting dalam pembentukan lapis perkerasan karena merupakan komponen utama dari campuran aspal yaitu 80% dari volume, dan 95% dari berat total campuran. Gradasi adalah salah satu sifat agregat yang mempengaruhi kekuatan perkerasan. Teori fractal digunakan untuk menggambarkan secara kuantitatif kompleksitas geometris dan kemampuan mengisi ruang suatu objek tertentu yang diharapkan mampu mengoptimalkan kinerja campuran. Pada penelitian ini, jenis campuran yang digunakan adalah aspal beton (AC-WC). Campuran AC-WC dibuat dengan gradasi yang berbeda, yaitu; gradasi yang memiliki persentase lolos saringan mendekati spesifikasi batas atas, tengah, dan bawah. Setiap gradasi dianalisis nilai fractalnya dan didapatkan nilai fractal 2,5420 untuk gradasi atas, 2,4998 untuk gradasi tengah, dan 2,4113 untuk gradasi bawah. Semakin besar nilai fractal, maka semakin banyak jumlah fraksi agregat halus. Setiap gradasi dibuat benda uji, dan diuji marshall. Dari hasil pengujian, dilakukan kembali perhitungan dengan menggunakan simulasi secara matematis untuk mendapatkan nilai VIM yang sesuai dengan persyaratan, yaitu 3%-5%. Dapat disimpulkan bahwa nilai fractal gradasi atas yang memiliki karakteristik rongga udara memenuhi spesifikasi berkisar antara 2,5419 sampai 2,5422, gradasi tengah berkisar antara 2,4997 sampai 2,4998, dan gradasi bawah berkisar 2,4111 sampai 2,4115. 
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG CENTER OF ADVANCES SCIENCE (CAS) INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Aziz, Arby Abdul; Yanuar Tanojo, Tri Adi; Nurhuda, Ilham; Purwanto, Purwanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.266 KB)

Abstract

Perencanaan Struktur Gedung Center of Advances Science (CAS) Institut Teknologi Bandung pada Laporan Tugas Akhir ini direncanakan menggunakan metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) pada zonasi gempa wilayah Kota Bandung. Pemilihan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) diharapkan struktur gedung memiliki tingkat daktilitas tinggi. Struktur daktail merupakan tipe struktur yang mampu mengalami simpangan pasca elastis yang besar dan mampu mempertahankan kekuatan struktur sehingga struktur tetap berdiri. Struktur ini direncanakan menggunakan disain kapasitas dan konsep kolom kuat balok lemah. Dalam kondisi ini, kolom dibuat lebih kuat dari balok, sehingga sendi plastis terjadi pada ujung balok. Join – join pada hubungan balok – kolom juga didisain untuk dapat menahan keruntuhan. Analisis struktur gedung didasari oleh SNI 03-1726:2012 dan dibantu menggunakan program SAP2000 v14. Periode getar struktur pada SRPMK harus dibatasi agar struktur tidak terlalu fleksibel.
PERBANDINGAN KINERJA SIMPANG BERSINYAL BERDASARKAN PKJI 2014 DAN PENGAMATAN LANGSUNG (Studi Kasus : Simpang Jl. Brigjend Sudiarto/ Jl. Gajah Raya/ Jl. Lamper Tengah Kota Semarang Setio Budi; Gonzales Sihite; Amelia Kusuma Indriastuti; Eko Yuli Priyono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.071 KB)

Abstract

Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia atau PKJI merupakan pemutakhiran Manual Kapasitas Jalan Indonesia atau MKJI. Studi pra-penelitian mengindikasikan hasil analisis PKJI lebih mendekati pengamatan lapangan dibandingkan hasil analisis MKJI, namun masih ada perbedaan yang signifikan. Lebih lanjut, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik antrian pada simpang bersinyal hasil analisis PKJI terhadap hasil pengamatan di lapangan, dan untuk memberikan rekomendasi faktor penyesuaian terhadap PKJI. Kajian ini diterapkan pada Simpang Gajah di Kota Semarang dengan parameter analisis jumlah antrian (NQ1 dan NQ2), panjang antrian (PA), dan rasio kendaraan henti (RKH). Hasil analisis menunjukkan bahwa antara analisis PKJI dan pengamatan lapangan terdapat perbedaan NQ1 sebesar 2,26 – 305,22 skr, perbedaan NQ2 sebesar 0,28 – 9,60 skr, perbedaan PA sebesar 8,63 – 1913,34 meter, dan perbedaan RKH sebesar 0,66 – 6,08 stop/skr. Perbedaan ini dapat diminimalkan dengan faktor koreksi (FK) meliputi faktor koreksi jumlah antrian (FKNQ1 dan FKNQ2), faktor koreksi panjang antrian (FKPA), dan faktor koreksi rasio kendaraan henti (FKRKH). Faktor koreksi digunakan dengan perumusan : nilai parameter (NQ1, NQ2, PA, RKH) PKJI terkoreksi = nilai parameter (NQ1, NQ2, PA, RKH) PKJI Hitungan x (1-FK). Luasan rata-rata per skr pada DJ<0,85 disesuaikan dari 20 m2 menjadi ±12 m2.
ANALISA PERMEABILITAS ZONA INTI DAN ZONA FILTER BENDUNGAN LOGUNG Fikri Rangga; Vrishella Setiadi; Siti Hardiyati; Kresno Wikan S
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.801 KB)

Abstract

Pada bendungan tipe urugan, rembesan merupakan penyebab terbesar dari kegagalan bendungan. Dimana rembesan bisa ditinjau dari segi gradasi maupun permeabilitas dari material yang digunakan. Selain untuk mengetahui permeabilitas material pada saat terjadi rembesan, tetapi juga dilakukan peninjauan stabilitas pada lapisan filter sehingga dapat diketahui apakah material filter (filter kasar) mampu menahan laju erosi material lapisan base (filter halus). Untuk permeabilitas dari zona inti maupun zona filter bisa didapat melalui pengujian di laboratorium maupun pendekatan menggunakan kurva gradasi dari masing-masing zona. Pengujian permeabilitas yang dilakukan di laboratorium sendiri dibedakan berdasarkan ukuran material yang akan diuji. Pada material timbunan yang memiliki butiran halus (<0,0075mm) digunakan alat falling head sedangkan untuk butiran kasar (>0,0075) digunakan alat constant head. Dengan menggunakan alat constant head juga dapat diketahui stabilitas antara filter halus dengan filter kasar. Sampel dari masing-masing zona (inti,filter halus, dan filter kasar) diuji menggunakan alat tersebut dan didapat nilai permeabilitas dari masing-masing zona yaitu: zona inti dengan k=2,48x10-7 m/s, zona filter halus dengan k=2,24x10-4 dan 1,98x10-4 m/s serta untuk zona filter kasar dengan k=4,08x10-3 m/s. Untuk pengujian stabilitas didapatkan hasil antara filter halus hulu terhadap filter kasar dengan nilai permeabilitas 2,38 x 10-2 m/s dan dengan penurunan material 10 mm sehingga filter kasar stabil, dan untuk filter halus hilir terhadap filter kasar dengan nilai permeabilitas 1,85 x 10-2 m/s dan dengan penurunan material 10 mm sehingga filter kasar stabil. Pada metode dengan menggunakan analisa gradasi, nilai permeabilitas didapat menggunakan rumus Hazen dan Kozeny-Carman. Hasil dari masing-masing rumus yang ada yaitu: Filter halus dengan nilai k=3,54x10-4 dan 4,84x10-4(Hazen) serta k =8,47 x 10-4 dan 2,33 x 10-3(Kozeny-Carman). Hasil permeabilitas yang diperoleh melalui pengujian laboratorium maupun menggunakan kurva gradasi, memiliki nilai yang tidak jauh berbeda. Selain itu, dari nilai permeabilitas yang ada, dapat juga diketahui karakteristik dari masing-masing material dengan menggunakan metode Terzaghi dan Peck. Didapat bahwa zona inti memiliki permeabilitas buruk, sehingga air sulit keluar dari zona tersebut. Untuk zona filter halus dan filter kasar diperoleh bahwa kedua lapisan tersebut memiliki permeabilitas tinggi sehingga saat terjadi rembesan pada bendungan, air cepat keluar dari zona tersebut. Selain itu zona filter halus dan kasar juga berfungsi sebagai drainase (jalur keluarnya air).
UJI PERBANDINGAN KUALITAS HOTMIX DENGAN ASPAL HASIL SUMUR MINYAK TUA SECARA KONVENSIONAL DENGAN ASPAL PERTAMINA PENETRASI 60/70 Muhammad Rizaldi Kresna Raharja; Fernanda Asali; Supriyono Supriyono; Bagus Hario Setiadji
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.286 KB)

Abstract

Pada tugas akhir ini, penelitian aspal diambil mengenai perbandingan kualitas Hotmix aspal dengan sample aspal minyak tua yang diolah secara konvensional dari daerah Kabupaten Grobogan dan aspal Pertamina penetrasi 60/70. Pedoman utama dalam penelitian aspal ini adalah berdasarkan SNI 8135 : 2015 dan RSNI M-01-2003. Dari hasil penelitian diperoleh aspal Pertamina penetrasi 60/70 memiliki nilai penetrasi 71, titik lembek aspal 52 ˚C, titik nyala dan titik bakar 286 ˚C, daktilitas 110 cm, kelarutan aspal dengan CCL4 99,33%, dan berat jenis bitumen 1,043 gr/cc, sedangkan aspal sumur minyak tua memiliki nilai penetrasi 390, titik lembek aspal 36 ˚C, titik nyala dan titik bakar 51 ˚C, daktilitas 0 cm, kelarutan aspal dengan CCL4 92,67%, dan berat jenis bitumen 1,0177 gr/cc. Sehingga aspal Pertamina penetrasi 60/70 memenuhi syarat aspal penetrasi 60/70, sedangkan aspal sumur minyak tua tidak masuk ke dalam standart spesifikasi aspal penetrasi 200/300. Nilai penetrasi yang tinggi, nilai daktilitas yang rendah, dan nilai kelarutan aspal dengan CCL4 yang rendah dipengaruhi oleh prosentase senyawa C11H12D6O yang rendah, sehingga untuk meningkatkan kekakuan aspal sumur minyak tua perlu dilakukan penambahan prosentase senyawa C11H12D6O. Nilai Kalium pada aspal sumur minyak tua yang rendah mengakibatkan titik lembek aspal rendah, sehingga aspal sumur minyak tua perlu ditambahkan Kalium untuk meningkatkan nilai titik lembek. Nilai titik nyala dan titik bakar aspal sumur minyak tua yang rendah dipengaruhi oleh banyaknya senyawa pengotor yang mudah terbakar seperti oksigen, parafin, dan minyak, maka perlu dilakukan pemisahan kandungan senyawa pengotor pada aspal sumur minyak tua. Pada pengujian Marhsall, dengan menggunakan aggregat halus dan aggregat kasar sama yang memenuhi syarat berat jenis agregat, penyerapan agregat, abrasi agregat, dan Impact Test diperoleh kadar aspal optimum untuk aspal Pertamina penetrasi 60/70 sebesar 5,7%, sedangkan aspal sumur minyak tua tidak ditemukan kadar aspal optimumnya. Oleh karena itu, aspal sumur minyak tua lebih cocok untuk lapis pondasi jika dilakukan penambahan nilai prosentase senyawa C11H12D6O, sehingga nilai penetrasinya maksimal 200.
PERENCANAAN JALAN ALTERNATIF KAMPUS UNDIP TEMBALANG – SAPTA MARGA Tumanda Iskandi Marpaung; Katharina Indah Sushmita; EPF.Eko Priyono; Bambang Pudjianto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.373 KB)

Abstract

UNDIP telah diakui sebagai salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia. Hal ini semakin mendorong UNDIP untuk selalu meningkatkan kualitasnya. Berdasarkan kondisi UNDIP saat ini, mobilisasi akses keluar masuk UNDIP Tembalang meningkat secara signifikan yang mengakibatkan kemacetan di ruas jalan Prof. Soedarto. Hal ini perlu diimbangi dengan penyediaan jalan, sehingga dilakukan perencanaan jalan alternatif menuju kampus UNDIP Tembalang melalui Jalan Sapta Marga. Perencanaan jalan alternatif ini direncanakan dengan panjang jalan 2,605 km, yaitu dimulai dari STA 0+000 di simpang Fakultas Ekonomika dan Bisnis dan berakhir di STA 2+605 di simpang Jalan Jangli Perbalan Raya. Direncanakan jalur lalu lintas 2 lajur-2 arah tak terbagi (2/2 UD), lebar lajur 3 m, bahu jalan tanpa trotoar 1-2 meter dan dengan ada trotoar 0,25 meter, saluran samping 1 m, kecepatan rencana 30 km/jam, kelandaian memanjang maksimum 10 %, jumlah lengkung horizontal 7 buah dan lengkung vertikal 15 buah. Perkerasan yang digunakan adalah perkerasan lentur meliputi lapis permukaan laston AC-WC 4 cm dan AC-BC 6 cm, lapis pondasi atas batu pecah kelas A 15 cm, lapis pondasi bawah sirtu kelas B 20 cm, nilai CBR lapangan 4,052. Terdapat lima seksi dalam perencanaan perkerasan jalan, yakni: seksi I pada STA 0+000 s.d STA 0+955 perkerasan jalan baru, seksi II pada STA 0+955 s.d 1+005 overlay pada jalan eksisting dan pelebaran badan jalan, seksi III pada STA 1+005 s.d 1+980 perkerasan jalan baru, seksi IV pada STA 1+980 s.d 2+605 overlay pada jalan eksisting dan pelebaran badan jalan, overlay lapis permukaan laston 6 cm. Proyek ini membutuhkan dana sebesar Rp 16.134.847.500,00 sudah termasuk PPN 10 %. Rencana waktu pelaksanaan kegiatan proyek ini adalah 20 (dua puluh) minggu atau 5 (lima) bulan.
PERBANDINGAN INVESTASI REVITALISASI BANGUNAN PASAR TRADISIONAL DI KOTA SEMARANG Dana Aswara; Nadia Tiaramita; Ferry Hermawan; Frida Kistiani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.589 KB)

Abstract

Pasar tradisional Indonesia menurun, baik dari jumlahnya maupun orientasi masyarakat karena beberapa faktor, seperti kurangnya infrastruktur dan ketidaknyamanannya. Sehingga, pasar tradisional seharusnya mempunyai suatu daya saing dan daya tarik untuk mempertahankan keberadaannya dalam jangka panjang. Untuk merevitalisasi pasar tradisional diperlukan investasi yang relatif cukup besar. Pada tahun 2016, pemeritah kota Semarang menyiapkan investasi untuk revitalisasi pasar tradisional sekitar 61,2 milyar rupiah. Investasi revitalisasi bangunan pasar tradisional harus seharusnya dapat memberikan manfaat bagi para stakeholder. Penelitian dilakukan untuk membandingkan investasi revitalisasi beberapa bangunan pasar tradisional yang di Kota Semarang agar selanjutnya diperoleh acuan pola investasi revitalisasi pasar tradisional yang dapat dijadikan masukan terhadap pemerintah dalam melakukan revitalisasi. Data primer yang digunakan pada penelitian diperoleh dari wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan terhadap Dinas Pasar, pedagang, pembeli, dan kepala pasar. Data sekunder berupa DED dan RAB, data pedagang dan fasilitas pasar seperti kios dan los. Ada tiga pasar yang dijadikan objek penelitian yaitu Pasar Pedurungan, Peterongan dan Rasamala. Analisa investasi revitalisasi pasar tradisional ini dibagi menjadi aspek sosial, aspek teknis dan non teknis serta aspek ekonomi. Hasil analisis dari aspek sosial menunjukkan bahwa pemerintah telah dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan juga meningkatkan perekonomian. Secara umum, rencana revitalisasi ketiga pasar tersebut sudah dapat memenuhi standar teknis dan non teknis pasar tradisional. Hasil analisis dari aspek ekonomi  yaitu selama 20 tahun umur ekonomis bangunan maka Pasar Rasamala dinilai paling layak. NPV Pasar Rasamala bernilai positif sebesar Rp12,801,195,084.82 dengan B/C Ratio yaitu 5,1 dan IRR 13,99%. 

Page 2 of 3 | Total Record : 27