cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018" : 14 Documents clear
ANALISIS GEOTEKNIK PADA TAXIWAY DI PROYEK PENGEMBANGAN BANDARA AHMAD YANI SEMARANG Puspania Okpatiasari; Lydia Tiara; Sri Prabandiyani; Siti Hardiyati
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.674 KB)

Abstract

Pertumbuhan suatu daerah menyebabkan peningkatan pula suatu kebutuhan tranportasi diiringi dengan fasilitas yang ada, tak terkecuali transportasi udara. Maka dari itu, pemerintah provinsi Jawa Tengah bersama PT Angkasa Pura I memulai proyek pengembangan Bandara Ahmad Yani untuk memenuhi standar internasional dalam pelayanan dan keselamatan penerbangan. Lokasi proyek pengembangan teletak di daerah bekas tambak, dimana elevasi dibawah permukaan air laut dan memiliki muka air tanah yang tinggi. Hal ini berarti proyek dibangun di atas tanah lunak yang memerlukan perbaikan untuk meningkatkan daya dukung tanah terhadap beban rencana.Sebelum dilakukan perbaikan, dilakukan analisis terlebih dahulu terhadap tanah existing sehingga dapat menentukan perbaikan apa yang tepat dan sesuai. Analisis dilakukan dengan data-data hasil investigasi tanah, gambar rencana yang ada dan persamaan-persamaan yang sesuai dengan literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah tidak aman (SF<1,3) untuk menahan beban rencana dan membutuhkan waktu 451 tahun untuk menyelesaikan penurunan primer sebesar 2,58 m, hingga kondisi stabil serta total seluruh penurunan yang terjadi sebesar 3,007 m. Dilihat dari hasil analisis tanah existing, maka diperlukan perbaikan tanah yang sesuai yaitu dengan PVD (Prefabricated Vertical Drain), untuk mempercepat waktu penurunan sehingga waktu penurunan yang dibutuhkan hanya 487 hari dan preloading untuk meningkatkan daya dukung tanah (SF>1,3).  
PERENCANAAN JEMBATAN SLAB ON PILE PADA PROYEK JALAN TOL BALIKPAPAN SAMARINDA (KM. 13 BALIKPAPAN – KM. 38 SAMBOJA) SEGMEN 1 Intan Denada Putri; Teguh Setyo Purwanto; Himawan Indarto; Muhrozi Muhrozi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode slab on pile menjadi salah satu solusi yang cukup efektif yang digunakan untuk pemecahan masalah, seperti penggunaan design  slab on pile pada  struktur jembatan pada Proyek Jalan Tol Balikpapan Samarinda (Km. 13 Balikpapan – Km. 38 Sombaja) segmen 1. Penggunaan desain slab on pile ini dikarenakan tanah di sekitar proyek yang mudah mengalami kelongsoran yang akan berakibat fatal terhadap konstruksi jembatan. Oleh karena itu selain mengunakan design slab on pile, desain jembatan ini  juga dibagi menjadi segmen-segmen untuk menghindari kerusakan yang menyeluruh pada tubuh jembatan ketika terjadi longsoran dan kemungkinan kerususakan akibat terjadimya gempa.  Analisis awal dengan bantuan software SAP2000 untuk mengetahui gaya dalam yang terjadi pada struktur jembatan dan perilaku struktur terhadap beban gempa yang terjadi. Untuk sistem pondasi yang digunakan pada jembatan  slab on pile ini adalah tiang pancang dengan tumpuan spring dimana fungsi dari tumpuan spring mewakili sifat dari tanah.  Perencanaan jembatan slab on pile ini menggunakan peraturan-peraturan SNI terbaru khusus untuk jembatan. Dalam tugas akhir ini juga menganalisis kestabilan tanah disekitar lokasi proyek jembatan  slab on pile yang ditunjukkan dengan angka keamanan FS dengan bantuan data N-SPT hasil dari  test boring di beberapa lokasi proyek jembatan  slab on pile. Analisis kestabilan tanah mengambil satu lokasi yaitu di STA 3+875 yang mana merupakan salah satu lokasi yang rawan longsor sedangkan analisisnya sendiri menggunakan bantuan software PLAXIS 8.2.
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE KAWASAN INDONESIA POWER, TAMBAKLOROK-SEMARANG Pradnya Paramita Soka Pudyawati; Rahadianti Kusuma Dewi; Suripin Suripin; Sumbogo Pranoto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.743 KB)

Abstract

PT. Indonesia Power memiliki beberapa unit pembangkitan listrik yang salah satunya berada di kawasan Tambaklorok, Semarang. Kawasan ini mengalami permasalahan pada sistem drainasenya yang sudah tidak berfungsi optimal akibat kapasitas sistem drainase sudah tidak dapat melayani kebutuhan dan menimbulkan genangan. Genangan terjadi karena lokasi ini mengalami penurunan tanah, adanya rembesan dari luar kawasan, dan kenaikan muka air laut. Disamping itu pada area Blok 3 direncanakan akan diurug setinggi 1,5 meter yang akan berpengaruh pada perubahan topografi dan arah aliran. Hasil evaluasi sistem drainase eksisting menunjukkan bahwa diperlukan penataan sistem drainase yaitu dengan menyesuaikan arah aliran, kapasitas kolam, dan pompa. Sistem drainase pada kawasan Indonesia Power Semarang direncanakan menggunakan sistem polder yang terdiri dari saluran drainase, pompa, kolam tampungan, dan tanggul. Rencana sistem drainase dibagi menjadi tiga sub sistem yaitu sub sistem timur, barat, dan tengah. Tahapan dalam perencanaan ini meliputi analisis hidrologi, hidrolika, dan perencanaan teknis lainnya. Dengan hujan rencana kala ulang 10 tahunan sebesar 152 mm, hasilnya sub sistem barat memerlukan kolam sebagai tampungan air sebelum dialirkan ke sub sistem timur. Kolam diperlukan karena kapasitas saluran di sub sistem timur tidak dapat diperbesar secara signifikan, sehingga air perlu ditampung untuk mengatur debit yang mengalir. Namun akibat ketersediaan lahan yang terhalang oleh manhole dan saluran kabel, maka digunakan dua buah kolam yaitu K1 dan K2 masing-masing seluas 10.951 m² dan 2.590 m². Kedua kolam tersebut dihubungkan oleh tiga buah pompa masing-masing berkapasitas 0,2 m³/s. Pintu air digunakan untuk mengatur debit air yang keluar dari kolam K2 ke sub sistem timur. Setelah itu air dapat dialirkan menuju outfall secara gravitasi, untuk ditampung sementara di kolam yang kemudian dibuang ke laut. Sementara itu, sub sistem drainase tengah sama dengan sistem eksisting. Realisasi pekerjaan sistem drainase ini membutuhkan total biaya Rp18.710.061.000 (Delapan Belas Milyar Tujuh Ratus Sepuluh Juta Enam Puluh Satu Ribu Rupiah). 
KARAKTERISTIK KECELAKAAN LALU LINTAS PADA TIKUNGAN RAWAN KECELAKAAN DI JALAN PANTURA JAWA TENGAH Fajar Taufiq Nurhariadi; Mohammad Ferdian Hidayat; Amelia Kusuma; Djoko Purwanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1958.944 KB)

Abstract

Lokasi blackspot di Provinsi Jawa Tengah tersebar di berbagai wilayah, 56 titik berada di Jalan Pantura. Dari jumlah tersebut, sembilan titik merupakan tikungan dan empat titik diantaranya adalah tikungan tajam. Kecelakaan pada tikungan dapat disebabkan oleh kondisi geometrik, kecepatan kendaraan dan kesalahan manusia. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik kecelakaan pada tikungan rawan kecelakaan ditinjau dari aspek geometrik, kecepatan dan persepsi pengemudi.Lokasi penelitian berada di Jalan Losari Kabupaten Brebes, Sidorejo Kabupaten Pemalang, Plelen Kabupaten Batang dan Juwana Kabupaten Pati. Data yang diperlukan adalah data kronologis kecelakaan, geometrik tikungan, serta kecepatan operasional kendaraan dan persepsi pengemudi untuk mengetahui karakteristik pengemudi saat melewati tikungan.Komponen geometrik tikungan yang dievaluasi adalah radius tikungan, panjang lengkung spiral, superelevasi, lebar lajur, lebar bahu dan lebar median. Berdasarkan pengamatan, aspek geometrik yang umumnya tidak memenuhi standar teknis, adalah radius, lebar lajur, lebar bahu, dan median. Dari aspek kecepatan, kecepatan operasional di lokasi pengamatan lebih tinggi dari kecepatan teoritisnya kecuali di Tikungan Juwana. Kecelakaan di tikungan yang tidak mempunyai median (Tikungan Plelen dan Tikungan Juwana), didominasi oleh tabrakan jenis head on. Selain itu, tingkat fatalitas kecelakaan (EAN) cukup tinggi dibandingkan dengan tikungan yang mempunyai median. Pada tikungan yang mempunyai median (Tikungan Losari dan Tikungan Sidorejo), jenis tabrakan yang dominan adalah rear end dan Angle. Ketidaktersediaan rambu dan kurangnya lampu penerangan pada tikungan menyebabkan tingginya jumlah kecelakaan. Tikungan dengan radius yang lebih besar memiliki kecepatan operasional kendaraan yang juga tinggi. Rekomendasi penyelesaian untuk permasalahan tersebut adalah penambahan rambu lalu lintas, perbaikan superelevasi, penambahan lampu penerangan jalan dan median.  
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RUMAH SAKIT SILOAM, SEMARANG Andre Obrian Damanik; A.S Arif Wibowo; Hardi Wibowo; Yulita Arni P
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.07 KB)

Abstract

Perencanaan gedung rumah sakit Siloam Semarang telah berhasil direncanakan. Pada perencanaan ini analisa struktur dilakukan dengan menggunakan bantuan program SAP2000v.19. Analisa beban gempa dilakukan dengan menggunakan desain respon spektrum. Berdasarkan Kriteria Desain Seismik (KDS) gedung ini menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Analisis struktur dalam desain gedung ini berdasarkan pada Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (SNI 1726:2012) dan Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung (SNI 2847:2013) dengan menggunakan program struktur untuk mengetahui periode getar struktur dan gaya-gaya dalam yang bekerja pada struktur tersebut. Material beton yang digunakan mempunyai mutu 30 MPa, sedangkan mutu baja tulangan digunakan 400 MPa untuk Tulangan utama dan 294 MPa untuk tulangan sengkang serta plat. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah untuk Gedung Rumah Sakit Siloam ini  pondasi yang digunakan Bore Pile dengan dimensi 500 x 500  mm dan memiliki panjang 10 m.  
STUDI EXPERIMENTAL PENGARUH PERBEDAAN MOLARITAS AKTIVATOR PADA PERILAKU BETON GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR FLY ASH Darma Adi Syaputra; Farizka Rahman Nugroho; Han Ay Lie; Purwanto Purwanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.999 KB)

Abstract

Geopolimer merupakan sintesa bahan-bahan alam organik melalui proses polimerisasi dimana bahan utama dalam pembuatan material geopolimer adalah bahan-bahan yang mengandung unsur silikon dan aluminium. Material geopolimer ini didapat dari bahan-bahan hasil buangan industri seperti  iron blast furnance slag, bottom ash, atau fly ash. Penggunaan fly ash sebagai pengganti semen pada beton merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan semen portland. Dimana beton konvensional memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap emisi gas karbon dioksida ke atmosfer. Seperti halnya beton konvensional, kuat tekan beton geopolimer sangat dipengaruhi oleh umur dari beton itu sendiri. Kekuatan beton akan meningkat sebagai fungsi penambahan usia hingga mencapai batas optimumnya. Selain itu, perbedaan molaritas pada larutan aktivator juga menjadi faktor dalam menghasilkan kuat tekan yang optimum. Pada penelitian ini memberikan hasil studi eksperimental terhadap beton geopolimer berbasis fly ash dengan menggunakan campuran fly ash  sebagai material asal, natrium hidroksida dan sodium silikat sebagai aktivator, agregat kasar dan halus seperti halnya campuran beton konvensional. Fokus pada penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan molaritas terhadap kuat tekan beton. Umur beton yang ditinjau kuat tekannya adalah beton saat berumur 7, 14, 28 hari. Sedangkan untuk molaritas natrium hidroksida ditinjau dalam 3 kondisi yaitu pada kondisi 6 M , 8 M dan 10 M.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG KULIAH FAKULTAS EKONOMI UNNES SEMARANG Adhitya Pratama; Januar Oni Bagus A; Hardi Wibowo; Parang Sabdono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.087 KB)

Abstract

Struktur Gedung Kuliah Fakultas Ekonomi UNNES Semarang didesain dengan mengacu pada SNI  03-2847-2013, SNI 03-1726-2012,  dan PPIUG 1987. Metode dynamic respons spectrum digunakan dalam menganalisis gempa. Struktur terletak pada kelas situs tanah sedang dan termasuk kedalam Kategori Desain Seismik tipe D, maka gaya gempa pada struktur direncanakan dengan menggunakan konfigurasi struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Sistem rangka berupa rangka yang tersusun dari balok dan kolom, dimana kolom dibuat lebih kuat dari balok (strong column weak beam). Untuk menghindari terjadinya kegagalan struktur pada pertemuan balok-kolom, maka sendi plastis direncanakan terjadi di balok sedangkan pada kolom sendi plastis hanya terjadi di kolom bagian atas pondasi. Program analisis struktur digunakan untuk membantu pemodelan struktur dan menghitung gaya dalam yang bekerja pada struktur. Material yang digunakan yaitu beton f’c 30 MPa, sedangkan untuk besi tulangan  fy 400 MPa dan 240 MPa 
PERENCANAAN JEMBATAN SLAB ON PILE PADA PROYEK JALAN TOL BALIKPAPAN SAMARINDA (KM. 13 BALIKPAPAN – KM. 38 SAMBOJA) SEGMEN 1 Intan Denada Putri; Teguh Setyo Purwanto; Himawan Indarto; Muhrozi Muhrozi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode slab on pile menjadi salah satu solusi yang cukup efektif yang digunakan untuk pemecahan masalah, seperti penggunaan design  slab on pile pada  struktur jembatan pada Proyek Jalan Tol Balikpapan Samarinda (Km. 13 Balikpapan – Km. 38 Sombaja) segmen 1. Penggunaan desain slab on pile ini dikarenakan tanah di sekitar proyek yang mudah mengalami kelongsoran yang akan berakibat fatal terhadap konstruksi jembatan. Oleh karena itu selain mengunakan design slab on pile, desain jembatan ini  juga dibagi menjadi segmen-segmen untuk menghindari kerusakan yang menyeluruh pada tubuh jembatan ketika terjadi longsoran dan kemungkinan kerususakan akibat terjadimya gempa.  Analisis awal dengan bantuan software SAP2000 untuk mengetahui gaya dalam yang terjadi pada struktur jembatan dan perilaku struktur terhadap beban gempa yang terjadi. Untuk sistem pondasi yang digunakan pada jembatan  slab on pile ini adalah tiang pancang dengan tumpuan spring dimana fungsi dari tumpuan spring mewakili sifat dari tanah.  Perencanaan jembatan slab on pile ini menggunakan peraturan-peraturan SNI terbaru khusus untuk jembatan. Dalam tugas akhir ini juga menganalisis kestabilan tanah disekitar lokasi proyek jembatan  slab on pile yang ditunjukkan dengan angka keamanan FS dengan bantuan data N-SPT hasil dari  test boring di beberapa lokasi proyek jembatan  slab on pile. Analisis kestabilan tanah mengambil satu lokasi yaitu di STA 3+875 yang mana merupakan salah satu lokasi yang rawan longsor sedangkan analisisnya sendiri menggunakan bantuan software PLAXIS 8.2.
STUDI ANALISIS TINGKAT KERENTANAN BANGUNAN TERHADAP GEMPA DENGAN KEKUATAN MAKSIMUM 6.9 MW Liza Azizah; R Dian Chintami; Windu Partono; Sukamta Sukamta
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.201 KB)

Abstract

Semarang rawan terhadap gempa yang diakibatkan oleh sumber gempa sesar aktif. Sesar aktif yang terdeteksi oleh Tim Pemutakhiran Peta Bahaya Gempa Bumi Indonesia Tahun 2016 (2017) diantaranya adalah sesar aktif Semarang, Demak, Rawapening, Weleri, dan Pati. Hasil penelitian Tim Revisi Peta Gempa Indonesia (2010), Semarang dipengaruhi oleh satu sesar aktif yaitu sesar Lasem. Penelitian ini mengkaji kerentanan bangunan di Semarang terhadap gempa yang diakibatkan oleh sumber gempa sesar aktif, yaitu sesar Lasem, Semarang dan Demak. Alasan digunakannya ketiga sesar tersebut adalah karena posisi ketiga sesar tersebut paling dekat dengan Semarang. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi tingkat kerentanan bangunan dengan mengkaji perbandingan drift ratio dan deformasi antara skenario gempa dengan spektrum respons gempa di permukaan sebagaimana yang terdapat pada SNI 1726:2012. Bangunan-bangunan yang dikaji adalah Hotel City One, Hotel Dr. Wahidin, Training Center II Undip, Apartment Paltrow, Semarang Medical Center, Hotel Holiday Inn Express, Universitas Semarang dan Rumah Sakit Islam Sultan Agung. Sumber gempa yang digunakan adalah Chi-Chi dari Taiwan dengan kekuatan 6.2 Mw, Imperial Valley dari Amerika dengan kekuatan 6.53 Mw, Kobe dari Jepang dengan kekuatan 6.9 Mw dan Victoria dari Mexico dengan kekuatan 6.33 Mw. Analisis struktur pada bangunan dilakukan dengan acceleration time histories dan spektrum respons hasil modifikasi dari acceleration time histories. Penelitian ini dilakukan menggunakan bantuan aplikasi SAP2000. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa delapan bangunan yang diteliti mampu menahan gempa berkekuatan 6.2 Mw – 6.9 Mw dengan jarak episenter 3.86 Km – 13.8  Km.
PERENCANAAN PERBAIKAN SUNGAI TIRTO GROBOGAN JAWA TENGAH Emha Afif Assgaf; Ekki Febri Trianto; Suseso Darsono; Hari Nugroho
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1803.134 KB)

Abstract

Sungai Tirto merupakan salah satu anak Sungai Lusi yang terletak di Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 26 April 2014 terjadi longsor pada sungai tersebut yang menyebabkan beberapa rumah mengalami kerusakan dan terputusnya akses jalan. Untuk mengetahui penanganan yang tepat dalam rangka perbaikan Sungai Tirto, perlu dilakukan analisa lebih lanjut yang meliputi : Analisa hidrologi, hidrolika, dan stabilitas alur sungai.  Dengan data – data pendukung yaitu peta topografi, data hujan selama 20 tahun pengamatan, data tanah, dan potongan melintang Sungai Tirto diperoleh hasil perhitungan : Daerah tangkapan sebesar 18,818 km2, debit banjir 50 tahunan (Q50) = 235,1 m3/s. Dari hasil pemodelan hidrolika sungai menggunakan aplikasi HEC-RAS dengan debit rencana Q50, diketahui bahwa beberapa bagian sungai meluap sehingga  perlu perencanaan penampang sungai baru.  Penampang sungai baru yang direncanakan berbentuk trapesium dengan b = 8m, h = 5m, dan m=1 : 1. Hasil dari analisa stabilitas sungai yaitu V > Vcr, yang berarti aliran sungai berpotensi menimbulkan gerusan baik di dasar maupun tebing sungai. Tindakan pencegahan yang direncanakan yaitu  pemasangan bronjong pada tikungan luar sungai dan pembangunan groundsill pada alur sungai yang lurus pada beberapa tempat. Sementara itu, tindakan perbaikan daerah sungai yang mengalami longsor direncanakan menggunakan anchored sheet pile.

Page 1 of 2 | Total Record : 14