cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014" : 41 Documents clear
Penilaian Resiko dan Perencanaan Jadwal Inspeksi Boiler dengan Metode Risk Based Inspection di PT Indonesia Power UBP Semarang Rifda Ilahy Rosihan; Diana Puspitasari Puspitasari; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boiler merupakan salah satu mesin yang penting dalam industri pembangkit listrik. Fungsi boiler yakni mengubah air menjadi uap yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin untuk menghasilkan energi listrik. Boiler pada PT. Indonesia Power UBP Semarang diketahui seringkali mengalami kerusakan berupa kebocoran pipa. Akibat dari kebocoran pipa mengakibatkan timbulnya resiko berupa bahaya kebakaran dan mengakibatkan mesin tidak dapat beroperasi. Untuk mengurangi adanya kegagalan dan mengurangi tingkat resiko pada boiler dibutuhkan suatu perencanaan inspeksi yang melihat dari tingkat resikonya. Teknik penjadwalan inspeksi yang sesuai dengan kondisi boiler adalah Metode Risk Based Inspection. Resiko dapat diartikan dalam dua hal yakni kemungkinan kegagalan dan konsekuensi kegagalan. Kemungkinan kegagalan didasarkan pada jenis kerusakan yang terjadi pada peralatan. Karena boiler pada unit ini mengalami kerusakan berupa korosi thinning, maka dilakukan perhitungan berupa penjumlahan dari sembilan modul Technical Module Subfactor pada peralatan dengan melihat nilai dari laju korosi pada peralatan. Nilai kemungkinan kegagalan pada pipa adalah “1” Konsekuensi kegagalan didasarkan pada luas area yang terkena dampak akibat adanya kebocoran boiler. Perhitungan ini didasarkan pada sistem deteksi, sistem isolasi, tekanan, dan suhu pada peralatan. Pada pipa boiler, nilai konsekuensi kegagalannya adalah “C”. Hasil dari perhitungan konsekuensi dan kemungkinan kegagalan adalah peringkat resiko pada pipa boiler, yaitu medium risk. Setelah itu, menentukan rencana inspeksi yang optimal pada pipa boiler. Untuk menentukan perencanaan waktu inspeksi pada boiler menggunakan standar DNV (Det Norske Veritas). Jadwal inspeksi yang sesuai dengan tingkat resiko pada pipa dan standar DNV adalah 2 tahun. The Boiler is one of the important machines in the power plant. Boiler functions is turning water into steam which is then used to drive a turbine to produce electrical energy. Boiler at PT. Indonesia Power UBP Semarang known often suffered damage in the form of a pipe leak. As a result of leakage pipes result in a risk of fire hazard, and result in the machine cannot operate. To reduce the presence of failure and reduce the level risk of the boiler, it need inspection planning that viewed from the level of risk levels and equipment inquiries. Inspection scheduling techniques that comply with the conditions of the boiler is Risk Based Inspection method. Risk can be defined in two things, there are the possibility of failure and the consequences of failure. The possibility of failure based on the type of damage that occurs in the equipment. Because the boiler on these units suffered damage in the form of corrosion thinning, then carried out the calculation of the sums of nine modules Technical Module Subfactor on equipment by looking at the value of the rate of corrosion on equipment. The value of the possibility of failure on the pipe is “1” Consequence of failure based on the affected area due to the leakage of boilers. This calculation is based on a system detection, System isolation, pressure, and temperature on the equipment. On the pipe of the boiler, the consequences of failure are “C”. The result of the calculation of consequences and likelihood of failure is risk rank on the boiler pipes, that is medium risk. After that, determining optimal inspection plans on the boiler pipes. To determine the time planning of inspections on boilers by using DNV (Det Norske Veritas) standard. Inspection planning based on the level risk of the pipes and DNV standard is 2 years.
ANALISIS KEBISINGAN UNTUK PENINGKATAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN PEKERJA PADA AREA KERJA APRON GROUND HANDLING (Studi Kasus di Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang) Khalis Riyangga; Ratna Purwaningsih; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan merupakan faktor lingkungan fisik yang dapat mengganggu baik dalam aktivitas bekerja maupun dalam segi kesehatan dengan tingkat kebisingan yang tinggi bagi para pekerja yang terkena paparannya. Masalah seperti ini sangat mudah ditemui di area bandara penerbangan manapun karena pesawat memliki suara mesin yang sangat bising dari turbin yang dapat menyentuh angka 100 dBA. Hal ini juga terjadi pada Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, tepatnya pada area apron ground handling. Para pekerja dituntut bekerja pada paparan bising yang tinggi dengan tingkat perlindungan safety yang dirasa kurang untuk mengantisipasi kebisingan tersebut langsung terpapar ke telinga para pekerja, sehingga terjadi gangguan komunikasi dan pendengaran yang dirasakan oleh para pekerja area apron ground handling. Hal ini disebabkan karena para pekerja tidak terlalu mengerti akan tingginya tingkat kebisingan pada area tersebut dan batasan yang dianjurkan. Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) pun hanya sebatas pemakaian rompi K3, untuk pekerja yang berada di area apron ground handling. Hasil perhitungan tingkat kebisingan ekivalen untuk masing-masing jenis pesawat yang ada menunjukan angka diatas 85 dBA dan nilai tertinggi terdapat pada pesawat boeing 737-200 dengan rata-rata kebisingan ekuivalen sebesar 103,8 dBA serta perhitungan TWA (Time Weighted Average) dimana untuk mengetahui berapa lama waktu yang diperkenankan untuk para pekerja dengan tingkat (intensitas) kebisingan tertentu dimana hasil yang didapatkan nilai TWA tertinggi sebesar 101,85 dengan durasi waktu kerja selama 0,1 jam atau 6 menit pada area tersebut. Selain dua metode perhitungan tersebut ditambahkan lagi pembuatan peta kontur kebisingan untuk masing-masing jenis pesawat pada area apron ground handling dari pengukuran nilai kebisingan ekivalen pada masing-masing titik yang telah ditentukan yang nantinya akan ditujukan untuk para pekerja dan pengguna area tersebut pada umumnya untuk mengerti tingkat kebisingan pada area tersebut dengan tingkat aktivitas penerbangan yang tinggi. Abstract The noise is the physical environmental factors that can disrupt the work or activity in both in terms of health with high noise levels for workers who are exposed to such noise exposure. This problems like are easily found in any area of the airport the flight because the plane has a very noisy engine noise from turbines that can touch 100 dBA. This also happens to Ahmad Yani international airport in Semarang, precisely on the apron areas of ground handling. The workers are required to work on a high noise exposure with the level of protection of safety where the noise to anticipate less directly exposed to the ear of the workers, so the event of a failure of communication and hearing loss felt by the apron area workers ground handling. The workers are not too understand the high noise level in the area and restrictions recommended. The use of personal protection (Protective Equipment) was only limited to wearing vests K3, for workers who were in the area of the apron of ground handling. Results calculation of the equivalent noise levels for each aircraft type that shows the numbers above 85 dBA and the highest value is present on the boeing 737-200 aircraft with an average noise equivalent of 103,8 dBA as well as calculation of TWA (Time Weighted Average) in which to find out how long are allowed for workers with noise levels (intensity) where certain results obtained the highest of TWA value 101,85 with the duration of working time during 0.1 hour or 6 minutes in the area. In addition to the two methods of calculation were added again making noise contour maps for each type of aircraft on apron areas of ground handling of measurement equivalent noise values at each point of the set that will be devoted to the workers and users of the area in General to understand the level of noise in the area with a high level of aviation activity.
Perancangan Ulang Tata Letak Gudang Raw material Produksi Granule (Studi Kasus di PT. Bina Guna Kimia Ungaran) Suci Farida Astuti; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bina Guna Kimia adalah perusahaan yang memproduksi berbagai macam pertisida dan melayani pelanggan baik dalam maupun luar negeri. Untuk mendukung perusahaan dalam mengembangkan usahanya, PT. Bina Guna Kimia akan melakukan spesialisasi terhadap fasilitas gedung produksi granule dan powder. Sehingga lokasi produksi untuk produk granule dan powder yang awalnya berada dalam satu bangunan akan dilakukan pemisahan. Adanya perluasan area penyimpanan raw material produksi granule karena pemindahan raw material produksi  powder ke fasilitas yang baru mendorong adanya perancangan ulang terhadap tata letak penyimpanan raw material produksi granule. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan tata letak gudang penyimpanan raw material produksi granule yang baru yang dapat mengoptimalkan total jarak perpindahan raw material dan utilitas penggunaan ruang gudang. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dalam penelitian ini akan diusulkan penggunaan kebijakan penyimpanan tetap berdasarkan faktor popularity dengan kriteria nilai rasio R/S (receiving/shipping) dan penggunaan sistem penyimpanan racking dan block stacking juga dipertimbangkan.Berdasarkan perancangan yang dilakukan dalam penelitian ini, terpilihlah alternatif tata letak yang memiliki total jarak perpindahan raw material paling minimum sebesar 29.703,11 meter per bulan dengan utilitas penggunaan ruang yang maksimum sebesar 45,67% dengan kombinasi sistem penyimpanan racking dan block stacking.    ABSTRACTPT. Bina Guna Kimia is a company that manufactures a wide range of pesticides and serve customers both domestic and foreign . To support the company in developing its business , PT . Bina Guna Kimia will specialize on building production facilities granule and powder . So the production location for granule and powder products are initially located in one building will be separation . The expansion of the production of raw material storage area for transfer of raw materials in granule powder production facility to a new push for the redesign of the layout of raw material storage granule production. This study aims to provide a proposed layout of the raw material warehouse production of new granule that can optimize the total distance moved by the raw material and the utility use of warehouse space. To achieve these objectives , it will be proposed in this study the use of permanent storage policies based on the criteria of popularity factor ratio R/S (receiving/shipping) and the use of storage racking systems and block stacking are also considered .Based on the design performed in this study , alternat elected e layout that has a minimum total distance moved of most raw materials of 29.703.11 meters per month with a maximum space usage utility of 45.67 % with a combination of storage racking systems and block stacking .
ANALISIS FAKTOR RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDER (MSDs) PENGGUNA KOMPUTER DENGAN STUDI CROSS SECTIONAL PADA DEPARTEMEN ADMINISTRASI PT PLN APJ SEMARANG Riki Satria Perdana; Haryo Santoso
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan perangkat Visual Display Terminal (VDT) pada departemen administrasi PT PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Semarang terdapat ketidaksesuaian dengan kaidah ergonomi, menyebabkan lebih dari 70 % karyawan menderita keluhan musculoskeletal disorder (MSDs). Dengan menggunakan kuesioner Nordic Body Map terlihat banyak karyawan mengeluhkan kebas, kesemutan, pegal, sakit. Keluhan tertinggi terdapat pada tubuh bagian pinggang sebanyak 89,7% karyawan, bahu kanan 82,8%, leher atas 70,7%, bawah pinggang 67,2% dan leher bawah 63%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko apa saja yang dapat menyebabkan keluhan musculoskeletal disorder.Penelitian ini menggunakan studi cross sectional. Diketahui faktor risiko yang paling dominan terhadap keluhan musculoskeletal adalah riwayat penyakit. Terdapat beberapa penyebab yang juga menimbulkan keluhan musculoskeletal seperti kesalahan postur saat duduk, kebiasaan dan metode kerja, ruang kerja dan ketidaksesuaian antropometri duduk karyawan dengan furnitur kursi/meja yang digunakan. Melalui penelitian ini diperoleh beberapa usulan yang sekiranya dapat diterapkan oleh perusahaan.   AbstractThere is an impropriety with the rules of ergonomics, in term of Visual Display Terminal (VDT) usage in the administration department of PT PLN Service Area Network (APJ) Semarang, causing more than 70 % of employees suffer from muscular disorder (MSDs). By using Nordic Body Map questionnaires seen many employees complain of numbness, tingling, stiff and pain . The highest complaint contained in the waist of the body as much as 89.7 % of employees, right shoulder 82.8 %, upper neck 70.7 % , lower waist 67.2 %  and lower neck 63 %. This study was conducted to determine any risk factors that can lead to musculoskeletal disorder.This study used a cross-sectional study to identify of risk factors. The most dominant risk factor is the pre-musculoskeletal complaints. There are several causes that also cause musculoskeletal complaints such as inapropriete sitting posture, habitual and working method, work space and insufficiency anthropometric sitting chairs/tables are used by the employees. Through this study obtained some recommendations that hopefully can be applied by the company. 
PENGEMBANGAN APLIKASI INVESTIGASI KECELAKAAN KERETA API DENGAN METODE HUMAN FACTORS ANALYSIS AND CLASSIFICATION SYSTEM INDONESIAN RAILWAYS (HFACS-IR) DAN CRITICAL DECISION METHOD (CDM) Dina Tauhida; Wiwik Budiawan; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human error disinyalir merupakan salah satu faktor utama penyebab beberapa kecelakaan  kereta api. Hal tersebut terlihat dari data Ditjen Perkeretaapian Kementrian Perhubungan tahun 2009 – 2011 yang menyatakan faktor SDM memiliki pengaruh sebesar 25 % sebagai penyebab kecelakaan kereta api. Investigasi kecelakaan kereta api pihak PT. Kereta Api Indonesia (KAI) masih terbatas. Analisis yang dilakukan hanya berfokus pada individu terkait dan belum dapat menganalisis secara rinci penyebab dari error tiap individu. Maka diperlukan analisis kecelakaan kereta api dengan metode yang sistematis sehingga rekomendasi yang diberikan tepat sasaran. Salah satu metode sistematis yang banyak berkembang saat ini adalah Human Factors Analysis Classification System Indonesian Railways (HFACS-IR) yang dikembangkan oleh Budiawan (2011). HFACS-IR digunakan untuk menganalisis dan mengumpulkan data human error khususnya kecelakaan kereta api yang terjadi di Indonesia. Metode tersebut dilengkapi dengan metode wawancara, yaitu metode Critical Decision Method (CDM) serta disimpulkan menggunakan Emergent Theme Analysis (ETA). Kemudian diperlukan pembuatan skenario kecelakaan dengan menggunakan Linking Causal Factor. Untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi investigasi kecelakaan kereta api, diperlukan pembuatan aplikasi yang mengakomodir metode HFACS-IR, CDM, ETA, dan Linking Causal Factor. Aplikasi yang dibuat tidak dibatasi pada penggunaan komputer saja, namun juga dapat digunakan pada smartphone sehingga mempermudah pengumpulan data di lapangan. ABSTRACT Human error is one of  the main factors causing some train accident.  It is seen from the data of Directorate General Railway Ministry of Transportation in 2009 - 2011 which declared that human factors has effect of 25% as cause of train accident. Train accident investigation PT . Kereta Api Indonesia (KAI) is just limited. The analysis only focused on the individual, has not been able to analyze in detail the cause of each individual error. That’s why must analyze train accident completely using systematic method so that recommendations given on target. One of popular systematic method at this time is Human Factors Analysis Classification System Indonesian Railways (HFACS - IR) which developed by Budiawan (2011). HFACS - IR is used to analyze and collect the data of human error especially rail accident that occurred in Indonesia . The method comes with the interview method namely Critical Decision Method (CDM) and inferred using the Emergent Themes Analysis (ETA). Then making of accident scenarios using Linking Causal Factor. To improve the effectiveness and efficiency of the train accident investigation, it is required the creation of applications that accommodate HFACS - IR method, CDM , ETA , and Linking Causal Factor. Applications are made not only for computers, but also can be used on a smartphone thus simplifying data collection in the field.
PERENCANAAN KEGIATAN MAINTENANCE DENGAN METODE RCM II STUDI KASUS DI PT INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR, TBK DIVISI NOODLE CABANG SEMARANG hilda prabandini; Bambang Purwanggono; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk Divisi Noodle Cabang Semarang adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi mi instan. Permasalahan yang dihadapi adalah terganggunya proses produksi yang disebabkan oleh komponen mesin yang tidak menjalankan fungsinya dengan baik sehingga tingkat downtime perusahaan kian meningkat selama tiga tahun terakhir. Untuk menangani hal tersebut, peneliti mengusulkan perencanaan kegiatan maintenance pada PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk Divisi Noodle Cabang Semarang menggunakan metode Reliability Centered Maintenance II (RCM II). Melalui metode ini diperoleh identifikasi kegagalan, prioritas resiko kegagalan, menentukan kegiatan perawatan yang sesuai dengan memperhatikan konsekuensi kegagalan serta interval perawatan optimal berdasarkan kriteria nilai reliability. Proses penentuan interval perawatan dalam penelitian ini memanfaatkan software Weibull++9. Berdasarkan hasil penelitian, kebijakan  scheduled discard task digunakan untuk menghadapi modus timing belt 510 putus dengan interval penggantian komponen 1002 jam dan oil filter kotor dengan interval penggantian komponen 2289 jam, sedangkan kebijakan on condition task digunakan pada modus tutup fryer patah dan mangkok fryer patah dengan interval pemeriksaan kondisi komponen masing-masing 1 minggu.  Abstract:PT Indofood CBP Sukses Makmur , Tbk Noodle Division Semarang Branch is  a company which is engaged in the production of instant noodles . The problem faced by this company is the disruption of the production process which caused by engine components that do not function properly, so that the company is increasing the level of downtime during the last three years . To handle this, the researchers propose a planning of maintenance activities on PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Noodle Division Semarang Branch using method Reliability Centered Maintenance II (RCM II). By this method, we can obtained identification of failure , the risk priority of failure , determine the appropriate treatment activities with due regard to the consequences of failure and the optimal maintenance interval based on the criteria of reliability values . The process of determining maintenance intervals in this study is obtained by using the Weibull + +9 software . Based on the results of this research , policy scheduled discard task is used to deal with the failure mode timing belt 510 broken with component replacement intervals 1002 hours and oil filter dirty with component replacement intervals 2289 hours. While the policy on condition task  is used to deal with the failure mode broken fryer lid and broken fryer bowl, the interval for checking the condition of each component is 1 week . 
Pemanfaatan Limbah Organik Tumbuhan dan Hifa Fungi Rhizopus sp. pada Struktur Bantalan Kemasan Barang dengan Metode Eksperimen Faktorial Aninditya Wisnuputri; Denny Nurkertamanda; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Styrofoam lazim digunakan sebagai bahan pelindung dan penahan getaran barang-barang yang fragile, seperti elektronik. Bahaya styrofoam bahkan lebih besar dibandingkan bahaya plastik. Hal ini karena styrofoam merupakan salah satu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh alam. Data EPA (Enviromental Protection Agency) di tahun 1986 menyebutkan, limbah berbahaya yang dihasilkan dari proses pembuatan styrofoam sangat banyak. Seperti, CFC yang merupakan senyawa gas yang disebut sebagai penyebab timbulnya lubang ozon di planet Bumi. Padahal, di sisi lain, jumlah limbah organik di Indonesia sangat melimpah dan mudah kembali ke alam tetapi kurang dimanfaatkan. Perumusan masalah adalah dampak lingkungan kerusakan alam karena sampah anorganik khususnya styrofoam sedangkan kebutuhan akan pengemasan barang semakin meningkat. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk membuktikan kelebihan perpaduan material hifa fungi Rhizopus sp. dan sampah organik dan mencari komposisi yang tepat. Tujuannya adalah untuk menggantikan styrofoam sebagai bahan baku utama dalam pengemasan.Dalam usaha menumbuhkan fungi pada limbah organik dibutuhkan faktor-faktor yang berperan aktif didalamnya. Berdasarkan hasil eksperimen didapatkan dua faktor yang berpengaruh dalam pertumbuhan hifa fungi pada limbah organik, yaitu jumlah substrat dan jumlah bibit fungi. Untuk mencari komposisi perpaduan limbah organik, bibit fungi dan substrat yang tepat digunakan Metode Desain Eksperimen Faktorial untuk memperoleh produk berdasarkan Design untuk Lingkungan.ABSTRACTStyrofoam commonly used as a protective material and anchoring vibration fragile items , such as electronics. Styrofoam’s danger even more dangerous than plastic . This is because Styrofoam waste can not be recycled by nature. Data from EPA ( Environmental Protection Agency ) in 1986 mentions, there are so much hazardous waste generated from Styrofoam’s manufacturing process. Such as, CFC gases which are compounds known as the cause of the ozone hole in the Earth. Whereas, in other side, the amount of organic waste in Indonesia was very abundant and easy to get back to nature but underused. The problem’s formulation is the environmental impact and nature destruction from anorganic waste especially styrofoam packaging goods while demand of packaging needs is increasing. Therefore, this study has the purpose to prove the excess material blend hyphae of fungi Rhizopus sp. and organic waste and found the right composition . The goal is to replace styrofoam as the main raw material in the packaging needs .In an effort to grow the fungi in organic waste takes the factors that play an active role in it. Based on the experimental results, obtained two factors which influence the growth of fungal hyphae on the organic waste, the amount of substrate and the amount of fungi seeds. To find the composition of a blend of organic waste, fungi seeds and proper substrate used Factorial Experiment Design Method for getting Design for Environmental product.
USULAN PEMASANGAN IKLAN PADA SURAT KABAR DITINJAU DARI GERAKAN MATA DAN ATENSI PEMBACA SURAT KABAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE EYE TRACKING Muhammad Dwi Ramdhani; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan usulan kepada pihak pemasang iklan dalam perancangan desain dan penentuan posisi iklan yang mudah dilihat oleh mata pembaca surat kabar. Penelitian ini menggunakan Metode Eye Tracking untuk melihat pergerakan mata pembaca surat kabar pada saat melakukan pencarian bagian yang menarik dari surat kabar. Penelitian ini menekankan pada gerakan mata pembaca surat kabar pada saat melihat halaman surat kabar dalam mencari hal yang dianggap menarik dari isi surat kabar. Dari hasil penelitian didapatkan mata pembaca rata-rata memulai pencarian dari pojok kiri atas dan atensi pembaca lebih tertarik terhadap tulisan yang jelas dan menarik, ini disebabkan karena persepsi orang Indonesia yang membaca dari kiri kekanan dan dari atas kebawah, sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah sebaiknya peletakan iklan yang mudah ditangkap mata pembaca yaitu pada posisi pojok kiri atas dengan mempertimbangkan atensi pembaca yaitu berupa konten-konten yang menarik.ABSTRACTThe purpose of this study is to provide recommendations to the advertisers in designing and ad positioning is easily seen by the eyes of newspaper readers . This study uses the Eye Tracking method to look eye movement of newspaper readers when searching the interesting part of the newspaper. This study more focus on eye movements of newspaper reader while viewing a page in the newspaper for looking interesting parts that are considered the newspaper of the conten. From the results, the average reader's eyes start searching from the top left corner and the attention of the reader is more interested in writing a clear and attractive, because Indonesian perceptions are read from left to right and from top to bottom , so that the conclusions of this study are best placement of ads that are easily captured the reader's eye on the position of the top left corner with the readers attention in the form of content that’s interesting.
ANALISIS PENGARUH ORIENTASI PASAR, KELENGKAPAN PRODUK DAN EFEKTIVITAS SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP KINERJA PEMASARAN (Pada Mesin Diesel PT. Kubota Indonesia Semarang) Murni Elfrida Sipayung; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk dapat memperoleh data mengenai orientasi pasar, kelengkapan produk, efektifitas saluran distribusi dan kinerja pemasaran maka disusunlah sebuah kuesioner dengan menggunakan item-item pertanyaan yang merupakan alat ukur dari variabel-variabel tersebut. Kuesioner yang telah tersusun tersebut selanjutnya disebarkan kepada 105 responden kubota semarang. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan nilai indeks, analisis kualitatif dan ujiregresi berganda untuk membuktikan ada atau tidaknya pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Dari hasil pengujian hipotesis melalui uji regresi berganda menunjukkan orientasi pasar, kelengkapan produk dan efektifitas saluran distribusi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran kubot semarang. Sedangkan hasil perhitungan deskriptif yang dilakukan pada variabel-variabel penelitian dengan menggunakan nilai indeks menunjukkan indeks orientasi pasar kubota semarang adalah sebesar 88,46 yang menunjukkan bahwa orientasi pasar kubota semarang termasuk dalam kategori sangat tinggi, indeks kinerja pemasaran kubota semarang adalah sebesar 75,4 yang menunjukkan bahwa minat kinerja pemasaran kubota semarang adalah tinggi, indeks kelengkapan produk adalah sebesar 72,56 yang menunjukkan bahwa kelengkapan produk kubota semarang adalah sedang dan nilai indeks efektivitas saluran distribusi Kubota semarang adalah sebesar 62,5 yang  menunjukkan bahwa efektivitas saluran distribusi dalam kategori rendah. ABSTRACTOrdering of getting data of market orientation, completeness of product, effectiveness of distribution channel and marketing performance made researcher compose a questionnaire with items which were be measuring instruments of them. It was spread to 105 respondents of  Kubota Semarang. Then, the collected data were be analyzed using index value (total number), qualitative analysis and regression test to know the effect of each independent variables to dependent variable. From the hypotheses testof the multiple regressions results show that market orientation, completeness of product and effectiveness of distribution are positively and significantly impact on marketing performance of kubota semarang. However descriptive test toward the observed variables index shows that the index of market orientation is 88,46, it means that the level of market orientation of kubota semarang  is categorized as extremely high, the index of marketing performance is 75,4, it means that the level of marketing performance is categorized as high, the index completeness of product kubota semarang is 72,56, it means that the level of the completeness productis categorized as moderate and the index of effectiveness of distribution is 62,5 it shows that the level of  the effectiveness of distribution considered as low/modest.
USULAN SISTEM PERAWATAN PADA MESIN BARTACK LK3-B40 DENGAN PENERAPAN AUTONOMOUS MAINTENANCE DI PT. SANDANG ASIA MAJU ABADI Dina Aulia; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Sandang Asia Maju Abadi merupakan perusahaan di bidang industri garmen yang memproduksi pakaian jadi. Perusahaan tidak membuat perencanaan perawatan terjadwal sehingga tak jarang mesin-mesin yang sedang beroperasi mengalami kerusakan tak terduga. Mesin Bartack yang digunakan untuk proses menjahit penguat pada akhir jahitan sering mengalami downtime selama bulan Januari sampai Juni 2013 sebesar 137,83 jam yang mengakibatkan kerugian kehilangan kualitas memproduksi pakaian secara tepat sesuai order sebesar 8270 pcs senilai Rp 1.426.575.000,00. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Productive Maintenance yang menggabungkan perawatan produktif dengan keterlibatan karyawan melalui Autonomous Maintenance. Pengukuran OEE dilakukan untuk mengetahui efektifitas mesin bartack. Nilai OEE didapat dari perhitungan tingkat availability, performance efficiency dan quality product. Nilai OEE yang didapat memiliki rata-rata 30,46% sehingga memiliki nilai OEE yang masih dibawah standar world class yaitu >85%.Rendahnya nilai OEE dikarenakan rendahnya nilai performance efficiency yang disebabkan oleh banyaknya downtime yang dialami mesin. Hal ini disebabkan tidak adanya bekal keterampilan operator untuk merawat mesin yang dioperasikannya. Oleh karena itu, autonomous maintenance perlu diterapkan untuk meningkatkan nilai OEE melalui tujuh tahapan autonomous maintenance untuk menghasilkan standar prosedur perawatan, pelatihan operator dan meningkatkan motivasi operator serta teknisi maintenance untuk saling bekerjasama dalam menjaga mesin agar tetap pada performa yang baik.   AbstractPT. Sandang Asia Maju Abadi is a company in the garment industry which produces apparel . The Company did not make a scheduled maintenance plan, so often the machines are operating unexpected damage. Bartack machine used to sew the seam reinforcement at the end often have downtime during the month of January to June 2013 amounted to 137.83 hours which resulted in the loss of quality of garments produced exactly to the order of 8270 pcs Rp 1,426,575,000.00. The method used in this study is Total Productive Maintenance treatments that combine productive employee engagement through Autonomous Maintenance . OEE measurement is performed to determine the effectiveness of bartack machine. OEE values obtained from the calculation of availability level, performance efficiency and quality product. OEE values obtained have an average of 30.46% that have OEE value is still below the world class standard of> 85%.The low value of OEE performance due to the low efficiency value caused by the amount of downtime experienced by the engine. This is due to the lack of provision of operator skill to take care of the machine operation. Therefore, autonomous maintenance needs to be implemented to increase the value of OEE through seven steps of autonomous maintenance to generate standard maintenance procedures, operator training and increase the motivation of operators and maintenance technicians to work together in keeping the engine in order to remain in good performance. 

Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue