cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2015): April" : 8 Documents clear
KESIAPAN PROFESI PERSONAL TRAINER DALAM PENYUSUNANPROGRAM LATIHAN DAN JASA LAYANAN YANG DIBERIKANPADA MEMBERS FITNESS DI YOGYAKARTA Ady Nova Kurnianto , Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol 14, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.472 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v14i1.4571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan profesi personal trainer dalampenyusunan program latihan dan jasa layanan yang diberikan pada members fitness diYogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei denganinstrumen angket. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian iniadalah insidental sampling pada personal trainer di Yogyakarta yang meliputikabupaten Sleman, kabupaten Bantul dan kota Yogyakarta dengan jumlah 41 orang.Untuk menganalisis data digunakan statistik deskriptif dengan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 41 responden, sebanyak 1 responden(2,4 %) berkategori baik, 19 responden (46,3 %) pada kategori cukup baik, 18responden (43,9 %) berkategori kurang baik, dan 3 responden (7,4 %) berada padakategori tidak baik. Dilihat dari hasil penelitian mayoritas responden berada padakategori cukup baik (46,3 %). Berdasarkan hasil terebut diketahui kesiapan profesipersonal trainer dalam penyusunan program latihan dan jasa layanan yang diberikanpada members fitness di Yogyakarta adalah cukup baik.Kata kunci : kesiapan profesi, personal trainer, program latihan members fitness
PENGARUH LATIHAN BEBAN DENGAN METODEPYRAMID SYSTEM TERHADAP PENINGKATAN MASSA OTOTMEMBER FITNESS CAKRA SPORT CENTER Hadwi Prihartanta, Mulyadi dan
MEDIKORA Vol 14, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.492 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v14i1.4572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan beban dengan metodepyramid system terhadap peningkatan massa otot member fitness Cakra Sport center.Massa otot yang diukur yaitu otot dada, lengan, paha, dan betis.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desainpenelitian one group prestest-postest desaign. Populasi penelitian adalah memberfitness Cakra Sport centeryang berjumlah 125 orang. Pengambilan sampel padapenelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria, yaitu; (1)memberfitness cakra sport centeryang mengikuti program peningkatan massa otot, (2)berumur 19-24 tahun, (3) berjenis kelamin laki-laki, (4) sudah menjadi memberfitnessCakra Sport centerminimal 1 bulan, dan yang memenuhi kriteria berjumlah 25 orang.Data penelitian dianalisis dengan uji t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Ada pengaruh yang signigikan latihanbeban dengan pyramid system terhadap peningkatan massa otot dada, lengan, paha,dan betis. Dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.05. Untuk nilai otot dada 9.347 > t tabel2.06, Kenaikan presentase sebesar 1.54 %. Untuk nilai otot lengan 7.742 > t tabel 2.06,Kenaikan pressentase sebesar 4.41 %. Untuk nilai otot paha 12.348 > t tabel 2.06,Kenaikan presentase sebesar 3.17 %. Dan untuk nilai otot betis 10.663 > t tabel 2.06,Kenaikan presentase sebesar 3.98 %.Kata Kunci: Latihan beban, pyramid system, massa otot
PERILAKU HIDUP SEHAT MEMBERS FITNESS CENTER GOR FIK UNY Eko Sucipto dan Suryanto
MEDIKORA Vol 14, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.526 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v14i1.4573

Abstract

Perilaku hidup sehat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan danmempertahankan kesehatan. Seiring dengan perkembangan jaman, banyak orangyang berperilaku hidup kurang sehat terutama berkenaan dengan gaya hidup ataulife style seperti minum minuman beralkohol, mengkonsumsi makanan yang tidaksehat, tidur tidak teratur, dan kurang berolahraga. Penelitian ini betujuan untukmengetahui perilaku hidup sehat members Fitness Center Gedung OlahragaFakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (GOR FIK UNY).Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalahmembers Fitness Center GOR FIK UNY. Sampel penelitian ini adalah membersFitness Center yang masih aktif sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampelmenggunakan accidental sampling atau teknik sampling kebetulan, maksudnyaadalah apabila pemilihan anggota sampelnya dilakukan terhadap orang yangberbeda atau benda yang kebetulan ada atau dijumpai. Pengumpulan datamenggunakan angket. Hasil uji validitas diketahui dari 32 butir angket terdapat 4butir yang gugur yaitu nomor 6, 17, 22 dan 30 yang selanjutnya tidak digunakandalam pengambilan data penelitian. Hasil uji reliabilitas diperoleh koefisienreliabilitas sebesar 0,925 dan dinyatakan reliabel. Analisis data menggunakananalisis deskriptif dengan presentase.Hasil penelitian diketahui perilaku hidup sehat members fitness center GORFIK UNY dalam kategori cukup baik sebanyak 72 %. Perilaku terhadap makanandan minuman sebagian besar responden dalam kategori baik dan cukup baik.Perilaku terhadap kebersihan diri sebagian besar responden dalam kategori Baik.Perilaku terhadap kebersihan lingkungan sebagian besar responden dalam kategoricukup baik. Perilaku terhadap sakit dan penyakit sebagian besar responden dalamkategori cukup baik. Perilaku hidup yang teratur sebagian besar responden dalamkategori cukup baik.Kata kunci: perilaku hidup sehat, members fitness
TINGKAT KEBERHASILAN MASASE FRIRAGE DAN AKUPRESURDALAM MENGURANGI NYERI DAN MENINGKATKAN ROM(RANGE OF MOTION) PADA PASIEN CEDERA BAHU DI KLINIKSASANA HUSADA YOGYAKARTA Feri Anggriawan, Rahmah Laksmi Ambardini
MEDIKORA Vol 14, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.465 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v14i1.4568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan masassefrirage dan akupresur dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan ROM (range ofmotion) pasien cedera bahu di Klinik Sasana Husada Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan 2 kelompok. Teknikpengambilan data menggunakan tes dan pengukuran. Populasi dalam penelitian iniadalah pasien cedera bahu di Klinik Sasana Husada Yogyakarta Maret sampai Apriltahun 2013. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik incidentalsampling. Sampel yang memenuhi syarat berjumlah 22 orang. Instrumen yangdigunakan dalam penelitian ini adalah tes untuk mengukur ROM dan skala nyeriuntuk mengukur tingkat nyeri. Teknik analisis data menggunakan uji-t setelahsebelumnya melalui uji prasyarat uji normalitas dan uji homogenitas.Secara deskriptif, efektivitas nyeri lebih baik pada kombinasi masase frirage danakupresur dengan menurunkan rasa nyeri sebesar 73,33 % sedangkan pada padakelompok masase frirage 51,14%. Dalam hal menaikkan ROM, untuk semua arahgerak sendi bahu efektivitas lebih besar padakelompok yang mendapat kombinasimasase frirage dan akupresur, dengan efektivitas paling besar pada gerak ekstensi,yaitu sebesar 89,36%. Secara statistik, hasil uji-t baik untuk kelompok masase friragemaupun kombinasi masase frirage dan akupresur signifikan dalam mengurangi nyeridan meningkatkan ROM (p0,05). Peningkatan ROM dan penurunan rasa nyeri lebihbaik pada kelompok yang mendapat perlakuan masase frirage dan akupresur. Dapatdisimpulkan bahwa kombinasi masase frirage dan akupresur dapat mengurangi nyeridan meningkatkan ROM, pada cedera bahu.Kata kunci : Masase frirage, akupresur, nyeri, ROM dan cedera bahu
SIKAP MEMBER FITNESS CENTER GOR FIK UNY TERHADAP PROGRAM-PROGRAM LATIHAN KEBUGARAN Abdul Majid Sidik dan Suharjana
MEDIKORA Vol 14, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.833 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v14i1.4574

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui sikap member Fitness Center GOR FIK UNYYogyakarta terhadap program-program latihan kebugaran. Sikap tersebut didasarkanpada komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen konatif.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei.Sampel dalam penelitian ini adalah member fitness di Fitness Center FIK UNYYogyakarta yang berjumlah 40 orang, dengan intrumen yang digunakan berupa angket.Untuk menganalisis data digunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan persentase.Hasil penelitian diketahui sikap member fitness center di GOR FIK UNYYogyakarta sebagian besar berkategori sangat setuju sebanyak 33 orang (82,5 %) danfrekuensi variabel sikap member fitness pada kategori setuju sebanyak 7 orang(17,5 %). Data tersebut menunjukkan bahwa kecenderungan data berpusat padakategori sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sikap memberfitness center di GOR FIK UNY Yogyakarta termasuk dalam kategori positif.Kata Kunci: Sikap member fitness, program latihan kebugaran
IDENTIFIKASI PEMAHAMAN GURU PENJAS DALAMPENGETAHUAN, PENYEBAB, KLASIFIKASIDAN JENIS CEDERA OLAHRAGA Agri Fera Endah Setiani , Bambang Priyonoadi
MEDIKORA Vol 14, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.751 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v14i1.4569

Abstract

Cedera saat berolahraga dapat terjadi pada siapa saja bahkan dapat terjadi padasiswa saat mengikuti pelajaran olahraga. Guru pendidikan jasmani dan kesehatan perlumengetahui penyebab, klasifikasi dan jenis cedera olahraga agar mampu melakukantindakan yang benar saat mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipemahaman guru pendidikan jasmani dan kesehatan SD, SMP, SMA negeri dalampengetahuan penyebab, klasifikasi dan jenis cedera olahraga se-kecamatan bantul.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh guru pendidikan jasmani dan kesehatan se-Kecamatan Bantul.Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampelsebanyak 20 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakananalisis deskriptif persentase.Hasil penelitian diperoleh kesimpulan identifikasi pemahaman guru pendidikanjasmani dan kesehatan SD, SMP, SMA negeri dalam pengetahuan penyebab, klasifikasidan jenis cedera olahraga se-kecamatan Bantul dalam kategori baik (65 %). Identifikasipemahaman terhadap penyebab cedera olahraga dalam kategori baik (50 %),pemahaman terhadap klasifikasi cedera olahraga dalam kategori baik (65 %) danpemahaman terhadap jenis cedera olahraga dalam kategori baik (60 %).Kata kunci: Pemahaman, penyebab, klasifikasi, jenis, cedera olahraga, guru penjas
TINGKAT KEBERHASILAN THERABAND THERAPY DALAM MENINGKATKAN RANGE OF MOVEMENT (ROM) PASCA CEDERA PERGELANGAN TANGAN PADA TIM UKM SOFTBALL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Ardi Utomo dan Novita Intan Arofah
MEDIKORA Vol 14, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.106 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v14i1.4575

Abstract

Salah satu jenis cedera yang banyak dialami atlet softball adalah cedera pergelangantangan yang salah satu gejalanya adalah penurunan range of movement(ROM)pergelangan tangan. Dewasa ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasicedera pada pergelangan tangan meliputi obat, fisioterapi, terapi manual, dan therabandtherapy. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat keberhasilan theraband therapydalam meningkatkan range of movement (ROM) pasca cedera pergelangan tangan timUKM softball UNY.Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental Design dengan desainOne-Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain softballUniversitas Negeri Yogyakarta yang pernah mengikuti berbagai turnamen tingkatdaerah, luar daerah dan nasional dengan ROM pergelangan tangan 80% normal.Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak15 orang. Subjek dinilai ROM fleksi, ekstensi, abduksi, dan adduksi sebelum perlakuan(pretest), setelah perlakuan minggu pertama(postest-1), minggu ke-2 (postest-2) danminggu ke-3 (postest-3) dengan menggunakan jangka dan busur. Analisis data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, uji efektivitas dan uji beda.Didapatkan hasil bahwa rata-rata (mean) fleksi sebelum perlakuan therabandtherapy (pretest) sebesar 61,20o dan setalah perlakuan theraband therapy selama 3minggu naik menjadi 76,07o atau naik 95,08% mendekati ROM fleksi normal (p value 0,05). Selain itu ekstensi pretest sebesar 52,73o naik menjadi 64,53o pada postest-3atau naik mendekati ROM normal sebesar 92, 19% (p value 0,05). Abduksi pretest11,86o mengalami kenaikan pada postest-3 sebesar 18,13o atau naik mendekati ROMnormal sebesar 90, 67% (p value 0,05). Selain itu adduksi pretest 32,53omengalami kenaikan pada postest-3 sebesar 43,20o atau 96,00% naik mendekati ROMnormal (p value 0,05). Dapat disimpulkan bahwa theraband therapy dapatmeningkatkan ROM pergelangan tangan pasca cedera.Kata kunci: Theraband therapy, cedera pergelangan lengan
KEMAMPUAN MOTORIK KASAR TUNAGRAHITA KELAS DASARMAMPU DIDIK DIUKUR MELALUI DASAR PERMAINAN BOLATANGAN Wulanning Dyah Eka Pradani , Sumaryanti
MEDIKORA Vol 14, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.15 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v14i1.4570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar kemampuan motorik kasaranak tunagrahita kelas dasar mampu didik diukur melalui dasar permainan bola tangandi SLB C Senuko Godean Sleman.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metodesurvei dengan teknik pengambilan datanya menggunakan test. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh siswa tunagrahita SLB C Senuko Godean Sleman yangberjumlah 20 responden, dan seluruh anggota populasi dijadikan subyek penelitian. Ujivaliditas instrumen menggunakan korelasi product moment dan diperoleh hasil 20 soaldinyatakan valid dengan nilai korelasi ≥ r tabel 0.4259 atau probabilitas output SPSS ≤0,05. Uji Reliabilitas Instrumen menggunakan rumus Alpha Cronbach dan memperolehkoefisien reliabilitas antara 0.80-1.00. Teknik analisis data menggunakan analisisdeskriptif yang dituangkan dalam bentuk persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar anak tunagrahitakelas dasar mampu didik diukur melalui dasar permainan bola tangan di SLB CSenuko Godean Sleman mempunyai kategori baik, adapun hasilnya secara keseluruhandiketahui bahwa sebanyak 87.5 % mempunyai motorik kasar baik , dan sebanyak 12.5% mempunyai motorik kasar tidak baik. berdasarkan faktor pembelajaran passing dapatdiketahui bahwa sebanyak 90 % mempunyai motorik kasar baik , dan sebanyak 10 %mempunyai motorik kasar tidak baik. berdasarkan faktor pembelajaran dribbling dapatdiketahui bahwa sebanyak 85 % mempunyai motorik kasar baik , dan sebanyak 15 %mempunyai motorik kasar tidak baik. berdasarkan faktor pembelajaran shotting dapatdiketahui bahwa sebanyak 85 % mempunyai motorik kasar baik , dan sebanyak 15 %mempunyai motorik kasar tidak baik.Kata kunci: Kemampuan, Motorik Kasar, Bola Tangan

Page 1 of 1 | Total Record : 8