cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2016): April" : 8 Documents clear
TINGKAT PENGETAHUAN ATLET TENTANG CEDERA ANKLE DAN TERAPI LATIHAN DI PERSATUAN SEPAKBOLA TELAGA UTAMA Bimantoro Setio Nugroho , Rahmah Laksmi Ambardini
MEDIKORA Vol 15, No 1 (2016): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.944 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v15i1.10070

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pengetahuan atlet tentang cedera ankle dan terapi latihan di Persatuan Sepakbola Telaga Utama. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet sepakbola di PS Telaga Utama, pengambilan sampel penelitian ini adalah seluruh atlet sepakbola PS Telaga Utama yang berjumlah 30 orang. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif yang dinyatakan dalam persentase.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan atlet tentang cedera ankle dan terapi latihan di PS Telaga Utama sebagian besar (53,3 %) masuk dalam kategori kurang, sisanya (46,7 %) masuk dalam kategori sedang, dan tidak satupun masuk dalam kategori baik. Terdapat mitos-mitos keliru mengenai cedera ankle dan terapi latihan, sehingga membutuhkan pembenahan agar tingkat pengetahuan atlet bisa meningkat menjadi lebih baik.Kata kunci: Tingkat pengetahuan, terapi latihan cedera ankle, dan atlet.
PERBEDAAN PENGARUH FREKUENSI LATIHAN SENAM AEROBIK TERHADAP PENURUNAN PERSENTASE LEMAK TUBUH DAN BERAT BADAN PADA MEMBERS WANITA Elfiannisa Azmy Andini , Eka Novita Indra
MEDIKORA Vol 15, No 1 (2016): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.166 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v15i1.10071

Abstract

Senam aerobik merupakan salah satu jenis latihan fisik yang digunakan sebagai sarana mencegah dan menurunkan berat badan serta sebagai sarana rehabilitasi atau terapi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh frekuensi latihan senam aerobik terhadap penurunan persentase lemak tubuh dan berat badan pada members wanita di Cakra Sport Club Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian two group pretest-posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah member wanita senam aerobik yang aktif di Cakra Sport Club Yogyakarta yang berjumlah 14 orang. Instrumen untuk mengukur lemak tubuh dan berat badan menggunakan alat elektrik dengan sistem digital yaitu Omron Body Composition Monitor, pengukuran dilakukan dengan cara memasukkan data tinggi badan, usia dan jenis kelamin. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov Z, uji homogenitas dengan uji Bartllet dan pengujian hipotesis yang menggunakan analisis data kuantitatif dengan uji-t.Hasil analisis penelitian ini menunjukkan uji-t terhadap penurunan persentase lemak tubuh, menghasilkan thitung sebesar 2,509 % dengan p0,05 (signifikan). Rata-rata penurunan persentase lemak tubuh pada subjek penelitian dengan frekuensi latihan ≥3 kali adalah 2,386 %, nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata penurunan persentase lemak tubuh pada subjek penelitian dengan frekuensi latihan ≤2 kali yang hanya sebesar 0,829 %. Hasil analisis uji-t terhadap berat badan, menghasilkan thitung sebesar 2,650 kg dengan p0,05 (signifikan). Rata-rata penurunan berat badan pada subjek penelitian dengan frekuensi senam aerobik latihan ≥3 kali adalah 3,371 kg, nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata penurunan berat badan pada subjek penelitian dengan frekuensi latihan ≤2 kali sebesar 1,443 kg. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa frekuensi senam aerobik ≥3 kali dalam seminggu dapat menurunkan persentase lemak tubuh dan berat badan lebih tinggi daripada frekuensi senam aerobik ≤2 kali dalam seminggu.Kata Kunci: Senam Aerobik, Frekuensi Latihan, Persentase Lemak Tubuh, Berat Badan
PENGARUH WEIGHT TRAINING DAN BODY WEIGHT TRAINING TERHADAP POWER TUNGKAI ATLET BOLA TANGAN Rizki Muhammad Afif , Ahmad Nasrullah,
MEDIKORA Vol 15, No 1 (2016): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.946 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v15i1.10072

Abstract

Belum diketahuinya latihan berpengaruh untuk meningkatkan power tungkai atlet bola tangan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh weight training terhadap power otot tungkai atlet bola tangan, (2) mengetahui pengaruh body weight training terhadap power otot tungkai atlet bola tangan, dan (3) mengetahui metode latihan yang lebih berpengaruh antara weight training dan body weight training terhadap power otot tungkai atlet bola tangan.Penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan two group pretest-posttest. Populasi yang digunakan adalah atlet bola tangan Yogyakarta dengan jumlah 16 atlet. Pembagian kelompok dalam penelitian ini dengan cara A-B-B-A yaitu setelah hasil tes awal diranking kemudian subjek yang memiliki prestasi dipasang-pasangkan ke dalam dua kelompok kemudian diberi perlakuan. Untuk kelompok I latihan dengan metode weight training dan kelompok II latihan dengan metode body weight training. Hasil post test diuji menggunakan uji t test.Hasil Penelitian menunjukan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan dari weight training terhadap power otot tungkai atlet bola tangan Yogyakarta, dengan nilai signifikan 0,000 (p 0,000), (2)Terdapat pengaruh yang signifikan dari body weight training terhadap power otot tungkai atlet bola tangan Yogyakarta, dengan nilai signifikan 0,000 (p 0,000). (3) Berdasarkan statistik nilai rata-rata (mean), power otot tungkai pada kelompok weight training lebih tinggi dari pada power otot tungkai pada kelompok body weight training. Dapat disimpulkan bahwa weight training lebih berpengaruh meningkatkan power otot tungkai dibanding body weight training.Kata kunci: weight training, body weight training, power dan bola tangan
PERBEDAAN POLA TIDUR ANTARA KELOMPOK TERLATIH DAN TIDAK TERLATIH Widiyanto, Arif Hidayat Suwarna,
MEDIKORA Vol 15, No 1 (2016): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.413 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v15i1.10073

Abstract

AbstrakFaktor keterlatihan berpengaruh terhadap pola tidur seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola tidur antara kelompok terlatih dan tidak terlatih. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post-facto menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan data menggunakan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu komplek Tarakanita dan ibu-ibu member senam aerobik di The Sahid Rich Yogyakarta Hotel. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu responden dari ibu-ibu komplek Tarakanita dipilih yang tidak aktif berolahraga, sedangkan responden dari ibu-ibu member senam aerobik di The Sahid Rich Yogyakarta Hotel dipilih yang rutin senam setidaknya tiga kali dalam seminggu. Total sampel sebanyak 33 orang. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji-t dengan syarat uji-t berupa uji normalitas dan uji homogenitas.Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pola tidur kelompok terlatih yaitu ibu-ibu member senam aerobik di The Sahid Rich Yogyakarta Hotel dan pola tidur kelompok tidak terlatih yaitu ibu-ibu komplek Tarakanita dengan hasil bahwa pola tidur ibu-ibu member senam aerobik di The Sahid Rich Yogyakarta Hotel lebih baik dari ibu-ibu komplek Tarakanita. Hasil tersebut ditunjukkan dengan t hitung sebesar 3,468 dan p = 0,002, mean yang diperoleh ibu-ibu komplek Tarakanita sebesar 94,00, sedangkan mean yang lebih tinggi dimiliki oleh ibu-ibu member senam aerobik di The Sahid Rich Yogyakarta Hotel sebesar = 104,75. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan pola tidur antara kelompok terlatih dan kelompok tidak terlatih.Kata kunci: pola tidur dan tingkat keterlatihan
HUBUNGAN ANTARA STATUS HIDRASI SERTA KONSUMSI CAIRAN PADA ATLET BOLA BASKET Reza Iman Ramdhan, Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol 15, No 1 (2016): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.202 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v15i1.10068

Abstract

AbstrakSelain kebutuhan nutrisi, atlet juga membutuhkan pengaturan hidrasi dan konsumsi cairan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi atlet terhadap kebutuhan cairan (hidrasi) serta konsumsi cairan baik saat latihan dan pertandingan pada atlet bola basket putra dan putri kejurda kelahiran usia-18 tahun kabupaten indramayu.Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan rancangan Mixed methods (Metode campuran), karena pengambilan dan pengolahan data dilakukan dengan dua metode, kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan secara berkesinambungan. Metode kuantitatif dilakukan pada analisis konsumsi cairan, sedangkan metode kualitatif dilakukan untuk mengetahui status hidrasi dengan pengukuran PURI. Kuesioner “Food Beverage” (angket minuman) untuk mengumpulkan data meliputi konsumsi cairan, kebiasaan minum yang terdiri dari frekuensi, jenis, dan sumber minuman, dan pengetahuan tentang cairan. Tehnik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling populasi. Penelitian ini menggunakan populasi atlet bola basket kejurda putra/putri Kab.Indramayu yang berjumlah 24 atlet.Berdasarkan dari hasil penelitian bahwa (1) status hidrasi atlet bola basket kejurda KU-18 tahun Kab.Indramayu yaitu mayoritas mengalami dehidrasi, dari sebanyak 23 atlet; sebanyak 12 atlet atau sebanyak 52,2 % mengalami dehidrasi dan sisanya berada pada status baik, dehidrasi dan sangat dehidrasi. (2) konsumsi cairan pada atlet bola basket kejurda KU-18 tahun Kab. Indramayu mayoritas masih kurang, sebanyak 47 % (11 orang) dari keseluruhan responden berada pada kategori kurang konsumsi cairan. (3) Berdasarkan hasil koefisien korelasi product moment (Pearson Correlation) antara konsumsi cairan dan status hidrasi sebesar rXY -0,185 dengan p (sig.) sebesar= 0,399. Ternyata p0,05; dan arahnya negatif (-); dengan demikian Ho diterima dan Ha ditolak; sehingga dapat disimpulkan ada hubungan negatif yang tidak signifikan antara jumlah konsumsi cairan dan status hidrasi Atlet Kejurda Bola basket KU-18 tahunKata kunci: Status Hidrasi, Konsumsi Cairan, dan Bola Basket
PENGARUH KOMBINASI LATIHAN BEBAN-PROPIOCEPTIVE NEUROMUSCULAR FACILITATION TERHADAP KEBUGARAN JASMANI IBU RUMAH TANGGA DUSUN BANJARAN, DESA TEMPUREJO KECAMATAN TEMPURAN, KABUPATEN MAGELANG Ahmad Ridwan , Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol 15, No 1 (2016): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.955 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v15i1.10074

Abstract

AbstrakPengetahuan mengenai olahraga yang masih kurang menyebabkan seseorang yang tinggal di daerah pedesaan khususnya ibu rumah tangga hanya melakukan jalan kaki pada waktu luangnya, padahal banyak sekali variasi olahraga yang dapat dilakukan, seperti: kombinasi latihan beban-PNF dengan takaran yang tepat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi latihan beban-PNF terhadap kebugaran jasmani ibu rumah tangga Dusun Banjaran, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan instrument berupa tes pengukuran. Subjek penelitian yang digunakan adalah ibu rumah tangga Dusun Banjaran, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang yang berjumlah 16 orang. Teknik analisis data menggunakan uji t (paired sample t test) pada taraf signifikasi 0,05.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai-nilai thitung yaitu pada hasil kebugaran jasmani nilai t hitung (6.345) t tabel (2.131). Berdasarkan hasil tersebut dapat diartikan bahwa ada pengaruh yang signifikan kombinasi latihan beban-PNF terhadap kebugaran jasmani ibu rumah tangga Dusun Banjaran, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.Kata kunci : kombinasi latihan beban- PNF, kebugaran jasmani, ibu rumah tangga
TEKANAN DARAH ANGGOTA KELOMPOK SENAM LANSIA CONDONG CATUR, DEPOK, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Prijo Sudibjo, Jaka Sunardi, Rachmah Laksmi Ambardini
MEDIKORA Vol 15, No 1 (2016): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.652 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v15i1.10069

Abstract

Tekanan darah seseorang akan semakin bertambah dengan bertambahnya usia. Tekanan darah tinggi pada usia lanjut usia (lansia) berkaitan erat dengan timbulnya penyakit jantung, ginjal, stroke dan penyakit pembuluh darah yang lainnya. Latihan fisik yang teratur merupakan salah satu upaya untuk membantu menurunkan level tekanan darah pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran level tekanan darah kelompok senam lansia dan untuk mengetahui efek senam lansia terhadap tekanan darah kelompok senam lansia.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross sectional pada seluruh anggota kelompok senam lansia Paguyuban Lansia Mina Makarti, Condong Catur, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengambilan subjek penelitian dilakukan secara purposive sampling. Semua subjek diukur tekanan darah dan denyut nadi. Tekanan darah diukur dengan sphygmomanometer air raksa untuk mengetahui tekanan sistolik dan diastolik. Selain itu pada setiap subjek dicari beberapa faktor risiko terhadap terjadinya tekanan darah tinggi, penyakit akibat tekanan darah tinggi, sindroma metabolik serta lamanya mengikuti senam lansia. Data akan ditampilkan secara diskriptif kualitatif dengan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari semua subjek penelitian yang mempunyai tekanan darah normal hanya terdapat 8 orang anggota saja atau sekitar 13,1 %, sedangkan sisanya sebesar 53 orang 86,9 % mengindikasikan adanya hipertensi. Hipertensi meliputi prehipertensi 17 orang 27,9 %, hipertensi stage 1 ditemukan 20 orang 32,8 %, dan hipertensi stage 2 sebanyak 16 orang 26,2 %, namun sebagian besar subjek yang terindikasi hipertensi kurang menyadarinya. Selain itu ditemukan pula adanya beberapa faktor risiko lain seperti peningkatan timbunan lemak sentral, indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi yang akan mengakibatkan tingginya penyakit cardiovasculare dan sindrom metabolik. Tingginya kasus hipertensi, tingginya timbunan lemak sentral, dan IMT mengindikasikan bahwa efek senam yang diharapkan masih belum bisa dirasakan.Kata Kunci: tekanan darah, tekanan darah tinggi, lansia
TINGKAT KECEMASAN ATLET AEROMODELLING KELAS FREE FLIGHT SETELAH MENGALAMI CEDERA BAHU MENJELANG PERTANDINGAN Mira Hayu Nindyowati, Bambang Priyonoadi
MEDIKORA Vol 15, No 1 (2016): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.108 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v15i1.10067

Abstract

AbstrakBanyak atlet sering tidak percaya diri dalam melempar dan mengendalikan pesawatnya karena pernah mengalami cedera dan takut cedera pada bahu kembali kambuh saat pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kecemasan atlet aeromodelling kelas free flight setelah mengalami cedera bahu menjelang pertandingan di IST AKPRIND Flying Contest (IFC) Tahun 2016.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan data menggunakan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet aeromodelling yang mengikuti IST AKPRIND Flying Contest (IFC) Tahun 2016 dan sampel diambil secara purposive sampling, dengan kriteria: (1) atlet aeromodelling yang mengikuti IST AKPRIND Flying Contest (IFC) Tahun 2016, (2) kelas free flight, (3) pernah mengalami cedera bahu. Berdasarkan kriteria tersebut yang memenuhi berjumlah 33 atlet. Instrumen yang digunakan adalah angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang dituangkan dalam bentuk persentase.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kecemasan atlet aeromodelling kelas free flight setelah mengalami cedera bahu menjelang pertandingan di IST AKPRIND Flying Contest (IFC) tahun 2016 berada pada kategori “rendah” 30,30 % (10 atlet), “tinggi” 27,27 % (9 atlet), “sedang” 24,24 % (8 atlet). Sedangkan hasil penelitian tingkat kecemasan untuk tiap faktor adalah sebagai berikut: 1) Faktor kognitif: kategori “tinggi” 39,39 % (13 atlet), “rendah” 30,30 % (10 atlet), “sedang” 21,21 % (7 atlet), dan “sangat rendah” 9,09 % (3 atlet). 2) Faktor somatik: kategori “rendah” 39,39 % (13 atlet), “sedang” 33,33% (11 atlet), “tinggi” 21,21 % (7 atlet), dan sangat tinggi” 9,09 % (3 atlet). Simpulan dari hasil data penelitian ini rata-rata tingkat kecemasan pada kategori “sedang”.Kata kunci: kecemasan, atlet aeromodelling kelas free flight, setelah cedera bahu

Page 1 of 1 | Total Record : 8