cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography" : 11 Documents clear
ANALISIS KARAKTERISTIK ARUS LAUT DI PERAIRAN TANJUNG MAS SEMARANG DALAM UPAYA PENCARIAN POTENSI ENERGI ALTERNATIF Wijaksono, Hermawan Puji; Setiyono, Heryoso; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.362 KB)

Abstract

Abstrak Sebagian besar pembangkit listrik yang ada di Indonesia, menggunakan energi konvensional yang tidak dapat diperbaharui. Tidak hanya berdampak pada krisis kekurangan energi, penggunaan energi konvensional juga berdampak pada krisis lingkungan hidup. Untuk itu, diperlukan pemanfaatan energi alam yang bisa diperbaharui dan lebih ramah lingkungan yang tersedia melimpah di tanah air. Penelitian ini dilakukan di Perairan Tanjung Mas Semarang pada tanggal 20 – 23 Oktober 2011. Lokasi titik pengukuran atau penempatan ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler) berada di koordinat 60 52’ 19” LS dan 1100 21’ 18” BT dengan kedalaman 15 meter. Metode yang digunakan dalam pengukuran data primer adalah metode Eulerian dengan ADCP. Arus direkam secara simultan dan kontinyu pada setiap lapisan kedalaman di satu titik lokasi. Pengolahan data primer menggunakan software currentrose, sedangkan untuk penghitungan rapat daya menggunakan persamaan Fraenkel. Kecepatan arus dominan tertinggi yaitu mencapai kisaran 0,028 – 0,828 m/detik, terdapat di permukaan perairan dengan kedalaman 1,5 meter dan bergerak ke arah barat laut. Rapat daya terbesar yang dihasilkan dengan asumsi kecepatan arus (v = 0,828 m/detik) yaitu 290,92757 W/m2. Untuk rapat daya terkecil yaitu 0,01125 W/m2, dihasilkan dengan asumsi (v = 0,028 m/detik)
ANALISA POLA SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PELABUHAN KENDAL, KABUPATEN KENDAL Situmorang, B. Maria Beatrix; Atmodjo, Warsito; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Kendal yang rencananya akan dijadikan pelabuhan penumpang dan juga pelabuhan niaga mengalami pendangkalan pada perairan di kolam pelabuhan dan sekitarnya. Pendangkalan ini terjadi karena adanya sedimentasi yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh arus dan gelombang di perairan tersebut. Untuk mengatasi masalah dan pendangkalan akibat sedimentasi tersebut, perlu diadakan suatu analisa mengenai kondisi pola sebaran sedimen di perairan sekitar pelabuhan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai pola sebaran sedimen di Pelabuhan Kendal serta seberapa besar pengaruh sebaran sedimen tersebut terhadap Pelabuhan Kendal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2011, di lokasi kolam dan luar kolam Pelabuhan Kendal, Kabupaten Kendal. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif, sedangkan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampling purposif karena pengambilan sampel hanya dilakukan di beberapa titik lokasi yang mewakili keadaan keseluruhan dan sampel tersebut memiliki informasi yang diperlukan bagi penelitian. Analisa sampel sedimen dasar dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Jurusan Teknik Sipil, Universitas Diponegoro. Analisa yang dilakukan berupa analisa ukuran butir menurut skala Wentworth. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut, kecepatan arus rata-rata di Pelabuhan Kendal sebesar 10.105 m/detik dengan arah arus menuju ke barat laut. Jenis sedimen di perairan Pelabuhan Kendal adalah lanau, lanau pasiran, dan pasir lanauan yang terdapat di 12 titik lokasi. Sedimen yang mendominasi berupa lanau, dimana terjadi arus sepanjang pantai dengan sudut datang gelombang sebesar 19.225° dan arah longshore current menuju barat sepanjang pantai. Pergerakan arus yang terjadi di perairan Pelabuhan Kendal mempengaruhi pola persebaran sedimen dasar di Pelabuhan Kendal. Pola sebaran sedimen relatif sejajar pantai dengan pola ke arah laut ukuran butir sedimennya semakin kecil.
ANALISA PERUBAHAN GARIS PANTAI DITELUK PACITAN, KABUPATEN PACITAN, JAWA TIMUR Wahyuningsih, Indah; Sugianto, Denny Nugroho; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1553.358 KB)

Abstract

Kabupaten Pacitan merupakan salah satu kabupaten yang terletak di wilayah  Jawa Timur bagian selatan, yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia sehingga daerahnya mendapat pengaruh sifat-sifat laut seperti angin laut, dan pasang surut air laut. Hal ini sangat menguntungkan bagi Teluk Pacitan karena dapat dikembangkan sebagai daerah wisata serta sebagai daerah pengembangan perikanan. Di samping itu, gelombang yang datang dari Samudera Hindia memliki tingi dan energi yang sangat besar, sehingga berdampak buruk terhadap ketahanan morfologi pantai seperti perubahan garis pantai.Penelitian ini dilakukan pada bulan tanggal 5-6 April 2011 di Teluk Pacitan, Kabupaten Pacitan. Secara geografis lokasi penelitain terletak pada 111°04'44.65"-111°05'35.39" BT dan 8°13'17.18" – 8°13'17.64" LS. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya perubahan garis pantai yang terjadi selama 10 tahun (tahun 2001-2011).  Serta prediksi perubahan garis pantai selama sepuluh tahun (2012-2020). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan dalam menentukan kebijakan tentang pembangunan bangunan pantai ataupun pembangunan yang tekait dengan ekowisata, dan dapat menjadi referensi pada dinas terkait dalam upaya penyelamatan wilayah pantai, serta menambah rasa kepedulian masyarakat pada lingkungannya. Analisa perubahan garis pantai dilakukan dengan menggunakan bantuan software  CEDAS (Coastal Engineering Design and Anlysis System) sub program NEMOS.Berdasarkan hasil simulasi perubahan garis pantai selama 10 tahun (2001-2011) Teluk Pacitan mengalammi abrasi. Dengan rata-rata transpor sedimen kotor (Qg) pertahun 9.447.312 m3 dan 5.252.514 m3 untuk transpor sedimen bersih (Qn). Serta hasil simulasi prediksi perubahan garis pantai setiap tahun selama 9 tahun (2012-2020) adalah pantai mengalami abrasi dengan abrasi terluas pada tahun 2016, yaitu seluas 82.820 m2 dan lahan terakresi seluas 32.900 m2.
STUDI ARUS DAN SEBARAN SEDIMEN DI PERAIRAN SRENGSEM LAMPUNG Pasaribu, Yeni Martina Navratilova; Satriadi, Alfi; Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mempelajari arus dan sebaran sedimen (tersuspensi dan sedimen dasar) sangatlah penting, yaitu untuk mengetahui arah dan pergerakan arusnya serta. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pola arus,  sebaran sedimen tersuspensi dan sedimen dasar serta mengetahui lokasi yang berpotensi mengalami kekeruhan. Penelitian dilakukan dalam 2 tahap, tahap pengambilan data di lapangan pada tanggal 05-08 Agustus 2011 di daerah perairan Srengsem Kecamatan Panjang Lampung dan tahap analisis sedimen. Penelitian ini memakai data primer yaitu arus, pasang surut, sedimen dasar, sedimen tersuspensi dan data sekunder yaitu peta bathimetri dan data angin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, menggunakan software SMS versi 8.1. Hasil analisa kecepatan arus pada perairan srengsem berkisar 0.051-0.2 m/s, dengan pola arus dominan dipengaruhi oleh arus non pasut. Pada saat pasang menuju surut arus bergerak menuju barat laut dan sebaliknya pada saat surut menuju pasang bergerak menuju timur laut. Hasil dari data lapangan distribusi sebaran konsentrasi TSS (Total Suspended Solid) berkisar antara 7 mg/l-16 mg/l, lokasi yang berpotensi mengalami kekeruhan adalah stasiun 3. Dominasi jenis sedimen di daerah penelitian adalah lanau
ANALISIS SPEKTRUM GELOMBANG BERARAH DI PERAIRAN PANTAI KUTA, KABUPATEN BADUNG, BALI Bakhri, Syaeful; purwanto, purwanto; Sugianto, Denny Nugroho
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.609 KB)

Abstract

Abstrak Penjalaran gelombang dengan flux energi yang besar mampu merusak bangunan pelindung pantai dan menyebabkan erosi. Kondisi ini sangat merugikan bagi pantai, khususnya pantai dengan gelombang besar seperti Pantai Kuta, sehingga dibutuhkan pengetahuan tentang karakteristik gelombang yang menuju ke pantai untuk mengantisipasi kerusakan pantai lebih besar.  Melalui pendekatan analisis spektrumgelombang berarah dapat diperoleh estimasi tinggi gelombang , periode  dan arah penjalaran gelombang  sertakarakteristik gelombang di Perairan Kuta, Bali.Sedangkan metode yang digunakan untuk mengestimasi gelombang bersifat kuantitatif dan penentuan lokasi penelitiannya menggunakan metode cluster sampling.Analisis spektrum berarah dengan metode Bayesian Direction (BD) menghasilkan sebesar 0,985 m dan  sebesar 12,5 detik, nilai tersebut paling mendekati dengan perhitungan  di lapangan. Metode DFT, EML, IML, EMEP dan BD menunjukkan frekuensi diantara 0,09-0,15  atau gelombang frekuensi rendah. Estimasi tersebut menunjukkan bahwa kondisi gelombang di lokasi pengukuran adalah gelombang swell. Estimasi penjalaran gelombang  dengan metode DFT, EML dan IML menunjukkan bahwa gelombang membelok akibat pengaruh arus sebesar300, sedangkan metode EMEP dan BD sebesar 1700. Perhitungan di lapangan menghasilkan nilai  = 1,19 m dan  = 13,20 detik. Klasifikasi gelombang berdasarkan kedalaman relatif menunjukkan nilai  sebesar 0,0956 , yaitu . Hal ini menunjukkan bahwa gelombang di lokasi pengukuran adalah termasuk gelombang transisi.
STUDI KONSENTRASI LOGAM BERAT PB (TIMBAL) PADA AIR DAN SEDIMEN DI KOLAM PELABUHAN TANJUNG MAS SEMARANG Yolanda, Febrina; Wulandari, Sri Yulina; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah industri di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang menyebabkan penambahan jumlah limbah. Salah satu dari limbah tersebut mengandung logam berat seperti Pb (timbal). Logam berat tersebut diketahui mengandung racun kuat dan kronis yang dapat berbahaya bagi mamalia, ikan dan organisme lainnya di sekitar Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pengembangan industri yang ada di Kolam Pelabuhan Tanjung Mas tersebut terhadap kualitas perairan, maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui logam berat Pb pada air dan sedimen di Kolam Pelabuhan Tanjung Mas Semarang . Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kosentrasi Pb di air saat surut berkisar antara 0,02910 mg/l sampai 0,01058 mg/l. Sementara untuk kosentrasi Pb saat pasang berkisar antara 0,02646 mg/l sampai 0,00529 mg/l. Kosentrasi Pb di sedimen berkisar antara 1,16683 mg/l sampai 0,15964 mg/l. Hasil analisis ukuran butir yang mendominasi adalah silt (Lanau 0,031 mm).
KAJIAN POLA ARUS LAUT SEBELUM DAN SESUDAH PEMBANGUNAN PELABUHAN KHUSUS PABRIKASI BAJA DI PERAIRAN PACIRAN, KABUPATEN LAMONGAN Muhazzir, Muhazzir; Widada, Sugeng; Ismunarti, Dwi Haryo
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.737 KB)

Abstract

AbstrakIndonesia terletak di negara tropis, keadaan ini menunjukkan bahwa banyak fenomena kelautan yang terjadi di perairan Indonesia. Fenomena kelautan yang banyak terjadi adalah fenomena fisika diantaranya adalah arus laut san pasang surut. Informasi mengenai arus laut sangat diperlukan dalam pembangunan bangunan pantai misalnya pembangunan pelabuhan khusus di perairan Paciran, Kabupaten Lamongan. Dengan adanya data arus laut yang akurat tentang pola arus laut, maka akan sangat membantu mengetahui lokasi yang tepat untuk mendirikan bangunan pantai. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi dan gambaran mengenai pola arus laut sehingga dapat mengurangi dampak negatif yang terjadi.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 14-20 Oktober 2009, di perairan Paciran, Kabupaten Lamongan. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap pengambilan data primer dan tahap pengerjaan model matematis di Laboratorium Komputasi Jurusan Ilmu Kelautan UNDIP, model matematis ini dapat dibuat dengan menggunakan perangkat lunak Surface Water Modelling System (SMS). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu metode untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian yang diteliti atau dikaji pada waktu terbatas dan tempat tertentu untuk mendapatkan gambaran tentang situasi dan kondisi secara lokal. Penentuan lokasi sampling didasarkan pada pertimbangan bahwa lokasi stasiun penelitian mewakili karakteristik perairan Paciran salah satunya pertimbangan kedalaman yang harus dicapai agar range sensor dari perekam terpenuhi sehingga perekaman data dengan perekam dapat berjalan dengan baik.Kecepatan rata-rata arus pada seluruh kolom air 10,83 cm/det, kecepatan arus minimum 0,95 cm/det, dan maksimum 29,12 cm/det. Kecepatan arus pada kolom air permukaan memiliki kecepatan arus yang lebih besar daripada kolom air tengah dan dasar. Kondisi arus dilapangan menunjukan adanya hubungan antara fluktuasi arah dan kecepatan arus dengan pola pasang surut yang terjadi. Hubungan ini dapat dilihat dengan adanya pergerakan arah arus yang cenderung bolak-balik, dimana pada saat kondisi pasang arah arus cenderung ke arah baratlaut - utara dan pada saat surut arah arus ke arah tenggara-selatan.  Hubungan ini dapat dilihat dengan adanya pergerakan arah arus yang cenderung bolak-balik, dimana pada saat kondisi pasang arah arus cenderung ke arah timur laut – barat dan pada saat surut arah arus ke arah barat – timur laut. Hasil simulasi model pola arus menunjukkan tidak adanya perubahan pola arus yang signifikan sebelum pembangunan pelabuhan khusus.
STUDI STRUKTUR LAPISAN TERMOKLIN DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR Renny Eko Yuliarinda; Muslim Muslim; Warsito Atmodjo
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.923 KB)

Abstract

Selat Makassar merupakan salah satu daerah perairan di Indonesia yang mempunyai lapisan termoklin sekaligus sebagai jalur lintasan Arlindo yang mendapatkan pengaruh musiman akibat pergerakan angin muson yang akan berpengaruh pada struktur lapisan termoklin. Hasil pengolahan data menggunakan software Ocean Data View 4.3.2 menunjukkan bahwa struktur lapisan termoklin di perairan Selat Makassar memiliki sebaran batas atas dengan kisaran kedalaman antara 44,7 – 61,7 m dengan temperatur batas atas 28,34 – 27,61 oC, rata-rata kedalaman sebaran batas atas atas adalah  53,58 m dengan temperatur 28,01 oC. Sebaran batas bawah lapisan termoklin berada pada kisaran kedalaman antara 135,6 – 254,9 m dengan temperatur batas bawah 19,35 – 13,24 oC, rata-rata kedalaman sebaran batas bawah adalah 164,63 dengan temperatur sebesar 17,56 oC. Ketebalan lapisan termoklin berkisar antara 82,2 – 200,11 m dengan ketebalan rata-rata setebal 111,04 m.  Gradien temperatur  lapisan termoklin berkisar antara 0,073 – 0,123 oC/m dengan rata-rata sebesar 0,1oC/m.
KAJIAN POTENSI ENERGI PASANG SURUT DI PERAIRAN KABUPATEN CILACAP PROPINSI JAWA TENGAH Maulani, Edwin; Handoyo, Gentur; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.557 KB)

Abstract

Abstrak Pasang surut merupakan parameter yang penting dalam memperoleh besaran energi pasang surut yang berdasarkan nilai muka air pasang tertinggi dan surut terendah. Perairan Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah merupakan perairan yang terletak di Samudera Hindia yang diduga terdapat potensi energi pasang surut yang tinggi. Pasang surut ini disebabkan karena adanya pengaruh gaya tarik bulan dan matahari. Selain itu faktor lokal yang mempengaruhi adalah bentuk morfologi pantai yang berbentuk alamiah dan diperairan pantai seperti teluk dan selat sempit serta kedalaman perairan. Tipe pasang surut dan nilai muka air pasang tertinggi dan muka air surut terendah di peroleh menggunakan Metode Admiralty, hasil yang didapat tipe pasang surut di perairan Kabupaten Cilacap Campuran Condong ke Harian Ganda dengan nilai formzahl 0,3. Sedangkan nilai muka air pasang tertinggi sebesar 2,3 m dan surut terendah sebesar 0,05 m. Hasil simulasi untuk luasan kolam tunggal 1,1 km2 diperoleh energi pasang surut sebesar 61.161 kWh selama kurun waktu satu tahun di Perairan Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah. Maka dapat disimpulkan, bahwa pemanfaatan energi yang diketahui dapat dijadikan acuan dalam pembangunan perencanaan kedepannya untuk memperoleh energi pasang surut yang maksimal sebagai sumber energi alternatif.
Analisis Bathimetri dan Komponen Pasang Surut untuk Penentuan Kedalaman Tambahan Kolam Dermaga di Perairan Tanjung Gundul Bengkayang – Kalimantan Barat Simanjuntak, Benni Leo; Handoyo, Gentur; Sugianto, Denny Nugroho
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.074 KB)

Abstract

Perairan Tanjung Gundul merupakan wilayah pesisir barat yang terletak di Bengkayang Kalimantan Barat yang akan dimanfaatkan pemerintah sebagai kawasan PLTU. Maka  dibutuhkan dermaga sebagai pendukung aktifitas laut. Sehubungan dengan rencana pemerintah tersebut maka dibutuhkan penelitian batimetri dan pasang surut. Analisi batimetri dan komponen pasang surut merupakan parameter penting dalam proses penentuan kolam dermaga. Perairan Tanjung Gundul memiliki  bentuk morfologi flat to almost flat (rata/hampir rata) karena memiliki lereng 0 – 2% memiliki kedalaman 0 – 9,50 meter. Memiliki tipe pasang surut campuran dengan tipe ganda yang menonjol, dimana  MSL 59,6 cm dengan interval pasang surut 110 cm, LLWL (-35,02 cm) dan HHWL (137,8 cm). Dalam penentuan syarat batas aman kolam dermaga kedalaman kolam dermaga terukur (-5,5 m),  sedangkan  kedalaman berdasarkan LLWL  (-5,15 m). Batas aman kedalaman perairan untuk kapal barang curah dengan bobot 150.000 DWT yaitu 20,16 m, maka kedalaman perairan untuk kolam dermaga perairan Tanjung Gundul membutuhkan 14,66 m agar kapal yang singgah aman.

Page 1 of 2 | Total Record : 11