cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014)" : 13 Documents clear
AKTIVITAS CESIUM-137 (137Cs) DI PERAIRAN BANGKA SELATAN SEBAGAI BASE LINE DATA RADIONUKLIDA DI PERAIRAN INDONESIA Silalahi, Christiani; Muslim, Muslim; Suseno, Heny
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.243 KB)

Abstract

Abstrak Radionuklida merupakan unsur yang sangat penting untuk diketahui persebarannya, level radiasinya, sumber dan proses-proses yang mempengaruhinya di perairan. Salah satu unsur radionuklida yang mendapat perhatian adalah 137Cs. Radionuklida 137Cs merupakan unsur radioaktif yang bersifat konservatif, artinya mudah terdispersi dalam lingkungan perairan. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif  yaitu  metode ilmiah dimana data penelitian yang diperoleh berupa angka dan dianalisis menggunakan statistik atau model sedangkan metode pengambilan sampel dengan mengambil beberapa sampel untuk menggambarkan karakteristik wilayah yang diwakili secara representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas radionuklida 137Cs di Perairan Bangka Selatan sangat rendah yaitu pada rata – rata 0,223 mBq/L. Rendahnya nilai radionuklida ini disebabkan karena lokasi penelitian tidak mempunyai sumber radionuklida sehingga nilai yang terdeteksi diduga berasal dari global fall out. Data ini akan dijadikan sebagai base line data radionuklida di perairan Bangka Selatan dan ASPAMARD (Asia Pasific Radioactive Marine Data Base).
DISTRIBUSI KANDUNGAN KARBON ORGANIK TOTAL (KOT) DAN FOSFAT DI PERAIRAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK Hutasoit, Sri Rejeki; Yulina, Sri; Yusuf, Muh.
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2227.573 KB)

Abstract

AbstrakBahan organik merupakan kumpulan beragam senyawa-senyawa organik kompleks yang sedang atau telah mengalami proses dekomposisi. Karbon dan fosfat adalah salah satu unsur penyusun senyawa organik di perairan. Kedua unsur ini merupakan sumber energi dan bahan makanan bagi mikroorganisme yang hidup di perairan.Karbon organik dan fosfat merupakan salah satu indikasi kesuburan perairan tetapi bila kandungannya melebihi baku mutu akan berpengaruh pada kualitas perairan. Metode penelitian ini adalah metode deskriptifyaitu metode ilmiah dimana penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menjabarkan suatu keadaan atau fenomena yang terjadi saat ini. sedangkan metode pengambilan sampel yaitu mengambil beberapa sampel dengan pertimbangan tertentu dan dapatmewakili secara keseluruhanlokasi penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas karbon organik total (KOT) dan fosfat di Perairan Sayung cukup tinggiyaitu KOT pada air rata-rata 17,144mg/l dan sedimen 10,033%sedangkan fosfat pada air rata-rata 0,92mg/l dan sedimen 361,192mg/kg. Tingginyakandungan ini disebabkan karena lokasi penelitian mempunyai sumber pasokan limbah organik mauapun anorganik  sehingga nilai yang terdeteksi diduga berasal dari aktivitas industri dan aktivitas masyarakat sekitar. Data ini akan diharapkan dapat menjadidata acuan oleh instansi yang berwenang di perairan Sayung, Kabupaten Demak.
SEBARAN SEDIMEN DASAR MINERAL MAGNETIK DAN MINERAL NON- MAGNETIK DI PERAIRAN PANTAI SLAMARAN KOTA PEKALONGAN Lukman, Muhammad; Admodjo, Warsito; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.929 KB)

Abstract

AbstrakPerairan Pantai Slamaran, Kota Pekalongan memilki tingkat sedimentasi yang sangat tinggi yang disebabkan adanya sudetan Sungai Banger dan Sungai Slamaran yang membawa material-material yang berasal dari daratan kearah laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran sedimen dasar yang mengandung mineral magnetik dan mineral non- magnetik di perairan Pantai Slamaran, Kota Pekalongan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 Mei – 11 Juni 2012 di Pantai Slamaran, Kota Pekalongan. Dimulai dari tahap pengambilan data di lapangan kemudian tahap pengolahan data serta analisis data di Laboratorium Geologi Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data gelombang, kelerangan, dan sampel sedimen dasar dan data sekunder meliputi peta LPI Pekalongan Tahun 2000, data angin, dan data arus. Penelitian ini menggunakan  metode deskriptif bersifat eksploratif, pengambilan sampel menggunakan metode sampling purposif. Metode analisa data menggunakan software ArcGIS 9.3. Hasil penelitian didapatkan jenis sedimen dasar yang mendominasi di perairan Slamaran adalah jenis pasir lanauan dan jenis pasir mendominasi pada bagian pantai. Nilai gelombang signifikan (Hs) 0,59m; periode gelombang signifikan (Ts) 3,34s; (Hmaks) 0,89m; (Tmaks) 4,60s; (Tmin) 0,22m dan (Pmin) 2,00s yang menjalar kearah barat, sedangkan kecepatan arus dasar 0,0001m/dt sampai 0,271m/dt kearah utara. Pada Kandungan mineral magnetik dominan pada daerah pantai sedangkan  kandungan mineral non- magnetik dominan pada daerah lepas pantai dikarenakan partikel magnetik memiliki ukuran yang lebih besar daripada non- magnetik. Hasil analisa presentase mineral magnetik dan mineral non-magnetik didapatkan skala butiran 0.3mm-0,5mm memiliki kandungan magnetik terbesar kemudian untuk non- magnetik terdapat pada skala 0,063mm-0,125mm. 
STUDI BAHAN ORGANIK TOTAL (BOT) SEDIMEN DASAR LAUT DI PERAIRAN NABIRE, TELUK CENDRAWASIH, PAPUA Sari, Tiara Asmika; Atmodjo, Warsito; Zuraida, Rina
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.724 KB)

Abstract

Abstrak Bahan Organik Total (BOT) pada sedimen dasar laut dapat digunakan sebagai indikator perubahan tingkat produktivitas primer suatu lingkungan, baik di darat maupun di laut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan BOT pada sedimen dasar laut perairan Nabire, Teluk Cendrawasih, Papua mengingat kawasan ini termasuk dalam Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC) dan dipengaruhi oleh aliran Sungai Wapoga sehingga aktifitas biota laut dan daratan menjadi sumber utama bahan organik. Metode penelitian adalah metode deskriptif, yaitu metode untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian yang dikaji pada waktu terbatas untuk mendapatkan gambaran kondisi secara lokal, sedangkan metode pengambilan sampel menggunakan alat Multicorer dan analisa sampel dengan metode Loss On Ignition (LOI). Data yang diambil pada penelitian ini meliputi sedimen dasar laut dan pengukuran kedalaman laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BOT pada sedimen dasar laut di Perairan Nabire memiliki rata-rata sebesar 2,2%-4,3%. Nilai rata-rata kandungan BOT tergolong sedang disebabkan karena jarak lokasi pengambilan sampel hampir berada di tengah teluk dan pada kedalaman 1381 m, sehingga sumber bahan organik pada sedimen hanya berasal dari aktifitas perairan tersebut.  
"PERAMALAN PASANG DI PERAIRAN PULAU KARIMUNJAWA, KABUPATEN JEPARA, MENGGUNAKAN PROGRAM “WORLDTIDES” Musa, Muhammad; Handoyo, Gentur; Setyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.022 KB)

Abstract

Abstrak Pulau Karimunjawa merupakan pulau terbesar di Kepulauan Karimunjawa. Pulau Karimunjawa merupakan pusat administrasi di kepulauan Karimunjawa, dimana terdapat pelabuhan penyeberangan, kantor kecamatan  dan Pelabuhan Perikanan Pantai(PPP). Analisisis data pasang dapat menentukan karakteristik pasang di Pulau Karimunjawa. Karakteristik pasang ini dapat dijadikan acuan dalam perencanaan pengelolaan pesisir dan perencanaan pembangunan Pulau Karimunjawa. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 25 September – 9 Oktober 2012 di Pulau Karimunjawa Kepulauan Karimunjawa Jepara. Data yang digunakan adalah data primer yaitu data elevasi pasang selama 15 hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Admiralty dan untuk peramalan 3 tahun digunakan progam WORLD TIDES. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa di Pulau Karimunjawa memiliki duduk tengah (MSL) 79 cm, air rendah terendah (LLWL) sebesar 20 cm,air tinggi tertinggi (HHWL) sebesar 138 cm, julat pasang purnama sebesar 118 cm dan mempunyai tipe pasang campuran condong ke harian tunggal berdasarkan nilai Formzahl 2,36.
PERUBAHAN GARIS PANTAI LARANGAN, KABUPATEN TEGAL MELALUI PENDEKATAN MODEL GENESIS ( Generalized Model for Simulating Shoreline Change ) Kristi, Lucky; Saputro, Siddhi; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.106 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi perubahan garis pantai selama 5 tahun (2013-2018) dan mengetahui wilayah yang memiliki kemungkinan mengalami akresi dan erosi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2013 di Pantai Larangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sampel sedimen diambil dengan purposive sampling berupa sedimen dasar perairan. Pengukuran tinggi dan periode gelombang menggunakan ADCP Argonout XR. Peramalan gelombang menggunakan data angin yang diperoleh dari stasiun pengukuran angin Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tegal. Prediksi perubahan garis pantai didekati dengan pendekatan model yaitu dengan GENESIS (Generalized Model for Simulating Shoreline Change). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rentang waktu 2013 sampai 2018, Pantai Larangan mengalami akresi atau penambahan sedimen sebanyak 764,16 m2 serta mengalami erosi sebesar 125,87 m2. Wilayah yang mengalami akresi paling besar berada di Desa Padaharja yaitu sebesar 358,63 m2 dan erosi paling besar berada di Desa Munjungagung sebesar 77,34 m2. Dengan demikian 5 tahun ke depan Pantai Larangan diprediksi akan mengalami penambahan luasan lahan atau akresi.
PEMETAAN BATIMETRI DAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN PANTAI LUNCI, KABUPATEN SUKAMARA, KALIMANTAN TENGAH Doloksaribu, Wisman Fabrisse; Ismanto, Aris; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.527 KB)

Abstract

AbstrakPerairan Pantai Lunci merupakan wilayah pesisir bagian tenggara dari Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah yang dimanfaatkan sebagai akses transportasi dan kawasan perekonomian penting bagi masyarakatnya. Dengan potensi perekonomian wilayah yang besar di Perairan Pantai Lunci, pemerintah berencana untuk melakukan pembangunan infrastruktur pantai, sehingga dapat menunjang kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, untuk mendukung kegiatan perekonomian dan transportasi masyarakat pada masa kini dan rencana pembangunan di masa mendatang diperlukan penelitian mengenai batimetri, pasang surut dan sedimen dasar perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai komponen pasang surut dan tipe pasang surutnya, kondisi batimetri serta jenis sedimen dasar perairan yang nantinya akan disajikan dalam bentuk peta batimetri dan jenis sedimen dasar Perairan Pantai Lunci. Pengambilan data pasang surut selama 29 hari, data batimetri dan sampel sedimen dasar selama 14 hari.Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif, yang merupakan metode ilmiah karena data penelitian berupa angka dan analisis menggunakan statistik atau model. Metode pengambilan sampel dengan mengambil beberapa sampel untuk menggambarkan karakteristik wilayah yang diwakili secara representatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai elevasi air di Perairan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, yaitu: muka air rata-rata (MSL) 81 cm dengan interval pasang surut 152.5 cm, muka surutan (Z0) 25.42 cm, muka air tinggi tertinggi (HHWL) 190 cm dan muka air rendah terendah (LLWL) -35 cm, dan memiliki pasang surut dengan tipe campuran condong ke harian tunggal. Kedalaman Perairan Pantai Lunci termasuk landai yaitu dengan kedalaman 0 – 11.9 m. Sedangkan jenis sedimen dasar Perairan Pantai Lunci terdiri dari lanaulempungan, lanaupasiran, pasirlanauandanpasir.
STUDI POLA DAN KARATERISTIK ARUS LAUT DI PERAIRAN KALIWUNGU KENDAL JAWA TENGAH PADA MUSIM PERALIHAN I Tarhadi, Tarhadi; Indrayanti, Elis; DS, Agus Anugroho
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.693 KB)

Abstract

Abstrak Pembangunan Pelabuhan di dearah Kaliwungu Kendal menyebabkan kondisi perairan di sekitar lokasi pelabuhan menjadi dinamis. Proses hidro-oseanografi memberikan pengaruh terhadap kondisi di perairan Kaliwungu dalam hal ini khususnya arus laut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pola dan karateristik arus laut di perairan Kaliwungu Kendal. Materi yang digunakan meliputi data primer berupa arus dan data sekunder yaitu data angin dan peta bathimetri perairan Kaliwungu Kendal. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif dengan penentuan lokasi pengambilan data arus dengan purposive sampling methods. Perekaman data arus dengan ADCP dan pengolahan data dengan ADCIRC. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kecepatan arus perlapisan sebagai berikut : lapisan permukaan (0 m s/d 2 m) adalah 0,088 m/dt, lapisan tengah (3 m s/d 8 m) adalah 0,070 m/dt dan lapisan dasar (8 m s/d 10 m) adalah 0,057 m/dt. Kecepatan rata-rata arus Perairan Kaliwungu Kendal pada musim peralihan I adalah 0,089 m/dt dan arah dominasi ke arah tenggara. Karateristik arus Perairan Kaliwungu Kendal di dominasi arus pasut sebesar 84% dan arus non pasut 16% dengan pola gerakan arus laut mengikuti pola gerakan pasang surut.
DINAMIKA UPWELLING DAN DOWNWELLING BERDASARKAN VARIABILITAS SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A DI PERAIRAN SELATAN JAWA Yoga B, Raden Bima; Setyono, Heryoso; Harsono, Gentio
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1989.577 KB)

Abstract

AbstrakDinamika massa air Perairan selatan Jawa sangat dipengaruhi oleh sistem monsun. Hal ini menyebabkan dua pola pergerakan massa air utama yaitu upwelling dan downwelling yang mempengaruhi fluktuasi parameter oseanografi permukaan seperti suhu permukaan laut dan klorofil-a. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika upwelling dan downwelling berdasarkan sebaran citra suhu permukaan laut, klorofil-a dan gesekan angin serta data CTD Februari 2013 serta mengidentifikasi variasi iklim yang berpengaruh terhadap fluktuasi suhu permukaan laut, klorofil-a dan CPUE Cakalang pada daerah fishing ground perairan selatan Jawa Barat-Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan data satelit seperti suhu permukaan laut (MODIS), klorofil-a permukaan (MODIS), angin (EMCWF), tinggi muka laut (TOPEX/Poseidon), dan arus geostropik (TOPEX/Poseidon), data hidrografi (data Argofloat dan CTD pengukuran lapangan) serta data Cacth Per Unit Effort (CPUE) Cakalang/Katsuwonus pelamis yang diolah menggunakan perangkat Surfer 10.0 dan Ferret 6.03. Hasil data CTD, SPL bulanan dan klorofil-a bulanan  menunjukkan zona upwelling dan downwelling terfokus di selatan perairan Jawa Timur. Pola yang berbeda ditunjukkan sebaran gesekan angin zonal yang menunjukkan zona upwelling terfokus di perairan selatan Jawa Barat. Hasil grafik trend menunjukan fluktuasi suhu terendah, konsentrasi klorofil-a dan CPUE Cakalang tertinggi terjadi tahun 2006, sedangkan fluktuasi suhu tertinggi, konsentrasi klorofil-a dan CPUE Cakalang terendah terjadi tahun 2010. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa proses upwelling tidak hanya dibangkitkan oleh angin, tetapi diduga akibat Arus Katulistiwa Selatan yang mendekat ke perairan selatan Jawa sedangkan proses downwelling dibangkitkan oleh angin, variasi iklim El Nino dan Indian Ocean Dipole Mode(+) mempengaruhi upwelling yang intensif tahun 2006 serta La Nina dan Indian Ocean Dipole Mode(-) mempengaruhi downwelling tahun 2010.
STUDI BATIMETRI DAN MORFOLOGI DASAR LAUT DALAM PENENTUAN JALUR PELETAKAN PIPA BAWAH LAUT (Perairan Larangan-Maribaya, Kabupaten Tegal) Agus Masrukhin, Muhammad Ali; Sugianto, Denny Nugroho; Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batimetri (bathimetry) dapat diartikan sebagai pengukuran dan pemetaan topografi dasar laut. Informasi kedalaman laut (batimetri) di suatu perairan merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan pemanfaatan ruang di wilayah pantai. Depot Pertamina yang semula bertempat di Jl. Menteri Supeno, Kota Tegal akan direlokasi ke Desa Munjungangung, Kabupaten Tegal, dengan demikin Perairan Larangan-Maribaya, Kabupaten Tegal akan menjadi tempat dilaluinya pipa bawah laut. Pipa bawah laut yang dimaksud adalah pipa penyalur minyak yang digunakan sebagai media penyalur minyak dari kapal tanker (tank ship) ke depot. Depot minyak (oil depot) yaitu sebuah tempat penyimpanan hasil-hasil minyak sebelum kemudian didistribusikan kepada konsumen atau ke tempat penyimpanan selanjutnya. Kedalaman 12 meter dipilih sebagai kedalaman single point moornig (SPM). Single point mooring merupakan titik tambat kapal pada saat kapal berhenti di lautan untuk melakukan keperluan tertentu, dalam hal ini yaitu  proses menyalurkan minyak dari kapal tanker ke depot melalui pipa penyalur. Hal tersebut mengharuskan tersedianya informasi kedalaman laut (batimetri) di Perairan Larangan-Maribaya yang akan menjadi lokasi peletakan pipa. Informasi morfologi dasar laut di lokasi rencana peletakan pipa juga diperlukan untuk membantu menganalisis resiko yang dapat terjadi terhadap pipa, dan sebagai bahan pertimbangan untuk kegiatan peletakan pipa selanjutnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman (batimetri) dan morfologi dasar laut (seabed characteristics) yang selanjutnya digunakan untuk menentukan jalur peletakan pipa bawah laut di Perairan Larangan-Maribaya, Kabupaten Tegal. Pengukuran kedalaman laut (survei batimetri) dilakukan menggunakan single beam echosounder pada tangal 20 dan 21 Mei 2013, pengambilan sedimen dasar laut menggunakan grab sampler dilakukan pada tanggal 22 dan 23 Mei 2013, pengukuran kemiringan pantai menggunakan selang waterpass pada tanggal 24 Mei 2013 dan pengukuran pasang surut air laut menggunakan palem pasang surut pada tanggal 20-22 Mei 2013. Data hasil pengukuran di lokasi penelitian selanjutnya dianalisis dan diolah menggunakan bantuan perangkat lunak Surfer 11, ArcGIS 10.1, dan Global Mapper 13, sehingga mendapatkan informasi kedalaman laut (batimetri) dan morfologi dasar laut di Perairan Larangan-Maribaya. Hasil penelitian menunjukkan kedalaman perairan lokasi penelitian berkisar antara 1,09-13,78 meter. Morfologi permukaan dasar laut lokasi penelitian relatif rata (tidak bergelombang dan tidak terdapat cekunagan-cekungan) dengan kemiringan yang sangat landai yaitu 1,35o, dan memiliki sedimen dasar laut yang didominasi oleh jenis silt di bagian perairan. Jalur pipa terbaik yang dipilih yaitu jalur yang memiliki jarak terpendek dari lokasi depot hingga single point mooring (kedalaman 12 meter). Jalur 2 sebagi jalur peletakan pipa bawah laut terpilih dengan jarak 5,75 km dari lokasi rencana depot Pertamina sampai single point mooring.

Page 1 of 2 | Total Record : 13