cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015)" : 23 Documents clear
STUDI KANDUNGAN SENG DI AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN MOROSARI, KECAMATAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK Iqbal Aditya Putra; Muslim Muslim; Sri Yulina Wulandari
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.896 KB)

Abstract

Perairan Morosari merupakan muara dari Sungai Sayung yang merupakan lintasan pembuangan limbah dari kawasan industri sepanjang Jl. Raya Semarang-Demak. Wilayah Perairan Morosari terletak dekat dengan pemukiman penduduk membuat wilayah perairan ini ramai akan aktivitas nelayan. Seng merupakan salah satu mikronutrien yang terdapat di laut yang memiliki peran penting bagi kehidupan ekosistem perairan laut. Metode yang digunakan adalah dengan metode deskriptif yang bertujuan membuat gambaran faktual, tentang obyek yang dikaji. Nilai konsentrasi seng terlarut berkisar 0,004 - 0,011 ppm saat surut dan saat pasang konsentrasi seng terlarut berkisar 0.003 - 0.008 ppm. Kandungan seng terlarut dengan konsentrasi tinggi terjadi pada stasiun 1, dan 2 baik dalam kondisi pasang maupun surut. Tingginya konsentrasi seng terlarut pada stasiun 7 saat surut dikarenakan daerah tersebut menjadi daerah pencarian kerang yang dilakukan dengan cara mengeruk sedimen sehingga terjadi resuspensi sedimen pada daerah tersebut. Nilai konsentrasi seng di sedimen berkisar 156,5-175,3 ppm. Kandungan seng di sedimen  tertinggi terdapat di daerah estuari (stasiun 1 dan 2). Konsentrasi seng di Perairan Morosari baik yang terlarut maupun di sedimen masih berada di bawah baku mutu yang ada.
STUDI SEBARAN KONSENTRASI NITRAT DAN FOSFAT DI PERAIRAN TELUK UJUNGBATU JEPARA Karil, Ahmad Romdhoni Fauzan; Yusuf, Muh; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teluk Ujungbatu merupakan suatu perairan terlindung yang banyak dimanfaatkan oleh aktivitas manusia seperti tempat pendaratan ikan, pemukiman penduduk, pertambakan, dan pariwisata. Secara langsung maupun tidak langsung, berbagai faktor tersebut akan mempengaruhi keseimbangan kondisi perairan Teluk Ujungbatu. Hal ini dapat ditinjau dari konsentrasi nitrat dan fosfat yang berkaitan dengan faktor fisika dan kimia perairan yaitu suhu, DO, salinitas, kecerahan dan pH. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2014. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat konsentrasi dan pola sebaran nitrat dan fosfat pada saat surut di perairan Teluk Ujungbatu Jepara. Penelitian ini bersifat deskripstif dan menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada 11 stasiun dengan pertimbangan dapat mewakili wilayah muara sungai, dalam teluk dan luar teluk. Data yang diamati adalah konsentrasi nitrat, konsentrasi fosfat, suhu, DO, salinitas, kecerahan dan pH serta permodelan arus laut menggunakan SMS 8.1. Pola sebaran ditampilkan menggunakan software arcGIS 10.0 sehingga menghasilkan output berupa distribusi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat dan fosfat akan semakin kecil menuju ke arah laut. Konsentrasi nitrat berkisar 0,4291-0,7935 mg/l dan konsentrasi fosfat berkisar 0,0046-0,9784 mg/l. Pola sebaran konsentrasi nitrat dan fosfat saat surut mengarah ke barat laut mengikuti pola arus. 
STUDI POLA ARUS DAN POTENSI ENERGI ARUS LAUT DI PERARIAN UJONG PANCU, ACEH BESAR Saputra, Julian; Purwanto, Purwanto; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Samudera Indonesia terdiri dari gugusan pulau-pulau yang membentuk selat dan dialiri arus laut. Arus laut adalah gerakan massa air laut ke arah horizontal dan vertikal dalam skala besar. Gerakan massa air itu dapat dimanfaatkan untuk pengembangan energi alternatif. Untuk itu dilakukan studi pola arus dan potensi energi arus laut guna mengetahui pola sirkulasi arus, serta mengetahui area dan besarnya potensi energi listrik yang dapat dikonversikan sehingga dapat menjadi referensi untuk pengembangan energi alternatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian dilakukan di perairan Ujong Pancu yang secara administrasif terletak di desa Lampageu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data arus laut yang diukur pada tanggal 31 Agustus-1 September 2014 menggunakan 2D-Current Meter Infinity EM, didukung dengan data sekunder yaitu data pasang surut dan peta bathimetri. Guna mengetahui pola arus secara umum digunakan pendekatan model hidrodinamika 2 dimensi yang dibangun menggunakan software SMS dengan metode elemen hingga (finiteelement) ADCIRC. Hasil simulasi pola arus di perairan Ujong Pancu, arus bergerak dominan ke arah tenggara dan barat laut. Pada daerah teluk arus bergerak mengikuti morfologi teluk, sedangkan pada selat Aroih Cut arus bergerak mengikuti penampang pulau. Kecepatan maksimum arus sebesar 3,41 m/det yang terjadi pada kondisi pasang menuju surut, sedangkan kecepatan arus minimum 0,02 m/det yang terjadi pada saat surut. Area yang memiliki arus dengan kecepatan 3,41 m/det adalah di Selat Aroih Cut, dimana potensi rapat daya yang dihasilkan maksimal dapat mencapai 20.414,67 W/m2.
PENGARUH IOD (INDIAN OCEAN DIPOLE) TERHADAP VARIABILITAS NILAI SERTA DISTRIBUSI SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-a PADA PERIODE UPWELLING DI PERAIRAN SEKITAR BUKIT BADUNG BALI Hafizhurrahman, Irfan; Kunarso, Kunarso; Suryoputro, Agus Anugroho Dwi
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6740.44 KB)

Abstract

Perairan Badung Bali merupakan salah satu perairan dengan sumber daya perikanan yang tinggi. Pemahaman IOD terhadap variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a dapat digunakan untuk membantu menentukan daerah potensi perikanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh IOD terhadap variabilitas nilai serta distribusi suhu permukaan laut dan klorofil-a di perairan Badung Bali. Penelitian ini menggunakan data citra MODIS (Moderate-Resolution Imaging Spektroradiometer) level 3(tiga) berupa data SPL dan klorofil-a periode bulanan, data angin, data arus insitu dan permodelan serta data DMI (Dipole Mode Index) periode upwelling pada bulan Agustus-November setiap tahunnya yang dianalisis tahun 2010-2014. Distribusi parameter diolah menggunakan software ArcGIS 10.0, sedangkan data pendukung disajikan dengan software SMS 10.0. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu studi kasus dan pengambilan data arus insitu menggunakan metode Lagrange. Berdasarkan hasil analisis terjadinya variabilitas nilai SPL dan klorofil-a. SPL mengalami peningkatan pada bulan Agustus-November pada setiap tahun yang dianalisis (2010-2014). Hasil sebaliknya pada konsentrasi klorofil-a yang mengalami penurunan. Nilai SPL tertinggi pada tahun 2010 dan terendah pada tahun 2011. Konsentrasi klorofil-a tertinggi pada tahun 2012 dan terendah pada tahun 2010. SPL tinggi dengan nilai maksimal 33,88⁰C, hal ini berkaitan dengan fenomena IOD negative. SPL rendah dengan nilai minimal 24,00⁰C, hal ini berkaitan dengan fenomena IOD positif. Pada sisi lain, konsentrasi klorofil-a di lokasi kajian tersebar di beberapa daerah, dengan nilai maksimal 4,47 mg/m3. Hal ini juga dipengaruhi transport massa air dari lapisan bawah dengan meningkatnya intensitas upwelling, sehingga memicu pertumbuhan produktivitas primer yang mengakibatkan terjadinya peningkatan klorofil-a. Proses hidrodinamika yang mempengaruhi SPL dan Klorofil-a di perairan Badung Bali secara dominan adalah arus ke barat laut dengan kecepatan berkisar 0,0980-0,2083 m/s.
PEMETAAN KEDALAMAN PERAIRAN SEBAGAI DASAR EVALUASI ALUR PELAYARAN PLTU SUMURADEM KABUPATEN INDRAMAYU Anugrah, Hamdi; Hariadi, Hariadi; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.529 KB)

Abstract

PLTU Sumuradem, Indramayu baru mulai beroperasi pada tahun 2011. PLTU Sumuradem, Indramayu memiliki satu pelabuhan khusus guna menerima pasokan batu bara. Informasi mengenai batimetri sangat dibutuhkan guna menunjang alur pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedalaman peraiaran sekitar PLTU Indramayu dan kolam pelabuhannya yang hasil akhirnya berupa peta batimetri yang digunakan sebagai acuan alur pelayaran bagi kapal batu bara. Data yang diperoleh dapat digunakan sebagai  pedoman maintance kolam pelabuhan agar kedalaman yang dibutuhkan kapal layak dan aman. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 sampai dengan 27 Juni 2014 di Perairan sekitar PLTU Sumuradem, Indramayu dan di dalam kolam pelabuhan khususnya. Data yang digunakan untuk penelitian adalah data pemeruman dengan Echosounder Singlebeam GPSMap 585 Garmin dan data pasang surut perairan Indramayu.Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dan data diolah menggunakan software Excel, Surfer 12 dan ArcGIS 10.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perairan sekitar PLTU Indramayu bertipe pasang surut campuran condong harian ganda dan termasuk dalam kategori perairan dangkal dengan kedalaman sebesar 5,5 - 8 m berada didalam lingkungan pelabuhan khusus PLTU Indramayu, kedalaman 5,5 - 6,5 m di depan mulut pelabuhan khusus PLTU Indramayu, nilai kedalaman 7 - 8,5 m di daerah penundaan kapal batu bara dan nilai kedalaman 0 – 8,5 m disekeliling pelabuhan khusus PLTU. Pelabuhan khusus PLTU Indramayu memiliki alur pelayaran satu alur (masuk dan keluar pelabuhan khusus) yang diperuntukan untuk jenis kapal tongkang dan tug boat. Bentuk dari alur pelayaran lurus mengarah ke utara dengan lebar pintu masuk pelabuhan khusus 230 m dengan alur pelayaran yang aman selebar 120 m pada kedalaman 5 m yang menyisakan masing-masing 55 m disetiap sisi kiri dan kanannya dan pada kedalaman 7 - 8,5 terdapat area penundaan kapal. Draft yang dibutuhkan oleh tongkang boat adalah 5,49 m dan 3,55 m untuk tug boat, hal ini sesuai dengan kedalaman kolam pelabuhan khusus PLTU Indramayu yang memiliki nilai kedalaman 5,5 - 8 m.
ANALISA POLA SEBARANSEDIMEN TERSUSPENSI PADA SAAT PASANG MENUJU SURUT DI PERAIRAN TASIK AGUNG, REMBANG Saputra, Teo Andri; Hariyadi, Hariyadi; Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Tasik Agung berhubungan langsung dengan muara Sungai Karanggeneng. Aktifitas kapal nelayan yang tinggi,buangan material padatan tersuspensi yang berasal dari sungai, serta aktifitas hidro-oseanografi berpotensi dalam proses pendangkalan pada muara sungai.        Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai konsentrasi sedimen tersuspensi pada tiga kedalaman yaitu 0.2 d (depth), 0.6 d, dan 0.8 d serta pola sebaran sedimen tersuspensi tersebut.Materi yang di gunakan adalah data primer yang meliputi percontoh sedimen tersuspensi dan data arus serta data sekunder yang meliputi data peramalan pasang surut dan peta LPI Kabupaten Rembang. Metodeyang digunakan adalah deskriptif eksploratif, sedangkan untuk pengambilan data menggunakan sample purposive method.Pengolahan data dan pola sebaran arus dapat diketahui dengan menggunakan software SMS 8.0 dan 8.1 modul ADCIRC, sedangkan untuk mengetahui pola sebaran sedimen tersuspensi dapat menggunakan software ArcGIS 10.            Hasil penelitian ini diketahui bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi di perairanTasik Agung berkisar antara 0.05 g/L – 0.4 g/L dengan nilai konsentrasi terendah berada pada kedalaman 0.8 d dan nilai konsentrasi tertinggi berada pada kedalaman 0.6 d. Hasildaripengolahan data arus menunjukan bahwa arus dominan pada saat pasang menuju surut akan bergerak ke arah barat laut, sehingga pola sebaran sedimen tersuspensi mengikuti pola arus tersebut.
Analisa Sebaran Suhu Permukaan Laut Akibat Air Bahang PLTU Tanjung Jati B di Perairan Jepara Dwi Angga, Bagus Rahmattullah; Rochaddi, Baskoro; Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PLTU Tanjung Jati B Jepara memiliki air bahang (air laut yang telah digunakan dalam proses pendinginan mesin PLTU yang dibuang kembali ke laut) yang langsung berhubungan dengan laut. sehingga suhu permukaan laut mengalami peningkatan suhu dari suhu rata-rata laut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui sebaran suhu permukaan laut secara horizontal akibat air bahang PLTU Tanjung Jati B Jepara menggunakan citra landsat 8 TIRS ( Thermal infrared Sensor). Dengan menggunakan data landsat 8 TIRS yang diproses melalui pendekatan metode penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) terlihat adanya perubahan dan sebaran suhu permukaan laut akibat air bahang PLTU, dalam penelitian ini dilakukan ground check di beberapa titik sampling dengan penentuan titik secara acak sebanyak 15 titik yang digunakan untuk verifikasi data. Hasil dari penelitian didapatkan adanya suhu permukaan laut yang mengalami perubahan suhu sebesar 3,5oC dari suhu rata-rata laut dan terjadi persebaran ke arah timur laut sejauh 4.709 meter dengan arus permukaan maksimal 0,47 m/s. Perubahan suhu permukaan laut akibat adanya air bahang PLTU Jepara dikelaskan dalam 12 kelas dengan suhu tertinggi 34,5oC dan suhu terendah 28,5oC, verifikasi data lapangang mendapatkan Mean Relative Error 2,14%.              
STUDI KARAKTERISTIK POLA ARUS DI PERAIRAN SELAT LAMPA, KABUPATEN NATUNA, PROVINSI KEPULAUAN RIAU Putri, Tissa Permatasari; Rifai, Azis; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2886.777 KB)

Abstract

Perairan Selat Lampa di Kepulauan Natuna merupakan perairan yang cukup strategis sebagai alur lalu lintas pelayaran utama bagi warga Natuna dan bagi kapal-kapal asing. Dengan peran utama tersebut, kondisi hidro-oseanografi seperti arus dan pasang surut sangat dipertimbangkan dalam pengembangan dan perencanaan suatu wilayah pesisir dan laut. Data arus dan pasang surut sangat dibutuhkan dalam pengembangan daerah pelabuhan Selat Lampa sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pola arus di Perairan Selat Lampa, Kabupaten Natuna.                Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap yaitu pengambilan data lapangan dan tahap pemodelan numerik dengan menggunakan software MIKE 21 Flow Model Flexibel Mesh untuk pola arus. Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 20 Mei–4 Juni 2014 yang terdiri dari pengukuran arus selama 5 hari menggunakan ADCP, dan pengamatan pasang surut yang dilakukan selama 15 hari menggunakan palem pasut. Tahap pemodelan hidrodinamika dilakukan selama bulan Juli-Oktober dengan menggunakan input data batimetri dari DISHIDROS dan data pasang surut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Sedangkan penentuan lokasi pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling method.                Berdasarkan hasil pengolahan data, karakteristik arus di Perairan Selat Lampa didominasi oleh arus pasang surut dengan dengan arah arus yang cenderung bolak balik. Tipe pasang surut di Perairan Selat Lampa adalah pasang surut campuran condong ke harian tunggal. Hasil model hidrodinamika arus menunjukkan dominan menuju ke arah barat laut pada saat fase surut terendah, dan arus dominan menuju ke arah tenggara pada fase pasang tertinggi. Kecepatan arus minimum 0,000006 m/det dan kecepatan arus maksimum 1,190000 m/det pada kedalaman rata-rata.
KAJIAN REFRAKSI GELOMBANG DI PERAIRAN UJUNG PANGKAH KABUPATEN GRESIK, JAWA TIMUR Barcelona, Arraya Eritha; Sugianto, Denny Nugroho; Rifai, Azis
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.351 KB)

Abstract

Gelombang merupakan salah satu parameter oseanografi yang sangat mempengaruhi kondisi fisik pantai. Pantai dengan bentuk tanjung seperti di Ujung Pangkah akan mengalami refraksi gelombang akibat dari perbedaan kedalaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik gelombang dan pola refraksi gelombang yang terjadi di perairan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik. Pengukuran gelombang dilakukan selama 3 hari yaitu pada tanggal 26 – 28 September 2013.  Palem gelombang digunakan untuk mendapatkan data primer yang berupa tinggi dan periode gelombang, serta GPS untuk mengetahui koordinat titik pengamatan. Data sekunder berupa data angin selama 5 tahun yang didapatkan dari BMKG Maritim Surabaya dan data citra Landsat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Peramalan  gelombang laut menggunakan metode SMB (Sverdrup Munk Bretchneider) dengan inputan data angin. Penjalaran gelombang menuju pantai disimulasikan dengan software CMS – Wave (Coastal Modelling System – Wave). Hasil dari analisa data gelombang laut lapangan menunjukkan bahwa gelombang di Pesisir Ujung Pangkah merupakan gelombang laut transisi dengan nilai d/L sebesar 0,14. Berdasarkan hasil peramalan gelombang laut, didapatkan Tinggi gelombang maksimum 2,65 meter dan minimum 0,17 meter, periode gelombang maksimum 8,57 detik, minimum 2,18 detik, serta tinggi gelombang signifikan 0,54 meter dan periode gelombang signifikan 3,65 detik. Hasil pemodelan gelombang laut menunjukkan bahwa gelombang mengalami refraksi konvergensi di perairan Ujung Pangkah. Nilai koefisien refraksi (Kr) rata – rata sebesar 0,94. 
Studi Pemetaan Batimetri untuk Perencanaan Pembuatan Sabuk Pantai di Perairan Semarang Utara Fahrian, Nur Azhar; Ismanto, Aris; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3586.432 KB)

Abstract

Perairan Semarang Utara merupakan wilayah bagian utara pulau Jawa yang terdapat kawasan industri serta pemukiman. Beberapa tahun sebelumnya telah mengalami bencana abrasi yang mengakibatkan beberapa kawasan hilang dan terjadinya bencana rob pada kawasan industri. Sehingga dibutuhkan data batimetri untuk penempatan sabuk pantai untuk menangani bencana abrasi yang berdampak pada perubahan garis pantai. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 – 28 Juni 2014 di perairan Semarang Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kedalaman hasil pemeruman dengan Echosounder Singlebeam Garmin 585, dan data pasang surut perairan Semarang Utara. Pengolahan data pasang surut menggunakan metode Admiralty, pengolahan data batimetri menggunakan Software Surfer 11, Global Mapper 14, dan ArcGIS 10. Hasil didapatkan informasi bahwa perairan Semarang Utara memiliki kedalaman perairan antara 0 m hingga – 5,147 m termasuk dalam perairan dangkal. Morfologi dasar perairan memiliki nilai kemiringan rata – rata 0,35% dan memiliki kategori dasar perairan hampir datar. Sabuk pantai ditempatkan pada daerah terkena abrasi dan bagian timur muara sungai merupakan daerah yang mengalami abrasi paling parah. Sabuk pantai tersebut ditempatkan pada kedalaman rata – rata - 0,6 m. 

Page 2 of 3 | Total Record : 23