cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4 (2016)" : 22 Documents clear
KONSENTRASI BAHAN ORGANIK TOTAL (BOT) DAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DI SEDIMEN PERAIRAN PANTAI TASIKAGUNG, REMBANG Akbar, Aulia; Wulandari, Sri Yulina; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.027 KB)

Abstract

Kota Rembang merupakan salah satu kota dan kabupaten yang berada di pesisir. Kota yang berada pada posisi 6°30’ - 7°06’LS dan  111°00’ - 111°30’ BT, mempunyai pelabuhan perikanan pantai yang berlokasi di desa Tasikagung.Tasikagung merupakan daerah yang mempunyai kawasan bahari terpadu (KBT) yang meliputi pelabuhan perikanan pantai (PPP) Tasikagung, Kawasan Wisata dan Rekreasi Air Pantai Kartini, pelabuhan umum Tanjung Agung, dan lingkungan perumahan dan pemukiman. Selain itu desa Tasikagung terdapat muara sungai Karang Geneng.Tingginya aktivitas kapal di pelabuhan perikanan pantaimenyebabkanbanyaknyalimbahbahanbakarkapal yang mengandung timbalmasukkeperairan dan terendapkan di sedimen, dan tingginya aktivitas warga di muara sungai seperti membuang sampah ke laut juga merupakan salah satu sumber bahan organik yang masuk ke perairan dan terendapkan di sedimen. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, sedangkan untuk pengambilan data menggunakan metode sampling purposif. Analisa data bahan organik total menggunakan metode loss on igniton sedangkan analisa logam berat Pb menggunakan metode destruksi asam.Hasil penelitian ini diketahui bahwa konsentrasi bahan organik total berkisar antara 10,6% - 20,8%, dengan konsentrasi terbesar terdapat pada stasiun 3 dengan konsentrasi 20,8%. Sementara konsentrasi logam berat Pb berkisar antara 1,533 mg/kg dan 2,788 mg/kg, dengan konsentrasi terbesar terdapat pada stasiun 3 dengan 2,788 mg/kg. Sebaran konsentrasi bahan organik total dan logam berat Pb di dekat pantai lebih besar dibandingkan yang jauh dari pantai.
KARAKTERISTIK MASSA AIR LAPISAN TERCAMPUR DAN LAPISAN TERMOKLIN DI SELAT LOMBOK PADA BULAN NOVEMBER 2015 Firdaus, Randi; Setiyono, Heryoso; Harsono, Gentio
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.188 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik massa air di lapisan tercampur dan lapisan termoklin. Karakteristik yang dimaksud adalah suhu, salinitas, densitas, stabilitas statik dan tipe massa air.Penelitian ini menggunakan data suhu, salinitas, densitas dan kedalaman yang diakuisisi dari instrumen CTD. Data suhu dan salinitas digunakan untuk menentukan tipe massa air dengan diagram T-S (Temperatur-Salinitas) yang mengacu pada klasifikasi Wyrtki, sedangkan data densitas dan kedalaman digunakan untuk menentukan stabilitas statik massa air. Stratifikasi massa air ditentukan dengan dengan kriteria ambang lapisan piknoklin >0,125 kg/m3 dari densitas permukaan dan lapisan termoklin >0,5oC dari suhu permukaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya stratifikasi lapisan massa air bervariasi secara vertikal dengan kedalaman lapisan tercampur bervariasi dari 0-43 m berdasarkan temperatur dan 0-45 m berdasarkan densitas, lapisan termoklin berada diantara kedalaman 3-412 m. Stabilitas massa air menunjukkan nilai bervariasi dari -15 sampai 30 siklus/jam, nilai Frekuensi Brunt-Vӓїsӓlӓ yang tinggi ditemukan di lapisan termoklin. Hasil diagram T-S menunjukkan adanya empat  massa air yang teridentifikasi yaitu massa air North Pacific Intermediate Water (NPIW) yang dicirikan salinitas minimum, massa air North Pacific Subtropical Water (NPSW) dengan karakter salinitas maksimum, massa air North Indian Subtropical Water (NISW) dicirikan salinitas maksimum dan massa air Australasian Mediterranean Water (AAMW) yang dicirikan oleh salinitas maksimum. 
STUDI BATIMETRI DAN KONDISI ALUR PELAYARAN DI MUARA SUNGAI KAPUAS KECIL, KALIMANTAN BARAT Nurdianti, Amalia Kartika; Atmodjo, Warsito; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4123.53 KB)

Abstract

Muara Sungai Kapuas Kecil merupakan salah satu pintu gerbang utama untuk keluar masuk barang dan penumpang di Provinsi Kalimantan Barat. Sungai Kapuas Kecil memiliki peranan penting dalam distribusi barang dan mobilitas penduduk. Alur pelayaran dari muara sungai sampai pelabuhan sering mengalami pendangkalan sehingga perlu untuk mengetahui kondisi kedalaman alur sungai untuk kapal-kapal yang berlayar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan batimetri di Muara Sungai Kapuas Kecil sebagai acuan untuk analisis kondisi alur pelayaran. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10-20 November 2015 di Muara Sungai Kapuas Kecil. Kegiatan pemeruman dengan singlebeam echosounder dilaksanakan di dua lokasi yaitu di muara dan Sungai Kapuas Kecil serta dilakukan pengukuran pasang surut di Rumah Kepanduan Jungkat. Materi yang dijadikan objek studi dalam penelitian ini meliputi batimetri dan pasang surut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak HYDROpro 2.3, Terramodel 10.3, dan ArcGIS 10.2. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kedalaman perairan lokasi penelitian berkisar antara 0 - 14 m. Peta batimetri memperlihatkan jarak kontur yang rapat pada daerah muara menuju Sungai Kapuas Kecil dengan kedalaman 1 – 6 m dan pada daerah muara sungai menuju laut lepas memiliki kedalaman hingga 14 m. Kelerengan dasar laut menunjukkan bahwa morfologi Muara Sungai Kapuas Kecil termasuk dalam kategori datar dengan nilai 0.0007 % - 0.001 %. Tipe pasang surut di perairan ini adalah harian tunggal dengan nilai Formzahl 3.013. Kondisi kedalaman pada alur pelayaran diperoleh berdasarkan penampang melintang yang dibuat pada daerah alur pelayaran. Alur pelayaran saat masuk Sungai Kapuas Kecil disarankan mengikuti rambu yang terdapat pada pelampung suar.
SEBARAN KONSENTRASI NITRAT, FOSFAT DAN KLOROFIL-A DI PERAIRAN PANTAI SLAMARAN PEKALONGAN Raharjo, Mada; Muslim, Muslim; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5499.386 KB)

Abstract

Pantai Slamaran merupakan suatu perairan yang banyak dimanfaatkan oleh aktivitas manusia seperti tempat pelelangan ikan, pemukiman penduduk dan pariwisata. Berbagai faktor tersebut akan mempengaruhi keseimbangan kondisi perairan Pantai Slamaran. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sebaran konsentrasi nitrat, fosfat dan klorofil-a di perairan Pantai Slamaran serta mengetahui hubungan klorofil-a dengan nitrat dan fosfat. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada 12 stasiun dengan pertimbangan dapat mewakili wilayah muara sungai, dekat pantai, wilayah transisi dan laut lepas. Data yang diamati adalah konsentrasi nitrat, konsentrasi fosfat, konsentrasi klorofil-a, DO dan kecerahan serta pemodelan arus laut menggunakan software pengolah data numerik.. Pengolahan data menggunakan software pengolah data spasial sehingga menghasilkan output berupa sebaran konsentrasi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat, fosfat dan klorofil-a akan semakin kecil menuju ke arah laut. Konsentrasi nitrat berkisar 0,3325-0,6821 mg/l, konsentrasi fosfat berkisar 0,0590-0,3276 mg/l dan konsentrasi klorofil-a berkisar 0,1207-0,9522 µg/l. Hubungan antara klorofil-a dengan nitrat secara linier menunjukkan keeratan yang cukup tinggi dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,710, dan hubungan antara klorofil-a dengan fosfat sebesar 0,786. Pola sebaran konsentrasi nitrat, fosfat dan klorofil-a tidak mengikuti pola arus.
STUDI POLA ARUS LAUT DI PERAIRAN PANTAI KABUPATEN ACEH TIMUR Kusuma, Prima Danu; Rifa’i, Aziz; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2542.464 KB)

Abstract

Kabupaten Aceh Timur merupakan  kabupaten yang berada di sisi timur Aceh dengan letak astronomis berada pada 4º 09’ 21,08” - 5º 06’ 02,16” LU dan 97º 15’ 22,07” - 97º 34’ 47,22” BT memiliki berbagai potensi dan permasalahan yang dihadapi hingga saat ini. Potensi wilayah pesisir tersebut antara lain berupa potensi perikanan laut dan darat, pelabuhan, pariwisata dan kawasan industri yang berada di wilayah pesisir. Permasalahan abrasi yang cukup parah mengakibatkan kerugian besar dengan rusaknya wilayah pantai dan pesisir dengan segala kehidupan yang ada diwilayah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola arus yang dapat dijadikan sebagai referensi dalam pengelolaan lingkungan laut dan perencanaan bangunan pantai. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 – 30 September 2014. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Pengambilan data arus dengan ADCP type Argounaunt-XR dengan sistem mooring. Pengolahan data pasang surut dilakukan dengan menggunakan metode Admiralty. Pemodelan pola arus menggunakan pemodelan matematis. Berdasarkan pengukuran di lapangan, perairan Aceh Timur memiliki kondisi arus yang didominasi oleh arus pasang surut. Kecepatan arus maksimum sebesar 0,647 m/s bergerak menuju arah Timur-Tenggara. Kecepatan arus minimum 0,003 m/s yang bergerak menuju ke arah Tenggara. Tipe pasang surut yang terjadi adalah pasang surut harian ganda dengan bilangan Formzahl sebesar 0,17, tinggi muka air laut rata-rata (MSL) sebesar 176, 03 cm, tinggi muka air terendah  (LLWL) sebesar 82,34 cm dan tinggi muka air tertinggi (HHWL) sebesar 269,98 cm. Hasil simulasi model hidrodinamika menunjukkan bahwa arus yang terjadi pada daerah model relatif menuju arah barat laut pada kondisi surut menuju pasang dan ke arah tenggara saat pasang menuju surut.
KAITAN MONSUN TERHADAP VARIABILITAS SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A UNTUK PREDIKSI POTENSI FISHING GROUND DI PERAIRAN KARIMUNJAWA Munandar, Bayu; Purwanto, Purwanto; Kunarso, Kunarso
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1360.861 KB)

Abstract

Nilai SPL dan klorofil-a di suatu perairan dapat mempengaruhi produktivitas perikanan di perairan tersebut. Hal ini disebabkan karena ikan pelagis suka hidup di perairan yang memiliki nilai SPL dan klorofil-a yang optimum untuk kehidupannya. Kondisi lingkungan dapat menggambarkan bahwa perairan tersebut cocok untuk kehidupan ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh monsun terhadap variabilitas SPL dan klorofil-a untuk prediksi potensi fishing ground secara temporal dan spasial di perairan Karimunjawa. Pengambilan data lapangan dilakukan selama 2 hari yaitu pada tanggal 20 – 21 September 2015. Alat dan bahan yang digunakan yaitu Water Quality Checker (WQC), Global Positioning System (GPS), anemometer, bola duga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan di penelitian ini bersumber dari data insitu dan data yang di download dari website. Angin monsun secara temporal berpengaruh terhadap SPL dan klorofil-a, SPL terendah terjadi bulan Januari dan Agustus sebesar 28,70C dan 28,40C dan klorofil-a tertinggi bulan Januari dan Juni sebesar 0,39 mg/m3 dan 0,45 mg/m3. Potensi fishing ground mengikuti pola kenaikan klorofil-a, dimana potensi fishing ground tertinggi pada bulan Mei – Agustus (Peralihan I dan Musim Timur). Pengaruh monsun secara spasial terlihat dari perbedaan suhu antara bagian selatan Karimunjawa yang lebih panas dibandingkan dengan bagian utara. Sedangkan untuk distribusi klorofil-a dan potensi fishing ground umumnya berpusat di sekitar pantai.
STUDI SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN MUARA SUNGAI KLUWUT, KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH Apriyantoro, Kukuh; Saputro, Siddhi; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.001 KB)

Abstract

Sungai Kluwut merupakan sungai yang bermuara di daerah Pantai Utara Kabupaten Brebes. Proses sedimentasi yang terjadi di Perairan Muara Sungai Kluwut sangat di pengaruhi oleh pasokan sedimen dari darat dan wilayah sekitar muara. Arus sebagai salah satu parameter hidro-oseanografi memiliki peran aktif terhadap sebaran sedimen dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis sedimen dasar dan pola persebarannya juga untuk mengetahui proses transport dan pengendapan sedimen yang terjadi di Muara Sungai Kluwut Kabupaten Brebes. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, pertama adalah pra lapangan berupa studi pustaka, pencarian peta, dan survei pendahuluan. Kedua adalah lapangan berupa pengambilan data sampel sedimen menggunakan grap sampler dan pengukuran arus menggunakan ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler) yang dilakukan pada tanggal 30 s.d 31 Desember 2015, Proses laboratorium berupa analisa ukuran butir. Ketiga yaitu tahap analisa data. Berdasarkan analisa data, sebaran sedimen dasar di perairan Muara Sungai Kluwut didominasi oleh jenis sedimen Lanau. Sedangkan dominasi arah arus menuju ke tenggara dengan kecepatan 0,044 m/s sampai dengan 0,35 m/s. 
KAJIAN POTENSI ARUS LAUT SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF PEMBANGKIT LISTRIK DI SELAT SUGI, KEPULAUAN RIAU Wardhani, Indira Eka Melia; Purwanto, Purwanto; Yosi, Mira
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1416.362 KB)

Abstract

Meningkatnya permintaan daya listrik di berbagai daerah di Indonesia menjadi salah satu faktor untuk mencari sumber energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat yang berada di Pulau – Pulau Kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola arus serta potensi energi arus laut yang berada di perairan Selat Sugi, Kepulauan Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Tipe pasang surut campuran condong harian ganda dengan bilangan Formzal 0,95. Bedasarkan hasil simulasi numerik, kecepatan arus maksimum terjadi pada musim barat saat kondisi pasang menuju surut dengan nilai sebesar 0,01 – 1,18 m/det. Besar daya tersedia saat kondisi tersebut adalah 850 Watt. Lokasi potensi terletak di 0°48’4,45” LU dan 103°43’21,77” BT. 
SEBARAN MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI BERDASARKAN PENGARUH ARUS DAN PASANG SURUT DI SEKITAR PERAIRAN MUARA SUNGAI KAPUAS KECIL, JUNGKAT, PONTIANAK Aryani, Riyandita; Saputro, Siddhi; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1932.861 KB)

Abstract

Muara Sungai Kapuas Kecil terletak di wilayah Pontianak, dimana lokasi ini memiliki aktivitas kapal yang padat karena Pontianak memiliki kawasan industri dan terdapat pelabuhan. Kegiatan ini tentunya dapat berdampak negatif terhadap kondisi perairan salah satunya adalah semakin meningkatnya konsentrasi sedimen tersuspensi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui pengaruh arus dan pasang surut terhadap sebaran MPT di muara Sungai Kapuas Kecil, Jungkat, Pontianak.  Penelitian dimulai dari tahap pengukuran dan pengamatan data lapangan pada tanggal 09 - 20 November 2015 bersama dengan tim unit tugas Rigel 24-2015 OPS Pontianak, DISHIDROS TNI AL. Materi yang digunakan adalah data primer berupa arus, pasang surut dan sampel air sedangkan data sekunder berupa data Peta Laut Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, penentuan lokasi pengambilan sampel air menggunakan metode random sampling, pengambilan data arus menggunakan metode eulirian. Peta sebaran MPT diinterpolasi menggunakan ArcGIS 10.2 dan pemodelan arus laut menggunakan Mike 21. Hasil penelitian menunjukaan nilai sebaran MPT di Muara Sungai Kapuas Kecil, Pontianak mempunyai nilai konsentrasi berkisar 200-750 mg/l pada saat menuju pasang dan 223.33-783.33 mg/l pada saat menuju surut. Proses penyebaran nilai konsentrasi MPT di perairan tidak hanya dipengaruhi oleh pasang surut dan arus melainkan faktor lainnya, yaitu debit sungai, aktivitas kapal, dan kedalaman. 
PENGARUH ARUS LAUT DAN PASANG SURUT TERHADAP DISTRIBUSI SEDIMEN TERSUSPENSI DI PERAIRAN MUARA SUNGAI SEMBILANGAN KALIPRAU PEMALANG Wibowo, Yeremia Septian Agung; Hariadi, Hariadi; Marwoto, Jarot
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Sembilangan merupakan sungai yang berpotensi mengalami pendangkalan bagian muara akibat adanya pengendapan sedimen tersuspensi. Tingginya angka laju sedimentasi dapat menyebabkan lumpuhnya perekonomian masyarakat yang mengandalkan muara sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus pasang surut terhadap pola persebaran sedimen tersuspensi di perairan sekitar Muara Sungai Sembilangan. Lokasi sampling merupakan daerah muara dan sekitar sungai Sembilangan Kaliprau, Pemalang dengan posisi 6o49’0” LS hingga 6o50’22,8” LS dan 109o34’16,6” BT hingga 109o35’30” BT. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer merupakan sampel material padatan tersuspensi diambil sejumlah 18 titik pengamatan dan data arus laut. Data sekunder antara lain data pasang surut BIG dan Bathimetri DISHIDROS. Analisis sedimen tersuspensi dilakukan dengan pembuatan peta sebaran sedimen menggunakan ArcGIS 10.0 dan pemodelan arus laut menggunakan MIKE 21. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi sedimen tersuspensi pada saat pasang berkisar antara 32,1 – 104,5 mg/l sementara pada saat surut berkisar antara 35,2 – 120,3 mg/l. Arah arus dominan ke arah barat pada saat pasang dan timur pada saat surut. Berdasarkan hasil penelitian, arus pasang surut mempengaruhi pembentukan pola persebaran MPT dengan konsentrasi terbesar berada pada daerah muara dan yang berdekatan dengan daratan. Konsentrasi sedimen tersuspensi menurun menuju laut serta keragaman nilai konsentrasi sedimen tersuspensi di Perairan Muara Sungai Sembilangan dipengaruhi oleh pasang surut.

Page 1 of 3 | Total Record : 22