cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
STUDI PERUBAHAN GARIS PANTAI AKIBAT KENAIKAN MUKA AIR LAUT DI KECAMATAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK Utami, Widya Sari; Subardjo, Petrus; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak memiliki topografi pantai yang landai, elevasi rendah, dan penggunaan lahan yang kompleks sehingga rentan mengalami dampak kenaikan muka air laut. Salah satu indikasi dari meningkatnya muka air laut adalah garis pantai yang semakin naik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besar kenaikan muka air laut berdasarkan analisis data pasang surut tahun 2011-2016 dan memprediksi perubahan garis pantai akibat kenaikan muka air laut berupa panjang garis pantai dan luas area tergenang pada tahun 2016, 2021 dan 2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif bersifat studi kasus. Penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk membangun model spasial sesuai dengan kondisi sebenarnya. Teknologi penginderaan jauh digunakan untuk memonitor perubahan garis pantai di wilayah pesisir. Data yang digunakan adalah data pasang surut, data titik tinggi tahun 2006, peta rupabumi indonesia tahun 2011, citra satelit landsat 8 tahun 2016. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa laju kenaikan muka air laut yang terjadi di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak 8,294 cm/tahun. Perubahan garis pantai yang terjadi akibat kenaikan muka air laut di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak berupa panjang garis pantai pada tahun 2016 yaitu 32,138 km, tahun 2021 yaitu 18,185 km, dan tahun 2026 yaitu 21,848 km. Luas area yang tergenang pada tahun 2016-2021 seluas 1970,064 ha dan pada tahun 2016-2026 luas area yang tergenang seluas 2951,127 ha. 
STUDI REFRAKSI DAN DIFRAKSI GELOMBANG UNTUK ANALISA EFEKTIVITAS LAYOUTBREAKWATER DI PELABUHAN PENDARATAN IKAN LARANGAN, KABUPATEN TEGAL Dzikrurianti, Rina Oktaviani; Handoyo, Gentur; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGelombang memiliki peran penting dalam dinamika pantai dan pengelolaan wilayah pesisir seperti pembangunan pelabuhan dan bangunan pantai. Desain perlindungan kolam labuh terhadap gelombang menggunakan breakwater untuk menghasilkan perairan yang tenang dan aman bagi kapal berdasarkan sifat penjaran gelombang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19-22 Mei 2013 di Pantai Larangan. Data yang digunakan yaitu tinggi gelombang, periode gelombang, kedalaman, angin dan peta RBI Tegal. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Peramalan gelombang dari data angin menggunakan metode SMB. Model gelombang menggunakan perangkat lunak SMS modul CMS-Wave. Gelombang di Pantai Larangan memiliki tinggi signifikan 0.17 meter dan periode signifikan 4.55 detik. Refraksi gelombang terjadi karena perubahan kedalaman mengakibatkan konvergensi gelombang. Difraksi terjadi ketika gelombang terhalang breakwater di mulut Pelabuhan Pendaratan Ikan Larangan. Breakwaterdengan kedua ujung berbelok dan sedikit menutup kolam pelabuhan menghasilkan gelombang terkecil di pelabuhan.
ANALISIS KARAKTERISTIK ARUS HARMONIKAKIBAT PASANG SURUT DI PERAIRAN TELUK AWUR KABUPATEN JEPARA Bonauli, Melissa; Helmi, Muhammad; S. Pranowo, Widodo
Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.533 KB)

Abstract

Teluk Awur di Kabupaten Jepara merupakan salah satu dari banyak teluk yang ada di Kabupaten Jepara. Kawasan ini menjadi penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat sekitar. Adanya perubahan fisis-oseanografi yang terjadi di daerah ini berdampak terhadap perubahan karakterisitik pantai, seperti arus dan pasang surut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan gambaran mengenai karakteristik arus harmonik dan informasi dalam menunjang perencaan pengembangan pantai. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metode deskriptif dan dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 2 Maret 2015 – 5 Maret 2015. Data yang diolah berupa data arus dan data pasang surut. Arus laut diamati berdasarkan metode Eulerian menggunakan ADCP. Metode ini merupakan metode pengukuran arus stasioner menggunakan ADCP statis di satu titik. Sedangkan pengukuran pasut menggunakan data pasang surut BMKG. Hasil yang didapat dari penelitian ini ialah karakteristik arus harmonik dan pasang surut harmonik. Berdasarkan komponen di tiga kedalaman terukur serta kedalaman rata-rata didapatkan nilai formzahl yang  untuk mengelompokkan tipe pasang surut masing-masing. Di kedalaman 4,8 meter yaitu Cell 1 memiliki tipe pasang surut pasang surut campuran dominasi tunggal (mixed tide prevailing diurnal). Dikedalaman 2,4 meter yaitu Cell 2 dan di kedalaman 1,2 yaitu Cell 3 memiliki tipe pasang surut harian tunggal (Diurnal tide). Di kedalaman rata-rata memiliki tipe pasang surut campuran dominasi tunggal (mixed tide prevailing diurnal). Arah arus harmonik akibat pasang surut di Teluk Awur berdasarkan pola ellips di kedalaman rata-rata secara umum menunjukkan arah pergerakan arus Timur Laut-Barat Daya. Sedangkan secara lebih detail deskripsi per kedalaman : di kedalaman 1,2 meter (Cell 1) arus harmonik bergerak Timur laut-Barat Daya; di kedalaman 2,4 meter (Cell 2) arah arus harmonik bergerak ke arah Timur Laut-Barat Daya; sedangkan di dasar perairan di kedalaman 4,8 meter (Cell 3) arus harmonik mengalami perubahan arah yakni Utara-Selatan.
STUDI POLA ARUS DAN SEDIMENTASI DI DEKAT BREAKWATER BAGIAN LUAR KOLAM LABUH PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG Febribusmadian, Febribusmadian; Purwanto, Purwanto; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.172 KB)

Abstract

Abstrak Wilayah pesisir yang perlu mendapat perhatian dan mempunyai fungsi cukup potensial untuk kegiatan kelautan salah satunya adalah wilayah pelabuhan. Dimana pelabuhan merupakan wilayah yang secara alami mempunyai energi arus yang kecil sehingga wilayah tersebut relatif tenang. Oleh karena itu, wilayah pelabuhan merupakan tempat pengendapan material erosi yang terbawa arus. Arus tersebut berpengaruh terhadap pergerakan sedimen yang diketahui sebagai akibat terjadinya sedimentasi. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu pengambilan data lapangan dan pengolahan data. Pengambilan data lapangan dilakukan di luar kolam Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada bulan Oktober 2011. Metode yang digunakan untuk analisis hasil penelitian adalah metode deskriptif, sedangkan untuk penentuan titik koordinat lokasi penelitian dengan menggunakan metode sampling purposif. Berdasarkan hasil model arus pengamatan lapangan, diperoleh dominasi arah arus di Perairan Tanjung Emas Semarang, bergerak dari arah barat menuju timur dengan kecepatan arus total tertinggi adalah 0,3256 m/det. Distribusi ukuran butir sedimen yang diendapkan tersusun atas jenis sedimen Lanau, Lanau Pasiran dan Lanau Lempung pasiran. Hubungan antara pola arus dan ukuran butir sedimen yang diendapkan yaitu pengendapan sedimen pasir terjadi pada saat arus yang menguat terdapat pada stasiun 2 dan 5, sedangkan pengendapan sedimen lanau dan lempung terjadi karena melemahnya arus terdapat pada stasiun 3, dan 4. Pengurangan kecepatan arus ini dikarenakan arah arus terhalang oleh adanya breakwater, kecepatan arus berkurang maka arus tidak mampu lagi mengangkut sedimen sehingga akan terjadi sedimentasi. 
PENGARUH KENAIKAN MUKA AIR LAUT TERHADAP AREA GENANGAN PADA PENGGUNAAN LAHAN DI PESISIR KOTA TEGAL JAWA TENGAH Cahya, Ardhian Indra; Helmi, Muhammad; Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.497 KB)

Abstract

Kota Tegal merupakan salah satu kota di provinsi Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan pantai Utara Jawa.Kota Tegal termasuk kedalam derah daratan rendah dengan toporafinya yang relatif datar. Banjir pasang menjadi salah satu masalah yang dihadapi pemerintah Kota Tegalsetiap tahunnya Banjir pasang merupakan banjir yang dibangkitkan oleh air laut pasang dan dipengaruhi oleh kenaikan muka air laut serta land subsidance.Penelitanin ini bertujuan untuk mengetahui nilai elevasi pasang surut dan mengetahui kenaikan muka air rerata tahunan serta mengetahui penggunaan lahan yang terdampak banjir pasang pada tahun 2017 dan tahun 2022 yang terjadi di Kota Tegal. Metode admiralty digunakan untuk nilai elevasi pasang surut Kota Tegal, serta mengetahui kenaikan muka air rerata tahunan berdasarkan data pasang surut Stasiun Pengamatan Kota Cirebon Badan Informasi Geospasial tahun 2014 – tahun 2017. Dilakukan juga pendekatan Digital Elevation Model (DEM) dengan metode Topo to Raster untuk menggambarkan kondisi wilayah Kota Tegal saat ini. Hasil dari pengolahan data pasang surut dengan metode Admiralty diperoleh nilai Formzahl sebesar 0,654 cm maka pasang surut perairan Kota Tegal adalah bertipe pasang campuran condong ke harian ganda dengan MSL = 76,49 cm, LLWL = 19,2 cm, dan HHWL = 133,77 cm dengan kenaikan muka air laut rerata tahunan sebesar 5,97 cm. Luas genangan yang terjadi pada bulan Februari tahun 2017 sebesar 497,63 ha meliputi Kelurahan Muarareja dan Kelurahan Tegalsari di Kecamatan Tegal Barat dan Kelurahan Mintaragen di Kecamatan Tegal Timur. Predikdi pada tahun 2022 luas area genangan bertambah menjadi 884,90 ha.
STUDI KONSENTRASI FOSPAT BIOAVAILABLE DAN KARBON ORGANIK TOTAL (KOT) DALAM SEDIMEN DI PERAIRAN BENTENG PORTUGIS, JEPARA Habibi, Mohamad Alimudin; Maslukah, Lilik; Wulandari, Sri Yulina
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.787 KB)

Abstract

Perairan Benteng Portugis, Jepara merupakan perairan yang terletak di pantai utara Pulau Jawa yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Aktivitas tersebut menghasilkan limbah domestik dan limbah pertanian yang terdistribusi ke perairansehingga mempengaruhi tingkat kesuburan dari perairan tersebut.  Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi fosfatbioavailable dan karbon organik total dalam sedimen perairan Benteng Portugis, Jepara. Pengambilan sampel sedimen dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2013. Sampel sedimen dianalisa untuk diketahui ukuran butir,konsentrasi fosfat dan kandungan karbon organik total. Parameter lingkungan yang diukur meliputi salinitas, suhu dan pH. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan program Arc GIS 10.1. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi fosfat berkisar antara 50,199 – 119,603 ppmdan karbon organik berkisar antara 10%-12%.Pola sebaran konsentrasi fosfat bioavailable dan karbon organik total dalam sedimen semakin ke arah laut akan semakin turun nilainya.
ANALISIS KARAKTERISTIK ARUS LAUT UNTUK PEMANFAATAN POTENSI ENERGI ALTERNATIF DI PERAIRAN SELAT GASPAR Natalie, Erinne; Purwanto, Purwanto; Ismanto, Aris; Priyono, Bayu
Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1493.513 KB)

Abstract

Kebutuhan energi di Indonesia berkembang pesat khususnya energi listrik, ketergantungan terhadap energi fosil untuk menghasilkan listrik menyebabkan kelemahan dalam menerapkan pemerataan kebijakan energi. Pengoptimalan sumber energi terus diupayakan karena Indonesia memiliki beragam sumber energi, seperti sumber energi alternatif terbarukan yang berasal dari laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik arus laut di setiap lapisan kedalaman dan seberapa besar potensi energi yang dapat dihasilkan dari pergerakan arus di perairan Selat Gaspar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan penentuan lokasi dengan metode purposive sampling. Data yang digunakan meliputi data arus laut bulan Juli 2012, September 2012, Desember 2012 dan Peta Bathimetri. Pengolahan data pemodelan numerik menggunakan modul flow model pada grid flexible mesh serta dilanjutkan dengan perhitungan potensi energi arus laut. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik arus laut di setiap lapisan kedalaman memiliki pola arus dengan kecepatan yang berkurang seiring dengan bertambahnya kedalaman sampai mendekati dasar yang disebabkan oleh gaya gesekan dengan arah arus rotasi yang menyababkan terjadinya pembelokan. Kecepatan arus maksimum terjadi pada bulan Desember saat kondisi surut menuju pasang dengan nilai kecepatan 2,120 m/det dimana potensi rapat daya yang dihasilkan sebesar 4883,165 W/m2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik arus laut perairan Selat Gaspar dipengaruhi oleh kondisi pasang surut, namun lebih didominasi angin.
DAMPAK KENAIKAN MUKA LAUT TERHADAP GENANGAN ROB DI KECAMATAN PADEMANGAN, JAKARTA UTARA Ramadhan, Pratiwi; Widada, Sugeng; Subardjo, Petrus
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jakarta berada di kawasan yang tersusun oleh endapan alluvial sehingga terjadi penurunan muka tanah akibat proses diagenesa dan eksploitasi air tanah yang berlebihan, di lain pihak terjadi kenaikan muka air laut sehingga membuat Jakarta rawan akan bencana banjir rob (tidal flood). Banjir air pasang merupakan suatu kejadian yang disebabkan oleh kenaikan muka air laut secara global. Adanya pasang naik dan pasang surut akan mempengaruhi kondisi genangan yang terjadi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengetahui distribusi banjir genangan (rob) yang diakibatkan oleh kenaikan muka air laut di wilayah Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Analisis harmonik pasang surut dilakukan menggunakan metode admiralty untuk mendapatkan konstanta harmonik pasang surut yang meliputi Amplitudo, M2, S2, K1, O1, N2, K2, P1, M4, MS4. Pendekatan Digital Elevation Model (DEM) dilakukan untuk menggambarkan kondisi topografi Jakarta saat ini. Luasan genangan yang terjadi pada bulan Mei tahun 2014 dengan nilai MSL sebesar 1,433 m adalah sebesar 6,672 km2, dengan rincian luas genangan di Kelurahan Ancol sebesar 5,023 km2 dan pada Kelurahan Pademangan Barat sebesar 1,649 km2.
PENGARUH ARUS TERHADAP MUATAN PADATAN TERSUSPENSI DI MUARA SUNGAI DAN SEKITAR PERAIRAN KESUNEAN, CIREBON Gurning, Ridho Hans; Rochaddi, Baskoro; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muara Sungai Kesunean memiliki potensi terjadinya pendangkalan akibat pengendapan sedimen tersuspensi yang sangat tinggi. Pendangkalan ini tentunya berdampak negatif terhadap kondisi perairan seperti terhambatnya aliran sungai ke laut dan lebar sungai menjadi kecil. Potensi terjadinya pendangkalan dapat diketahui dengan mengetahui besar konsentrasi sedimen tersuspensi, kondisi arus dan pasang surut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus terhadap distribusi konsentrasi muatan padatan tersuspensi di muara sungai dan sekitar Perairan Kesunean, Cirebon. Penelitian dilakukan pada tanggal 7 – 15 April 2015 di Perairan Kesunean, Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penentuan lokasi pengambilan titik lokasi dengan menggunakan metode random sampling dan pengambilan sampel air di kedalaman 0.2d, 0.6d, 0.8d pada 7, 11, dan 15 April 2016. Analisis sampel sedimen tersuspensi di laboratorium menggunakan metode Gravimetri. Peta sebaran sedimen tersuspensi diinterpolasi menggunakan software ArcGIS 10.0 dan pemodelan arus laut menggunakan software MIKE 21. Hasil pengolahan data lapangan menunjukkan bahwa konsentrasi muatan padatan tersuspensi berkisar antara 44,44 – 300 mg/l, kecepatan arus berkisar antara 0,0069 – 0,6231 m/s dan tipe pasang surut di Perairan Cirebon ialah pasang surut campuran condong harian ganda. Terdapat nilai korelasi antara kecepatan arus (m/s) dengan konsentrasi muatan padatan tersuspensi (mg/l) berkisar antara 0,729 – 0,895
PERUBAHAN GARIS PANTAI LARANGAN, KABUPATEN TEGAL MELALUI PENDEKATAN MODEL GENESIS ( Generalized Model for Simulating Shoreline Change ) Kristi, Lucky; Saputro, Siddhi; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.106 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi perubahan garis pantai selama 5 tahun (2013-2018) dan mengetahui wilayah yang memiliki kemungkinan mengalami akresi dan erosi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2013 di Pantai Larangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sampel sedimen diambil dengan purposive sampling berupa sedimen dasar perairan. Pengukuran tinggi dan periode gelombang menggunakan ADCP Argonout XR. Peramalan gelombang menggunakan data angin yang diperoleh dari stasiun pengukuran angin Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tegal. Prediksi perubahan garis pantai didekati dengan pendekatan model yaitu dengan GENESIS (Generalized Model for Simulating Shoreline Change). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rentang waktu 2013 sampai 2018, Pantai Larangan mengalami akresi atau penambahan sedimen sebanyak 764,16 m2 serta mengalami erosi sebesar 125,87 m2. Wilayah yang mengalami akresi paling besar berada di Desa Padaharja yaitu sebesar 358,63 m2 dan erosi paling besar berada di Desa Munjungagung sebesar 77,34 m2. Dengan demikian 5 tahun ke depan Pantai Larangan diprediksi akan mengalami penambahan luasan lahan atau akresi.