cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
STUDI KANDUNGAN SENG DI AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN MOROSARI, KECAMATAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK Iqbal Aditya Putra; Muslim Muslim; Sri Yulina Wulandari
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.896 KB)

Abstract

Perairan Morosari merupakan muara dari Sungai Sayung yang merupakan lintasan pembuangan limbah dari kawasan industri sepanjang Jl. Raya Semarang-Demak. Wilayah Perairan Morosari terletak dekat dengan pemukiman penduduk membuat wilayah perairan ini ramai akan aktivitas nelayan. Seng merupakan salah satu mikronutrien yang terdapat di laut yang memiliki peran penting bagi kehidupan ekosistem perairan laut. Metode yang digunakan adalah dengan metode deskriptif yang bertujuan membuat gambaran faktual, tentang obyek yang dikaji. Nilai konsentrasi seng terlarut berkisar 0,004 - 0,011 ppm saat surut dan saat pasang konsentrasi seng terlarut berkisar 0.003 - 0.008 ppm. Kandungan seng terlarut dengan konsentrasi tinggi terjadi pada stasiun 1, dan 2 baik dalam kondisi pasang maupun surut. Tingginya konsentrasi seng terlarut pada stasiun 7 saat surut dikarenakan daerah tersebut menjadi daerah pencarian kerang yang dilakukan dengan cara mengeruk sedimen sehingga terjadi resuspensi sedimen pada daerah tersebut. Nilai konsentrasi seng di sedimen berkisar 156,5-175,3 ppm. Kandungan seng di sedimen  tertinggi terdapat di daerah estuari (stasiun 1 dan 2). Konsentrasi seng di Perairan Morosari baik yang terlarut maupun di sedimen masih berada di bawah baku mutu yang ada.
PEMODELAN TUMPPAHAN MINYAK DI PERAIRAN TELUK LAMPUNG Haryanto, Nur Fitriana; Prasetyawan, Indra Budi; Marwoto, Jarot
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Teluk Lampung, Provinsi Lampung merupakan salah satu perairan yang rentan mengalami tumpahan minyak. Kegiatan distribusi minyak yang berada di Pelabuhan Panjang kawasan Teluk Lampung erat kaitannya dengan proses bongkar muat minyak oleh kapal tanker. Kegiatan bongkar muat minyak inilah yang rentan terjadi tumpahan. Tumpahan minyak yang masuk ke perairan akan menyebar di permukaan laut dan menyebabkan dampak yang negatif bagi lingkungan pesisir dan laut. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui sebaran tumpahan minyak jenis bensin dan diesel di Perairan Teluk Lampung. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Tahapan penelitian ini yaitu pengukuran data lapangan, pemodelan hidrodinamika dan pemodelan tumpahan minyak. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling. Hasil simulasi model hidrodinamika pola kecepatan arus di perairan Teluk Lampung bergerak secara bolak-balik mengikuti periode pasang dan surut. Sebaran minyak jenis bensin dominan ke arah utara dan selatan, di utara teluk terjadi penumpukan minyak dengan ketebalan diatas 135 mm sedangkan ke arah selatan minyak menyebar sejauh ±35 dengan waktu pemaparan 200 – 300 jam atau selama 8 – 13 hari. Sebaran jenis minyak diesel dominan ke arah utara dan selatan-barat daya, di utara teluk penumpukan minyak dengan ketebalan diatas 135 mm sedangkan ke arah selatan minyak menyebar sejauh ±45 km dengan waktu paparan selama 300 – 400 jam atau selama 13 – 16 hari.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebaran minyak jenis bensin dan diesel mengikuti pola arus. Sebaran tumpahan minyak jenis diesel lebih jauh penyebarannya serta waktu pemaparannya dibandingkan sebaran tumpahan minyak jenis bensin, hal ini dikarenakan minyak jenis bensin lebih cepat menguap dan terdegradasi dibandingkan minyak jenis diesel.
STUDI PENGARUH FAKTOR ARUS DAN GELOMBANG TERHADAP SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN PELABUHAN KALIWUNGU KENDAL Siregar, Christine Ruth E.; Handoyo, Gentur; Rifai, Azis
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perairan Pelabuhan Kaliwungu Kendal merupakan perairan yang banyak dimanfaatkan sebagai tempat aktifitas masyarakat. Aktifitas tersebut dapat mempengaruhi proses sedimentasi. Hal ini dibuktikan dengan adanya penghalang gelombang (break water) dan pelabuhan di wilayah perairan. Sedimentasi dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi hidro-oseanografi seperti gelombang, arus dan pasang surut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis dan sebaran sedimen dasar yang dipengaruhi oleh faktor hidro-oseanografi. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh pihak pengelola pelabuhan dalam mengembangkan wilayah perairan pelabuhan Kaliwungu Kendal. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 tahapan, tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 24-27 Mei 2013 di Perairan Pelabuhan Kaliwungu Kabupaten Kendal dan tahap kedua adalah analisis data sedimen dasar laut di laboratorium Geologi, Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Metode pengambilan sampel sedimen dasar adalah simple random sampling. Materi penelitian meliputi data primer berupa sedimen dasar laut, dan data sekunder meliputi data hidro-oseanografi seperti arus, gelombang,dan pasut. Berdasarkan hasil analisa data menunjukan jenis sedimen dasar di Perairan Pelabuhan Kaliwungu Kendal berupa sand, silt, dan silty sand. Bentuk pola sebaran sedimen mengikuti arah profil perairan. Arus dominan di perairan adalah arus pasut, dengan kecepatan arus rata-rata sebesar 0,0609 m/s dan arah arus menuju ke arah tenggara dan barat laut. Nilai tinggi gelombang signifikan yaitu 0,26 m dengan periode 4,1 detik, adanya pengaruh longshore current memiliki sudut datang gelombang pecah sebesar 13,297o terhadap garis pantai. Jenis pasut di daerah penelitian yaitu jenis campuran condong ke harian tunggal. Segala dinamika hidro-oseanografi mempengaruhi pola sebaran sedimen dasar di perairan.
PEMETAAN BATIMETRI UNTUK MENDUKUNG ALUR PELAYARAN DI PERAIRAN BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN Kusumawati, Elok Dyah; Handoyo, Gentur; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.225 KB)

Abstract

Banjarmasin merupakan ibukota dari Kalimantan Selatan yang merupakan salah satu gerbang dalam perekonomian di Indonesia. Khususnya Sungai Barito sebagai tempat untuk proses ekspor berbagai macam sumber daya alam seperti batu bara dan kayu. Kondisi perairan Banjarmasin yang ramai, memerlukan data kedalaman perairan sebagai referensi alur pelayaran sepanjang Sungai Barito agar sesuai dengan keselamatan alur pelayaran. Data kedalaman di dapatkan melalui penelitian batimetri dan pasang surut. Analisis batimetri dan pasang surut merupakan parameter penting dalam pembuatan peta batimetri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi batimetri di Perairan Banjarmasin yang digunakan sebagai referensi pertimbangan alur pelayaran. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14-21 April 2015 di Perairan Banjarmasin. Kegiatan pemeruman dengan singlebeam echosounder dilaksanakan di dua lokasi yaitu Perairan Banjarmasin dan muara Sungai Barito serta dilakukan pengukuran pasang surut di Rumah Pandu, Tabanio. Materi yang dijadikan objek studi dalam penelitian ini meliputi batimetri dan pasang surut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak HYDROpro, Terramodel, dan AutoCAd. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kedalaman perairan lokasi penelitian berkisar antara 0 - 21.03 m. Peta batimetri memperlihatkan jarak kontur yang rapat pada sisi pada daerah muara menuju Sungai Barito sedangkan pada daerah timur dan barat memiliki kedalaman dibawah 2 m. Kelerengan dasar laut menunjukkan bahwa morfologi perairan Banjarmasin termasuk dalam kategori datar dengan nilai 0,12% - 0,89%. Tipe pasang surut di perairan ini adalah condong harian tunggal dengan nilai Formzahl 2.304. Alur pelayaran untuk melewati gerbang masuk Sungai Barito disarankan sesuai dengan mengikuti rambu yang terdapat pada pelampung suar.
STUDI MODEL PERSEBARAN PANAS PADA PERAIRAN DALAM RENCANA PEMBANGUNAN PLTU KARANGGENENG ROBAN, BATANG Tri Wibowo, Nico; Nugroho Sugianto, Denny; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6880.437 KB)

Abstract

Abstrak Permintaan energi listrik untuk pemukiman dan industri dari tahun ke tahun semakin meningkat. Untuk memenuhi permintaan tersebut, PT PLN merencanakan pembangunan PLTU Batang dengan kapasitas 3 x 1000 MW di Karanggeneng Roban, Batang. PLTU berbahan bakar batu-bara tersebut direncanakan menggunakan pendingin air yang di ambil dari perairan Karanggeneng. Sistem pengambilan air pendingin dan outlet harus terhindar dari terjadinya sirkulasi tertutup agar efisiensi PLTU tetap tinggi. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah mempelajari persebaran  panas pada perairan dalam rencana pembangunan PLTU Karanggeneng Roban, Batang. Pengukuran temperatur perairan dilakukan sebanyak dua kali  yaitu pada tanggal 12 dan 22 Desember 2010. Pengukurannya dilakukan dengan menggunakan CTD (Conductivity Temperatur Depth type CTD 12 Plus 735). Metode pengukuran yang digunakan adalah metode observasi langsung. Pengolahan data menggunakan pemodelan numerik untuk mengetahui persebaran panas yang keluar dari outlet pembangkit listrik PLTU. Hasil  simulasi model sebaran panas saat pasang purnama (spring tide) pada saat pasang tertinggi bergerak sejauh 870 meter ke arah timur. Kondisi surut terendah bergerak sejauh 930 ke arah barat, dan terdapat panas yang masuk ke dalam rencana pipa intake. Hasil kondisi simulasi model sebaran panas saat pasang perbani (neap tide) pada saat pasang tertinggi bergerak sejauh 690 meter ke arah timur. Kondisi surut terendah bergerak sejauh 1080 ke arah barat. Kondisi ini tidak terdapat panas yang masuk ke dalam rencana pipa intake.
STUDI KARAKTERISTIK DAN PERAMALAN PASANG SURUT PELABUHAN LABUHAN PANDEGLANG BAGIAN SELATAN PELABUHAN MERAK BANTEN Valerina, Eva; Hariadi, Hariadi; Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasang surut adalah fluktuasi muka air laut karena adanya gaya tarik menarik benda-benda di langit, terutama matahari dan bulan terhadap massa air laut di bumi. Kondisi pasang surut dapat diketahui atau diramalkan dengan cara perhitungan komponen pasang surut. Perhitungan komponen pasang surut dengan asumsi bahwa Bumi dalam keadaan setimbang. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan pasang surut di Perairan Pelabuhan Labuhan, Pandeglang, Banten selama 3 tahun dengan menggunakan software World Tides dan MIKE 21. Penelitian dilaksanakan pada 4 Desember 2016-1 Januari 2107 di Perairan Pelabuhan Labuhan, Pandeglang, Banten. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pasang surut dan koordinat lokasi penelitian. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dimana hasil penelitian dianalisa dan dimodelkan dengan software World Tides dan MIKE 21. Penggunaan 2 software ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil tiap-tiap model. Hasil penelitian dengan menggunakan metode admiralty menunjukkan tipe pasang surut Perairan Pelabuhan Labuhan Pandeglang adalah campuran condong ke harian ganda dengan nilai formzahl 1,03. Nilai elevasi pasang surut MSL sebesar 114 cm, HHWL sebesar 184 cm, dan LLWL sebesar 40 cm.
Sebaran Kandungan Bahan Organik Total di Perairan Muara Sungai Porong Kabupaten Sidoarjo Putri, Dany Hertanti; Yusuf, Muh.; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.186 KB)

Abstract

Perairan muara sungai Porong, Sidoarjo termasuk ke dalam ekosistem pesisir yang banyak dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan ekonomi, seperti industri, pemukiman, pertanian, dan tambak. Kegiatan tersebut akanberpotensi  meningkatkan beban masukan limbah yang mengandung bahan organik dan terbawa oleh aliran Sungai Porong hingga sampai ke muara sungai. Limbah organik tersebut akan menyebar ke berbagai arah dan pola sebaran yang terjadi akan dipengaruhi oleh pola arus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran kandungan bahan organik total pada saat surut.Materi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer bahan organik total dan arus. Data sekunder berupa peta bathimetri wilayah muara Sungai Porong, data arus dari BMKG, dan data kualitas perairan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, jumlah stasiun sebanyak 6 titik pada 3 kedalaman, dan pengambilan sampel dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2013. Analisis bahan organik total menggunakan metode titrimetri (SNI 06-6989.22-2004). Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan program arcGIS 10 dan SMS 8.1, sehingga menghasilkan output berupa distribusi spasial dan permodelan arus. Sebaran kandungan bahan organik total di perairan Muara Sungai Porong, Sidoarjo pada kedalaman 0,2d berkisar antara 3,10 – 9,78 mg/l. Kemudian pada kedalaman 0,6d berkisar antara 6,44 – 9,78 mg/l, dan pada kedalaman 0,8d berkisar antara 8,44 – 11,11 mg/l. Pola sebaran bahan organik total mengarah ke timur menuju laut lepas mengikuti pola arus yang terbentuk pada saat surut.
Pola Arus Permukaan di Perairan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta pada Musim Peralihan (Maret-Mei) Yogaswara, Gerdha Muhamad; Indrayanti, Elis; Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1905.151 KB)

Abstract

Pulau Tidung merupakan salah satu Pulau di Kepulauan Seribu yang memiliki potensi wisata bahari yang masih perlu dilakukanya perencanaan pengembangan pembangunan lebih lanjut. Pengembangan wilayah pesisir dan laut sangat dibutuhkanya informasi mengenai kondisi perairan untuk mengurangi dampak-dampak negatif yang terjadi. Arus merupakan salah satu faktor oseanografi yang penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola arus di Perairan Pulau Tidung. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11-13 Mei 2015. Metode pengukuran data arus di lapangan menggunakan metode lagrange. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif pada pengukuran data arus dan metode permodelan matematik pada permodelan hidrodinamika. Data survei lapangan yang diperoleh akan digunakan sebagai verivikasi hasil model matematis yang dibuat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pola pergerakan arus di Perairan Tidung di pengaruhi oleh pasang surut. Kecepatan arus permukaan berkisar antara 0,0341 – 0,277 m/det dengan arah dominan ke tenggara dan barat laut.
Studi Arus Laut Pada Musim Barat di Perairan Pantai Kota Cirebon Leksono, Anindito; Atmodjo, Warsito; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1591.06 KB)

Abstract

Abstrak     Perairan Cirebon merupakan tipe perairan pantai teluk terbuka terhadap laut Jawa dengan batimetri yang relatif dangkal (<12 Meter) dan memiliki konfigurasi pantai yang melengkung dan kasar (Nurhayati dan Suyarso, 2008). Menurut Hadikusumah (2009), karakteristik arus laut dan kondisi pasang surut di wilayah pesisir dipengaruhi oleh morfologi pantai, letak geografis, maupun batimetri perairan. Informasi tentang arus tersebut sangat berguna dalam berbagai kepentingan seperti untuk bahan pertimbangan dalam pembangunan dermaga pelabuhan, bangunan lepas pantai maupun dekat pantai (pipa dasar laut), budidaya perairan dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui mengetahui kondisi dan pola sebaran arus laut di Perairan Pantai Kota Cirebon yang dipengaruhi oleh morfologi pantai pada Musim Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Waktu penelitian dibagi menjadi dua tahap, yaitu saat pengambilan data di lapangan, dan tahap pengolahan data. Pengambilan data lapangan dilakukan di Perairan Cirebon, yaitu pada tanggal 10 – 25 Februari 2012. Analisis data dan pemodelan dilakukan di Laboratorium komputasi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Simulasi model dijalankan selama 3 (tiga) hari pada bulan Februari 2012 disesuaikan dengan waktu pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan maksimum arus pasang surut lapangan berkisar antara 0.04-0.35 m/det dengan rata-rata 0.19 m/det sedangkan arus hasil pemodelan memiliki kecepatan 0.34 m/det. Hasil pengolahan data lapangan menunjukkan bahwa pola arus saat pasang menuju surut didominasi oleh arus yang bergerak menuju Tenggara, sedangkan pola arus saat surut menuju pasang didominasi oleh arus yang menuju Barat Laut. Arah arus pada hasil pemodelan hidrodinamika menunjukan hasil yang sama dengan hasil pengukuran arus di lapangan.
STUDI KARAKTERISTIK DAN PERAMALAN PASANG SURUT PERAIRAN TAPAKTUAN, ACEH SELATAN Christianti, Andhita Pipiet; Setiyono, Heryoso; Rifai, Azis
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.685 KB)

Abstract

Perairan Tapaktuan merupakan salah satu perairan yang dikelilingi hamparan karang dan pantai berpasir yang landai serta berhadapan langsung dengan samudera Hindia. Pemilihan perairan Tapaktuan sebagai daerah penelitian karena masih kurangnya informasi mengenai hidro-oseanografi salah satunya adalah pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasang surut serta memprediksi kondisi pasang surut setelah 5 tahun (tahun 2020) di perairan Tapaktuan. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari dimulai pada tanggal 1 - 30 November 2015 di Pelabuhan Tapaktuan, Aceh Selatan dengan menggunakan palem pasang surut dan interval pengukuran 1 jam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif . Perhitungan pasang surut dilakukan secara analisa harmonik dengan metode Admiralty dan untuk memprediksi pasang surut menggunakan software World Tides (MATLAB 7.1). Berdasarkan data pengolahan menggunakan metode Admiralty (29 piantan) sehingga dihasilkan 9 komponen pasang surut dan menunjukkan nilai Formzhal sebesar 0.5, dengan nilai MSL sebesar 300 cm, nilai HHWL sebesar 345 cm dan nilai LLWL sebesar 253 cm. Prediksi pasang surut bulan Desember 2020 dengan menggunakan software World Tides dan diolah menggunakan metode Admiralty menunjukkan nilai Formzhal sebesar 0.4, dengan nilai MSL sebesar 301 cm, nilai HHWL sebesar 347 cm dan nilai LLWL sebesar 255 cm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Perairan Tapaktuan, Aceh Selatan memiliki tipe pasang surut campuran condong harian ganda.