cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
STUDI PERUBAHAN GARIS PANTAI WULAN DEMAK JAWA TENGAH MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL GENESIS (Generalized Model for Simulating Shoreline Change) AIK, Restie; Satriadi, Alfi; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 2, No 4 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya permasalahan pantai adalah erosi dan akresi. Jika transpor sedimen yang masuk lebih besar dibandingkan dengan transpor sedimen yang keluar, maka pantai akan menglami akresi, begitu juga sebaliknya apabila transpor sedimen yang keluar lebih besar dibandingkan dengan transpor sedimen yang masuk, maka pantai akan mengalami erosi. Transpor sedimen sepanjang pantai akan membawa sedimen terangkut sampai jauh sesuai dengan penjalaran gelombang dan menyebabkan perubahan garis pantai.                Penelitian dilakukan dalam 2 (dua) tahap, yaitu tahap pengumpulan data di lapangan dan tahap pengolahan data. Pengumpulan data di lapangan dilaksanakan pada tanggal 28 Juni s.d. 5 Juli 2012 berlokasi di Pantai Wulan Demak Jawa Tengah. Pengolahan data dilakukan di Laboratorium Komputasi Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Semarang.                Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis Pantai Wulan melalui simulasi dengan pendekatan model GENESIS selama periode sepuluh tahun.                Besarnya erosi, akresi dan perubahan posisi garis pantai di Wulan Demak pada tahun 2012 s.d. 2022 dapat diketahui melalui pendekatan model GENESIS (Generalized Moel for Simulating Shoreline Change). Hasil simulasi model selama 10 tahun didapatkan kalkulasi volumetri +8.76E+06 yang berarti daerah pantai Wulan mengalami akresi.
STUDI SEBARAN KONSENTRASI NITRAT DAN FOSFAT DI PERAIRAN TELUK UJUNGBATU JEPARA Karil, Ahmad Romdhoni Fauzan; Yusuf, Muh; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teluk Ujungbatu merupakan suatu perairan terlindung yang banyak dimanfaatkan oleh aktivitas manusia seperti tempat pendaratan ikan, pemukiman penduduk, pertambakan, dan pariwisata. Secara langsung maupun tidak langsung, berbagai faktor tersebut akan mempengaruhi keseimbangan kondisi perairan Teluk Ujungbatu. Hal ini dapat ditinjau dari konsentrasi nitrat dan fosfat yang berkaitan dengan faktor fisika dan kimia perairan yaitu suhu, DO, salinitas, kecerahan dan pH. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2014. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat konsentrasi dan pola sebaran nitrat dan fosfat pada saat surut di perairan Teluk Ujungbatu Jepara. Penelitian ini bersifat deskripstif dan menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada 11 stasiun dengan pertimbangan dapat mewakili wilayah muara sungai, dalam teluk dan luar teluk. Data yang diamati adalah konsentrasi nitrat, konsentrasi fosfat, suhu, DO, salinitas, kecerahan dan pH serta permodelan arus laut menggunakan SMS 8.1. Pola sebaran ditampilkan menggunakan software arcGIS 10.0 sehingga menghasilkan output berupa distribusi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat dan fosfat akan semakin kecil menuju ke arah laut. Konsentrasi nitrat berkisar 0,4291-0,7935 mg/l dan konsentrasi fosfat berkisar 0,0046-0,9784 mg/l. Pola sebaran konsentrasi nitrat dan fosfat saat surut mengarah ke barat laut mengikuti pola arus. 
ANALISA BATIMETRI DI PERAIRAN DERMAGA KIPI MALOY KALIMANTAN TIMUR Ali, Maulana Mukti; Atmodjo, Warsito; Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.04 KB)

Abstract

PelabuhanKawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy terletak di desa Maloy, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur, Kalimantan Timur.Perencanaan pengembangan dermaga KIPI Maloy dibutuhkan data batimetri sebagai data pokok yang berpengaruh terhadap kondisi kelayakan dermaga.Batimetri menentukan jenis – jenis kapal yang bersandar dan alur pelayaran bagi kapal yang hendak melaut maupun berlabuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data batimetri sebagai acuan pembuatan dermaga di KIPI Maloy Kalimantan Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, yaitu dimana metode inimemusatkan permasalahan pada suatu kasus secara mendetail dan umumya menghasilkan gambaran yang dihasilkan hanya dapat digunakan pada daerah tersebut. Pengukuran lapangan meliputi data pasang surut dan batimetri. Hasil pengukuran pasang surut di perairan KIPI Maloy adalahmean sea level (msl) 221 cm, highest high water level (hhwl) 387 cm, lowest low water level (llwl) 36 cm dan nilai muka surutan (Z0) sebesar 79,4 cm. Morfologi dasar perairan menunjukan kelerengan di Perairan Dermaga KIPI Maloy termasuk pantai landai antara 0,15 % hingga 2,86 %. Kedalaman alur pelayaran yang dibutuhkan pada dermaga KIPI Maloy sebesar 22,35 m dengan lebar alur pelayaran 338,2 m. Dibutuhkan pengerukan sebesar 800.195,24 m3agar dermaga KIPI Maloy dapat digunakan untuk kapal dengan draft 18m.
STUDI PEMETAAN BATIMETRI MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER DI PERAIRAN PULAU KOMODO, MANGGARAI BARAT, NUSA TENGGARA TIMUR Tarigan, Suranta; Setyono, Heriyoso; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.692 KB)

Abstract

AbstrakPulau Komodo merupakan bagian dari Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.Pulau Komodo menjadi daerah tujuan wisata karena memiliki hewan khas yaitu Komodo dan jugakarena keindahan bawah airnya.Keindahan Perairan Pulau Komodo akan menjadi daya tarik untuk melakukan penelitian di Perairan tersebut. Data mengenaiinformasikedalamandasarlautmerupakan data dasar yang digunakandalampenelitian, sehinggaperludilakukanpenelitiankedalamandasarlaut (batimetri) untukmengetahuikondisidasarlautPerairanPulau Komodo. Berdasarkan hal tersebut, sehingga diperlukan penelitian betimetri di Perairan Pulau Komodo menggunakan multibeam echosounder untuk melakukan pemetaan kedalaman dasar laut (batimetri), kondisi dasar laut, serta dapat mengetahui manfaat multibeam echosounder dalam aplikasi pemetaan dasar laut. Hasil penelitian menunjukkan kedalaman dasar laut Perairan Pulau Komodo berkisar antara 40 meter sampai 350 meter. Bentuk penampang melintang morfologi dasar laut dan model 3D menunjukkan bentuk dasar laut Perairan Pulau Komodo yang beragam, bentuk tersebut berupa peninggian dasar laut (ocean ridge), dataran bawah laut (deep sea plain), dan cekungan atau lembah bawah laut dengan kemiringan berkisar 2.5o sampai 47.1o. MultibeamEchosounderjuga mempunyaikemampuan yang baikdalamsurveikedalamandasarlaut (batimetri) untukmenampilkanbentukmorfologidasarlaut.
KONDISI BATIMETRI DAN SEDIMEN DASAR PERAIRAN DI KOLAM PELABUHAN CARGO PT. PERTAMINA RU VI BALONGAN, JAWA BARAT Enzeline, Valensia Enzeline; Widada, Sugeng; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3081.785 KB)

Abstract

Kolam pelabuhan cargo merupakan pelabuhan yang digunakan PT. Pertamina (Persero) Balongan untuk aktivitas pelayaran dan bongkar muatan kapal. Informasi mengenai batimetri sangat dibutuhkan guna menunjang kegiatan dalam pelayaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kedalaman perairan kolam pelabuhan cargo dan jenis sedimen dasar perairan yang akan diolah menjadi peta batimetri dan peta sebaran sedimen dasar sebagai data untuk penetuan volume dan metode pengerukan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 sampai dengan 14 November 2014 di Perairan Balongan di kolam pelabuhan cargo milik PT. Pertamina RU VI. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data pemeruman dengan Echosounder Singlebeam tipe Garmin 238 sounder yang dikoreksi dengan data pasang surut perairan Balongan serta data sedimen dasar yang diambil menggunakan grab sampler. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dan data diolah menggunakan software Excel, Surfer 11, Global Mapper 13, dan ArcGIS 10,1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perairan Balongan, Indramayu bertipe pasang surut campuran condong harian ganda dan memiliki kedalaman kolam pelabuhan yang dangkal berkisar 1,11 – 6,11 meter. Jenis sedimen dasar yang mendominasi di dalam kolam pelabuhan yaitu jenis sand dan silt. Kolam pelabuhan cargo akan memiliki kedalaman yang aman walaupun dalam kondisi air surut terendah (LLWL), jika dilakukan penambahan terhadap kedalaman kolam. Draft yang dibutuhkan oleh kapal minyak dengan kapasitas 5000 DWT adalah 6,5 m, sehingga kolam pelabuhan cargo harus memiliki kedalaman kolam yang aman yaitu 8,67 m dengan volume pengerukan 123.941,3 m3 agar mendukung aktivitas pelayaran di pelabuhan.Kolam pelabuhan cargo merupakan pelabuhan yang digunakan PT. Pertamina (Persero) Balongan untuk aktivitas pelayaran dan bongkar muatan kapal. Informasi mengenai batimetri sangat dibutuhkan guna menunjang kegiatan dalam pelayaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kedalaman perairan kolam pelabuhan cargo dan jenis sedimen dasar perairan yang akan diolah menjadi peta batimetri dan peta sebaran sedimen dasar sebagai data untuk penetuan volume dan metode pengerukan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 sampai dengan 14 November 2014 di Perairan Balongan di kolam pelabuhan cargo milik PT. Pertamina RU VI. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data pemeruman dengan Echosounder Singlebeam tipe Garmin 238 sounder yang dikoreksi dengan data pasang surut perairan Balongan serta data sedimen dasar yang diambil menggunakan grab sampler. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dan data diolah menggunakan software Excel, Surfer 11, Global Mapper 13, dan ArcGIS 10,1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perairan Balongan, Indramayu bertipe pasang surut campuran condong harian ganda dan memiliki kedalaman kolam pelabuhan yang dangkal berkisar 1,11 – 6,11 meter. Jenis sedimen dasar yang mendominasi di dalam kolam pelabuhan yaitu jenis sand dan silt. Kolam pelabuhan cargo akan memiliki kedalaman yang aman walaupun dalam kondisi air surut terendah (LLWL), jika dilakukan penambahan terhadap kedalaman kolam. Draft yang dibutuhkan oleh kapal minyak dengan kapasitas 5000 DWT adalah 6,5 m, sehingga kolam pelabuhan cargo harus memiliki kedalaman kolam yang aman yaitu 8,67 m dengan volume pengerukan 123.941,3 m3 agar mendukung aktivitas pelayaran di pelabuhan.
STUDI KONSENTRASI LOGAM BERAT PB (TIMBAL) PADA AIR DAN SEDIMEN DI KOLAM PELABUHAN TANJUNG MAS SEMARANG Yolanda, Febrina; Wulandari, Sri Yulina; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah industri di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang menyebabkan penambahan jumlah limbah. Salah satu dari limbah tersebut mengandung logam berat seperti Pb (timbal). Logam berat tersebut diketahui mengandung racun kuat dan kronis yang dapat berbahaya bagi mamalia, ikan dan organisme lainnya di sekitar Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pengembangan industri yang ada di Kolam Pelabuhan Tanjung Mas tersebut terhadap kualitas perairan, maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui logam berat Pb pada air dan sedimen di Kolam Pelabuhan Tanjung Mas Semarang . Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kosentrasi Pb di air saat surut berkisar antara 0,02910 mg/l sampai 0,01058 mg/l. Sementara untuk kosentrasi Pb saat pasang berkisar antara 0,02646 mg/l sampai 0,00529 mg/l. Kosentrasi Pb di sedimen berkisar antara 1,16683 mg/l sampai 0,15964 mg/l. Hasil analisis ukuran butir yang mendominasi adalah silt (Lanau 0,031 mm).
ANALISA KANDUNGAN PERAK PADA SEDIMEN DASAR DI MUARA SUNGAI SAMBAS KALIMANTAN BARAT Fhadlan, Reza; Saputro, Siddhi; Handoyo, Gentur; Muldiyatno, Farid
Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.934 KB)

Abstract

Daerah Kabupaten Sambas sejak jaman penjajahan dikenal sebagai daerah penghasil emas dan perak (Van Leeuwen, 1994). Perak di daratan Kabupaten Sambas yang telah dieksploitasi sejak abad ke-18 berasal dari emas primer pada jalur lipatan Sekadau di sebelah timur daerah kajian dan sebagian besar dari singkapan batuan malihan Formasi Seminis. Sebaliknya, endapan emas aluvial telah diketahui sejak abad ke-19. Untuk mengetahui sejauh mana konsentrasi Ag (Perak) yang terakumulasi pada sedimen Muara Sungai Sambas Kalimantan Barat maka dilakukan penelitian ini. Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui ukuran butir sedimen dasar di Sungai Sambas, Kalimantan Barat dan mengetahui kandungan Ag (perak) di Sungai Sambas, Kalimantan Barat. Materi yang digunakan dalam penelitian ini berupa sampel sedimen dengan materi pendukung berupa parameter fisika meliputi arus laut, pasang surut, dan kedalaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analitik. Pengambilan data lapangan dilakukan di Muara Sungai Sambas Kalimantan Barat pada tanggal 4 Desember 2016. Analisa sampel sedimen untuk kandungan perak dilakukan di laboratorium Kimia Analitik, Universitas Gajah Mada. Analisa ukuran butir sedimen dilakukan di laboratorium geologi Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kosentrasi Ag tertingi pada sedimen terletak di Utara Muara Sungai Sambas dengan nilai 0,106 ppm, dan konsentrasinya berkurang ketika menjauhi Muara Sungai Sambas. Berdasarkan hasil analisa ukuran butir, jenis sedimen pada Muara Sungai Sambas didominasi oleh jenis lanau pasiran dan lanau.
Analisa Pengaruh Pasang Purnama (Spring) dan Perbani (Neap) Terhadap Laju Sedimentasi di Perairan Timbulsloko, Demak Dzul Qarnain, Ahmad Gulbuddin; Satriadi, Alfi; Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Timbulsloko secara administratif terletak di daerah pesisir Sayung, Demak yang mengalami abrasi parah dalam kurun waktu 11 tahun terakhir. Pada tahun 2002 tercatat 145,50 hektar pantai di Demak terkikis abrasi, kerusakan pantai itu makin melonjak lima kali lipat pada 2005, yakni mencapai 758,30 hektar. Berbagai solusi diimplementasi untuk mengurangi dampak abrasi yang terjadi, namun fungsinya belum optimal. Konsep teknik hybrid ditawarkan sebagai solusi perlindungan stabilitas pesisir dengan pembangunan bangunan pantai yang disebut permeable dams. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui pengaruh gerak pasang purnama (spring) dan perbani (neap) terhadap laju sedimentasi sebagai dasar analisis proses sedimentasi yang diperlukan dalam pembangunan permeable dams. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 Mei – 10 Juni 2013 di perairan Timbulsloko, Demak menggunakan metode deskriptif-kuantitatif. Penentuan lokasi stasiun pengambilan sampel menggunakan metode purposive yang terdiri 5 stasiun sediment trap, 4 stasiun pengambilan sampel muatan padatan tersuspensi (MPT) dan 1 stasiun pengukuran pasang. Metode analisis data pasang yang digunakan yaitu metode Admiralty. Hasil penelitian menunjukan bahwa tipe pasang perairan Timbulsloko adalah campuran condong harian tunggal dengan nilai Formzahl = 1,68, memiliki duduk tengah (MSL) 78,16 cm, julat pasang siklusan saat purnama berkisar 86-124,1 cm, julat pasang siklusan saat perbani antara 72-80,6 cm. Hasil analisis laboratorium dan perhitungan rata-rata konsentrasi MPT pada kondisi pasang purnama sebesar 462,5 mg/l, adapun pada pasang perbani sebesar 287,5 mg/l. Besar laju sedimentasi di perairan Timbulsloko dalam rata-rata per hari siklus purnama yaitu 1,85-5,55 kg/m2/hari, berbeda pada pasang perbani yang memiliki laju sedimentasi rata-rata 1,48-3,17 kg/m2/hari. Julat pasang saat pasang purnama lebih besar dibadingkan saat perbani, begitu juga besar konsentrasi MPT saat purnama lebih tinggi. Besar laju sedimentasi di perairan Timbulsloko dipengaruhi pasang purnama dan perbani, laju sedimentasi saat pasang lebih tinggi dibandingkan saat pasang perbani. 
KAJIAN BATIMETRI UNTUK PENENTUAN ALUR PELAYARAN DI PELABUHAN TELUK SABANG, SABANG, NANGROE ACEH DARUSSALAM Syaputri, Melisa Dwi; Setiyono, Heryoso; Subardjo, Petrus
Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.586 KB)

Abstract

Pelabuhan Teluk Sabang berada di Pulau Weh yang merupakan pulau terluar Indonesia dan berada di Selat Malaka. Pada tahun 2009 pemerintah Sabang bersama BPKS membangun dermaga baru multipurpose berstandar internasional untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas di Sabang. Sarana dan prasarana perlu dikembangkan salah satunya adalah alur pelayaran kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui batimetri Perairan Teluk Sabang dan pasang surut untuk digunakan sebagai penentuan alur pelayaran yang aman di Pelabuhan Teluk Sabang. Penelitian ini menggunakan data operasi dan survei Dinas Hidro-Oseanografi di Perairan Teluk Sabang pada tanggal 19 April sampai 21 Mei 2011. Data batimetri dikoreksi menggunakan software Hydropro 2.3. Analisa harmonik pasang surut menggunakan metode Admiralty. Hasil penelitian menunjukan Perairan Teluk Sabang memiliki kedalaman perairan antara -0,5 meter sampai - 152 meter di bawah permukaan laut. Perairan Teluk Sabang memiliki tipe pasang surut harian ganda, dimana nilai MSL 271 cm, HHWL 369 cm, LLWL 158 cm, dan Z0 176 cm. Alur pelayaran menuju dermaga Badan Pegusaha Kawasan Sabang (BPKS) memiliki lebar 100 m dengan kedalaman 9 meter, sedangkan lebar alur pelayaran menuju dermaga baru 215 meter dengan kedalaman 11.9 meter. Alur pelayaran menuju dermaga BPKS memiliki rute satu arah sedangkan menuju dermaga baru memiliki alur pelayaran dua arah. Pelabuhan Teluk Sabang dapat menampung kapal hingga bobot 30.000 ton.
Analisis Prakiraan Luasan Daerah ¬Upwelling di Perairan Selatan Jawa Timur Hingga Selatan Lombok Kaitannya Dengan Hasil Perikanan Tangkap Raditya, Fabian Doko; Ismunarti, Dwi Haryo; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1846.063 KB)

Abstract

Abstrak                                                                        Salah satu komoditas utama perekonomian Indonesia adalah perikanan hasil tangkap ikan pelagis. Proses penangkapan ikan pelagis tidak lepas dari pendugaan daerah upwelling. Pendugaan daerah upwelling dapat diketahui melalui salah satu indikator upwelling berupa suhu permukaan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi luasan daerah upwelling melalui indikator upwelling berupa suhu permukaan laut (SPL) di perairan selatan Jawa Timur hingga Pulau Lombok serta untuk mengetahui hubungan luasan upwelling terhadap hasil tangkap ikan pelagis berdasarkan data hasil tangkapan. Penelitian dilakukan dalam 3 (tiga) tahap, yaitu tahap pengumpulan data di lapangan (data primer) sebagai verifikasi citra, tahap pengumpulan data citra Aqua MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) level.3 bulanan dan data tangkapan ikan (data sekunder) serta tahap pengolahan citra untuk memperoleh luasan upwelling. Prakiraan luasan upwelling diperoleh dari luasan spasial dari piksel-piksel yang memenuhi anomali <-3oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luasan upwelling pada tahun 2007 hingga 2011 memiliki pola yang cenderung sama, yakni upwelling kondisi luasan upwelling meningkat ditemui pada musim timur tepatnya pada bulan Juni hingga Oktober di sepanjang perairan pantai Selatan Jawa Timur dengan kondisi paling luas terdapat pada bulan Agustus dan September diikuti dengan penurunan rata-rata suhu permukaan laut (SPL). Luasan upwelling yang diindikasikan oleh suhu permukaan laut tidak mempengaruhi hasil tangkapan secara langsung atau dapat dikatakan bahwa ada jeda waktu sekitar 1 hingga 2 bulan antara terbentuknya upwelling dengan puncak hasil tangkapan ikan.