Articles
34 Documents
Search results for
, issue
"Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013"
:
34 Documents
clear
Information Technology of Easy English For Children (Blog Education)
Dewo Prabowo, Pandu Seto
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (34.46 KB)
Easy English for Children adalah sebuah blog edukatif yang sengaja dibuat untuk mempermudah belajar bahasa inggris bagi siswa. Sasaran kami adalah siswa SD yang masih sangat awam dalam pelajaran bahasa Inggris. Dengan menggunakan blog ini diharapkan pelajaran bahasa Inggris menjadi lebih mudah dipahami karena blog adalah sebuah media ajar yang sekarang ini lebih mudah diakses oleh siswa di seluruh Indonesia. Dalam final project ini, penulis berusaha untuk memberikan edukasi dengan memanfaatkan media internet dan juga memilih berbagai fitur yang cocok untuk anak anak dengan harapan mereka dapat bermain sambil belajar dan tidak cepat bosan tentunya.
PRODUCING HUMOUR EFFECT IN THE STANDUP COMEDY INDONESIA BY RADITYA DIKA AT “COMEDY CAFE KEMANG” (JULY 13th, 2011)
TAUFIQURRAHMAN, FEBRI
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (545.676 KB)
Standup comedy adalah salah satu bentuk komedi yang disampaikan dengan cara monolog. Komedian yang membawakan materi standup comedy disebut sebagai comic. Dalam setiap materi yang disampaikan kepada para penonton terdapat beberapa ujaran yang membuat para penonton tertawa. Hal ini menjadi menarik untuk dikaji, apakah yang menyebabkan efek humor pada materi standup comedy yang disampaikan oleh komedian sehingga membuat para penonton tertawa. Objek kajian ini adalah sebuah materi standup comedy yang dibawakan oleh Raditya Dika di Cafe Kemang (13 Juli 2011). Pada materi ini, Raditya Dika membawakan beberapa permasalahan sosial yang diangkat dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Di antaranya, tentang permasalahan iklan, dunia remaja, artis, hiburan, dan musik. Setiap monolog yang disampaikan oleh komedian mengandung unsur humor yang dapat membuat para penonton tertawa. Berdasarkan alasan itu, penulis tertarik untuk menganalisa apa penyebab dari kelucuan materi yang disampaikan. Penulis berfokus kepada analisis hubungan antarkalimat ujaran yang disampaikan dan maksud dari penutur menyampaikan ujaran tersebut. Dalam hal ini penulis menggunakan teori relevansi yang berfokus pada eksplikatur dan implikatur pada setiap ujaran yang disampaikan. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diambil dengan teknik sampel acak dan bertujuan yang terdiri dari 15 ujaran monolog. Penulis menggunakan metode Simak Bebas Libat Cakap untuk pengambilan data. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode padan dan metode agih dari Sudaryanto. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa dalam monolog materi standup comedy ditemukan dua aspek yang menghasilkan efek humor. Pertama adalah adanya penggunaan tuturan tertentu yang harus dimaknai secara eksplisit. Dalam eksplikatur tersebut terdapat perluasan makna, pelonggaran makna, pengayaan, dan penandaan acuan. Aspek kedua adalah adanya penggunaan tuturan tertentu yang harus dimaknai secara implisit. Dalam implikatur tersebut terdapat dua implikatur yang kontradiktif, asumsi absurd, implikatur absurd, dua asumsi yang kontradiktif, proses paralel, dan pertanyaan retoris. Disamping itu terdapat unsur kesengajaan dari komedian untuk membuat ujaran yang multitafsir. Ujaran tersebut disampaikan secara langsung dengan menggunakan ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang berbeda-beda. Namun ekspresi wajah dan bahasa tubuh hanyalah penegasan dari ujaran yang disampaikan oleh komedian, sehingga apa yang disampaikan menjadi semakin menarik dan lucu.
MOTIVATION THEORY THROUGH MASLOW’S HIERARCHY OF NEEDS IN LIMITLESS
Kristanto, Joko
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (35.44 KB)
Film Limitless adalah sebuah film fiksi ilmiah garapan Neil Burger yang menceritakan seorang pemuda di New York yang nyaris jadi gelandangan karena kehilangan pekerjaannya. Bahkan kekasihnya pun meninggalkannya karena tidak banyak yang bisa diharapkan dari pemuda ini. Tetapi ia kemudian bertemu dengan pil yang mengubah seluruh hidupnya. Pil ini membuatnya menjadi orang yang sangat cerdas melebihi manusia manapun. Ia bukan hanya bisa mengembalikan kehidupannya yang sudah hancur itu dengan kecerdasannya, bahkan ia juga mengejar mimpinya dan menjadi kandidat Senator of New York. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana motivasi pemuda ini dengan kecerdasannya memenuhi segala kebutuhannya dan berusaha meraih mimpinya melalui hirarki kebutuhan yang dikemukakan oleh Maslow. Hasil analisis menunjukkan bahwa hirarki kebutuhan Maslow benar-benar terbukti dalam film ini. Dari lima level yang dikemukakan oleh Maslow, pemuda ini benar-benar memulai dari level pertama (basic physical needs) sampai level kelima (self-actualization needs). Ia mulai dari seorang yang bangkrut dan nyaris menjadi gelandangan sampai pada akhirnya menjadi seorang kandidat Senator of New York.
Code-Switching in the Daily Conversations of University Students in Semarang
Sari, Hanita Puspita
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.637 KB)
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat bilingual dan multilingual, atau masyarakat yang menggunakan lebih dari satu bahasa secara bergantian dalam komunikasi sehari-hari. Bilingualisme dan multilingualisme yang terjadi pada masyarakat di Indonesia ini terjadi karena Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak suku dan masing-masing mempunyai bahasa daerah yang berbeda. Kebanyakan dari masyarakat Indonesia menggunakan dua bahasa secara bergantian dalam komunikasinya, yaitu bahasa daerah (bahasa ibu) sebagai bahasa pertama dan bahasa Indonesia (bahasa nasional) sebagai bahasa kedua atau sebaliknya. Dalam ilmu sosiolinguistik, fenomena ini disebut code-switching atau alih kode. Dalam penelitian ini, penulis meneliti fenomena code-switching atau alih kode pada percakapan sehari-hari oleh mahasiswa yang tinggal di sebuah rumah kos yang beralamat di Jalan Tirto Agung No. 4C, Banyumanik, Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis alih kode yang muncul dalam percakapan sehari-hari oleh para mahasiswa beserta faktor yang mempengaruhi kemunculan fenomena code-switching atau alih kode. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif kualitatif, yakni hasil dari penelitian berupa paparan atau deskripsi. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan Participant Observation atau Teknik Simak Libat Cakap dengan teknik lanjutan recording Technique atau Teknik Rekam dan Note-Taking Technique atau Teknik Catat. Penulis menemukan ada 2 jenis code-switching atau alih kode, yaitu Metaphorical code-switching, terjadi pada saat ada pergantian topik di dalam suatu percakapan dan Situational code-switching, terjadi tanpa ada perubahan topik tetapi karena perubahan situasi seperti kehadiran orang ketiga di mana penutur berbicara dalam bahasa tertentu dan situasi tertentu kemudian beralih ke bahasa lain dalam situasi yang lain. Adapun faktor berdasarkan teori yang mempengaruhi munculnya fenomena ini adalah participant, topic, setting dan function. Dari empat faktor yang mempengaruhi munculnya code-switching tersebut, faktor participant menjadi faktor yang paling besar angka kemunculannya di dalam data analisis fenomena code-switching atau alih kode dalam percakapan sehari-hari para mahasiswa di rumah kos yang beralamat di jalan Tirto Agung No. 4C, Banyumanik, Semarang
LOVE IN SAMUEL TAYLOR COLERIDGE’S “DESIRE” AND PERCY BYSHEE SHELLEY’S “LOVE PHILOSOPHY”
NUGROHO ADI APRILIAWAN, DANANG ARIF
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (414.018 KB)
Skripsi ini, menganalisis mengenai perasaan cinta yang ada di dalam kehidupan manusia. Perasaan cinta tersebut digambarkan pada puisi yang berjudul “Desire” karya Samuel Taylor Coleridge dan “Love’s Philosophy” karya Percy Byshee Shelley. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan unsur instrinsik dari puisi “Desire” karya Samuel Taylor Coleridge dan “Love’s Philosophy” karya Percy Byshee Shelley, menganalisis perasaan cinta melalui pembelajaran id, ego dan superego, dan menganalisis kategori cinta yang ditunjukkan pada kedua puisi tersebut. Penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan yang berarti penulis melakukan pengumpulan sumber data melalui buku-buku yang terkait di perpustakaan dan berbagai sumber lainnya melalui internet. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan psikoanalisis (id, ego, superego) milik Sigmund Freud dan teori cinta milik Elaine Hatfield. Adapun aspek instrinsik yang dianalisis adalah diksi, citraan, simbol, personifikasi, dan metafora. Aspek instrinsik tersebut digunakan untuk mendukung analisis secara keseluruhan. Teori psikoanalisis dan teori cinta digunakan untuk menganalisis aspek ekstrinsik karena memiliki keutamaan dalam menganalisis perasaan cinta yang ada pada puisi tersebut. Berdasarkan analisis yang dilakukan, penulis menemukan bahwa puisi “Desire” karya Samuel Taylor Coleridge menggambarkan perasaan cinta yang ada pada diri manusia. Perasaan tersebut muncul karena adanya nilai nilai moral yang berlandaskan kebaikan dalam kehidupan manusia. Ketika manusia mengambil nilai nilai moral ini, maka dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan dari dalam tubuhnya, dia akan melakukan hal hal dengan berdasar pada nilai kebaikan untuk kehidupan sosial. Nilai nilai kebaikan sosial yang menekan nafsu manusia akan memunculkan sesuatu yang disebut sebagai cinta. Puisi “Love’s Philosophy” karya Percy Byshee Shelley menggambarkan perasaan cinta yang dirasakan oleh seseorang terhadap orang yang dicintainya. Perasaan cinta ini membuat sesorang mempunyai keinginan untuk menjalin hubungan dengan orang yang dicintainya. Keinginan untuk saling berbagi cinta ditunjukkan dengan memberi penjelasan kepada orang yang dicintai, bahwa semua hal yang ada di alam mempunyai hubungan satu sama lain. Melalui penjelasan ini, kemudian dia mengajak orang yang dicintai untuk menjalin hubungan cinta dengannya. Perasaan cinta yang ada pada puisi “Desire” karya Samuel taylor Coleridge dan “Love’s Philosophy” karya Percy Byshee Shelley merupakan bentuk dari passionate love atau perasaan yang kuat untuk saling berbagi cinta dengan orang lain. Perasaan ini muncul dari keinginan untuk mencintai dan dicintai oleh orang yang menjadi pilihannya.
Capitalism in American Society as Represented in Upton Sinclair’s The Jungle
Bakthawar, Puri
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.926 KB)
Nowadays, there is a phenomena about capitalism which becomes the main system in the world. Although capitalism becomes the main system in the world, there are some criticisms to capitalism. In one viewpoint, capitalism gives much wealth to capitalist class. On the other hand, capitalism becomes the main problem that gives miserable life to working class who is oftenly exploited by capitalist class in order to get profit, as represented in Upton Sinclair's The Jungle. In this thesis, the writer is interested to analyse how capitalism influences the miserable life of working class. The writer analyses a novel entitled The Jungle by Upton Sinclair as the object of research. The focus of this thesis is how capitalism becomes the main factor which causes the miserable life of working class. The main purpose of this thesis writing is to show the criticism to capitalism that gives miserable life to working class as represented in Upton Sinclair's The Jungle. In analysing the data, the writer uses library research method. In analysing intrinsic aspects of the novel, the writer uses some theories about theme, setting, character, and plot. While in analysing the extrinsic aspects of the novel, the writer uses some theories about capitalism, Marxist Literary Criticism, and alienation. The result of the research shows that there are a lot of criticisms to capitalism because capitalism becomes the main factor that gives miserable life to working class. In The Jungle, capitalism gives influence to social aspects of human life that lead the miserable life of Jugis and his family as the representation of working class. Capitalists class also exploits and treats working class badly. Moreover, there is a phenomena about alienation which estranges Jurgis and his family from humanitarian values as the effect of capitalism. Based on the result of the research, it can be concluded that capitalism fails in giving prosperity to working class, even capitalism becomes the main factor that gives miserable life to working class.
Analysis on the Issue of Women Oppresssion in F. Scott Fitzgerald’s The Great Gatsby
Affroni, Affroni
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (83.352 KB)
The aim of writing “Analysis on The Issue of Women Oppressions in The Great Gatsby by F. Scott Fitzgerald” is to show the discrimination on women’s rights in a patriarchal society. This novel is analyzed by using feminism theory. By using the theory, it is found that there are women oppression described in the story. Daisy Buchanan and Myrtle Wilson are two main characters who are opressed by the idea and belief applied in the patriarchal society. Meanwhile, Tom Buchanan is described as the main subject of oppression. His appearances and actions throughout the story become the representation of the patriarchal domination. However, the novel also presents Jordan Baker as a female who manages to free herself from the oppression. It is seen from her actions throughout the story which signify women’s transcendences.
Code Mixing and Code Switching Used by Students Living in a Boarding House on “Jalan Airlangga Tengah nomor 7, Semarang.”
Anggraita, Paramita Rara
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (164.878 KB)
Bahasa merupakan sebuah peranan yang sangat penting dalam hubungan manusia. Bahasa menjembatani manusia dalam berkomunikasi. Skripsi yang berjudul Analysis of Code Mixing and Code Switching Used by Students Living in a Boarding House on “Jalan Airlangga Tengah nomor 7, Semarang” ini merupakan sebuah penelitian mengenai bahasa percakapan sehari-hari para mahasiswa yang mengandung unsur-unsur campur kode dan alih kode. Ketika berkomunikasi, kerap kali tanpa disadari maupun dengan disadari para mahasiswa melakukan bentuk campur kode dan alih kode. Penulis ingin meneliti bentuk campur kode dan alih kode apa saja yang terjadi didalam percakapan mereka dan apa saja alasan dari campur kode dan alih kode tersebut. Apakah campur kode dan alih kode yang diucapkan oleh penutur tersebut mempengaruhi pendengar dalam memproduksi respon ujaran yang sesuai, mempengaruhi penggunaan bahasa yang dituturkan pendengar dan bagaimana bentuk respon dari pendengar tersebut. Dalam penelitian ini, ada dua tipe campur kode dan lima tipe alih kode yang digunakan oleh penulis berdasarkan teori dari Hymes dan Holmes. Lalu kemudian penulis meneliti lagi faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode dan alih kode menurut teori dari Holmes. Setelah penganalisisan data selesai, penulis dapat menyimpulkan bahwa ada tiga bahasa yang kerap kali digunakan oleh para mahasiswa. Bahasa-bahasa tersebut adalah bahasa Indonesia, bahasa Jawa dan bahasa Inggris. Penggunaan bahasa tersebut juga memiliki tingkat-tingkat keformalan tersendiri dan digunakan menurut faktor yang memicu terjadinya campur kode dan alih kode seperti kepada siapa kalimat ditujukan, dimana latar belakang tempat terjadinya peristiwa, topik apa yang sedang dibicarakan dan apa fungsi dari penggunaan campur kode dan alih kode tersebut.
Poetry Aspect and Analysis That Contain In of Pearls and Stars By Heinrich Heine
Hakim, Dewa Bayu
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (34.437 KB)
From the discussion above the poem from Heinrich Heine “Of Pearls and Stars” is about love from the writer for the girl that he love. As we know, Heinrich Heine is one of the poet who a romantic person. He also a person who concern about anything about love that happened in reality life someone. I analyze this poem “Of Pearls and Stars is tell us about love. The writer use imagery and symbol to represent what he feel when he is falling in love. He imagine what he feel with stars and pearls, because he want to show that his love is more worthly then pearls and stars that showed the writer that love is so pure. In short, the poem use imagery and symbol are to make the poem more beautiful, meaningful and has characteristic of the poem.
The Roles of Ideological State Apparatus in Maintaining Hegemony in Charles Dicken’s Hard Times
Prasetya, Farid Adi
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (27.293 KB)
One of literary works, a novel, may be reflects social phenomenon. The correlation between literary works and social phenomenon includes an analysis towards a novel entitled Hard Times by Charles Dickens, which covers a social phenomenon. The overall image of Hard Times is a society of industrial city namely Coketown, which has unequal economic condition. Through characters that appear in the novel, it can be analyzed, Hard Times reflects social clashes that are triggered by economic condition and social class differentiation. Through Marxism point of view, the characters of Hard Times reflects a society which is distinguished vertically into bourgeoisie and proletariat, according to their roles within the economic activity in Coketown. This vertical distinction leads an inclination of bourgeoisie to maintain their domination within the society. This novel highlights that bourgeoisie then looks the role of Ideological State Apparatus, which is very effective to control Coketown society. The bourgeoisie then take opportunity from that condition to maintain their domination. As the result, this novel indicates that proletariat's struggles to get a better economic condition will always be pushed and restricted by the bourgeoisie, which successfully make an approach to the ISA such as religion, school, or media. Keyword: society, bourgeoisie, proletariat, hegemony, Ideoogical State Apparatus, Repressive State Apparatus.