Articles
417 Documents
BOOK REVIEW OF WUTHERING HEIGHTS WRITTEN BY EMILY BRONTË
Herawati, Septian
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (32.403 KB)
Nobody is perfect. Human being is full of characteristics. They have both good and evil characters. In this life, sometimes people meet someone with friendly, humble and good personality. However, there are also people who meet the opposite, such us sadistic, vengeful and cruel personality. These human characteristics can easily be found not only in real life, but also in literary works as reflected in novel Wuthering Heights. Wellek and Warren stated that “literature represents life and life is, in large measure, a social reality even though the natural world and the inner or subjective world of the individual have also been objects of literary imitation (1973:94).” This statement means that literary works are imitation of the real life since they include and reflect human life. There is a close relationship between the world where an author lives and the literary works which they produce. The authors will show their opinion toward reality, phenomenon and situation around them in literary works, so this is why literary works portray the life of society and the authors. The portrait may be formed in character, plot, setting, and etc.
Book Review of Philippa Gregory’s The Boleyn Inheritance
Reswari, Ardana
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (165.456 KB)
The Boleyn Inheritance adalah salah satu novel bestseller karya Phillippa Gregory. Novel ini diadaptasi berdasarkan kisah nyata kerajaan Inggris pada jaman Tudor. The Boleyn Inheritance bercerita tentang tiga wanita bangsawan yang hidup pada masa pemerintahan Raja Henry VIII. Seorang raja yang terkenal pada masa dinasti Tudor karena kebijakan politik serta kehidupan pribadinya yang fenomenal. Raja Henry VIII adalah raja Inggris yang pernah memiliki enam ratu, dua diantaranya meninggal karena dihukum mati oleh raja Henry VIII sendiri. Novel ini tidak hanya bercerita tentang kehidupan pribadi raja Henry VIII tetapi juga bercerita tentang kebijakan politik, hukum, kebudayaan serta fenomena-fenomena yang terjadi pada masa pemerintahan raja Henry VIII. The Boleyn Inheritance juga banyak menyinggung serta mengangkat isu tentang hak perempuan serta hubungannya dengan dominasi laki-laki. Dalam final project ini penulis berusaha menganalisis novel ini dengan memaparkan kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam buku ini melalui unsur-unsur intrinstik yang ada dalam novel ini seperti tema, alur cerita, setting, karakter serta gaya penulisan sehingga dapat menjadi referensi sebelum membacanya.
ANIMISM PRACTICES IN APOCALYPTO MOVIE
Primadinda, Dewintha
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 6, Number 1, Tahun 2017
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Projek ini membahas tentang cerita dan praktek animisme yang terjadi didalam film Apocalypto, arahan sutradara Mel Gibson. Projek ini bertujuan untuk menunjukkan praktek animisme yang dipercayai oleh penduduk asli Amerika. Animisme dikenal sebagai suatu kepercayaan manusia primitif, dimana mereka mempercayai hal hal yang tidak masuk di akal oleh kebanyakan manusia modern pada zaman ini. Salah satu praktek animisme yaitu persembahan manusia termasuk praktek kekerasan yang dianggap kegiatan suci untuk mempersembahkan untuk dewa mereka demi memperoleh berkat dan kesejahteraan bagi penyembahnya.
LIDIAWATI SIADARI
SIADARI, LIDIAWATI
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Number 1, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (484.547 KB)
Bahasa merupakan piranti penting dalam berkomunikasi. Manusia menggunakan bahasa untuk saling berinteraksi dan berbagi pendapat antara satu dengan yang lain. Kesopanan (Politeness) sangat diperlukan dalam berkomunikasi. Kesopanan (Politeness) adalah suatu sistem hubungan antara manusia yang diciptakan untuk mempermudah hubungan dengan meminimalkan potensi konflik dan perlawanan yang melekat dalam segala kegiatan manusia. Menjadi sopan tidaklah mudah, selain mengerti mengenai bahasa, penutur juga harus memahami mitra tutur. Oleh karena itu sangat diperlukan oleh penutur untuk memahami beberapa strategi dalam kesopanan. Suatu percakapan terdengan lebih sopan apabila penutur menggunakan beberapa strategi kesopanan, hal itu berguna agar penutur dan mitra tutur merasa nyaman antara satu dengan yang lain.Dalam tesis ini, penulis tertarik mengamati bahasa lisan khususnya percakapan pada acara televisi. Adapun objek yang dikaji adalah ujaran Dedy Corbuzer, dalam program Hitam Putih pada tanggal 13 September 2013. Penulis menganalisis jenis strategi kesopanan yang dipakai oleh presenter untuk mewancarai narasumber.Penelitian ini merupakan penilitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penulis menggunakan teknik purposive sampling technique untuk mengambil 17 ujaran dalam dialog program Hitam Putih sebagai data penelitian. Metode Simak Bebas Libat Cakap (Sudaryanto, 1993) digunakan untuk pengambilan data. Selanjutnya, penulis menggunakan metode padan untuk menganalisis data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dialog Hitam Putih, presenter menggunakan 2 ujaran dengan menggunakan Bald on Record Politeness Strategy, 3 ujaran menggunakan Negative Politeness Strategy, 11 ujaran menggunakan Positive Politeness Strategy, dan 1 ujaran menggunakan Off Record Politeness Strategy.
THE USE OF SWEAR WORDS BY JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS 1 AT KOTABARU KARAWANG WEST JAVA
Rahmawati, Desi
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (102.261 KB)
Dalam setiap bahasa terdapat kata-kata yang dianggap tidak sopan untuk dikatakan kepada lawan bicara. Kata-kata tersebut mengacu kepada kata-kata yang mengandung makian dan sumpah serapah, serta memiliki konotasi kasar dan tabu untuk diucapkan dalam situasi formal. Dalam era globalisasi ini, banyak remaja khususnya remaja Sekolah menengah Pertama yang menggunakan umpatan dalam komunikasi mereka sehari-hari. Oleh karena itu, penulis tergugah untuk menganalisis fenomena penggunaan kata umpatan oleh siswa SMPN 1 di wilayah Kotabaru Karawang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan dan menganalisis penggunaan kata umpatan yang digunakan oleh siswa SMP mengacu kepada teori Sosiolinguistik yang dikemukakan oleh Janet Holmes. Kata-kata umpatan yang diproduksi oleh siswa merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penulis mengambil data dengan teknik purposive sampling sehingga penulis mendapat data sebanyak 25 kata umpatan yang dalam pengumpulan datanya dibagi menjadi 2 tahap yaitu wawancara dan observasi. Penulis juga menggunakan teknik Simak Bebas Libat Cakap dan teknik catat ketika mengobservasi tuturan umpatan yang digunakan oleh siswa. Dalam mewawancarai siswa, penulis menggunakan teknik rekam untuk menjaga keaslian data. Dari hasil pengumpulan data, penulis mendapatkan 16 tuturan umpatan yang diperoleh dengan cara mewawancarai siswa dan 9 tuturan umpatan yang diperoleh dengan cara observasi di sekolah. Sebagian besar kata – kata umpatan dituturkan oleh siswa laki – laki. Namun ada beberapa tuturan umpatan yang diproduksi oleh siswa perempuan ketika mengumpat dengan teman sebayanya. Dari hasil observasi, penulis menemukan kata – kata umpatan yang digunakan siswa kepada temannya hanya pada latar informal. Walaupun ada seorang murid yang mengaku bahwa dirinya pernah mengumpat pada saat terdapat guru di dalam kelas, hal itu tidak lebih dari sekedar lelucon belaka. Secara garis besar, topik ketika siswa mengumpat kepada temannya hanya sebagai bahan lelucon. Meskipun ada beberapa tuturan umpatan yang mempunyai topik kemarahan, sebagian besar umpatan yang digunakan siswa mempunyai fungsi ekspresif.
ANALYSIS OF CODE SWITCHING IN “TETANGGA MASA GITU?”
Samjaya, Prajadhipo
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 6, Number 3, Tahun 2017
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (64.002 KB)
Tujuan dari penulisan tugas akhir ini ialah untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi fenomena alih kode yang terjadi dalam komedi situasi “Tetangga Masa Gitu” pada episode “Demi Bola.” Penelitian ini menggunakan ancangan kuantitatif yang digabungkan dengan metode deskriptif. Data diperoleh dengan cara mengunduh video dari YouTube. Video kemudian ditonton dan disimak dengan seksama untuk menyeleksi kejadian alih kode antara bahasa Indonesia dan Inggris. Setelaha melakukan pengamatan, didapatkan hasil bahwa terdapat dua jenis alih kode yaitu inter-sentential dan intra-sentential switching dalam episode ini. Inter-sentential switching terjadi sebanyak empat belas kejadian, sedangkan intra-sentential switching terjadi sebanyak 57 kejadian. Dari 57 kejadian, intra-sentential switching terbagi atas delapan frasa dan 49 kata. Faktor sosial yang mendasari terjadinya peristiwa alih kode yang terdapat pada episode ini ialah adanya pembicaraan dengan topik tertentu dan juga fungsi afektif yang dipengaruhi oleh gaya bahasa atau perasaan penutur. Secara verbal, unsur komedi pada episode “Demi Bola” tidak terdapat dalam penggunaan alih kode.
The Indonesian Language Used by Pre-School Children: A Study on the Syntax
Galuh, Fahrina
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Anak Pra sekolah atau anak-anak berumur 3-5 tahun telah dapat berkomunikasi dan mengucapkan berbagai bentuk frasa. Hal yang menjadi fokus dalam skripsi ini adalah bagaimana srtuktur konstituen dan kaidah struktur frasa dalam bahasa Indonesia yang diucapkan oleh anak-anak pra-sekolah. Untuk mendeskripsikan struktur konstituen dan memformulasikan kaidah struktur frasa, penulis menggunakan teori X-bar. Penulis membatasi persoalan hanya pada struktur sintaktik dalam ucapan yang dihasilkan oleh enam anak pra-sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sruktur konstituen dan memformulasikan kaidah struktur frasa dalam bahasa Indonesia yang diucapkan oleh anak-anak pra-sekolah. Data yang digunakan berupa ujaran yang dihasilkan oleh enam anak pra-sekolah. Metode pengambilan sample menggunakan purposive sampling. Dalam menganalisis data yang ada, penulis menggunakan teori X-bar. Hasil analisis menunjukan bahwa berdasarkan uji konstituen, dapat dibuktikan bahwa terdapat FN, FV, FA, FAdv, FP, FD, dan FI dalam ucapan-ucapan yang dihasilkan oleh anak-anak pra-sekolah.
THE ROMANCE FORMULA IN JOHN GREEN’S THE FAULT IN OUR STARS
Nurratnasari, Novindia
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 1, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (69.509 KB)
Tesis ini menganalisis novel yang berjudul The Fault in Our Star karya John Green. Tujuan dari penulisan tesis ini adalah untuk menjabarkan formula-formula yang ada pada novel sastra populer. Dalam menganalisis tesis ini, proses pencarian data dan informasi yang mendukung penulisan, penulis menggunakan metode pencarian perpustakaan. Teori yang menjadi pedoman pengerjaan tesis ini adalah teori sastra populer (romansa) oleh John G. Cawelti.. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel tersebutmengandung unsur-unsur formula sastra populer yaitu karakter hero dan heroine dan alur kisah percintaan itu terbangun yang menjadi fokusnya dan karakter yang diumpamakan sebagai hero dalam kisah romansa.
BOOK REVIEW OF JOHN LYNCH, BILL THRALL, BRUCE MCNICOL’S BO’S CAFE
Rini, Annisa Sulistyo
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sahabat dan keluarga adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan karena sahabat dan keluarga adalah orang-orang terdekat dalam hidup seseorang. Namun, terkadang karena terlalu sibuk dengan urusan diri sendiri, seseorang melupakan pentingnya sahabat dan keluarga. Ketika terkena musibah dan merasa sendiri, ketika itulah seseorang membutuhkan bantuan keluarga dan sahabat yang telah dilupakan. Dalam book review ini penulis memilih sebuah novel karya dari John Lynch, Bill Thrall, dan Bruce McNicol sebagai objek pembahasan. Penulis tertarik untuk membahas tentang bagaimana kerasnya perjuangan seorang Steven Kerner untuk mencapai American dream membuat kehidupannya tidak berjalan seperti yang dia inginkan. Selain itu penulis ingin membahas tentang nilai-nilai kekeluargaan dan persahabatan yang terdapat dalam novel ini, yang mendorong sang tokoh utama meraih kehidupan yang sebenarnya ia impikan. Tujuan dari review ini adalah untuk memberikan pembahasan mengenai nilai kekeluargaan dan nilai persahabatan yang terdapat dalam kehidupan Steven Kerner. Dalam penulisan Final Project ini, penulis memperoleh data dengan metode penelitian kepustakaan. Penelitian kepustakaan merupakan metode pengambilan data dari buku-buku di perpustakaan dan sumber-sumber lain melalui internet. Berdasarkan pembahasan dapat ditemukan penyimpangan nilai-nilai American dream yang terjadi pada tokoh utama, Steven Kerner, di mana dia menjadi pribadi yang bermasalah dengan keluarga, lingkungan, bahkan dengan dirinya sendiri. Pada akhirnya dengan bantuan Tuhan melalui seorang Andy Manson, Steven dapat memperoleh impian dan kebahagiaan dalam hidupnya.
A Review on A.R Wirawan’s Novel The Adventure of Wanara Trilogy: Garuda Riders Book one
Purnawan, Isa Anggeva Setia
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Number 2, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Novel merupakan salah satu karya sastra yang paling digemari banyak orang. Dari bermacam-macam jenis novel, novel fantasi merupakan salah satu alternatif bagi para pembaca, terutama kaum remaja. Banyaknya novel fantasi yang beredar dewasa ini menuntut penulis untuk menciptakan ide cerita yang lebih segar dan tidak biasa untuk menarik perhatian para pembaca. The Adventure of Wanara Trilogy: Garuda Riders, salah satu novel fantasi yang ditulis oleh seorang dosen muda bernama Adhicipta Raharja Wirawan ini menyuguhkan jalan cerita yang unik dan menarik. Kekuatan dari novel ini tidak hanya terdapat pada jalan ceritanya yang berbeda, tetapi juga dari pesan moral, gaya bahasa, humor yang menggelitik, dan sudut pandang yang tidak biasa. Terlepas dari kekuatan-kekuatan tersebut, The Adventure of Wanara Trilogy: Garuda Riders juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain kurangnya perhatian penulis terhadap tokoh-tokoh pembantu di dalam cerita . Dengan adanya kekuatan dan kelemahan tersebut, para pembaca diajak untuk menjadi pembaca yang cerdas dalam menelaah setiap informasi yang tertuang di sepanjang jalan cerita.