cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
BOOK REVIEW OF LITTLE LORD FAUNTLEROY WRITTEN BY FRANCES HODGSON BURNETT NUGROHO, VITO ADI
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 1, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.231 KB)

Abstract

There are many well-known writers who use their own imaginations of childhood for their novel. Burnett, for example, is a modern novelist in the early twentieth century. Her seventh novel was published by Scribner publisher in October, in 1886, entitled Little Lord Fauntleroy. It is interesting to review Little Lord Fauntleroy since it represents the kindness and ordinary life of a little boy noble who does not only care to his family, but also to the people around.
THE WAR CRUELTY AND SORROW IN “AT THE WAR OFFICE, LONDON” BY THOMAS HARDY ANINDITO, HARIO DHANAR
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.167 KB)

Abstract

Skripsi ini akan membahas mengenai kekejaman dan kesedihan yang ditimbulkan oleh perang yang terdapat dalam puisi “At the War Office, London” karya penyair Thomas Hardy. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk menemukan kekejaman dan kesedihan akibat yang ditimbulkan oleh perang Oleh karena itu, penulis menganalisis puisi dengan membahas beberapa elemen yang terdapat dalam unsur intrinsic seperti halnya diksi, pencitraan yang berfokus pada pencitraan visual, simbol, serta personifikasi; serta elemen-elemen yang terdapat dalam ekstrinsik puisi yaitu dampak dari perang terhadap orang-orang seperti halnya kekejaman dan kepedihan yang ada kaitannya dengan Perang Dunia 1 dengan harapan puisi ini dapat dianalisis secara menyeluruh. Dari hasil analisis, ditemukan bahwa dampak dari perang sangatlah membekas di hati orang-orang. Hal ini terlihat dari ekspresi kesedihan yang dialami orang-orang serta keyakinan para prajurit memiliki peran penting di saat perang berlangsung. Perang memberikan dampak positif maupun negatif kepada umat manusia, namun daripada dampak positif perang lebih memberikan lebih banyak dampak negatif seperti apa yang telah dikemukakan diatas. Oleh karena itu, dibutuhkannya saling pengertian antar sesama agar nantinya konflik-konflik yang bisa memicu peperangan dapat diredam. Kata kunci : kekejaman, kesedihan, prajurit, keyakinan, intrinsik, ekstrinsik.
BOOK REVIEW OF ALICE SEVOLD’S “THE LOVELY BONES” PREDINA DINI, EMY
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Number 2, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.43 KB)

Abstract

Each human being has different life journey and experiences. In this life, sometimes there are times when people feel happiness, excitement, joy, the warmth of love, and perfection. However, there are also times when people feel the opposite, such as falling into ruin, sadness, sorrow, grief, pain and suffering. When people feel one of all those things, they need the touches of others in order to share and get through it. One of the touches that people really need is love. 
BOOK REVIEW OF GAYLE FORMAN’S I WAS HERE Roefmelinda, Aldeana
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 4, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.416 KB)

Abstract

It is often done as a result of, for examples, despair, depression, mental disorders, bipolar disorder, alcohol dependence or drug abuse. The factors that also causes suicide include financial difficulties or problems in interpersonal relationship. Efforts to prevent suicide among other things are by limiting access to firearms, caring for mental illness and drug abuse, as well as improving economic conditions.
ASSIMILATION BETWEEN TWO GENERATIONS OF CHICANO IMMIGRANTS IN THE UNITED STATES IN A BETTER LIFE MOVIE Riyanto, Murren Lutfia
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.597 KB)

Abstract

Dalam masyarakat majemuk pasti ada keberagaman budaya. Namun untuk hidup dan bertahan di dalamnya bukanlah hal yang mudah. Mereka yang termasuk dalam kelompok minoritas dituntut untuk mengadopsi budaya-budaya yang dimiliki kelompok mayoritas. Proses ini disebut dengan asimilasi. Hal ini dilakukandengan tujuan agar mereka dapat diterima dan mendapat perlakuan dan kesempatan yang sama dengan kelompok mayoritas. Sebagian dari mereka dengan sukarela mengasimilasi budaya-budaya baru dan sebagian lagi sebaliknya. Mereka tetap berpegang pada budaya mereka dan enggan untuk mengadopsi budaya dari kelompok mayoritas seperti yang terjadi pada sebagian besar etnik Chicano. Namun, setiap orang memiliki tingkatan yang berbeda dalam mengadopsi budaya tersebut. Proses asimilasi tersebutdapat direfleksikan dalam karya sastra, salah satunya melalui sebuah film. A Better Life adalah sebuah film yang mencoba untuk mendeskripsikan tentang hidup seorang ilegal imigran asal Meksikodan seorang anaknya di tengah- tengah masyarakat Amerika Serikat. Di dalam film ini,digambarkan bagaimana perbedaan asimilasi yang dialami oleh dua generasi yang berbeda.            Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan tingkatan dalam proses asimilasi yang dialami oleh dua generasiChicano yang berbeda. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan pendekatan sosilogi. Penulis mengaplikasikan teori asimilasi dalam menganalisis film.            Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum, generasi kedua lebih terasimilasi dari pada generasi pertamaseperti yang digambarkan dalam film A Better Life. Terdapat perbedaan tingkatan yang tipis di dalam beberapa sub proses asimilasi yang dialami generasi pertama dan kedua. Perbedaan tersebut terjadi pada sub proses asimilasi budaya dan asimilasi struktural sekunder yang mengacu pada pencapaian dalam pekerjaan dan pendidikan. Selain itu, terdapat persamaan dalam sub proses asimilasi struktural primer, yaitu asimilasi yang mengacu pada kontak sosial dalam masyarakat. Hal ini disebabkan oleh tingginya kekeluargaan yang dimiliki etnik Chicano yang menjagakeeratan hubungan sosial diantara mereka.
POLITENESS STRATEGIES IN DAISY’S UTTERANCES IN THE GREAT GATSBY NOVEL BY F. SCOTT FITZGERALD Argadita, Destiara
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.986 KB)

Abstract

Teori kesopanan digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menghindari adanya kesalahpahaman dalam komunikasi. Dalam teori ini ada beberapa macam strategi yang bisa digunakan untuk mengungkapkan sesuatu maksud tertentu. Salah satu karakter yang menonjol dalam novel yang ditulis F. Scott Fitzgerald ini adalah perempuan bernama Daisy. Beberapa ucapan Daisy dalam novel The Great Gatsby ini mengandung  strategi kesopanan. Penulis memilih karakter Daisy karena ia memiliki kepribadian yang unik.Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui kegunaan strategi kesopanan  dan sebab ia menggunakannya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang sistematis dan akurat. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan Simak Bebas Lihat Cakap karena penulis hanyak membaca novel tanpa terlibat dalam penulisan novel tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan taking note pada setiap kalimat yang diucapkan Daisy dalam novel tersebut.Hasil penelitian ini adalah sebagian besar ucapan Daisy menggunakan strategi kesopanan, yaitu social distance, social closeness, bald on record, off record, face threatening act, face saving act, positive politeness, negative politeness dan pre-sequences. Ia menggunakan strategi kesopanan berdasarkan pada keadaan sosial dari lawan bicaranya.
CODE MIXING IN C’EST LA VIE NOVEL Siskawati, Nurul
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.652 KB)

Abstract

Campur kode adalah penggunaan dua bahasa atau lebih oleh penutur dalam suatu tuturan. Campur kode dapat terjadi pada masyarakat atau penutur yang bilingual. Bilingual adalah sebuah kondisi dimana masyarakat atau penutur telah terbiasa dapat menggunakan dua bahasa atau lebih dalam tuturannya. Karena banyak ditemukannya penutur yang bilingual pada saat ini, banyak pula hasil karya para penulis yang menggunakan fenomena campur kode ini di dalam karya mereka. Dalam penelitian ini, penulis meneliti fenomena campur kode pada novel C’est La Vie karya Fanny Hartanti. Penulis membatasi penelitiannya hanya pada tiga tokoh utama di novel ini, yaitu, Amara, Ayu, dan Karina. Karena ketiga tokoh ini berasal dari latar belakang budaya dan pendidikan yang berbeda maka mereka menggunakan fenomena campur kode tersebut untuk saling berkomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis campur kode dan faktor yang mendorong tiga tokoh utama tersebut menggunakan campur kode dalam interaksi mereka. Dalam penelitiannya, penulis menggunakan metode Simak Bebas Libat Cakap dimana penulis tidak terlibat langsung dalam percakapan tokoh di dalam novel dan teknik catat dimana penulis mencatat percakapan tokoh yang terdapat fenomena campur kode di dalamnya. Untuk analisis data, penulis menggunakan metode deskriptif-kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan terjadinya peristiwa campur kode yg meliputi jenis campur kode dan faktor yang mendukung terjadinya campur kode. Dalam novel ini, semua tokoh utamanya menggunakan bahasa Indonesia. Selain menggunakan bahasa utama tersebut, mereka juga menggunakan bahasa Jawa, Sunda, and Betawi serta mereka sering juga mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris dan sedikit Perancis. Dari hasil penelitian, penulis menemukan enam wujud campur kode yang terjadi dalam pernyataan dan percakapan di dalam novel ini, yaitu, word insertion, phrase insertion, repetition insertion, idiom insertion, dan baster insertion. Terdapat pula dua jenis campur kode, yaitu, campur kode ke dalam dan campur kode keluar. Sedangkan faktor yang mendorong para tokoh tersebut menggunakan campur kode adalah berasal dari dalam dan luar. Faktor yang berasal dari dalam antara lain, low frequency words, pernicious homonymy, dan synonym. Sedangkan faktor yang berasal dari luar antara lain, the development and knowledge of a new culture, social value, dan oversight.
THE PSYCHOANALYTIC AND INTERRACIAL VIEWPOINT IN “MY HUMPS” MUSIC VIDEO Ayuningtyas, Yanlita Frenty
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 6, Number 1, Tahun 2017
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.582 KB)

Abstract

"My Humps" is a song by The Black Eyed Peas. The lyrics and the music video tell about the relationship between the man (Will.i.am) with the woman (Fergie), who Will.i.am always flirts with Fergie and always asks her for dating. Although Fergie always refuses him but she also flirts the man to show off her sexy body. The purpose of this study is to analyze the poetic elements in the lyrics and to show the readers the psychological contents, as portrayed in the music video. This study uses textual and contextual theories to analyze the data. Meanwhile, close reading, close listening, and close viewingas research method are used to compile the object of “My Humps” music video. The content of this study is the existence of psychoanalysis through Sigmund Freud’s theory in American hip-hop music included id, ego,superego, defense mechanism, psychosexual, and interracial viewpoint reflected in lyrics and scenes in the music video of "My Humps".
STEREOTYPE OF LATINO PEOPLE IN OUR FAMILY WEDDING MOVIE Juwita, Dara
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 3, Number 3, Tahun 2014
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.679 KB)

Abstract

Amerika merupakan pusat berkumpulnya semua imigran dari berbagai belahan dunia. Negara yang maju serta ditunjang dengan sumber daya alam, manusia yang hebat dan tentu banyaknya kesempatan yang tersebar membuat bangsa ini menjadi magnet bagi para imigran yang mencari kehidupan lebih baik. Namun, berawal dari sinilah, para imigran menemukan rintangannya. Banyak dari mereka, terutama orang latino mengalami serangan-serangan dingin berupa persepsi buruk tentang mereka yang disebarluaskan melalu media bahasa, stereotip.Dalam project ini, penulis menggunakan film Our Family Wedding sebagai media untuk menganalisis beberapa stereotip dari orang-orang latino di Amerika Serikat dengan menggunakan teori Kartz and Braly untuk membahas unsur ekstrisnsik film ini.Intisari dari pembahasan project ini adalah adanya kecenderungan untuk mempunyai pandangan negatif terhadap ras-ras lainnya dan penulis menemukan beberapa stereotip orang latino dari film Our Family Wedding  ini sebagai bukti bahwa mereka mengalami masalah stereotip.
The Construal of Ideational Meaning and Relational Meaning in Pop-Islamic Songs and Dangdut-Islamic Songs Puspasari, Inneke Putri
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.737 KB)

Abstract

Dalammerangkailiriklagu, setiappengarangmempunyaiciridangayabahasasendiri. Olehkarenaitu,seringkalipendengartidakmemahamisecaramendalamtentangmakna di dalamlagutersebut.Padakesempatanini, penulismemilihmenelitiduamakna, yaitu ideational meaning dan relational meaning dalamliriklagu pop-religidariOpickdanliriklagudangdut-religidariRhomaIrama, yang notabenemerupakandua genre yang berbeda.Penelitianinibertujuanuntukmenafsirkanbagaimanapengaranglagu pop-religidandangdut-religimerepresentasikanTuhan di dalamlirik-liriklagumereka.Selainitu, penulisjugainginmengungkapkanhubunganTuhandenganpengarangsebagaimanusia di dalamlagu pop-religidandangdut-religi.Padaskripsiinipenulismembatasi data hanyadenganmemilih 8 lagudarimasing-masing genre lagu di atas.Dalammengumpulkan data, penulismenggunakanmetodesimakbebaslibatcakap.Kemudianuntukmenganalisis data, penulismenggunakanmetodepadanreferensial.Penulisjugamenggunakanteknikbagiunsurlangsung, teknikganti, danteknikperluasdarimetodeagih.Hasilpenelitianmenyatakanbahwaada 7 jenis ideational meaning yang terkandungdalamlagu pop-religidanada 6 jenis ideational meaning di dalamlagudangdut-religi.Dari penelitianinijugaterungkapbahwaada 9 jenis relational meaning di dalamlagu pop-religi.Kemudian di dalamlagudangdut-religi, ada 9 jenis relational meaning juga yang bisaterungkapmelaluianalisis.