cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
DJANGO’S MOTIVATION TO SURVIVE IN DJANGO UNCHAINED MOVIE DJANGO’S MOTIVATION TO SURVIVE IN DJANGO UNCHAINED MOVIE OKTARINA, ADLINA VICKY
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 3, Number 4, Tahun 2014
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.166 KB)

Abstract

Motivasididefinisikan sebagaiprosesuntukmemulai, memandudan memeliharaperilakuyang berorientasi pada tujuan. Motivasiinilah yang menyebabkankita untuk bertindak, entah ituuntukmengambilsegelas airuntuk mengurangirasa hausataumembaca bukuuntuk mendapatkan pengetahuan.Django Unchainedadalahsebuah film fiksi yang disutradaraioleh Quentin Tarantino.Film inimenceritakantentangseorangmantanbudakbernamaDjango, yang dibebaskanolehpemburuhadiahbernama Dr. King Schultz duatahunsebelumPerangSaudaraAmerika.Dalampenulisanini, penulismenggunakanpendekatansosial-psikologi.Pendekataninidigunakanuntukmenggalipermasalahandidalamkondisipsikologiskaraktertersebut.Sosialpsikologiadalahstudiilmiahdaricaradimanapikiran, perasaan, dan perilakusuatuindividu dipengaruhi olehkehadiran nyataatau bayangandariorang lain. Dengan menggunakanpendekatan ini, penulismenemukankorelasi antaramotivasidarikarakter utamadengankolonialismeorang kulit putihterhadapbudakpada waktu itu. Penulisjugamenggunakanteorikebutuhanoleh Abraham Maslow.Hasildarianalisamenunjukkanbahwalimatingkatandarihirarkikebutuhanoleh Maslow berhasilpadaDjango.
HEROISM OF ROBERT NEVILLE IN I AM LEGEND MOVIE SAPTONO, WILLIAM NICO
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.772 KB)

Abstract

I am Legend is a film that tells about a military scientist who struggles to save human extinction from zombie virus. The purpose of this paper is to show the nature of heroism which exist in the protagonist’s characters. The writer uses library research in collecting the data. This analysis is supported by intrinsic elements as cinematography. In analyzing the extrinsic elements, the author uses the theory of heroism. The result of this paper is that Neville shows heroism act such as being decisive, creative in finding solution, being a religious man, helping and fighting the enemy. Those are aspects which represent characteristics of heroism in Neville. 
BOOK REVIEW OF DAHLAN ISKAN PEMIMPIN YANG HAPPY WRITTEN BY RACHMANTO Sri Lestari
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.255 KB)

Abstract

Dahan Iskan Pemimpin yang Happy adalah buku yang ditulis oleh Rachmanto yang sangat mengagumi sosok Dahlan Iskan. Buku ini berisi tentang perjalanan hidup Dahlan Iskan dari memulai karirnya sebagai jurnalis, direktur utama PLN, hingga akhirnya menjadi Menteri Negara BUMN di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II dan sekarang pun muncul wacana kalau beliau akan dicalonkan sebagai Presiden Indonesia 2014. Rachmanto menulis buku ini bertujuan untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada pembacanya yaitu tentang bagaimana meraih kesuksesan dengan perjuangan.
BOOK REVIEW OF ONE NIGHT WITH PRINCE CHARMING WRITTEN BY ANNA DEPALO Rostanti, Diana
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Number 2, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to Wellek and Warren (1976: 94) in Theory of Literature, literature represents life and life is, in large measure, a social reality, even though the natural word and the inner or subjective world of the individual have also been objects of literary ‘imitation’. Novel is very popular among literature enthusiasts. The story within a novel usually reflects human life, so the readers will understand the moral message behind the story.
A MOTHER’S STRUGGLE IN LANGSTON HUGHES’S “MOTHER TO SON” Gibran, Kahfi
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 3, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.386 KB)

Abstract

This extended essay is concerned with images of a mother’s struggle in Langston Hughes “Mother to Son”. The purpose of this study is to present the struggle through imagery, literature and society. The imagery is chosen as the intrinsic element of literature and society as an extrinsic element of the poem. The study applies a library research method. This study adopts Perrine’s concept of imagery and Wellek and Warren’s concept of literature and society. “Mother to Son” figuratively describes the mother’s struggle which makes a movement in her life to a better life. It is also about how the mother advises her son not to easily give up even the life is getting harder. As a result, this poem describes the mother’s struggle beautifully. 
KOREAN PHONOLOGICAL INTERFERENCE IN INDONESIAN LANGUAGE AS SECOND LANGUAGE Yuniar, Reni Siti
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.435 KB)

Abstract

Penggunaan struktur bahasa pertama sebagai kerangka saat mempelajari bahasa kedua adalah fase awal yang sangat mungkin terjadi dalam proses pembelajaran bahasa ke dua: tidak terkecuali pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari tahu titik lemah penutur bahasa Indonesia sebagai bahasa ke dua dengan fokus pada speech production. Peneliti menggunakan stimuli berupa gambar yang menghasilkan data pelafalan kata-kata oleh para pembelajar bahasa Indonesia (PBI) tadi: 54 kata yang terdiri dari 46 kata benda dan 8 kata sifat. Ke 54 kata ini direkam dan ditranskripsi secara fonetik. Dari 54 kata ini terjadi interferensi fonologis yang cukup signifikan dari fonologi Bahasa Korea. Yang pertama adalah dalam hal pembedaan voicing. Hal ini terjadi karena beberapa konsonan voiced dan voicedless yang dalam bahasa Indonesia merupakan fonem yang berbeda, ternyata merupakan alofon dalam Bahasa Korea. Yang kedua adalah proses penambahan bunyi schwa [ə] pada kata dalam bahasa Indonesia yang diakhiri dengan bunyi [s]. Hal ini tentu mengubah silabifikasi kata tersebut. Dalam bahasa Korea [s] tidak bisa menjadi koda, sehingga strategi pembelajar Bahasa Korea ini adalah dengan menambahkan bunyi tersebut pada posisi koda, sehingga merubah silabifikasi kata tersebut dalam bahasa Indonesia. Dari kajian literatur yang ada, ternyata strategi yang sama juga diaplikasikan pada saat mereka mempelajari Bahasa Inggris. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa paling tidak dua jenis interferensi fonologi inilah yang patut menjadi perhatian bagi penutur asli Bahasa Korea saat mereka mempelajari Bahasa Indonesia.
THE REALIZATION OF TURN TAKING SYSTEM IN LAWAN BICARA DEBATE (A METRO TV PROGRAM BROADCASTED ON 13TH JANUARY 2014) Siwi, Fitri Amalia Shinta
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.91 KB)

Abstract

Dalam percakapan di suatu acara debat terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan oleh para penuturnya, baik pembawa acara maupun narasumber. Sistem alih wicara adalah salah satu aturan yang penting dalam mengatur jalannya pendistribusian giliran bicara dari satu orang ke orang lainnya. Dalam penelitian ini, penulis tertarik untuk meneliti pola sistem alih wicara oleh peserta, fenomena pengambilan giliran bicara dan implikasi sosial yang mempengaruhinya dalam salah satu episode di acara debat Lawan Bicara. Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk menjelaskan kecenderungan gaya percakapan dalam acara debat Lawan Bicara dan mengetahui implikasi sosial sebagai akibat adanya pendistribusian giliran bicara. Data yang digunakan berupa semua ujaran peserta dari sesi pertama sampai sesi keempat dalam satu episode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode simak bebas libat cakap digunakan dalam pengumpulan data. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode padan (metode pragmatik dan inferensial) dan agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis strategi, yaitu select next speaker, self-selection dan continuation, dan empat pola yang digunakan oleh pembawa acara dan narasumber dalam sistem alih wicara. Selain itu terjadinya interupsi dan tumpang tindih dilakukan karena tujuan tertentu, yaitu menunjukkan persetujuan atau pertentangan pendapat, membantu penutur lain, klarifikasi, mengambil giliran bicara penutur lain dan mengubah topik pembicaraan. Konteks sosial yaitu formalitas dan kekuasaan juga berpengaruh dalam terjadinya pendistribusian giliran bicara.
CLIPPING ANALYSIS OF ENGLISH WORDS IN THE HELLO MAGAZINE JUNE-DECEMBER 2009 Angelia, Intan
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.585 KB)

Abstract

Bahasa berperan penting bagi kehidupan manusia dalam kegiatan berkomunikasi baik secara lisan ataupun tertulis. Salah satu bentuk komunikasi tertulis adalah melalui majalah. Dengan membaca majalah, kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan baik yang berkaitan dengan unsur materi ataupun bahasa yang digunakan pada majalah tersebut. Salah satunya adalah tentang kata dan proses pembentukannya. Salah satu proses pembentukan kata yang cukup populer dalam bahasa Inggris adalah Clipping. Penulis tertarik mengangkat topik ini karena penelitian tentang clipping secara khusus masih jarang ditemukan dan informasi yang diberikan sangat minim. Tujuan penyusunan skripsi ini adalah mendeskripsikan jenis clipping yang ada pada majalah Hello edisi Juni – Desember 2009, menjelaskan proses pembentukan kata dan alasan terbentukanya clipping tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menunjukkan bahwa data yang dianalisis berupa kata, bukan angka. Sumber data yang diteliti merupakan data utama yang berasal dari majalah Hello, yaitu kata-kata yang mengalami proses clipping. Oleh karena itu, penulis menggunakan metode dokumentasi dan simak bebas libat cakap, serta tekhnik catat dalam mengumpulkan data. Data yang diperoleh sebanyak 38 sehingga penulis menggunakan total sampling karena data yang didapat kurang dari 100. Untuk menganalisis data, penulis menggunakan metode agih dengan tekhnik perluas dan bagi unsur langsung. Berdasarkan hasil penelitian, dari ke 38 kata yang ditemukan terdapat 4 kata yang mengalami proses fore clipping, 32 kata back clipping, 1 kata combination clipping, 7 kata clipping with a little spelling change, 5 kata name clipping, dan 1 kata mixed clipping. Penulis tidak menemukan kata yang mengalami proses clipping plus. Dari data tersebut, ada beberapa kata yang mengalami lebih dari 1 proses, seperti back clipping + clipping with a little spelling change dan back clipping + name clipping + clipping with a little spelling change. Dalam proses pembentukannya, clipping tidak mempunyai aturan khusus. Hanya saja, kita harus bisa menghindari penggunaan kata yang sama agar tidak menimbulkan kerancuan dengan kata lain yang memiliki perbedaan arti. Jika kata tersebut terdapat imbuhan, kita menggunakan root-nya untuk dijadikan sebagai kata clipping. Beberapa kata yang ada terbentuk dengan alasan karena bisa membuat suasana menjadi informal, lebih enak didengar dan mudah diucapkan, dan juga untuk menunjukkan ketepatan arti yang sesuai dengan kata yang dimaksud.
BOOK REVIEW OF DANIELLE STEEL’S KALEIDOSCOPE Dethan, Norman
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 4, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.645 KB)

Abstract

Novel is a long narrative, normally in prose, which describes fictional characters and events, usually in the form of sequential story. Kaleidoscope is a novel for adults that talks about the journey of life. This novel is written by a famous novelist Danielle Steel. In this novel we can see a lot of tragedy and drama, the characters are a little bit over the top but the overall story of this novel always makes us curious about the ending of the story.
REVIEW ON DONNY DHIRGANTORO’S NOVEL Fitrilia, Magista Dian
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 3, Number 3, Tahun 2014
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.526 KB)

Abstract

Novel 2 merupakan novel kedua karya Donny Dhirgantoro yang bertemakan mimpi. Tema inilah yang menjadi salah satu daya tarik dari novel ini. Selain itu, kekuatan novel 2 juga terletak pada adanya nilai-nilai nasionalisme dan kekeluargaan didalamnya dan juga bahasa yang digunakan oleh sang penulis mudah dimengerti oleh generasi muda. Disamping kelebihan, novel ini juga memiliki kekurangan seperti pada lelucon-leluconnya yang terlalu dipaksakan dan ending dari novel cerita yang mudah ditebak sehingga membuat novel ini serupa dengan novel-novel lain dengan tema yang sama.