cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
ENGLISH GRAMMATICAL ERRORS IN THE ABSTRACT SECTION OF CIVIL ENGINEERING STUDENTS’ THESIS DIPONEGORO UNIVERSITY Hidayati, Wahyu
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 1, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.568 KB)

Abstract

Academic writing adalah sebuah kegiatan atau aktivitas menulis sebuah karya menggunakan bahasa yang formal dan menggunakan sudut pandang orang ketiga.  Academic writing memiliki tiga bagian yang berbeda yaitu pengenalan masalah, isi, dan kesimpulan. Salah satu contoh dari academic writing adalah abstrak. Abstrak merupakan rangkuman/ intisari dari sebuah dokumen yang memiliki lima bagian penting yaitu latar belakang masalah, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan.Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kesalahan gramatikal yang dibuat oleh mahasiswa Teknik Sipil, Universitas Diponegoro dalam menyusun abstrak untuk tugas akhir mereka. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan tentang faktor terjadinya kesalahan-kesalahan tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 5 abstrak yang diambil dari tugas akhir yang dibuat oleh mahasiswa Teknik Sipil Undip dari berbagai tahun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan gramatikal yang terdapat dalam abstrak tersebut adalah berupa Omission, Addition, Misformation, dan Misordering. Hal tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor yaitu: carelessness, first language interference, dan translation. Kesalahan yang paling dominan dalam penelitian ini adalah pada kategori Misformation (19 kesalahan) sedangkan kesalahan yang paling sedikit terjadi adalah pada kategori Misordering (1 kesalahan).
SOCIOLINGUISTICS APPROACH TO THE USE OF JARGONS IN BUSINESS SECTOR (CASE STUDY: ARTICLES IN KONTAN NEWSPAPER) RAHMADHANY, AYONA SITI
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam skripsi ini, penulis menganalisis pemakaian jargon dalam artikel koran bisnis Kontan. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengidentifikasi jargon yang digunakan oleh pelaku bisnis dalam artikel koran bisnis Kontan. Di samping itu, penulis juga menganalisis tujuan pemakaian jargon tersebut dalam artikel Koran bisnis Kontan. Data yang digunakan berupa istilah dalam artikel koran yang terdapat di koran bisnis Kontan. Metode pengambilan data menggunakan Simak Bebas Libat Cakap dari Sudaryanto untuk mengambil data dengan mendokumentasikan istilah dalam artikel tersebut. Untuk menganalisa data tersebut, penulis menggunakan Teori Penggunaan Jargon dari Hornby, Chaer dan Agustin, Teori Meaning dari Ogden dan Richards. Hasil analisa menunjukkan bahwa artikel-artikel yang terdapat dalam koran bisnis Kontan menggunakan bermacam-macam jenis jargon. Tujuan pemakaian jargon-jargon tersebut adalah memberi kemudahan dalam berkomunikasi antara kelompok tertentu, dalam penelitian ini oleh pelaku bisnis di Indonesia.
TRANSITIVITY SYSTEM ON AIR ASIA NEWS IN THE JAKARTA POST Rini, Rizka Novita
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Number 2, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.205 KB)

Abstract

Transitivitas adalah alat yang digunakan untuk menemukan makna ideational dalam suatu wacana. Saat awal penulisan makalah ini, berita mengenai kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang terjadi pada tanggal 28 Desember 2014, menjadi topik hangat yang sering dibicarakan. Hal ini disebabkan karena kecelakaan tersebut adalah kecelakaan pertama yang terjadi dalam penerbangan AirAsia sejak 2001. Hal itulah yang menjadi penyebab kenapa berita ini dipilih untuk dianalisis. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apa saja unsur transitivitas yang ada dalam berita kecelakaan pesawat AirAsia dari The Jakarta Post. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa circumtancial element of location of place dan material process memiliki jumlah terbanyak didalam berita tersebut.  Kata Kunci: systemic functional grammar, transitivitas, AirAsia
The Reflection of Marxist Feminism in Suzanne Collins’s Mockingjay NAILAH, NAILAH
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 4, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.419 KB)

Abstract

this journal analyzes Marxist feminism, domination, alienation, class struggle, and revolution that exist in novel Mockingjay, especially in regards to Katniss Everdeen as the main character. This character is so interesting to be analyzed because the character represents the idea of Marxist feminism. The main purpose of this journal is to understand more about Marxist feminism in Mockingjay. This journal uses sociological approach. The theory used in this study is Marxist feminism. The result of this study is the analysis of intrinsic elements and extrinsic elements of prose. There are some intrinsic elements discussed in this thesis, such as character, setting, conflict and allegory. Moreover, the extrinsic element is the analysis of Katniss Everdeen as the main character in novel Mockingjay who represents the effort of Marxist feminism. It provides a description of domination, alienation, class struggle, and Marxist feminism. In conclusion, this thesis provides a discussion about Marxist feminism and its process, especially in regards to Katniss Everdeen as the main character.
Genre Analysis on Company Profile Narolita, Mella
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Number 4, Tahun 2012
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.252 KB)

Abstract

Profil perusahaan merupakan instrumen penting bagi suatu perusahaan untukmemperkenalkan perusahaan tersebut kepada masyarakat dan investor yangmemiliki potensi sebagai sebuah genre. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan kecenderungan semi kuantitatif. Pendekatan semi kuantitatif digunakan untuk menghitung presentase fitur-fitur linguistik seperti tipe proses,tenses, circumstantial elements, dan modifiers dalam nominal group, sedangkanpendekatan kualitatif digunakan untuk menginterpretasikan fitur dan strukturlinguistik, serta fungsi sosial dari profil perusahaan. Data penelitian  diambildengan teknik random sampling yang terdiri dari 134 klausa dari profil-profilperusahaan yang diambil dari situs resmi lima perusahaan yaitu Sony Corporation,Chevron Corporation, Martha Tilaar Group, Telkomsel, dan Manulife Indonesia.Dalam menganalisis data, penulis mengaplikasikan konsep genre dari Gerot danWignell dikombinasikan dengan teori Transitivity dan konsep nominal group dariHalliday dan Matthiessen, serta metode distribusi dan teknik permutasi olehSudaryanto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil perusahaan sebagai sebuahgenre memiliki fitur dan struktur linguistik, serta fungsi sosial tertentu. Sebuah profilperusahaan memiliki fitur linguistik yang didominasi oleh partisipan spesifik,Classifier dan specific Deictic dalam nominal group, proses Material, dan SimplePresent tense. Struktur linguistik profil perusahaan terdiri dari dua bagian yaituidentifikasi dan deskripsi. Fungsi sosial profil perusahaan adalah untukmendeskripsikan suatu perusahaan dari hal yang umum ke hal yang khusus.
Sophie’s Defense Mechanism in Her Struggle to Break the Curse in Diana Wynne Jones’ Howl’s Moving Castle Perwita, Ratnanggana Ausiyyah Mustika
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.985 KB)

Abstract

The experience that young people get has an effect to their personality and their problem solving. This is why older people tend to be more mature than the young people. In Diana Wynne Jones’ Howl’s Moving Castle, the main character has a development in her personality through experiences. Her experiences lead her to how she solves her problems while she unconsciously uses defense mechanism. In this case, in this study will be analyzed the characteristic of the main character, Sophie, when she faces a problem while using defense mechanism. The defense mechanism also helps Sophie to break her curse. The study uses psychoanalysis approach to analyze Sophie’s defense mechanism. Her defense mechanism becomes a habit whenever she has problems. Sophie solves her problem not by making it clear, but by reacting toward her fear into its opposite acts (reaction formation). She also refuses to acknowledge the event that happens to her (denial), makes excuse for the things she does (rationalization), and suppresses her unwanted feeling into something pleasant (suppression). Her defense mechanism soon changes her personality without her notification and it helps her reach the goal she thinks she will never get, that is to have an interesting future.
Racial Prejudice to Black Americans in Social Life seen in Higher Learning Movie by John Singleton Syarifah, Lilis
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.428 KB)

Abstract

Amerika adalah negara multiras yang didominasi oleh bangsa kulit putih. Secara otomatis mereka merasa bahwa bangsa mereka merupakan bangsa yang memiliki status sosial tertinggi diantara bangsa lain. Kondisi ini menimbulkan berbagai macam bentuk rasisme. Hal inilah yang terjadi dalam film Higher Learning: Penulis tertarik mengambil fil ini sebagai objek penelitian karena film ini sangat kental dengan isu rasis yang terjadi pada bangsa Afrika Amerika. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa prasangka negatif terhadap ras Afrika Amerika belum bisa dihilangkan walaupun jaman telah berubah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dengan menggunakan pendekatan sosial untuk meneliti pengaruh masa lalu yang dalam sejarah bangsa kulit hita adalah budak dengan pergaulan mereka pada tahun 1995. Dalam pendekatan ini penulis menganalisa setiap karakter utama dan konflik yang terjadi antar tokoh akibat prasangka ras. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pada tahun 1995 prasangka negatif terhadap suatu ras di Universitas Columbus Amerika, khususnya bangsa kulit hitam masih sulit untuk dihapuskan karena stereotype bangsa kulit hitam yang menganggap ras Afrika Amerika adalah budak yang tidak pantas untuk bergaul dengan mereka. Hal ini memberikan dampak yang buruk bagi mental serta pergaulan mereka di kampus. Prasangka negatif tersebut adalah hasil dari kebencian rasial yang masih tersisa di daerah Texas sebagai akibat dari sejarah perbudakan di Amerika Serikat. Faktanya, pada tahun 1989 bangsa Afrika Amerika mulai membuktikan bahwa mereka dapat bangkit dan sejajar dengan bangsa kulit putih. Namun, keadaan tersebut tidak mengubah mindset kulit putih Amerika agar mau menerima bangsa Afrika Amerika sebagai bagian dari warga Amerika, sehingga prasangka ras yang dialami oleh bangsa Afrika Amerika tersebut masih tetap ada sekalipun pada tahun 1995. Pada akhirnya konflik antar ras tidak dapat terelakkan. Kata kunci: multiras, prasangka, konflik, Universitas Columbus, Higher Learning
MARLENE AND JOAN’S STRUGGLE AGAINST PATRIARCHAL SOCIETY IN THE CARYL CHURCHILL’S PLAY TOP GIRLS Kulsum, Radiani Umi
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 6, Number 1, Tahun 2017
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.179 KB)

Abstract

Esei ini menganalisis tentang perjuangan Marlene dan Joan melawan masyarakat patriarki dalam drama Top Girls karya Caryl Churchill (1982). Tujuan dari esei ini adalah menjelaskan dan menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik pada cerita tersebut. Unsur-unsur intrinsik yang dianalisis meliputi karakter, latar, dan konflik, sementara pada unsur ekstrinsik penulis menggunakan teori feminisme dari Bell Hooks (1984). Metode yang digunakan untuk menganalisis cerita pada drama tersebut adalah penelitian pustaka dan pendekatan sosial. Metode penelitian pustaka digunakan penulis dalam memperoleh sumber dari buku-buku terkait di perpustakaan dan berbagai rujukan lainnya melalui internet, sementara pendekatan sosial digunakan penulis untuk menganalisis objek penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa Marlene dan Joan harus berusaha untuk mendapatkan kedudukan sosial yang setara dengan laki-laki. Meskipun perjuangan mereka untuk mendapatkan kesetaraan tersebut tidaklah mudah, namun pada akhirnya mereka berhasil memperoleh hak yang sama dengan laki-laki di masing-masing bidang yang mereka perjuangkan. Marlene sukses meraih jabatan sebagai direktur utama di tempat kerjanya, Top Girls Employment Agency, yang pada umumnya dikuasai oleh kaum laki-laki; sementara Joan berhasil meraih kesetaraan hak dengan laki-laki dalam hal pendidikan. 
Presupposition in Interrogative Headlines on “allkpop” News and Gossip Site Rubiyanti, Afrin
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.378 KB)

Abstract

In Utterance, there are pre-assumptions that are unsaid but still communicated. Therefore, the writer has an interest in analyzing those pre-assumptions. To show those assumptions, the writer uses presupposition theory. The writer only focuses on questions texts. The writer uses interrogative headlines on “allkpop” news and gossip site from 20 – 26 February 2013 as the data. The writer uses purposive sampling method and non participant observation to get these data. The data are analyzed by presupposition triggers of questions. The purpose is to elaborate the presupposition in interrogative headlines. Moreover, after knowing the presupposition, the writer wants to show the indication of those presuppositions. The other purpose of this thesis is to elaborate the functions of those interrogative headlines based on the presupposition analysis. Based on the analyses, the presuppositions of interrogative texts indicate that there is a ‘case’. According to those analyses, interrogative headlines have some functions, that is representing the readers’ position, raising the readers’ curiosity, and lead the readers to the answer. Therefore, those headlines can increase the number of the readers, the popularity and the economy value of the news media.
A STUDY OF INDONESIAN-ENGLISH CODE MIXING IN GO GIRL MAGAZINE Faradisa, Nuzula
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 6, Number 2, Tahun 2017
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.66 KB)

Abstract

Fenomena campur kode adalah fenomena yang sering terjadi di masyarakat dwibahasa seperti di Indonesia. Kedwibahasaan terjadi dalam masyarakat yang terbuka dengan masyarakat lain. Dalam hal ini,  kedwibahasaan seseorang tidak ditunjukan dalam pemahaman yang sama untuk memahami bahasa lain. Namun,  pemahaman akan bahasa lain yang terbatas pun dapat membuat seseorang bisa dikatakan sebagai seseorang yang berkedwibahasaan. Campur kode adalah penyisipan suatu elemen bahasa lain kedalam bahasa yang dipakai penutur dalam suatu percakapan. Dalam penelitian ini, penulis meneliti tentang campur kode dalam majalah Go Girl edisi Mei 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis campur kode yang terjadi di dalam majalah Go Girl dan faktor sosial yang  memotivasi penulis majalah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, bahan penelitian dalam penelitian ini adalah kata-kata dan sumbernya berasal dari majalah Go Girl edisi Mei 2013. Dalam mengumpulkan data,  penulis menggunakan teknik simak bebas libat cakap. Untuk mendukung penelitian ini penulis menggunakan teknik padan untuk menganalisis  data. Dalam penelitian ini, penulis menemukan jenis campur kode yaitu penyisipan kata dan frasa. Faktor sosial yang terjadi adalah faktor dalam dan luar. Faktor dalam mencakup keterbatasan kata, penggunaan homonim, dan penggunaan sinonim sedangkan untuk faktor luar status social dan keterbatasan kata.