cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
The Occurence of Abbreviation in Indonesia Lawak klub (ILK) To Obtain Humor Effect Setyowati, Hari
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 6, Number 1, Tahun 2017
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.633 KB)

Abstract

ABSTRACT            Language is the core part that we need to build a communication among people. For many cases, language is dynamic so that its users can manipulate it to give a certain meaning, such as, Indonesian. Many abbreviations occurred are used for different purposes, for instance, a slogan of cities, a trend among teenagers and a humor. Indonesia Lawak Klub (ILK), as a parody show of television, proves how language can be manipulated to obtain humor effect.            The theories used are Morphology from Yule and Kridalaksana in order to analyze the data through word formation and to find out pattern of abbreviation used in ILK. In addition, the writer also shows why abbreviations can obtain the humor effect in this show.            The writer conducts the research by using a descriptive qualitative approach and random sampling. The data were taken from seven episodes of ILK broadcasted in April 2014. The analyzed sample data are 13 abbreviations from 10 conversations accomplished by varies of word formation processes.            The result of the research is the fact that most of abbreviations happened during ILK are formed by multiple processes. They mostly go through by borrowing and contraction. Besides, the humor that the speakers uttered can be mostly gained by contradictive.Keywords: abbreviation, word process, humor
PSYCHOLOGICAL CONFLICTS OF ANNIE CHARACTER IN THE HORSE WHISPERER NOVEL WRITTEN BY NICHOLAS EVANS LESTARI, KOLONA BUDI
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Number 1, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.519 KB)

Abstract

The purposes of this thesis are to analyze the intrinsic and extrinsic elements contained in The Horse Whisperer novel written by Nicholas Evans and to analyze the novel deeply using Psychological Theory of Id, Ego, and Superego by Sigmund Freud. The method used in the writing of this thesis is library research through internet browsing and reading books. Nicholas Evans’s The Horse Whisperer tells about the story of a woman who tries to heal her child and her horse suffering from trauma after having an accident. They both have burden of life and trauma that they face until they find a horse whisperer who does not only heal their horses but also their lives. From the analysis, the writer can conclude that Annie has Id, Ego and Superego in herself and she has to control it to get balance psychological life. The author shows several psychological aspects which make this novel become attractive.
LOVE IN SAMUEL TAYLOR COLERIDGE’S “DESIRE” AND PERCY BYSHEE SHELLEY’S “LOVE PHILOSOPHY” NUGROHO ADI APRILIAWAN, DANANG ARIF
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.018 KB)

Abstract

Skripsi ini, menganalisis mengenai perasaan cinta yang ada di dalam kehidupan manusia. Perasaan cinta tersebut digambarkan pada puisi yang berjudul “Desire” karya Samuel Taylor Coleridge dan “Love’s Philosophy” karya Percy Byshee Shelley. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan unsur instrinsik dari puisi “Desire” karya Samuel Taylor Coleridge dan “Love’s Philosophy” karya Percy Byshee Shelley, menganalisis perasaan cinta melalui pembelajaran id, ego dan superego, dan menganalisis kategori cinta yang ditunjukkan pada kedua puisi tersebut. Penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan yang berarti penulis melakukan pengumpulan sumber data melalui buku-buku yang terkait di perpustakaan dan berbagai sumber lainnya melalui internet. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan psikoanalisis (id, ego, superego) milik Sigmund Freud dan teori cinta milik Elaine Hatfield. Adapun aspek instrinsik yang dianalisis adalah diksi, citraan, simbol, personifikasi, dan metafora. Aspek instrinsik tersebut digunakan untuk mendukung analisis secara keseluruhan. Teori psikoanalisis dan teori cinta digunakan untuk menganalisis aspek ekstrinsik karena memiliki keutamaan dalam menganalisis perasaan cinta yang ada pada puisi tersebut. Berdasarkan analisis yang dilakukan, penulis menemukan bahwa puisi “Desire” karya Samuel Taylor Coleridge menggambarkan perasaan cinta yang ada pada diri manusia. Perasaan tersebut muncul karena adanya nilai nilai moral yang berlandaskan kebaikan dalam kehidupan manusia. Ketika manusia mengambil nilai nilai moral ini, maka dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan dari dalam tubuhnya, dia akan melakukan hal hal dengan berdasar pada nilai kebaikan untuk kehidupan sosial. Nilai nilai kebaikan sosial yang menekan nafsu manusia akan memunculkan sesuatu yang disebut sebagai cinta. Puisi “Love’s Philosophy” karya Percy Byshee Shelley menggambarkan perasaan cinta yang dirasakan oleh seseorang terhadap orang yang dicintainya. Perasaan cinta ini membuat sesorang mempunyai keinginan untuk menjalin hubungan dengan orang yang dicintainya. Keinginan untuk saling berbagi cinta ditunjukkan dengan memberi penjelasan kepada orang yang dicintai, bahwa semua hal yang ada di alam mempunyai hubungan satu sama lain. Melalui penjelasan ini, kemudian dia mengajak orang yang dicintai untuk menjalin hubungan cinta dengannya. Perasaan cinta yang ada pada puisi “Desire” karya Samuel taylor Coleridge dan “Love’s Philosophy” karya Percy Byshee Shelley merupakan bentuk dari passionate love atau perasaan yang kuat untuk saling berbagi cinta dengan orang lain. Perasaan ini muncul dari keinginan untuk mencintai dan dicintai oleh orang yang menjadi pilihannya.
Representation of Moral Values and Characterizations in Putu Wijaya’s “Peradilan Rakyat” (A Study of Ideational Meaning) Candra, Calvin
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 6, Number 3, Tahun 2017
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.4 KB)

Abstract

Cerita pendek merupakan karya sastra yang mengandung ekspresi, ide, maupun refleksi pengalaman yang dicurahkan penulis yang bertujuan untuk menyampaikan pesan/amanat kepada pembaca. Dalam hal ini, ideational meaning sebagai salah satu bidang kajian Linguistik Fungsional Sistemik (LFS) memandang bahasa sebagai sistem tanda yang dapat dianalisis secara struktural untuk menginterpretasikan pengalaman, konsep, dan ide yang ada di dalam cerpen  melalui sistem transitivitas sebagai alat penentunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan representasi nilai – nilai moral dan penokohan yang terdapat dalam cerita pendek karya Putu Wijaya yang berjudul “Peradilan Rakyat” melalui analisis ideational meaning. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dimana penulis menjelaskan hasil peneltian melalui makna ideasional yang terdapat dalam cerpen. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan metode non – participant observation serta purposive sampling technique karena penulis hanya mengambil sample  yang merepresentasikan nilai moral dan penokohan yang dimaksud. Metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode padan referensial dan metode agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 jenis nilai moral yang terkandung dalam cerpen “Peradilan Rakyat”. Keenam jenis tersebut antara lain: Being Professional, Being Critical, Having Confidence, Having Honesty, Having Wisdom, dan Having Love.
THE INDONESIAN LANGUAGE USED BY PRE-SCHOOL CHILDREN: A STUDY ON THE SYNTAX GALUH, FAHRINA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.228 KB)

Abstract

Dalam skripsi ini, penulis meneliti struktur konstituen dan kaidah struktur frasa dalam Bahasa Indonesia yang diucapkan oleh anak-anak pra-sekolah. Penulis memilih anak-anak berumur 3-5 tahun sebagai subjek penelitian karena pada tahap ini anak-anak telah dapat berkomunikasi dan mengucapkan berbagai bentuk frasa. Hal yang menjadi fokus dalam skripsi ini adalah bagaimana srtuktur konstituen dan kaidah struktur frasa dalam bahasa Indonesia yang diucapkan oleh anak-anak pra-sekolah. Untuk mendeskripsikan struktur konstituen dan memformulasikan kaidah struktur frasa, penulis menggunakan teori X-bar. Penulis membatasi persoalan hanya pada struktur sintaktik dalam ucapan yang dihasilkan oleh enam anak pra-sekolah. Tujuan penulisan Skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan sruktur konstituen dan memformulasikan kaidah struktur frasa dalam bahasa Indonesia yang diucapkan oleh anak-anak pra-sekolah. Data yang digunakan berupa ujaran yang dihasilkan oleh enam anak pra-sekolah. Metode pengambilan sample menggunakan purposive sampling dan metode simak libat cakap dengan teknik pancing sebagai teknik dasar. Dalam menganalisis data yang ada, penulis menggunakan teori X-bar. Hasil analisis menunjukan bahwa berdasarkan uji konstituen, dapat dibuktikan bahwa terdapat FN, FV, FA, FAdv, FP, FD, dan FI dalam ucapan-ucapan yang dihasilkan oleh anak-anak pra-sekolah. Pada umumnya anak-anak pra-sekolah mengucapkan frasa nomina. FN memiliki 35,54% dari total data. Ada 161 buah struktur konstituen yang membentuk frasa nomina. Ada beberapa istilah yang termasuk dalam kategori lainnya, yaitu frasa verbal 32%, frasa adjektiva 6,18%, frasa adverbial 0,66%, frasa preposisi 6,20%, 10,59% frasa determiner, dan frasa infleksional 8,83%. 
BOOK REVIEW OF RUTH ANN NORDIN’S THE COLD WIFE Thowaf, Yusron
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 1, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.332 KB)

Abstract

The Cold Wife story has succeeded to provide interpersonal love stories between the major characters. The Cold Wife story is about a young woman named Carrie Allen who forced to marry with one of her twin brother friend’s, Justin Monroe because her father business goes bankrupt. The conflict arises after Carrie’s confession to her husband that their marriage is a mistake. Fortunately, her husband does not give up and keep trying to allure her heart by struggling to prove his love.
BOOK REVIEW THE COLOR PURPLE WRITTEN BY ALICE WALKER PRADANA, ADITYA DWI
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.305 KB)

Abstract

The Color Purple Adalah salah satu novel terkenal karya Alice Walker. Novel tersebut menceritakan kehidupan Celie sebagai wanita kulit hitam yang terdiskriminasi oleh lingkungan sosial di sekitarnya. Namun, ia terus berjuang dan pada akhirnya mampu meraih kebebasan. Novel tersebut terkenal bukan hanya karena nama Alice Walker sebagai pengarangnya, namun juga karena buku tersebut memiliki banyak sekali pesan moral. Salah satu pesan tersebut yaitu adalah agar kita saling menghargai dan memperlakukan orang lain tanpa memperhatikan ras dan juga gender. Dalam projek ini, penulis bermaksud untuk memberikan review tentang kekuatan dan kelemahan novel tersebut. Penulis mencoba untuk menganalisa berbagai elemen seperti tema, plot, karakter, sudut pandang, dan narasi. Penulis berharap agar projek ini bisa menjadi referensi bagi para pembaca sebelum membaca The Color Purple.
THE USE OF METAPHORICAL MEANING IN SPORT NEWS HEADLINES Suyatminto, Meigo
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Number 2, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penulisan sebuah berita olahraga, wartawan sering menggunakan bahasa kiasan. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan dan mendeskripsikan makna metafora yang digunakan dalam judul berita olahraga di harian surat kabar Jawa Pos. Metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, karena mendeskripsikan makna metafora yang terdapat dalam judul berita olahraga. Dengan menggunakan purposive sampling, penulis memilih sepuluh judul berita olahraga yang mengandung metafora konseptual; menurut Lakoff dan Johnson (1980), metafora konseptual adalah metafora yang merefleksikan apa yang kita alami, kita rasakan, dan kita pikirkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari hasil analisis, saya menemukan jenis metafora konseptual, berupa metafora struktural, orientasional, dan ontologikal. Jenis metafora konseptual yang banyak digunakan oleh wartawan adalah metafora orientasional. Gaya bahasa, khususnya metafora, banyak digunakan oleh wartawan untuk membuat judul berita olahraga menjadi lebih menarik. 
THE STRUGGLE OF CATH AVERY AGAINST HER INTROVERT PERSONALITY ON FANGIRL BY RAINBOW ROWELL Tarsila, Hersi Intan
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 4, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.406 KB)

Abstract

This thesis will analyze the main character of Fangirl by Rainbow Rowell, Cath Avery. The main purpose of this thesis is to analyze the intrinsic and extrinsic aspects of the story. In this thesis, the intrinsic aspects will use characters, characterizations, conflicts and settings and the extrinsic aspect will use Carl Gustav Jung’s Analytical Psychology Theory. The methods that are used in this thesis are the library research and psychological approach. The result of the analysis shows that Cath Avery’s personality is the form of introvert personality type. The cause of Cath Avery’s introvert personality can be seen from the external element. The introvert personality also influences Cath Avery having inferior feeling, feeling uncomfortable toward her surrounding and having trouble with her social life.           
GENRE OF ‘THIS ODD WORLD’ COLUMN in the Jakarta Post 2013 Rahayu, Dewi Indah
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.597 KB)

Abstract

A newspaper is a printed publication of information about news, events, articles or editorials published daily or weekly. Usually in newspaper, we can find some columns with different contains and form of text or Genre. Genre is a type of text from language usage to get something in spoken or written (Gerot and Wignell, 1995: 17). The writer believes it is necessary to undertake an analysis of a column in a newspaper. To identify a genre, there are some theories which can be applied. They are Genre, Systemic Functional Grammar and Nominal Group by Gerot and Wignell.

Page 6 of 42 | Total Record : 417