cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
Code-Switching in the Daily Conversations of University Students in Semarang Sari, Hanita Puspita
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.637 KB)

Abstract

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat bilingual dan multilingual, atau masyarakat yang menggunakan lebih dari satu bahasa secara bergantian dalam komunikasi sehari-hari. Bilingualisme dan multilingualisme yang terjadi pada masyarakat di Indonesia ini terjadi karena Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak suku dan masing-masing mempunyai bahasa daerah yang berbeda. Kebanyakan dari masyarakat Indonesia menggunakan dua bahasa secara bergantian dalam komunikasinya, yaitu bahasa daerah (bahasa ibu) sebagai bahasa pertama dan bahasa Indonesia (bahasa nasional) sebagai bahasa kedua atau sebaliknya. Dalam ilmu sosiolinguistik, fenomena ini disebut code-switching atau alih kode. Dalam penelitian ini, penulis meneliti fenomena code-switching atau alih kode pada percakapan sehari-hari oleh mahasiswa yang tinggal di sebuah rumah kos yang beralamat di Jalan Tirto Agung No. 4C, Banyumanik, Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis alih kode yang muncul dalam percakapan sehari-hari oleh para mahasiswa beserta faktor yang mempengaruhi kemunculan fenomena code-switching atau alih kode. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif kualitatif, yakni hasil dari penelitian berupa paparan atau deskripsi. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan Participant Observation atau Teknik Simak Libat Cakap dengan teknik lanjutan recording Technique atau Teknik Rekam dan Note-Taking Technique atau Teknik Catat. Penulis menemukan ada 2 jenis code-switching atau alih kode, yaitu Metaphorical code-switching, terjadi pada saat ada pergantian topik di dalam suatu percakapan dan Situational code-switching, terjadi tanpa ada perubahan topik tetapi karena perubahan situasi seperti kehadiran orang ketiga di mana penutur berbicara dalam bahasa tertentu dan situasi tertentu kemudian beralih ke bahasa lain dalam situasi yang lain. Adapun faktor berdasarkan teori yang mempengaruhi munculnya fenomena ini adalah participant, topic, setting dan function. Dari empat faktor yang mempengaruhi munculnya code-switching tersebut, faktor participant menjadi faktor yang paling besar angka kemunculannya di dalam data analisis fenomena code-switching atau alih kode dalam percakapan sehari-hari para mahasiswa di rumah kos yang beralamat di jalan Tirto Agung No. 4C, Banyumanik, Semarang
THIRD CULTURE KID’S EFFECT ON CHARACTER OF CADY HERON IN MEAN GIRLS Hapsari, Laily
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 6, Number 3, Tahun 2017
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.796 KB)

Abstract

This thesis focuses on the movie, Mean Girls, specifically one of the character, Cady Heron,as a Third Culture Kid trying to adapt in new society. The purpose of this study is to understand the effect of Third Culture Kid in the movie character in socializing with the new surroundings and explain the way how one of the characters in Mean Girls adapts to the new surroundings.The writer uses library research to collect the data with the novel as the main data, and several relevant books, journals, articles, also online documents and websites are used as the supporting data. The intrinsic aspects cover characters, setting, and conflicts. In the extrinsic aspect, the writer uses Irwin Altman and Dalmas Taylor’s Social Penetration Theory whichis applied in the thesis to analyze the problem. The result of this thesis proves that according to Irwin Altman and Dalmas Taylor’s Social Penetration Theory, Cady Heron uses her Third Culture Kid context to evade social isolation whilst preserving her identity through several roles in adapting in the new surroundings.
ANTI-RACISM ON THE CHARACTER OF HERMAN BOONE IN REMEMBER THE TITANS DIRECTED BY BOAZ YAKIN Puspitaningrum, Winda Febiana
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 3, Number 4, Tahun 2014
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Racism has existed in American society for many years, especially in Alexandria, Virginia. There is segregation between blacks and whites there. However, a federal mandate to integrate the two schools into one, TC Williams. Herman Boone is the new head coach at T.C. Williams, who wanted to bring together all the players, black and white.The purpose of this paper is to describe the intrinsic aspect, get an overview of the anti-racism of Herman Boone, and analyze the social impact in Alexandria. Researcher obtains data by watching Remember the Titans as the primary data. Secondary data derives from theories related to anti-racism, motives, attitudes, social influence, and social nature. Finally, the researcher could see a big impact in the community of Herman Boone attitude that spreads through football.This study suggests that anti-racism attitude of Herman Boone can affect people in Alexandria. Boone changed the mindset of the people slowly. First, Boone changes the mindset of his football team and makes the team as a solid team. Second, with remarkable achievements earned his team, Boone changes people's mindsets through eufouria os his team’s victory. His anti-racism Boone is also influenced by motives that arise due to the influence of the social characteristics of North Carolina society, where Boone lived before he and his family moved to Alexandria.
BOOK REVIEW OF JUSTICE A PHILOSOPHICAL BOOK OF MICHAEL J. SANDEL Larasati, Hestiana
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 2, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.677 KB)

Abstract

People often seek for philosophical ideas to justify what they believe as the right thing to do. Many people believe that philosophical ideas matter to enrich their knowledge in order for them to think more wisely. It is why many books of philosophy are nowadays out to fulfill the demand from the society. Even if, many sources are also available to meet the people‟s interest in philosophy such as reading articles, watching movies and many other, average reasonable people would rather to choose to read books as their source to get philosophical idea. It is also the reason why today we have many philosophical books traded in the market and we can find them easily in many book stores, like Solitude, Voltaire, and etc.
BOOK REVIEW OF ALMOST DEAD WRITTEN BY LISA JACKSON Aviana, Hilda Nency
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resensi novel ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai isi novel dan menunjukkan kekuatan dan kelemahan novel. Melalui novel ini, penulis berharap para pembaca dapat memahami sekilas tentang novel Almost Dead. Di dalam resensi ini terdapat beberapa unsur novel diantaranya adalah tema, tokoh, plot dan ironi serta teorinya yang dikemukakan oleh Robert Stanton. Unsur-unsur tersebutlah yang memunculkan kekuatan dan kelemahan pada cerita. Beberapa kekuatan dari novel ini adalah kepandaian pengarang dalam menciptakan tokoh-tokoh yang unik, plot yang menarik dan ironi yang cerdas. Namun terdapat juga beberapa kelemahan novel yaitu munculnya banyak tokoh yang membingungkan para pembaca. Selain itu balas dendam yang mendominasi novel ini memberikan contoh buruk bagi para pembaca. Kata kunci:Ironi, Tokoh, Plot, Tema.
MARIO TEGUH‟S PRESUPPOSITION IN THE “ GOLDEN WAYS” PROGRAM IN THE MAKING OF JODOH EPISODE Dewi, Ferina Kumala
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Number 2, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.873 KB)

Abstract

Mario Teguh, sebagai seorang motivator, tentunya memiliki banyakstrategi dalam berkomunikasi dengan penonton.Berbagai pilihan kata yangdigunakan adalah strategi untuk menyampaikan informasi dan pesan kepadapenonton. Salah satu strategi dalam berkomunikasi yang ia lakukan adalah denganpra anggapan (presupposition). Penulis tertarik untuk menganalisis presuppositionini karena setiap orang melakukan komunikasi setiap hari. Penelitian ini termasukdalam penelitian pragmatik yaitu Pragmatic Presupposition. Metode yangdigunakan dalam mengumpulkan data adalah metode simak bebas libat cakapkemudian data dianalisis dengan metode padan pragmatik. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Mario Teguh menggunakan 6 presupposition oleh Yuledalam berkomunikasi yaitu factive presupposition, existensial presupposition, nonfactive presupposition, lexical presupposition, structural presupposition, dancounterfactual presupposition. Dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwaMario Teguh menggunakan shared knowledgeuntuk memotivati penonton.
RACIAL DISCRIMINATION TOWARDS THE HAZARAS AS REFLECTED IN KHALED HOSSEINI’S THE KITE RUNNER Handayani, Fadlilah Satya
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 4, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.775 KB)

Abstract

 Khaled Hosseini’s novel entitled The Kite Runner is an American bestseller novel that represents racial conflict between the Pashtuns and Hazaras, two different races and ethnics in Afghanistan. The aims of this study are to find out the causes of racial discrimination, to analyze examples of racial discrimination, and to analyze the impacts of racial discrimination as depicted in The Kite Runner. Sociological approach and theories on racism and racial discrimination are used in this study. The result of this study shows that racial discrimination in The Kite Runner is caused by social structural factors and social psychological factors. Pashtuns and Hazaras differ in terms of religious beliefs, cultural practices, social status, and physical appearances. Pashtun as the majority race and ethnic in Afghanistan is Sunni Moslem while Hazara is Shi’a. Other reason why the Hazaras have been discriminated by Pashtun is their appearance that look like Chinese people. The Hazaras are also seen as the weakest and poorest race in Afghanistan, so that they are easily subjected to be killed, insulted, and tortured by Pashtuns. Moreover, racial discrimination in The Kite Runner causes some bad impacts to psychological health as well as to society. In The Kite Runner, it not only causes some bad impacts to Hassan’s psychological health but also causes a plan to commit the genocide, slavery, and oppression act toward the Hazaras. Therefore, it can be concluded that racial discrimination is harmful to the people and society because it teaches people to make judgments about others in terms of group-based expectations or standards.
JUDGMENT MODALITY IN THE EDITORIALS OF New York Times Putri, Intan Sanusi
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

      Setiap pernyataan yang diberikan oleh editor dalam editorials biasanya memiliki makna. Oleh sebab itu, penulis tertarik menguraikan apa yang terjadi dalam setiap pernyataan yang diberikan editor pada editorial yang diterbitkan. Dalam skripsi ini, penulis menggunakan editorials pada website New York Times sebagai bahan dari analisis. Editorials yang digunakan untuk proses analisis lebih tepatnya yaitu pada penggunaan modals dalam setiap pernyataan yang diberikan oleh editor. Pentingnya dari analisis ini yaitu untuk mengetahui asumsi yang ada untuk menunjukkan apa makna yang terkandung dalam pernyataan pada editorials tersebut. Untuk mengetahui asumsi editor, penulis menggunakan teori judgment modality yang merupakan bagian dari epistemic modality. Batasan dalam penelitian ini yaitu penggunaan modals yang ada pada setiap kalimat.Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui seberapa banyak modals yang sering dimasukkan dalam online newspaper editorials. Selain itu, tujuannya juga untuk menganalisis bagaimana penggunaan judgment modality pada editorials tersebut. Dan yang terakhir, skripsi ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dari judgment modality pada online newspaper editorials. Dalam skripsi ini data yang digunakan yaitu kalimat yang memiliki modals yang diambil dari editorials yang diterbitkan pada tanggal antara 2 September-10 Oktober 2013. Metode pengambilan sample menggunakan metode purposive sampling dan simak bebas libat cakap. Dalam menganalisis data tersebut, penulis menggunakan salah satu teori epistemic modality yaitu judgment modality dari Palmer.            Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis modals yang berbeda memiliki pengertian yang berbeda dan menimbulkan indikasi yang berbeda. Dalam analisis tersebut menunjukkan bahwa berdasarkan pengumpulan modals pada data analisis tersebut terbukti bahwa dalam penggunaan modals must dan should memiliki presentasi yang lebih tinggi daripada penggunaan modals yang lainnya. Berdasarkan penggunaan modals tersebut telah didapatkan bahwa editorials memiliki fungsi tersendiri yaitu mengetahui bagaimana keraguan editor terhadap statement yang diberikan, menunjukkan bagaimana keyakinan editor dalam pemberian pernyataan dan masih kurangnya informasi yang didapat oleh editor dalam membuat pernyataan pada editorials. Analisis ini dapat disimpulkan bahwa pernyataan pada editorial memiliki makna bagaimana peranan pembaca dalam menyikapi pemikiran dari editor tentang tanggapan dari suatu masalah.
The Impacts of Post-Colonial Condition towards the Main Character’s Trauma in Chris Cleave’s Little Bee MURSALINA, ANNISSA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.284 KB)

Abstract

Post colonialism is the result of colonialism. Generally, in post colonialism the values of colonialism still exist but only several people realize about this. This thesis discusses about the impacts of post colonialism that are experienced by the main character (Little Bee) in a novel “Little Bee” by Chris Cleave. The purposes of this thesis are to understand the symptoms of Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) toward the main character and to understand the aspects of post colonialism that are used by the main character to overcome PTSD. In the analysis of PTSD, it requires the knowledge of the reasons someone experiences PTSD. To write this thesis, the writer uses library method and psychological approach. The theories that are used in this analysis are post colonialism and PTSD. The result of this thesis shows that the main character, Little Bee uses several aspects of post colonialism, such as hybridity, mimicry, and stereotype. The usage of these aspects are triggered or are influenced by the situation.
Power Abuse of Police Department in Law Enforcement toward Criminal Suspects in the Highest Crime Area as reflected on Brooklyn’s Finest Film Latifasari, Annisa Dyah
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.038 KB)

Abstract

Objek kajian dari skripsi ini merupakan sebuah film produksi Overture dan Millennium Film yang berjudul Brooklyn’s Finest. Film ini disutradarai oleh Antoine Fuqua. Film bergenre drama action ini mengangkat tema tentang penyalahgunaan kekuasaan dan ketidakadilan yang terjadi pada masyarakat yang bermukim di daerah yang memiliki tingkat kriminalitas tertinggi. Daerah tersebut bernama Proyek BK dan mayoritas penduduknya adalah Afrika Amerika. Kejahatan dan ketidakadilan yang ditampilkan dalam film ini dilakukan oleh penegak hukum yaitu departemen kepolisian. Baik departemen kepolisian ataupun petugas secara individual melakukan tindak kejahatan terhadap tersangka kriminal. Dalam proses menganalisis film tersebut penulis menggunakan metode studi pustaka dengan melalui pendekatan sosiologi. Secara lebih detil, penulis menggunakan hukum tertulis yang berlaku di Amerika dan tugas-tugas departemen kepolosian sebagai pedoman untuk menilai bentuk-bentuk kejahatan yang terjadi pada tersangka kriminal. Ketidakadilan dan penyalahgunaan yang dilakukan oleh departemen kepolisian tidak hanya dilakukan terhadap masyarakat kulit hitam tetapi juga kulit putih. Penyalahgunaan kekuasaan ini terjadi karena dilatarbelakingi oleh beberapa alasan. Ada beberapa petugas polisi korup yang membunuh dan mencuri dari warga dan tersangka kejahatan. Sedangkan departemen kepolisian berusaha untuk mengubah fakta-fakta yang terjadi di lapangan demi menjaga nama baik kepolisian. Departemen kepolisian yang bertugas sebagai penegak hukum seharusnya memperbaiki sistem yang ada dan tidak melakukan penyalahgunaan kekuasaan terhadap tersangka kejahatan karena mereka juga manusia dan berhak menerima pengadialan yang adil serta perlindungan hak-hak asasi manusia.

Page 5 of 42 | Total Record : 417