cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2018): MAQUARES" : 7 Documents clear
VALUASI EKONOMI OBJEK WISATA TREKKING MANGROVE, GRAND MAERAKACA TAMAN MINI JAWA TENGAH DAN POTENSI PENGEMBANGANNYA Alviani, Nadya Nurita; Suprapto, Djoko; Wijayanto, Dian
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 3 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.225 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i3.22551

Abstract

Grand Maerakaca merupakan salah satu objek wisata yang ada di Semarang, yang memiliki daya tarik yaitu Trekking Mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penggunjung, persepsi pengunjung mengenai potensi pengembangan objek wisata dan menghitung nilai ekonomi Objek Wisata Trekking Mangrove menggunakan metode Travel Cost Method (TCM) dan Willingness to Pay (WTP). Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 100 orang. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan Convinience Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pengunjung Objek Wisata Trekking Mangrove, Grand Maerakaca mayoritas adalah pelajar/mahasiswa dan karyawan swasta yang berumur 15-25 tahun, menggunakan alat transportasi sepeda motor, melakukan kunjungan bersama keluarga dengan tujuan berlibur. Persepsi pengunjung mengenai potensi pengembangan adalah bahwa Objek Wisata Trekking Mangrove memiliki daya tarik paling tinggi dan harga yang terjangkau menjadi faktor penentu utama kunjungan. Sedangkan penambahan wisata pengembangan yang paling berpotensi dengan estimasi pengguna tertinggi adalah edukasi penanaman mangrove dengan nilai WTP sebesar Rp. 5.000,00. Nilai ekonomi Objek Wisata Trekking Mangrove, Grand Maerakaca dengan metode TCM sebesar Rp. 45.779.385.645,00/tahun dan Nilai WTP wahana perahu sampan, wahana perahu motor, tiket masuk, tiket parkir motor dan tiket parkir mobil adalah Rp. 10.000,00, Rp. 5.000,00, Rp. 10.000,00, Rp. 2.000,00, dan Rp. 5.000,00.  The Grand Maerakaca is one of the tourist destination in Semarang, that have attraction is Tracking Mangrove. The purpose of this study are to know the characteristics of the visitors, the visitor's perception about the potential of tourism development and to calculate the economic value of Trekking Mangrove Object using Travel Cost Method (TCM) and Willingness to Pay (WTP) method. The number of respondents in this study are 100 people. Technique of taking data in this research using Convinience Sampling. The results showed that the visitors characteristics of Tracking Mangrove Tourism Object, Grand Maerakaca majority are students and private employees aged 15-25 years, use motorbike transportation, come with their family on the purpose of vacation. The visitor perception on potential development are the highest attraction of Tracking Mangrove and affordable price to be the main determinant factor of visitation. While addition of the most potential development tours with the highest user estimation is education of mangrove planting with a WTP value of IDR. 5,000. Economic value of Mangrove Trekking Tourism Object, Grand Maerakaca with TCM method is IDR. 45,779,385,645/ year and WTP Value boat ride, motorboat ride, entrance ticket, motorcycle parking ticket and car parking ticket is IDR. 10,000., IDR. 5,000., IDR. 10,000., IDR. 2,000 and IDR. 5,000. 
ANALISIS PERBANDINGAN FITOPLANKTON DAN ZOOPLANKTON SERTA TSI (TROPHIC SAPROBIC INDEX) PADA PERAIRAN TAMBAK DI KAMPUNG TAMBAK LOROK SEMARANG Suwandana, Achmad Fuad; Purnomo, Pujiono Wahyu; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 3 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.658 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i3.22547

Abstract

Lokasi Tambak Lorok dekat dengan jalan raya, pemukiman penduduk serta pabrik-pabrik besar sehingga berpotensi menampung bahan pencemarnya. Bahan-bahan pencemar tersebut akan mengganggu keseimbangan organisme di dalam tambak salah satunya adalah plankton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton dan zooplankton, mengetahui perbandingan fitoplankton dan zooplankton, dan mengetahui status saprobitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilaksanakan pada bulan September 2017 di perairan tambak di Kampung Tambak Lorok Semarang. Sampling dilakukan dengan menggunakan purposive sampling pada 4 stasiun dengan masing-masing stasiun 3 titik. Variabel yang diukur adalah kelimpahan fitoplankton, kelimpahan zooplankton, dan nilai saprobitas. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan fitoplankton berkisar antara 47-154 ind/l dan kelimpahan zooplankton berkisar antara 0-9 ind/l. Perbandingan fitoplankton dan zooplankton berkisar antara 7:1 sampai 47:0. Nilai SI (Saprobik Indeks) berkisar antara 1,28-1,33 dan nilai TSI (Tropik Saprobik Indeks) berkisar antara 1,89-2,50. Berdasarkan nilai SI dan TSI dapat diketahui bahwa kondisi tambak di Kampung Tambak Lorok Semarang termasuk ke dalam perairan Oligosaprobik atau perairan belum tercemar sampai tercemar ringan dan sebagian besar dalam status β-Mesosaprobik atau tercemar ringan sampai sedang.  Tambak Lorok Village is located in residential areas-densely populated, not far from highway and large factories which potentially accomodating pollution. They, the pollutants disrupt the balance of organismd in the pond, one of them plankton are going to study is plankton. Purpose of this research is to know the abundance of phytoplankton and zooplankton, the comparison of phytoplankton and zooplankton as well as the status of saprobity. This research was carried out on September 2017 in the pond waters at Tambak Lorok Semarang Village by using descriptive method. Sampling was applied by using purposive at 4 station, each station using 3 point. Measured variables were phytoplankton abundance, zooplankton abundance, and saprobity value. The results showed that phytoplankton abundance ranged between 47-154 ind/l, while zooplankton abundance betweem 0-9 ind/l. Comparison of phytoplankton and zooplankton ranged from 7:1 to 47:0. The SI (Sabrobik Index) value ranged from 1,28-1,33 and the TSI (Tropic Saprobik Index) value ranged from 1,89-2,50. Based on SI dan TSI values mentioned above the condition of ponds in Tambak Lorok Village is classified as Oligosaprobik or uncured waters to minor contaminated and mostly in β-Mesosaprobik status or mild to moderate contamination. 
PEMETAAN SEBARAN TERUMBU KARANG MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SPOT-6 DI PERAIRAN PULAU PARI KEPULAUAN SERIBU JAKARTA Maulana, Yonas Ramadhan; Supriharyono, Supriharyono; Febrianto, Sigit
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 3 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.785 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i3.22552

Abstract

Pulau Pari merupakan salah satu pulau dari gugusan  Kepulauan Seribu, Jakarta yang memiliki ekosistem terumbu karang. Pencemaran minyak yang terjadi di Teluk Jakarta serta meningkatnya jumlah wisatawan di Pulau Pari memberikan dampak terhadap ekosistem terumbu karang di wilayah tersebut. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan kajian mengenai kondisi terumbu karang di Pulau Pari, Kepulauan Seribu dan penyebab utama terjadinya degradasi pada terumbu karang tersebut. Penelitian ini menggunakan purposive sampling technique dan metode survei, materi yang digunakan pada penelitian ini adalah Citra Satelit SPOT-6 dan data hasil pengukuran terumbu karang di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu di tiap stasiun berkisar antara 27 - 290C, salinitas 31-32 0/00, kekeruhan air masih dibawah ambang batas baku mutu kekeruhan air untuk biota laut yaitu <0.1 NTU. Persentase karang hidup di Pulau Pari ditinjau dari penutupan karang memiliki nilai yang beragam, nilai terendah 24.20 % atau dapat dikatakan karang dalam kondisi rusak dan nilai tertinggi sebesar 41,64 %. Uji akurasi digunakan sebagai fiksasi hasil interpretasi citra dengan data di lapangan, dari 50 titik sampling di lapangan terdapat 35 titik sampling yang sesuai dengan analisis  penginderaan jauh pada citra SPOT-6. Titik sampling yang keliru menginterpretasikan penutupan lahan yaitu 15 titik sampling. Hal ini menunjukkan nilai akurasi dari penggunaan citra SPOT-6yaitu sebesar 70.00%. Hasil yang didapat hasil klasifikasi citra maupun sampel training area menunjukan kemampuan yang baik dan dapat digunakan dalam proses pemetaan.   Pari Island is one of the thousand islands knows has a luxury coral reef's ecosystem. Oil pollution in Jakarta bay and the increasing number of tourists on the Pari Island had an impact on coral reef ecosystems these activities may effect on degradation coral reefs in Pari Island. This theory used survey method and purposive sampling technique, the material used in this research is satellite SPOT-6 image and coral reef measurement data on Pari Island, Thousand Islands, Jakarta. The results of this study indicate that the temperature at each station ranged from 27 - 290C, salinity 31 - 320/00, turbidity of water is still below the standard threshold of water turbidity for marine biota, is <0.1 NTU. Live coral percentage on Pari Island viewed from coral cover has diverse value, the lowest value 24,20% or can be said coral in damaged condition and highest value 41,46%. The accuracy test is used as a fixation of the results of the interpretation of the image with the field data, from the 50 sampling points in the field there are 35 sampling points corresponding to the remote sensing analysis on the SPOT - 6. Sampling point mistakenly interpreting the land closure of 15 sampling points. It shows the accuracy value of the use of SPOT - 6 that is 70%. The results obtained from the classification of image and sample training area shows a good ability and can be used in the mapping process. 
HUBUNGAN TUTUPAN BENTUK KARANG DENGAN KELIMPAHAN IKAN KARANG DI PERAIRAN PULAU CILIK TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Gustilah, Lillah; Solichin, Anhar; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 3 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v7i3.22548

Abstract

Pulau Cilik merupakan salah satu dari 27 Pulau yang membentuk kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah. Kondisi terumbu karang yang masih baik menjadikan Pulau Cilik sebagai salah satu objek wisata. Adanya kegiatan pariwisata dikhawatirkan dapat mengganggu kondisi ekosistem terumbu karang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis dan perbedaan kelimpahan ikan antar kedalaman dan hubungan kerapatan bentuk karang dan kelimpahan ikan karang di berbagai tingkat kedalaman yang berbeda di Pulau Cilik Taman Nasional Karimunjawa, Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2016 di perairan Pulau Cilik Taman Nasional Karimunjawa, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian bersifat deskriptif. Pengamatan dilakukan pada 4 stasiun yaitu barat, selatan, utara dan timur Pulau Cilik terdapat 2 titik kedalaman titik 1 3 m dan 10 m, masing-masing dilakukan pengulangan pengamatan 2 kali. Pada setiap titik dilakukan pengukuran parameter fisika dan kimia air, pengamatan kondisi bentuk karang dan kelimpahan ikan. Analisis data meliputi indeks keanekaragaman, keseragaman dan perhitungan persentase tutupan karang hidup, karang mati, pasir dan pecahan karang. Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisa statistik dengan uji t, yaitu membandingkan kelimpahan ikan karang antara kedalaman 3 m dan 10 m serta membandingkan perbedaan hubungan antara bentuk karang dan ikan karang. Hasil Bentuk karang yang terdapat di Pulau Cilik yaitu bentuk karang keras dan kelimpahan ikan karang yang mendominasi adalah jenis ikan Pomacentridae. Hubungan kerapatan terumbu karang dengan kelimpahan ikan karang terdapat hubungan positif dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,6861 pada kedalaman 3 m dan 10 m, Persentase tutupan terumbu karang hidup termasuk kategori baik (>50%). Cilik Island is one of 27 island that form the Karimunjawa islands, Central Java. The condition of coral reefs are still outstanding to make Cilik Island as one of tourist destinations. The existence of tourism activities is worried to disrupt the condition of coral reef ecosystems. The aim of this research is to recognise the types and differences of fish abundance between depth and the relation of coral cover density and abundance of reef fish at different level of depth in Cilik Island Karimunjawa National Park, Central Java. This research was conducted in September 2016 in the waters of Pulau Cilik Karimunjawa National Park, Central Java. The research method used in the research is descriptive method. The observations were conducted on 4 stations, they are west, south, north and east of Cilik Island has 2 points depth point of 3m and 10m,each of observation was reapeted twice. At each point, It was conducted the measurement on physical and chemical parameters of water, observation of coral cover condition and fish abundance. Analysis data included index of diversity, uniformity and calculation of percentage of live coral cover, dead corals, sand and coral fragments. The obtained data were then analyzed statistically with t-test, by comparing the abundance of reef fish between 3 m and 10 m of depth and comparing the differences between coral cover and reef fish. The results of coral shape found in Pulau Cilik is the form of hard corals and the abundance of reef fish that dominate is Pomacentridae fish species. The correlation of coral reef density with abundance of reef fish has positive correlation with correlation coefficient value (R) 0,6861 at depth of 3 m and 10 m. The percentage of live coral cover is good category (> 50%). 
KOMPOSISI JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN SAMPINGAN (BYCATCH) PUKAT DORONG DI TAMBAK LOROK, SEMARANG Luthfiani, Laeli; Ghofar, Abdul; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 3 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.352 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i3.22553

Abstract

Kegiatan perikanan tangkap di Tambak Lorok dilakukan menggunakan berbagai alat tangkap, salah satunya adalah pukat dorong / sodo. Penggunaan pukat dorong menghasilkan tangkapan sampingan (bycatch). Penelitian dilaksanakan pada Desember 2017 - Maret 2018 di Tambak Lorok, Semarang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui cara pengoperasian pukat dorong, komposisi hasil tangkapan, komposisi jenis, dan distribusi ukuran hasil tangkapan sampingan pukat dorong di Tambak Lorok, Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampling dilakukan sebanyak 5 kali dengan mendata hasil tangkapan kapal pukat dorong di dermaga dan 1 kali mengikuti kegiatan nelayan dalam operasi penangkapan ikan. Pengoperasian pukat dorong meliputi proses setting, pushing, dan hauling selama 6 jam pada kedalaman 5-12 meter sekitar 2 mil dari bibir pantai dengan nilai B/C Ratio yaitu 1,63 yang berarti usaha tersebut menghasilkan keuntungan sehingga layak untuk dijalankan. Komposisi hasil tangkapan pukat dorong berdasarkan berat tangkapan yaitu 39,84% tangkapan utama dan 60,16% tangkapan sampingan. Hasil tangkapan sampingan pukat dorong yang sering ditemukan adalah Ikan Layur (Trichiurus lepturus), Ikan Kempar (Secutor ruconius), Ikan Kembung (Rastrelliger sp.), dan Ikan Tunul (Sphyraena jello). Distribusi ukuran beberapa jenis tangkapan sampingan merupakan ukuran yang belum layak tangkap karena < Lm dan nilai L50% < ½ L∞.  Capture fisheries in the Tambak Lorok use a variety of fishing gear; one of which is pushnet / sodo. The use of pushnet produces bycatch. The research was conducted in December 2017 - March 2018 aiming to find out the way of pushnet operation, catch composition, bycatch type composition, and bycatch size distribution of pushnet in the Tambak Lorok, Semarang. The research method used survey method, while sampling done by purposive sampling method. Operation of pushnet includes the process of setting, pushing, and hauling for 6 hours at a depth of 5-12 meters about 2 miles away from the shore. The value of B/C Ratio is 1.63 which means the business is feasible. Catches composition by weight is 39,84% target species and 60,16% bycatch. Composition type of bycatch was dominated by Ribbonfish (Trichiurus lepturus), Ponyfish (Secutor ruconius), Mackerel (Rastrelliger sp.), and Barracuda (Sphyraena jello). The size distribution of some bycatch were included the size of uncatchable fish because < Lm and L50% < ½ L∞. 
ANALISIS KUALITAS PERAIRAN BERDASARKAN KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI SUNGAI LANANGAN, KLATEN Azzam, Faudzi Ath Tho; Widyorini, Niniek; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 3 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.493 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i3.22549

Abstract

Sungai Lanangan merupakan bagian hulu Sungai Bengawan Solo yang terletak di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Jenis limbah seperti limbah domestik, industri, pertanian, perikanan dan peternakan telah mencemari Sungai Lanangan. Limbah organik dari industri tepung aren dan mie soun yang dibuang di Sungai Lanangan mencapai 50 ton limbah per hari. Hal tersebut menyebabkan perubahan kualitas air dan komposisi fitoplankton di Sungai Lanangan.Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari - Februari 2018 di Sungai Lanangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan komposisifitoplankton serta mengetahui kualitas perairan berdasarkan struktur komunitas fitoplankton di Sungai Lanangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode survei denganpengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Frekuensi pengambilan sampel dilakukan setiap 1 minggu sekali selama 3 minggu. Sampel diambil dari 3 stasiun, dimana stasiun 1 dengan karakteristik perairan terbuka; Stasiun 2 dengan karakteristik dekat industri pengolahan tepung aren; dan stasiun 3 dengan karakteristik dekat dengan daerah budidaya air tawar.Hasil penelitian didapatkan 11 genera fitoplankton yaitu dari kelas Bacillariophyceae (4 genera), Cyanophyceae (2 genera), Chrysophyceae (1 genus), Ulvophyceae (2 genera), Zygnematophyceae (1 genus) dan Chlorophyceae (1 genus). Kelimpahan rata-rata fitoplankton tertinggi terdapat pada stasiun 2 dengan kelimpahan 1.989 ind/l yang didominasi oleh genus Oscillatoria. Indeks keanekaragaman rata-rata pada setiap stasiun adalah 1,68 pada stasiun 1; 1,63 pada stasiun 2; dan 1,52 pada stasiun 3. Dari hasil indeks keanekaragaman yang didapatkan tersebut menunjukkan kisaran nilai antara 1,52 hingga 1,68 yang berarti bahwa kualitas perairan Sungai Lanangan tercemar ringan.  Lanangan river is one upstream of Bengawan Solo river which located at Daleman, Tulung, Klaten. types of waste such as domestic waste, industrial waste, agriculture, fishery and animal husbandry polluted Lanangan river. Especially organic waste from palm starch and soun noodle industry that are dumped in the Lanangan river reaches 50 tonnes waste per day. This research was conducted from January to February 2018 in the Lanangan river. The purpose of this research is to find out the abundance and composition of phytoplankton; and to determine the water qualitybased on the structure of the phytoplankton community in Lanangan river. This research uses survey method and use purposive sampling method. The Frequency of sampling is done once a week for 3 week. The samples taken from 3 stations, where station 1 is open water; Station 2 is near palm starch and soun noodle industry; and station 3 is close to freshwater aquaculture area.The resultsof the research found 11 genus of phytoplankton in class Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Chrysophyceae, Ulvophyceae, Zygnematophyceae and Chlorophyceae. The highest average of phytoplankton abundance found in station 2 with 1,989 ind/l which is dominated by the genus of Oscillatoria. The average diversity index each station is 1.68 at station 1; 1.63 at station 2; and 1.52 at station 3. From the results obtained the diversity index indicates the range of values between 1.52 to 1.68 which show that the water quality of Lanangan River is lightly to moderate polluted.  
ANALISIS TINGKAT KEMATANGAN GONAD TERIPANG KELING (Holothuria atra) DI PERAIRAN MENJANGAN KECIL, KARIMUNJAWA Harahap, Malasari; Sulardiono, Bambang; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 3 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.07 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i3.22550

Abstract

Pulau Menjangan Kecil berada di perairan Laut Jawa tepatnya di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Perairan Menjangan Kecil memiliki keindahan alam bawah laut yang menarik dan memiliki potensi perikanan yang menyebabkan perairan ini menjadi tempat untuk dilaksanakannya penelitian. Salah satu contoh hasil perikanan dari Perairan Menjangan Kecil yang bisa diandalkan adalah Teripang Keling. Teripang Keling (Holothuria atra) merupakan spesies yang  mudah dikenal dan seringkali menjadi spesies yang dominan dalam  suatu ekosistem, karena memiliki warna tubuh hitam, kulit tubuhnya licin dan tebal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kematangan gonad Holothuria atra dan mengetahui pengaruh parameter fisika, kimia terhadap kematangan gonad Holothuria atra di Perairan Menjangan Kecil, Karimunjawa. Penelitian dilaksanakan  pada bulan Mei 2017 di Perairan  Menjangan Kecil, Karimunjawa. Metode yang digunakan adalah  metode observasi, yaitu kegiatan mengamati sampel secara langsung. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan melalui pengamatan langsung di lapangan dan analisis di laboratorium. Data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah dan warga sekitar Pulau Menjangan Kecil, Karimunjawa. Penelitian ini dilakuan pada 4 stasiun dan 12 titik. Hasil pengamatan tingkat kematangan gonad Holothuria atra tergolong pada tahap perkembangan dan pengaktifan. Tingkat salinitas 34 ppt, suhu berkisar 29 – 31 ̊C, pH 8 dan kedalaman antara 63 – 124 cm.  Menjangan Kecil Island was located in Java Sea precisely in District Karimunjawa, Jepara, Central Java. Menjangan Kecil Island has an attractive natural underwater beauty and has fishery potential that causes these waters to be a place for conducting research. One example of fishery products from Menjangan Kecil Island that can be relied was Lollyfish. Lollyfish (Holothuria atra) was a species that was easy to recognized and it’s dominant species in ecosystem, because it has a black body, skin of the body slippery and thick. The purpose of this study was to determine the maturity rate of gonad Holothuria atra and to explain the influence of physical, chemical parameters on the maturity of the gonad Holothuria atra in Menjangan Kecil Island, Karimunjawa. This research has been done in May 2017 at Menjangan Kecil Island, Karimunjawa. The method used was observating method. This research used primary data and secondary data. Primary data were obtained through direct field observating and laboratory analysis. Secondary data obtained from government agencies and residents around Menjangan Kecil Island, Karimunjawa. This research was conducted in 4 stations and 12 points. The maturity level of the Holothuria atra gonad was classified as the stage of development and activation. The salinity level was 34 ppt, the temperature ranges from 29 - 31 ̊C, pH 8 and the depth of sea water was between 63 - 124 cm. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7