cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Aquaculture Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Journal of Aquaculture Management and Technology diterbitkan oleh Program studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Undip. JAMTech menerima artikel-artikel yang berhubungan dengan akuakultur, nutrisi pakan ikan, parasit dan penyakit ikan, produksi budidaya, dll.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015" : 22 Documents clear
PENGARUH SALINITAS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT LATOH (Caulerpa lentillifera) DI LABORATORIUM PENGEMBANGAN WILAYAH PANTAI (LPWP) JEPARA Ana Yuliyana; Sri Rejeki; Lestari Lakhsmi Widowati
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.385 KB)

Abstract

Budidaya rumput laut latoh (C. lentillifera) dipengaruhi oleh beberapa parameter seperti salinitas. Salinitas terkait erat dengan tekanan osmotik yang mempengaruhi keseimbangan tubuh organisme akuatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas yang berbeda pada tingkat pertumbuhan rumput laut latoh (C.lentillifera) dan untuk menentukan salinitas yang dapat memberikan pertumbuhan terbaik dari rumput laut latoh  (C. lentillifera). Penelitian ini dilakukan dengan Metode yang digunakan  adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, perlakuan A (20 ppt), B (25 ppt ), C (30 ppt) dan D (35 ppt). Berat awal rumput laut yang digunakan adalah 25 g, penelitian ini dilakukan selama 35 hari. Data yang dikumpulkan adalah laju pertumbuhan spesifik dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menujukan salinitas memberikan pengaruh sangat nyata, terhadap pertumbuhan rumput laut latoh (C. lentillifera), laju pertumbuhan spesifik menunjukan rata-rata perlakuan A sebesar (1.42%/hari),  perlakuan B yaitu (1.84%/hari), perlakuan C sebesar (3.53%/hari), sedangkan perlakuan  D yaitu (2.82 %/hari). Berdasarkan dari uji statistik didapat kesimpulan, perbedaan salinitas berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan rumput laut latoh  (C.lentillifera), laju pertumbuhan spesifik terbaik ditunjukkan oleh perlakuan 30 ppt, dengan laju pertumbuhan harian 3.59% / hari. parameter kualitas air masih dalam kondisi yang menguntungkan bagi pertumbuhan rumput laut latoh  (C. lentillifera). Seaweed cultivation (C. lentillifera) is influenced by several parameters such as salinity. Salinity is closely related to the osmotic pressure that affects the body's balance of aquatic organisms. This study aims to determine the effect of different salinity on the growth rate (C.lentillifera) and to determine the salinity that can provide the best growth of seaweed (C. lentillifera). This research was conducted with the method used was completely randomized design with 4 treatments and 5 replications, treatment A (20 ppt), B (25 ppt), C (30 ppt) and D (35 ppt). Initial weight of the seaweed used is 25 g, the study was conducted over 35 days. The data collected is specific growth rate and water quality parameters. Results of research addressing salinity effect is very real, on the growth of seaweed (C. lentillifera), specific growth rate showed an average treatment A by (1.42% / day), which treatment B (1.84% / day) , treatment of C of (3.53% / day), whereas treatment D is (2.82% / day). Based on statistical test obtained conclusion, salinity differences very significant effect on the growth of seaweed latoh (C.lentillifera), specific growth rate best demonstrated by the treatment of 30 ppt, with a daily growth rate of 3.59% / day. parameter water quality is still in favorable conditions for the growth of seaweed (C.lentillifera).
PERFORMA LAJU PERTUMBUHAN SPESIFIK IKAN BANDENG (Chanos chanos) MELALUI PENAMBAHAN ENZIM FITASE PADA PAKAN BUATAN Ayuniar, Ligar Novi; Rachmawati, Diana; Samidjan, Istiyanto
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.897 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim fitase pada pakan buatan dan mengetahui dosis optimum enzim fitase dalam pakan buatan terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR) ikan bandeng (Chanos chanos). Penelitian ini dilaksanakan dari Februari - April 2015 di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP), Jepara. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan bandeng dengan bobot rata-rata 3,55 ± 0,08 g/ekor dan padat tebar 1 ekor/L.. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini: perlakuan A (tanpa enzim fitase), B (enzim fitase dengan dosis 500 mg/kg pakan), C (enzim fitase dengan dosis 1000 mg/kg pakan), dan D (enzim fitase dengan dosis 1500 mg/kg pakan). Data yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR), rasio efisiensi protein (PER), rasio konversi pakan (FCR), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim fitase dalam pakan buatan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap SGR, PER dan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap FCR. Persentase dosis optimal yang dapat meningkatkan pertumbuhan bandeng yaitu penambahan enzim fitase 1030 mg/kg pada pakan buatan mampu menghasilkan SGR 2,03%/hari. Kualitas air pada media pemeliharaan terdapat pada kisaran yang layak untuk budidaya ikan bandeng. This research was aimed to know the effect of addition phytase enzyme in artificial feed and to know optimum dossage of phytase enzyme in artificial feed to feed specific growth rate of milkfish (Chanos chanos). This research was conducted on February to April 2015 in Center of Brackish Water Aquaculture (BBPBAP), Jepara. The fish was used of this research is milkfish with average weight 3.55 ± 0.08 g/fish and stock density 1 fish/L.  This research was conducted with experimenthal method using completely randomized design with 4 treatments and 3 replicated. Treatment in this research were A (without phytase enzyme), B (phytase enzyme with dossage 500 mg/kg feed), C (phytase enzyme with dossage 1000 mg/kg feed), and D (phytase enzyme with dossage 1500 mg/kg feed). Data observed were specific growth rate, protein efficiency ratio, feed conversion ratio, and water quality. The result of this research shown that addition of phytase enzyme giving a significantly effect (P<0.05) for SGR, PER and giving a very significantly effect (P<0.01) for FCR. Optimal dossage percentage which can increase milkfish growth were addition of phytase enzyme 1030 mg/kg in artificial feed can result SGR 2.03%/day. Water quality in feasible condition for milkfish culture.
PENGARUH PEMBERIAN OMEGA-3 DAN KLOROFIL DALAM PAKAN TERHADAP FEKUNDITAS DAN DERAJAT PENETASAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Noviantoro, Adi; Sudaryono, Agung; Nugroho, Ristiawan Agung
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.065 KB)

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kualitas benih ikan nila yaitu dengan meningkatkan kualitas nutrisi pakan induk. Unsur nutrien yang harus ada dalam pakan induk ikan antara lain asam lemak esensial dan vitamin E yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi benih yang berkualitas. Penelitian ini menambahkan suplemen pakan yaitu omega-3 dan klorofil dengan menambahkannya pada pakan induk ikan nila. Kombinasi bahan tersebut diharapkan meningkatkan fekunditas dan derajat penetasan ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian omega-3 dan klorofil ke dalam pakan induk terhadap fekunditas dan derajat penetasan ikan nila. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan masing-masing terdiri dari 3 ulangan. Perlakuan uji adalah A (tanpa kombinasi omega-3 dan klorofil ke dalam pakan), B (Kombinasi 2,5 mL omega-3 dan 2,5 mL klorofil/kg pakan), C (kombinasi 1,7 mL omega-3 dan 3,3 mL klorofil/kg pakan) dan D (kombinasi 3,3 mL omega-3 dan 1,7 mL klorofil/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian omega-3 dan klorofil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap fekunditas dan derajat penetasan. Nilai fekunditas  pada perlakuan A, B, C, dan D masing-masing adalah 4878; 5168; 6248; dan 6910 butir/kg. Nilai derajat penetasan pada perlakuan A, B, C, dan D masing-masing adalah 81,38; 81,59; 82,18; dan 86,39%. Berdasarkan hasil penelitian pemberian omega-3 dan klorofil dalam pakan belum dapat meningkatkan nilai fekunditas dan derajat penetasan benih ikan nila. One of the efforts to improve and optimize the larvae quality of tilapia was by increasing the feed nutrition quality for the broodstock. The nutrients such as vitamin E and essential fatty acids are required to increase the quality of fish reproduction. The research was designed to add omega-3 and chlorophyll as feed suplements in diets for tilapia broodstock. This combination was expected to improve fecundity and hatching rate tilapia larvae. The research was aimed to know influence of omega-3 and chlorophyll addition in diets on fecundity and hatching rate of tilapia larvae. A completely randomized design was applied to the research with 4 treatments  and 3 replicates. Those treatment were A (without combination of omega-3 and chlorophyll), B (combination of 2.5 mL omega-3 and 2.5 mL chlorophill/kg feed diets), C (combination of 1.7 mL omega-3 and 3.3 mL chlorophill/kg feed diets) and D (combination of 3.3 mL omega-3 and 1.7 mL chlorophyll/kg feed diets). The result revealed that addition of omega-3 and chlorophyll did not affect significantly (P>0,05) on the fecundity and hatching rate. The fecundity values of the treatments A, B, C, and D were 4878; 5168; 6248; and 6910 grain/kg. The hatching rate values of the treatments A, B, C, and D were 81.38; 81.59; 82.18; dan 86.39%. it was concluded that  addition  of omega-3 and chlorophyll in diets could increase fecundity and hatching rate of tilapia larvae.
PENGARUH DOSIS PUPUK DAN SUBSTRAT YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN Caulerpa lentillifera Iis Dahlia; Sri Rejeki; Titik Susilowati
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.731 KB)

Abstract

Produksi rumput laut  jenis Caulerpa tergolong masih  rendah, sebab sampai saat ini produksi Caulerpa masih mengandalkan hasil dari alam sehingga bergantung pada musim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi dosis pupuk dengan substrat dasar yang berbeda terhadap pertumbuhan C. lentillifera serta untuk mengetahui dosis pupuk dan substrat yang dapat memberikan pertumbuhan terbaik bagi C. lentillifera. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, menggunakan analisa Faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang digunakan terdiri dari faktor A: dosis pupuk dalam media perendaman terdiri dari 4 taraf: A1: 0 ml, A2: 1,5 ml, A3: 2,5 ml dan A4: 3,5 ml, dan faktor B (substrat dasar) terdiri dari 2 taraf: B1: lumpur  berpasir dan B2: pecahan karang mati. Sehingga didapat 8 kombinasi perlakuan, masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Berat awal rumput laut yang digunakan adalah 25±0,12 g. Data yang dikumpulkan adalah laju pertumbuhan spesifik dan parameter kualitas air. Data laju pertumbuhan spesifik dianalisis menggunakan dua taraf ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa dosis pupuk dan substrat dasar yang berbeda memberikan pengaruh dan interaksi yang sangat nyata (Fhitung > Ftabel (5% dan 1%)) terhadap laju pertumbuhan spesifik C. lentillifera. Perlakuan A1B1 (0 ml, lumpur berpasir) memberikan pertumbuhan terbaik dibandingkan perlakuan yang lain, dengan laju pertumbuhan spesifik = 3,65±0,17 %/hari. Parameter kualitas air yang terukur selama pemeliharaan berada dalam kisaran yang sesuai untuk kehidupan C. lentillifera. Caulerpa seaweed production is still low, because until now the production of Caulerpa still relies on the natural harvest of that depends on the season. This study aims to determine the effect and interaction of fertilizers and different bottom substrates on the growth of C. lentillifera as well as to determine the dosage of fertilizers and substrates that can provide the best growth of C. lentillifera. This research was done experimentally, using a factorial analysis with a completely randomized design. Factors used consisted of factors: A: dose of fertilizer WIR 4 levels: A1: 0 ml, A2: 1.5 ml, A3: 2.5 ml and A4: 3.5 ml, and factor B (substrate) consisted of two levels: B1: sandy mud and B2: fragmented of dead coral. Therefore there were 8 treatment combinations, each was repeated 3 times. Initial weight of seaweed used was 25±0.12 g. The data collected were specific growth rate and water quality parameters. The data of specific growth rate was analyzed using two levels ANOVA and followed by Duncan’s test. The ANOVA result shows that different dosage and different bottom substrates highly significantly by (Fcount > Ftable (5% and 1%)) affected and interaction the specific growth rate of C. lentillifera. Treatment A1B1 (0 ml, sandy mud) gives the best result compared with another treatments, with specific growth rate = 3.65±0.17 %/day. The Water quality parameters were still in the proper range for C.lentillifera life.
PENGARUH PENAMBAHAN KOMBINASI OMEGASQUA DAN KLOROFIL TERHADAP FEKUNDITAS, DAYA TETAS DAN KELULUSHIDUPAN LARVA IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias sp.) Azizati, Very Luftia; Sudaryono, Agung; Yuniarti, Tristiana
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.187 KB)

Abstract

Ikan lele sangkuriang (Clarias sp.) merupakan salah satu jenis ikan ekonomis yang dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi air tawar dengan produksi cukup tinggi dan digemari masyarakat. Permasalahan yang ada dalam budidaya ikan lele adalah Induk-induk lele sulit untuk cepat matang gonad, fekunditas, daya tetas, dan kelulushidupan menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kombinasi omegasqua dan klorofil terhadap fekunditas, daya tetas, dan kelulushidupan larva ikan lele sangkuriang, serta untuk mengetahui rasio omegasqua dan klorofil yang paling tepat menghasilkan performansi reproduksi induk ikan lele. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan lele sangkuriang yang dipelihara dengan penambahan pakan yang dicampur dengan omegasqua dan klorofil berpengaruh sangat nyata terhadap daya tetas telur (P<0,01), namun tidak berpengaruh nyata terhadap fekunditas dan kelulushidupan. Nilai fekunditas berkisar antara 51.515–59.714 butir/Kg. Nilai tertinggi dari daya tetas telur pada perlakuan B (2,5 mL omegasqua/kg pakan dan 2,5 mL klorofil/kg pakan) dengan nilai rerata 50,00±1,76%. Nilai kelulushidupan berkisar antara 66,33–73,20%. Sangkuriang Cat Fish (Clarias sp.) is one of economic fish which as mackerel consumption which is high enough producted and greatly consumed by society. The problem we often find of Cat Fish cultivation is mothers of that sort ripe slowly and its low of gonad, fecundity, crack ability, survival ability. The purpose of this research is to know influence of inceeasing omegasqua and chlorophyll to fecundity, crack ability, and survival ability of Sangkuriang Cat Fish larvae, and to know Omegasqua ratio with the usefull chlorophyll to produce better performance of Cat Fish reproduction. This research adopts experimental method with model of Comprehensive Random Plan (CRP) with 4 treatments and 3 repetations.  The result of this research shows Sangkuriang Cat Fish which is raised with Omegasqua and chlorophyll mixed influences to crack ability (P<0,01) but not influence to fecundity and survival ability. The number of fecundity is between 51.515 -–59.714 eggs number. The highest number of crack abilitycis B treatment (2,5 mL Omegasqua/kg to feed and 2,5 mL chlorophyll/kg to feed) with average number 50,00±1,76%. Number of survival ability between 66,33%–73,20%.
PENGARUH BOBOT AWAL YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT LATOH (Caulerpa lentillifera) YANG DIBUDIDAYA DI DASAR TAMBAK, JEPARA Novianti, Denisa Novianti; Rejeki, Sri; Susilowati, Titik
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.391 KB)

Abstract

Caulerpa lentillifera merupakan kelompok alga hijau yang memiliki kandungan antioksidan tinggi. Ketersediaan C. lentillifera masih bergantung pada alam dan belum dibudidayakan secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bobot awal yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut C. lentillifera dan mengetahui bobot awal yang memberikan pertumbuhan terbaik yang di budidayakan dengan metode dasar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah perlakuan A (50 g), B (75 g), C (100 g) dan D (125 g). Rumput laut dipelihara didalam keranjang dan direndam di dasar tambak. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan bobot pada awal tanam berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan C. lentillifera dan hasil Specific Growth Rate (SGR) terbaik ditunjukan oleh perlakuan A (50 g) yaitu, 2.66±0.10 %/hari.Caulerpa lentillifera is one of green algae that have high antioxidant content. However, production of C. lentillifera is still depend on natural harvest. The aims of this study was to determine the effect of different initial weights on the growth of seaweed C. lentillifera and to find out the initial weight that gives the best growth during culture period with bottom methods. This study was conducted from March to April 2015 using experimental design by Completely Randomized Design with 4 treatments and 5 replications. The treatments tested were A (50 g), B (75 g), C (100 g) and D (125 g). Seaweed placed in a basket and immersed in to the pond bottom. The results showed that different innitial weight significantly affected the growth of the C. lentillifera and the best result of Relative growt rate was shown by treatment A (50 g) with average growth 2.66±0.10%/day.
STUDI PERBANDINGAN PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA STRAIN LARASATI, HITAM LOKAL DAN MERAH LOKAL YANG DIBUDIDAYAKAN DI TAMBAK Setiyadi, Nugroho; Basuki, Fajar; Suminto, -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.539 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemeliharaan beberapa strain ikan Nila yang dipelihara di tambak Tugu, Semarang. Variabel yang diamati meliputi nilai pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pemanfaatan pakan, feed convertion ratio (FCR) dan kelulushidupan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan nila larasati, nila merah lokal dan nila hitam lokal yang berukuran 3,43-3,84cm (D20-D30) dengan bobot berkisar antara 5,26-5,67g sebanyak 10 ekor/hapa. Perlakuan uji adalah A (Larasati), B (Hitam Lokal) dan C (Merah Lokal). Hasil penelitian ini menunjukan  nilai laju pertumbuhan spesifik perlakuan A merupakan yang terbaik (4,69±0,12%/hari) dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Perbedaan strain ikan nila juga memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap nilai efisiensi pemanfaatan pakan dan FCR. Nilai efisiensi pemanfaatan pakan tertinggi didapatkan pada perlakuan A (71,29±5,88%) dan nilai FCR yang lebih baik didapatkan pada perlakuan A (1,41±0,12) dan C (1,59±0,18). Nilai kelulushidupan baik pada perlakuan A, B maupun perlakuan C tidak berbeda nyata (P>0,05). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perbedaan strain ikan Nila yang dipelihara di tambak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pertumbuhan panjang mutlak, bobot mutlak, laju pertumbuhan relative, efisiensi pemanfaatan pakan, FCR akan tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kelulushidupan  ikan Nila. This research conducted to know the effects of different strain of tilapia (Oreochromis niloticus) in brackishwater pond at Tugu, Semarang. Variable observated are length growth, weight growth, specific growth ratio, feed efficiency, feed convertion ratio and survival rate. Method used complete randomized Subject of this research was the larvae of strain larasati, local red and local black sized 3.43-3.84cm (D20-D30). That were treatment A (10 fish/m2 density), treatment B (10 fish/m2 density), treatment C (10 fish/m2 density). The method implemented in the study is Complete Randomize Design with 3 treatments with 3 times repeat for each fish. The strain tilapia differences of the media in A (larasati), B (local red), C (local black). The result of its research showed value of spesific growth rate (4.69±0.12%/day) depend on other treatment. Different tilapia strain also given significant effect (P<0.05) to feed efficiency and FCR. Treatment A showed higest result of feed efficiency (71.29±5.88%). Treatment A and C showed better results of FCR (1.41±0.12 and 1.59±0.18).Survival rate of treatment A, B and C hasnt significant effect (P>0.05). The results showed difference tilapia strains give significant effect (P<0.05) to length growth, weight growth, spesific growth rate, feed efficiency and FCR but there’s no significant effect (P>0.05) to survival rate.
PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM FITASE PADA PAKAN BUATAN TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN, DAN PERTUMBUHAN IKAN KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis) Zulaeha, Siti; Rachmawati, Diana; Samidjan, Istiyanto
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.697 KB)

Abstract

Ikan kerapu bebek merupakan jenis ikan yang bernilai ekonomis tinggi, prospek pemasaran cukup baik karena diminati konsumen sebagai ikan konsumsi dan ikan hias. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam usaha budidaya ikan kerapu khususnya pakan. Pakan merupakan salah satu komponen penting budidaya ikan yang berperan terhadap pertumbuhan dan asupan nutrisi ikan. Penggunaan bahan baku pembuat pakan seperti bungkil kedelai sebagai sumber protein dari bahan nabati. Namun, bungkil kedelai ternyata mengandung asam fitat. Asam fitat yang terkandung dalam pakan dapat menghambat pertumbuhan. Asam fitat tidak dapat terhdirolisis dalam saluran pencernaan ikan oleh karena itu perlu ditambahkan enzim fitase guna memecah asam fitat menjadi inositol dan asam fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim fitase dan dosis optimal enzim fitase terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, dan pertumbuhan ikan kerapu (Cromileptes altivelis). Ikan uji yang digunakan selama penelitian adalah ikan kerapu bebek dengan bobot rata-rata 3±0,55 g/ekor-1 dan padat tebar 1 ekor/l-1. Metode yang digunakan yaitu metode ekperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan enzim fitase dengan dosis yang berbeda yaitu perlakuan A (tanpa enzim fitase), B (500 mg/kg pakan), C (1000 mg/kg pakan), dan D (1500 mg/kg pakan). Data yang diamati selama penelitian yaitu efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), rasio efisiensi protein (PER), laju pertumbuhan relatif (RGR), dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim fitase dalam pakan buatan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap EPP, PER, dan RGR, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terharap SR. Dosis optimum enzim fitase 986 mg/kg pakan dapat meningkatkan laju pertumbuhan relatif ikan kerapu bebek maksimal sebesar 2,24%, dan dosis optimum enzim fitase 950 mg/kg pakan mampu menghasilkan efisiensi pemanfaatan pakan maksimal 28,5%. Kualitas air pada media pemeliharaan masih berada pada kisaran yang layak untuk budidaya ikan kerapu bebek.       Cromileptes altivelis is one of high economic value fish, which is good in marketing prospects for demand by consumers as food and ornamental fish. One of aspects that need attention in the business of cultivating Cromileptes altivelis is the feed. Feed is an of important componend in aquaculture, it has a role in growth and nutrient intake of fish. Use of raw material feed such as soybean meal as a protein source of vegetable material . However, soybean meal turned out to contain phytase acid. Phytase acid contained in feed could inhibit growth. Phytase acid can’t be hydrolized in fish digestive therefore need to be added phytase enzyme to break down phytase acid into inositol and phospor acid. The study aim to determine influence of Phytase enzyme additon for artificial feed; and to know the the optimum level of artificial feed on the growth efficiency of Cromileptis altivelis fish. The material used in this reaserch was Cromileptus altivelis fish with average weight 3±0,55g/fish and the method used is complete randomized design test with 4 treatments and 3 replicates. The treatments were feeding dosage: A (without phytase enzyme), B (500 mg/feed), C (1000 mg/feed), and D (1500 mg/feed). Data that observed in research are Efficiency of Feed Utilization (EPP), Protein  Efficiency Ratio (PER), Relative Growth Rate (RGR), and Waters quality. The research showed that phytase enzyme addition in artificial feed very significantly (P <0,01) on the EPP, PER, and RGR, but not significant (P> 0,05) against to SR. The optimum dosage 986 mg/kg of feed can improve Cromileptes altivelis to producing maximum relative growth rate of 2,24%, and the optimum dose of the enzyme phytase 950 mg / kg feed capable to producing maximum feed utilization efficiency of 28,5%. The range of water quality was still on the decent range for culturing. 
PERENDAMAN BERBAGAI DOSIS EKSTRAK DAUN BAKAU (Rhizophora apiculata) UNTUK PENGOBATAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) YANG DIINFEKSI BAKTERI Vibrio harveyi Putri, Amanda Mega; Prayitno, Slamet Budi; Sarjito, -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.557 KB)

Abstract

Budidaya kepiting bakau (Scylla serrata) sering terkendala karena serangan penyakit bakterial Vibrio harveyi. Penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat menimbulkan resistensi dan mencemari lingkungan. Penggunaan bahan alami untuk pengobatan infeksi bakteri sedang digalakkan, salah satunya adalah ekstrak daun bakau (Rhizophora apiculata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman ekstrak daun bakau terhadap kelulushidupan, laju pertumbuhan spesifik, dan histopatologi hepatopankreas kepiting serta mengetahui dosis terbaik untuk mengobati kepiting yang diinfeksi bakteri V. harveyi. Kepiting bakau yang digunakan berjumlah 48 ekor dengan berat tubuh antara 40.11±2.53 gram, yang kemudian disuntik bakteri V. harveyi dengan kepadatan 106 CFU/ml secara intramuskular. Perendaman ekstrak daun bakau dilakukan 60 – 90 menit pasca penyuntikan setelah muncul gejala klinis seperti merenggangnya kaki renang dan kaki jalan, karapas menghitam, terdapat bintik putih, dan munculnya bercak merah. Perendaman ekstrak daun bakau berpengaruh sangat nyata (P<0.05) dan P(<0.01) terhadap kelulushidupan kepiting yang diinfeksi bakteri V. harveyi. Nilai rerata kelulushidupan tertinggi hingga terendah berturut-turut yaitu 100% (perlakuan D), 66.67% (perlakuan C), 58.33% (perlakuan B), dan 41.67% (perlakuan A). Sebaliknya, perendaman ekstrak daun bakau tidak memberikan pengaruh nyata (P>0.05) dan P(>0.01) terhadap pertumbuhan kepiting bakau. Hasil pengamatan histopatologi diperoleh adanya kerusakan berupa nekrosis dan vakuolisasi pada organ hepatopankreas. Pada penelitian ini, dosis 900 ppm merupakan dosis terbaik dalam mengobati kepiting bakau yang diinfeksi V. harveyi yang mampu memberikan efek penyembuhan terhadap kepiting bakau. Mud crab (Scylla serrata) culture often found obstacle due to bacterial infection Vibrio harveyi. Long-term use of antibiotics cause bacterial resistante and contaminated the environment. Natural ingredients has been for treatment of diseased crab, one of which was mangrove leaf extract (Rhizophora apiculata). This research was aimed to observe the effect of immersion mangrove leaf extract to the survival rate, specific growth rate, and histopathological picture of hepatopancreas mud crab and to know the best dose to treat mud crab that was infected by bacteria V. harveyi. Mud crab used in this research was 48 animals  with body weight between 40.11±2.53 grams, then injected by bacteria V. harveyi with a density of 106 CFU/ml intramuscularly. Dipping in mangrove leaf extract was conducted for 60 – 90 minutes after injection with the appearance of clinical signs such as wide apart swimming and walking legs, blackened carapace, white spots, and red spots. Dipping of mangrove leaf extract significantly effect (P<0.05) and P(<0.01) on the survival of mud crab that was infected by bacteria V. harveyi. The average value of highest to the lowest survival 100% (treatment D), 66.67% (treatment C), 58.33% (treatment B), and 41.67% (treatment A) respectively. The other way, the submersion with mangrove leaf extract showed not giving significant different (P>0.05) and P(>0.01) on growth of mud crab. Histopathological observations obtained were necrosis and vakuolisation in hepatopancreas organ. In this research, dose of 900 ppm give the best treatment to mud crab (S. serrata) were infected V. harveyi. Therefore, immersion mangrove (R. apiculata) leaf extract was able to provides a healing effect on mud crab infected bacteria V. harveyi.
PENGARUH BERBAGAI RASIO E/P PAKAN BERKADAR PROTEIN 30% TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN DAN PERTUMBUHAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) Pratama, Mahendra Adi; Subandiyono, -; Pinandoyo, -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.024 KB)

Abstract

Pakan yang baik adalah pakan yang mengandung nutrisi yang lengkap sesuai kebutuhan ikan dengan energi total yang mencukupi kebutuhan hidup ikan dan pertumbuhan ikan. Protein merupakan salah satu komponen nutrisi yang digunakan untuk sumber energi pertumbuhan. Pengaturan rasio energi protein sangat diperlukan agar dapat memaksimalkan peran protein dalam menunjang pertumbuhan benih ikan mas (Cyprinus carpio), sehingga protein tidak digunakan sebagai sumber utama energi dalam kegiatan metabolisme ikan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pada perbedaan rasio energi protein  dalam pakan terhadap pemanfaatan pakan dan pertumbuhan ikan mas (C. carpio). Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan.  Perlakuan yang diterapkan adalah perlakuan A, B, C, dan D (E/P 8,6 kkal/g Prot; 8,8 kkal/g Prot; 9,0 kkal/g Prot; dan 9,2 kkal/g Prot). Hewan uji yang digunakan adalah ikan mas (C. carpio) dengan padat penebaran 1 ekor/L air yang ditampung dalam toples, dengan masa pemeliharaan selama 35 hari. Kualitas air pada wadah pemeliharaan ikan mas dalam kondisi optimal,dengan sistem semi resirkulasi air tertutup. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan rasio energi/protein dalam pakan dengan protein 30% pada tiap perlakuan, memberikan perbedaan nyata (P<0,05) terhadap laju pertumbuhan relatif (RGR), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP) dan protein efisiensi rasio (PER) pada ikan mas (C. carpio).  Pada perlakuan D merupakan hasil terbaik dengan nilai RGR (3,13 ±0,17 %/hari), EPP (57,63±2,45 %), PER (1,92±0,08 %), TKP (28.40± 0.36 g) dan SR (95.83±0,72%).  Perbedaan rasio energi protein pada pakan buatan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, protein efisiensi rasio, dan laju pertumbuhan relatif pada benih ikan mas (C. carpio). A good feed contained complete nutrition according to the fish need with an adequate total energy for the fish growth. Protein was one of the nutrient component that used for the fish growth. Energy protein ratio was useful for maximize the role of protein in supporting the growth of the seed carp (Cyprinus carpio), so that the protein was not used as the main energy in the daily metabolism activity of fish. This research aim to assess the influence of by the difference in the energy protein ratio in  feed on the utilization of fodder and the growth of common carp (C. carpio)The research method is experimental method with completely randomized design (RAL), which consists of 4 treatments and 3 repetitions. The treatment used is treatment A, B, C, and D (E/P 8.6 Kcal/g Prot; 8.8 kcal/g Prot; 9.0 kcal/g Prot; and 9.2 kcal/g Prot). Animal tests used were carp (C. carpio) with a stocking density 1 fish /L of water is collected in a plastic tub, with a maintenance period of 35 days. The quality of water in the container maintenance of carp in optimal condition, with a closed water circulation system. The results showed that differences in protein energy ratio in the diet with 30% protein at each treatment, providie significant differences (P<0.05) on the relative growth rate (RGR), the efficiency of feed utilization (EPP), and protein efficiency ratio (PER) in carp (C. carpio). In the treatment D is the best result with the value of RGR (3.13 ± 0.17%/day), EPP (57.63 ± 2.45%), PER (1.92 ± 0.08%), TKP (28.40 ± 0.36 g ) and SR (95.83 ± 0.72%). The difference in energy protein ratio on artificial feed provides real impact (P<0,05) against utilization efficiency of feed, protein efficiency ratio, and growth rate relative to the seed carp (C. carpio).

Page 2 of 3 | Total Record : 22