cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Aquaculture Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Journal of Aquaculture Management and Technology diterbitkan oleh Program studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Undip. JAMTech menerima artikel-artikel yang berhubungan dengan akuakultur, nutrisi pakan ikan, parasit dan penyakit ikan, produksi budidaya, dll.
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
PENGARUH KEPADATAN BERBEDA MENGGUNAKAN rGH PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Sibarani, Dian Afdelima; Susilowati, Titik; Yuniarti, Tristiana
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.583 KB)

Abstract

Kepadatan merupakan hal yang penting dalam usaha pendederan karena akan mempengaruhi oksigen terlarut dan ammonia. Pemberian rGH dengan metode oral atau melalui pakan terbukti dapat mempercepat pertumbuhan ikan dikarenakan rGH yang tercampur dalam pakan dapat lebih mudah masuk kedalam tubuh ikan. Fungsi dari rGH adalah sebagai pengatur pertumbuhan, reproduksi, system imun, tekanan osmosis pada ikan teleostei, dan  pengatur metabolism. Pemanfaatan sistem resirkulasi dapat menciptakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan ikan. Hal tersebut dapat menghasilkan tingkat produktivitas yang tinggi dalam wadah budidaya dengan mortalitas yang rendah dan tingkat kelulushidupan yang tinggi. Sistem resirkulasi merupakan wadah pemeliharaan ikan yang menggunakan system perputaran air yaitu air mengalir dari satu wadah ke wadah yang lain melalui filter yang berguna untuk menjaga kualias air. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila yang menggunakan rGH dengan kepadatan berbeda pada sistem resirkulasi dan untuk mengetahui kepadatan yang dapat memberikan pertumbuhan dan kelulushidupan terbaik. Penelitian ini dilakukan di Balai Benih Ikan Siwarak, Ungaran, Kab. Semarang. Penelitian dilakukan selama 63 hari dari bulan November 2014 – Januari 2015. Wadah yang digunakan berupa akuarium ukuran (50x30x30) cm3 sebanyak 12 buah yang diisi air sebanyak 20 liter dan dialiri air dari ember yang sudah diisi dengan filter bioball. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan padat penebaran 20, 40, 60 dan 80 ekor/wadah, dimana masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Jenis pakan bubuk berupa pakan komersial diberikan secara at satiation. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah padat penebaran tidak berbeda nyata terhadap kelulushidupan, namun memberikan perbedaan yang nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak dan perbedaan yang sangat nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik. Kepadatan yang dapat memberikan pertumbuhan dan kelulushidupan terbaik terdapat pada padat penebaran sebanyak 20 ekor/wadah, dimana dengan nilai Pertumbuhan Panjang Mutlak adalah 9,08±0,43, nilai SGR 9,07 %/hari, nilai FCR 1,18±0,00, dan PER 3.33±0.10, nilai kelulushidupan terbaik adalah perlakuan A (padat penebaran 20 ekor/wadah) yang sama besarnya dengan perlakuan B (padat penebaran 40 ekor/wadah) yaitu sebesar 96,67 %. Density is important factor in breeding method because it will affected to dissolved oxygen and ammonia level. Giving rGH with oral method or adding into feed  has been proven to increasing the growth of Tilapia because rGH which adding into feed can enter to fish body easily. Function of rGH as growth, reproduction, immune system, osmotic pressure in teleost fishes and metabolism system controlling. Using recirculating system can creating an optimal environment for fish’s growth. If that will happen, can produce a high productivity in culture pond with low mortality and high survival rate. Reciculating system is fish culture tank that using water circulating then flowing tank to tank through a filter which function is maintaining of water quality. This research was aimed to find out the effect of different rearing density that using  rGH to growth and survival rate of Tilapia larvae in recirculating system and knows the best density for increasing growth and survival rate. This research was conducted in 63 days from November 2014 to January  2015 at Balai Benih Ikan Siwarak, Ungaran, Kab. Semarang. The fish culture tank is an aquarium size of 50x30x30cm, total amount 12, each aquarium filled water 20 liters and flowing water from bucket that filled with bioball filter. This research used Completely Randomised Design with five treatment (stock density 20, 40, 60 and 80 fish/tank) and three replication. Feed type is a powder commercial feed with using feeding method at satiation. The results is different rearing density not significantly different for survival rate, but significantly different for relative growth rate (RGR) and very significantly different for Specific Growth Rate (SGR). Stocking density that giving the best growth and survival rate is 20 fish/tank (treatment A) with RGR 9,08 ± 0,43, SGR 9,07%/day, FCR is 1,18±0,00 and PER 3,33±0,10, the best survival rate in treatment A (20 fish/tank) and treatment B (40 fish/tank) is 96,67%.
ANALISA USAHA KEGIATAN BUDIDAYA MINAPADIPADA KELOMPOK MINA MAKMUR DAN KELOMPOK MINA MURAKABIDI KABUPATEN SLEMAN Sauqie, Mar’I; Elfitasari, Tita; Rejeki, Sri
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.754 KB)

Abstract

Minapadi adalah budidaya pertanian dan perikanan secara terpadu bertujuan untuk meningkatkan pendapaatan, hasil, kesuburan tanah pertanian. Analisa usaha yakni suatu cara untuk mengetahui untung atau rugi dari suatu usaha. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 29 Maret 2016 – 16 April 2016.Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek teknis budidaya, aspek pemasaran dan aspek financial. Hasil yang didapat dari penelitian adalah Aspek sistem budidaya minapadi kelompok tani Mina Makmur dan Mina Murakabi sudah sangat bagus seperti pengeringan lahan persawahan, pembalikkan tanah persawahan, pemberian pupuk. Kelompok Mina Makmur memiliki pendapatan berkisar anatara Rp. 2.379.5790 – Rp 30.997.211. Nilai NPV berkisar antara Rp. 963.659 – Rp. 171.320.899, IRR berkisar antara 10% - 20%, B/C Ratio berkisar antara 0,77 – 3,77 dan Payback Periode berkisar antara 0.54 – 0,73. Kelompok Mina Murakabi memiliki pendapatan berkisar antara Rp. 2.438.000 – Rp. 35.720.000. Nilai NPV berkisar antara Rp. 9.329.379 – Rp. 112.492.353. B/C Ratio berkisar antara 1.35 – 1.98 dan  Payback Periode berkisar antara 0,52 – 0,63. Dapat dikatakan kegiatan budidaya minapadi pada Mina Makmur dan Mina Murakabisangat menguntungkan dan layak untuk diteruskan. Potensi yang dimiliki oleh Mina Makmur memiliki hasil yang baik. Aspek teknis meliputi pemilihan lokasi, persiapan lahan, pemeliharaan kultivan budidaya, pemanenan, dan pemasaran tergolong baik.Rice – fish “MINAPADI” polyculture is an integrated systems between agriculture and aquaculture to increase production, revenue and fertilisation of land. The research was held 29rd March 2016 untill 16th April 2016.  held at Business analysis is one of the method to analyse profit or loss.The purpose of this research is to observe the technological aspects, marketing aspects and financial aspect of fish farmers at Mina Makmur and Mina Murakabi.Result shows that technological aspects of minapadi system at Mina Makmurinclude draining the rice fields, the rice field soil reversal, fertilizer. Mina Makmur had revenues ranging from Rp. 2.379.5790 - Rp 30,997,211. NPV ranging between Rp. 963 659 - Rp. 171 320 899, IRR ranging from 10% - 20%, B / C ratio ranged from 0.77 to 3.77 and Payback period ranges between 0:54 - 0.73. Mina Murakabi have revenues ranging between Rp. 2.438 million - Rp. 35.72 million. NPV ranging between Rp. 9,329,379 - Rp. 112 492 353. B / C ratio ranged from 1:35 - Payback Period 1.98 and ranged from 0.52 to 0.63. Farming activities can be concluded that Mina Makmur and Mina Murakabi very profitable and feasible to be expanded. The potential Mina Makmur had good results. The technical aspects include site selection, land preparation, cultivation maintenance, harvesting, and marketing are good. Rice – fish “MINAPADI” polyculture is an integrated systems between agriculture and aquaculture to increase production, revenue and fertilisation of land. The research was held 29rd March 2016 untill 16th April 2016.  held at Business analysis is one of the method to analyse profit or loss.The purpose of this research is to observe the technological aspects, marketing aspects and financial aspect of fish farmers at Mina Makmur and Mina Murakabi.Result shows that technological aspects of minapadi system at Mina Makmurinclude draining the rice fields, the rice field soil reversal, fertilizer. Mina Makmur had revenues ranging from Rp. 2.379.5790 - Rp 30,997,211. NPV ranging between Rp. 963 659 - Rp. 171 320 899, IRR ranging from 10% - 20%, B / C ratio ranged from 0.77 to 3.77 and Payback period ranges between 0:54 - 0.73. Mina Murakabi have revenues ranging between Rp. 2.438 million - Rp. 35.72 million. NPV ranging between Rp. 9,329,379 - Rp. 112 492 353. B / C ratio ranged from 1:35 - Payback Period 1.98 and ranged from 0.52 to 0.63. Farming activities can be concluded that Mina Makmur and Mina Murakabi very profitable and feasible to be expanded. The potential Mina Makmur had good results. The technical aspects include site selection, land preparation, cultivation maintenance, harvesting, and marketing are good.
PENGARUH PEMBERIAN REKOMBINAN HORMON PERTUMBUHAN (rGH) MELALUI METODE ORAL DENGAN INTERVAL WAKTU YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN LELE var SANGKURIANG (Clarias gariepinus Burchell, 1822) Kertapati, Panji Inu; Basuki, Fajar; Yuniarti, Tristiana
Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 3. No 2 (2014): Journal of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.593 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektifitas penambahan rGH pada pakan terhadap laju pertumbuhan dan kelulushidupan ikan lele sangkuriang dan mengetahui interval waktu yang optimal pemberian rGH terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan lele sangkuriang. Penelitian ini dilaksanakan di Satker PBIAT Ngrajek, Magelang, pada bulan Agustus-November 2013. Ikan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah larva ikan lele sangkuriang yang kuning telurnya telah habis dan sudah dapat mencerna pakan buatan.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu pemberian rGH dengan dosis 2 mg pada pakan dengan interval waktu yang berbeda (A), kontrol (B), 3 hari (C),4 hari (D)5 hari. rGH yang digunakan berasal dari ikan kerapu kertang (ElrGH). Hasil pengamatan pertumbuhan bobot spesifik didapat nilai pada perlakuan A sebesar 5,6±0,15, B sebesar 6,95±0,04, C sebesar 6,65±0,21, D sebesar 6,51±0,09. Pada pengukuran panjang mutlak didapat hasil pada perlakuan A sebesar 4,04±0,13, B sebesar 5,81±0,11, C sebesar 5,42±0,04, dan D 5,02±0,17. Nilai konversi pakan pada perlakuan A 1,2±0,06, B 0,5±0,03, C 0,63±0,04, D 0,77±0,07. SR yang didapat selama pemeliharaan pada perlakuan A 72,67±2,31, B 89,00±2,00, C 82,00±4,58, D 75,67±3,06. Hasil dari analisis ragam pada pertumbuhan bobot spesifik, panjang mutlak, FCR, dan SR menunjukan pemberian rGH dengan interval waktu yang berbeda mempunyai hasil yang berbeda sangat nyata (P<0,01) dibandingkan dengan kontrol. Pemberian rGH dapat meningkatkan pertumbuhan bobot spesifik sebesar 24,1%, panjang mutlak 43,8%, kelulushidupan 22,47% sedangkan, pemberian rGH  dapat menurunkan nilai FCR sebesar 58,3% terhadap kontrol. The purpose of this research were measure of effect on the effectiveness adding rGH feed on growth rate and survival rate sangkuriang catfish and determine the optimal time interval rGH administration on the growth and survival of sangkuriang catfish. This research took place in Ngrajek Freshwater Fish Hatchery and Aquaculture Unit, Magelang, from August-November 2013. The fish samples used in this study was that sangkuriang catfish larvae yolk has been exhausted and it can digest artificial feed. This research applied 4 treatments and 3 replications were with 2 mg’s rGH dose add to pellet with different interval of time (A) control, (B) 3 days, (C), 4 days, and then (D) 5 days. The  rGH used from giant grouper fish (rElGH).  The value of threatment A weight specific growth rate 5,6±0,15, B 6,95±0,04, C 6,65±0,21, and D 6,51±0,09. In absolute length measurement results obtained in the treatment of A 4,04±0,13, B of 5,81±0,11, 5,42±0,4 for C, and D 5,2±0,17. Feed conversion value in treatment A 1,2±0,06, B 0,5±0,03, C 0,63±0,04, D 0,77±0,07. SR obtained during the maintenance treatment A 72,67±2,31, B 89,00±2,00, C 82,00±4,58, D 75,67±3,06. Results of analysis of variance on SGR growth, the absolute length, FCR, and SR showed rGH administration with different time intervals have different results highly significant (P <0.01) compared with controls. Giving spesific weigth rGH can increase by 24,1%, 43,8% absolute length, 22,47% survival rate. In countrary, it can reduce the FCR 58,3% of control.
PENGARUH SALINITAS TERHADAP EFEK INFEKSI Vibrio harveyi PADA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) Utami, Wiji; Sarjito, -; Desrina, -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.482 KB)

Abstract

Penerapan manajemen kualitas lingkungan merupakan langkah yang dapat ditempuh untuk mencegah penyebaran penyakit. Salah satu faktor lingkungan yang berperan penting adalah salinitas media budidaya. Pengaturan salinitas diharapkan mampu menjadi alternatif untuk meminimalisir infeksi Vibrio harveyi pada udang vaname. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh salinitas terhadap infeksi udang vaname (L. vannamei) yang diinfeksi V. harveyi serta mengetahui salinitas optimum yang dapat meminimalisir  infeksi V. harveyi pada udang vaname (L. vannamei). Uji pengaruh salinitas dilakukan dengan menginjeksikan bakteri V. harveyi sebanyak 0,1 mL dengan dosis 2 × 106 CFU/mL secara intramuscular dibagian abdominal kedua. Udang kontrol disuntik Phosphat Buffer Saline (PBS) pH 7.4 dengan volume sama. Udang  dipelihara selama 2 minggu didalam akuarium (vol air 24 L) yang dilengkapi dengan aerator menggunakan 5 perlakuan salinitas yaitu salinitas 15 ppt, 20 ppt, 25 ppt dan 30 ppt. dan 30 ppt (kontrol). Parameter utama yang diamati adalah jumlah ikan yang mati, gejala klinis total bakteri, histopatologi serta kualitas air.  Berdasarkan data parameter pengamatan  salinitas berpengaruh sangat nyata (P<0.05) dan (P<0.01) terhadap efek infeksi bakteri V. harveyi pada udang vaname (L. vannamei). Gejala klinis udang sakit yaitu nafsu makan berkurang, berenang miring dan lemah, mendekati gelembung udara, kaki renang, telson dan uropod kemerahan, nekrosis serta melanisasi pada segmen tubuh. Nilai kelulushidupan udang vaname yang diinfeksi V. harveyi tertinggi yaitu 70.83 % (Perlakuan D). Kelimpahan bakteri udang vaname pasca infeksi perlakuan D (1.86 × 104 CFU/mL), C (2.03 × 105 CFU/mL), B (2.55 × 107 CFU/mL) dan A (3.2 × 109 CFU/mL). Pengamatan histopatologi pada jaringan hepatopankreas udang yang diinfeksi V. harveyi terdapat nekrosis pada sel epitel tubula dan perbedaan jumlah sel B.  Implementation of environmental quality management is a step that can be taken to prevent the spread of disease. One environmental factor that is important is the cultivation medium salinity . Setting the salinity is expected to be an alternative to minimize infection of Vibrio harveyi in whiteleg shrimp. This study aims to determine the effect of salinity on infection whiteleg shrimp ( L. vannamei ) were infected with V. harveyi and determine the optimum salinity which can minimize infection V. harveyi in whiteleg shrimp ( L. vannamei ) . Test the effect of salinity is done by injecting the bacterium V. harveyi as much as a 0.1 mL dose of 2 × 106 CFU / mL intramuscularly second abdominal section . Injected control shrimp Phosphate Buffer Saline ( PBS ) pH 7.4 with the same volume . Shrimp maintained for 2 weeks in the aquarium (water vol 24 L) equipped with an aerator using 5 treatments salinity is 15 ppt salinity, 20 ppt, 25 ppt and 30 ppt. and 30 ppt (control). The main parameters measured were the number of dead fish, total clinical symptoms of bacterial, histopathological and water quality. Based on observations of salinity parameter data was highly significant (P <0.05) and (P <0.01) in the effects of bacterial infection V. harveyi in whiteleg shrimp (L. vannamei). Clinical symptoms are pain shrimp decreased appetite, swim tilt and weak, approaching air bubbles, swimming legs, telson and uropod redness, necrosis and melanisasi the body segments. Value whiteleg shrimp infected shrimp survival V. harveyi high of 70.83% (treatment D). whiteleg shrimp bacterial abundance of shrimp post-infection treatment D (1,86 × 104 CFU / mL), C (2,03 × 105 CFU / mL), B (2,55 × 107 CFU / mL) and A (3,2 × 109 CFU / mL). Histopathological observation on the network infected shrimp hepatopancreas V. harveyi are necrosis of tubule epithelial cells and differences in the number of B cells.
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH TAWES (Puntius javanicus) Hanief, Muhammad Ahda Rifqi; Subandiyono, -; Pinandoyo, -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.309 KB)

Abstract

Manajemen pemberian pakan adalah suatu usaha untuk memaksimalkan pemanfaatan pakan untuk pertumbuhan. Salah satu metode yang diterapkan dalam manajemen pemberian pakan adalah dengan memberikan pakan pada waktu yang tepat saat dibutuhkan.  Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh frekuensi pemberian pakan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih tawes. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Desain penelitian ini adalah rancangan acak lengkap menggunakan 4 perlakuan dengan 3 pengulangan.  Perlakuannya adalah pemberian frekuensi pakan masing-masing 1(A),  2(B), 3(C) dan 4(D) kali sehari dengan metode pemberian pakan at satiation. Hasil dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa frekuensi pemberian pakan berpengaruh nyata terhadap tingkat konsumsi pakan, laju pertumbuhan relatif individu serta laju pertumbuhan panjang tubuh relatif benih tawes, namun tidak memberikan pengaruh nyata pada kelulushidupan, rasio konversi pakan dan rasio efisiensi protein. Frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari menghasilkan nilai terbaik pada laju pertumbuhan bobot (6,26-6,38% per hari) dan laju pertumbuhan panjang tubuh (1,04-1,06% per hari).  Nilai rasio konversi pakan berkisar 1,89-2,08; rasio efisiensi protein 96,55-133,07% dan nilai kelulushidupan berkisar 66,16-85%.  Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian pakan tiga sampai empat kali sehari dapat meningkatkan pertumbuhan bagi benih tawes. Feeding management was an effort to optimize the function of feed given for growth.  One of the method that could be applied was by fed the fish feed just the time as it was required.  The purpose of this study was to find the effect of feeding frequencies on the growth and survival rate of java barb juveniles.  This study was an experimental laboratory method.  The design of the experiment was completely randomized design with 4 treatments and 3 replicates. The treatments were feeding frequency 1(A), 2(B), 3(C) and 4(D) time a day with at satiation method.  This study showed that various feeding frequencies significantly affected on the feed consumption, relative growth rate, and relative body length of the trial fish but not significantly affected on the survival rate, feed conversion ratio, and protein efficiency ratio.  Feeding frequencies of 3 and 4 times a day resulted the best values on relative growth rate (i.e 6,29-6,38% per day) and relative body length (i.e 1,04-1,06% per day) of  the fish. The values of feed conversion, protein efficiency ratio, and survival rate were variated beetwen 1,89-2,08; 96,55-133,07%; and 66,16-85%. It was concluded that feeding frequencies 3 to 4 times a day could increased the growth of the java barb juveniles.
PERFORMA PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN NILA GIFT (Oreochromis niloticus) YANG DIBERI JUMLAH PAKAN YANG BERBEDA Karimah, Ulfatul; Samidjan, Istyanto; Pinandoyo, - -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.888 KB)

Abstract

Keberhasilan budidaya sangat ditentukan beberapa aspek, salah satunya adalah jumlah pakan.Pakan yang memiliki nilai nutrisi yang baik akan memberikan pertumbuhan yang baik bagi ikan nila gift. Pemberian jumlah pakan yang tepat merupakan suatu usaha untuk mencapai keberhasilan pertumbuhan ikan nila gift. Pemberian jumlah pakan yang kurang tepat mengakibatkan penurunan kualitas air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji peforma pemberian jumlah pakan yang berbeda terhadap ikan nila gift (O. Niloticus) terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan nila gift.Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan nila gift (O. niloticus) dengan bobot rata-rata 3,69±0,55g/ekor dan padat tebar 30 ekor/m3. Penelitian ini menggunakan metode deskrptif dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini: A (150,44 g), B (175,42), C (200,48) dan D (225,38). Data yang diamati meliputi EPP, PER,RGR, SR dan kualitas air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jumlah pakan yang berbeda berpengaruh terhadap  EPP, PER,RGR, SR. Nilai EPP terbaik yaitu pada perlakuan D 81,35±0,63%. Nilai PER terbaik yaitu pada perlakuan D 2,18±0,02%. Nilai RGR terbaik yaitu perlakuan D 3,72±0,07%/hari. SR terbaik yaitu pada perlakuan D 96,67 %,. Kualitas air pada media pemeliharaan berada pada kisaran yang sesuai untuk budidaya ikan nila gift.The success of cultivation is determined some aspects, one of which is the amount of feed. Feed that has good nutritional value will provide good growth for the tilapia gift. Giving the right amount of feed is an effort to achieve the successful growth of tilapia gift. Incorrect feeding resulted in decreased water quality. The purpose of this study is to examine the performance of different feeding amounts to the indigo tilapia (O. Niloticus) to growth and survival of tilapia gift fish. The test fish used are Tilapia fish gift (O. niloticus) with average weight 3,69 ± 0,55g / tail and stocking stock 30 / m3. This research used the descriptive method with 4 treatments and 3 replications. The treatments in this study were: A (150,44 g), B (175,42), C (200,48) and D (225,38). Observed data include EPP, PER, RGR, SR and water quality. The result of the research shows that the different feeding level has the influence to EPP, PER, RGR, SR. The best value of EPP is on treatment D 81,35 ± 0,63%. The best PER value is at treatment D 2.18 ± 0.02%. The best RGR value is treatment D 3.72 ± 0.07% / day. The best SR is at treatment D 96,67%. Water quality on maintenance media is in the appropriate range for indigo tilapia gift.PERFORMA PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN NILA GIFT (Oreochromis niloticus) YANG DIBERI JUMLAH PAKAN YANG BERBEDA
PERFORMA PERTUMBUHAN, KELULUSHIDUPAN, DAN KANDUNGAN NUTRISI LARVA UDANG VANAMEI (Litopenaeus vannamei) MELALUI PEMBERIAN PAKAN ARTEMIA PRODUK LOKAL YANG DIPERKAYA DENGAN SEL DIATOM Purba, Christine Yolanda
Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 1, No 1 (2012): Journal Of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.059 KB)

Abstract

Pembenihan udang vanamei (Litopenaeus vannamei) tidak terlepas dari pakan alami. Pakan alami yang berkualitas menghasilkan benih yang berkualitas, dalam hal ini artemia produk lokal yang diperkaya dengan sel diatom. Sel diatom mengandung nutrisi dalam memenuhi kandungan nutrisi artemia produk lokal sebagai pakan alami larva udang vanamei. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan kelulushidupan larva udang vanamei stadia PL1 – PL10 melalui pemberian pakan artemia produk lokal yang diperkaya dengan sel diatom dan artemia produk lokal yang tidak diperkaya dengan sel diatom serta mempelajari dampak pemberian pakan artemia produk lokal yang diperkaya dengan sel diatom dan artemia produk lokal yang tidak diperkaya dengan sel diatom terhadap kandungan nutrisi larva udang vanamei stadia PL1 – PL10. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan 2 perlakuan dan 6 ulangan. Materi yang digunakan adalah larva udang vanamei (Litopenaeus vannamei) stadia PL1 – PL10. Larva udang vanamei dipelihara dengan kepadatan 75 ekor/l di dalam wadah uji berupa ember dengan volume air 5 l. Perlakuan A dan B yang diterapkan adalah pakan artemia produk lokal yang diperkaya dengan sel diatom dan artemia produk lokal yang tidak diperkaya dengan sel diatom. Kista artemia produk lokal didapatkan dari tambak garam yang diproduksi di daerah Lasem-Rembang. Dosis pengkayaan dengan sel diatom adalah 105 sel/individu/hari. Pemberian pakan larva udang berupa artemia produk lokal dilakukan setiap hari dengan frekuensi pemberian pakan 4 kali sehari pada pagi, siang, sore dan malam hari (06.00, 12.00, 18.00, 24.00 WIB) untuk PL1 – PL4, dan frekuensi pemberian pakan 5 kali sehari (04.00, 08.00, 13.00, 18.00, 23.00 WIB) untuk PL5 – PL10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan performa pertumbuhan larva udang vanamei dengan pemberian pakan artemia produk lokal yang diperkaya dengan sel diatom (thitung > ttabel 5%, P<0,05), tetapi tidak terjadi perbedaan terhadap performa kelulushidupan. Kandungan nutrisi yang lebih baik didapatkan pada perlakuan B yaitu larva udang vanamei dengan pemberian pakan artemia produk lokal yang diperkaya dengan sel diatom.  
PENGARUH KOMBINASI OMEGA-3 DAN KLOROFIL DALAM PAKAN TERHADAP FEKUNDITAS, DERAJAT PENETASAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio, L) Firmantin, Irfana Tiya; Soedaryono, Agung; Nugroho, Ristiawan Agung
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.22 KB)

Abstract

Rendahnya derajat penetasan telur ikan mas merupakan permasalahan serius yang dihadapi pada kegiatan budidaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kualitas benih ikan mas yaitu dengan meningkatkan kualitas nutrisi pakan induk. Unsur nutrien yang harus ada dalam pakan induk ikan antara lain asam lemak esensial dan vitamin E yang dibutuhkan untuk dapat meningkatkan kualitas reproduksi induk. Penelitian ini mengkombinasikan suplemen pakan yaitu omega-3 dan klorofil dengan menambahkannya pada pakan induk ikan mas. Kombinasi bahan tersebut diharapkan meningkatkan fekunditas, derajat penetasan, dan kelulushidupan benih ikan mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi omega-3 dan klorofil ke dalam pakan induk terhadap fekunditas, derajat penetasan, dan kelulushidupan benih ikan mas. Perlakuan uji adalah A (tanpa kombinasi omega-3 dan klorofil ke dalam pakan), B (kombinasi 5 mL omega-3 dan 5 mL klorofil/kg pakan), C (kombinasi 3,5 mL omega-3 dan 6,5 mL klorofil/kg pakan) dan D (kombinasi 6,5  mL omega-3 dan 3,5 mL klorofil/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi omega-3 dan klorofil berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai fekunditas, derajat penetasan dan kelulushidupan. Nilai fekunditas dan derajat penetasan pada perlakuan B, C dan D tidak berbeda nyata (P>0,05), akan tetapi berbeda nyata (P<0,05) terhadap perlakuan A. Nilai kelulushidupan pada perlakuan D berbeda nyata (P<0,05) terhadap perlakuan A, B dan C. Perlakuan D menunjukkan nilai kelulushidupan yang tertinggi. Kombinasi 6,5 mL omega-3 dan 3,5 mL klorofil/kg pakan merupakan kombinasi yang paling disarankan untuk dapat meningkatkan fekunditas, derajat penetasan dan kelulushidupan ikan mas (C. carpio L). The low hatching rate of eggs in the common carp is a serious problem faced in fish culture. One of the efforts to improve and optimize the seed quality of common carp was by increasing the feed nutrition quality for the broodstock. The nutriens such as vitamin E and essential fatty acids are required for increasing the quality of broodstock reproduction. The research was design to combine omega-3 and chlorophyl as feed supplements in diets for common carp broodstock. This combination was expected to improve fecundity, hatching rate and survival rate common carp seeds. The research was aimed to know influence of combination omega-3 and chlorophyll in feed diets on fecundity, hatching rate and survival rate of common carp seeds. Those treatments were A (without combination of omega-3 and chlorophyl), B (combination of 5 mL omega-3 and 5 mL chlorophyl/kg feed diets), C (combination of 3.5 mL omega-3 and 6.5 mL chlorophyl/kg feed diets) and D (combination of 6.5 mL omega-3 and 3.5 mL chlorophyl/kg feed diets). The result revealed that combination omega-3 and chlorophyl affected significantly (P<0,05) on the fecundity, hatching rate and survival rate. The fecundity and hatching rate values of the treatments of B, C and D did not significantly affect (P>0,05) but significantly affected (P<0,05) on the treatment A. The survival rate values of the treatment D significant different effect (P>0,05) with treatments A, B and C. Treatment D performed the best survival rate. Base on the results suggested that the combination of combination of 6.5 mL omega-3 and 3.5 mL chlorophyl/kg feed diets could to increase fecundity,hatching rate and survival rate of common carp larvae.
PENGARUH PERBEDAAN DOSIS MADU DALAM PAKAN YANG MENGANDUNG rGH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN RASIO JENIS KELAMIN PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Nuha, Ulin; Susilowati, Titik; Yuniarti, Tristiana
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.911 KB)

Abstract

Kebutuhan akan benih ikan nila juga tinggi untuk memenuhi target produksi. Beberapa cara telah dilakukan untuk menghasilkan ikan monoseks jantan, seperti penggunaan hormon 17α-metiltestosteron Akan tetapi, semakin sulit dan terbatasnya ketersediaan hormon tersebut, maka diperlukan bahan lain yang lebih mudah didapat dan lebih efisien dalam pemanfaatannya. Selain itu, diperlukan alternatif metode sex reversal yang lebih efektif dan efisien secara alami untuk menghasilkan benih ikan nila yang berkualitas. Cara untuk mendapatkan ikan jantan lebih banyak dapat dilakukan dengan metode sex reversal. Monoseks jantan dapat dilakukan melalui pemberian suplemen madu lebah hutan. Rekombinan hormone pertumbuhan (rGH) berfungsi mengatur pertumbuhan tubuh, reproduksi, sistem imun dan mengatur tekanan osmosis pada ikan teleostei. Pentingnya peneltian tentang jantanisasi menggunakan madu dalam pakan yang diberi rGH dalam upaya mendapatkan benih yang unggul, pertumbuhan cepat dan menghasilkan monoseks jantan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dosis madu terhadap pakan yang mengandung rGH terhadap pertumbuhan dan rasio jenis kelamin pada ikan nila dan dan mengetahui dosis madu terbaik dalam pakan yang mengandung rGH. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan nila larasati (Oreochromis niloticus) dengan bobot rata-rata 0,4 g/ekor dan panjang rata-rata 1,2 cm dengan padat tebar 80 ekor/wadah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini: perlakuan A (dosis madu 0 ml/Kg pakan), B (dosis madu 25 ml/Kg pakan), C (dosis madu 50 ml/Kg pakan) dan D (dosis madu 75 ml/Kg pakan). Data yang diamati meliputi spesifik growth rate (SGR), food convertion ratio (FCR), total konsumsi pakan (TKP), survival rate (SR), presentase kelamin jantan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan dosis madu dalam pakan yang mengandung rGH terhadap pertumbuhan dan rasio jenis kelamin pada ikan nila (O. niloticus) memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap SGR, FCR dan  presentase kelamin jantan. Dosis terbaik perlakuan D mampu menghasilkan SGR, FCR masing-masing sebesar 9,81%/hari dan 1,75gram presantase kelamin jantan terbaik sebesar 81,11%. The need for tilapia fish too high to meet production targets. Several ways have been made to produce a male monosex fish, such as the use of hormone 17α-methyltestosterone, however, the more difficult and limited availability of these hormones, then needed another material that is easier to get and more efficient utilization. In addition, the necessary alternative methods of monosex more effective and efficient naturally to produce high quality tilapia fish. How to get more male fish to do with sex reversal method. Male monosex can be done through the forest bee honey supplementation in the feed which refers to the process of reproduction. Recombinant growth hormone (RGH) regulates body growth, reproduction, immune system and regulate the osmotic pressure on the fish Teleostei. The importance of other research about the use of honey in the feed masculinization by rGH in effort to obtain a superior seeds, rapid growth and generate monosex males. The purpose of this research is to know the effect of a dose of honey to feed containing rGH on growth and sex ratio on tilapia and honey and determine best dosage in feed containing rGH. Test fish used is larasati tilapia fish (Oreochromis niloticus) with an average weight of 0.4 g / head and an average length of 1.2 cm with a stocking density of 80 fishes / container. This research used experimental method to completely randomized design 4 treatments and 3 repetitions. The treatment in this study: treatment A (dose of honey 0 ml / kg of feed), B (dose of honey 25 ml / kg of feed), C (dose of honey 50 ml / kg of feed) and D (at a dose of honey 75 ml / kg of feed). Data observed specific growth rate (SGR), food convertion ratio (FCR), total feed consumption (TKP), survival rate (SR), the percentage of male and water quality. The results showed that the dose differences in feed containing honey RGH on growth and sex ratio in tilapia (O. niloticus) provides highly significant effect (P <0.01) on the SGR, FCR and percentage of male sex. Best dose treatment D is able to produce SGR, FCR respectively of 9.81%/day and 1.75gram presantase best male sex by 81.11%.
PENGARUH KANDUNGAN LEMAK DAN ENERGI YANG BERBEDA DALAM PAKAN TERHADAP PEMANFAATAN PAKAN DAN PERTUMBUHAN PATIN (Pangasius pangasius) Munisa, Qorina; Subandiyono, -; Pinandoyo, -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.82 KB)

Abstract

Pakan merupakan faktor terpenting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan dalam kegiatan budidaya ikan, didalam pakan harus mengandung nutrisi yang lengkap. Penggunaan lemak dalam pakan sangat penting dalam menunjang pertumbuhan, karena lemak merupakan sumber energi yang memiliki nilai cukup tinggi dibanding protein dan karbohidrat. Pengunaan lemak sebagai “Protein sparing effect” yaitu pengganti protein sebagai sumber energi, sehingga penggunaan energi yang berasal dari protein dapat digunakan untuk menunjang pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kandungan lemak dan energi yang berbeda dalam pakan terhadap pemanfaatan pakan dan pertumbuhan patin (P. pangasius).Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan.  Perlakuan yang diterapkan adalah perbedaan kandungan lemak dan energi antara lain pada perlakuan A (8%, 281,98 kkal); B (9%, 286,74 kkal); C (10%, 289,45 kkal); dan D (11%, 296,21 kkal). Ikan uji yang digunakan adalah patin (Pangasius pangasius) yang berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah. Ikan uji yang digunakan dengan bobot rata-rata 6,48±0,68 g/ekor, dengan padat tebar 1 ekor/liter. Pakan diberikan 3 kali dalam sehari yaitu pada sekitar pukul 08.00 WIB, pukul 12.00 WIB, dan pukul 16.00 WIB. Pemberian pakan diberikan secara at satiation.Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan lemak dan energi yang berbeda dalam pakan buatan, memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap EPP, PER, dan RGR pada patin (P. pangasius), sedangkan pada variabel TKP dan SR tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05). Perlakuan D diperoleh hasil tertinggi dengan nilai TKP (25,27±0,06g), EPP (54,62±0,93%), PER (1,82±0,03%), RGR (0,75±0,02%/hari), dan SR (95,83%).Kandungan lemak dan energi yang berbeda dalam pakan, memberikan pengaruh nyata terhadap EPP, PER, dan RGR; tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap TKP dan SR patin (P. pangasius). Feed played an important role in fish farming and therefor, it should contain complete nutrition. The use of fat in fish diet was required for energy supply and producing of growth. The fat was used to subtitute energy source from protein, so the use of protein for fish growth can be optimaled. This study was aimed to observe the influence of different fat and energy on the feed utilization and growth of P. pangasius.The experimental method used was completely randomized design, which consisted of 4 treatments and 3 replicats, that were trial diets with ratio of  treatment A (8%, 281.98 kkal); B (9%, 286.74 kkal); C (10%, 289.45 kkal); dan D (11%, 296.21 kkal) respectively. The ratio of vegetable oil : animal oil was equal. The fish used was P. pangasius, which was quired from Banjarnegara, Central Java. It’s average body weight of 6.48±0.68 g. The fish was maintenance in 8 l-tanks for 35 days. with a stocking density of 1 fish/l. The fish were feed 3 times a day, at 08.00, 12.00, and 16.00 by appliying at satiation method.The fish fed on resulted on dietary of different fat and energy on the feed on values significantly different (P<0.05) on the EPP, PER and RGR. But for feed in TKP and SR values (P>0.05).  TKP value (25.27±0.06g) EPP (54.62±0.93%) , PER (1.82±0.03%) , RGR (0.75±0.02%/day), and SR (95.83%).It was concluded that the influence of different fat and energy on the feed utilization and growth of pangasius in feed significantly effect on, EPP, PER,  and RGR while for TKP and SR where not significantly different.