cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Aquaculture Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Journal of Aquaculture Management and Technology diterbitkan oleh Program studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Undip. JAMTech menerima artikel-artikel yang berhubungan dengan akuakultur, nutrisi pakan ikan, parasit dan penyakit ikan, produksi budidaya, dll.
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
PENGARUH VITAMIN C DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP TINGKAT KONSUMSI PAKAN DAN PERTUMBUHAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus) Gunawan, Ary Sarining Airmawati; Subandiyono, -; Pinandoyo, -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.468 KB)

Abstract

Fungsi makanan bagi ikan adalah sebagai sumber energi yang diperlukan dalam proses fisiologi ikan. Oleh karena itu, makanan hendaknya mengandung vitamin, sebagaimana juga protein, lemak dan karbohidrat. Vitamin diperlukan untuk proses metabolisme dalam tubuh,  seperti kolagen yang berperan dalam membentuk tulang rawan untuk memacu pertumbuhan.   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Vitamin C dalam pakan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan ikan nila merah (O. niloticus).  Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL)  yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan.  Ikan diberi pakan buatan dengan kandungan vitamin C berbeda (0,0; 0,05; 0,10; dan 0,15%).  Variabel yang diamati meliputi laju pertumbuhan relatif, panjang total relatif, tingkat konsumsi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan, protein efisiensi rasio, dan kelulushidupan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vitamin C sebesar  1,0% menghasilkan laju pertumbuhan relatif sebesar 2.07% per hari, panjang total relatif sebesar 0,53%, tingkat konsumsi pakan sebesar 31,88g, efisiensi pemanfaatan pakan sebesar 73,88%, protein efisiensi rasio sebesar 2,46% dan kelulushidupan sebesar 100%.  Hasil penelitian ini dapat simpulkan bahwa pemberian vitamin C (1,0%) pakan mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan serta pertumbuhan ikan nila merah (O.niloticus). Diet was required as an energy source in physiological process of fish body. Therefore, diet should contain vitamin as well as proteins, fats, and carbohydrates. Vitamin was required in metabolic process to form collagen and then cartilage, to support the fish growth.This research was conducted to study the effect of vitamin C in practical diet on the diet consumption efficiency and tilapia growth. The experiment method used in this research was completely randomized design with 4 treatments and 3 replicates. Fishes were fed with practical diet contained different dietary vitamin C (0,0; 0,05; 0,10; and 0,15%). The variables observed were relative growth rate, relative total length, diet consumption rate, diet consumption efficiency, protein efficiency ratio, and survival rate of tilapia (O. niloticus). The data showed that the addition of vitamin C of 1% (treatment C) resulted on the best value on relative growth rate i.e. 2,07%/ day, relative total length i.e. 0,53%, diet consumption rate i.e. 31,88 g, diet consumption efficiency i.e. 73,88%, protein efficiency ratio i.e. 2,46%  and tilapia survival rate of 100%. It was suggested that the dietary vitamin C of 0,10% in the diet could be applied in tilapia culture to  increase diet consumption efficiency and tilapia growth.
PENGARUH PERBEDAAN FREKUENSI PAKAN KOMERSIL MENGGUNAKAN SISTEM RESIRKULASI DENGAN FILTER ARANG AKTIF TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN PATIN (Pangasius hypopthalmus) Mufidah, Kamilia; Samidjan, Istiyanto; Pinandoyo, - -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.08 KB)

Abstract

Pakan salah satu faktor utama pertumbuhan ikan patin. Manajamen pemberian pakan adalah suatu usaha untuk memaksimalkan pemanfaatan pakan untuk pertumbuhan ikan. Salah satu metode pemberian pakan ikan yaitu dengan memberikan pakan dengan tepat waktu saat ikan membutuhkan nutrisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian frekuensi pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan patin (Pangasius hypopthalmus) pada sistem resirkulasi menggunakan filter arang dan mengetahui pemberian frekuensi pakan yang terbaik untuk ikan patin. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan patin (Pangasius hypopthalmus) dengan bobot rata-rata 8,67±0,46 g dan padat tebar 10 ekor/m3. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini: perlakuan A (pemberian pakan sekali sehari), B (pemberian pakan dua kali sehari), C (pemberian pakan tiga kali sehari) dan D (pemberian pakan empat kali sehari). Data yang diamati meliputi TKP, FCR, EPP, RGR, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim fitase dalam pakan buatan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap TKP, FCR, EPP, RGR. Pemberian frekuensi pakan yang optimal yaitu empat kali sehari dapat meningkatkan TKP dan RGR sebesar TKP 126.93 gram, RGR 4.13%. Pemberiakan frekuensi pakan tiga kali sehari dapat meningkatkan EPP sebesar EPP 97.05%. Nilai FCR Pemberiakan frekuensi pakan tiga kali sehari sebesar 1.03 %. Kualitas air pada media pemeliharaan berada pada kisaran yang sesuai untuk budidaya ikan patin. The Feed is one of main factors for fish growth and survival rate. The management if giving feed is an efort to optimize the advantages of feed for growing the fish. One of the feed giving methods is by giving feed on time when the fish needed nutrition. The purpose of this observation is to identify the effect of frequency in giving different feed to the growth and life of the fish on recirculation system by using active carbon filtration and understanding the best frequency of giving feed for the pangasiid catfish. The tested fish that is use the fish weighing average 8,67±0.46 g and density stocking 10 heads/m3. this observation uses ecperimental method by complete shuffel design in 4 actions and 3 repetitions. The actions of this observation are : Action A (giving feed one a day), B (giving feed two a day), C (giving feed three a day), and D (giving feed four a day). The analyzed data follows TKP, FCR, EPP, ]RGR, and water quality. The result of observation shows that the substitution of frequency in giving different feed real effect (P<0,05) to TKP, FCR, EPP, RGR. The optimal of feed given frequency is four a day that can increase TKP and RGR in the amount of TKP 126,93 g, RGR 4,13%. The frequency of giving feed three a day can increase EPP in the amount of EPP 97,05%. The value FCR of giving feed in three a day is 1,03%. The water quality to treatment media is on the appropriate range for pangasiid catfish (Pangasius hypopthalmus) cultivation.
Pengaruh Penambahan Tepung Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) dalam Pakan Buatan Terhadap Jumlah Total Hemosit dan Aktivitas Fagositosis, Udang Vanname (Litopenaeus vannamei) Pujiati, Astri; -, Sarjito; -, Suminto
Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 2, No 1 (2013) : Journal of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.643 KB)

Abstract

Abstrak   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tepung cacing tanah terhadap jumlah total hemosit (THC) dan aktivitas fagositosis (AF) pada hemolim udang vannamei, serta mengetahui dosis terbaik. Materi yang digunakan udang vannamedengan berat ± 8 gram yang dipelihara selam 30 hari. Metode yang digunakan metode eksperimental dengan  rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, yaitu perlakuan A (tanpa penambahan tepung cacing tanah), perlakuan B (pemberian 40 gr/kg tepung ke pakan), perlakuan C (pemberian 60 gr/kg tepung ke pakan), dan perlakuan D (pemberian 80 gr/kg tepung ke pakan) masing-masing 3 ulangan. Frekuensi pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari. Parameter yang diukur yaitu jumlah total hemosit (THC) dan aktivitas fagositosis (AF). Hasil penelitian menujukkan bahwa tepung cacing tanah memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah total hemosit dan aktivitas fagositosis hemolim. Hasil terbaik didapatkan pada hari ke-30 pada perlakuan D (80 gr/kg) yaitu sebesar 45,8x106 sel/mm3, dan  aktivitas fagositosis pada perlakuan D (80 gr/kg) sebesar 92,6%. Dosis yang terbaik  diperoleh pada perlakuan D (80 gr/kg).  Abstract The aims of this experiment was to find out the effect of earthworm meal of  total hemocyte (THC) and phagocytic activity  hemolim vannamei shrimp. This experiment used vanname shrimp with ± 8 grams weight and cultured in 30 days. This experiment used was experimental method with complete random design with 4 treatmens, i.e.  treatment A (without  meal earthworms addition), treatment B (addition 40 g / kg meal to diet); treatment C (addition 60 g / kg meal to diet), and treatment D (addition 80 g / kg meal to diet) will 3 replications. Feeding frequency apply cared 3 times/day. Measured variables were the total number of hemocytes (THC) and phagocytic activity. The results showed that earthworm meal  was highly significant effect (P <0.01) on  total hemocytes count (THC) and phagocytic activity hemolim of vanname shrimp. The best dose of earthworm meal’s was 80gr/kg (treatment D).
PRODUKSI DAN KUALITAS RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DENGAN KEDALAMAN BERBEDA DI PERAIRAN BULU KABUPATEN JEPARA Muhamad Fikri; Sri Rejeki; Lestari Lakhsmi Widowati
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.187 KB)

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan yang sangat potensial untuk dikembangkan di daerah pesisir. Dalam rangka pengembangan potensi ini diperlukan salah satu teknik budidaya yang dapat mengoptimalkan kolom perairan sehingga hasil produksi maupun kualitas rumput laut Eucheuma cottonii dapat optimal. Kedalaman yang berbeda pada rumput laut E.cottonii dapat menyerap cahaya serta unsur hara yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh kedalaman yang berbeda terhadap produksi dan kualitas rumput laut Eucheuma cottonii, dan mengetahui kedalaman yang memberikan produksi dan kualitas rumput laut E.cottonii terbaik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2014. Tanaman uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumput laut dari jenis Eucheuma cottonii dengan bobot awal 100 gram pada setiap perlakuan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 12 kali ulangan. perlakuan A (kedalaman 30 cm), B (kedalaman 60 cm), dan C (kedalaman 90 cm). Data yang dikumpulkan adalah laju pertumbuhan harian, dan kandungan karaginan rumput laut E. cottonii. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman yang berbeda berpengaruh nyata terhadap produksi dan kualitas rumput laut E. cottonii. Perlakuan A (kedalaman 30 cm)  menunjukkan pertumbuhan relatif (176,67 %), laju pertumbuhan harian (2,26 %/hari), dan kandungan karagenan (87,70%) . Sedangkan pada perlakuan B (kedalaman 60 cm) pertumbuhan relatif (157,50 %), laju pertumbuhan harian (2,10 %/hari), dan kandungan karagenan (71,20 %). Perlakuan C (kedalaman 90 cm) pertumbuhan relatif (111, 25 %), laju pertumbuhan harian (1,66 %/hari), dan kandungan karagenan (70,01 %). Kesimpulan yang didapat ialah kedalaman berbeda berpengaruh terhadap produksi dan kualitas rumput laut E. cottonii dan perlakuan A (kedalaman  30 cm) memberikan produksi serta kualitas rumput laut E.cottonii terbaik dan direkomendasikan untuk dibudidayakan. Seaweed is one of very potential comodity to be developed in coastal areas. In order to increase this potential can required cultivation techniques by optimize in water column production and quality of the seaweed Eucheuma cottonii. Seaweed E. cottonii can absorb light and different nutrient at different depth. The objective of was research were to know the effects of different depths on the production and quality of seaweed Eucheuma cottonii, and the depth that gives the best production and quality seaweed E. cottonii. The research was conducted from July to August 2014. Seaweed used in this study was the seaweed Eucheuma cottonii with initial weight of 100 g in each treatment. The experimental design used was a completely randomized design with 3 treatments and 12 replications. Treatment A (30 cm depth), treatment B (60 cm depth), and treatment C (90 cm depth). Data collected are daily growth rate and the content of carrageenan. The results showed that different depths significantly affect the production and quality of seaweed Eucheuma cottonii. Treatment A (30 cm depth) showed relative growth (176.67 %), daily growth rate (2.26%/day), and carrageenan content (87.70%). Treatment B (60 cm depth) relative growth (157.50%), daily growth rate (2.10%/day), and carrageenan content (71.20%). Treatment C (90 cm depth) relative growth (111, 25%), daily growth rate (1.66% / day), and carrageenan content (70.01%). The conclusion is a different depths significantly affect the production and quality of seaweed E. Cottonii, and treatment A (30 cm depth) provide production and the best quality of seaweed E. cottonii and recommended for cultivated.
Profil Kelulushidupan dan Pertumbuhan Kerang Hijau (Perna viridis) pada Posisi Compound Structure yang Berbeda di Timbulsloko, Sayung, Demak Rahayu, Eka Puji; Hastuti, Sri; Widowati, Lestari Lakhsmi
Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 13, No 1 (2024): Journal of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Compound structure merupakan sabuk pantai buatan dari bambu sebagai pemecah gelombang untuk mencegah abrasi pantai. Compound structure juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat budidaya. Kerang hijau (Perna viridis) merupakan biota lunak (moluska) yang hidup sessil di laut. Budidaya kerang hijau hanya mengandalkan pakan alami. Perbedaan posisi mempengaruhi kelulushidupan dan pertumbuhan kerang hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil kelulushidupan dan pertumbuhan kerang hijau pada posisi Compound structure berbeda di Timbulsloko, sayung, Demak. Perlakuan berupa kelulushidupan dan pertumbuhan dengan variabel terikat perbedaan posisi. Sampel uji menggunakan 50 ekor spat/kantong dengan 6 kantong setiap lokasi selama 2 bulan. Pengumpulan data meliputi nilai kelulushidupan, pertumbuhan mutlak, pertumbuhan spesifik (SGR), serta kualitas daging. Hasil kelulushidupan kerang hijau CS A 100±0% lebih baik dibanding CS B dengan 72,33±19,82% akibat perbedaan salinitas dari arus dari muara sungai. SGR bobot dan panjang CS A dan CS B tidak berbeda nyata. SGR bobot CS A 1,53±0,23%/hari, CS B 1,40±0,24%/hari. SGR panjang CS A 0,49±0,13%/hari, CS B 0,36±0,10%/hari. Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh klorofil-a yang mencukupi kebutuhan pakan dan C organik untuk pertumbuhan cangkang. Kualitas daging CS A 29,96±1,44% lebih tinggi dibanding CS B dengan 26,41±2,32% karena pengaruh N dan P dari sungai yang berpengaruh pada kandungan klorofil-a sebagai pakan kerang hijau.