cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: April, 2015" : 10 Documents clear
ANALISIS PERBEDAAN HASIL TANGKAPAN BERDASARKAN WARNA LAMPU PADA ALAT TANGKAP BAGAN APUNG DAN BAGAN TANCAP DI PERAIRAN MUNCAR, KABUPATEN BANYUWANGI Aliyubi, Faisal Kahfi; Boesono, Herry; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.656 KB)

Abstract

Secara sifatnya ikan dibagi menjadi dua yakni fototaxis positif dimana ikan tertarik dengan rangsangan cahaya dan fototaxis negatif yaitu ikan yang tidak tertarik dengan rangsangan cahaya. Penggunaan warna lampu pada alat tangkap bagan (lift net) tentunya akan mempengaruhi ikan hasil tangkapan yang didapatkan. Teori darbeberapa penelitian terdahulu didapatkan hasil bahwa lampu warna putih dan merah kurang memberikan hasil yang maksimal dibandingkan dengan warna lampu yang lain seperti biru dan kuning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil tangkapan antara kedua jenis warna lampu serta menganalisis pengaruh perbedaan kedua jenis warna tersebut pada hasil tangkapan. Masyarakat nelayan bagan (lift net) di Muncar hampir secara keseluruhan menggunakan dua warna yang berbeda yakni warna lampu putih dan warna lampu merah. Penelitian menggunakan metode eksperimental fishing dengan melakukan operasi penangkapan langsung di lapangan dengan menggunakan dua variabel yakni lampu warna merah dan warna putih pada masing-masing bagan apung dan bagan tancap. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan uji t. Lokasi penelitian di lakukan di perairan Muncar, Banyuwangi pada bulan mei 2014. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bagan tancap dengan menggunakan lampu warna putih 53,4 kg dan lampu warna merah 39,6 kg. Sedangkan pada bagan apung dengan menggunakan lampu warna putih 47,9 dan lampu warna merah 32,2 kg. Berdasarkan uji t menggunakan SPSS 21 di didapatkan hasil pada bagan tancap  H0 diterima karena nilai t hitung kurang dari ttabel (1,176 < 3,182) sehingga tidak ada perbedaan ikan hasil tangkapan antara lampu warna putih dan lampu warna merah pada bagan tancap sedangkan pada bagan apung didapatkan hasil H0 diterima karena nilai t hitung kurang dari ttabel (2,382 < 3,182) sehingga tidak ada perbedaan ikan hasil tangkapan antara lampu warna putih dan lampu warna merah pada bagan apung.       Based on the characteristic, fish is divided into two types, they are the positive of phototaxis, which is the fish is interested in the provocative light, and the negative phototaxis, which is the fish is not interested in the provocative light. The use of the colour of lamp in the bagan equipment (lift net) will affect the fish that is obtained.  The result of the theory from the previous researches says that the white and red lamp are less of giving the maximum result if its are compared with the other colours such as blue and yellow.  Almost all the bagan fishermen (lift net) in Muncar use two different colours, white and red. The aims of this research are to know the difference of by catch result between two types of the lamp colour and to analyse the different effect of the types of the colour in the catch result. The research used the fishing experimental method by doing the catch operation directly in the area with two variable, red and white lamp, in every bagan apung and bagan tancap. The data analysis of this research use t test. The location of the research is conducted in Muncar waters, Banyuwangi on May 2013.  From the research result, it can be showed that bagan tancap that use the wite lamp 53,4 kg, and the red lamp 39,6 kg. While in bagan apung that use the white lamp is 47,9 kg, and the red lamp is 32,2 kg. Based on the uji t by using the SPSS 21, the result of bagan tancap H0 accepted because the value of t hitung is less from the ttable (1,176 < 3,182) so there is no the difference of the by catch fish between the white and red lamp in bagan tancap, while the result bagan apung H0 accepted because the value of t hitung  less from the ttable (2,382 < 3,182) so there is no the difference of the by catch fish between the white and red lamp in bagan apung.
PENGARUH PENGGUNAAN UMPAN DAN LAMA PERENDAMAN JARING KEPLEK (Set Gill Net) TERHADAP HASIL TANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp.) DI PANTAI WARU, WONOGIRI Aji, Stefanus Bayu; Pramonowibowo, -; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.31 KB)

Abstract

Udang karang (Spiny lobster, Panulirus sp) termasuk komoditi perikanan laut yang mempunyai peranan penting sebagai komoditas ekspor dari jenis udang-udangan (Crustacea) setelah udang Penaid. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam usaha perikanan ialah faktor efisiensi dan efektivitas penangkapan, dimana dengan menggunakan waktu dan tenaga yang seminimal mungkin untuk mendapatkan hasil tangkapan yang optimal. Penggunaan umpan pada alat tangkap akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengoperasian alat tangkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan umpan dan juga pengaruh lama perendaman 12 jam dan 24 jam pada alat tangkap terhadap hasil tangkapan. Ada tidaknya interaksi dari dua perlakuan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Analisa data menggunakan uji kenormalan data dan uji ANOVA dengan SPSS 17.0. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan umpan dan lama perendaman 12 jam lebih banyak hasil tangkapannya. Tidak ada interaksi dari kedua perlakuaan tersebut. Crawfish (spiny lobster, Panulirus sp) including marine fishery commodities which have an important role as an export commodity of the types of crustaceans (Crustacea) after shrimp Penaid. One of the aspects that need to be taken care of in the effort of fishing are efficiency and effectiveness factors, where by using time and energy intensity as minimum as possible to get the optimal catch. The use of bait on a capture tool will improve the efficiency and effectiveness of the operation of a capture tool. This research aims to know the effect of the using bait and also long soaking 12 hours and 24 hours on a fishing gear of catches. There are at least two such treatment interactions. The methods used in this study was an experimental method. The analyze of the data was used in this research normality test and ANOVA test with SPSS 17.0. Based on the results of the study it can be concluded that by using bait and long 12 hour soaking more catch. There is no interaction of both the treatment.
ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN RUMAH TANGGA PERIKANAN (RTP) NELAYAN JARING MILENIUM (NYLON MULTI MONOFILAMENT GILL NET) DI KELURAHAN MANGUNHARJO KOTA SEMARANG Ardhan, Muhammad Isa; Wibowo, Bambang Argo; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.299 KB)

Abstract

Produksi perikanan Perairan Mangunharjo pada tahun 2014 adalah 80 ton dengan nilai produksi Rp886.800.000. RTP di Kelurahan Mangunharjo memiliki beberapa pekerjaan sampingan seperti bertani dan buruh tani, buruh bangunan, beternak kambing, berdagang, dan budidaya (bandeng dan udang putih). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat pendapatan utama dan sampingan nelayan jaring milenium di Kelurahan Mangunharjo Kota Semarang serta mengetahui aspek teknis alat tangkap jaring milenium yang digunakan nelayan di Kelurahan Mangunharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Metode pengambilan sampel adalah metode sensus dengan responden sejumlah 64 nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan utama rata-rata nelayan jaring milenium per tahun adalah Rp9.600.063 dan pendapatan sampingan rata-rata nelayan jaring milenium per tahun adalah Rp7.129.307.  The fisheries production in Mangunharjo 2014 was 80 tons with a production value was Rp886.800.000. Households fishermen in the Mangunharjo village have some alternative jobs such as farming and agricultural labour, construction workers, goat farming, trade, and embankment. The purpose of this research was to analyze the level of primary and alternative income “Jaring Milenium” fishermen households in Mangunharjo Semarang and was to determine the technical aspects of “Jaring Milenium” fishing gear which is used by fishermen in Mangunharjo. The research method were descriptive method and case study. The sampling method was census by interviewing 64 fishermen as respondents. The results showed that the average primary income of “Jaring Milenium” fishermen per year was Rp9.600.063 and the average alternative income of “Jaring Milenium” fishermen per year was Rp7.129.307.
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN DAN KEBUTUHAN FASILITAS FUNGSIONAL PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PEKALONGAN Panuntun, Restu Aji; Rosyid, Abdul; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.098 KB)

Abstract

PPN Pekalongan dilengkapi dengan beberapa fasilitas, diantaranya adalah fasilitas fungsional yang meliputi gedung TPI, tempat perbaikan jaring, rumah generator, laboratorium, kantor syahbandar, kantor pelabuhan, balai pertemuan nelayan, unit pengolahan limbah, dan menara air bersih. Untuk itu maka perlu diteliti sampai seberapa besar tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas fungsional tersebut apakah sudah mencapai optimal dalam pemanfaatannya atau belum.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas fungsional, serta menganalisa tingkat pemanfaatan dan kebutuhsn fasilitas fungsional yang ada di PPN Pekalongan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2014 di PPN Pekalongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat survey. Metode analisis data menggunakan analisis tingkat pemanfaatan, skala pengukuran (skala Likert’s) dan analisis estimasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa PPN Pekalongan memiliki fasilitas fungsional dengan kondisi fasilitas yang ada sekarang tergolong cukup baik. Tingkat pemanfaatan fasilitas fungsional di PPN Pekalongan termasuk dalam kriteria baik, meskipun ada fasilitas fungsional yang termasuk dalam kriteria cukup. Tingkat kebutuhan di PPN Pekalongan berdasarkan hasil time series menunjukan jumlah kebutuhan es, solar, air tawar, dan garam yang di butuhkan oleh PPN Pekalongan pada periode tahun 2014 sampai tahun 2018 di perkirakan akan terus mengalami  kenaikan jika dibandingkan dengan 5 tahun sebelumnya. Naiknya kebutuhan es, solar, air tawar, dan garam di pengaruhi oleh jumlah produksi perikanan dan jumlah kapal yang melakukan penangkapan ikan yang ada di PPN Pekalongan. PPN Pekalongan equipped with several facilities, such as functional facility which includes the building of TPI, a net improvement, home generators, laboratories, offices harbormaster, harbor offices, fishermen meeting hall, waste treatment plants, and the water tower. So, it needs to be examined to the extent of utilization and functional needs of the facility are optimal in their utilization has reached or not. The purpose of this research is to determine the functional condition of the existing facilities, analyze utilization levels and functional facilities needs in PPN Pekalongan The research was conducted in May 2014 in PPN Pekalongan Data collection methods are using observation, interviews, documentation, and literature. And the method of data analysis are rate functional, Likert’s Scale,  estimation analysis. The result of this research showed that functional facility in PPN Pekalongan is quite good. The utilization rate of the functional facilities in PPN Pekalongan included in good criteria, although there are facilities that  included in the enough criteria. Level of need in PPN Pekalongan based on the results of time series analysis shows that the number of ice, diesel fuel or solar, freshwater and salt requirements provided by PPN Pekalongan in the period 2014 to 2018 is expected to increase if it compared with  5 years ago. The growing needs of ice, diesel fuel, freshwater and salt were influenced by the number of fishery production and vessels fishing in PPN Pekalongan.
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN FASILITAS DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PELABUHAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) KEJAWANAN, CIREBON, JAWA BARAT Ramadhani, Annisa Rizki; Ismail, -; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PPN Kejawanan di Cirebon dilengkapi dengan fasilitas pokok, fungsional dan penunjang. Fasilitas yang dimiliki oleh PPN Kejawanan sudah lengkap akan tetapi tidak terlihat bekerja secara maksimal. Pembuatan strategi pengembangan PPN Kejawanan memerlukan analisis SWOT, untuk merumuskan strategi pengembangan PPN Kejawanan kedepan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi fisik fasilitas pelabuhan di PPN Kejawanan, meliputi fasilitas pokok, fungsional dan penunjang, menganalisis tingkat pemanfaatan fasilitas pelabuhan di PPN Kejawanan saat ini dan untuk 5 tahun ke depan dan menyusun strategi pengembangan PPN Kejawanan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara, sedangkan pengambilan data sekunder dilakukan dengan mengambil data dan informasi dari instansi-instansi yang mendukung penelitian. Hasil penelitian menunjukkan kondisi fisik fasilitas pokok, fungsional dan penunjang PPN Kejawanan, Cirebon dalam keadaan baik. Tingkat pemanfaatan fasilitas pokok seperti kedalaman alur pelayaran sebesar 92%, kedalaman kolam pelabuhan sebesar 97%, kapasitas kolam pelabuhan sebesar 98%, kapasitas dermaga dengan posisi tambat tegak lurus sebesar 70% dan lahan pelabuhan sebesar 76%. Fasilitas fungsional seperti instalasi BBM sebesar 42%, docking kapal sebesar 13%, TPI dan pabrik es tidak dimanfaatkan. Estimasi dalam jangka waktu 5 tahun ke depan, jumlah produksi ikan, jumlah kapal, jumlah alat tangkap, jumlah perbekalan BBM dan air bersih meningkat antara 10-14%. Hasil analisis SWOT untuk menunjukkan strategi pengembangan PPN Kejawanan, Cirebon menunjukkan bahwa strategi yang harus dilakukan oleh PPN Kejawanan adalah strategi S-O (Strenght-Opportunity).  PPN Kejawanan in Cirebon equipped with main, functional and support facilities. PPN Kejawanan’s facilities is complete but not working optimall. SWOT analysis is required to formulate a strategy of port development. The purpose of this research, to know the physical condition of the port facilities in PPN Kejawanan, main, functional and support facilities. Analyze the level of utilization of port facilities in PPN Kejawanan for now and  the next 5 years and to compose the strategy of PPN Kejawanan development. This research was implemented on January 2015. This research  used is descriptive method with approach of case study. Data collection which was performed through direct observation, interviews and secondary data collectionat the agencies that related to research. The results showed that the physical condition of port facilities mostly good. The utilization rate of basic facilities such as the depth of navigation channel 92%, the depth of the pool harbor 97%, the capacity of harbor 98%, the capacity of the pier with mooring position perpendicular 70% and the land of port 76%. Functional facilities such as the installation of BBM 42%, docking 13%, TPI and ice plants are not utilized. The estimates for total production of fish, total of boats, total of fishing gear, total supplies of fuel and water increased 10-14%. The result of SWOT analysis  indicate that the strategy should be used to PPN Kejawanan is S-O strategy (Strength-Opportunity).
Analisis Perbedaan Umpan dan Kedalaman Pada Pancing Kalar terhadap Hasil Tangkapan Ikan Gabus (Ophiocepalus striatus) di Perairan Rawapening, Kabupaten Semarang Kurniawan, Septian Adi; Pramonowibowo, -; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.74 KB)

Abstract

Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Rawapening banyak yang berprofesi sebagai nelayan. Salah satu ikan hasil tangkapan yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah ikan gabus, dimana ikan gabus (Ophiochepalus striatus) ini cukup banyak ditangkap di perairan Rawapening dengan hasil tangkapan sekitar 72.182 kg/th. Pancing Kalar merupakan alat tangkap pasif yang dioperasikan di perairan Rawapening, umpan yang biasa digunakan pada alat tangkap tersebut adalah katak/precil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh perbedaan jenis umpan dan kedalaman alat tangkap pancing kalar terhadap hasil tangkapan ikan gabus (Ophiochepalus striatus), serta mengetahui ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut. Metode eksperimental pada penelitian ini menggunakan 2 variabel atau 2 faktor yaitu perbedaan umpan dan kedalaman. Analisis data yang dilakukan adalah uji normalitas, uji homogenitas dan analisis One Way Anova dengan bantuan program SPSS 16. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Anova menunjukan penggunaan jenis umpan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan, dimana nilai sig untuk umpan anakan katak/precil (0,00) dan umpan katak palsu (0,00) < 0,05. Sedangkan kedalaman penangkapan baik 1 m maupun kedalaman 3 m juga berpengaruh terhadap hasil tangkapan dengan nilai sig (0,00) dan (0,00) < 0,05. Selain itu tidak ada interaksi antara jenis umpan dengan waktu penangkapan dibuktikan dengan nilai sig 0,394 > 0,05. The people of Rawapening area mostly worked as a fisherman. One of the most valuable species that utilized is snakehead fish (Ophiocepalus striata). This species is commonly catched in the area with production rate reaches 72.182 kg/year. Pancing Kalar” is a passive fishing gear that used small frogs as it bait. The aim of the research was to revealed the effect of bait giving and operation depth variations to snakehead fish (Ophiochepalus striatus) catches and also knowing the interaction between both factors. The research used experiment method with two kind of variables. Data was analyzed by normality test, homogeny test and One Way Anova with SPSS 16 software support. The Anova test showed that variations of bait giving were significantly effected the total catch of snakehead fish, with sig value for original small frogs was (0,00) an the imitation was (0,00) < 0,05. while the depth variation were also significantly effected the totl catch with sig value for 1 m and 3 m depth were (0,00) < 0,05. The result also showed that there’re no interaction between bait and time variation proofed with sig value 0,394 > 0,05.
STRATEGI PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BUNGUS, PADANG, SUMATERA BARAT DITINJAU DARI ASPEK PRODUKSI Ikhsan, Suci Asrina; Rosyid, Abdul; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.294 KB)

Abstract

Pengembangan pelabuhan perikanan didasari oleh tujuan untuk mengembangkan produksi perikanan, pemanfaatan sumberdaya laut yang lebih optimal dan menggiatkan perekonomian masyarakat nelayan sehingga pada akhirnya akan mampu meningkatkan pendapatan nelayan sehingga PPS Bungus merupakan salah satu pelabuhan di Sumatera yang bisa untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi fasilitas dasar, fasilitas fungsional, dan fasilitas penunjang, menganalisis tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas dasar, fungsional serta melakukan analisa strategi pengembangan PPS Bungus ditinjau dari aspek produksi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2014 di PPS Bungus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan sampel Purposive Sampling serta menggunakan analisa data yaitu tingkat pemanfaatan fasilitas dengan metode pemanfaatan, tingkat kebutuhan dengan metode analisa estimasi dan menentukan strategi kebijakan pengembangan dengan analisis SWOT. Hasil penelitian diperoleh menunjukkan bahwa fasilitas-fasilitas yang ada di PPS Bungus kondisi fisiknya masih baik dan masih layak pakai, dengan tingkat pemanfaatan alur pelayaran 65%, luas kolam pelabuhan 89,77%, dan dermaga 96%. Kekuatan pada analisis SWOT adalah pelabuhan yang strategis, pelayanan yang mudah, fasilitas yang masih layak pakai, jumlah produksi yang meningkat setiap tahunnya, dan kolam pelabuhan secara alami dari teluk. Peluang strategi pengembangan PPS Bungus pangsa pasar yang potensial, merupakan kawasan minapolitan, kawasan PPS Bungus terdapat industri perikanan, dan dekat dengan daerah penangkapan ikan. Hasil analisis SWOT didapatkan hasil penerapan strategi S-O (Strength-opportunity) yang artinya strategi dalam penerapannya menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan suatu peluang. Development of fishing ports based on the purpose developing fishery production, utilization marine resources optimally and strengthening the economy fishing communities that are likely to be able increase the income of fishermen so that Bungus Ocean Fishing Port is one of the ports in Sumatera, which could be developed. This study aims to analyze the condition for basic facilities, functional facilities, and support facilities, analyze the level to utilize and the need for basic facilities, functional and analyze Bungus Ocean Fishing Port development strategy in terms aspects of production. This studied was funded in December 2014 in Bungus Ocean Fishing Port. The methods used in this research is descriptive method with sampling using purposive sampling and data analysis is the level of utilization the facilites with the use of the method, the level of needs analysis estimation method and determine the strategy of development with SWOT analysis. The results obtained indicate that the existing facilities in Bungus Ocean Fishing Port physical condition is still good and still worth taking, the shipping channel utilization rate of 65%, 89.77% harbor expansive pool and dock 96%. The strength of the SWOT analysis is a strategic port, easy service, facilities still worth taking, the amount of production is increasing every year, and a natural harbor. Opportunities of the Ocean fishing Port development strategy has a huge potential market, is Minapolitan, there Bungus Ocean Fishing Port region's fishing industry, and close to the fishing grounds. SWOT analysis results showed the application of SO strategy (Strength-opportunity) which means that the strategy in its application to use force to take advantage of an opportunity.
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN DAN KEBUTUHAN FASILITAS FUNGSIONAL PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MUNCAR, KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR Raditya, Wildanis Reza; Rosyid, Abdul; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.937 KB)

Abstract

Pelabuhan perikanan merupakan pusat dari semua kegiatan perikanan yang ada di suatu daerah, keberadaannya menjadi sangat vital bagi kegiatan perikanan suatu daerah. Namun pada prakteknya pemanfaatan dari fasilitas-fasilitas pelabuhan tersebut banyak tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas fungsional, menganalisa tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas fungsional yang tersedia serta memperoleh suatu landasan perencanaan dan pengembangan fasilitasdi Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisa deskriptif dengan pengambilam sampel yang merupakan Stakeholders dari PPP Muncar secara Purposive Sampling. Analisa data untuk mengetahui tingkat pemanfaatan menggunakan metode presentase yang didasarkan pada pendayagunaan fasilitas (Lubis, 2000) dan analisa tingkat kebutuhan menggunakan analisa estimasi. Untuk memperoleh landasan untuk perencanaan dan pengembangan fasilitas digunakan metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Threat, Opportunity).Hasil penelitian diperoleh bahwa fasilitas fungsional yang ada di Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar, Banyuwangi kondisi fisiknya masih baik dan masih layak digunakan namun ada beberapa fasilitas yang kurang terawat, tingkat pemanfaatan TPI 0%. Hasil analisis estimasi menunjukkan bahwa jumlah produksi ikan, jumlah kapal, jumlah alat tangkap, jumlah kapal keluar dan jumlah kapal masuk diperkirakan akan terus mengalami penurunan dalam jangka waktu 5 tahun kedepan, sedangkan jumlah nelayan terus mengalalami peningkatan. Hasil analisis SWOT untuk mengetahui strategi perencanaa dan pengembangan di PPP Muncar didapatkan hasil penerapan strategi S-O (Strength-opportunity) yang artinya Strategi dalam penerapannya menggunakan kekuatan (S = Strength) untuk memanfaatkan suatu peluang (O = Opportunity). Fishing port has been a center of all fisheries activity of a coastal area, its presence has been a vital factor for fisheries activity of an area. But in the reality the utilization of fishing port functional facility doesn’t working as e expected. The study aims to determinate the condition of functional facilities, to analyze the rate of utilization, and analyze necessity rate of the current condition of functional facilities and generating bases to be used on planning and developing of Muncar coastal fishing port. The method used in this study was descriptive method using the fishing port stakeholders as sample by purposive sampling. Data analysis that used analyzing the utilization rate of functional facilities was percentage method based on the facility utilization (Lubis, 2000) and necessity analysis using estimation analysis. SWOT (Strength, Weakness, Threat, Oportunity) analysis used to figure the bases to be used on planning and developing of Muncar coastal fishing port. The result obtained that the existing facilities at the Muncar Coastal Fishing Port was still good condition and still proper to use but some of them poorly-maintained, TPI’s utilization rate 0%. From the result of estimation analysis the number of fish producing, fishing boat and fishing gear estimated will be decreasing each year within the next five years but the the number of fishermen estimated will be increasing within the next five years. While the result obtained from the application of SWOT analysis S-O strategy (Strength-Opportunity) which means that the strategy in it’s application to use (S) strength to take advantage of an (O) opportunity.
PENGARUH PERBEDAAN LAMA PENGOPERASIAN DAN KEMIRINGAN DINDING BUBU TERHADAP HASIL TANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp.) DI PERAIRAN ARGOPENI KABUPATEN KEBUMEN Khikmawati, Liya Tri; Boesono, Herry; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.027 KB)

Abstract

Lobster  merupakan komoditi ekspor perikanan laut. Kebumen merupakan daerah penghasil Lobster, selama tahun 2014 menghasilkan Lobster sebanyak 8.571 kg senilai Rp. 3.397.000.000,00. Nelayan Kebumen biasa menangkap Lobster dengan jaring insang dan jenis perangkap krendet. Di Negara maju penangkapan Lobster sudah menggunakan bubu karena konstruksinya dapat dimodifikasi sesuai tingkah laku ikan targetnya. Lobster cenderung merambat daripada berenang sehingga modifikasi dilakukan pada kemiringan dinding bubu yaitu kemiringan 45° dan 60°. Lobster lebih mudah mencapai mulut bubu, memungkinkan terjatuh dan terperangkap di dalam badan bubu. Lama perendaman dibedakan menjadi 12 jam mempertimbangkan efektifitas umpan dan 18 jam sesuai kebiasaan nelayan. Sehingga diketahui lama perendaman dan kemiringan dinding bubu yang baik untuk menangkap Lobster dan interaksi keduanya. Penelitian dilaksanakan bulan Januari 2015 di perairan Argopeni, Kebumen. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental fishing dan deskriptif studi kasus. Penentuan lokasi penelitian dengan metode simple random sampling. Penelitian diulang 12 kali. Analisis data menggunakan Ms. Excel dengan uji t-Test. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan 12 jam, t hitung bubu dengan kemiringan dinding 45° adalah 5,06 sedangkan bubu dengan kemiringan dinding 60° adalah 4,59. Perlakuan 18 jam, t hitung bubu dengan kemiringan dinding 45° adalah 6 sedangkan bubu dengan kemiringan dinding 60° adalah 6,8. Simpulan yang dapat diambil, alat tangkap yang baik digunakan adalah bubu kerucut terpotong dengan kemiringan dinding 60°. Sedangkan lama waktu perendaman alat tangkap yang baik adalah 18 jam. Interaksi keduanya adalah bubu kemiringan dinding 45° sebaiknya direndam selama 12 jam sedangkan bubu kemiringan dinding 60° sebaiknya direndam selama 18 jam. Lobster is one of the fisheries export commodities. Kebumen was district which centra of Lobster, during 2014 producted as many 8.571 kg valuable Rp. 3.397.000.000,00. Fishermens in Kebumen caught Lobster by gill nets and krendet. In the develop countries the activity to catch Lobster had used bubu becaused the construction could be modified according to the behavior of fish target. Lobster prefer tend to creeping then swimming so the wall of bubu was modified to 45° and 60° slope. Lobster easier to touch the mouth of bubu and would be trapped on the body of bubu. The immersing of fishing gear divided into 12 hours (bait effectivity) and 18 hours (fishermens habit). The research had been done on January 2015 in Argopeni water, Kebumen. The method used was experimental fishing and descriptive case studies. The locations of research were taken by simple random sampling. Each experiment were repeated 12 times. Analysis of the data using Ms. Excel with t-Test. The results showed that the t value of bubu with 45° wall slope and immersing 12 hours is 5,07 however immersing 18 hours is 6,01. The t value of bubu with 60° wall slope and immersing 12 hours is 4,59 however immersing 18 hours is 6,8. The research conclude that the best gear used was truncated cone traps with 60° wall slope and 18-hour immersing. Interaction both are bubu with 45° wall slope should be immersing for 12 hours while bubu with 60° wall slope should be immersing for 18 hours.
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI HASIL TANGKAPAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp) PADA ALAT TANGKAP DRIFT GILL NET DI KAB. KETAPANG, KALIMANTAN BARAT Setiawati, Budhi; Wijayanto, Dian; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.786 KB)

Abstract

Ikan kembung di Kab. Ketapang memiliki nilai komersial tinggi, ukuran umum tertangkap 25 cm, biasanya tertangkap dengan alat tangkap drift gill net. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis aspek teknis alat tangkap drift gill net, menganalisis faktor-faktor produksi yang berpengaruh langsung terhadap hasil tangkapan pada alat tangkap drift gill net, dan menganalisis penggunaan faktor produksi terhadap hasil tangkapan pada alat tangkap drift gill net. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2014 di PPI Sukabaru, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.  Metode yang digunakan adalah metode studi kasus yang bersifat deskriptif, metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel yang diambil yaitu 12 orang nelayan drift gill net. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dan model cobb-douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil produksi ikan kembung (Rastrelliger sp) pada alat tangkap drift gill net adalah panjang jaring, jumlah BBM,lama immersing, jumlah Setting dan jumlah ABK. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Ln Y= 7,003 – 0,934 Ln X1 + 2,950 Ln X2 – 1,536 Ln X3 – 2,354 Ln X4+ 3, 703 Ln X5. (R2= 80%). Indian Mackerel in Ketapang have a high commercial value, with average length sized catch used drift gill net about 25 cm. The aim of research were to analys technical aspects of gear (drift gill net) and analys factors production research which impact to catching of gear (drift gill net).This research was implemented an August-September 2014, in PPI (Fish Landing Place) Sukabaru, Ketapang Regency, West Borneo. This research used descriptive method. Data collecting used observation, interview, questioner and documentation. Sampling method used purposive sampling (12 of drift gill net fisherman). Data analysis used regression linier and model of cobb-Douglass. This research proved if production of Indian Mackerel in used drift gill net is depend by length of webs, energy (BBM), immersing time, quantity setting, and number of fisherman with follow an equation :Ln Y = 7.003 – 0.934 Ln X1 + 2.950 Ln X2 – 1.536 Ln X3 – 2.354 Ln X4+ 3.7033 Ln X5.(R2= 80%).

Page 1 of 1 | Total Record : 10