cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2: April, 2016" : 7 Documents clear
HUBUNGAN LAMA WAKTU PELINGKARAN JARING DAN PENARIKAN TALI KERUT TERHADAP TOTAL HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP PURSE SEINE DI MUNCAR, KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR Hermawan, Okky Dwi; Asriyanto, -; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 2: April, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.718 KB)

Abstract

Purse seine adalah suatu alat penangkapan ikan yang digolongkan dalam kelompok jaring lingkar. Faktor melingkarkan jaring dan penarikan tali kolor (purse line) merupakan faktor keberhasilan dalam penangkapan dengan menggunakan purse seine. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan dan pengaruh lama waktu pelingkaran jaring dan penarikan tali kerut terhadap total hasil tangkapan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif pendekatan studi kasus. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat tangkap purse seine dua kapal dan satu kapal. Metode Analisis data yang digunakan adala regresi liniear sederhana dan berganda, uji-F ANAVA (satu arah). Total hasil tangkapan berdasarkan kedua variabel tesebut pada purse seine dua kapal adalah 3794 dan 1891 kg, sedangkan total hasil tangkapan pada purse seine satu kapal adalah 446 dan 168 kg. Hasil regresi menunjukkan nilai keeratan hubungan (r) kedua variabel secara sederhana pada purse seine dua kapal adalah 0,91 dan 0,88. Nilai keeratan hubungan (r) kedua variabel secara sederhana pada purse seine satu kapal adalah 0,94 dan 0,89. Nilai keeratan hubungan (r) secara berganda pada purse seine dua kapal dan satu kapal adalah 0,74 dan 0,94. Uji-F ANAVA (satu arah) menunjukkan lama waktu pengkaran jaring dan penarikan tali kerut tidak mempengaruhi total hasil tangkapan purse seine dua kapal, sedangkan pada purse seine satu kapal kedua variabel tersebut mempengaruhi total hasil tangkapannya. Purse seine is a fishing gear that classification on surrounding net group. The factors of encircled the net and pulled the purse line are the succesful factors on fishing operation by purse seine. The aim of this research were to analyzed relationship and affect long times of encircled the net and pulled the purse line on the total catches. This research was conduced on August 2015 in Coastal Fishing Port of Muncar. The method on this research using descriptive study case nearest. The materials were used in this research are purse seine two boats system and one boat system. The data analyze method use partial and multiple linear regression,  f-test ANOVA (one way). Total catches based both that variables on purse seine two boats system are 3794 and 1891 kg, while total catches on purse seine one boat system are 446 and 168 kg. The results of regression showed that correlation (r) both that variables by partial on purse seine two boats system are 0,91 and 0,88. Correlation (r) both that variables by partial on purse seine one boat system are 0,94 and 0,89. Purse seine two boats system and one boat system correlation’s (r) both that variables by multiple are 0,74 and 0,94. F-Test ANOVA (one way) showed that long times of encircled the net and pulled the purse line factors on purse seine two boats system are not affect to the total catches, while on purse seine one boat system both that variables are affect to the total catches.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN JARING KLITIK (GILL NET DASAR) DAN JARING NILON (GILL NET PERMUKAAN) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) TANJUNGSARI KABUPATEN PEMALANG, JAWA TENGAH Gunawan, Adhi Achmad; Ismail, -; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 2: April, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.837 KB)

Abstract

Dari beberapa jenis alat tangkap yang ada di PPI Tanjungsari, alat tangkap yang mendominasi adalah alat tangkap jaring klitik (Gill net dasar) dan jaring nilon (Gill net permukaan). Terdapat perbedaan antara kedua alat tangkap tersebut terkait dengan aspek teknis terutama aspek finansial. Oleh karena itu, perlu dianalisis tentang finansial usaha perikanan dari kedua alat tangkap tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan studi kasus. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah masing-masing responden per alat tangkap 15 orang. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis finansial yaitu; NPV, B/C ratio, IRR, dan Payback Periode (PP).  Hasil  menunjukan bahwa usaha perikanan tangkap Gill net dasar adalah sebagai berikut; NPV dengan nilai Rp. 111.986.427,-, B/C ratio adalah 1,44,  IRR dengan nilai 47% , dan PP adalah 3,45 tahun yang berarti usaha perikanan Gill net dasar dikategorikan layak. Sedangkan, usaha perikanan tangkap Gill net permukaan adalah sebagai berikut; NPV dengan nilai Rp. 158.869.200,-, B/C ratio adalah 1,66,  IRR dengan nilai 36%, dan PP adalah 4,19 tahun yang berarti usaha perikanan Gill net permukaan dikategorikan layak. Oleh karena itu, kedua unit usaha perikanan Gill net dasar dan Gill net permukaan dapat terus dilanjutkan.   Some types of fishing gear that is in PPI Tanjungsari, fishing gear is dominated klitik net fishing gear (bottom Gill net) and nylon net (surface Gill net). There are differences between the two gears are related to technical aspects, especially the financial aspects.Therefore, need to be analyzed on fishing effort financially from the second gear. The method used is descriptive and case studies. The sampling method using purposive sampling method with the number of respondents per each gear 15 people. The analytical method used is the financial method that NPV, B / C ratio, IRR, and Payback Period (PP). Results showed that the efforts of fisheries bottom Gill net is as follows; NPV value of Rp. 111 986 427, -, B / C ratio is 1.44, with a value of 47% IRR and PP was 3.45 years, which means Gill net fishing businesses categorized as feasible basis. Meanwhile, surface Gill net fishery business is as follows; NPV value of Rp. 158 869 200, -, B / C ratio is 1.66, with a value of 36% IRR and PP was 4.19 years, which means surface Gill net fishing businesses categorized decent. Therefore, both business units bottom Gill net and surface Gill net can be continued. 
ANALISIS KELAYAKAN USAHA GALANGAN KAPAL DI KABUPATEN BATANG Putri, Gianova Andika; Wijayanto, Dian; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 2: April, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.21 KB)

Abstract

Aktifitas penangkapan ikan dalam prosesnya membutuhkan sarana prasana untuk mendukung kegiatan penangkapan tersebut. Salah satu sarananya adalah kapal perikanan sebagai sarana apung. Kegiatan penangkapan akan memberikan pengaruh terhadap permintaan kapal perikanan. Pemintaan akan kapal perikanan akan mempengaruhi galangan kapal sebagai tempat pembuatan kapal. Semakin besar kegiatan penangkapan ikan maka semakin besar kebutuhan akan kapal perikanan, sehingga permintaan akan kapal perikanan di galangan kapal semakin besar. Batang mempunyai potensi akan produsen kapal perikanan yang produknya sudah diakui kualitasnya karena kapal hasil dari galangan Batang memiliki stabilitas yang baik dibanding dengan galangan yang lainya. sehingga keberlanjutan dari usaha galangan ini perlu ditinjau mengenai kelayakan usahanya, usaha ini apakah layak dilanjutkan atau tidak layak dilanjutkan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus dan menggunakan analisis regresi untuk mengetahui nilai dari indikator-indikator kelayakan usahanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai NPV, IRR,B/C Ratio, dan PP galangan kapal di Batang berturut-turut sebesar Rp 20.536.249.000,00, 51 %, 1,15, dan 3 tahun. Hasil-hasil tersebut melebihi dari batas kelayakan usaha, sehingga hasil tersebut menunjukkan bahwa  usaha galangan kapal di Batang layak untuk dilanjutkan dan dikembangkan. Fish captured in the process requires the infrastructure to support the arrest. One of them is fishing vessels as a means of float infrastructure. Fishing activities have an impact on demand for fishing vessel. Demand will affect the fishing vessel the shipyard as a shipbuilding. The larger the fishing activities, the greater the need for fishing vessels, so that the demand for  fishing vessel  in the larger shipyards. Batang regency  has the potential to be a manufacturer a high quality of  fishing vessels. Batang  has good stability compared with the other shipyard. so that the sustainability of this shipyard businesses need to be reviewed on the feasibility of their business, this business is worth continuing or not worth continuing. The method used  descriptive with case study method and regression analysis to determine the value of the indicators feasibility of their business. The result showed that NPV, IRR, B / C ratio, and PP of shipyard in Batang regency IDR  20,536,249,000; 51%, 1.15, and 3 years. These results exceed the limit of feasibility, so these results indicate that the venture shipyard in Batang deserves to be continued and developed.
TINGKAT PEMANFAATAN FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BELAWAN DALAM MENUNJANG KEGIATAN PENANGKAPAN IKAN Siahaan, Fransius Try Syahputra; Mudzakir, Abdul Kohar; Dewi, Dian Ayunita NN
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 2: April, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.137 KB)

Abstract

PPS (Pelabuhan Perikanan Samudera) Belawan yang berada di Kota Medan merupakan perikanan tangkap di Sumatera Utara yang merupakan peran penting untuk menunjang aktivitas perikanan tangkap dan pengolah, maupun pemasaran ikan di daerah tersebut. Untuk menunjang aktivitas di atas, maka PPS Belawan telah dilengkapi oleh fasilitas dasar, fungsional dan penunjang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fasilitas pokok dan fasilitas fungsional PPS Belawan, menganalisis tingkat pemanfaatan fasilitas pokok dan fasilitas fungsional di PPS Belawan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2015 di PPS Belawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel Purposive Sampling yaitu 10 pegawai, 10 nelayan dan 5 pemilik kapal. Analisis data yang digunakan antara lain yaitu analisa tingkat pemanfaatan fasilitas, uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian diperoleh tingkat pemanfaatan yaitu fasilitas dasar & fungsional untuk lahan pelabuhan yaitu 68%, alur pelayaran 84%, dermaga 91%, apms dan spdn 49 % dan pabrik es 49% Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pemanfaatan lahan pelabuhan sudah termasuk kategori maksimal.  PPS (Ocean fishing port) of Belawan in Medan which is located is the fisheries catch in North Sumatra is a vital role to support the activities of fisheries catch and processing, as well as the marketing of fish in the area. To support the activities above, the PPS Belawan has been equipped by the Basic, functional and facilities support. This research objective were to identified basic and functional facilities, analyzing the utilization rate of basic facilities in Belawan  oceanic  fishing port, and functional facilities in Belawan  oceanic  fishing port. This research held on July 2015. The method used in this research was descriptive methods which sampling method with purposive sampling. Data analysis used the rate of utilization analysis, analysis, validity and reliability test. The research results obtained utilization rate of basic facilities namely functional wetlands Harbor & i.e. 68%, Groove cruise, Pier 84% 91%, 49% and the company's spdn and ice factory 49% From the results it can be concluded that the degree of land use of the harbor already includes the maximum category.
PENGARUH PERBEDAAN UKURAN MESH SIZE DAN HANGING RATIO SERTA LAMA PERENDAMAN JARING INSANG (GILL NET) TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN RED DEVIL (Amphilophus labiatus) DI WADUK SERMO, KULONPROGO Widiyanto, Andy Tri; Pramonowibowo, -; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 2: April, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.746 KB)

Abstract

Mayoritas nelayan waduk Sermo menggunakan alat tangkap gill net dalam operasi penangkapannya, namun masih menggunakan gill net dengan ukuran mesh size dan hanging ratio yang belum spesifik untuk menangkap satu spesies tertentu. Sehingga untuk menangkap ikan red devil dengan gill net secara efektif dapat ditentukan ukuran mesh size dan hanging rationya. Untuk itu penyusun melakukan penelitian menggunakan ukuran mesh size 2 inchi dan 3,5 inchi serta hanging ratio 0,47 dan 0,68 dan lama perendaman 6 jam dan 12 jam. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan 12 kali pengulangan pada tiap variabel. Analisa data menggunakan metode uji ANOVA untuk mesh size dan hanging ratio serta uji t independen untuk lama perendaman. Hasil analisa data diperoleh p-value 0,03 untuk hubungan antara hanging ratio dengan lingkar tubuh, hasil tersebut menunjukkan H0 diterima (<0,05) sehingga lingkar tubuh berpengaruh terhadap hanging ratio. Hubungan lingkar tubuh dengan mesh size didapatkan hasil p-value 0,04 yang menunjukkan H0 diterima (<0,05) sehingga lingkar tubuh berpengaruh terhadap mesh size. Dan hasil untuk perbedaan lama perendaman 6 jam adalah 23,29 dan 12 jam adalah 37,71. The majority of fisherman in Sermo reservoir using a gill net fishing gear in this operation, but still using gill net with mesh size and hanging ratio which have not specific to catch one of certain species. So, to catch red devil with gill net effectively can specified size on mesh size and hanging ratio. For that the author of conduct research  using 2 inches and 3,5 inches mesh size and 0,47 and 0,68 hanging ratio and soaking time 6 hours and 12 hours. The method used is experiment with 12 repetitions on each variable. Data were analyzed using ANOVA for mesh size and hanging ratio and independent t test for soaking time. Result of analysis of data obtained 0,03 for the relationship between hanging ratio and circumference of the body, these result indicate H0 accepted (<0,05) so the circumference of the body affect of the hanging ratio. The relationship circumference of the body with mesh size get result 0,04 that indicate H0 accepted (<0,05) so the circumference of the body affect of the mesh size. And the result for difference long immersion 6 hours is 23,29 and 12 hours is 37,71.
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN NELAYAN RAJUNGAN DENGAN ALAT TANGKAP JARING PEJER (GILL NET) DAN ALAT TANGKAP BUBU (TRAP) (STUDI KASUS DI DESA SUKOHARJO DAN DESA PACAR DI KABUPATEN REMBANG) Parahita, Okky; Triarso, Imam; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 2: April, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.183 KB)

Abstract

Desa Sukoharjo dan Desa Pacar merupakan desa di Kabupaten Rembang sebagai penghasil Rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek teknis penangkapan rajungan serta menganalisis perbandingan pendapatan jaring Pejer (gill net) di Desa Sukoharjo dan Bubu (trap) di Desa Pacar, Kabupaten Rembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus dengan jumlah sampel 60 responden, masing-masing 30 nelayan jaring Pejer (gill net) dan 30 nelayan Bubu (trap). Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Metode analisa data yang digunakan adalah analisis pendapatan menggunakan uji statistik dan aspek finansial. Hasil penelitian menunjukkan secara teknis jaring Pejer (gill net) dan Bubu (trap) mempunyai desain dan konstruksi yang berbeda. Perahu  yang digunakan baik pada alat tangkap jaring Pejer (gill net) maupun Bubu (trap) adalah sama yaitu berbahan kayu, menggunakan armada perahu motor tempel yang berukuran 2-5 GT dengan mesin penggerak Donfeng berkekuatan 10-16 PK. Hasil analisis menggunakan uji independent sample t-test didapatkan, nilai ttabel dengan df = 58 sebesar 2,001, t hitung sebesar -5,447 dan nilai Sig (2-tailed) = 0,00<0,05. Kesimpulan nilai thitung> dari ttabel, dan dilihat nilai Sig. = 0,00<0,05, maka Ho ditolak, yang artinya pendapatan jaring Pejer (gill net) dan Bubu (trap) berbeda. Pendapatan alat tangkap alat jaring Pejer (gill net) sebesar Rp. 25.413.000,-/tahun. Sedangkan pendapatan nelayan Bubu (trap) di Desa Pacar sebesar Rp. 44. 109.000,-/tahun.Berdasarkan hasil perhitungan, menunjukan kegiatan usaha penangkapan Rajungan menggunakan Bubu (trap) lebih menguntungkan daripada jaring Pejer (gill net). Sukoharjo and Pacar is village in Rembang regency where produce blue swimming crab. This study aim to describe tecnical aspect of catching blue swimming crab and then analyzing the comparison revenue of gill net in Sukoharjo Village and trap in Pacar Village, Rembang Regency. The Method in this study are descriptive based on case studies used with 60 samples of responden, which is 30 Gill net’s fisherman and 30 Trap’s fisherman. The sampling method a porposive sampling.Data of primary and secondary data. The analysis method  revenue by using independent sample t-test and aspect of  financial. The result showed technical Gill net and Trap has different design and construction. The boat made of wood,using a fleet of outboard motor boats measuring 2-5 GT with an engine of Donfengwith power 12-24 Pk. The result of the analysis using the indpendent sample t-test obtained value ttable df=58as big as 2,001.t count-5,447, and value Sig (2-tailed) = 0,00<0,05. Conclusion value tcount>i ttable and ttable, and value Sig. = 0,00<0,05 then Ho reject. Revenue of gill net’s fisherman were Rp. 25.413.000,-/year and Trap’s fisherman were Rp. 44. 109.000,-/year. Based on the financial value of the bussines activity of catching blue swimming crab using Trap is more beneficial than using Gill net.
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI JARING INSANG LINGKAR (Encircling Gill Net) DI PPI PULOLAMPES, BREBES Muna, Naufa; Ismail, -; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 2: April, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.392 KB)

Abstract

Jaring insang lingkar (koncong) menjadi alat tangkap dominan ke dua di PPI Pulolampes Brebes, keberadaanya semakin ditinggalkan karena kalah saing  jumlah hasil target tangkapan yang sama dengan pukat cincin mini yang menjadi andalan masyarakat setempat. Pukat cincin mini memiliki tingkat selektifitas yang rendah dibandingkan jaring koncong, sedangkan penelitian terdahulu menunjukkan terjadi kecenderungan overfishing di perairan Brebes. Untuk meningkatkan hasil tangkapan jaring insang lingkar secara tepat dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang faktor faktor yang mempengaruhi produksi, serta menentukan model hubungan faktor produksi dengan pendekatan fungsi Cobb-Douglass. Penelitian dilaksanakan di PPI Pulolampes, Bulakamba Brebes pada bulan November 2015 – Januari 2016. Faktor yang diduga berpengaruh ialah panjang alat tangkap, lebar alat tangkap, ukuran perahu, kekuatan mesin, lama trip, jumlah BBM, jumlah ABK, dan pengalaman nelayan. Hasil analisis dengan menggunakan uji t menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh dengan taraf nyata 95% ialah panjang alat tangkap, lama trip, jumlah BBM, jumlah ABK dan umur kerja. Hasil penelitian menunjukkan tidak semua faktor berpengaruh positif terhadap hasil tangkapan, disimpulkan panjang alat tangkap memiliki pengaruh negatif terhadap hasil produksi. Sedangkan faktor yang paling dominan terhadap peningkatan hasil produksi ialah jumlah BBM. Dari hasil analisis statstika tersebut dapat disimpulkan, peningkatan produksi dicapai jika jarak fishing ground, jumlah ABK dan pengalaman kerja nelayan ditingkatkan. Tetapi panjang alat tangkap diberi ketentuan maksimum. Encircling Gill Net become one of two dominant fishing gear in Coastal Fishing Port Pulolampes Brebes, its existence being abandoned because of less competitive hauling number than the fishing gear mainstay of a local community, which is Mini purse sein. Unfortunately, Mini Purse Sein has a low standard of selectivity compared to Encircling Gill Net, whereas previous studies showed a trend towards overfishing in the waters of Brebes. To increase optimality of gill net hauling number, this research aims to analysis factors that affecting production, as well as determining production factors relationship model with Cobb-Douglass function approach. Research located at the Coastal Fishing Port Pulolampes, Bulakamba in November 2015 - January 2016. There's eight factors thought to affect fishing gear, such as Gill Net length, Gill Net-wide, vessel dimension, engine power, a length of trip, amount of fuel, the number of crews, and fisherman work experience. The results of analysis using the t test showed that the production of factors affect  95% of the production are Gill Net length, amount of fuel, the number of crew and fisherman work experience. The results showed that not all factors positively affects the catch, the length of fishing gear have a negative effect on production. While the most dominant factor whose increasing the production is the amount of fuel. From the statistic analysis, it can be concluded, to increasing the production is achieved if the distance fishing ground, the number of crew and the fishing improved work experience. But Gill Net length ought to give  maximum provision.

Page 1 of 1 | Total Record : 7