cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 687 Documents
ANALISIS KESESUAIAN WISATA PANTAI DI TELUK LOMBOK KABUPATEN KUTAI TIMUR KALIMANTAN TIMUR Hendyanto, Rendha; Suryono, Chrisna Adhi; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.117 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.5992

Abstract

Pantai Teluk Lombok merupakan salah satu pantai yang terdapat di Kabupaten Kutai Timur tepatnya di Kota Sangatta. Pantai Teluk Lombok dengan segala kondisinya diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu obyek wisata pantai yang dapat diandalkan dalam meningkatkan pendapatan baik bagi pemerintah Kabupaten maupun masyarakat disekitar Teluk Lombok. Namun, dalam melakukan upaya pengembangan wisata pantai di Teluk Lombok perlu adanya identifikasi dan pendekatan permasalahan terlebih dulu. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan studi mengenai tingkat kesesuaian wisata pantai di Teluk Lombok. Penelitian dilakukan dengan survei lapangan (pengumpulan data primer dan data sekunder) selama 14 hari pada bulan Desember 2012, yang terbagi dalam tiga titik lokasi sampling. Pengumpulan data primer terdiri dari data parameter kesesuaian wisata pantai, seperti tipe pantai, lebar pantai, kemiringan pantai, kecerahan pantai, kecepatan arus, kedalaman perairan, substrat dasar perairan, penutupan lahan pantai, keberadaan biota berbahaya dan ketersediaan air tawar. Metode yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian adalah metode deskriptif dengan bantuan analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW). Berdasarkan hasil yang didapat dari perhitungan Indeks Kesesuaian Wisata untuk kegiatan wisata pantai yaitu pada stasiun I 91%, stasiun II 85,4%, stasiun III 91%. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Pantai Teluk Lombok tergolong dalam kategori sangat sesuai (S1) untuk kegiatan wisata pantai.
Uji Penggunaan Bacillus sp. sebagai Kandidat Probiotik Untuk Pemeliharaan Rajungan (Portunus sp.) Linggarjati, Kharisma Firdaus; Djunaedi, Ali; Subagiyo, Subagiyo
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.45 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i1.2048

Abstract

Blue crab is one of the economically marine commodities and have high potential export. During this blue crab requirement derived from nature catches because in blue crab aquaculture not yet good branch out. To low survival rate of blue crab caused by bacterium vibrio disease, in addition to the content of nitrogen and phosphate can also affect the blue crab medium. This research as a purpose to test the effect of probiotic bacillus aplication to water quality and the total number of bacteria in the blue crab medium. the research was conducted with 2 stages, that is isolation and selection bacillus bacteria stages as probiotic and testing phase the effect of probiotic bacillus on water quality and the total number of bacteria. The result showed that probiotic bacillus with density 106 cfu/ml to reduce the content of ammonia (NH3), nitrite (NO2) and the total number of bacteria. While probiotics with density 105 cfu/ml to reduce the total number of bacteria in the blue crab medium, but have not been able to reduce the content of ammonia (NH3) and nitrite (NO2).
Pemetaan Kerentanan Bencana Tsunami Di Pesisir Kecamatan Kretek Menggunakan Sistem Informasi Geografi, Kabupaten Bantul DIY Sinambela, Chandra; Pratikto, Ibnu; Subardjo, Petrus
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.531 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.8362

Abstract

Tsunami merupakan salah satu bencana alam yang senantiasa mengancam penduduk yang tinggal di daerah pesisir. Pesisir Kecamatan Kretek merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rentan terhadap tsunami. Bahaya tsunami ini akan diperburuk dengan keadaan pesisir Kecamatan Kretek yang memiliki tingkat kepadatan penduduk, kepadatan pemukiman, aktivitas pemerintahan dan aktivitas perekonomian yang cukup tinggi. Berdasarkan pada hal tersebut, maka perlu diketahui tingkat kerentanan tsunami agar dapat dimanfaatkan sebagai masukan data dalam upaya mitigasi untuk penyusunan rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang berbasiskan  tingkat resiko tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun peta kerentanan wilayah terhadap tsunami di pesisir Kecamatan Kretek. Penelitian ini dilaksanakan pada 17 Desember 2013 sampai dengan 17 April 2014. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini antara lain pengumpulan data baik itu data primer maupun sekunder, pengolahan data parameter-parameter yang mewakili tiap variabel kerentanan, pemberian bobot dan skor tiap variabel kerentanan, pengolahan data kerentanan wilayah terhadap tsunami untuk mendapatkan peta kerentanan wilayah terhadap tsunami dan survei lapangan.
Metode Lepas Dasar dengan Net Bag pada Pertumbuhan Kappaphycus alvarezii (Doty) Wibowo, Ichsan Suryo; Santosa, Gunawan Widi; Djunaedi, Ali
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.738 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i1.25783

Abstract

ABSTRAK: Parameter keberhasilan dari kegiatan budidaya rumput laut diukur berdasarkan dari hasil produksi thallus yang dibudidayakan. Metode budidaya yang digunakan dalam kegiatan budidaya rumput laut merupakan salah satu faktor penting yang dijadikan sebagai acuan keberhasilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dari rumput laut K. alvarezii yang dibudidayakan dengan metode lepas dasar menggunakan net bag yang dimodifikasi. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit rumput laut K. alvarezii (F2) yang diperoleh dari pembudidaya di Perairan Pulau Kemujan, Kepulauan Karimunjawa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan percobaan berpola Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang diujikan adalah rumput laut K. alvarezii yang dibudidayakan dengan perlakuan A (satu lapis jaring), perlakuan B (dua lapis jaring), dan perlakuan C (tiga lapis jaring). Penanaman bibit dilakukan selama 42 hari sejak penanaman. Parameter pengamatan meliputi laju pertumbuhan spesifik dan parameter kualitas perairan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh sistem budidaya lepas dasar menggunakan net bag (P < 0,05) terhadap laju pertumbuhan spesifik K. alvarezii. Metode net bag dengan satu lapis jaring memiliki pertumbuhan terbaik pada 4,95 ± 0,70 %g/hari. ABSTRACT: The success parameters of seaweed farming activities are measured based on the results of cultivated thallus. The cultivation method used in seaweed farming activities is one of the important factors used as a reference for success. This study aimed to assess the growth of K. alvarezii that was cultivated by employing off bottom method in a modified net bag system. The material used in this study was K. alvarezii (F2) seaweed seeds obtained from cultivators in Kemujan Island, Karimunjawa Islands. The research method used was an experiment with a completely randomized design patterned. The treatments tested were K. alvarezii which was cultivated by treatment A (single net), treatment B (double net), and treatment C (triple net). Planting of seeds was carried out for 42 days after planting. Observation parameters include specific growth rate and water quality parameters. ANOVA test results showed that there was a significant influence (P <0.05) on the absolute weight and specific growth rate of K. alvarezii. Results showed that single net bag method given the best growth rate at 4.95 ± 0.70 %g/day.
Pengaruh Pemberian Timbal (Pb) Dengan Konsentrasi Berbeda Terhadap Klorofil, Kandungan Timbal Pada Akar Dan Daun, Serta Struktur Histologi Jaringan Akar Anakan Mangrove Rhizophora mucronata Siahaan, Michael Teguh Adiputra; Ambariyanto, Ambariyanto; Yulianto, Bambang
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.837 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i2.2850

Abstract

condition of mangroves have decreased over the years. Beside it has been used for human activities, mangrove habitat is also influenced by heavy metal pollution, and one of them is lead (Pb). Among all major mangroves, Rhizophora mucronata is one of the important spesies which also widely distributed. This research aimed to investigate the effect of lead treatment in different concentration to chlorophyll, content of the lead in leaves, root, and root histological structure of R. mucronata seedling. Treatments were done in 30 days, and the concentrations of Pb were 0,1; 1; 10; and 100 ppm. Mangrove seedlings were planted in bucket pot with 50 cm in diameter and 30 cm height, putted in greenhouse that has size 5,5 x 2 x 1,5 m. The result show that Pb treatment until 100 ppm has significant effect on chlorophyll content. Whereas the content of Pb in leaves and root, as well as root histology did not show signficant effect.
Pengaruh Perbedaan Metode Transplantasi Terhadap Laju Pertumbuhan Karang Acropora aspera Pada Artificial Patch Reef Di Pulau Panjang, Jepara Prayoga, Bintang; Munasik, Munasik; Irwani, Irwani
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.231 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i1.24302

Abstract

Artificial Patch Reef (APR) adalah salah satu terumbu karang buatan yang dirancang dengan bentuk melingkar modular berbentuk piramida dan memiliki 4 tingkatan atau kedalaman yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Acropora aspera sebagai karang yang akan ditransplan pada APR karena saat ini populasi dari Acropora sangat terdegradasi dan terus menurun. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2018 di perairan Pulau Panjang Jepara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan Acropora aspera dengan variasi metode yaitu ditransplan secara vertikal dan horizontal. Kedua metode memiliki keuntungan masing-masing dengan metode vertikal memiliki peluang pertumbuhan yang lebih cepat karena pertumbuhan pada karang selalu menuju ke arah datangnya sinar matahari, keuntungan dari posisi penanaman secara horizontal adalah posisi yang optimal karena hasilnya karang tetap dapat tumbuh pada dua sisi dan dapat tumbuh ke segala arah. Selain itu penelitian ini menggunakan 3 kedalaman yang berbeda. Pertumbuhan tertinggi pada perbedaan metode terjadi pada metode vertikal dengan laju pertumbuhan sebesar 0,35 cm/bulan sedangkan pada metode horizontal didapat hasil sebesar 0,27 cm/bulan. Untuk laju pertumbuhan pada perbedaan kedalaman atau tingkatan didapatkan laju pertumbuhan untuk tingkat 2 sebesar 0,24 cm/bulan, tingkat 3 sebesar 0,34 cm/bulan dan tingkat 4 sebesar 0,35 cm/bulan. Analisis statistik ANOVA  menunjukkan pada tingkatan dan metode diperoleh nilai Sig. 0,00  yang berarti H1 diterima, berarti ada perbedaan signifikan antar metode dan antar tingkatan. Artificial Patch Reef (APR) is one of the artificial reefs that is designed with a circular pyramidal modular shape and has 4 different gradations or depths. This study used Acropora aspera as the coral to be transplanted in the APR because currently the population of Acropora is highly degraded and continues to decrease. This research was conducted from April to July 2018 on the Panjang Island, Jepara. This research use Acropora aspera with a variety of methods that transplanted vertically and horizontally. Both methods have advantages. Vertical method has chance to growth faster than horizontal method. In the direction that comes from sunlight, the benefits of planting horizontally are optimal because they produce corals that can grow on both sides and can grow to all direction. In addition, this study uses 3 different levels. The highest method obtained in the vertical method with a growth rate of 0.35 cm / month in the horizontal method results obtained at 0.27 cm / month. For the growth rate at the growth rate or growth rate for level 2 of 0.24 cm / month, level 3 is 0.34 cm / month and level 4 is 0.35 cm / month. Statistical analysis of ANOVA determines at the level and method obtains the Sig. 0,00 which means H1 is accepted, meaning there are significant differences between methods and between levels.
KONDISI EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI ROTE TIMUR, KABUPATEN ROTE NDAO, TAMAN NASIONAL PERAIRAN LAUT SAWU MENGGUNAKAN METODE MANTA TOW Achmad, Andy; Munasik, Munasik; Wijayanti, Diah Permata
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1568.786 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3151

Abstract

Waters of the Savu Sea serves strategic means for the development of East Nusa Tenggara province, because most of the district / city in the province is highly dependent on the Savu Sea. The purpose of this study was to determine the condition of coral reef ecosystems using the Manta Tow in the waters of the East Rote, District of Rote Ndao, province of East Nusa Tenggara in the plan of conservation areas Savu Sea Marine National Park. The results show the percentage of hard coral life cover in the East Rote 3 study sites in the category of bad. The west side has average cover of 23.98%. Mulut Seribu Strait have hard coral life cover percentage of 15.8% and eastern side has the lowest percentage to hard coral life cover average by 12.33%.
Karakteristik Lahan terhadap Kerentanan Pesisir Pantai Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Huda, Abiyani Choirul; Pratikto, Ibnu; Pribadi, Rudhi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.012 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i3.25268

Abstract

Kerentanan pantai adalah kondisi yang menggambarkan keadaan mudah terkena dari suatu sistem alami serta keadaan sosial pantai. Kerentanan pantai yang diakibatkan erosi merupakan ancaman yang dapat menimbulkan kerugian yang besar bila tidak ditangani dengan tepat. Perlu dilakukan sebuah upaya mitigasi bencana erosi pantai berupa tahap awal dengan penilaian indeks kerentanan pantai. Upaya mitigasi bencana dapat dimulai dengan membuat pemetaan indeks kerentanan pantai yang berdasarkan penilaian lima variabel, yaitu:  geomorfologi pantai, tipologi pantai, kemiringan pantai, vegetasi mangrove, dan penggunaan lahan pesisir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode spasial yang digunakan untuk menyusun peta tingkat kerentanan pantai yang diawali dengan input data ataupun peta berdasarkan pada variable yang ditentukan, dilanjutkan dengan metode kuantitatif yang digunakan untuk menganalisa data yang tersaji dalam bentuk angka dengan menggunakan sistem skoring, dilanjutkan dengan metode deskriptif yang digunakan dalam mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bula Mei-Agustus 2017, lokasi penelitian berada di kawasan pesisir pantai Kabupaten Rembang pada 6 Kecamatan Pesisir dan 40 desa. Hasil dari penelitian ini berdasarkan penilaian Indeks Kerentanan Pantai di Kabupaten Rembang didapatkan tingkat kerentanan sangat tinggi (400-450) berada di Kecamatan Kaliori, kerentanan tinggi (360-400) berada di Kecamatan Sarang, Kragan, dan Lasem, kerentanan sedang (290-360) berada di Kecamatan Sluke, dan kerentanan rendah (240-290) berada di Kecamatan Rembang. Dari lima variabel, yang sangat berpengaruh terhadap kerentanan bencana erosi pantai adalah tipologi pantai. Coastal vulnerability is a condition which describes the State of a system of easily affected by natural and social circumstances of the beach.Coastal vulnerability arising from erosion is a threat that can cause great harm if not handled appropriately.Need a coastal erosion hazard mitigation efforts in the form of an early stage with an assessment of the vulnerability index beach.Disaster mitigation efforts can be initiated by creating a mapping coastal vulnerability index based on the assessment of the five variables, namely: coastal geomorphology, typology, the slope of the Beach Coast, mangrove vegetation, and land use. The methods used in this research are spatial methods used to draw up a map of the level of vulnerability of beach, begins with the input data or map based on variable is specified, followed by a quantitative method used to analyze the data that is presented in the form of numbers by using the scoring system, followed by a descriptive method used in describing a number of variables related to the research.This research was conducted in  May-August 2017, the location of the research lies in the coast of Rembang in 6 sub-districts and 40 villager. The results of this research are based on the assessment of the vulnerability index Beach in Rembang in the level of very high vulnerability (400-450) is located in district kaliori, high vulnerability (360-400) is located in the subdistrict of Sarang, Kragan and Lasem, medium vulnerability (290-360) is located in district of Sluke, and low vulnerability (240-290) located in the subdistrict of Rembang. From the fifth of these variables, a very influential towards the erosion of coastal disaster vulnerability is the beach typology.
Studi Perubahan Luasan Vegetasi Mangrove Mengunakan Citra Landsat Tm Dan Landsat 7 Etm+ Tahun 1998 – 2010 Di Pesisir Kabupaten Mimika Papua Fajri, Fajri; Subardjo, Petrus; Pribadi, Rudhi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.517 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i1.2002

Abstract

Mangrove ecosystem is one of kind forest that naturally influenced by tides. Mangrove root’s system have capability to hold and capture sediment transported by waves or currents which bring to sedimentation or soil formation arise and become the new land for mangrove vegetation. Tailings from the mining PT. Freeport Indonesia in Tembagapura cusher form of a smooth stone is passed through Aghawagon River, followed Otomona River and deposited in the Regional Deposition Ajkwa (DPA), the possibility of 5-10% of particles remaining Sand Mining (tailings) carried out the most subtle to the Estuary Ajkwa and the Arafura Sea (PT Freeport Indonesia, 1999). Sedimentation due to the flow of the remaining mine sand from the river and taken apart Ajkwa currents, thought to affect an area of mangrove forests that exist around the estuaries in the coastal Mimika. Aim of this study is determining the extent of vegetation change in Mimika coastal mangrove District, Papua during 1998 to 2010 using multitemporal satellite imagery. The study was conducted in November 2010 to May 2011 using 1998’s Landsat TM imagery, Landsat 7 ETM + in 2002, Landsat 7 ETM + in 2006, and Landsat 7 ETM+ 2010, by using descriptive method. The results of this study indicate changes in the extent of mangrove vegetation of the estuary area to Mawati Kamora is varied, ie, in the year 1998 to 2002 has improvement 250.64 ha and 234.91 ha of reduction, in the year 2002 to 2006 has improvement 131.82 ha and 193.37 ha of reduction, in the year 20006 to 2010 experienced a reduction of 175.94 ha and 89.28 ha. Supply of sediment input in the form of tailings or suspected influence on the addition of mangrove vegetation in the Mimika District coastal area of Papua, particularly in the area and Kamora Ajkwa River Estuary, while the reduction of mangrove vegetation in the Coastal area of Timika, Papua, probably caused from to hydrological factors of the currents and waves.
Pemetaan Tingkat Kerawanan Bencana Tsunami Menggunakan Data Penginderaan Jauh di Pesisir Selatan Kabupaten Pacitan Jawa Timur Nugroho, Surya Agung; Dwisuryoputro, Agus Anugroho; Indarjo, Agus
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v3i2.5410

Abstract

Secara geologis pesisir selatan Kabupaten Pacitan berada di jalur subduksi atau pertemuan dua lempeng besar yang saling bertumbukan, yaitu lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Pergerakan lempeng tektonik di kawasan ini sering kali menyebabkan terjadinya gempa besar yang dapat memicu terjadinya tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan bencana tsunami di pesisir selatan Kabupaten Pacitan Jawa Timur.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2012 sampai Maret  2013 di kawasan Pesisir selatan Kabupaten Pacitan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan mengkaji tentang tingkat kerawanan tsunami yang diakibatkan oleh gempa bumi didasar laut.Hasil penelitian menunjukan peta kerawanan wilayah tsunami yang terdiri dari lima kelas, antara lain kelas sangat rawan dengan total luas 681,36 Ha atau 0,86%. Kelas rawan dengan total luas 2403,80 Ha atau 3,05%. Kelas agak rawan memiliki luas area 7678,00 Ha atau 9,75%. Kelas aman memiliki luas area 46074,48 Ha atau 58,54% dan Kelas sangat aman memiliki luas area 21854,30 Ha atau 27,77%.

Page 8 of 69 | Total Record : 687