cover
Contact Name
Nanang Setiawan
Contact Email
mozaik@uny.ac.id
Phone
+628122762804
Journal Mail Official
mozaik@uny.ac.id
Editorial Address
Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta, Kampus Karang Malang, Jalan Colombo No. 1, Yogyakarta, Indonesia, Kode Pos 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah
ISSN : -     EISSN : 28089308     DOI : 10.21831/moz
Core Subject : Humanities, Social,
MOZAIK is an academic journal centered in the study of history. MOZAIK is welcoming contributions from young and more experienced scholars from different disciplines and approaches that focus on historical changes. MOZAIK is an academic journal to discuss various crucial issues in Indonesian history, both at local, national and international levels, covering the history of the early period of Indonesia to contemporary Indonesia. MOZAIK does it in a multidisciplinary and comparative manner.The scope of MOZAIK encompasses all historical subdisciplines, including, but not limited to, cultural, social, economic and political history, historiography, and the philosophy of history.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2010): Mozaik" : 7 Documents clear
ETOS KERJA : KETELADANAN MASYARAKAT BANYUMAS AWAL ABAD XX Agus - Murdiyastomo
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 5, No 1 (2010): Mozaik
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.228 KB) | DOI: 10.21831/moz.v5i1.4339

Abstract

Abstrak Daerah Banyumas bagian selatan dikenal sebagai daerah yang subur penghasil padi, dan   mempunyai kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Kesuburan tanah ini kemudian menarik para investor untuk menanamkan modalnya di daerah ini dengan membuka perkebunan tebu, dan pabrik gula. Masuknya usaha tersebut pada akhirnya menyerobot lahan tanaman pangan, karena syarat penanaman tebu kurang lebih sama dengan syarat penanaman padi. Usaha perkebunan dan berdirinya pabrik gula, telah menjadi daya tarik bagi penduduk dari luar untuk turut mengais rejeki di Banyumas. Dengan demikian  beban daerah ini semakin berat karena meningkatnya  jumlah penduduk pada setiap tahunnya.  Penggusuran lahan pertanian tentu mengurangi produksi pangan per tahun, yang pada akhirnya mengancam kesejahteraan  penduduk. Walaupun tekanan semakin menghimpit, tetapi  hidup harus tetap berlangsung, dan bagaimana usaha penduduk Karesidenan Banyumas menanggapi perkembangan situasi itu, dan dapat bertahan bahkan keluar dari tekanan ekonomi. Untuk merunut bagaimana penduduk Banyumas dapat bertahan hidup, dan bahkan  keluar dari tekanan ekonomi, maka digunakan metode  sejarah kritis, dengan mengkaji dokumen-dokumen yang berhasil dikumpulkan, ditunjang pula dengan bahan pustaka yang berhubungan dengan persoalan yang dikaji. Pengkajian terhadap persoalan yang hendak dipecahkan dilakukan dengan pendekatan ekologis, seperti yang dilakukan oleh Geertz,  dan menggali akar budaya Banyumas dengan pendekatan etnografis. Hasil kajian menunjukan bahwa Masyarakat Banyumas mampu bertahan dari tekanan ekonomi karena masyarakat Banyumas memiliki etos kerja yang tinggi. Kerja bagi masyarakat Banyumas bukan semata-mata untuk memperoleh penghasilan, tetapi kerja dilandasi dengan falsafah yang justru muncul dari stereotype orang Banyumas, yaitu terus terang dan apa adanya yang dalam dialek banyumas disebut dengan “cablaka”,  Hal ini pantas dikembangkan dalam rangka membangkitkan etos kerja yang dilandasi semangat nasionalisme, demi meraih Indonesia yang makmur dan sejahtera.
MENCIPTAKAN PERDAMAIAN MELALUI PENDIDIKAN PERDAMAIAN DI SEKOLAH Taat - Wulandari
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 5, No 1 (2010): Mozaik
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.434 KB) | DOI: 10.21831/moz.v5i1.4340

Abstract

Abstrak Suatu negara dengan keadaan masyarakat yang beragam akan sangat rentan untuk terjadinya sebuah konflik. Indonesia adalah suatu negara yang memiliki keadaan tersebut dihadapkan pada masalah yang tidak ringan. Dibutuhkan keterampilan mengatur keberagaman tersebut agar semua komponen masyarakat dapat hidup dengan aman, nyaman, tenteram, dan damai bagi kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun, bangsa Indonesia tercinta ini masih diselimuti oleh berbagai konflik yang muncul dalam masyarakat. Masyarakat perlu dibekali oleh berbagai pengetahuan tentang keadaan bangsanya sejak dini. Pendidikan merupakan perantara yang tepat untuk menumbuhkan bermacam sikap yang mendukung tercapainya perdamaian.
SEJARAH DAN PERADABAN: SKETSA PEMIKIRAN MALIK BENNABI Ajat - Sudrajat
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 5, No 1 (2010): Mozaik
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.606 KB) | DOI: 10.21831/moz.v5i1.4335

Abstract

Abstrak Tujuan dari tulisan ini adalah menelusuri pemikiran Malik Bennabi mengenai sejarah dan peradaban. Setelah melalui kajian terhadap sumber-sumber yang masih terbatas, dapat dituangkan dalam artikel ini beberapa gagasan pokoknya. Gagasan-gagasan tersebut adalah: (1) Peradaban bukan sekedar kemajuan ekomomi, politik, dan teknologi, tetapi meliputi unsur-unsur dinamik, integral, dan kongkrit;  di antara unsur-unsur tersebut yang paling krusial adalah moral. (2) Agama adalah salah satu prasyarat bagi semua peradaban, suatu unsur yang diasimilasi oleh masyarakat sebelum siklus peradaban dimulai. Agama merupakan prasyarat naiknya suatu peradaban. (3) Keruntuhan masyarakat Muslim, diklasifikasi ke dalam tiga tangga: pertama ditandai dengan abad-abad ketiduran yang panjang; kedua, ditandai dengan kebangunan dan perolehan kembali kesadaran; dan ketiga, ditandai dengan kekacauan dan goncangan.
KEBERADAAN ETNIS CINA DAN PENGARUHNYA DALAM PEREKONOMIAN DI ASIA TENGGARA Danar - Widiyanta
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 5, No 1 (2010): Mozaik
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.895 KB) | DOI: 10.21831/moz.v5i1.4341

Abstract

Abstrak : Keberadaan Etnis Cina dalam melakukan aktivitas perdagangan di Asia Tenggara sudah terjadi jauh sebelum kedatangan bangsa Barat. Ketika orang Eropa datang di kawasan Asia Tenggara pada abad ke-16 dan awal abad ke-17, orang Cina sudah bermukim di kota-kota pelabuhan utama. Saudagar-saudagar Cina meskipun belum begitu banyak namun tersebar luas di seluruh kawasan ini. Dalam beberapa abad kemudian, orang Cina bertindak sebagai pedagang perantara atau bekerja sebagai buruh serta produsen berskala kecil. Ketika jumlah mereka semakin banyak, mereka kemudian mendominasi perekonomian pasar di kawasan Asia Tenggara.
PARK CHUNG-HEE DAN KEAJAIBAN EKONOMI KOREA SELATAN Ririn - Darini
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 5, No 1 (2010): Mozaik
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.889 KB) | DOI: 10.21831/moz.v5i1.4336

Abstract

Abstrak Korea Selatan merupakan salah satu keajaiban ekonomi Asia. Dalam waktu yang relatif singkat Korea berhasil menjadi negara industri modern sekaligus kekuatan ekonomi yang diperhitungkan oleh dunia. Keberhasilan pembangunannya menjadi model bagi negara-negara lainnya. Keberhasilan ekonomi Korea Selatan tidak terlepas dari peran Park Chung-hee sebagai peletak dasar pembangunan ekonomi Korsel. Park Chung-hee sangat intens dengan program pembangunan. Perhatiannya tercurah untuk melaksanakan program-program dasar untuk pembangunan Korea Tulisan ini mencoba mengkaji kebijakan Park dalam membangun perekonomian Korsel.
EKOLOGI LINGKUNGAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT KARESIDENAN BANYUMAS MASA KOLONIAL Dina - Dwikurniarini
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 5, No 1 (2010): Mozaik
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.414 KB) | DOI: 10.21831/moz.v5i1.4337

Abstract

Abstrak Musim kemarau merupakan keadaan yang lebih banyak mendatangkan kerugian daripada keuntungan. Di Karesidenan Banyumas dalam musim kemarau terjadi banyak genangan air yang menjadi sarang nyamuk, sehingga terjadi wabah penyakit malaria. Penyakit itu rupanya masih tetap ada hingga masa pemerintahan RI. Bagaimana sebenarnya masalah tersebut bermula dan bagaimana penanganan dan pencegahan dan model pencegahan seperti apa yang sudah dilakukan pemerintah. Dari data sejarah kolonial menunjukkan bahwa penyakit itu sudah lama membawa korban sehingga dikeluarkan Ordonansi Pes 1902. Pada sebagian besar wilayah Banyumas abad 19 memang sering terjadi berbagai epidemi. Dapatkah kita belajar dari masa lalu untuk mengatasi masalah saat ini ataukah masa lalu dibiarkan berlalu saja terutama untuk kasus yang sudah lebih dari satu abad lalu.
ISLAM MODERAT KONTEKS INDONESIA DALAM PERSPEKTIF HISTORIS Minftahuddin - Minftahuddin
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 5, No 1 (2010): Mozaik
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.662 KB) | DOI: 10.21831/moz.v5i1.4338

Abstract

Abstrak Sungguh sangat menyedihkan apabila perbedaan dalam Islam, yang pada dasarnya berangkat dari perbedaan pemahaman dan penafsiran atas teks al-Qur’an dan al-Hadits, mengakibatkan ketidakharmonisan dalam bermasyarakat dan bernegara. Sebenarya, sepanjang perbedaan yang ada dilandasi dengan semangat nilai-nilai ukhuwah basyariah (persaudaraan antar umat manusia), ukhuwah Islamiyah (persaudaraan antar sesama umat Islam), hablu minannaas (hubungan baik dengan sesama manusia), dan ikhtilafu ummati rahmatun (perbedaan adalah rahmat), tidaklah menimbulkan permasalahan. Khususnya di Indonesia, dari fakta yang dapat dilihat, tampaknya belum memperlihatkan bahwa perbedaan itu rahmat. Dengan demikian, artikel ini mengajak untuk mencoba melihat kembali sejarah, bagaimana memahami Islam dan ber-Islam yang seharusnya diterapkan dalam konteks Indonesia sehingga  manusia Indonesia dalam berpaham tidak terjebak ke dalam ekstrimitas yang berlebihan. Konsep “Islam moderat”, pada dasarnya hanyalah sebatas tawaran yang semata-mata ingin membantu masyarakat pada umumnya dalam memahami Islam. Bersikap moderat dalam ber-Islam bukanlah suatu hal yang menyimpang dalam ajaran Islam, karena hal ini dapat ditemukan rujukannya, baik dalam al-Qur’an, al-Hadits, maupun perilaku manusia dalam sejarah. Mengembangkan pemahaman “Islam moderat” untuk konteks Indonesia dapatlah dianggap begitu penting. Bukankah diketahui bahwa di wilayah ini terdapat bayak paham dalam Islam, beragam agama, dan multi-etnis. Konsep “Islam moderat mengajak, bagaimana Islam dipahami secara kontekstual, memahami bahwa perbedaan dan keragaman adalah sunnatullah, tidak dapat ditolak keberadaannya. Jika hal ini diamalkan, dapat diyakini Islam akan menjadi agama rahmatan lil alamin.

Page 1 of 1 | Total Record : 7