cover
Contact Name
Kartika Sari
Contact Email
kartika.sari@lecturer.unri.ac.id
Phone
+6281261700537
Journal Mail Official
azzahra.putririaldi@lecturer.unri.ac.id
Editorial Address
Department of Fisheries Product Technology Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Fish Processing Technology
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : 31635830     DOI : https://doi.org/10.31258
Core Subject :
The Indonesian Journal of Fish Processing Technology (IJFPT) focuses on scientific research and technological development related to the processing and utilization of fishery and marine resources. The journal publishes original research articles and review papers that contribute to the advancement of fisheries-based processing technology and support sustainable development in the fisheries and maritime sector.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 2 no. 1 (2026)" : 5 Documents clear
Isolasi Bakteri Asam Laktat (BAL) dari Sosis Fermentasi Ikan Patin (Pangasius sp.) Defri Ilham; Febyanti Tarihoran; Tjipto Leksono; Ira Sari
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/w4p0jb09

Abstract

Ikan patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dikenal dan dibudidayakan di Indonesia. Sebagai salah satu jenis ikan air tawar, ikan patin memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Disamping itu, ikan patin juga relatif murah dan mudah diperoleh. Kualitas protein daging ikan lebih tinggi dibandingkan dengan protein daging sapi dan ayam, sehingga ikan memiliki potensi  yang menarik sebagai bahan baku pembuatan sosis. Pengolahan sosis fermentasi merupakan pemanfaatan potensi bakteri asam laktat untuk menghasilkan produk yang dapat meningkatkan keamanan pangan, seperti bioproteksi dan biopreservasi. Hal ini dikarenakan bakteri yang terkandung dalam asam laktat menghasilkan berbagai senyawa antibakteri, seperti bakteriosin yang mampu menghambat pertumbuhan dan penyebaran bakteri patogen di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhuhan bakteri asam laktat (BAL) pada sosis fermentasi ikan patin. Isolasi Bakteri Asam Laktat dilakukan dengan metode pour plate dan metode streak pada media de Man, Rogosa and Sharpe Agar (MRSA) dan media Nutrient Agar. Kultur BAL dinkubasi pada suhu 37 0C selama 48 jam, lalu koloni yang tumbuh diamat morfologinya. Hasil isolasi BAL dari sosis fermentasi ikan patin pada media de Man, Ragosa and Sharpe Agar (MRSA) didapat hanya 2 isolat yang memiliki karakteristik sebagai bakteri gram positif dengan bentuk bacillus.
Pengaruh Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Terhadap Mutu Mikrobiologi dan Organoleptik Filet Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) Selama Penyimpanan Dingin Azzahra Putri Rialdi; Susi Lasro Sihombing; N Ira Sari; Dian Iriani
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/zchygc83

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi potensi ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai pengawet alami untuk mempertahankan mutu filet ikan patin (Pangasius hypophthalmus) selama penyimpanan dingin (5°C ± 2°C). Filet direndam selama 30 menit dalam larutan ekstrak dengan variasi konsentrasi 0% (kontrol), 5%, 10%, dan 15%, kemudian disimpan pada suhu dingin dan diamati pada beberapa waktu simpan hingga penyimpanan terpanjang yang diuji. Parameter yang dianalisis meliputi Angka Lempeng Total (ALT), Coliform/Escherichia coli, pH, serta uji organoleptik (kenampakan, bau, tekstur, dan rasa) menggunakan score sheet dan panelis agak terlatih. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5% dan uji lanjut BNJ. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun belimbing wuluh menekan peningkatan ALT dibanding kontrol selama penyimpanan, dengan konsentrasi 10% memberikan performa paling efektif pada akhir penyimpanan, sementara peningkatan konsentrasi lebih tinggi tidak selalu memperkuat efek penghambatan. Coliform/E. coli tidak terdeteksi pada seluruh perlakuan dan waktu simpan (memenuhi batas SNI 7388:2009). Nilai pH filet pada perlakuan ekstrak cenderung lebih rendah dibanding kontrol, meskipun meningkat kembali pada penyimpanan lanjut. Secara organoleptik, seluruh atribut menurun seiring waktu simpan; perlakuan ekstrak berpengaruh nyata terhadap tekstur, sedangkan kenampakan, bau, dan rasa tidak menunjukkan perbedaan nyata antar konsentrasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa perendaman ekstrak daun belimbing wuluh, khususnya pada konsentrasi 10%, berpotensi diterapkan untuk memperlambat kemunduran mutu filet patin dalam rantai dingin, dengan perhatian pada konsekuensi sensori pada aplikasi produk.
Atribut Kualitas Fillet Ikan Lele (Pangasius hypophthalmus) Rasa Asap yang Dipengaruhi oleh Ukuran Ikan Tjipto Leksono; Bustari Hasan; Candra Yustitia Malau
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/mm527975

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh ukuran ikan patin (Pangasius hypophthalmus) terhadap atribut mutu fillet patin berflavor asap, meliputi rendemen, komposisi proksimat, profil asam amino, total fenol, total asam, dan mutu sensori. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan tiga ukuran ikan: ±500 g (F1), ±750 g (F2), dan ±1000 g (F3). Fillet direndam dalam garam 2,5% (60 menit) dan asap cair tempurung kelapa (60 menit), kemudian dipanaskan pada 60°C selama 4–5 jam; data dianalisis dengan ANOVA (95%) dan uji lanjut bila berbeda nyata. Hasil menunjukkan peningkatan ukuran ikan cenderung meningkatkan waktu pengeringan dan menurunkan rendemen (F1 33,16%; F2 32,23%; F3 28,87%). Total fenol meningkat seiring ukuran ikan (64,5±0,9; 72,83±1,5; 92,67±1,5 ppm untuk F1–F3), sedangkan total asam menurun (2,24±0,04; 2,08±0,08; 1,66±0,07). Secara sensori, F2 cenderung paling disukai untuk aroma dan rasa, sementara tekstur relatif seragam antar perlakuan. Disimpulkan bahwa ukuran ikan memengaruhi mutu fisik-kimia dan sensori; ukuran bahan baku yang direkomendasikan untuk fillet patin berflavor asap bermutu baik adalah 500–750 g, disesuaikan dengan prioritas rendemen/nilai gizi atau penerimaan sensori.
Penerimaan Perbedaan Konsentrasi Asam Kandis (Garcinia xanthochymus) terhadap Mutu Bekasam Ikan Gabus (Channa striata) Nofri Sandria; Ira Sari; Mala Anisa; Tjipto Leksono
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/nz519p08

Abstract

Bekasam adalah produk olahan tradisional hasil fermentasi ikan secara spontan, dengan menambahan asam kandis sebagai pengawet alami untuk mendukung pertumbuhan Bakteri Asam Laktat (BAL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap bekasam ikan gabus dengan penambahan asam kandis. Metode yang digunakan adalah eksperimen eksploratif dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang melibatkan empat perlakuan, yaitu kontrol (A0), serta konsentrasi asam kandis 8% (A8), 10% (A10), dan 12% (A12), dengan lama fermentasi 0, 2, 4, 6, dan 8 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bekasam dengan penambahan asam kandis 10% (A10) menghasilkan produk yang paling disukai oleh panelis, dengan karakteristik warna yang menarik, rasa asam dan asin yang khas. Bekasam yang terbaik tersebut memiliki nilai pH 5,3, nilai Aw 0,79.
Karakteristik Mutu Bakso Ikan Patin yang Difortifikasi dengan Tepung Tulang Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) N Ira Sari; M. Farras Abiyyuddin; Anggrei Viona Seulalae; Yohanes Janter Saputra Situmorang
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/m3b3t977

Abstract

Pemanfaatan tulang ikan patin sebagai bahan fortifikan merupakan salah satu upaya peningkatan nilai tambah hasil samping perikanan sekaligus pengayaan mineral pada produk pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fortifikasi tepung tulang ikan patin terhadap karakteristik mutu bakso ikan patin. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap nonfaktorial dengan empat taraf perlakuan, yaitu penambahan tepung tulang ikan patin sebesar 0% (T0), 4% (T4), 6% (T6), dan 8% (T8) dari berat daging ikan, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi atribut sensori (rupa, aroma, rasa, dan tekstur), kadar air, kadar abu, kadar kalsium, dan Angka Lempeng Total (ALT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi tepung tulang ikan patin tidak berpengaruh nyata terhadap rupa, rasa, dan tekstur bakso ikan patin, tetapi menurunkan nilai aroma secara nyata. Peningkatan konsentrasi tepung tulang ikan patin menurunkan kadar air dari 34,81% menjadi 29,54%, serta meningkatkan kadar abu dari 1,20% menjadi 2,61% dan kadar kalsium dari 8,33 menjadi 30,90 mg/100 g. Nilai ALT pada seluruh perlakuan berkisar antara 4,0 × 10⁴ hingga 5,3 × 10⁴ CFU/g dan masih berada pada kisaran yang dapat diterima. Secara keseluruhan, fortifikasi 4% menghasilkan mutu sensori yang paling proporsional, sedangkan fortifikasi 8% memberikan kadar kalsium tertinggi. Tepung tulang ikan patin berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan fortifikan untuk meningkatkan nilai fungsional bakso ikan patin dengan tetap mempertimbangkan batas penambahan agar mutu sensori, terutama aroma, tetap dapat diterima.

Page 1 of 1 | Total Record : 5