cover
Contact Name
Nita Budiyanti
Contact Email
nita.budiyanti@poltekkesjogja.ac.id
Phone
+6287728136121
Journal Mail Official
jurnal.rmik@poltekkesjogja.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Address: Tatabumi No.3, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, Indonesia Email: jkpm@poltekkesjogja.ac.id
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Health Information Management and Medical Record
ISSN : 31632696     EISSN : 31632696     DOI : https://doi.org/10.29238/himmr.v2i1.3281
Core Subject :
The Journal of Health Information Management and Medical Record is an national peer-reviewed scientific journal that includes publications containing research on medical records and health information. All activities that have a relationship with medical records work unit management, workload analysis, disease and medical treatment coding, health service facility statistics, electronic medical records, health financing, and others. This journal aims to enrich the knowledge of medical records and health information for both academics and practitioners. The journal accepts manuscripts in the following categories: 1. Medical records work unit management 2. Workload analysis 3. Medical coding 4. Health service facility statistics 5. Electronic medical records 6. Health financing 7. Other fields related to medical records and health information management This journal also accepts articles from research results and community service activities
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Gambaran Ketepatan Penentuan Penyebab Dasar Kematian Pada Formulir Keterangan Penyebab Kematian di RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito Syinta Yulia Niswah Nadhiroh
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 1 No. 2 (2025): Vol 1. No 2 ( Desember ) 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/himmr.v2i1.3003

Abstract

Formulir Keterangan Penyebab Kematian (FKPK) merupakan dokumen penting dalam rekam medis yang berfungsi sebagai sumber data utama mortalitas di rumah sakit. Ketepatan penentuan penyebab dasar kematian atau UCoD sangat diperlukan untuk menghasilkan data kesehatan yang akurat dalam perencanaan dan evaluasi program kesehatan masyarakat. Pada FKPK ditemukan ketidaktepatan dalam penentuan UcoD akibat kurangnya pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip pengisian FKPK yang sesuai standarnya. Metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif digunakan untuk membandingkan hasil UCoD rumah sakit, peneliti, dan expert judgement dengan pedoman ICD-10 dan tabel MMDS. Sampel penelitian berupa FKPK elektronik periode Januari-Februari 2025 dengan usia pasien >7 hari yang dikumpulkan melalui observasi dan dilakukan wawancara untuk mengidentifikasi faktor penyebab ketidaktepatan. Ketidaktepatan pengambilan keputusan UCoD sebesar 87.50% dari 80 FKPK elektronik. Ketidaktepatan diidentifikasi dengan unsur faktor 5M yang meliputi belum adanya pembagian tugas koder yang secara spesifik bertanggung jawab mengenai reseleksi FKPK elektronik, pengisian FKPK belum sesuai dengan standar pada ICD-10 volume 2, belum terdapat SPO penentuan UCoD pada FKPK elektronik, belum digunakannya ICD-10 volume 2 dan tabel MMDS dan belum adanya alokasi anggaran pelatihan terkait penentuan UCoD pada FKPK elektronik. Hasil analisis ketidaktepatan yang sangat tinggi dalam penentuan penyebab dasar kematian pada FKPK elektronik di RSPAU karena belum dilakukan reseleksi kode oleh koder.
Gambaran Pelaksanaan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Produktivitas Kerja Petugas Rekam Medis di Rumah Sakit XYZ: Overview of Occupational Health and Safety Implementation and Work Productivity of Medical Record Officers at XYZ Hospital Zahra Fauziyyah; Fery Fadly
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 1 No. 2 (2025): Vol 1. No 2 ( Desember ) 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/himmr.v2i1.3010

Abstract

Hospitals are recognized as high-risk work environments due to the potential for occupational accidents and work-related illnesses. To mitigate these risks, hospitals are required to implement comprehensive Occupational Health and Safety (OHS) programs. Effective implementation of OHS measures not only ensures the safety and well-being of staff but also contributes to increased work productivity. However, in practice, some hospital staff still experience occupational hazards. For instance, medical record staff have reported injuries such as cuts from new medical record folders, and limitations such as cramped workspace conditions, which hinder their performance and reduce overall productivity. This study aims to provide an overview of the implementation of occupational health and safety measures and the work productivity of medical record staff in a hospital setting. This research employed a quantitative descriptive method. Data were collected through questionnaires, direct observations, and documentation review. The implementation of OHS was assessed based on several indicators, including the physical work environment, availability of health facilities, and general health maintenance of workers. The findings revealed that 26 respondents (76%) rated the implementation of occupational health and safety as “good.” In contrast, the assessment of work productivity—measured through indicators such as employee capability, output improvement, work motivation, self-development, work quality, and efficiency—showed that 19 respondents (56%) were categorized as “less productive.”
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dan Kepuasan Pasien BPJS Rawat Jalan Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon karina utami
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 1 No. 2 (2025): Vol 1. No 2 ( Desember ) 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/himmr.v2i1.3011

Abstract

This research was conducted at the Kejaksan Public Health Center (Puskesmas Kejaksan) in Cirebon City, with a total sample of 40 respondents in August 2025. The samples were selected using the total random sampling technique, based on Roscoe’s opinion in Research Methods for Business (1982:253) as cited in Sugiyono (2020:90), which states that the minimum sample size for research should be 30 samples.This study was based on preliminary observations and interviews with several patients, which revealed that some were still dissatisfied with the services provided by Puskesmas Kejaksan, Cirebon City.The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between the quality of health services and the satisfaction of BPJS outpatient patients at Puskesmas Kejaksan, Cirebon City. Data were collected through observation, questionnaires, and literature study, while data analysis employed validity tests, reliability tests, and simple regression analysis.The results of the data analysis showed that the variables of health service quality and patient satisfaction had a validity test value lower than the r-table value (0.004), and using the Chi-Square Test, it was found that Ho was rejected and H1 was accepted. Therefore, there is a significant relationship between the quality of health services and the satisfaction of BPJS patients at Puskesmas Kejaksan, Cirebon City. It is thus necessary to improve the quality of health services to further enhance patient satisfaction among those seeking treatment at Puskesmas Kejaksan, Cirebon City
Tinjauan Peran Rekam Medis Elektronik dalam Mendukung Deteksi Dini dan Pengawasan Penyakit Menular di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman: Tinjauan Peran Rekam Medis Elektronik dalam Mendukung Deteksi Dini dan Pengawasan Penyakit Menular di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman SITI LAILA TUSNIA TUSNIA
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 1 No. 2 (2025): Vol 1. No 2 ( Desember ) 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/himmr.v2i1.3014

Abstract

Latar Belakang: Penyelenggaraan rekam medis perlu didigitalisasi secara aman dan rahasia. Sebagai upaya preventif, penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) memiliki potensi besar dalam mendukung deteksi dini dan pengawasan penyakit menular di rumah sakit. RME memungkinkan pengungkapan dan pelaporan cepat kasus penyakit menular kepada pihak yang berwenang untuk pencegahan dan pengendalian penyakit. RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman telah menerapkan rekam medis elektronik sejak tahun 2018. Selain itu, telah menggunakan sistem pelaporan untuk mendukung deteksi dini dan pengawasan penyakit menular. Sistem pelaporan menular penyakit belum terintegrasi dengan RME. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran rekam medis elektronik dalam mendukung deteksi dini dan pengawasan penyakit menular di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Subjek dan Metode: Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan subjek penelitian 3 orang yaitu Kepala Rekam Medis, petugas pelaporan Kewaspadaan Dini Rumah Sakit, dan petugas pelaporan Surveilans Terpadu Penyakit. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Hasil: Pengelolaan data RME untuk penyakit menular dimulai dari registrasi pasien, pendistribusian data, pengisian klinis hingga transfer isi RME. RME membantu dalam proses pelaporan penyakit menular. Terdapat beberapa kendala yaitu belum terdapat Early Warning System pada RME, dan error saat mengeluarkan data untuk pelaporan Surveilans Terpadu Penyakit (STP). Kesimpulan: Rekam medis elektronik memudahkan dalam akses cepat dan efisien untuk mencari data dan mengikuti perkembangan penyakit pasien. Hambatan yang dihadapi yaitu belum terdapat Early Warning System pada RME, dan error saat mengeluarkan data untuk pelaporan STP.
Perancangan Desain User Interface Formulir Serah Terima Pre & Post Operasi Elektronik dengan Metode UCD Salma Putri Rismayanti; Anton Kristijono; Nita Budiyanti
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 1 No. 2 (2025): Vol 1. No 2 ( Desember ) 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/himmr.v2i1.3103

Abstract

Healthcare facilities are required to implement Electronic Medical Records to achieve integrated medical record management. RS TK III 04.06.03 Dr. Soetarto Yogyakarta has implemented EMR, but the pre and post operative handover forms used to transfer data between treatment rooms still use manual forms, which slow down the process of searching for patient data. This study aims to design a user interface for electronic pre and post operative handover forms. This is a qualitative study with a Research and Development (R&D) design that adopts the User Centered Design (UCD) method as the design method. Data collection was conducted through interviews with five health workers who use the pre and post operative handover forms and the completion of a System Usability Scale (SUS) questionnaire to evaluate the design results. This study produced a user interface design that includes a Login Page, Dashboard Page, OK Menu Page, Pre Operative Page, Post Operative Page, Print Page, and PDF of the Pre and Post Operative Handover Form Results. The evaluation results showed an average design acceptance score of 86.5, which falls within the “Acceptable” assessment criteria with a grade scale of ‘B’ and an adjective rating of “Best Imaginable”. The results of this study indicate that the user interface design of the electronic pre and post operative handover form is acceptable and accordance with user needs.
Tingkat Pengetahuan Pasien Rawat Jalan Tentang Penggunaan Aplikasi Bethesda Mobile di Rumah Sakit Bethesda Tahun 2026 Fatma Aulia Ramadhanti; Arif Nugroho Triutomo; Anton Kristijono; Nita Budiyanti; Darsono
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 No 1 ( Juni ) 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital di bidang kesehatan mendorong rumah sakit untuk mengadopsi sistem layanan berbasis mobile. Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta telah mengimplementasikan Aplikasi Mobile RS Bethesda sejak tahun 2018 sebagai sarana pendaftaran pasien secara online. Namun, capaian pendaftaran mandiri melalui aplikasi baru mencapai 46%, jauh di bawah target indikator sebesar 70%. Hal ini mengindikasikan masih rendahnya pengetahuan pasien terhadap keberadaan dan fitur aplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien rawat jalan terhadap Aplikasi Mobile RS Bethesda, meliputi persentase pasien yang mengetahui keberadaan aplikasi, pemahaman terhadap fitur-fitur aplikasi, faktor-faktor yang berkaitan dengan tingkat pengetahuan, serta hambatan yang dialami pasien dalam menggunakan aplikasi. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Diperoleh sebanyak 100 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah melalui uji validitas. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif berupa frekuensi dan persentase dengan kategorisasi tingkat pengetahuan: baik (76–100%), cukup (56–75%), dan kurang (<56%). Penelitian ini menghasilkan gambaran tingkat pengetahuan pasien rawat jalan terhadap Aplikasi Mobile RS Bethesda berdasarkan dimensi tingkat tahu (know). Hasil penelitian dianalisis berdasarkan karakteristik responden meliputi jenis kelamin, pendidikan terakhir, usia, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan yang berkaitan dengan tingkat pengetahuan terhadap aplikasi. RS Bethesda perlu melakukan optimalisasi sosialisasi dan edukasi kepada pasien. Faktor karakteristik seperti usia, pendidikan, dan frekuensi kunjungan memiliki keterkaitan dengan tingkat pengetahuan pasien terhadap aplikasi. Diperlukan upaya peningkatan sosialisasi yang lebih terarah agar pemanfaatan Aplikasi Mobile RS Bethesda mencapai indikator yang ditetapkan.
Tinjauan Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Jalan dengan Metode Fishbone dan USG di RSUD X Zanu Nury Latifah; Anton Kristijono; Syarah Mazaya Fitriana; Abdul Hadi Kadarusno
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 No 1 ( Juni ) 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelengkapan rekam medis merupakan bagian penting dalam proses pencatatan pelayanan, pengobatan pasien, dan pengajuan klaim asuransi, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap ketidaklengkapan pengisiannya, terutama pada pelayanan rawat jalan dengan jumlah kunjungan pasien yang tinggi. Kelengkapan pengisian Rekam Medis Elektronik rawat jalan di Rumah Sakit X belum memenuhi standar sesuai ketentuan yaitu 100%. Tujuan mengetahui tingkat kelengkapan rekam medis rawat jalan periode bulan Oktober–Desember 2025 dan mengetahui faktor penyebab ketidaklengkapan menggunakan metode Fishbone dan USG. Penelitian deskriptif dengan metode campuran dilakukan pada Januari–April 2026. Pengumpulan data melalui Google Form, wawancara, dan kuesioner kepada tiga responden. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kelengkapan pengisian rekam medis rawat jalan 88,72%. Berdasarkan Analisis Fishbone ditemukan faktor penyebab ketidaklengkapan rekam medis yaitu tingginya beban kerja, sosialisasi pengisian RME, anggaran, tidak ada penghargaan atau punishment, belum ada SOP Pengisian RME, perangkat masih terbatas, dan format, tampilan, serta fitur RME yang belum tersedia. Berdasarkan analisis USG prioritas utama penyebab ketidaklengkapan rekam medis yang harus segera ditindaklanjuti adalah belum optimalnya penerapan sistem RME. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi, pengembangan sistem RME secara berkelanjutan untuk meningkatkan kelengkapan rekam medis, dan mendukung pelayanan kesehatan.
Perancangan User Interface Sistem Pelepasan Informasi Dengan Metode Design Thinking di Rumah Sakit XYZ Malikah Auni Nurjeha Auni; Nita Budiyanti; Anton Kristijono; Arif Nugroho
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 No 1 ( Juni ) 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/himmr.v2i1.3269

Abstract

Latar Belakang: Pelepasan informasi medis merupakan salah satu bentuk pelayanan rekam medis yang harus dilakukan secara tepat, efektif, dan tetap menjaga kerahasiaan data pasien. Berdasarkan hasil observasi di Rumah Sakit XYZ, proses pelepasan informasi medis masih dilakukan secara manual dengan rata-rata 70 permintaan per bulan dan ditemukan ketidakterbacaan tulisan dokter pada kolom diagnosis sehingga pelayanan kurang efektif dan efisien. Tujuan: Menghasilkan prototype user interface sistem pelepasan informasi medis di Rumah Sakit XYZ menggunakan metode Design Thinking. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan metode Design Thinking melalui tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta evaluasi usability menggunakan System Usability Scale (SUS) kepada 5 informan. Prototype user interface dikembangkan menggunakan Figma. Hasil: Pengguna membutuhkan sistem yang sederhana, mudah digunakan, terintegrasi, dan mampu mempercepat proses pelayanan. Prototype yang dihasilkan terdiri dari halaman login, daftar permohonan, formulir permohonan, verifikasi dokumen, pengisian diagnosis, serta cetak dokumen. Pengujian usability menggunakan SUS menunjukkan skor rata-rata 81 (Acceptable, Grade B, Excellent). Kesimpulan: User interface sistem pelepasan informasi medis berhasil dirancang menggunakan metode Design Thinking dan aplikasi Figma. Hasil pengujian SUS menunjukkan bahwa prototype memenuhi standar usability yang baik serta dapat digunakan sebagai dasar pengembangan pelepasan informasi medis berbasis elektronik di Rumah Sakit XYZ.
Gambaran Adopsi Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit X Tahun 2025 Windi Ayudhiaswari; Syarah Mazaya Fitriana; Abdul Hadi Kadarusno; Anton Kristijono
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 No 1 ( Juni ) 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Digital Maturity Index (DMI) digunakan untuk menilai kematangan transformasi digital pelayanan kesehatan, termasuk Rekam Medis Elektronik (RME). Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul telah menerapkan RME sejak tahun 2022 dan mengalami peningkatan nilai DMI komponen RME hingga tahun 2025. Namun, gambaran adopsi RME berdasarkan komponen RME dalam DMI tahun 2025 belum diketahui secara mendalam. Tujuan: Mengetahui gambaran adopsi RME di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul Tahun 2025 berdasarkan aspek fungsi RME, patient-centered care, kedalaman RME, dan layanan personalisasi pasien. Metode Penelitian: Metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen checklist, observasi, studi dokumentasi, dan wawancara tidak terstruktur. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan penerapan RME di rumah sakit. Hasil Penelitian: Adopsi RME di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul memperoleh nilai DMI komponen RME sebesar 4,36 pada kategori managed. Aspek fungsi RME telah mendukung pencatatan dan pengelolaan data pasien secara elektronik. Aspek patient-centered care telah mendukung evaluasi kepuasan pasien. Aspek kedalaman RME telah mendukung pengelolaan data pasien secara lengkap, meskipun fitur clinical decision support, identifikasi pasien berbasis teknologi, dan informed consent elektronik belum optimal. Aspek layanan personalisasi pasien telah mendukung kemudahan akses pelayanan, tetapi akses resume medis pasien secara online masih dalam pengembangan. Kesimpulan: Adopsi RME di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul tahun 2025 telah berjalan baik dengan nilai DMI komponen RME sebesar 4,36 pada kategori managed. Pengembangan fitur pendukung keputusan klinis, identifikasi pasien berbasis teknologi, informed consent elektronik, dan akses informasi medis pasien secara online masih diperlukan. Kata Kunci: RME, DMI, Adopsi RME, Rumah Sakit, Nur Hidayah.
Tinjauan Keamanan Data Rekam Medis Elektronik Pada Aplikasi SIMRS Berdasarkan Aspek CIA TRIAD Di RS Bhayangkara Polda DIY Melvaya Shifa Roswidia; Abdul Hadi Kadarusno; Anton Kristijono; Syarah Mazaya Fitriana
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 No 1 ( Juni ) 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/himmr.v2i1.3281

Abstract

Latar Belakang: Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan komponen penting dalam digitalisasi pelayanan kesehatan yang memerlukan keamanan informasi untuk melindungi data pasien. Keamanan informasi didasarkan pada prinsip CIA Triad yang terdiri dari kerahasiaan , integritas , dan ketersediaan . RS Bhayangkara Polda DIY telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) sehingga diperlukan analisis keamanan data RME berdasarkan prinsip CIA Triad. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keamanan data rekam medis elektronik pada aplikasi SIMRS berdasarkan aspek CIA Triad di RS Bhayangkara Polda DIY. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang yang terdiri dari Kepala SIMRM, petugas administrasi/kasir, tenaga kesehatan dari beberapa unit pelayanan, serta satu informan triangulasi dari bagian teknologi informasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Pada aspek kerahasiaan telah diterapkan pengaturan hak akses melalui penggunaan username dan password sesuai peran pengguna, namun masih ditemukan penggunaan akun secara bersama. Pada aspek integritas telah diterapkan perubahan perubahan data, validasi pengisian data, serta pengaturan waktu perubahan data. Pada aspek ketersediaan SIMRS telah terintegrasi antar unit pelayanan dan didukung dengan backup data secara berkala, namun masih ditemukan kendala seperti gangguan sistem dan belum tersedianya UPS di beberapa unit. Kesimpulan: Penerapan keamanan data rekam medis elektronik pada aplikasi SIMRS berdasarkan aspek CIA Triad di RS Bhayangkara Polda DIY secara umum telah berjalan, namun belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan keamanan data, penyusunan SOP khusus, peningkatan kesadaran pengguna, dan pengembangan infrastruktur teknologi. Kata Kunci: Keamanan Data, Rekam Medis Elektronik, SIMRS, CIA Triad.

Page 1 of 1 | Total Record : 10