cover
Contact Name
Nita Budiyanti
Contact Email
nita.budiyanti@poltekkesjogja.ac.id
Phone
+6287728136121
Journal Mail Official
jurnal.rmik@poltekkesjogja.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Address: Tatabumi No.3, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, Indonesia Email: jkpm@poltekkesjogja.ac.id
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Health Information Management and Medical Record
ISSN : 31632696     EISSN : 31632696     DOI : https://doi.org/10.29238/himmr.v2i1.3281
Core Subject :
The Journal of Health Information Management and Medical Record is an national peer-reviewed scientific journal that includes publications containing research on medical records and health information. All activities that have a relationship with medical records work unit management, workload analysis, disease and medical treatment coding, health service facility statistics, electronic medical records, health financing, and others. This journal aims to enrich the knowledge of medical records and health information for both academics and practitioners. The journal accepts manuscripts in the following categories: 1. Medical records work unit management 2. Workload analysis 3. Medical coding 4. Health service facility statistics 5. Electronic medical records 6. Health financing 7. Other fields related to medical records and health information management This journal also accepts articles from research results and community service activities
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Tingkat Pengetahuan Pasien Rawat Jalan Tentang Penggunaan Aplikasi Bethesda Mobile di Rumah Sakit Bethesda Tahun 2026 Fatma Aulia Ramadhanti; Arif Nugroho Triutomo; Anton Kristijono; Nita Budiyanti; Darsono
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 No 1 ( Juni ) 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/himmr.v2i1.3259

Abstract

Perkembangan teknologi digital di bidang kesehatan mendorong rumah sakit untuk mengadopsi sistem layanan berbasis mobile. Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta telah mengimplementasikan Aplikasi Mobile RS Bethesda sejak tahun 2018 sebagai sarana pendaftaran pasien secara online. Namun, capaian pendaftaran mandiri melalui aplikasi baru mencapai 46%, jauh di bawah target indikator sebesar 70%. Hal ini mengindikasikan masih rendahnya pengetahuan pasien terhadap keberadaan dan fitur aplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien rawat jalan terhadap Aplikasi Mobile RS Bethesda, meliputi persentase pasien yang mengetahui keberadaan aplikasi, pemahaman terhadap fitur-fitur aplikasi, faktor-faktor yang berkaitan dengan tingkat pengetahuan, serta hambatan yang dialami pasien dalam menggunakan aplikasi. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Diperoleh sebanyak 100 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah melalui uji validitas. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif berupa frekuensi dan persentase dengan kategorisasi tingkat pengetahuan: baik (76–100%), cukup (56–75%), dan kurang (<56%). Penelitian ini menghasilkan gambaran tingkat pengetahuan pasien rawat jalan terhadap Aplikasi Mobile RS Bethesda berdasarkan dimensi tingkat tahu (know). Hasil penelitian dianalisis berdasarkan karakteristik responden meliputi jenis kelamin, pendidikan terakhir, usia, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan yang berkaitan dengan tingkat pengetahuan terhadap aplikasi. RS Bethesda perlu melakukan optimalisasi sosialisasi dan edukasi kepada pasien. Faktor karakteristik seperti usia, pendidikan, dan frekuensi kunjungan memiliki keterkaitan dengan tingkat pengetahuan pasien terhadap aplikasi. Diperlukan upaya peningkatan sosialisasi yang lebih terarah agar pemanfaatan Aplikasi Mobile RS Bethesda mencapai indikator yang ditetapkan.
Tinjauan Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Jalan dengan Metode Fishbone dan USG di RSUD X Zanu Nury Latifah; Anton Kristijono; Syarah Mazaya Fitriana; Abdul Hadi Kadarusno
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 No 1 ( Juni ) 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/himmr.v2i1.3260

Abstract

Kelengkapan rekam medis merupakan bagian penting dalam proses pencatatan pelayanan, pengobatan pasien, dan pengajuan klaim asuransi, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap ketidaklengkapan pengisiannya, terutama pada pelayanan rawat jalan dengan jumlah kunjungan pasien yang tinggi. Kelengkapan pengisian Rekam Medis Elektronik rawat jalan di Rumah Sakit X belum memenuhi standar sesuai ketentuan yaitu 100%. Tujuan mengetahui tingkat kelengkapan rekam medis rawat jalan periode bulan Oktober–Desember 2025 dan mengetahui faktor penyebab ketidaklengkapan menggunakan metode Fishbone dan USG. Penelitian deskriptif dengan metode campuran dilakukan pada Januari–April 2026. Pengumpulan data melalui Google Form, wawancara, dan kuesioner kepada tiga responden. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kelengkapan pengisian rekam medis rawat jalan 88,72%. Berdasarkan Analisis Fishbone ditemukan faktor penyebab ketidaklengkapan rekam medis yaitu tingginya beban kerja, sosialisasi pengisian RME, anggaran, tidak ada penghargaan atau punishment, belum ada SOP Pengisian RME, perangkat masih terbatas, dan format, tampilan, serta fitur RME yang belum tersedia. Berdasarkan analisis USG prioritas utama penyebab ketidaklengkapan rekam medis yang harus segera ditindaklanjuti adalah belum optimalnya penerapan sistem RME. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi, pengembangan sistem RME secara berkelanjutan untuk meningkatkan kelengkapan rekam medis, dan mendukung pelayanan kesehatan.
Perancangan User Interface Sistem Pelepasan Informasi Dengan Metode Design Thinking di Rumah Sakit XYZ Malikah Auni Nurjeha Auni; Nita Budiyanti; Anton Kristijono; Arif Nugroho Triutomo
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 No 1 ( Juni ) 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/himmr.v2i1.3269

Abstract

Latar Belakang: Pelepasan informasi medis merupakan salah satu bentuk pelayanan rekam medis yang harus dilakukan secara tepat, efektif, dan tetap menjaga kerahasiaan data pasien. Berdasarkan hasil observasi di Rumah Sakit XYZ, proses pelepasan informasi medis masih dilakukan secara manual dengan rata-rata 70 permintaan per bulan dan ditemukan ketidakterbacaan tulisan dokter pada kolom diagnosis sehingga pelayanan kurang efektif dan efisien. Tujuan: Menghasilkan prototype user interface sistem pelepasan informasi medis di Rumah Sakit XYZ menggunakan metode Design Thinking. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan metode Design Thinking melalui tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta evaluasi usability menggunakan System Usability Scale (SUS) kepada 5 informan. Prototype user interface dikembangkan menggunakan Figma. Hasil: Pengguna membutuhkan sistem yang sederhana, mudah digunakan, terintegrasi, dan mampu mempercepat proses pelayanan. Prototype yang dihasilkan terdiri dari halaman login, daftar permohonan, formulir permohonan, verifikasi dokumen, pengisian diagnosis, serta cetak dokumen. Pengujian usability menggunakan SUS menunjukkan skor rata-rata 81 (Acceptable, Grade B, Excellent). Kesimpulan: User interface sistem pelepasan informasi medis berhasil dirancang menggunakan metode Design Thinking dan aplikasi Figma. Hasil pengujian SUS menunjukkan bahwa prototype memenuhi standar usability yang baik serta dapat digunakan sebagai dasar pengembangan pelepasan informasi medis berbasis elektronik di Rumah Sakit XYZ.
Gambaran Adopsi Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit X Tahun 2025 Windi Ayudhiaswari; Syarah Mazaya Fitriana; Abdul Hadi Kadarusno; Anton Kristijono
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 No 1 ( Juni ) 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/himmr.v2i1.3272

Abstract

Latar Belakang: Digital Maturity Index (DMI) digunakan untuk menilai kematangan transformasi digital pelayanan kesehatan, termasuk Rekam Medis Elektronik (RME). Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul telah menerapkan RME sejak tahun 2022 dan mengalami peningkatan nilai DMI komponen RME hingga tahun 2025. Namun, gambaran adopsi RME berdasarkan komponen RME dalam DMI tahun 2025 belum diketahui secara mendalam. Tujuan: Mengetahui gambaran adopsi RME di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul Tahun 2025 berdasarkan aspek fungsi RME, patient-centered care, kedalaman RME, dan layanan personalisasi pasien. Metode Penelitian: Metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen checklist, observasi, studi dokumentasi, dan wawancara tidak terstruktur. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan penerapan RME di rumah sakit. Hasil Penelitian: Adopsi RME di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul memperoleh nilai DMI komponen RME sebesar 4,36 pada kategori managed. Aspek fungsi RME telah mendukung pencatatan dan pengelolaan data pasien secara elektronik. Aspek patient-centered care telah mendukung evaluasi kepuasan pasien. Aspek kedalaman RME telah mendukung pengelolaan data pasien secara lengkap, meskipun fitur clinical decision support, identifikasi pasien berbasis teknologi, dan informed consent elektronik belum optimal. Aspek layanan personalisasi pasien telah mendukung kemudahan akses pelayanan, tetapi akses resume medis pasien secara online masih dalam pengembangan. Kesimpulan: Adopsi RME di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul tahun 2025 telah berjalan baik dengan nilai DMI komponen RME sebesar 4,36 pada kategori managed. Pengembangan fitur pendukung keputusan klinis, identifikasi pasien berbasis teknologi, informed consent elektronik, dan akses informasi medis pasien secara online masih diperlukan. Kata Kunci: RME, DMI, Adopsi RME, Rumah Sakit, Nur Hidayah.
Tinjauan Keamanan Data Rekam Medis Elektronik Pada Aplikasi SIMRS Berdasarkan Aspek CIA TRIAD Di RS Bhayangkara Polda DIY Melvaya Shifa Roswidia; Abdul Hadi Kadarusno; Anton Kristijono; Syarah Mazaya Fitriana
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 No 1 ( Juni ) 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/himmr.v2i1.3281

Abstract

Latar Belakang: Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan komponen penting dalam digitalisasi pelayanan kesehatan yang memerlukan keamanan informasi untuk melindungi data pasien. Keamanan informasi didasarkan pada prinsip CIA Triad yang terdiri dari kerahasiaan , integritas , dan ketersediaan . RS Bhayangkara Polda DIY telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) sehingga diperlukan analisis keamanan data RME berdasarkan prinsip CIA Triad. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keamanan data rekam medis elektronik pada aplikasi SIMRS berdasarkan aspek CIA Triad di RS Bhayangkara Polda DIY. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang yang terdiri dari Kepala SIMRM, petugas administrasi/kasir, tenaga kesehatan dari beberapa unit pelayanan, serta satu informan triangulasi dari bagian teknologi informasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Pada aspek kerahasiaan telah diterapkan pengaturan hak akses melalui penggunaan username dan password sesuai peran pengguna, namun masih ditemukan penggunaan akun secara bersama. Pada aspek integritas telah diterapkan perubahan perubahan data, validasi pengisian data, serta pengaturan waktu perubahan data. Pada aspek ketersediaan SIMRS telah terintegrasi antar unit pelayanan dan didukung dengan backup data secara berkala, namun masih ditemukan kendala seperti gangguan sistem dan belum tersedianya UPS di beberapa unit. Kesimpulan: Penerapan keamanan data rekam medis elektronik pada aplikasi SIMRS berdasarkan aspek CIA Triad di RS Bhayangkara Polda DIY secara umum telah berjalan, namun belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan keamanan data, penyusunan SOP khusus, peningkatan kesadaran pengguna, dan pengembangan infrastruktur teknologi. Kata Kunci: Keamanan Data, Rekam Medis Elektronik, SIMRS, CIA Triad.

Page 2 of 2 | Total Record : 15