cover
Contact Name
Aenal Fuad Adam
Contact Email
jpd.issue@gmail.com
Phone
+6282226457578
Journal Mail Official
jpd.issue@gmail.com
Editorial Address
Jl. Arafura, Gang Santri, No. 10. Kelurahan Muli, Merauke, Papua Selatan. - Provinsi Papua Selatan, 99611 Indonesia Phone : 082226457578 email: jpd.issue@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Political and Development Issues
ISSN : -     EISSN : 31091253     DOI : -
Core Subject :
Focus and Scope Journal of Political and Development Issues berfokus pada kajian mengenai hubungan antara politik, tata kelola pemerintahan, kebijakan publik, dan proses pembangunan. Jurnal ini memandang pembangunan sebagai proses politik yang melibatkan relasi kekuasaan, kepentingan aktor, pengambilan keputusan, distribusi sumber daya, serta partisipasi masyarakat. Ruang lingkup jurnal meliputi: Politik Pembangunan Kajian mengenai relasi kekuasaan, kepentingan politik, institusi, dan aktor dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembangunan. Tata Kelola Pemerintahan dan Kebijakan Publik Mencakup formulasi dan implementasi kebijakan, pelayanan publik, desentralisasi, akuntabilitas, transparansi, partisipasi, dan inovasi pemerintahan. Pembangunan Lokal, Perdesaan, dan Wilayah Perbatasan Mencakup pembangunan desa dan kampung, pemerintahan lokal, pemberdayaan masyarakat, ketimpangan wilayah, daerah tertinggal, dan kawasan perbatasan. Demokrasi dan Partisipasi Politik dalam Pembangunan Mencakup demokrasi lokal, pemilu, partai politik, representasi, kewarganegaraan, gerakan masyarakat sipil, dan partisipasi masyarakat dalam kebijakan pembangunan. Keadilan Sosial dan Pembangunan Inklusif Mencakup politik gender dan identitas, kelompok marginal, masyarakat adat, kemiskinan, kesejahteraan masyarakat, konflik sosial, dan pemerataan pembangunan. Politik Lingkungan dan Sumber Daya Alam Mencakup tata kelola sumber daya alam, konflik agraria, pembangunan berkelanjutan, perubahan lingkungan, serta dampak sosial dan politik dari kebijakan pembangunan. Jurnal ini menerima artikel hasil penelitian, kajian konseptual, studi kasus, dan analisis komparatif pada tingkat lokal, nasional, regional, maupun internasional. Prioritas diberikan kepada artikel yang memiliki kontribusi teoretis dan empiris dalam menjelaskan persoalan politik dan pembangunan.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Tata Kelola Lembaga Ekonomi Masyarakat dalam Implementasi Program Gerakan Nasional Kakao di Kabupaten Kolaka Utara Muh Rijal
Journal of Political and Development Issue Vol. 2 No. 1 (2025): Isu Politik dan Pembangunan di Negara Berkembang
Publisher : PAPSEL RESEARCH AND CONSULTANT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jpdi.v2i1.329

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) Sejahtera dalam mendukung pelaksanaan Program Gerakan Nasional Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao di Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan penelitian berjumlah sembilan orang yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan, pengetahuan, dan pengalaman mereka dalam pengelolaan LEM Sejahtera serta pelaksanaan program Gernas Kakao. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LEM Sejahtera telah berperan dalam pelaksanaan sejumlah kegiatan Gernas Kakao, meliputi peremajaan kebun, rehabilitasi kebun, intensifikasi kebun, pemberdayaan petugas dan petani, pembangunan dan pengoperasian unit pengolahan pascapanen, serta pengembangan sistem basis data teknologi budidaya kakao. Namun, kinerja lembaga pada dimensi kualitas layanan dan responsivitas belum berjalan secara optimal. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia, sarana pendukung, serta pendanaan atau anggaran kelembagaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pelaksanaan Gernas Kakao berkaitan erat dengan kapasitas dan kinerja LEM Sejahtera sebagai lembaga ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Oleh karena itu, peningkatan kinerja LEM Sejahtera perlu dilakukan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan dukungan pendanaan, perbaikan kualitas layanan, serta pengembangan kerja sama dengan pemerintah, perbankan, dan lembaga terkait lainnya
Tata Kelola dan Akuntabilitas Alokasi Dana Desa dalam Pembangunan Lokal: Studi di Desa Wasilomata II, Kabupaten Buton Tengah Rahmatika Dania
Journal of Political and Development Issue Vol. 2 No. 2 (2026): Isu Politik dan Pembangunan di Negara Berkembang
Publisher : PAPSEL RESEARCH AND CONSULTANT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jpdi.v3i1.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan akuntabilitas dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Wasilomata II, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumentasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban pengelolaan ADD. Data dianalisis secara deskriptif melalui proses pengumpulan, pengelompokan, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas pengelolaan ADD di Desa Wasilomata II telah dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban. Pada tahap perencanaan, masyarakat dilibatkan melalui musyawarah desa untuk menyampaikan aspirasi dan menentukan prioritas pembangunan. Pada tahap pelaksanaan, pemerintah desa menyampaikan informasi kegiatan dan anggaran kepada masyarakat serta melibatkan unsur masyarakat dan Badan Permusyawaratan Desa dalam pengawasan. Pertanggungjawaban dilakukan dalam bentuk laporan administrasi dan penyelesaian fisik kegiatan pembangunan. Meskipun demikian, penilaian akuntabilitas tidak hanya didasarkan pada kelengkapan laporan, tetapi juga perlu memperhatikan keterbukaan informasi, kesesuaian antara rencana dan realisasi, kualitas partisipasi masyarakat, serta tindak lanjut terhadap program yang belum terlaksana. Dengan demikian, pengelolaan ADD di Desa Wasilomata II dapat dinilai cukup baik secara administratif dan prosedural, tetapi masih memerlukan penguatan pada aspek transparansi substantif, pengawasan masyarakat, dan evaluasi terhadap hasil pembangunan.
Politik Pemberdayaan Petani Lokal Dalam Pembangunan Kampung: Akses Sumber Daya Dan Peran Pemerintah Di Wasur, Merauke Devota Mikan; Samel W Ririhena
Journal of Political and Development Issue Vol. 2 No. 2 (2026): Isu Politik dan Pembangunan di Negara Berkembang
Publisher : PAPSEL RESEARCH AND CONSULTANT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jpdi.v2i2.340

Abstract

Penelitian ini menganalisis pemberdayaan petani lokal di Kampung Wasur, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, dengan menempatkan pemberdayaan sebagai persoalan akses terhadap sumber daya, kapasitas, dan dukungan pemerintah dalam pembangunan kampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada Maret-Mei 2018 dengan melibatkan 14 informan yang terdiri atas kepala kampung, aparat kampung, tokoh pemuda, tokoh adat, dan sepuluh masyarakat petani lokal. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pembinaan pertanian telah dilakukan melalui kerja sama pemerintah kabupaten, petugas penyuluh, dan pemerintah kampung. Namun, pemberdayaan belum optimal karena akses petani terhadap peralatan kerja, modal usaha, bibit, pupuk, dan teknologi pertanian belum merata, sementara sebagian pengetahuan hasil pelatihan belum dimanfaatkan secara konsisten. Pada aspek penataan jenis usaha, belum ditemukan dukungan yang memadai untuk menata tempat penjualan dan barang dagangan hasil pertanian agar lebih menarik dan terhubung dengan pasar. Sebagian petani masih menjual hasil pertanian di depan rumah atau menggunakannya untuk konsumsi keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak cukup dibangun melalui transfer pengetahuan, tetapi membutuhkan distribusi akses terhadap sumber daya produktif, penguatan kapasitas usaha, dan fasilitasi pasar. Penelitian menyimpulkan bahwa pemberdayaan petani lokal di Kampung Wasur masih bersifat parsial: intervensi pemerintah telah hadir pada aspek pembinaan, tetapi belum sepenuhnya memperkuat kemandirian ekonomi dan posisi petani dalam tata kelola pembangunan lokal.

Page 3 of 3 | Total Record : 23