cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol 45 no 3 (2011)" : 6 Documents clear
Perbandingan Biaya pada Teknik-Teknik Remediasi Tanah Tercemar Minyak Bumi R Desrina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 3 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.3.698

Abstract

Remediasi tanah tercemar minyak bumi telah banyak dilakukan oleh perusahaan minyak bumidi Indonesia. Di antaranya yang telah menjadi acuan adalah Surat Keputusan Menteri NegaraLingkungan Hidup Nomor 128 Tahun 2003, tentang tata cara remediasi tanah tercemar minyakbumi secara biologis. Pada hakekatnya, remediasi tanah tidak hanya dapat dilakukan dengancara biologis saja. Teknik-teknik remediasi non-biologis yang memanfaatkan sifat-sifat fisikadan kimia kontaminan juga dapat digunakan, misalnya teknik desorpsi termal dan teknik cucilahan. Keberhasilan bioremediasi masih menjadi bahan polemik, mengingat berbagai senyawaatau komponen hidrokarbon di dalam minyak bumi mempunyai sifat rekalsitran. Polemik ini jugamenyangkut tentang biaya operasional yang sering dikatakan bahwa biaya bioremediasi lebihmurah dibanding dengan biaya cara-cara non-biologis. Tulisan ini mencoba menjabarkan hasilstudi tentang perbandingan biaya dari beberapa teknik remediasi. Diharapkan tulisan ini dapatdigunakan sebagai pedoman bagi para industri minyak pengguna teknologi remediasi maupunpemerintah sebagai regulator lingkungan. Dan pada kelanjutannya, dapat pula diterbitkan pedomanbagi tata cara teknik remediasi secara non-biologis.
Pengaruh Mutu Bahan Bakar Minyak Solar 48 dan 51 terhadap Pembentukan Emisi Partikulat pada Kendaraan Bermotor Maymuchar Maymuchar; Cahyo S Wibowo
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 3 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.3.699

Abstract

Emisi partikulat (PM) adalah produk emisi dari proses pembakaran pada mesin diesel. Usahauntuk mengurangi emisi ini salah satunya adalah perbaikan mutu bahan bakar solar. Di Indonesiaterdapat dua jenis bahan bakar solar yang diatur dalam Surat Keputusan Direktorat JenderalMinyak dan Gas, yaitu solar 48 dan 51. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besarpengaruh mutu bahan bakar solar yang ada di pasar domestik ini terhadap pembentukan emisi partikulatpada kendaraan bermotor. Pengukuran emisi partikulat dilakukan pada chassis dinamometerdengan beberapa variasi kecepatan. Kendaraan yang menggunakan solar 51 menghasilkan emisipartikulat lebih kecil dibanding solar 48. Perbedaanya adalah 10% pada kecepatan idle, 19% padakecepatan 15km/jam, 15% pada kecepatan 30km/jam, 12% pada kecepatan 50km/jam dan 56%pada kecepatan 80 km/jam. Penurunan emisi partikulat ini sangat dipengaruhi oleh mutu bahanbakar solar dan kandungan sulfur yang rendah dimana angka setana yang tinggi akan memperbaikikarakteristik pembakaran dan kandungan sulfur yang rendah akan mengurangi kontribusinyadalam emisi partikulat.
Analisa Kerusakan Komponen Mesin Diesel Melalui Uji Fisika Kimia Minyak Lumas API CF-4 M Hanifuddin
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 3 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.3.700

Abstract

Dalam penggunaan mesin diesel banyak hal yang mempengaruhi kehandalan mesin tersebut,terutama terkait dengan kinerja mesin diesel. Salah satunya kondisi komponen-komponen yangada diruang bakar seperti piston dan cylinder liner. Salah satu bentuk pemeliharaan pada mesindiesel yang cukup efektif adalah melalui pemantauan analisa fisika kimia minyak lumasnya.Penurunan nilai Angka Basa Total (TBN) berbanding lurus dengan meningkatnya jarak tempuhkendaraan. Pengujian beberapa unsur kimia memperlihatkan adanya peningkatan nilai terutamaunsur Fe, Al, Cu, Cr, Si.
Prediksi Jumlah Emisi Co2 dari Kegiatan Transportasi Khusus Kereta Api dan Upaya teknologi Tersedia Pengurang Emisi M S Wibisono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 3 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.3.701

Abstract

Transportasi sangat dibutuhkan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi nasional. Kereta apimerupakan salah satu sarana transportasi pilihan publik yang menggunakan bahan bakar minyakDiesel. Hasil pembakaran dalam ruang mesin akan menghasilkan emisi gas antara lain CO2 yangakhir akhir ini dikaitkan dengan salah satu penyebab pemanasan global. Menurut Baku EmisiKendaraan Bermotor versi Peraturan Menteri Lingkungan Jepang yang diamandemen tahun 1996menyebutkan pembakaran untuk setiap satu liter minyak diesel akan menghasilkan CO2 sebanyak2,7 kg. Data emisi CO2 dari kereta api diesel di Indonesia sangat terbatas, sehingga dalam paperini dibahas estimasi kasar jumlah CO2 yang di emisikan kereta api di Indonesia sebagai angkutanumum maupun angkutan batu bara. Metode JETRO (2010) digunakan dalam perhitungan jumlahemisi. Disamping itu secara singkat disajikan pula ulasan tentang dampak lingkungan yang mungkintimbul. Adapun tujuan dari paper ini adalah sebagai bahan masukan yang dapat ditindaklanjutidalam rangka merealisir program pemerintah untuk mengurangi CO2 di atmosfir.
Upaya Penurunan Efek Rumah Kaca Melalui Bangunan Hijau Studi Kasus: Gedung Teknologi Gas sebagai Bangunan Hijau Djoko Sunarjanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 3 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.3.702

Abstract

Pemanfaatan bahan bakar minyak, tenaga listrik dan airtanah secara bijaksana bertujuan untukmelakukan efisiensi dan konservasi lingkungan. Termasuk upaya penggunaan bahan bangunandari mineral industri untuk menggantikan material kayu produk hutan. Melalui aplikasi geologilingkungan, hemat energi, dan hemat bahan bakar minyak dapat mulai dilakukan dalam kehidupansehari-hari termasuk pengelolaan bangunan perkantoran. Penerapan kriteria utama guna memenuhikategori bangunan hijau (green building) sudah dilakukan dalam Revitalisasi Gedung TeknologiGas LEMIGAS. Sehingga Gedung Teknologi Gas berhasil masuk dalam pilot project bangunanhijau Indonesia. Sebagai bangunan hijau diharapkan ikut berperan menciptakan penurunan efekrumah kaca yang muaranya menjaga keselamatan lingkungan bagi kehidupan.
Pengaruh Kadungan Logam dalam Minyak Solar 48 terhadap Pembentukan Deposit pada Komponen Ruang Bakar Mesin Diesel Statis (Genset) Emi Yuliarita
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 3 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.3.703

Abstract

Adanya logam dalam minyak solar dapat menyebabkan terjadinya deposit pada komponenruang bakar mesin diesel. Kandungan logam belum dibatasi dalam spesifikasi minyak Solar yangditetapkan oleh Pemerintah. Dalam penelitian ini digunakan minyak solar 48 dari kilang Pertaminasebagai bahan bakar pembanding dan bahan bakar minyak solar modifikasi yang mempunyaikandungan logam lebih tinggi. Pengujian dilakukan pada mesin genset Yanmar TF85 yangberkapasitas 5 kVa, dengan sistem injeksi langsung (DI) selama 100 jam operasi mesin. Evaluasiintensitas dampak atau deposit pada permukaan komponen mesin dilakukan dengan metodepenilaian yang dikenal dengan nama Merit Rating yang mengacu kepada metode CEC M02-T70.Hasil merit rating antara minyak solar SFR dan SFA menunjukan perbedaan terutama pada kepalasilinder mesin dengan perbedaan 12,52%. Dan berat deposit pada kepala silinder mesin yang telahmenggunakan bahan bakar SFR adalah 0,3225 gr dan SFA adalah 0,5860 gr. Studi ini menunjukanbahwa kandungan metalyang tinggi dalam minyak solar dapat menyebabkan terjadinya pengendapandeposit dalam ruang bakar

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue