cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018)" : 23 Documents clear
ANALISIS PEMBEBANAN STATIK DAN DINAMIK PADA PENGEMBANGAN AXLE MAIN LANDING GEAR PESAWAT BOEING 737-800 MENGGUNKAN PENDEKATAN FINITE ELEMENT AINUN ALFATH, SYUKRI; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Axle maian landing gear merupakan komponen penting pada pesawat udara, karena axle landing gear berfungsi untuk menopang beban pesawat pada saat, parking, taxing, dan landing. Dibutuhkan pengembangan desain axle landing gear yang lebih baik karena diketahui bahwasanya masih ada kegagalan pada saat pengoprasian, hal tersebut dikarenakan oleh pembebanan yang terlalu sering pada titik kritis tegangan. Dalam penelitian ini dilakukan pengembangan dengan cara menambahkan gusset pada titik kritis tegangan yaitu pada titik lengan axle landing gear. Bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi besar sudut gusset terhadap tegangan maximum, ditribusi tegangan, dan titik kritis tegangan dengan variasi pengujian axle normal dan axle gusset bersudut 700. Dilakukan pengujian dengan cara memberikan dua jenis gaya yaitu statis sebesar 31.986, 08 N dan 320.601,035 N untuk dinamis. Simulasi numerik menggunakan metode finite element menggunakan software Autodesk Nastran, dan Solidwork untuk pembanding sehingga didapatkan data perbandingan sebelum dan sesudah dilakukan pengembangan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai tegangan von mises turun . Untuk pengujian axle normal didapatkan tegangan sesar 552,5 Mpa untuk statis dan 751,5 Mpa untuk dinamis, serta displacement total untuk satis sebesar 4,43 mm dan 4,71 mm untuk dinamis gushet baik penguhian statis dan dinamis niali tegangan axle sudut gusset 700 yaitu sebesar 484,4 Mpa untuk pengujian dinamis yaitu sebesar 556,9 Mpa. Selain nilai tegangan hasil simulasi menunjukan besar displacement atau pergeseran, nilai displacement total terendah berda pada sudut 700 yaitu sebesar 4,09 mm untuk statis dan 4,25 mm untuk dinamis Kata kunci : FEA, Axle Landing Gear, Tegangan von mises, Displacement
OPTIMALISASI TEMPERATUR TUANG TERHADAP STRUKTUR MIKRO PADUAN AL-SI DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN PASIR NEVIA FEBRIANI, DWI; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium adalah salah satu contoh logam yang paling banyak digunakan dalam dunia industri. Aluminium memiliki sifat tahan terhadap korosi, ringan, penghantar panas yang baik, dapat ditempa, dan memiliki titik cair yang rendah, sehingga aluminium baik untuk proses pengecoran. Ada banyak variabel yang dapat mempengaruhi sifat mekanis hasil coran, diantaranya yaitu temperatur tuang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur tuang terhadap struktur mikro pada hasil coran paduan Al-Si dengan menggunakan cetakan pasir. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan temperatur tuang pada saat proses pengecoran. Temperatur tersebut yaitu sebesar 680°C, 705°C, 730°C, 755°C, dan 780°C. Bahan baku pada proses pengecoran ini adalah paduan Al-Si dengan komposisi silikon sebsesar 5% serta menggunakan cetakan pasir yang dibuat dengan mencampurkan 9 kg pasir gunung, 0,5 kg semen, 0,5 kg kalsium, 0,5 kg bentonit, dan 0,15 tetes tebu yang selanjutnya dibuat mal didalamnya dan di jemur hingga kering selama 2 hari dan logam cair dituangkan kedalam cetakan. Hasil coran selanjutnya dilakukan uji struktur mikro. Hasil pengujian struktur mikro menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur tuang pada proses pengecoran maka lebar dendrit akan semakin besar, dan unsur Si membentuk pulau-pulau yang semakin besar, serta cacat porositas pada material semakin banyak. Yang berarti semakin tinggi temperatur tuang, maka ketangguhan material semakin menurun. Kata kunci: aluminium, paduan Al-Si, pengecoran logam, temperatur tuang, cetakan pasir, struktur mikro.
UJI EKSPERIMENTAL KINERJA TURBIN REAKSI ALIRAN VORTEX TIPE SUDU BERPENAMPANG LURUS DENGAN VARIASI LEBAR SUDU HAPSARI WIBAWANTO, HERNING; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Listrik telah menjadi kebutuhan untuk berbagai aktifitas manusia, tidak dipungkiri bahwa listrik merupakan energi yang dibutuhkan manusia dalam segala hal yang mendukung aktifitas manusia. Adanya ketergantungan masyarakat pada pemerintah dalam penyediaan listrik, disebabkan minimnya pengetahuaan masyarakat mengenai pemanfaatan sumber daya alam. Sumber daya alam tersebut salah satunya adalah pemanfaatan sumber energi air untuk mengahasilkan listri, yaitu dengan cara membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebar sudu turbin berpenampang lurus yang paling optimum terhadap daya dan efisiensi. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Variabel bebas yang digunakan adalah dengan memvariasikan lebar diameter turbin reaksi vortex yaitu 21 cm, 27 cm, 33 cm dan 39 cm dengan menggunakan kapasitas sebesar 7,998670381 L/s, 9,3092098 L/s, 11,04292594 L/s, dan 13,44349629 L/s. Pengujian dilakukan dengan beberapa variabel yang sudah ditentukan terhadap daya dan efisiensi turbin vortex. Dari hasil penelitian ini, adanya variasi lebar sudu turbin memiliki pengaruh terhadap daya dan afisiensi yang dihasilkan. Lebar diameter turbin 27 cm memiliki daya dan efisiensi paling optimal, yaitu pada kapasitas air sebesar 11,04292594 L/s dengan pembebanan 40000 gram yaitu sebesar 40 warr dan efisiensi sebesar 51,33 %. Daya turbin cenderung meningkat dengan adanya penambahan lebar sudu, hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian antara turbin diameter 21 cm dengan 27 cm, namun terjadi penurunan daya dan efisiensi pada turbin 33 cm dan 39 cm. Kata Kunci: Turbin reaksi vortex, lebar sudu, kinerja turbin

Page 3 of 3 | Total Record : 23